Sutradara “Boyz N the Hood” John Singleton tutup usia

Jakarta (ANTARA) – Sutradara peraih nominasi Oscar 1992 lewat film “Boyz N the Hood” John Singleton tutup usia. Peraih penghargaan pertama untuk keturunan Afrika-Amerika itu wafat di usia 51 tahun pada Senin (29/4) di Los Angeles.

Kematiannya, di Pusat Medis Cedars-Sinai, dikonfirmasikan dalam pernyataan keluarga setelah alat bantu hidupnya dicabut. Singleton yang dirawat sejak 17 April, dilaporkan setelah mengalami stroke dan memiliki riwayat hipertensi.

Ibunya, Shelia Ward, mengatakan pekan lalu bahwa Singleton dalam keadaan koma dan mengajukan surat-surat pengadilan yang meminta untuk ditunjuk sebagai konservator sementara. Beberapa anaknya pada saat itu menentangnya dan mencoba mengambil kendali atas keputusan medis serta keuangannya, dan secara terbuka membantah penilaiannya tentang keadaan medisnya.

“Boyz N the Hood,” sebuah film realistis suram tentang tiga remaja yang tumbuh di tengah kekerasan geng di South-Central Los Angeles. Film itu membangun kepercayaan Singleton dan mengenalkannya dengan sutradara Afrika-Amerika yang lebih mapan seperti Spike Lee, Bill Duke , Julie Dash, Robert Townsend dan Reginald Hudlin.

“Ketika saya berusia 18 tahun, saya melihat ‘She’s Gotta Have It,’” kata Singleton, mengacu pada film terobosan Lee tahun 1986, dalam sebuah video YouTube pada 2013.

“Film itu sangat kuat bagi saya, seperti seorang anak muda kulit hitam remaja yang tumbuh menonton film dengan tidak banyak orang yang mirip saya,” katanya.

Dia berusia 22 ketika dia mulai syuting “Boyz,” yang mengikuti Tre (diperankan oleh Cuba Gooding Jr.) dan teman-temannya Ricky (Morris Chestnut) dan Doughboy (Ice Cube) ketika mencoba menghindari geng dan narkoba.

Ketika Ricky ditembak dan dibunuh oleh anggota geng, Doughboy, saudara tirinya, berusaha membalas dendam, tetapi Tre mundur dari pembalasan.

Singleton lulus dari sekolah film kurang dari setahun sebelumnya. Dia kemudian mengakui bahwa ketika dia membuat “Boyz N the Hood” dia belum tahu bagaimana mengarahkan film.

“Ketika film berjalan, saya belajar bagaimana mengarahkan,” katanya setelah pemutaran ulang tahun ke-25 film di Manhattan pada 2016.

“Ketika itu menjadi lebih intens dan masuk ke babak ketiga, pengambilan gambar jadi lebih dan lebih cair, karena saya menjadi lebih baik dan lebih baik – dan mengambil lebih banyak peluang. “

Setelah Columbia menayangkannya di Festival Film Cannes 1991 – dengan Spike ada Lee di antara penonton – kritikus film Roger Ebert memuji “kekuatan, kejujuran dan keterampilan pembuatan filmnya.”

“Pada akhir ‘Boyz N the Hood,'” dia menulis, “Saya menyadari, saya tidak hanya melihat debut sutradara yang brilian, tetapi sebuah film Amerika yang sangat penting.”

Sayangnya, Singleton harus kalah di Academy Award 1992 dari sutradara terbaik Jonathan Demme, yang menang lewat film “Silence of the Lambs.” Dia juga dinominasikan untuk skenario film asli terbaik, tetapi Callie Khouri memenangkan Oscar untuk “Thelma and Louise.”

Singleton tetap menjadi nominasi Oscar termuda untuk sutradara terbaik.

Tidak ada pembuat film berkulit hitam yang memenangkan Oscar sebagai sutradara terbaik. Tetapi ketika Lee memenangkan tahun ini untuk skenario terbaik yang diadaptasi, untuk “BlacKkKlansman,” Singleton sangat gembira.

“Saudaraku Spike Lee baru saja memenangkan Oscar pertamanya,” cuit Singleton di Twitter. “Aku sangat senang!”

John Daniel Singleton lahir pada 6 Januari 1968 di Los Angeles. Ibunya adalah seorang eksekutif penjualan farmasi, dan ayahnya, Danny Singleton, adalah seorang broker. Dia tinggal bersama ibunya sampai berusia 11 tahun dan kemudian tinggal bersama ayahnya, yang mendasari karakter ayah Tre (diperankan oleh Laurence Fishburne) di “Boyz.”

Singleton menyutradarai berbagai film tetapi tidak ada yang memiliki dampak seperti “Boyz.” Mereka termasuk “Rosewood” (1997), pemeragaan ulang serangan massa terhadap orang kulit hitam di Florida pada awal 1920-an, “Shaft” (2000), sebuah remake dari film hit 1971, “Baby Boy” (2001), sebuah kisah yang datang dari zaman; “2 Fast 2 Furious” (2003), entri awal dalam waralaba “Fast and the Furious”; dan “Four Brothers” (2005), sebuah drama kejahatan. D

Ia juga pindah ke televisi, mengarahkan episode “Empire,” “The People v. O.J. Simpson: American Crime Story “dan” Milions”, New York Times dikutp Rabu.

Baca juga: Sakit hati karena didepak, Roman Polanski gugat Academy

Baca juga: Penulis “Green Book” tak kenal keluarga Don Shirley sebelum film
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019