Melly Goeslaw rilis serial horor “Nawangsih”

Jakarta (ANTARA News) – Melly Goeslaw yang dikenal sebagai penulis lagu, menghadirkan sebuah karya baru tetapi bukan musik, melainkan serial horor berjudul “Nawangsih”.

“Nawangsih” sebenarnya bukan karya non-musik pertama yang digarapnya. Sebelumnya Melly terlibat dalam pembuatan film “Tentang Dia” (2005) dan “Bukan Bintang Biasa Movie” (2007).

Namun untuk serial, ini adalah yang pertama kali baginya.

“Saya sebagai penulis dan produser. Jadi based on ceritanya saya yang menulis, skripnya ditulis Evelyn. Ini yang ketiga tetapi berbentuk series,” ujar Melly melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Sabtu.

“Nawangsih” bercerita tentang Arya (Mario Lawalata) dan istrinya, Kiran (Ririn Ekawati) bersama dua putri mereka Srimaya (Benaya Farah) dan Nawangsih (Gisellma dan Chrissie). Mereka memutuskan untuk pindah ke sebuah rumah tua milik mendiang ayah Arya.

Suatu hari, Nawangsih kecil menemukan lampu tua warisan ayah Arya. Lampu itu membuat Nawangsih berhubungan dengan roh halus.

Serial yang terdiri dari 10 episode ini menjanjikan ketegangan dan suasana horor dengan dukungan penata musik Anto Hoed dan disutradari oleh Hedy Suryawan.

“Tidak bisa diceritakan secara detailnya. Pastinya ini bukan horor yang mengagetkan. Ini lebih apabila orang yang menonton seperti depresi, ada sedihnya juga. Karena cerita Nawangsih tragis sekali,” jelas Melly.

“Nawangsih” dapat disaksikan melalui layanan video streaming Maxstream.

Baca juga: Konser Melly Goeslow himpun Rp150 juta untuk Lombok

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film dokumenter BTS akan tayang di YouTube Premium

Jakarta (ANTARA News) – Film dokumenter Bangtan Boys (BTS) yang berjudul “Burn The Stage: The Movie” akan tersedia di YouTube Premium pekan ini.

Film yang dirilis kembali pada November lalu, menggambarkan cerita di balik layar tur “Wings” yang dilaksanakan pada tahun 2017.

Negara-negara yang dikunjungi oleh mereka dan masuk dalam film tersebut adalah Brazil, Amerika Serikat dan Jepang, dilansir NME, Jumat.

Baca juga: Line gandeng agensi BTS luncurkan webtoon baru

“Burn The Stage: The Movie” adalah film perdana dari BTS. Dalam sinopsisnya, film tersebut menjanjikan akan mengungkap kisah grup ini serta perjalanannya mencapai ketenaran. 

Film tersebut juga memberikan pandangan tentang apa yang terjadi saat boyband asal Korea Selatan ini menjadi grup paling sukses sepanjang masa. Bahkan mereka juga mampu masuk ke panggung musik dunia sebagai arus utama.

Baca juga: Stray Kids dan IZ*ONE sabet penghargaan rookie Seoul Music Awards

“Burn The Stage: The Movie” hanya tersedia di layanan YouTube Premium. Saat ini, layanan tersebut hanya ada di Inggris dan 28 negara lainnya.
 
Sementara itu, awal Januari ini, Jimin BTS telah membuat rekor baru di SoundCloud. Lagu “Promise” mendapat streaming paling banyak di hari pertama rilis yakni sebesar 8,5 juta kali. 

Rekor tersebut mengalahkan Drake dengan “Duddy Freestyle” yang hanya mendapat 4,9 juta kali streaming

Baca juga: Jimin BTS rilis lagu solo buatannya

Baca juga: Jimin BTS dan Big Hit jawab soal kontroversi kaos

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Agenda hari ini, penayangan “Ziarah” hingga pertunjukan musik

Jakarta (ANTARA News) – Berikut agenda pilihan di kawasan Jakarta dan sekitarnya hari ini, meliputi pameran seni rupa, pertunjukan musik dan penayangan film “Ziarah”.

1.Pameran Tunggal Seni Rupa Abstrak Baron Basuning bertajuk “NOOR” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta hingga hingga 8 Februari 2019.

2. Electronic & Furniture Fair 2019, dilaksanakan hingga tanggal 27 Januari 2019 di Atrium Lantai Dasar, Mal Taman Palem, Jakarta.

3. GoFoodFestival, dilaksanakan hingga 31 Maret 2019 di AEON MALL Jakarta Garden City. Belasan merchants yang berpartisipasi dalam acara itu. 

4. Shopping Fiesta, digelar hingga 1 Februari 2019 di Gd.Wisma Bakrie 1 – Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Beragam produk mulai dari kuliner hingga fashion ada di festival ini.

5. Pertunjukan musik Sekolah Musik Lalita di @america, Pacific Place, Jakarta pukul 18.30 WIB.

6. Pertunjukan Jaya Blues Band di Motion Blue Jakarta pukul 20.30 WIB.

7. Penayangan film “Ziarah” di Institut Français d’Indonésie (IFI) Menteng, Jakarta pukul 19.00 WIB.

Baca juga: “Ziarah” dapat sambutan hangat di festival film Tokyo

Baca juga: Bincang-bincang dengan B.W. Purba Negara (Video)

Baca juga: Nenek dari Gunung Kidul dinominasikan aktris terbaik festival film ASEAN

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Punya kekasih tak bikin “chemistry” Iqbaal dan Vanesha luntur

Jakarta (ANTARA News) – Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla mengaku tidak sulit untuk membangun kembali chemistry saat memerankan Dilan dan Milea meski keduanya kini sama-sama sudah memiliki kekasih.

Seperti diketahui, Vanesha sudah setahun lebih menjalin asmara dengan Adipati Dolken. Begitu juga dengan Iqbaal yang memiliki kekasih seorang bule.

Baca juga: Trailer film “Dilan 1991” bikin senyum-senyum sendiri

Iqbaal dan Vanesha juga disebut sempat tidak akur dilokasi syuting sehingga menimbulkan spekulasi jika chemistry keduanya akan hilang di film “Dilan” seri terbaru.

“Kita udah bangun ini di film sebelumnya, jadi enggak harus jatuh cinta lagi satu sama lain. Jadi approach pertama, kita ngobrol biar satu frekuensi lagi. Kita berusaha untuk itu,” jelas Dilan dalam peluncuran trailer “Dilan 1991” di Jakarta, Kamis.

Gue percaya Dilan itu cuma tidur doang jadi pas ketemu Milea, tinggal gimana cara banguninnya. Gimana caranya kita satuin visi misi biar bisa saling jatuh cinta. Rasa percaya dan chemistry itu muncul ketika satu sama lain saling percaya dan kita udah begitu, jadi tinggal woy bangun, balikin lagi,” lanjutnya.

Baca juga: Andovi da Lopez berperan sebagai Mas Herdi di “Dilan 1991”

Mantan personel Coboy Junior ini membantah jika hubungannya retak dengan Vanesha lantaran kini ia sudah menjadi kekasih Adipati.

“Menurut gue enggak ada korelasinya sih dengan kehidupan nyata sama film,” kata Iqbaal.

Film “Dilan 1991” dijadwalkan tayang pada 28 Februari 2019. Film ini akan menghadirkan Maudy Koesnaedi, Bucek Depp, Andovi da Lopez, Jerome Kurnia, Ence Bagus, Gusti Reyhan, Yoriko Angeline, Guilio Parengkuan, Debo, Farhan, Happy Salma, Ira Wibowo dan lainnya.

Baca juga: Dilan 1991 dirilis 28 Februari 2019

Baca juga: Yang tidak disukai Iqbaal Ramadhan dari sosok Dilan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iqbaal Ramadhan ungkap sifat Dilan yang tidak disukainya

Jakarta (ANTARA News) – Iqbaal Ramadhan membeberkan sejumlah hal tentang sosok Dilan yang ia tidak suka, salah satunya adalah sifat yang kelewat percaya diri.

Selain terlalu percaya diri, menurut Iqbaal, Dilan terkadang menyakiti diri sendiri demi orang lain.

“Yang enggak disuka dari Dilan, dia ini percaya diri sekali. Bukan enggak suka sih. Tapi dia suka kayak menyimpulkan sesuatu sendiri dengan apa yang terjadi sehingga mengalah untuk Milea. Dalam artian kadang dia menyakiti diri sendiri buat bahagiakan Milea atau siapa,” kata Iqbaal dalam peluncuran trailer “Dilan 1991” di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Dilan 1991 dirilis 28 Februari 2019

Ketika diminta menyebutkan apa yang menjadi persamaan antara dirinya dan Dilan, ia mengatakan tidak ada sama sekali.

“Sejujurnya enggak pernah lihat persamaan antara gue sama Dilan. Cukup beda saat gue jadi Dilan dan Iqbaal. Terasa perbedaannya karena bagi gue, dua orang yang berbeda,” jelas Iqbaal.

“Kalau jawabannya sama-sama suka cewek, general. Jadi gue tidak menyama-nyamai Dilan. Jadi buat gue, ketika jadi Dilan ya, Dilan,” lanjutnya.

Baca juga: Ngeband bikin Iqbaal jadi diri sendiri

Sementara itu, Iqbaal juga mengatakan pada film “Dilan 1991”, naik-turunnya emosi Dilan akan diperlihatkan. Di sini, Dilan tidak hanya digambarkan sebagai sosok cowok keren yang penuh lelucon tapi ada juga sisi sedihnya.

“Filmnya lebih up and down, lebih bahagia-sedih. Kalau di 1990 kan bahagia aja, tapi di 1991 banyak konflik, terutama konflik antara Dilan dan Milea. Enggak sabar lihat penonton nangis di bioskop,” ujar Iqbaal.

Baca juga: Trailer film “Dilan 1991” bikin senyum-senyum sendiri
Baca juga: Andovi da Lopez berperan sebagai Mas Herdi di “Dilan 1991”

 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “DreadOut” tembus 800 ribu penonton dalam dua minggu

Jakarta (ANTARA News) – Film horor “DreadOut” berhasil menembus angka 800 ribu penonton senja dirilis pada tanggal 3 Januari 2019 lalu. Pencapaian ini pun membuat para pemain dan tim produksi senang.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa film yang diangkat dari gim juga mempunyai potensi cukup besar untuk diterima oleh masyarakat Indonesia.

“Dengan raihan 800 ribu penonton, Kita masih berjuang untuk satu juta penonton. Artinya film yang diangkat dari gim itu punya potensi besar diterima masyarakat Indonesia. Jadi makin semangat lagi gim lain supaya bisa diangkat ke layar lebar,” ucap Wida Handoyo selaku produser film “DreadOut” dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Film “DreadOut” merupakan karya adaptasi gim pertama yang berhasil diangkat ke layar lebar. Kehadiran “DreadOut” sekaligus menjadi sejarah baru dalam dunia film dan gim Indonesia.

“Dengan angka yang sekarang menunjukkan bahwa marketnya ada dari masyarakat Indonesia dan potensinya besar sekali dari industri gim dan film bergabung,” ujar Widi.

Film “DreadOut” disutradarai oleh Kimo Stamboel dan dibintangi oleh Ciccio Manassero, Caitlin Halderman, Jefri Nichol, Irsyadillah, Marsha Aruan, Susan Sameh, dan Rima Melati.

Baca juga: Medan berkontribusi besar untuk jumlah penonton “DreadOut”

Baca juga: “DreadOut”, hantu VS ponsel pintar

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Acara hiburan grup idola Arashi tayang di Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Acara ragam hiburan “Must Be Arashi (Arashi ni Shiyagare)” yang dibawakan oleh lima anggota grup idola Jepang Arashi akan tayang di Indonesia. 

Dalam acara tersebut, grup beranggotakan Satoshi Ohno, Sho Sakurai, Masaki Aiba, Kazunari Ninomiya dan Jun Matsumoto itu mewawancarai bintang tamu yang terdiri dari selebritas Negeri Sakura.

Mereka juga menghadirkan aneka kuliner dengan tema berbeda sesuai keinginan bintang tamu yang hanya bisa dicicipi bila memenangi kuis serba-serbi serupa cerdas cermat.

Acara yang di negara asalnya mulai tayang sejak 2010 itu juga berisi segmen untuk tiap anggota Arashi yang diberikan misi khusus.

Arashi yang berada di bawah naungan Johnny’s & Associate mulai debut sejak 1999. Setiap anggotanya tak cuma aktif di bidang tarik suara, tetapi juga dunia akting dan acara-acara ragam hiburan.

Ninomiya Kazunari pernah bermain dalam film Clint Eastwood “Letters from Iwo Jima” dan membawakan acara “Nino San”. Sedangkan Sho Sakurai yang berakting dalam film “Laplace’s Witch” juga aktif sebagai pembawa acara berita.

Baca juga: Laplace’s Witch, gado-gado drama, sains dan detektif

Akting Masaki Aiba bisa dilihat di drama “Boku to Shippo to Kagurazaka”, “Noble Detective” hingga “My Girl”, sementara Satoshi Ohno telah bermain di drama “The Most Difficult Romance”, “Shinigami-kun” hingga “Maou”.

Anggota termuda, Jun Matsumoto, melejit namanya setelah berperan sebagai Domyoji Tsukasa dalam drama “Hana Yori Dango” dari komik yang diadaptasi juga di Taiwan dengan nama “Meteor Garden” dan “Boys Over Flowers” di  Korea Selatan.

“Must Be Arashi (Arashi ni Shiyagare)” mulai tayang pada 23 Januari mendatang di saluran televisi berbayar GEM.

Selain acara itu, saluran televisi tersebut juga menayangkan drama bertema pengadilan dengan judul “Innocence, Fight Against False Charges” yang dibintangi oleh Kentaro Sakaguchi dan Kawaguchi Haruna. 

Baca juga: “One Cut of the Dead”, komedi pengocok perut
  “Your Home is My Business! 2nd Attack” (HO/ist)

Ada juga, “Your Home is My Business! 2nd Attack” yang bercerita tentang makelar rumah nyentrik (Machi Sangenya (Keiko Kitagawa) yang bersaing dengan pangeran makelar Kenji Rusudo (Shota Matsuda) juga diputar bulan ini.

Ada pula acara “The Quest” musim ke-11 di mana pengisi acara berkelana ke berbagai belahan dunia untuk memecahkan misteri tertentu. Mereka harus menyelesaikan tantangan untuk mendapatkan petunjuk yang penuh aksi menghibur.
  Acara variety The Quest (HO/ist)

Selanjutnya, acara “Fashionista! Win 3 Colors!” yang mengangkat tema berbelanja baju penuh gaya namun dengan anggaran terbatas. Empat selebritas akan mencoba memadukan pakaian modis dan aksesoris pelengkap dengan tiga warna yang sudah dipilih. Mereka harus menyelesaikan misi tersebut dengan anggaran dan batas waktu tertentu.

Baca juga: Rekomendasi film Jepang dari Haruka Nakagawa
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andovi da Lopez berperan sebagai Mas Herdi di “Dilan 1991”

Jakarta (ANTARA News) – Max Pictures akhirnya mengumumkan sosok pemeran karakter Mas Herdi, suami Milea, dalam film “Dilan 1991”, dia adalah Andovi da Lopez.

Andovi selama ini dikenal sebagai YouTuber atau pencipta konten di YouTube. Ia bersama kakaknya, Jovial da Lopez kerap mengisi konten yang menghibur di Youtube.

Andovi menceritakan, ia kaget saat pertama kali dihubungi oleh Max Pictures.

“Pas pertama kali di calling untuk ini jujur sangat kaget. Jadi pertama kali dateng ke big reading ketemu sama semua pemain-pemain, gue sebagai anak bawang deg-degan juga. Karena gue tahu di sini gue anak yang baru dan di karakter yang lumayan begitu,” ujar Andovi dalam peluncuran trailer “Dilan 1991” di Jakarta, Kamis.

Meski demikian, Andovi berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik pada aktingnya. 

Just like Iqbaal, I did my best. Mencoba sebisanya 100 persen karena gue tahu, karakter Mas Herdi sangat berbeda dengan karakter gue. Gue tahu banyak yang bakal enggak setuju, gue ngerti banget,” jelasnya.

Andovi juga mengaku sudah siap jika dihujat oleh para penggemar Dilan.

“Herdi orang yang jauh lebih ganteng dan lain-lain but it’s ok, enggak apa-apa. Tapi karena gue dari YouTube, lama di YouTube, biasa yang hate-hate, biasa dengan hater. ‘Kak kok elu jelek’, gue udah biasa. Sekarang dibandingin sama Iqbaal kan makin kalah,” kata Andovi.

Baca juga: Dilan 1991 dirilis 28 Februari 2019
Baca juga: Ngeband bikin Iqbaal jadi diri sendiri

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trailer film “Dilan 1991” bikin senyum-senyum sendiri

Jakarta (ANTARA News) – “Dilan 1991” akan dirilis pada 28 Februari 2019 dan untuk membuat penggemarnya penasaran, pihak Max Pictures pun meluncurkan trailer film tersebut, Kamis.

Sama seperti film “Dilan 1990”, trailer berdurasi dua menit ini juga membuat penggemarnya gregetan. Adegan-adegan manis diperlihatkan dalam cuplikan film, yang bikin penonton senyum-senyum. 

Misalnya saja ketika Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanesha Prescilla) naik motor. Saat itu, Dilan menyampaikan jika cita-citanya adalah menikah dengan Milea.
 

Ada juga obrolan kecil di malam hari saat Dilan mengungkapkan jika dirinya tidak akan pernah cemburu. Sebab, yang bisa dilakukannya hanyalah mencintai Milea.

Cuplikan adegan yang ada dalam trailer tersebut, jelas membuat penontonnya senyum-senyum sendiri. 

Kalau pada “Dilan 1990” jargon yang paling terkenalnya adalah “Kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu, enggak tahu kalau sore,” sepertinya akan berganti menjadi “Mau langsung atau diwakilin,”. Adegan ini dapat ditemui ketika Dilan ingin mencium Milea.

Masih banyak cuplikan lain dalam trailer “Dilan 1991” yang membuat penonton makin penasaran dan tidak sabar ingin menyaksikan keseluruhan filmnya.

Iqbaal mengaku cukup puas melihat trailer film tersebut. Ia berharap “Dilan 1991” bisa mendapat hasil yang baik juga seperti film sebelumnya.

I did my job yang terbaik dari “Dilan 1991″ dan semoga menghasilkan yang terbaik juga,” ujar Iqbaal ditemui dalam peluncuran trailer “Dilan 1991” di Jakarta.

Film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq  akan menghadirkan para pemain baru seperti Maudy Koesnaedi (Tante Anis), Andovi da Lopez (Mas Herdi), Bucek Depp (Letnal Ical) dan Jerome Kurnia (Yugo). 

Baca juga: Dilan 1991 dirilis 28 Februari 2019
Baca juga: Iqbaal harus susutkan berat badan demi “Dilan 1991”

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tertunda 2 tahun, “Terima Kasih Cinta” resmi tayang di bioskop

Jakarta (ANTARA News) – Film “Terima Kasih Cinta” arahan sutradara Tema Patrosza akhirnya resmi tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini setelah sempat tertunda selama dua tahun.

Film drama keluarga ini diangkat dari kisah nyata adaptasi dari novel berjudul “728 Hari” karya Djono W Oesman, yang memberikan pemahaman mengenai penyakit lupus yang jarang diketahui masyarakat.

“Alhamdulillah dengan basic saya bukan di dunia film, tapi saya mencoba masuk ke film dengan mengangkat dunia edukasi mengenai keluarga, dan empati ke penderita lupus,” ujar Wiwiek Hargono selaku Eksekutif Produser film “Terima Kasih Cinta” dalam keterangan pers yang diterima Antara, Kamis.

Film produksi Bintang Pictures ini menyajikan kisah mengharukan mengenai semangat Eva (Putri Marino) dalam melawan penyakit lupus dan menjalani hidupnya secara normal.
 
Proses pembuatan film ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bekasi karena hampir seluruh adegan diambil di kota Bekasi sesuai dengan latar tempat cerita yang ada dalam novelnya.

Selain Putri Marino, film ini juga dibintangi oleh Gary Iskak, Achmad Megantara, Unique Priscilla, Okan Cornelius, Harry De Pretes dan Mesyarah Oemri.

Baca juga: “Terima Kasih Cinta” berikan edukasi penyakit lupus
Baca juga: Gary Iskak pelajari penyakit lupus di film “Terima Kasih Cinta”

 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yang tidak disukai Iqbaal Ramadhan dari sosok Dilan

Jakarta (ANTARA News) – Iqbaal Ramadhan begitu identik dengan perannya sebagai sosok remaja Dilan.

Meski digandrungi oleh banyak perempuan, Iqbaal mengaku ada sifat Dilan yang tidak disukainya.

Bagi Iqbaal, Dilan adalah sosok yang sangat percaya diri. Makanya, mantan personel Coboy Junior ini tidak suka dengannya.

“Yang enggak disuka dari Dilan, dia ini percaya diri sekali. Bukan enggak suka sih. Tapi dia suka kayak menyimpulkan sesuatu sendiri dengan apa yang terjadi sehingga mengalah untuk Milea. Dalam artian kadang dia menyakiti diri sendiri buat bahagiakan Milea atau siapa,” kata Iqbaal dalam peluncuran trailer “Dilan 1991” di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Dilan 1991 dirilis 28 Februari 2019

Namun ketika diminta menyebutkan apa yang menjadi persamaan antara dirinya dan Dilan, ia mengatakan jika tidak ada persamaan sama sekali.

“Sejujurnya enggak pernah lihat persamaan antara gue sama Dilan. Cukup beda saat gue jadi Dilan dan Iqbaal. Terasa perbedaannya karena bagi gue, dua orang yang berbeda,” jelas Iqbaal.

“Kalau jawabannya sama-sama suka cewek, general. Jadi gue tidak menyama-nyamai Dilan. Jadi buat gue, ketika jadi Dilan ya, Dilan,” lanjutnya.

Baca juga: Ngeband bikin Iqbaal jadi diri sendiri

Sementara itu, Iqbaal juga mengatakan jika pada film “Dilan 1991”, naik-turunnya emosi Dilan akan diperlihatkan. Di sini, Dilan tidak hanya digambarkan sebagai sosok cowok keren yang penuh lelucon tapi ada juga sisi sedihnya.

“Filmnya lebih up and down, lebih bahagia-sedih. Kalau di 1990 kan bahagia aja, tapi di 1991 banyak konflik, terutama konflik antara Dilan dan Milea. Enggak sabar lihat penonton nangis di bioskop,” ujar Iqbaal.

Baca juga: Trailer film “Dilan 1991” bikin senyum-senyum sendiri

Baca juga: Andovi da Lopez berperan sebagai Mas Herdi di “Dilan 1991”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “Hit N Run” gabungkan unsur komedi dan laga

Jakarta (ANTARA News) – “Hit N Run”, sebuah film yang menyajikan adegan laga menantang dibungkus dengan unsur komedi segar, akan tayang di bioskop Indonesia pada pertengahan 2019.

Film tersebut diproduksi Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Bukalapak Pictures. “Hit N Run” disutradarai Ody C. Harahap dan ditulis oleh Upi Avianto, serta menghadirkan bintang laga papan atas Indonesia, Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan.

Dalam acara jumpa pers “Hit N Run” di Jakarta, Kamis, Joe Taslim bercerita tentang peran yan dilakoninya dan bagaimana film itu mengombinasikan adegan laga dan komedi yang mengocok perut penonton.

“Kadang film action komedi itu, action-nya dikorbankan hanya untuk komedi, tapi kita harus tahu pada saat bikin action kita harus bikin yang terbaik. Makanya kita kolaborasi dengan Uwais Team. Kita mau bikin action yang keren dan bagus,” katanya.

Dalam film ini, Joe Taslim berperan sebagai Tegar, seorang polisi heroik dengan karakter yang cukup unik, sang pembela kebenaran dan hati yang terluka 

“Saya di sini ceritanya sebagai seorang polisi pembasmi kejahatan. Di dalam misi menangkap penjahat, dia harus berkolaborasi dengan teman-temannya dan jadi tim yang solid,” kata Joe Taslim.

Film “Hit N Run” juga dibintangi oleh Tatjana Saphira, Chandra Liow, Jefri Nichol, Yayan Ruhiyan, dan Nadya Arina.

Selain jajaran artis ternama, film ini juga menghadirkan jagoan beladiri Indonesia, seperti David Hendrawan (peraih emas wushu PON 2016), Peter Taslim (peraih emas judo Sea Games 1997, 2011) dan Simone Julia (atlet jujitsu Asian Games 2018).

Baca juga: Joe Taslim puji aksi Iko Uwais di film Mile 22
Baca juga: Tatjana Saphira minta adegan laga di film “Hit and Run”

 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tatjana Saphira ditantang bernyanyi di film “Hit N Run”

Jakarta (ANTARA News) – Aktris muda Tatjana Saphira ditantang untuk bernyanyi di film laga komedi “Hit N Run” yang akan tayang pertengahan 2019.

“Tantangan sekali. Aku berperan sebagai Meisa seorang penyanyi. Soal karakternya, dia orang yang nyentrik, genit, centil, dan punya kepribadian sangat berbeda dan mencolok,” ujar Tatjana saat ditemui dalam jumpa pers film “Hit N Run” di Jakarta, Kamis.

Tatjana membocorkan ada dua lagu yang dinyanyikannya, dengan aransemen musik yang berbeda, di film arahan sutradara Ody C. Harahap tersebut.

“Di film ini akan ada dua lagu yang akan aku bawakan. Satu lagu baru dan satu lagi lagu remake yang dibuat khusus film ini. Aku suka sih karena cukup unik dan full of surprise,” kata Tatjana.

Untuk urusan bernyanyi, Tatjana mengaku mempelajarinya secara otodidak. Baginya dunia musik menjadi salah satu hobi yang sudah lama dijalani. 

“Aku emang suka nyanyi dan musik. Aku hobi karaoke juga sih. Sebenarnya banyak orang bilang warna suara aku unik, tinggal aku percaya diri aja,” tutupnya.

Baca juga: Film “Hit N Run” gabungkan unsur komedi dan laga
Baca juga: Tatjana Saphira minta adegan laga di film “Hit and Run”

 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keluarga kenang peran Didi Petet di “Preman Pensiun”

Jakarta (ANTARA News) – Sosok Didi Petet dikenal sebagai aktor yang mampu memerankan berbagai karakter.

Di antara banyak karakter yang pernah diperankan, menurut Getar Jagat Raya, anak pertama mendiang Didi Petet, karakter Kang Bahar di “Preman Pensiun”, sebagai salah satu peran almarhum yang berkesan.

“Ini mungkin salah satu peran (Kang Bahar) almarhum Bapak yang memorable di masyarakat. Bisa dibilang berkat peran ini, sosok Emon yang sebelumnya sempat melekat kuat di Bapak, pelan-pelan beralih ke Kang Bahar,” ujar Getar dalam keterangan pers yang diterima Antara, Rabu.

Ganjar yang mewakili pihak keluarga juga memuji hubungan kekeluargaan yang masih terjalin baik antara kru beserta pemain “Preman Pensiun” dengan keluarga Didi Petet. 

“Komunikasi dengan para kru dan pemain “Preman Pensiun” alhamdulillah sampai saat ini masih terjaga. Beberapa kali tim ke rumah untuk update tentang perkembangan yang terjadi atau sekedar bertukar kabar,” katanya.

Dia juga merasa terharu saat mengetahui ada cuplikan karakter Kang Bahar yang diperankan mendiang ayahnya di awal cerita film “Preman Pensiun”.

“Perasaan kita campur aduk, senang, terharu sekaligus terhormat. Karena walaupun sudah tidak ada, tapi keluarga “Preman Pensiun” masih mengingat sosok almarhum dalam film,” tutupnya.

Baca juga: Film “Preman Pensiun” sajikan cerita yang lebih kompleks

Baca juga: Kemenangan “Preman Pensiun” di FFB 2015 untuk Didi Petet

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019