Sineas lokal dinilai punya konten untuk festival film internasional

Wregas mengambil konten lokal dia yang dekat dengan kehidupan

Jakarta (ANTARA News) – Sineas lokal dinilai mempunyai konten yang kuat dan cukup kaya untuk menampilkan karya di festival film Internasional, kata pengamat perfilman Suzen HR Tobing di Jakarta, Kamis.

Menurut akademisi di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, sineas lokal biasanya punya kedekatan dengan lanskap yang mereka ambil.

Biasanya mereka juga terdorong untuk membuat film dengan tema dan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar mereka.

“Secara konten di depan mata kita itu banyak. Itu lebih dekat secara emosional. Lihat deh konten lokal (di festival film internasional) minimal menang,” ucap Suzen.

Suzen pun menyebut film pendek “Prenjak” karya Wregas Bhanuteja yang menang di Festival Film Cannes pada 2016 sebagai salah satu film dengan konten lokal yang bisa menarik perhatian penonton internasional.

“Itu pertama kali loh ada sineas Indonesia yang jebol di Cannes. Intinya bukan karena dia IKJ, tapi Wregas mengambil konten lokal dia yang dekat dengan kehidupan. Jadi dia tahu,” ucap dia.

Kalau sudah begitu, ucap Suzen, tinggal mengeksplorasi nilai-nilai yang ada di sekitar dan mulailah membuat film. “Mau dokumenter kah, fiksikah. Terserah,” kata dia.

Dia pun optimistis generasi saat ini lebih punya kesempatan belajar lewat berbagai media, jika kemasannya belum bagus, maka tinggal diarahkan oleh orang-orang yang memang lebih dulu mengerti film.

“Tinggal dikasih wawasan dengan pedoman yang jelas agar bisa mengejar kualitas film internasional,” ucap dia.

Baca juga: Pengamat: Perlu pedoman baku untuk ke festival film internasional
Baca juga: “Indonesia Masih Subuh” sabet penghargaan di China

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019