Para pemain “Bumi Itu Bulat” tolak golput

Jakarta (ANTARA) – Para pemain film “Bumi Itu Bulat” dengan kompak menolak untuk tidak memilih atau golput (golongan putih) dalam Pemilu 2019 yang akan berlangsung pada 17 April.

“Kenapa tidak kita coblos yang menurut kita kompeten. Pilih program bagusnya. Sayang nanti, suara kita kepakai orang yang tidak bertanggung jawab,” kata pemeran tokoh Sayid dalam “Bumi Itu Bulat” Qausar Harta dalam kunjungan di Kantor Berita Antara di Jakarta, Selasa.

Senada dengan Qausar, pemeran tokoh Hitu, Aldy Rinaldy, juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden 2019.

“Tahun ini pertama kalinya saya ikut Pemilu. Jadi, harus dipakai suaranya. Kalau tidak, pasti dipakai orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Aldy yang baru berusia 21 tahun ini.

Baca juga: Tissa Biani bangga satu film dengan Christine Hakim

Sementara, Kenny Austin berpendapat gerakan golput tidak serta-merta menjadikan masa depan Indonesia lebih cerah.

“Kita harus mikirin pilihan kita. Itu memengaruhi masa depan Indonesia. Sayang banget kalau tidak memilih,” kata Kenny yang memerankan tokoh Markus.

Meskipun belum punya hak untuk memilih, Tissa Biani juga berpendapat golput bukan keputusan yang bijak bagi setiap warga Indonesia yang punya hak memilih.

Gua sendiri yang belum bisa memilih dan ingin banget untuk membuat Indonesia ke depannya lebih baik,” kata pemain termuda berusia 16 tahun di film “Bumi itu Bulat” itu.

Baca juga: Qausar Harta asah kemampuan akapela dalam “Bumi Itu Bulat”

Keempat selebritis muda itu berjanji akan menggunakan hak memilih mereka pada 17 April meskipun mereka harus mengikuti roadshow  untuk film mereka pada hari yang sama.

“Kami semua pasti memilih dan pakai hak suara kami,” kata Qausar yang diikuti Aldy dan Kenny secara kompak.

Kenny mengatakan film “Bumi Itu Bulat” punya misi mengajak masyarakat lebih menghargai perbedaan.

“Film itu mengenai toleransi. Menjelang Pemilu, intoleransi semakin sering terjadi. Kami ingin menumbuhkan rasa toleransi demi bangsa kita,” kata Kenny.

Film arahan sutradara Ron Widodo itu akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 11 April 2019.

Baca juga: Aldy Rialdy belajar logat Ambon demi “Bumi Itu Bulat”

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019