Pembajak komik Jepang ditangkap di Manila

Jakarta (ANTARA) – Romi Hoshino, manajer dari situs Manga-Mura yang sudah tidak aktif, telah ditangkap di Manila setelah pemerintah Jepang melancarkan perburuan internasional.

Situs yang telah tidak aktif sejak April tahun lalu dikunjungi sekitar 100 juta orang per bulan dan menampilkan sekitar 60.000 manga (komik Jepang) bisa dibaca secara cuma-cuma, demikian seperti dikutip dari AFP.

Hoshino (27) ditangkap di bandara internasional Ninoq Aquino, Manila, pada Minggu (7/7). Kotaku melaporkan Kedutaan Jepang di Manila meminta agar Hoshino ditangkap, lalu polisi dikerahkan lewat koordinasi antara otoritas Jepang dan Biro Imigrasi Filipina.

Hoshino mengoperasikan situs Manga-Mura yang ditutup oleh pemerintah Jepang pada April 2018. NHK melaporkan Hoshino “punya peran besar” dalam pengoperasian Manga-Mura.

Situs Manga-Mura adalah satu dari tiga laman yang ditutup pemerintah Jepang untuk memberantas pembajakan Internet. Asosiasi Distribusi Konten Luar Negeri Jepang memperkirakan Manga-Mura menyebabkan kerugian 2,93 miliar dolar AS pelanggaran hak cipta, yang terburuk dalam sejarah Jepang.

Saat ditangkap di Manila, Hoshino akan bertolak ke Hong Kong. Ia akan dideportasi ke Jepang.

Baca juga: Jepang selenggarakan Kontes Manga Internasional ke-13

Baca juga: Komik “One Piece” sampai “Dragon Ball” berbahasa Inggris bisa dibaca gratis
 

Gaet pemilih milenial, Kemendagri luncurkan komik digital

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019