“Pocong The Origin”, horor berbalut drama keluarga

Jakarta (ANTARA) – Karya terbaru Monty Tiwa, “Pocong The Origin”, menyajikan cerita horor yang tak cuma menawarkan adegan-adegan mengejutkan, tapi kisah drama mengharukan ayah dan anak dengan sedikit bumbu komedi yang membuat penonton bisa melepas ketegangan barang sejenak.

“Pocong The Origin” berkisah tentang Ananta (Surya Saputra), seorang pembunuh berdarah dingin yang dieksekusi mati oleh negara. Jasadnya diantar oleh putrinya, Sasthi (Nadya Arina), menuju kampung halamannya di Cimacan.

Sasthi berpacu dengan waktu menuju kampung Ananda, diantar sipir penjara bernama Yama (Samuel Rizal), dalam perjalanan yang penuh gangguan makhluk tak kasat mata.

Perjalanan semakin pelik dengan kehadiran pewarta bernama Jayanthi (Della Dartyan) yang memburu berita karena sahabat beserta keluarganya adalah korban Ananta.

Sutradara-penulis skenario Monty Tiwa pernah menulis cerita berjudul “Pocong” pada 2005 yang disutradarai Rudi Soedjarwo dan diproduksi Sinemart.

Namun, “Pocong” dilarang beredar oleh Lembaga Sensor Film dengan alasan masyarakat belum siap dengan konten di dalamnya.

Setelah 13 tahun berlalu, pembuat film horor “Keramat” (2009) itu masih merasa ada hutang kreatif yang belum lunas.

“Sebagai penulis, saat membuat karya rasanya seperti anak sendiri. Bayangkan, saya punya anak selama 13 tahun disayang tapi tidak boleh berkembang,” ujar Monty dalam konferensi pers usai penayangan “Pocong The Origin” di Jakarta, Kamis (11/4).

Cerita yang belum pernah disampaikan kepada publik itu bereinkarnasi lewat rumah produksi Starvision dengan modifikasi agar relevan dengan zaman.
  Pocong The Origin (Screenshot YouTube StarvisionPlus)

Sosok pocong yang jadi pusat cerita digambarkan lebih dari sekadar karakter antagonis. Seperti manusia yang punya sisi abu-abu, Ananta juga punya alasan di balik kebrutalannya sehingga menjadi seorang kriminal.

“Saya sedikit paranoid pas ditawarin, tapi ceritanya bagus, apalagi ini dibuat oleh Monty Tiwa,” kata Surya Saputra mengemukakan alasannya berperan sebagai Ananta.

Surya berhasil memperlihatkan sisi manusia Ananta dalam adegan-adegan kilas balik, membuat penonton bisa memaklumi sikap Sasthi yang bertentangan dengan pandangan orang lain menghadapi Ananta si pembunuh.

Selain itu, Surya juga ditantang untuk mengalahkan rasa takutnya pada tempat sempit karena dia harus dililit kain putih saat menjadi pocong.
  Pocong The Origin (Screenshot YouTube StarvisionPlus)

Nuansa suram dalam film yang skenarionya juga ditulis oleh Eric Tiwa, kakak Monty, diseimbangkan dengan karakter dan dialog penuai tawa yang diwakili oleh aktor Samuel Rizal sebagai sipir sekaligus supir pengantar jasad Ananta.

Samuel melepaskan diri dari stereotipe pria kalem misterius yang terbentuk sejak membintangi “Eiffel I’m in Love” (2003). Karakter Yama yang bicara dengan logat Jawa kental membuat perjalanan Sasthi mengantarkan ayah ke liang lahat jadi lebih berwarna.

Ini juga jadi titik kembalinya Samuel beraksi di film horor setelah “Tusuk Jelangkung” yang dirilis pada 2003 silam.

Film ini juga dibintangi oleh Tyo Pakusadewo, Yama Carlos, Yeyen Lidya, Yusril Fahriza, Ananta Rispo, Reza Nangin, Egi Fedly dan Ozzol Ramdhan.

“Pocong The Origin” mulai tayang pada 18 April 2019.

Baca juga: “Police Evo”, Film laga pertama Raline Shah
Baca juga: “Hellboy”, pertarungan antara iblis dan kata hati

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019