Film “The Man From The Sea” diputar khusus di Aceh

Jakarta (ANTARA News) – Film bergenre drama fantasi karya sutradara Jepang Koji Fukada, “The Man from The Sea (Laut)” akan diputar secara khusus di Gedung Sultan Selim II ACC, Banda Aceh pada 23 Februari 2019.

Pemutaran khusus tersebut merupakan kerjasama antara komunitas Aceh Documentary dan Kaninga Pictures dengan bantuan penuh dari Japan Foundation Asia Center. Tidak berhenti sampai situ, film ini juga akan ditayangkan dalam acara Aceh Independent Cinema mulai 25 Februari – 3 Maret 2019.

“Waktu tahu film ini akan diputar khusus di Aceh, saya merasa sangat terkejut. Penasaran dengan opini masyarakat Aceh sehabis nonton film yang mengambil latar belakang tentang tsunami di Aceh. Semoga mereka senang dan tidak kecewa dengan logat Aceh saya,” ujar Sekar Sari, salah satu pemain “The Man from The Sea (Laut)” melalui keterangan pers yang diterima Antara, Jumat.

Film yang menggunakan bahasa Indonesia, Jepang,  Inggris dan Aceh sekaligus ini bercerita tentang seorang lelaki misterius yang muncul dan terdampar di pesisir pantai sekitar Banda Aceh. Penemuan lelaki berperawakan Jepang itu, memaksa Takako (Mayu Tsuruta) untuk mencari tahu identitasnya.

Lalu calon jurnalis, Ilma (Sekar Sari) dan teman dekatnya Kris (Adipati Dolken) yang asli Banda Aceh, serta Sachiko (Junko Abe) keponakan Takako pun turut bergabung dalam mengungkap siapa sesungguhnya lelaki misterius yang penuh teka-teki tersebut dan dari mana dia berasal. Adapun lelaki tersebut mereka beri nama Laut (Dean Fujioka).

Baca juga: Film kolaborasi Indonesia-Jepang “Laut” tayang pada Valentine

Sang sutradara, Koji Fukada mengatakan jika dirinya tidak merasakan adanya hambatan selama proses syuting, khususnya dengan para kru yang mayoritas orang Indonesia. 

“Pertama kali kerja bareng dengan teman-teman dari Indonesia memberikan kesan yang berbeda. Kalau di Jepang, kami kerja dengan serius, tetapi selama syuting di Aceh kami bekerja dengan penuh tawa, dan itu yang membekas di ingatan saya. Seru sekali!,” kata Fukada.

Sedangkan Adipati, mengaku cukup mendapat tantangan. Sebab, di sini dia harus berakting menggunakan bahasa Inggris.

“Tantangan dalam film ini, selain mesti beradu peran dengan teman-teman dari Jepang, adalah mesti berakting dalam bahasa Inggris. Ini pertama kalinya gue mesti berdialog dalam bahasa Inggris untuk layar lebar. Tapi dukungan dari teman-teman sesama pemain dan sutradara ngebantu gue banget,” ujar Adipati.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cecep Arif Rahman padukan berbagai beladiri di “Gatotkaca”

Jakarta (ANTARA New) – Cecep Arif Rahman terlibat dalam pembuatan jurus-jurus dalam film cerita kuno “Gatotkaca”, dengan memadukan berbagai jurus beladiri nusantara.

Cecep mengatakan bahwa Gatotkaca tidak kalah dengan Superman. Bagi Cecep, dalam tokoh pewayangan Sunda, Gatotkaca adalah sosok lelaki sejati yang memiliki kekuatan tak tertandingi. 

Dari situ, Cecep merasa jurus beladiri yang digunakan oleh Gatotkaca juga harus spesial dan tidak dimiliki oleh superhero lain.

“Makanya kita harus cari beladiri yang terbaik. Alhamdullilah kita punya guru beladiri yang bisa beladiri Bugis, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kita gabungkan juga dengan yang ada di wayang,” kata Cecep usai peluncuran teaser film “Gatotkaca” di Jakarta, Kamis.

“Terus di Bogor itu juga ada tarian Gatotkaca di wayang goleknya, tapi bisa ditranformasi. Musik juga khas untuk mengiringi gerak itu enggak ada yang punya. Karena kita ingin Gatotkaca enggak hanya diterima sebagai seni beladiri tapi juga budaya ini mewakili tokoh kita,” lanjutnya.

Cecep mengatakan untuk kedepannya tidak menutup kemungkinan menggunakan seni beladiri dari negara lain seperti India atau Thailand.

“Tidak menutup kemungkinan yang lawan-lawannya Gatotkaca menggunakan beladiri dari tempat lain kayak India, Thailand atau China. Karena kan jurusnya enggak mungkin sama kayak Gatotkaca. Karena beladiri kuno kan bukan hanya turun di Indonesia saja tapi juga ke tempat lain,” jelas Cecep.

Baca juga: Gatotkaca akan dibuat versi milenial dalam film terbaru

Baca juga: Festival Film Amerika Latin hadir di Jakarta

Baca juga: The Sacred Riana akan bintangi film horor

Baca juga: Hanin Dhiya isi lagu original soundtrack film Dilan 1991

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rekomendasi tayangan Netflix di bulan Maret

Jakarta (ANTARA News) – Netflix akan menghadirkan film dan serial pilihan untuk bulan Maret, salah satunya adalah “Triple Frontier” yang diperankan oleh Ben Affleck, Oscar Isaac, Charlie Hunnam, Garrett Hedlund, dan Pedro Pascal.

Film ini bercerita tentang lima veteran tentara AS yang bersatu kembali untuk merencanakan perampokan di sebuah zona perbatasan Amerika Selatan. 

Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, para pahlawan perang ini mengambil misi yang berbahaya untuk kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan negara. Film arahan sutradara J.C Chandor ini tayang pada 13 Maret 2019.

Selain “Triple Frontier” ada juga beberapa rekomendasi film dan serial lainnya yang dapat ditemukan di Netflix Indonesia.

Baca juga: Chris Hemsworth akan perankan Hulk Hogan di Netflix

“The Boy Who Harnessed the Wind”

Film ini dimainkan oleh Chiwetel Ejiofor, Joseph Marcell dan Maxwell Simba. Inspirasinya dari kisah nyata, seorang anak berusia 13 tahun bernama William Kamkwamba (Maxwell Simba) yang membangun kincir angin untuk menyelamatkan desanya di Malawi dari krisis kelaparan. Film tersebut tayang pada 1 Maret.

“The Pursuit of Happyness”

Film yang dimainkan oleh Will Smith, Jaden Smith dan Thandie Newton ini bercerita saat Chris dan anaknya tidak lagi memiliki tempat tinggal, mereka berdua berjuang melewati masa-masa sulit. Dalam keputusasaannya Chris bahkan menerima sebuah tawaran magang tanpa bayaran di sebuah perusahaan saham. Film tersebut tayang pada 1 Maret.

“Guardians of the Galaxy Vol.2”

Film ini bercerita tentang kelompok superhero yang bersatu kembali untuk menguak misteri dibalik asal-usul Star Lord. Dibintangi oleh Vin Diesel, Chris Pratt, Bradley Cooper, Zoe Saldana dan Dave Bautista tayang pada 1 Maret. 

Baca juga: Jake Gyllenhaal jadi kritikus seni di film “Velvet Buzzsaw”

“Big Fish”

Dimainkan oleh Ewan McGregor, Billy Crudup, Jessica Lange, Marion Cotillard dan Helena Bonham Carter berkisah tentang seorang reporter yang berusaja mengenal lebih jauh sosok ayahnya. Dia mencari kebernaran di balik cerita hidup sang ayah yang penuh legenda dan sulit dipercaya. Film ini tayang pada 1 Maret. 

“Justin Bieber: Never Say Never”

Idola remaja Justin Bieber mendokumentasikan perjalanan karirnya melalui serangkaian foto dan video, termasuk cuplikan seru di balik panggung saat tur konsernya di tahun 2010 yang menuai sukses. Dokumentasi ini tayang pada 1 Maret.

“The Highwaymen”

Film Netflix Original yang dimainkan oleh Kevin Costner, Woody Harrelson dan Kathy Bates akan tayang pada 29 Maret. “The Highwaymen” mengungkap kisah para detektif yang berperan dalam penangkapan duo penjahat terkenal Bonnie & Clyde.

Baca juga: Netflix naikkan harga untuk pelanggan AS

“Santa Clarita Diet: Season 3”

Serial ini berkisah tentang suami-istri, Joel (Timothy Olyphant) dan Sheila Hammond (Drew Barrymore), mendapati hidup mereka berubah ketika sang istri mendadak hanya bisa bertahan hidup dengan mengonsumsi daging manusia. Pada season terbaru ini, Sheila berusaha mencari jawaban atas permasalahan hidupnya, sementara Joel menyelidiki sebuah perkumpulan rahasia. 

Baca juga: Netflix himbau warganet agar tak melakukan #BirdBoxChallenge

Baca juga: “Bird Box” Sandra Bullock pecahkan rekor Netflix

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Festival Film Amerika Latin hadir di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Festival Film Amerika Latin atau Latin American Film Festival (LAFF) bakal digelar di Jakarta pada 23 Februari hingga 4 Maret mendatang, dengan menayangkan 16 film pilihan.

Festival ini diselenggarakan oleh komunitas film Jakarta Cinema Club (JACk) beserta LiveLife, platform yang membantu penyelenggara acara menemukan tempat dan komunitas untuk berkolaborasi, kata Jakarta Cinema Club dalam siaran persnya, Kamis.

Festival ini akan menyajikan film-film pilihan berbagai genre, mulai dari drama, komedi, thriller, dokumenter dan bahkan animasi dari Argentina, Chile, Ekuador, Kolombia, Kuba, Meksiko, dan Peru.

Selama seminggu festival berlangsung, screening film akan dilakukan di berbagai tempat antara lain di Uptown Coworking Space dan Empu Sendok Arts Station pada hari kerja, dan di Perpustakaan Nasional pada Sabtu dan Minggu.

Pembukaan festival ini akan berlangsung 23 Februari dengan penayangan film “La Nana” dari Chile yang menceritakan seorang pembantu rumah tangga yang telah mengabdi kepada keluarga majikan selama 23 tahun.

Akan ada juga penayangan film khusus untuk keluarga dan anak-anak berjudul “El Libro de Lila” dari Kolombia, animasi yang menceritakan pentingnya nilai persahabatan dan kekuatan imajinasi.

Negara Meksiko akan menayangkan “Amores Perros” yang disutradarai Alejandro Gonzalez Inarritu yang telah bekerja sama dengan Leonardo DiCaprio dalam pembuatan film “The Revenant” dimana dia memenangkan Academy Awards untuk pertama kalinya.

“Kami berharap dengan festival ini masyarakat Indonesia akan lebih memahami budaya negara Amerika Latin dan menjadi pengetahuan beserta inspirasi yang berguna bagi mereka,” kata Nadina Habsjah, representasi dari Jakarta Cinema Club.

Baca juga: Amerika Latin produksi banyak film, namun tersandung distribusi
Baca juga: Film Iran di festival film terkemuka Amerika Latin

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Mia and the White Lion”, persahabatan manusia dengan binatang liar

Jakarta (ANTARA News) – Sudah banyak film yang membahas tentang dinamika hubungan antara orangtua dan anaknya yang beranjak remaja.

Namun, di “Mia and the White Lion”, hubungan itu diwarnai konflik akibat perubahan lingkungan yang memaksa anak untuk keluar dari zona nyaman dan diracik dengan bumbu berbeda.

Mia (Daniah De Villiers), yang sudah terbiasa hidup di London harus beradaptasi dengan kehidupan baru di Afrika Selatan, di mana ayahnya membuat tempat konservasi singa.

Kerinduan pada London yang dianggap sebagai “rumah”, pada teman dekatnya yang hanya bisa ditemui melalui layar laptop, membuat anak 10 tahun itu ogah bersusah payah berteman dengan orang-orang baru.

Ayahnya si pencinta binatang dianggap terlalu egois karena tidak memikirkan kebahagiaan putrinya yang tertinggal di Inggris.
  Mia and the White Lion (IMDB)

Semuanya berubah ketika Charlie, singa putih, lahir di peternakan itu. Charlie berhasil melelehkan hati Mia yang memperlakukannya penuh cinta, seakan-akan singa putih itu seekor kucing menggemaskan.

Orangtua Mia merasa senang putrinya bisa mencintai kehidupan baru mereka, tapi di sisi lain khawatir atas keselamatan buah hati mereka yang menganggap Charlie selayaknya binatang peliharaan, padahal singa itu sudah tumbuh dewasa dan sewaktu-waktu bisa melukainya.

Saat mengetahui sisi kelam bisnis sang ayah yang selama ini terselubung, Mia nekat membuat keputusan gila demi singa tersayang. Tingkahnya sebagai remaja bisa membuat orangtua jadi ingin mengelus dada, tapi dia memang punya alasan kuat.
  Mia and the White Lion (IMDB)

Daniah dan Thor, nama asli singa putih itu, tumbuh bersama selama tiga tahun agar aktris cilik itu bisa akrab dan aman selama proses pengambilan gambar. Kevin Richardson, ahli singa, juga turut membantu pembuatan film tersebut.

“Mia and the White Lion” memperlihatkan definisi lain dari “kaya raya”, di mana ruang bermain tak terbatas pada lapangan atau taman dekat rumah, tapi padang savana yang luasnya tak terhingga.

Hewan-hewan yang selama ini hanya bisa dilihat di kebun binatang dapat ditemui secara mudah di luar rumah.
  Mia and the White Lion (IMDB)

Pencinta binatang, khususnya fauna khas Afrika, mungkin akan betul-betul menikmati adegan demi adegan yang memperlihatkan keindahan Afrika Selatan, juga pertumbuhan Charlie (Thor) yang saat bayi menggemaskan seperti kucing hingga tumbuh jadi singa putih dewasa.

Pengambilan gambarnya memikat, penonton seakan benar-benar berinteraksi dengan singa putih bersama Mia yang menganggap Charlie sebagai sahabatnya.

Film yang disutradarai Gilles de Maistre ini bukan cuma soal persahabatan antar manusia dan hewan, tetapi menyentil bisnis jual beli hewan untuk buruan yang legal, tapi membuat hati nurani merana.

Akting singa putih bersama Melanie Laurent, Langley Kirkwood dan Ryan Mac Lennan bisa disaksikan mulai 27 Februari di bioskop.

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia akan punya Satria Dewa Universe

Jakarta (ANTARA News) – Marvel Universe akan memiliki pesaing baru. Bukan dari Hollywood, tapi Indonesia, karena Satria Dewa Studio bersama Caravan Studio dan Magma Entertainment telah menyiapkan Jagad Satria Dewa (Satria Dewa Universe).

Jagad Satria Dewa akan meliputi movie universe, merchandise, mobile game, komik, website, on-ground activation, serial (TV/OTT) dan theme park untuk rencana ke depan.

Sebagai awalan, Jagad Satria Dewa akan merilis film “Satria Dewa: Gatotkaca”. Ini adalah film pertama dari keseluruhan rencana delapan film yang terdiri dari “Arjuna”, “Yudhistira”, “Bharatayuda”, “Bima”, “Nakula Sadewa”, “Srikandi” dan “Kurukshetra”.

“Kami ingin menggali lagi potensi budaya kita yang adiluhung ini sebagai inspirasi untuk dibangkitkan kembali dan disebarluaskan nilai-nilainya kepada generasi milenial Indonesia yang sudah memudar pengetahuannya terhadap khasanah budaya kita. Tokoh yang kami buat adalah tokoh masa lalu yang hadir di masa sekarang ini yang merupakan titisan sehingga anak muda akan mudah untuk relate dengannya,” ujar Rene Ishak selaku Executive Producer Satria Dewa Studio dalam peluncuran teaser “Gatotkaca” di Jakarta, Kamis.

Film “Gatotkaca” sendiri disutradarai oleh Charles Gozali. Menurutnya, peluncuran film “Gatotkaca” maupun Jagad Satria Dewa adalah waktu yang tepat. Sebab, sebelumnya juga ada film tentang superhero lokal.

“Film superhero Indonesia pasti ditunggu, jadi secara timing menurut kami sangat tepat. Bagaimana menghadirkan Gatotkaca yang sangat dekat dengan anak muda adalah tantangannya. Bagaimana mendatangkan Pandawa dan Kurawa di zaman ini dan kami telah melakukan berbagai riset,” kata Charles.

Namun, siapa yang akan bermain dalam film “Gatotkaca”, Charles belum mengumumkannya. Saat ini pihaknya masih melakukan berbagai audisi.

“Skenario masih digodok. Kita masih melakukan audisi secara gerilya baik lewat agensi ataupun pemain yang sudah punya nama. Sebab menemukan sosok Gatotkaca ini perlu seseorang yang berasal dari daerahnya, dia juga harus berwajah Indonesia. Tapi penonton sekarang suka yang look-nya bagus, kebanyakan yang look-nya bagus bukan Indonesia asli. Dia juga harus bisa melakukan beladiri,” jelas Charles.

Film “Gatotkaca” dijadwalkan tayang pada 20 Februari 2020. Namun akan ada berbagai rangkaian kegiatan untuk menuju peluncurannya.

Baca juga: Wiro Sableng resmi meramaikan server AOV Taiwan
Baca juga: Wiro Sableng, pahlawan lokal pertama di Arena of Valor

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Chris Hemsworth akan perankan Hulk Hogan di Netflix

Jakarta (ANTARA News) – Aktor Chris Hemsworth akan terlibat dalam film biografi atlet WWE Hulk Hogan yang nantiya tayang di Netflix. Sang aktor rencananya berperan sebagai Hogan. 

Seperti dilansir Digital Spy, Kamis, informasi dari The Hollywood Reporter, yang juga mencatat bahwa Todd Phillips, yang bekerja sama dengan Joaquin Phoenix untuk “Joker”, akan menyutradarai film ini.

Rencananya, Hogan juga akan datang saat syuting sebagai konsultan dan produser eksekutif.

Belum ada kabar tentang tanggal rilis untuk film biografi Hogan ini. 

Hemsworth memiliki banyak film menegangkan yang akan dirilis tahun ini, termasuk “Avengers: Endgame dan Men in Black: International”. 

Film biopik ini akan menggambarkan kisah hidup Hogan dan mengabaikan tindakan kontroversial pegulat legendaris belakangan ini.

Film akan mengisahkan tahun-tahun awal mula ketenaran Hogan, dimulai dengan sirkuit gulat Florida pada akhir 1970-an dan menjadi duta Federasi Gulat Dunia selama 1980-an. Istilah “Hulkamania” diciptakan pada tahun 1984 dengan Hogan sering menyebut penggemarnya sebagai “Hulkamaniacs” dalam wawancara dan mendorong mereka untuk fokus pada pelatihan, berdoa, dan makan vitamin.

Baca juga: Dakota Johnson gagal fokus karena tubuh Chris Hemsworth

Baca juga: Posting video mesum Hulk Hogan, Gawker didenda Rp328 miliar

Baca juga: Putri Hulk Hogan umbar foto telanjang

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak ada MC bukan masalah, Queen & Lady Gaga bawa nuansa Grammy di Oscar

Jakarta (ANTARA News) – Oscar yang tahun ini tidak punya pembawa acara takkan dibuka dengan tradisi monolog yang berisi lelucon dan sindiran untuk para selebritas dan politisi.

Tapi kehadiran band rock Queen, bintang pop Lady Gaga dan dua musikal yang memperebutkan gelar film terbaik, penghargaan tertinggi di industri film itu akan punya nuansa musik yang kuat di saat Oscar berusaha menarik perhatian penonton televisi.

Grup band Inggris Queen, menampilkan Adam Lambert sebagai vokalis, akan membuka acara 24 Februari mendatang dengan pertunjukan yang merayakan kesuksesan nominasi film terbaik “Bohemian Rhapsody”, kata perwakilan band pada Reuters, Rabu (20/2).

Baca juga: Queen akan tampil di Oscars

Bette Midler, Jennifer Hudson, Jennifer Lopez dan produser rekaman Pharrell Williams juga akan hadir, begitu juga aktor James Bond Daniel Craig, petenis Serena Williams, bintang “Black Panther” Chadwick Boseman dan komedian Tina Fey serta Amy Poehler.

Tidak banyak bocoran tentang upacara Academy Awards yang pertama kalinya dalam 30 tahun tidak memiliki pembawa acara, menimbulkan rasa penasaran terhadap acara penghargaan itu.

Komedian Kevin Hart mundur dari posisi pembawa acara pada Desember lalu akibat cuitan homofobia di masa lampau yang terkuak.

Baca juga: Kevin Hart pastikan takkan bawakan acara Oscar

“Hollywood itu tentang ketegangan,” kata Tom O’Neil, pendiri laman penghargaan Goldderby.com.

Yang pasti, durasi Oscar tahun ini takkan lebih singkat. Pada 1989, kali terakhir ketika acara ini tidak dipandu pembawa acara, Oscar dibuka dengan lagu dan tari selama sebelas menit oleh Rob Lowe dan aktris yang berpakaian sebagai Snow White, pembukaan itu dicemooh habis-habisan.

Di bawah tekanan membuat acara yang menarik bagi penonton, setelah tahun lalu jumlah penontonnya merosot, produser mengumpulkan para pesaing penghargaan lagu orisinal terbaik.

Lady Gaga dan aktor-sutradara Bradley Cooper akan berduet lagu “Shallow” dari film “A Star is Born” yang dinominasikan jadi film terbaik, sementara Jennifer Hudson akan menyanyi “Fight” dari dokumenter “RBG”.

Baca juga: Lady Gaga, Rami Malek dan sederet selebriti hadiri Oscar Nominees Luncheon

Midler didapuk membawakan lagu “Mary Poppins Return” yang berjudul “The Place Where Lost Things Go”, sementara duo Gillian Welch and David Rawlings akan menampilkan “”When a Cowboy Trades His Spurs for Wings.”

“Itu adalah salah satu tempat di mana kepopuleran bintang bisa membuat perbedaan,” kata Alison Willmore, kritikus dan penulis budaya di BuzzFeed News.

“Lady Gaga adalah seorang bintang dan saya membayangkan penggemar setianya akan menonton demi dia,” imbuh dia.

Penyelenggara Oscar belum mengatakan apakah rapper Kendrick Lamar akan tampil menyanyikan lagu “All the Stars” dari film pahlawan super “Black Panther”.

Produser Oscar mengatakan pada New York Times bahwa Serena Williams akan jadi satu dari delapan orang di luar dunia hiburan yang tampil untuk bicara tentang apa artinya nominasi film terbaik bagi mereka.

Baca juga: Oscars 2019 tak ada host, pertama kali dalam tiga dekade
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Sacred Riana akan bintangi film horor

Jakarta (ANTARA News) – Ilusionis The Sacred Riana akan membintangi film horor “The Sacred Riana: Beginning” yang disutradarai Billy Christian.

Nant Entertainment dalam keterangan pers, Rabu, mengatakan film ini dibintangi oleh Riana Riani (Riani adalah boneka yang selalu dibawa Riana), Aura Kasih, Agatha Chelsea, Prabu Revolusi, Citra Prima.

Film tersebut juga dibintangi Frislly Herlind, Angrean Ken, Willem Bevers, Ciara Brosnan, Brooklyn Alif, Carlos Camelo dan Jessiana Pariston.

Film pertama Nant Entertainment ini bercerita tentang Riana Kecil yang sering dirundung karena ayahnya, Januar (Prabu Revolusi)  adalah pembuat peti  mati dan ibunya, Irma (Citra Prima) adalah perias jenazah yang sering  mengabaikan Riana.

Kisah berlanjut hingga Riana, yang mendapatkan kekuatan psikokinesis, dewasa dan berhadapan dengan konflik-konflik supranatural. 

Film tersebut akan tayang pada 14 Maret 2019.

Baca juga: The Sacred Riana menuju Live Show America’s Got Talent

Baca juga: Sacred Riana membuat Mel B ketakutan di America’s Got Talent 2018

Baca juga: Di balik pemilihan nama The Sacred Riana

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duel Lightsaber “Star Wars” jadi olahraga resmi di Prancis

Jakarta (ANTARA News) – Federasi anggar Prancis menyatakan bahwa Duel Lightsaber dianggap sebagai olahraga resmi dan kompetitif. Hal ini merupakan kabar baik bagi para penggemar “Star Wars” di seluruh dunia.

Senjata neon yang diciptakan oleh George Lucas itu, kini memiliki status yang sama dengan foil, epee dan saber atau senjata tradisional yang digunakan dalam turnamen di Olimpiade.

Federasi anggar berharap bahwa olahraga baru yang terinspirasi dari “Star Wars” ini dapat mengatasi sisi gelap kehidupan abad 21 yang kurang olahraga dan mengatasi gaya hidup yang kurang banyak bergerak.

“Melihat gaya hidup anak muda saat ini, ini adalah masalah kesehatan yang nyata. Mereka tidak melakukan olahraga apapun dan hanya berolahraga dengan ibu jari mereka. Itulah sebabnya kami berusaha menciptakan ikatan antara disiplin kami dan teknologi moderen sehingga partisipasi dalam olahraga terasa alami,” ujar Serge Aubailly, Sektetaris Jenderal Federasi Anggar, dilansir NME, Rabu.

“Film-film yang melibatkan jubah dan pedang selalu memiliki dan dampak besar pada federasi kami dan pertumbuhannya. Film Lightsaber memiliki dampak yang sama. Orang-orang muda ingin mencobanya,” lanjut Aubailly.

Penyelenggara turnamen olahraga baru ini juga telah menerapkan aturan untuk pertandingannya. 

“Kami ingin itu menjadi aman, kami menjadi wasit dan yang paling penting kami ingin olahraga ini menghasilkan visual yang sama seperti di film, karena itulah yang akan orang harapkan,” jelas Michel Oritz selaku pihak penyelenggara turnamen Lightsaber.

Baca juga: Lightsaber Luke Skywalker akan “terangi” lelang properti Star Wars

Baca juga: Studi: Setengah pembenci “Last Jedi” adalah bot, trolls dan aktivis

Baca juga: Star Wars: Episode IX selesai syuting Februari 2019

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Dragon Ball Super: Broly”, pertarungan sengit para Saiyan

Jakarta (ANTARA News) – Bagi para penggemar Dragon Ball, mulai hari ini film “Dragon Ball Super: Broly” tayang di seluruh bioskop. Film ini akan membawa Anda menyaksikan pertempuran sengit antara Goku, Vegeta dan seorang Saiyan yang selama ini telah dianggap hilang.

“Dragon Ball Super: Broly” adalah sebuah kisah Saiyan baru. Saat itu, Bumi sudah damai setelah Turnamen Kekuasaan. Meski demikian, Goku tetap menghabiskan seluruh harinya dengan berlatih untuk mencapai kemampuan yang lebih besar. Sebab dia menyadari bahwa alam semesta masih memiliki banyak orang yang lebih kuat.

Suatu hari Bola Naga milik Bulma dicuri oleh anak buah Frieza yang telah kembali dari Neraka. Hal tersebut kemudian menuntun Goku dan Vegeta bertemu dengan seorang Saiyan bernama Broly.  

Broly sebelumnya tidak pernah terlihat. Sebab para Saiyan hampir semuanya musnah sejak Planet Vegeta hancur. Ternyata, Broly adalah anak dari Paragus yang dulunya diasingkan oleh Raja Vegeta karena memiliki kekuatan yang luar biasa besar.

Broly ditanamkan rasa kebencian oleh sang ayah dengan tujuan menghabisi Vegeta. Di sinilah pertempuran sengit terjadi antara Broly, Vegeta dan Goku.

Saking besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Broly, Goku dan Vegeta sampai kewalahan. Keduanya hampir menyerah dan terpaksa menyusun rencana untuk mengalahkan Broly.

Meski dalam film ini banyak adegan pertempuran, sifat Goku yang polos dan konyol mampu mencairkan suasana. Celetukan dan pertanyaannya mampu mengundang tawa penonton di tengah kegaduhan.

Namun untuk penonton pemula atau yang tidak pernah mengikuti “Dragon Ball”, mungkin akan sedikit kebingungan dengan berbagai karakter yang ada di film ini. Sebab setiap karakter yang diciptakan oleh Akira Toriyama memang memiliki sejarahnya sendiri.

Meski demikian sang sutradara, Tatsuya Nagamine tetap menjelaskan kembali bagaimana kehancuran Planet Vegeta dan bangsa Saiyan, serta awal mula Kakarot atau Goku datang ke Bumi.

Baca juga: Tujuh orang ditahan dengan tuduhan jual aplikasi cheating “Dragon Ball”

Baca juga: Komik “One Piece” sampai “Dragon Ball” berbahasa Inggris bisa dibaca gratis

Baca juga: Pencipta “Dragon Ball” akan merilis komik baru

Oleh Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joe Taslim unggah trailer serial “Warrior”

Jakarta (ANTARA News) – Aktor laga Joe Taslim mengunggah cuplikan trailer serial televisi “Warrior” produksi Amerika Serikat yang akan tayang di Cinemax pada 5 April mendatang.

“Come..Come..Coming Soon! WARRIOR @cinemax April 5th” tulis Joe di akun Instagram @joe_taslim, Selasa.

Dalam serial laga yang dibuat oleh Jonathan Tropper dan Justin Lin ini, Joe berperan sebagai Li Yong. 

Serial ini juga dibintangi oleh Andrew Koji, Olivia Cheng, Jason Tobin dan Dianne Doan.

Ide serial ini awalnya berasal dari konsep serial televisi yang dibuat Bruce Lee berjudul “The Warrior” tentang ahli bela diri yang belum sempat diwujudkannya.

Dalam serial “Warrior”, salah satu produsernya adalah putri Bruce Lee, Shannon Lee.

Joe Taslim baru-baru ini membintangi film laga “Hit N Run” yang dibungkus dengan unsur komedi. Dia berperan sebagai Tegar, seorang polisi heroik dengan karakter unik, sang pembela kebenaran dan hati yang terluka.
Baca juga: Joe Taslim tak berani disamakan dengan Jackie Chan
Baca juga: Film “Hit N Run” gabungkan unsur komedi dan laga

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marvel kontrak Ned Benson untuk naskah “Black Widow”

Jakarta (ANTARA News) – Marvel Studio dilaporkan telah mengontrak Ned Benson untuk menulis ulang naskah film “Black Widow” yang dibintangi Scarlett Johansson, tulis Collider dalam laporannya, dikutip Selasa.

Karya paling terkenal Benson adalah “The Disappearance of Eleanor Rigby”, sebuah film yang ia tulis ulang bersama Jessica Chastain untuk lebih signifikan menyoroti perspektif wanita.

Ia waktu itu mengambil alih tugas itu dari Jac Schaeffer, yang menulis naskah edisi sebelumnya. Menurut Collider, Marvel sangat terkesan dengan pekerjaan Benson di Rigby, yang membuatnya mendapatkan peran ini, selain beberapa laporan sejarah profesional masa lalu bersama Johansson.

Film yang belum diumumkan tanggal rilisnya yang pasti ini disutradarai oleh Cate Shortland dan diproduseri oleh Kevin Feige.

Baca juga: Scarlett Johansson terima bayaran fantastis dalam “Black Widow Movie”

Baca juga: Marvel garap film solo Black Widow

Penerjemah: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“James Bond 25” rilis 8 April 2020

Jakarta (ANTARA News) – Film “James Bond 25” dijadwalkan rilis pada 8 April 2020. Ini berarti mundur dua bulan dari tanggal awal. Jadwal ini diumumkan langsung oleh Twitter resmi Jamse Bond.

“Tanggal rilis untuk Bond 25 telah berubah. Produser Michael G. Wilson dan Barbara Broccoli: “Kami benar-benar senang merilis Bond 25 pada 8 April 2020”,” tulis akun James Bond, dilansir NME, Senin.

Baca juga: Idris Elba takut dunia tak siap untuk James Bond berkulit hitam 

Ini adalah awal yang sulit bagi “James Bond 25” tapi ini juga bukan pertama kalinya jadwal rilis terpaksa mundur. Sang sutradara, Danny Boyle meninggalkan film tersebut lantaran perbedaan kreativitas tahun lalu, yang berarti tanggal rilis November 2019 mengalami penundaan.

Saat Cary Joji Fukunaga mengambil alih kursi sutradara, dia mengumumkan bahwa film “Bond” akan mulai syuting di studio Pinewood Maret ini dan merilisnya pada 14 Februari 2020. Namun tanggal tersebut kini mundur dua bulan.

Baca juga: Film James Bond ke-25 incar sutradara wanita

Sementara itu, Daniel Craig yang telah membintangi empat film “James Bond” akan kembali dengan peran yang sama. Namun belum diketahui apakah dia akan melanjutkan sebagai agen 007 setelah “James Bond 25”.

Spekulasi mengenai siapa yang akan mengambil alih peran tersebut setelah Craig keluar memunculkan sejumlah nama seperti Idris Elba, Tom Hiddleston, Richard Madden dan Tom Hardy.

Bulan lalu, Idris Elba menggoda penggemar dengan rumor bahwa dia bisa mengambil peran Bond dengan selfie bersama Daniel Craig di Golden Globes. Sementara bintang “Bohemian Rhapsody”, Rami Malek mengatakan bahwa dia bisa menjadi penjahat dalam film “James Bond” selanjutnya. 

Baca juga: Edgar Wright diunggulkan untuk sutradarai film James Bond ke-25

Baca juga: Cuitan ala James Bond, Idris Elba gantikan Daniel Craig?

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Acara penghargaan Oscars akan disiarkan tanpa diedit

Jakarta (ANTARA News) – The Academy Awards menarik keputusan mereka membuang penayangan pemberian penghargaan untuk empat kategori yakni Cinematography, Film Editing, Makeup and Hairstyling, dan Best Live-Action Short, dari siaran langsung pada 24 Februari 2019

“The Academy telah mendengar umpan balik dari para anggotanya mengenai presentasi Oscar dari empat penghargaan – Cinematography, Film Editing, Makeup and Hairstyling, dan Best Live-Action Short,” kata Academy dalam sebuah pernyataan Jumat (15/2) melalui Variety, seperti dikutip Rolling Stone.

“Semua Academy Awards akan disajikan tanpa editan, dalam format tradisional kami. Kami menantikan Oscar Minggu, 24 Februari.”

Langkah untuk membuang empat kategori dari siaran dibuat agar durasi sesuai dengan acara penghargaan tanpa pemandu acara yang berlangsung selama tiga jam. Biasanya, penyajian kategori-kategori tersebut akan dilakukan selama jeda iklan, dengan pidato penerimaan yang diedit selama siaran.

Namun, keputusan itu dikritik oleh industri film, termasuk Brad Pitt, Martin Scorsese, George Clooney, Christopher Nolan, Spike Lee dan puluhan pembuat film, aktor, sinematografer dan produser yang menandatangani surat terbuka ke Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Rabu.

“Ketika pengakuan atas penciptaan sinema luar biasa dihilangkan oleh institusi yang seharusnya menjaga itu, kami tak lagi menjunjung tinggi semangat the Academy untuk merayakan film sebagai bentuk seni kolaboratif,” isi surat terbuka itu.

“Respons vokal dari rekan-rekan kami dan reaksi langsung dari para pemimpin industri atas keputusan Academy menjelaskan bahwa belum terlambat untuk keputusan ini dibatalkan.”

Keputusan membuang empat kategori adalah kontroversi terbaru yang menghantam piala Oscar, menyusul keluarnya Kevin Hart sebagai pembawa acara dan langkah untuk hanya menampilkan sepasang nominasi Best Original Song.

Baca juga: Oscars 2019 tak ada host, pertama kali dalam tiga dekade
Baca juga: Kevin Hart bersedia kembali jadi host Oscars
Baca juga: Steve Harvey ogah jadi host Oscars

 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Meghan Markle kembali ke layar lebar lewat film ini

Jakarta (ANTARA News) – Meghan Markle kembali ke layar lebar setelah film yang dibintanginya, “The Boys and Girls Guide to Getting Down” yang didistribusikan Artist Rights Distribution dijadwalkan rilis tahun ini, dilansir Hollywood Reporter.

Di film komedi itu, The Duchess of Sussex tampil sebagai seorang gadis bernama Dana, tokoh rekaan Paul Sapian. Dana doyan pergi ke klub malam dan berpesta di Los Angeles.

IMDB mendeskripsikan film itu “lucu dan agak keterlaluan,” karena memberikan tips bagi para penggila pesta tentang “bagaimana cara mendekati gebetan, menghindari yang tidak diinginkan dan pada dasarnya bersenang-senang tanpa menghancurkan diri sendiri.”

Aktor lain di film itu adalah Adam Pally dan Max Greenfield.

Sebetulnya sinema itu difilmkan pada tahun 2010, jauh sebelum Meghan bertemu suaminya, Pangeran Harry, dan tak lama sebelum gebrakannya sebagai Rachel Zane dalam serial “Suits”.

Meghan Markle meninggalkan “Suits” di akhir musim 7, berbarengan dengan Patrick J. Adams, yang berperan sebagai gebetannya, Mike Ross.

Kreator “Suits” Aaron Korsh mengonfirmasi bulan lalu bahwa sangat tidak mungkin Markle, yang sedang mengandung anak pertamanya, akan menjadi cameo di musim kesembilan dan terakhir seri.

“Kami saat ini tidak meminta Meghan Markle untuk meninggalkan posisinya di keluarga kerajaan dan bergabung dengan kami,” Korsh mengatakan kepada beberapa wartawan, termasuk ET, di tur pers Television Critics Association. “Aku akan menyukainya tetapi kurasa hampir mendekati nol.”

Baca juga: Media rongrong Meghan Markle seperti Putri Diana, kata George Clooney

Baca juga: Kemarin, rumor akun Instagram Meghan Markle hingga ponsel murah Lenovo
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di balik pensiunnya Ben Affleck dari Batman

Jakarta (ANTARA News) – Ben Affleck (46) akhirnya menjelaskan alasannya pensiun dari Batman dan memutuskan tak muncul di film DC Comics “The Batman” pada musim panas 2021 mendatang, dilansir USA Today, Jumat (15/2).

“Aku mencoba menyutradari sebuah versi Batman dan kerja bareng penulis skenario yang sangat bagus, tapi itu tidak berhasil, aku tak bisa memecahkannya,” katanya di “Jimmy Kimmel Live”.

“Jadi kurasa sudah saatnya membiarkan orang lain mencobanya. Mereka menemukan orang yang sangat bagus jadi aku senang.”

Affleck awalnya mengakui di Twitter bahwa dia tidak akan terlibat lagi dalam film Batman yang akan datang, menyatakan “Bersemangat untuk #TheBatman di Musim Panas 2021 dan untuk melihat visi @MattReevesLA menjadi hidup.”

Seperti diumumkan sebelumnya, Matt Reeves ditugasi untuk mengarahkan “The Batman” setelah kepergian Affleck dari film.

Awalnya Affleck yang seharusnya menulis, mengarahkan dan membintangi “The Batman,” namun menarik diri dari tugas penyutradaraan dua tahun lalu, meskipun ia mengatakan pada saat itu bahwa ia tetap berkomitmen untuk membintangi film itu.

Selama wawancara dengan USA TODAY pada Januari 2017, Affleck mengatakan dia mengalami masalah dalam mengarahkan dan menulis film.

“Film-film superhero mendapatkan tingkat perhatian yang tidak seperti film apa pun yang pernah aku mainkan. Anda menjadi pemeran utama ke-14 dalam film-film ini dan Internet menjadi gila,” kata Affleck. “Aku mengerti dan menerima itu. Itu adalah bagian dari tekanan yang timbul karena melakukan itu. Itu sebabnya aku tidak akan melakukannya, kecuali aku benar-benar merasa yakin tentang hal itu.”

Baca juga: Ben Affleck pensiun jadi Batman

Baca juga: Tony Mendez, agen CIA di film “Argo” meninggal dunia

Baca juga: Adam Levine beli rumah Ben Affleck seharga Rp455,2 miliar

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket gala premier “Dilan 1991” di Bandung ludes terjual

Jakarta (ANTARA News) – Tiket Gala Premier film “Dilan 1991” yang berlangsung pada 24 Februari sudah habis terjual, menurut keterangan Max Pictures selaku rumah produksi film itu.

Pihak Max Pictures menjual tiket itu dengan harga Rp10 ribu, yang mengundang respons luar biasa dari penonton. Dalam waktu singkat, tiket yang dijual online langsung habis untuk beberapa show di seluruh bioskop Bandung.

Ody Mulya selaku Produser Max Pictures menjelaskan, masih ada tiket yang bisa dibeli langsung pada hari kegiatan di bioskop-bioskop di Bandung.

“Alhamdulillah, respon positif diberikan untuk film ‘Dilan 1991’. Jadi yang belum sempat beli tiket untuk tanggal 24 Februari 2019, bisa langsung ke bioskop, mudah-mudahan bisa dapat tiket,” ujar Ody melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

Baca juga: Adegan lucu “Dilan 1991” hadir di film “PSP”

Vanesha Prescilla yang memerankan Milea mengungkapkan rasa bahagianya saat mendapat kabar mengenai penjualan tiket film. Dia berharap jika filmnya nanti juga bisa diterima dengan baik.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh penggemar film ‘Dilan’ dan pecinta film Indonesia. Semoga nanti saat filmnya tayang di bioskop juga mendapatkan respon positif lebih besar lagi diseluruh Indonesia,” kata Vanesha.

Sementara itu, sutradara film “Dilan 1990” dan “Dilan 1991”, Fajar Bustomi berharap jika film ini bisa menghibur.

“Detak jantung makin kencang, semakin banyak berdoa pastinya semoga hasilnya disukai dan bahagia yang nonton. Amin,” ucap Fajar.

Film yang dibintangi oleh Iqbaal, Vanesha, Yuriko, Debo, Gusti, Brandong, Ridwan Kamil, dan artis besar lainnya ini, akan tayang serentak di bioskop mulai 28 Februari 2019.

Baca juga: Pemain paling favorit dan menyebalkan di “Dilan 1991”

Baca juga: Ridwan Kamil terima pemain dan kru film “Dilan 1991”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Brad Pitt akan produksi film dokumenter Chris Cornell

Jakarta (ANTARA News) – Brad Pitt dan janda dari Chris Cornell, Vicky Cornell akan bekerja sama untuk memproduksi film dokumenter tentang almarhum rocker tersebut.

Proyek yang belum diberi judul ini, akan memusatkan cerita pada kehidupan pribadi dari pentolan Soundgarden dan Audioslave tersebut. Peter Berg pun ditunjuk menjadi sutradaranya, demikian dilansir Variety, Jumat.

Brad memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Chris Cornell. Dia juga menghadiri upacara pemakaman Chris yang berlangsung di Los Angeles pada Mei 2017. Tak hanya dengan Chris, Brad juga dekat dengan Vicky dan anak-anak mereka, Tori serta Christopher. 

Baca juga: Brad Pitt dan Charlize Theron dikabarkan berkencan

Mantan suami Angelina Jolie ini bahkan tampil dalam acara konser “I Am the Highway: A Tribute to Chris Cornell yang diselenggarakan bulan lalu. Konser tersebut menampilkan beberapa musisi seperti Miley Cyrus, Foo Fighters, Metallica, Brandi Carlile dan Chris Stapleton.

Chris Cornell adalah vokalis utama dari Soundgarden yang bubar pada tahun 1997. Dia kemudian mendirikan Audioslave bersama anggota dari Rage Against the Machine sebelum Soundgarden bersatu kembali pada tahun 2011. 

Baca juga: Mimpi terwujud, Brad Pitt rayakan ulang tahun bersama keenam anaknya

Band ini sedang melakukan tur ketika Chris ditemukan bunuh diri pada 18 Mei 2017 setelah pertunjukannya di Detroit.

Chris Cornell meraih 16 nominasi Grammy sepanjang karirnya. Dia memenangkan tiga piala yakni Best Metal Performance untuk “Spoonman” dan Best Hardrock Performance untuk “Black Hole Sun”.  Kedua penghargaan tersebut didapatkan bersama teman-teman bandnya, Soundgarden.

Pada Grammy pekan lalu, Chris juga mendapat penghargaan anumerta untuk Best Rock Performance lewat lagu “When Bad Does Good”.

Baca juga: Mendiang Chris Cornell raih Grammy “posthumous” 2019

Baca juga: Patung Chris Cornell berdiri di Seattle

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Mantan Manten”, film terbaru Atiqah Hasiholan dan Arifin Putra

Jakarta (ANTARA News) – Setelah “Keluarga Cemara” dan “Terlalu Tampan”, Visinema Pictures kembali akan mengeluarkan film terbaru mereka, kali ini “Mantan Manten” yang dibintangi aktor Arifin Putra dan Atiqah Hasiholan. 

Seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat, pihak Visinema mengungkapkan, film ini adalah kolaborasi dari Anggia Kharisma, produser film Keluarga Cemara bersama Kori Adyaning, produser film Love for Sale, yang memenangkan Piala Citra untuk aktor terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2018.

Ada sederet aktor yang juga berpartisipasi dalam film ini antara lain Tutie Kirana, Tyo Pakusadewo, Marthino Lio, Oxcel, Dodit Mulyanto, Ria Irawan dan Arswendi Nasution. 

Teaser film sudah hadir kemarin, bersamaan dengan perayaan hari Valentine di KASKUS TV dan beberapa kanal media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram dan Twitter. 

Dalam teaser-nya, diceritakan mengenai kehidupan Yasnina (Atiqah Hasiholan) yang indah dan glamor. Bahkan Yasnina dilamar oleh kekasihnya. Lalu muncul adegan pernikahan dalam adat Jawa yang terlihat anggun dan menawan, namun siapa yang menikah? Apakah itu Yasnina?. 

Film yang disutradarai Farishad Latjuba ini rencananya tayang pada April 2019 di seluruh bioskop di Indonesia.

 Baca juga: Keluarga “Terlalu Tampan” yang kocak dan bikin heboh

Baca juga: Perankan Euis, Zara JKT48 tak tahu “Keluarga Cemara”

Baca juga: “Triple Threat” film laga terbaru dari Iko Uwais

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Mantan Manten”, film terbaru Atiqah Hasiolan dan Arifin Putra

Jakarta (ANTARA News) – Setelah “Keluarga Cemara” dan “Terlalu Tampan”, Visinema Pictures kembali akan mengeluarkan film terbaru mereka, kali ini “Mantan Manten” yang dibintangi aktor Arifin Putra dan Atiqah Hasiolan. 

Seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat, pihak Visinema mengungkapkan, film ini adalah kolaborasi dari Anggia Kharisma, produser film Keluarga Cemara bersama Kori Adyaning, produser film Love for Sale, yang memenangkan Piala Citra untuk aktor terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2018.

Ada sederet aktor yang juga berpartisipasi dalam film ini antara lain Tutie Kirana, Tyo Pakusadewo, Marthino Lio, Oxcel, Dodit Mulyanto, Ria Irawan dan Arswendi Nasution. 

Teaser film sudah hadir kemarin, bersamaan dengan perayaan hari Valentine di KASKUS TV dan beberapa kanal media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram dan Twitter. 

Dalam teaser-nya, diceritakan mengenai kehidupan Yasnina (Atiqah Hasiholan) yang indah dan glamor. Bahkan Yasnina dilamar oleh kekasihnya. Lalu muncul adegan pernikahan dalam adat Jawa yang terlihat anggun dan menawan, namun siapa yang menikah? Apakah itu Yasnina?. 

Film yang disutradarai Farishad Latjuba ini rencananya tayang pada April 2019 di seluruh bioskop di Indonesia.

 Baca juga: Keluarga “Terlalu Tampan” yang kocak dan bikin heboh

Baca juga: Perankan Euis, Zara JKT48 tak tahu “Keluarga Cemara”

Baca juga: “Triple Threat” film laga terbaru dari Iko Uwais

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Triple Threat” film laga terbaru dari Iko Uwais

Jakarta (ANTARA News) – Iko Uwais baru saja mengumumkan film laga terbarunya yang berjudul “Triple Threat”. Di sini, dia beradu akting dengan Tiger Hu Chen.

Iko memberikan kabar ini melalui akun Instagramnya dengan mengunggah sebuah video trailer dari “Triple Threat”.

“Triple Threat (2019) In theaters March. #action #martialarts,” tulis Iko dalam keterangan videonya, Jumat.

Film ini merupakan debut internasional terbaru dari Iko. Di sini, dia bermain bersama Tiger Hu Chen yang sudah tidak asing lagi dengan dunia bela diri. Tiger Hu Chen pernah bermain dalam film “The Matrix”, “Charlie Angels”, “Kill Bill”, “Man of Tai Chi”, “House of Fury” dan lainnya.

Selain itu, ada juga Tony Jaa, Scott Adkins, Michael Jai White, Celina Jade, Dominique Vandenberg dan lainnya.

Baca juga: Iko Uwais jalin kolaborasi populerkan MMA Indonesia

“Triple Threat” sendiri disutradarai oleh Jesse V. Johnson yang pernah menyutradarai “The Honorable”, “Alien Agent”, “Green Street Hooligans 2”, “Savage Dog”, “Accident Man” dan “The Debt Collector” yang tayang di Netflix.

“Triple Threat” bercerita tentang seorang putri miliader yang bermaksud mengungkap sebuah sindikat kejahatan terbesar. Namun hal ini malah menjadikannya target dari para pasukan pembunuh profesional. Tentara bayaran pun akhirnya disewa untuk melindungi putri tersebut.

Baca juga: Film “The Night Comes For Us” disambut positif di Fantastic Festival 2018

Baca juga: Ulasan film Mile 22, berharap kejutan di sekuel selanjutnya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Ave Maryam”, kisah pergolakan batin biarawati

Jakarta (ANTARA News) – Kehidupan para biarawati jarang sekali atau tidak pernah diekspos dalam sebuah film, namun, sutradara Ertanto Robby dengan berani mengangkatnya melalui film “Ave Maryam”.

“Ave Maryam” menjadi salah satu film yang ditayangkan dalam pembukaan Plaza Indonesia Film Festival 2019, di Jakarta, Kamis (14/2).

Film ini becerita tentang Suster Maryam (Maudy Koesnaedi), seorang biarawati yang bertugas mengurus para biarawati tua di sebuah kesusteran. Pada suatu hari Romo Martin (Joko Anwar) mengenalkan Suster Monic (Tutie Kirana) sebagai penghuni baru. Suster Monic juga ditemani oleh Romo Yosef (Chicco Jerikho).

Keahlian Romo Yosef dalam bermain musik membuat Suster Maryam jatuh hati padanya. Begitu juga dengan Romo Yosef yang menaruh perhatian pada Suster Maryam dan kerapnya pergi berdua.

Hubungan cinta antara Romo Yosef dan Suster Maryam jelas sangat terlarang untuk seorang pastor dan biarawati. Sebab mereka telah terikat dengan kaul atau janji yang telah diucapkan kepada Tuhan, salah satunya adalah dengan tidak menikah.

Pada bagian awal film, Ertanto membuat alur ceritanya berjalan lambat. Sedikit dialog dan lebih banyak keheningan. Perlahan, dia mulai mempercepat ritmenya hingga mencapai kisah klimaks. Seperti olahraga, Ertanto membuat pemanasan, inti dan ditutup dengan pendinginan.

Secara garis besar, “Ave Maryam” adalah film cinta tapi bukan percintaan biasa. Ertanto meletakkan fokusnya pada pergolakan batin seorang suster yang penting untuk diketahui dalam kehidupan sehari-hari mereka, antara menaati janji atau mengikuti hasrat hati.

Pergolakan batin Suster Maryam begitu terasa ketika dia mendapat pesta kejutan ulang tahun dari para biarawati di kesusteran. Betapa hancur hati serta jiwanya dan menjadikan kisah ini semakin kompleks.

Kisah cinta Suster Maryam dan Romo Yosef juga tidak digambarkan melalui adegan mesra atau kata-kata manis, namun dalam bentuk tatapan, senyuman dan tangis. Film ini pun tidak menggunakan banyak dialog, hanya selintas tapi maknanya tersampaikan dengan jelas.

“Ave Maryam” bukanlah sebuah film religi, namun hanya meminjam kehidupan para biarawati yang dikenal taat dan tidak neko-neko. Film ini telah lebih dulu diputar di Cape Town Film Festival 2018, Hanoi Film Festival 2018, Hongkong Asian Film Festival 2018, Jogja-NETPAC 2018 dan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 11 April 2019.
 

Oleh Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kesulitan Raihaanun perankan korban perkosaan

Jakarta (ANTARA News) – Lama tak terdengar kabar, Raihaanun baru saja membintangi film “27 Steps of May”. Di sini dia mengaku mendapat tantangan yang sangat besar yakni berakting tanpa dialog.

Film garapan sutradara Ravi Bharwani ini mengangkat kisah trauma akibat kekerasan seksual yang dialami oleh May (Raihaanun). Cerita ini terinspirasi dari peristiwa Mei 1998, di mana May diperkosa oleh sekelompok orang tak dikenal saat dia berusia 14 tahun.

Peristiwa tersebut tak hanya berdampak pada kehidupan May tapi juga bapaknya (Lukman Sardi). May sendiri langsung menarik diri dari dunia luar dan memilih untuk tidak berbicara selama delapan tahun.

Raihaanun mengatakan jika di sini, dirinya benar-benar harus menggunakan ekspresi dan gerak tubuh secara detail untuk menyampaikan maksud dan tujuannya.

“Yang paling susah akting tanpa dialog itu kita tidak punya media untuk bicara, mengeluarkan isi hati, jadi lebih ke details mimik muka, gerak tubuh yang harus saya deliver dengan baik. Kalau enggak, takutnya akan salah tangkap jadi itu hal paling sulit,” ujar Raihaanun saat berbincang dalam pembukaan Plaza Indonesia Film Festival 2019 di Jakarta, Kamis.

“Dengan isunya juga sensitif banget, pemerkosaan. Saya enggak bisa observasi terlalu banyak karena isunya itu, enggak mungkin saya ngobrol sama orang yang diperkosa,” lanjutnya. 

Menurun Raihaanun, isu yang diangkat dalam film “27 Steps of May” sangat bagus. Sebab, tema ini menyuarakan korban pemerkosaan yang selama ini masih dipandang sebelah mata.

“Mungkin lebih ke awareness bahwa korban perkosaan enggak bisa dianggap sebelah mata. Mestinya pemerintah melakukan lebih dalam lagi terhadap kasus ini. Jadi untuk menyuarakan korban kekerasan seksual, berharap pemerintah bisa lebih terbuka matanya untuk kasus seperti ini,” jelas Raihaanun. 

Selain Raihaanun dan Lukman Sardi, film ini juga dibintangi oleh Ario Bayu serta Verdi Solaiman.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Plaza Indonesia Film Festival 2019 berlangsung pada 14-17 Februari

Jakarta (ANTARA News) – Plaza Indonesia Film Festival (PIFF) 2019 resmi dibuka hari ini. Acara tersebut akan berlangsung pada 14-17 Februari.

Tahun ini, PIFF mengusung tema “Love, Live & Life” yang mengangkat berbagai sudut pandang kehidupan mulai dari isu sosial, kehidupan bertoleransi, pengorbanan dan sisi gelap-terang perjalanan cinta.

“Mengenai temanya, karena kita pikir dari semua film yang udah kita pilih, ada 100 film, kita lihat benang merahnya, cinta, kehidupan dan bagaimana kita menjalani hidup mulai dari trauma dan lainnya,” kata Astri Abyanti Permatasuri, General Manager Marketing level 4,5,6 Plaza Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

PIFF kali ini memiliki dua agenda utama yakni Movie Clinic dan Movie Screening. Untuk Movie Clinic sendiri dibagi menjadi tiga kelas yakni creative content, music in film dan acting class. 

Sedangkan untuk Movie Screening film-film yang ditampilkan di antaranya adalah “Ave Maryam”, “Cold War”, “27 Steps of May”, “Shoplifters”, “Capharnaum”, “Memories of My Body/Kucumbu Tubuh Indahku”, “The Tailor” dan beberapa film pendek seperti “Kado”, “Loz Jogjakartoz”, “Elegi Melodi”, “Ballad of Blood and Two White Buckets” dan “Elinah”.

“Film-film ini penting untuk menyuarakan isu-isu saat ini. Film festival adalah untuk memberikan tontonan yang penting,” jelas Astri.

PIFF 2019 terbuka untuk umum dan gratis, yang perlu dilakukan hanyalah mendaftar piff.plazaindonesia.com.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sineas lokal dinilai punya konten untuk festival film internasional

Wregas mengambil konten lokal dia yang dekat dengan kehidupan

Jakarta (ANTARA News) – Sineas lokal dinilai mempunyai konten yang kuat dan cukup kaya untuk menampilkan karya di festival film Internasional, kata pengamat perfilman Suzen HR Tobing di Jakarta, Kamis.

Menurut akademisi di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, sineas lokal biasanya punya kedekatan dengan lanskap yang mereka ambil.

Biasanya mereka juga terdorong untuk membuat film dengan tema dan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar mereka.

“Secara konten di depan mata kita itu banyak. Itu lebih dekat secara emosional. Lihat deh konten lokal (di festival film internasional) minimal menang,” ucap Suzen.

Suzen pun menyebut film pendek “Prenjak” karya Wregas Bhanuteja yang menang di Festival Film Cannes pada 2016 sebagai salah satu film dengan konten lokal yang bisa menarik perhatian penonton internasional.

“Itu pertama kali loh ada sineas Indonesia yang jebol di Cannes. Intinya bukan karena dia IKJ, tapi Wregas mengambil konten lokal dia yang dekat dengan kehidupan. Jadi dia tahu,” ucap dia.

Kalau sudah begitu, ucap Suzen, tinggal mengeksplorasi nilai-nilai yang ada di sekitar dan mulailah membuat film. “Mau dokumenter kah, fiksikah. Terserah,” kata dia.

Dia pun optimistis generasi saat ini lebih punya kesempatan belajar lewat berbagai media, jika kemasannya belum bagus, maka tinggal diarahkan oleh orang-orang yang memang lebih dulu mengerti film.

“Tinggal dikasih wawasan dengan pedoman yang jelas agar bisa mengejar kualitas film internasional,” ucap dia.

Baca juga: Pengamat: Perlu pedoman baku untuk ke festival film internasional
Baca juga: “Indonesia Masih Subuh” sabet penghargaan di China

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “Kucumbu Tubuh Indahku” Garin Nugroho segera tayang

Jakarta (ANTARA News) – Setelah diputar di beberapa negara dan memenangkan banyak penghargaan internasional, film terbaru karya Garin Nugroho dan produser Ifa Isfansyah, “Kucumbu Tubuh Indahku”, dapat disaksikan oleh publik Indonesia di bioskop.

Film ini ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Venesia pada Agustus 2018 yang jadi tempat pemutaran perdana dunia.

Rumah produksi Fourcolors dalam keterangan pers, Kamis, mengatakan ini adalah film panjang ke-19 dari Garin Nugroho yang bercerita tentang seorang penari Lengger di sebuah desa kecil di Jawa bernama Juno. 

Juno Kecil terpaksa harus hidup sendiri sejak ditinggal pergi oleh ayahnya. Di tengah kesendiriannya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger. Sejak itu, Juno harus hidup berpindah-pindah tempat,  dari satu desa ke desa yang lain. 

Seiring perjalanannya menjadi dewasa, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari beberapa orang terdekat di sekelilingnya. Ada guru tarinya, bibinya yang seorang penjual ayam, pamannya yang seorang penjahit, seorang petinju, dan seorang Warok. 

Semua pengalaman yang dilaluinya membuat Juno memiliki sebuah perjalanan hidup yang membawanya kepada pemahaman akan keindahan hidup. 

Cerita dalam film ini sendiri diangkat dari kisah hidup seorang penari dan koreografer bernama Rianto. Rianto juga bermain dalam film tersebut sebagai Juno dewasa. 

Selain itu, karakter Juno juga diperankan oleh dua aktor lain, yaitu Muhammad Khan sebagai Juno remaja dan Raditya Evandra sebagai Juno kecil. Selain kisah hidup Rianto, kisah kelompok- kelompok tari di Jawa juga menjadi inspirasi cerita dalam film ini.     

Film ini juga melibatkan beberapa pemain seperti, Sujiwo Tejo (Guru Lengger), Teuku Rifnu Wikana (Bupati), Randy Pangalila (Petinju), Whani Dharmawan (Warok), Endah Laras (Bibi Juno) dan Windarti (Guru Tari).  Selain itu, musisi Mondo Gascaro menjadi pengisi soundtrack dan komposer musik dalam film ini. 

“Kucumbu Tubuh Indahku” telah ditayangkan di beberapa event dan festival film internasional serta mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya adalah Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia, 2018), Best Film pada Festival Des 3 Continents (Prancis, 2018), dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia, 2018). 

“Kucumbu Tubuh Indahku” akan mulai tayang pada Maret 2019 di bioskop. 

Baca juga: Mondo Gascaro rilis album soundtrack film “Kucumbu Tubuh Indahku”

Baca juga: Film Indonesia butuh perspektif perempuan

Baca juga: Garin apresiasi identitas Islam diberi kanal festival film

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Calon Bini”, drama komedi tentang cita-cita vs perjodohan

Jakarta (ANTARA News) – Film “Calon Bini” resmi tayang di Indonesia pada Valentine. Film bergenre drama komedi ini menawarkan tema cerita sederhana, mengenai cita-cita seorang gadis desa asal Yogyakarta untuk lepas dari stereotip orang-orang di sekelilingnya. 

“Biasanya saya menyutradarai film drama, tapi kali ini tugas saya membuat film komedi. Semua orang harus tertawa. Tidak hanya sutradara dan pemainnya yang tertawa, tapi penonton dalam bioskop pun harus tertawa menyaksikan film ini,” kata Asep Kusdinar sang sutradara dalam keterangan pers, yang diterima di Jakarta, Kamis.

Tokoh sentral dalam “Calon Bini” adalah Ningsih (Michelle Ziudith). Setelah lulus SMA, Ningsih bercita-cita untuk kuliah sambil bekerja demi membahagiakan kedua orangtuanya. Maklum, bapak (Marwoto) dan ibunya (Cut Mini) hanyalah warga desa yang tinggal di rumah biasa.

Tapi keinginan Ningsih terhambat, karena ambisi pamannya sendiri, Pak Lek Agung (Ramzi) yang ingin menikahkan Ningsih dengan Sapto (Dian Sidik) anak kepala desa (Butet Kertaredjasa).

Tak mau dijodohkan, Ningsih akhirnya kabur ke Jakarta dan bekerja di rumah Pak Prawira (Slamet Rahardjo) dan Ibu Andini (Minati Atmanegara). 

Tak cuma mengusung kearifan lokal jawa, film “Calon Bini” juga memiliki pesan kuat bagi wanita-wanita jaman sekarang sekaligus ingin menghapus stigma negatif mengenai sosok perempuan.

Melalui Ningsih, pesan yang ingin disampaikan bahwa semua wanita berhak mengejar impian dan cita-citanya setinggi langit dan tidak dapat dibatasi oleh siapapun.

Baca juga: Film “Calon Bini” tayang pada Valentine
Baca juga: Michelle Ziudith dan Rizky Nazar bersatu di “Calon Bini”

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trailer pertama “Frozen II” rilis, begini bocorannya

Jakarta (ANTARA Mews) – Trailer pertama untuk sekuel film blockbuster Walt Disney Animation Studio “Frozen” (2013) rilis di internet.

Trailer “Frozen II” menayangkan para karakter utama dari film pertama: Putri Elsa, adiknya Anna, Kristoff dan manusia salju buatan Elsa, Olaf.

Sekuel ini disutradarai oleh Chris Buck dan Jennifer Lee, tim sama yang menggarap “Frozen”, yang meraup 876 juta dolar AS di seluruh dunia, dan memenangkan dua Oscar (untuk film animasi terbaik dan lagu terbaik untuk Let It Go).

Idina Menzel dan Kristen Bell kembali sebagai Elsa dan Anna, dengan Jonathan Groff sebagai Kristoff dan Josh Gad sebagai Olaf. Bergabung dengan para pemeran adalah Evan Rachel Wood dan Sterling K. Brown dalam sepasang peran yang dirahasiakan (tetapi jika dilihat dari trailer, sepertinya itu akan jadi musuh Elsa dan kawan-kawan).

Penulis lagu Robert Lopez dan Kristen Anderson-Lopez kembali untuk menulis lagu untuk film ini.

Film pertama diangkat dari The Ice Queen karya Hans Christian Andersen tapi tidak secara keseluruhan.

Beberapa detail telah dirilis untuk Frozen II, tanpa indikasi apakah petisi untuk “memberi Elsa pacar” berhasil.

Dalam cuplikan itu cerita tampak kembali ke Arendelle, meskipun semuanya tampak sedikit lebih suram. Elsa tampak melatih kekuatan esnya di pantai berbatu pada pembukaan trailer.

Anna berjalan ke balkon untuk menyaksikan sihir berlian es yang aneh. Kristoff melaju ke pertempuran. Ada banyak magis namun sedikit pertempuran pedang. Jika film pertama adalah tentang dua saudara perempuan yang mencari tahu kehidupan mereka dan berdamai dengan kepribadian mereka, “Frozen II” terlihat lebih tentang persatuan keluarga dalam melawan musuh yang lebih besar.

Frozen II akan dirilis pada 22 November di AS dan Inggris, dan pada 26 Desember di Australia.

Baca juga: Ini daftar film Disney yang akan tayang hingga 2019

Baca juga: Disney majukan Jadwal penayangan perdana “Frozen 2”

Baca juga: Disney raup 7,3 miliar dolar AS dari box office selama 2018

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Yesterday”, film The Beatles tanpa The Beatles

Jakarta (ANTARA News) – Danny Boyle dan Richard Curtis bekerja sama membuat film The Beatles tapi bukan tentang The Beatles dengan judul “Yesterday”.

Film ini menampilkan Himesh Patel sebagai Jack Malik, tipe seorang lelaki sopan yang terkemuka, karena ia sangat manis, memiliki rambut yang berombak namun cenderung ceroboh. Dia terjatuh dari sepedanya yang menyebabkan hilangnya dua gigi depan dan masuk ke dalam seluruh kehidupan The Beatles. 

Dalam trailernya, Jack terbangun di dunia di mana dia adalah satu-satunya orang yang mengingat The Beatles dan semua lagu-lagu mereka, dilansir NME, Rabu.

Ketika dia menyanyikan lagu “Yesterday” di hadapan teman-temannya, mereka berpikir jika dialah yang menulisnya. Begitu juga dengan lagu “Hey Jude”, “Let It Be” dan setiap hit lainnya dianggap sebagai ciptaannya.

Jack kemudian menjadi bintang besar di seluruh dunia, penulis lagu terhebat dalam sejarah.

Dalam film ini juga ada unsur romantik komedinya dengan kemunculan Ellie, diperankan oleh Lily James, seorang teman baik yang selalu berada di belakang Jack.

Trailer tersebut juga menampilkan Ed Sheeran yang cukup banyak peran. Setelah aktingnya di film “Bridget Jones Baby” dan “Game of Thrones”, kini dia mendapat peran yang lebih penting. Di sini dia diceritakan mengolok-olok dirinya sendiri dengan ngerap dalam upaya menghancurkan lagu “Hey Jude”.

Namun upaya jahat Ed Sheeran dalam menghancurkan salah satu lagu terbesar dalam sejarah ini baru bisa terjawab pada Juni mendatang saat filmnya rilis.

Danny Boyle dan Richard Curtis adalah sutradara paling kuat di bioskop Inggris. Danny Boyle dikenal dengan film-filmnya seperti “Trainspotting”, “28 Days Later” dan “Slumdog Millionaire”. Sedangkan Richard Curtis pernah menulis skenario untuk “Four Weddings and a Funeral”, “Notting Hill” dan “Love Actually”.

Baca juga: Sutradara “Lord of The Rings” garap film dokumenter The Beatles

Baca juga: Paul McCartney ungkap ketakutan terbesar John Lennon

Baca juga: Kisah cinta John Lennon dan Yoko Ono siap jadi film baru

Baca juga: Versi terbaru “Let it Be”, film The Beatles akan dirilis 2020

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Happy Death Day 2u” ungkap misteri pembunuh bertopeng

Jakarta (ANTARA News) – Setelah sukses menyutradarai “Happy Death Day” pada 2017, kali ini Christopher Landon kembali dengan merilis film “Happy Death Day 2u” yang tayang perdana di Indonesia tepat pada hari ini.

Film “Happy Death Day 2u” ini masih setia diproduksi oleh Blumhouse Productions.

Sementara itu, aktris Jessica Rothe dan aktor Israel Broussard akan kembali berperan sebagai Theresa “Tree” Gelbman dan Carter Davis pada sekuel ini. Digarap oleh sutradara yang sama seperti film pertamanya, film ini akan menceritakan kelanjutan dari kematian Tree pada “Happy Death Day”.

Ketika “Happy Death Day” 2017 lalu mendapat keuntungan lebih dari  26 juta dolar AS (sekira Rp364 miliar) pada musim gugur, para penonton bioskop terpesona oleh gagasan tentang seorang pahlawan wanita yang memiliki kesempatan untuk memanfaatkan hari terakhir dalam hidupnya.

Kisah bermula dari seorang mahasiswa jenius Ryan (Phi Vu) yang sedang menyelesaikan project science tesisnya di sebuah universitas di Amerika Serikat (AS) yang terbangun dari tidur dan seolah-olah berada di dunia nyata, sampai ia harus bertemu dengan seorang yang bertopeng yang ingin membunuhnya.

Ryan yang memiliki kemampuan menarik, selalu berada di tempat yang salah di detik yang salah, menghabiskan masa kuliahnya untuk membangun mesin yang dirancang untuk membuktikan bahwa waktu dapat diperlambat hingga ke tingkat molekul bersama dengan rekan-rekan insinyurnya yang bercita-cita sama dengan Ryan, Samar (Suraj Sharma) dan Dre (Sarah Yarkin).

Ryan dan tim sudah hampir menyempurnakan mesin yang disebut Reaktor Pendingin Kuantum Sisyphus (SISSY) itu dan menjadi kandidat untuk Hadiah Nobel.

Tidak hanya Ryan yang berkutat dengan waktu, setelah dua tahun setelah peristiwa pembunuhan itu, Tree kembali tergelincir ke dalam lingkaran waktu yang lebih mengerikan. Kali ini, Tree melihat bahwa teman-temannya pun terlibat dalam pembunuhan dirinya.

Dapatkah Tree menemukan siapa pembunuh baru yang dihadapi olehnya apakah Tree akhirnya dapat lolos dari lingkaran waktu yang menjebaknya?

Film yang berdurasi 1 jam 40 menit ini berhasil mengaduk perasaan penonton, akting yang dimainkan oleh Tree serta teman yang lainnya seperti Samar, Dre dan Carter sukses memancing tawa penonton, di sisi lain tidak ketinggalan Landon juga tidak lupa untuk memberi bumbu misteri yang membuat penonton merasa tegang saat meonton, serta kisah Tree dengan ibunya yang membuat mata berkaca-kaca.
 

Baca juga: Film baru Catherine Deneuve mengeksplorasi radikalisasi Islam

Baca juga: Kemarin, Jikustik adakan konser reuni hingga Taemin SHINee rilis “Want”

Baca juga: Film kolaborasi Indonesia-Jepang “Laut” tayang pada Valentine

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daniel Radcliffe mengaku tertarik melihat reboot “Harry Potter”

Jakarta (ANTARA News) – Daniel Radcliffe mengaku bahwa dia akan sangat tertarik untuk menyaksikan film “Harry Potter” reboot atau serial TV dalam waktu dekat.

Nama Daniel mulai terkenal sejak membintangi film-film “Harry Potter” karya J.K Rowling, di mana seri terakhirnya tamat pada tahun 2011 “Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2”.

Dunia sihir karya Rowling selalu menarik minat para sutradara dan penulis. Salah satu contohnya adalah seri “Fantastic Beasts” dan pertunjukan “Harry Potter and The Cursed Child”.

Baca juga: Daniel Radcliffe bicara soal Harvey Weinstein

Daniel sendiri yakin jika suatu saat akan ada beberapa versi lain dari “Harry Potter” yang pernah dibintanginya. 

“Aku tahu, aku bukan Harry Potter terakhir yang akan kulihat seumur hidupku – kita sudah punya beberapa lagi,” kata Daniel merujuk pada Jamie Parker dan Gareth Reeves yang sama-sama memerankan Harry dewasa dalam panggung “Harry Potter and The Cursed Child”, demikian dilanser NME, Rabu.

Baca juga: Danied Radcliffe jadi aktivis antiapartheid di film baru

“Akan sangat menarik untuk melihat berapa lama film itu akan bertahan. Rasanya seperti ada    kesaktian di sekitar mereka saat ini, tetapi itu akan pergi, sinar itu akan hilang suatu saat nanti. Akan menarik jika mereka me-reboot-nya dan membuat film lagi atau membuat serialnya, saya akan sangat terpesona menontonnya,” lanjutnya.

Pekan lalu, Radcliffe mengungkapkan buku dan film “Harry Potter” mana yang menjadi favoritnya. Dia mengakui bahwa pilihannya bukanlah yang banyak orang suka.

Baca juga: Daniel Radcliffe ogah main medsos karena…

Baca juga: Daniel Radcliffe tak tertarik main lagi di Harry Potter

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Happy Detah Day 2u mengungkap misteri pembunuh bertopeng

Jakarta (ANTARA News) – Setelah sukses menyutradarai “Happy Death Day” pada 2017, kali ini Christopher Landon kembali dengan merilis film “Happy Death Day 2u” yang tayang perdana di Indonesia tepat pada hari ini.

Film “Happy Death Day 2u” ini masih setia diproduksi oleh Blumhouse Productions.

Sementara itu, aktris Jessica Rothe dan aktor Israel Broussard akan kembali berperan sebagai Theresa “Tree” Gelbman dan Carter Davis pada sekuel ini. Digarap oleh sutradara yang sama seperti film pertamanya, film ini akan menceritakan kelanjutan dari kematian Tree pada “Happy Death Day”.

Ketika “Happy Death Day” 2017 lalu mendapat keuntungan lebih dari  26 juta dolar AS (sekira Rp364 miliar) pada musim gugur, para penonton bioskop terpesona oleh gagasan tentang seorang pahlawan wanita yang memiliki kesempatan untuk memanfaatkan hari terakhir dalam hidupnya.

Kisah bermula dari seorang mahasiswa jenius Ryan (Phi Vu) yang sedang menyelesaikan project science tesisnya di sebuah universitas di Amerika Serikat (AS) yang terbangun dari tidur dan seolah-olah berada di dunia nyata, sampai ia harus bertemu dengan seorang yang bertopeng yang ingin membunuhnya.

Ryan yang memiliki kemampuan menarik, selalu berada di tempat yang salah di detik yang salah, menghabiskan masa kuliahnya untuk membangun mesin yang dirancang untuk membuktikan bahwa waktu dapat diperlambat hingga ke tingkat molekul bersama dengan rekan-rekan insinyurnya yang bercita-cita sama dengan Ryan, Samar (Suraj Sharma) dan Dre (Sarah Yarkin).

Ryan dan tim sudah hampir menyempurnakan mesin yang disebut Reaktor Pendingin Kuantum Sisyphus (SISSY) itu dan menjadi kandidat untuk Hadiah Nobel.

Tidak hanya Ryan yang berkutat dengan waktu, setelah dua tahun setelah peristiwa pembunuhan itu, Tree kembali tergelincir ke dalam lingkaran waktu yang lebih mengerikan. Kali ini, Tree melihat bahwa teman-temannya pun terlibat dalam pembunuhan dirinya.

Dapatkah Tree menemukan siapa pembunuh baru yang dihadapi olehnya apakah Tree akhirnya dapat lolos dari lingkaran waktu yang menjebaknya?

Film yang berdurasi 1 jam 40 menit ini berhasil mengaduk perasaan penonton, akting yang dimainkan oleh Tree serta teman yang lainnya seperti Samar, Dre dan Carter sukses memancing tawa penonton, di sisi lain tidak ketinggalan Landon juga tidak lupa untuk memberi bumbu misteri yang membuat penonton merasa tegang saat meonton, serta kisah Tree dengan ibunya yang membuat mata berkaca-kaca.
 

Baca juga: Film baru Catherine Deneuve mengeksplorasi radikalisasi Islam

Baca juga: Kemarin, Jikustik adakan konser reuni hingga Taemin SHINee rilis “Want”

Baca juga: Film kolaborasi Indonesia-Jepang “Laut” tayang pada Valentine

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film baru Catherine Deneuve mengeksplorasi radikalisasi Islam

Jakarta (ANTARA News) – Pemahaman toleran tanpa penghakiman mungkin jalan terbaik untuk menyelamatkan pemuda-pemuda Eropa yang ingin bergabung dalam kelompok Islam radikal di konflik Timur Tengah, kata aktris veteran Prancis Catherine Deneuve, Selasa (12/2).

“Farewell to the Night”, yang tayang pedana di Festival Film Berlin, Selasa, bercerita tentang Muriel, diperankan Deneuve, dan upayanya menghentikan cucunya untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.

“Karakter dalam film ini jelas merupakan perempuan cerdas, tapi juga sangat toleran, dia bukan orang yang menghakimi, tapi berusaha memahami,” kata Deneuve dalam konferensi pers seperti dikutip dari Reuters, Rabu.

Kehidupan Muriel yang tenang di sebuah peternakan kuda di desa Prancis beriak ketika cucunya Alex, yang dia besarkan setelah ibunya meninggal akibat kecelakaan, berkunjung.

Dia mampir ke peternakan untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum pergi bekerja di Kanada. Dalam kunjungan singkat itu, Muriel mengetahui bahwa cucunya telah jadi mualaf dari kekasihnya Lila.

Muriel, yang lahir di Aljazair, menerima agama baru cucunya dan berusaha memahaminya. Namun dia kemudian mengetahui Alex berencana pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Hatinya goyah antara ingin meyakinkannya untuk tidak pergi dan meminta pihak berwenang melakukan intervensi.

“Inti dari film ini adalah bagaimana perempuan ini secara tiba-tiba bisa menemukan cara untuk menolong cucunya di mana dia menemukan dia telah memihak sisi lain,” kata sutradara Andre Techine.

Techine mengatakan dia ingin penonton bertanya pada diri sendiri apa yang mereka akan lakukan jika berada dalam situasi yang sama.

Muriel meminta bantuan pada mantan radikalis yang kembali ke Prancis setelah mencoba tinggal di Suriah selama beberapa waktu.

Di film ini, Alex digambarkan kurang begitu memahami Islam atau situasi politik di Suriah. Internet adalah sumber utamanya mencari informasi tentang agama dan, baginya dan Lila, kehidupan setelah mati adalah yang paling pantas dijalani.

Banyak dialog dalam karakter-karakter film diambil dari wawancara dengan mantan radikalis, kata Techine.

“Ini sebenarnya kata-kata mereka sendiri… Saya ingin kata-kata itu didengar penonton,” kata dia.

Lebih dari 5.000 orang Eropa, kebanyakan dari Inggris, Prancis, Jerman dan Belgia, telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak, sekitar 1.500 orang telah kembali, kata kantor polisi Eropa tahun lalu.
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus wakili Liam Hemsworth di penayangan perdana “Isn’t It Romantic”

Jakarta (ANTARA News) – Pengantin baru Miley Cyrus mewakili suaminya, aktor Liam Hemsworth, untuk menghadiri penayangan perdana film “Isn’t It Romantic” karena Liam sedang sakit.

Mengenakan gaun merah menyapu lantai, pelantun “Wrecking Ball” itu berpose dan berbincang dengan para jurnalis bersama rekan-rekan main Liam di film komedi romantis tersebut, Rebel Wilson dan Priyanka Chopra.

Ketika ditanya apa hal paling romantis yang pernah dia lakukan, Miley yang menikah pada Desember lalu, mengatakan: “Mungkin apa yang sekarang saya lakukan… berdandan tanpa pasangan untuk mempromosikan film suami, itu romantis juga. Dia berhutang padaku.”

Miley, yang tampil dengan Dolly Parton di Grammy Award, tidak bicara banyak soal kondisi Liam, dia hanya berkata, “Dia merasa kurang sehat saat ini.”

“(Kami) para penampil sulit punya waktu untuk merawat diri sendiri,” kata Miley seperti dilansir Reuters, Selasa (12/2).

Film ini sangat penting untuk Liam, “jadi saya harus ada di sini mewakilinya,” imbuh dia.

Liam yang dikenal lewat film “The Hunger Games” meminta maaf pada penggemar karena tidak bisa hadir di penayangan perdana di Los Angeles lewat media sosial, dan berterima kasih pada sang istri yang menggantikannya.

“Maaf aku tidak datang malam ini. Harus menghadapi masalah kesehatan beberapa hari terakhir. Beruntung saya punya perempuan terbaik di dunia sebagai perwakilan!” tulis dia di Instagram.

Baca juga: Miley Cyrus ganti nama jadi Miley Ray Hemsworth
Baca juga: Miley Cyrus bagikan foto pernikahannya dengan Liam Hemsworth

 

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film kolaborasi Indonesia-Jepang “Laut” tayang pada Valentine

Jakarta (ANTARA News) – Film kolaborasi Indonesia – Jepang “The Man from The Sea” atau “Laut” yang jadi penutup Pekan Sinema Jepang 2018 akan ditayangkan di bioskop reguler Indonesia mulai 14 Februari 2019.

Film yang digarap sutradara Jepang Koji Fukada ini merupakan produksi Kaninga Pictures yang berkolaborasi dengan Nikkatsu, dan Comme Des Cinemas.

Dalam film ini, aktor dan aktris dari Indonesia dan Jepang juga saling beradu akting, yakni Dean Fujioka, Adipati Dolken, Sekar Sari, Taiga, Junko Abe dan Mayu Tsuruta

“Akhirnya The Man from The Sea (Laut) akan tayang di Indonesia mulai tanggal 14 Februari 2019 nanti. Pecinta film Indonesia akan disuguhkan satu film dengan ide cerita yang cukup unik, dan mungkin juga jarang kita temui ide cerita seperti ini di film-film lain,” ujar Adipati yang berperan sebagai Kris dalam keterangan pers, Selasa.

Bagi Adipati, film ini memiliki ragam cerita, dan plot twist yang menarik. Mulai dari kehadiran sosok misterius yang secara tiba-tiba terdampar di pantai Aceh dan memiliki keajaiban, tentang misi kemanusiaan, hingga kisah romansa percintaan yang ada di tengah- tengah hubungan persahabatan. 

“Jadi mungkin tepat juga jika film ini ditayangkan pada saat Valentine Day karena memang ada kisah asmara di film ini,” sambungnya.

Kehadiran film ini di bioskop reguler di Indonesia juga terasa menyenangkan bagi sang aktor karena film ini sebelumnya hanya diputar terbatas di Indonesia, seperti Jogja-Netpac Asian Film Festival dan Pekan Sinema Jepang. 

Film berdurasi 107 menit ini berlatar peristiwa tsunami yang melanda Aceh dengan genre drama-fantasi. 

“Laut” mengisahkan seorang lelaki misterius ditemukan di sebuah pantai di Banda Aceh, Indonesia. Takako adalah seorang warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia dalam misi penanggulangan bencana. 

Bersama dengan anaknya Takashi, dan keponakannya, Sachiko, mereka merawat lelaki tersebut yang mengerti sedikit Bahasa Jepang. Lelaki tersebut mereka namakan Laut. 

Takashi, Sachiko, dan teman Takashi, Kris dan Ilma, menjalin sebuah hubungan persahabatan. Sementara itu, Laut mulai melakukan keajaiban-keajaiban yang membuat orang curiga.

Baca juga: Acara hiburan grup idola Arashi tayang di Indonesia

Baca juga: 36 film Jepang bakal diputar di Jakarta pekan depan

Baca juga: “Laut”, film kolaborasi Indonesia dan Jepang akan tayang tahun depan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Orang Kaya Baru” tembus sejuta penonton

Jakarta (ANTARA News) – Setelah 19 hari penayangan, film “Orang Kaya Baru”  menembus angka satu juta penonton. 

Capaian ini membuat film besutan sutradara Ody C. Harahap tersebut resmi menjadi film Box Office ke-3 di tahun ini.

Sutradara Ody C. Harahap menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh penonton film Indonesia. “Alhamdulillah, film Orang Kaya Baru bisa dinikmati banyak penonton,” kata pria yang akrab disapa Ochay itu dalam keterangan pers, Selasa.
 
Film “Orang Kaya Baru” adalah karya pertama yang dirilis oleh Screenplay Films di bioskop pada tahun ini. 

Menurut Ochay, apresiasi yang diberikan dari penonton tidak terlepas dari sajian jalan cerita film yang dekat dan sangat mewakili hati masyarakat. 

“Film Orang Kaya Baru dikemas dengan jalan cerita ringan, dibalut dengan komedi dan drama yang dapat dinikmati. Relasi dengan penonton secara imajinasi dan realita related dengan masyarakat yang menonton,” kata Ochay.
 
Film Orang Kaya Baru menawarkan cerita pengandaian sebuah keluarga yang tadinya hidup pas-pasan tiba-tiba menjadi kaya mendadak. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini) dan ketiga anaknya yaitu Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah) dan Dody (Fatih Unru). 

Kenorakan mereka menjadi orang kaya baru menjadi hal yang sangat lucu hingga membuat orang terbahak-bahak, tapi dalam film ini sang penulis Joko Anwar juga memasukkan banyak adegan haru dan pesan moral di dalamnya, bahwa uang bukanlah segalanya, melainkan keluarga dan sahabat adalah di atas segalanya.
 
Ochay mengatakan torehan prestasi ini membuktikan film Indonesia sudah mendapat tempat lebih luas di hati masyarakat Tanah Air.

Dia berharap film nasional bakal menjadi primadona di negeri sendiri. 
 
“Sekarang para sineas harus bisa menjaga kualitas film Indonesia yang baik. Masyarakat sudah mulai percaya dengan kualitas film Indonesia. Sineas harus buat karya dengan story telling baik yang dibungkus dengan artistik yang bagus, sehingga semua penonton bisa menikmati. tetap jaga kepercayaan masyarakat Indonesia lewat karya terbaik,” pungkas Ochay.

Baca juga: “Orang Kaya Baru” hampir sejuta penonton, Raline kenang awal terima skenario

Baca juga: Realita noraknya menjadi orang kaya baru

Baca juga: Berperan jadi orang susah, Raline Shah harus lakukan observasi ini

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Cold Pursuit” dianggap sebagai film terburuk Liam Neeson

Jakarta (ANTARA News) – “Cold Pursuit” membuka pekan box office dengan nilai yang buruk. Film tersebut kemudian dianggap sebagai film laga terburuk yang pernah dibintangi Liam Neeson.

Perolehan box office untuk film tersebut disinyalir terkait dengan komentar kontroversial Neeson yang anggap rasis. 

The Wrap melaporkan bahwa film laga yang dibintangi oleh Neeson hanya mendapat 10,8 juta dolar atau Rp152,2 miliar di AS pada pekan lalu. 

Baca juga: Tersandung rasisme, premier film Liam Neeson “Cold Pursuit” dibatalkan

Ini adalah pembukaan terburuk untuk setiap film yang dibintanginya sejak 2010 ketika “The Next Three Days” dibuka dengan angka 6,5 juta dolar atau senilai Rp91,6 miliar.

Terlepas dari kontroversi tersebut, para kritikus telah memperkirakan bahwa “Cold Pursuit” hanya akan dibuka dengan 7-10 juta dolar atau Rp98,6 miliar – Rp140,98 miliar sebelum Neeson membuat komentar kontroversial minggu lalu.

Ini juga merupakan film laga Neeson dengan performa terburuk sejak dia membintangi film superhero tahun 1990 “Darkman”, yang dibuka dengan 8 juta dolar atau Rp112,7 miliar dan akhirnya menghasilkan 48 juta dolar atau Rp676,7 miliar di seluruh dunia.

Baca juga: Liam Neeson isi suara pemandu navigasi Waze

Kemarin, sutradara legendaris Spike Lee mengakui bahwa komentar Neeson telah membuatnya berpikir dua kali untuk mempekerjakannya dalam film mendatang.

“Saya tidak tahu mengapa dia melakukannya tetapi dia melakukannya sehingga dia harus merasakannya sekarang. Saya tidak mengerti apa yang dia lakukan. Gila, kita ini hidup di dunia yang aneh,” ujar Lee. 

Baca juga: Liam Neeson berencana pensiun

Baca juga: Aktor Liam Neeson pertimbangkan jadi muslim

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” akan dijadikan film

Jakarta (ANTARA News) – Buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” (NKCTHI) karya Marchella FP akan diangkat ke layar lebar. 

Sutradara sekaligus CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko mengaku tertarik menjadikannya film salah satunya karena terinspirasi pada pesan yang terkandung dalam karya Machella itu. 

“Ceritanya tentang pesan orangtua untuk masa depan. Saya merasa ini bentuk unik, banyak di luar imajinasi saya. Bukan pada sekedar pada kisah yang tidak pernah dibuat tetapi cerita di sekeliling kita. Sangat terinspirasi,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin. 

Saat ini Angga dan tim, termasuk produser Anggia Kharisma masih berdiskusi mengenai hal-hal teknis, termasuk kisah yang akan diprioritaskan, aktor pemeran dan lainnya. 

Di sisi lain, Marchella mengaku tak menyangka buku ketiga karyanya akan dibuatkan filmnya. Dia hanya sempat terpikir untuk menjadi buka NKCTHI sebagai film pendek. 

“Saya enggak expected terlalu tinggi. Sempat kepikiran menjadi short movie. Di buku bisa manfaat bagi orang banyak, kenapa enggak jadi medium film, agar orang jadi lebih tahu,” tutur dia. 

NKCTHI merupakan kumpulan tulisan yang merefleksikan pengalaman personal seseorang. Menurut Anggia, cerita buku ini membawa konten sederhana namun unik dan memikat sehingga dia ingin mengadaptasinya ke media layar lebar agar bisa membawa pesan kepada lebih banyak orang. 

“Tulisan ini sangat personal buat saya sampai akhirnya masuk proses riset, saya ketemu ribuan cerita dari berbagai sudut pandang. Dari situ cerita NKCTHI diperkaya jadi rangkuman banyak rasa yang disederhanakan,” kata Marchella. 

Pesan-pesan pendek yang dianggap membumi yakni soal kehidupan sehari-hari seorang ibu bernama Awan pada anak dan cucunya di masa depan. 

Film NKCTHI rencananya memasuki masa produksi tahun ini dan akan dirilis tahun 2020. 

Baca juga: Angga Dwimas siapkan program literasi film bagi pelajar

Baca juga: Mouly Surya adaptasi buku Mochtar Lubis ke film

Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil berencana bangun Taman Dilan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Orang Kaya Baru” hampir sejuta penonton, Raline kenang awal terima skenario

Jakarta (ANTARA News) – Film “Orang Kaya Baru” menuju satu juta penonton. Tepat pada hari ke-17 penayanganya di bioskop, film arahan Ody C Harahap ini sudah disaksikan 948.634 penonton. 

Rasa gembira meliputi hati para pemainnya, termasuk Raline Shah yang baru debut di genre komedi. Dia memerankan karakter Tika, gadis dari keluarga pas-pasan, yang mengalami perubahan dari hidup seadanya menjadi orang kaya tajir melintir.

Sebagai pemain utama, Raline mengungkapkan rasa bahagianya bisa terlibat dalam film Orang Kaya Baru. Raline mengenang awal-awal saat ia menerima naskah film yang ditulis oleh Joko Anwar ini.

“Aku selalu ingin jadi bagian dari film ini. Awalnya yang dicari adalah artis umur 20-23 tahun untuk memerankan karakter Tika. Tapi karena aku terlanjur senang banget sama scriptnya, aku kejar terus biarin deh poni aku dipotong atau diapain yang penting aku bisa jadi Tika,” kata Raline Shah dalam keterangan pers yang diterima Antara, Senin.

“Orang Kaya Baru” bercerita tentang kakak beradik Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero) dan Dodi (Fatih Unru) yang sudah terbiasa hidup pas-pasan. Mereka terlatih untuk mendapatkan sesuatu dengan susah payah dan mensyukuri apa yang mereka punya walau serba kekurangan.

Keluarga mereka sangat hangat. Hubungan antara anak dan orangtua (Cut Mini dan Lukman Sardi) juga begitu dekat. Hal ini diperlihatkan dalam ritual makan malam bersama dan saling bercerita tentang apa yang terjadi hari itu.

Tiba-tiba saja sang bapak  meninggal dan yang membuat kaget adalah ternyata selama ini ia hanya pura-pura miskin dan meninggalkan banyak harta warisan.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rakun pemeran Rocket dalam “Guardians of the Galaxy” mati

Jakarta (ANTARA News) – Seekor rakun bernama Oreo yang digunakan sutradara James Gunn sebagai inspirasi untuk karakter Rocket dalam film “Guardians of the Galaxy” telah mati.

Seperti dilansir EW, Sabtu (9/2), kematian Oreo diumumkan melalui sebuah unggahan di halaman Facebook Quinta Layla, sebuah lokasi pertanian di Portugal tempat rakun tinggal.

“Kami memiliki berita paling menyedihkan hari ini. Hati kami hancur karena kami telah kehilangan teman terbaik kami, penjaga Galaxy kami, Oreo Raccoon. Oreo matu dini hari tadi karena sakit,” tulis pihak Quinta Layla.

“Oreo kamu membuat hidup banyak orang bahagia. Kamu telah menjadi duta rakun yang luar biasa di mana-mana. Kamu mencintai semua orang dari segala usia dan hewan lain juga. Kamu sempurna,” tambah mereka.

Selama pemotretan The Guardians, Gunn mengunggah foto dirinya dengan Oreo dan menuliskan keterangan “Saya baru saja menyewa seorang bosbaru … Mengunyah kabel itu bagus, kan?” tulis dia.

Oreo digunakan sebagai referensi visual untuk karakter CG Rocket, yang diisi suaranya oleh Bradley Cooper. 

Baca juga: Dave Bautista tak mau lagi perankan Drax di “Guardians of the Galaxy”

Baca juga: Produksi “Guardians of the Galaxy Vol. 3” ditangguhkan

Baca juga: Ratusan ribu orang ingin James Gunn kembali sutradarai Guardians of the Galaxy

Baca juga: Gara-gara cuitan, James Gunn batal jadi sutradara Guardians of the Galaxy

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebagian film dari sineas perempuan, Festival Berlin dukung kesetaraan gender

Jakarta (ANTARA News) – Festival Film Berlin berjanji mempromosikan kesetaraan gender, memulai langkah lewat menayangkan jumlah film sineas perempuan dalam kuantitas yang hampir sama dengan sineas laki-laki.

Dari 400 film yang tayang di Berlinale tahun ini, hampir setengahnya disutradarai perempuan, seperti dikutip dari Reuters.

“Kami masih punya banyak pekerjaan untuk mencapai kesetaraan gender,” kata chief festival Dieter Kosslick, yang menandatangani perjanjian untuk mempromosikan lebih banyak perempuan di industri film, Sabtu (9/2).

Festival itu juga bertekad untuk melibatkan lebih banyak perempuan di kalangan dewan juri, penampil dan staff.

Dari 17 film yang berkompetisi untuk penghargaan Golden Bear, tujuh diantaranya disutradarai kaum Hawa.

“Dalam sejarah, kami belum pernah seperti ini, dan ini membuktikan inilah keputusan yang benar,” kata Kosslick.

Gale Anne Hurd, produser film ternama seperti “Terminator”, “Aliens” dan “The Walking Dead” mengatakan perjanjian kesetaraan gender mengirimkan sinyal bahwa industri film butuh perubahan sehingga sutradara dan produser perempuan bukan lagi pengecualian.

“Festival Berlin sebenarnya melakukan yang lebih baik ketimbang sebut saja Venice atau Cannes,” kata Hurd, tamu istimewa tahun ini.

“Kadang kau harus membuat orang malu agar mereka melakukan hal yang benar. Saya tidak sepenuhnya percaya itu pilihan terbaik, itulah mengapa inisiatif ini mendorong orang-orang,” katanya.

Baca juga: Film Indonesia butuh perspektif perempuan

Baca juga: Tersandung rasisme, premier film Liam Neeson “Cold Pursuit” dibatalkan

Baca juga: Tahun Baru Imlek, bioskop China raup Rp3 triliun

Baca juga: “Sekala Niskala” dapat penghargaan festival film Berlinale

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Drama cinta empat sahabat dalam “Antologi Rasa”

Jakarta (ANTARA News) – Soraya Intercine Film mengawali 2019 dengan mempersembahkan film berjudul “Antologi Rasa” yang diangkat dari novel best seller Ika Natassa dan disutradarai Rizal Mantovani.

Rizal Mantovani mengatakan butuh waktu cukup lama dan persiapan matang dalam penggarapan film ini, demi mengedepankan kualitas gambar dan hasil maksimal.

“Kita mulai syuting pada April 2018, sebuah proses yang sangat panjang, kita sangat welcome sama proses yang lama ini, kita juga harus detil dari semuanya termasuk soundtrack dari film juga harus pas,” kata Rizal di Senayan, Jakarta, Sabtu.

Ika Natassa sebagai penulis juga menambahkan bahwa film ini mempunyai proses yang panjang dikarenakan untuk bisa mencocokan sama dengan yang ada di buku.

“Proses yang memakan waktu banyak adalah bagaimana urutan scene dan cara menyampaikan dialog utnuk sama dengan yang di buku,” tambahnya.

Junot yang memerankan Harris di film ini mengaku bahwa melalui “Antologi Rasa”, ia bisa menjadi karakter baru dari film sebelumnya dan meninggalkan kesan berbeda.

“Saya cuma bisa memberikan penafsiran yang baik. Karakter di film ini bisa menjadi karakter yang another zapran atau film saya yang lainnya,” ujar Junot.

Film ini bercerita tentang empat orang banker yang telah berteman sudah bertahun-tahun yang diperankan oleh Herjunot Ali sebagai Harris, Carissa Perusset sebagai Keara, Rafael Hady sebagai Ruly, Atikah Suhaime sebagai Denise dan Angel Pieters sebagai Dinda.

Ternyata mereka semua diam-diam menyimpan rasa.

Berawal dari Harris yang cinta mati terhadap Keara, namun Keara menaruh perasaannya kepada Ruly.

Sedangkan Ruly sudah menambatkan hatinya untuk orang lain. Sayangnya, sosok orang lain itu telah menikah.

Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya? 
Film “Antologi Rasa” bisa disaksikan di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Februari 2019.

Baca juga: “Twivortiare” dijadikan film, dibintangi Raihaanun dan Reza Rahadian

Baca juga: Film “Antologi Rasa” tayang pada hari valentine

Baca juga: Tumblr diblokir, netizen bereaksi

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kate Winslet tahan napas tujuh menit di sekuel “Avatar”

Jakarta (ANTARA News) – Kate Winslet (43) harus menahan napas sekitar tujuh menit-an saat menggarap film sekuel “Avatar”, sutradara James Cameron mengungkapkannya pada Vulture dilansir People, Sabtu.

Dalam film “Avatar 2” Kate Winslet berperan jadi Ronal, seorang anggota penyelam bebas dari ras Pandora.

Film mengharuskan Winslet beradegan di dalam air.

“Dia sangat bersemangat melakukan adegan air dan pada puncaknya, saya pikir dia menahan napas selama tujuh setengah menit – tidak selama di adegan tetapi hanya selama pelatihan,” katanya. “Dia secara teratur melakukan adegan dua atau tiga menit, akting bawah air dan berenang,” kata James Cameron (64).

Cameron menambahkan, “Dia benar-benar mendalami fisik karakter.”

“Dia adalah aktris impian saya untuk kerja bareng – tidak menyebalkan seperti yang pertama kali dulu,” candanya. “Tidak, dia juga bagus kok di Titanic.”

Rekor manusia menahan napas paling lama adalah 24 menit dan tiga detik,  penyelam Spanyol Aleix Segura Vendrell pada 2016, menurut Guinness World Records.

Jumlah rata-rata waktu manusia dapat menahan napas adalah sekitar dua menit.

Winslet bergabung dengan Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Sam Worthington, Oona Chaplin, Stephen Lang dan David Thewlis dalam sekuel film aksi fantasi Cameron 2009.

Cameron mungkin bersatu kembali dengan Winslet dalam film tersebut, tetapi ia mengatakan mungkin perlu waktu untuk berkolaborasi lagi dengan bintang Titanic lainnya, Leonardo DiCaprio.

“Leo dan saya sering bersinggungan di lingkaran lingkungan hidup karena dia melakukan banyak pekerjaan yang baik terkait perubahan iklim dan lingkungan dan stabilitas,” kata Cameron. “Dan aku suka berpikir aku melakukan bagianku dalam hal itu, meskipun kita tidak bekerja sama.”

Cameron menambahkan dia akan “benar-benar” bekerja dengan DiCaprio (44), di masa depan.

“Itu bukan hal sulit. Saya hanya belum menulis karakter khusus untuknya,” katanya.

Avatar 2 dijadwalkan untuk rilis pada Desember 2020.

Baca juga: James Cameron ungkap alasan mematikan Jack di “Titanic”

Baca juga: Cameron ungkap tanggal rilis empat sekuel “Avatar”
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warner Bros garap spin-off “Aquaman” versi horor “The Trench”

Jakarta (ANTARA News) – Warner Bros dilaporkan sedang menggarap spin-off film “Aquaman” dalam bentuk film horor tanpa ada pemeran utama yang terlibat.

Film yang berlatar belakang kerajaan bawah laut yang dikenal sebagai “The Trench”, akan diproduksi oleh sutradara “Aquaman”, James Wan, dan co-produsernya, Peter Safran, yang memiliki sejarah produksi panjang untuk film-film horor seperti “The Conjuring” dan banyak film spin-off lainnya, demikian dilansir The Verge dari The Hollywood Reporter, Jumat (8/2).

Detailnya masih terbatas, tetapi The Hollywood Reporter mengatakan Warner Bros telah menugaskan penulisan skenario pada Noah Gardner dan Aidan Fitzgerald, dua mantan karyawan di perusahaan produksi J.J. Abrams, Bad Robot.

Disebutkan bahwa ini akan jadi “film Aquaman tanpa Jason Momoa, Amber Heard, Nicole Kidman, Patrick Wilson, atau salah satu pemeran utama lainnya, dan dengan anggaran yang jauh lebih kecil”.

The Verge menyebutnya sebagai rencana yang terdengar mengerikan karena biasanya film yang membuang alur cerita dan pemeran sebelumnya, serta mengecilkan anggaran untuk sekuel film adalah tanda utama masalah produksi.

Baca juga: “Aquaman” film DC terlaris sepanjang masa
Baca juga: “Aquaman”, seru dan segar
Baca juga: Julie Andrews punya peran kejutan di “Aquaman”

 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bradley Cooper malu jika tak masuk sutradara terbaik Oscar

Jakarta (ANTARA News) – Bradley Cooper mengatakan jika dia merasa malu karena tidak masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik di Academy Awards 2019.

Bradley memulai debut sutradara pada tahun lalu lewat film remake “A Star Is Born”. Dia juga berperan sebagai Jackson Maine atau tokoh utamanya bersama Lady Gaga yang berperan sebagai Ally.

Baca juga: Bradley Cooper-Lady Gaga bawakan “Shallow” di Oscar

Dalam sebuah wawancara program SuperSoul Conversations From Time Square awal pekan ini, Bradley membahas reaksinya saat tidak masuk dalam kategori tersebut. Menurutnya, dia tidak berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik.

“Saya berada di New York City di sebuah kedai kopi dan saya melihat ke telepon saya dan (publisis) Nicole mengirim SMS kepada saya dan mereka mengucapkan selamat atas hal-hal lain ini, tetapi mereka tidak memberi tahu saya kabar buruknya. Saya bilang, “Oh wow,” dan hal pertama yang saya rasakan adalah rasa malu, sebenarnya. Saya merasa malu bahwa saya tidak melakukan bagian saya dengan baik,” ujar Bradley dilansir NME, Jumat.

Baca juga: “A Star Is Born” diprediksi menang besar di Golden Globe

Sebelumnya Bradley sudah masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik pada penghargaan lain seperti Golden Globes dan Director Guild Of America Awards. Namun tak satu pun piala yang dia dapatkan.

“Anda hanya merasa seperti pecundang ketika orang-orang memperlakukan Anda seperti itu sesudahnya,” kata Bradley kepada Oprah Winfrey.

Baca juga: Album soundtrack A Star Is Born pecahkan rekor Born This Way

Untuk Academy Awards, Bradley masuk dalam kategori Aktor Terbaik. Sedangkan film “A Star Is Born” masuk untuk kategori Skenario Adaptasi Terbaik dan Gambar Terbaik. Lalu lagu “Shallow”  yang menjadi soundtracknya masuk untuk kategori Lagu Asli Terbaik.

Bradley Cooper dan Lady Gaga akan tampil membawakan “Shallow” dalam upacara Academy Awards di Los Angeles pada 24 Februari mendatang. 

Baca juga: “A Star is Born”, memukaunya penampilan Lady Gaga

Baca juga: Aktingnya dipuji, Lady Gaga meneteskan air mata

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengalaman pertama Maxime Bouttier jadi sutradara

Jakarta (ANTARA News) – Untuk pertama kalinya Maxime Bouttier menjajal profesi menjadi sutradara, dengan menggarap film bergenre horor.

Dalam film “Kain Kafan Hitam”, Maxime menjadi co-sutradara untuk membantu Yudhistira Bayuadji. Maxime mengaku mendapat banyak pelajaran ketika berada di bangku sutradara dan mengarahkan para pemain.

Baca juga: Alasan film “Kain Kafan Hitam” wajib ditonton

“Menjadi sutradara itu harus menjalankan bagaimana berinteraksi dengan pemain dan enggak keluar dari jalur intinya dan visinya. Aku juga belajar bahwa pemain itu bebas berekspresi, aku cuma ngasih jalur saja dan mengarahkan untuk tetap stabil,” jelas Maxime kepada Antara.

Menurut kekasih Prilly Latuconsina ini, menjadi sutradara adalah hal yang sangat menarik. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengarahkan anak berusia 5 tahun.

“Yang susah itu ngasih tahu yang paling kecil. Kirain aku ngarahin yang gede semua ternyata ada yang anak kecil. Dia nangis, didiamkan dulu, selesai nangis baru ambil scene,” jelas Maxime.

“Yang paling capek itu kita adalah yang pertama datang dan terakhir pulang dan harus ngingetin dialognya pemain,” lanjutnya.

Baca juga: Maxime Bouttier komentari rumah mewah Prilly Latuconsina

Meski demikian, pria blasteran Bali-Prancis ini mengaku sangat menikmati perannya sebagai sutradara, bahkan ketagihan untuk melakukannya lagi.

“Ketagihan iya. Mungkin aku sudah tahu bagaimana lagi kedepannya bisa expand experience ke mana. Dengan pengalaman ini aku akan lebih prepare,” kata Maxime.

Baca juga: Prilly Latuconsina dihujat warganet, ini komentar Maxime Bouttier

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BAFTA tangguhkan nominasi untuk “Bohemian Rhapsody”

Jakarta (ANTARA News) – BAFTA telah menangguhkan nominasi Bryan Singer untuk “Bohemian Rhapsody” menyusul tuduhan pelanggaran seksual yang dilakukannya. 

Singer dituduh telah melakukan pelanggaran seksual terhadap empat pria pada bulan lalu. Tuduhan itu mencakup klaim hubungan seks di bawah umur dan hal tersebut dipublikasikan pada majalah The Atlantic.

Baca juga: Brian May bantah menolak tampil di Oscar

Meski Singer membantah tuduhan tersebut, BAFTA tetap menangguhkan nominasi untuk kategori Outstanding British Film tahun ini yang akan diadakan pada Minggu, 10 Februari waktu setempat.

“BAFTA menganggap perilaku yang dituduhkan tersebut sepenuhnya tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kami. Hal ini menyebabkan pencalonan Singer ditangguhkan. BAFTA mencatat penolakan dari Singer terhadap tuduhan tersebut. Karena itu penangguhan pencalonannya akan tetap berlaku sampai hasil dari tuduhan tersebut telah selesai,” tulis isi pernyataan BAFTA dilansir NME, Kamis.

“BAFTA percaya setiap orang memiliki hak untuk berkarir di lingkungan kerja yang aman dan profesional, dan itu akan terus berlanjut untuk industri film, game dan televisi untuk mencapai ini,” lanjut isi pernyataan tersebut.

Baca juga: “Bohemian Rhapsody” dicoret dari nominasi GLAAD karena kasus Bryan Singer

Organisasi ini juga telah mengklarifikasi bahwa “Bohemian Rhapsody” masih akan dinominasikan untuk Outstanding British Film pada upacara tersebut, “Dan nama individu lain yang masuk sebagai kandidat akan tetap dinominasikan.”

Bryan Singer adalah sutradara asli dari biopik Queen, tetapi dipecat oleh Fox pada bulan Desember 2017 setelah dia gagal kembali untuk mengatur jadwal syuting setelah libur Thanksgiving. Dia digantikan oleh Dexter Fletcher, yang menyelesaikan pembuatan film dan produksi film yang terkenal itu.

“Bohemian Rhapsody” baru-baru ini dikeluarkan dari nominasi GLAAD Awards setelah tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Bryan dipublikasikan.

Baca juga: Sutradara “Bohemian Rhapsody” buka suara soal tuduhan pelecehan seksual

Baca juga: Rami Malek mengaku tak tahu soal kasus Bryan Singer
 

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemain paling favorit dan menyebalkan di “Dilan 1991”

Jakarta (ANTARA News) – Syuting film “Dilan 1991” dan “Milea” telah selesai. Selama proses produksinya, membawa kesan tersendiri untuk para pemain.

Saat kunjungan para pemain film “Dilan 1991” ke Wisma Antara, Jakarta, Rabu (6/2), Vanesha Prescilla, Yoriko Angeline, Zulfa Maharani dan Debo Andryos mengatakan mengatakan bahwa Omar Esteghlal yang berperan sebagai Pian adalah yang menjadi favorit pemain.

Menurut Vanesha selama syuting, Omar adalah pemain yang paling sabar. Vanesha mengatakan jika dibandingkan dengan pemain lain, Omar memiliki sifat ngemong.

“Dia yang selama syuting paling dewasa, paling pengertian dan merangkul semua,” kata Vanesha.

Yoriko pun sependapat dengan Vanesha. Bahkan pemeran Wati ini mengatakan seandainya mengalami cinta lokasi, dia akan memilih Omar untuk ditaksir.

“Omar si Pian. Soalnya dia paling dewasa kayak ngemong gitu, lucu banget. Dia ngerangkul semua sih soalnya,” jelas Yoriko.

Baca juga: Iqbaal Ramadhan ungkap sifat Dilan yang tidak disukainya

Baca juga: Andovi da Lopez berperan sebagai Mas Herdi di “Dilan 1991”
  Artis pemeran film Dilan 1991, Vanesha Prescilla (kedua kanan), Andryos Aryanto (kanan), Zulfa Maharani (kedua kiri) dan Yoriko Angeline (kiri) menjawab pertanyaan wartawan Antara saat melakukan kunjungan media ke Kantor Berita Antara di Gedung Wisma Antara, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka promosi film Dilan 1991 yang akan tayang secara serentak di bioskop pada 28 Februari mendatang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Kalau ada sosok yang dicintai, tentu ada juga yang dianggap paling menyebalkan dan orang tersebut adalah Andovi Da Lopez yang berperan sebagai Mas Herdi. Hal ini pun disetujui oleh keempat pemain tersebut.

“Andovi Da Lopez. Soalnya dia bawel banget, orangnya heboh banget. Sedikit-sedikit “hi, guys.. hi, guys..”. Terus dia jokesnya itu receh banget,” ujar Zulfa.

“Dilan 1991” akan tayang pada 28 Februari 2019. Seri kali ini akan memiliki banyak konflik dan kisah duka.

Baca juga: Trailer film “Dilan 1991” bikin senyum-senyum sendiri

Baca juga: Dilan 1991 dirilis 28 Februari 2019

Baca juga: Inilah sosok Yugo dalam film “Dilan 1991”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan film “Kain Kafan Hitam” wajib ditonton

Jakarta (ANTARA News) – “Kain Kafan Hitam” akan tayang di bioskop pada 14 Februari 2019 dan menurut Maxime Bouttier selaku co-sutradara, film ini bukanlah cerita horor biasa.

“Kain Kafan Hitam” bercerita tentang kebangkitan roh dari masa lalu yang tidak tenang. Meski demikian, kisahnya tidak hanya seputar hal mistis saja namun juga tentang keluarga dan juga persahabatan.

“Ini enggak hanya horor tapi ada keluarganya juga. Ada tentang mengurus adik-adiknya, jadi ini cerita keluarga dan juga ada persahabatannya,” ujar Maxime dalam kunjungannya ke Antara, Rabu.

Baca juga: Maxime Bouttier komentari rumah mewah Prilly Latuconsina

“Film horor udah banyak tapi ini di dalamnya selain ada horor kita ada misterinya. Kita harus bisa mikir, ada drama dan kita punya pesan moral,” kata Claudy Putri salah satu pemain “Kain Kafan Hitam”.

Film ini juga debut pertama bagi Maxime untuk menjadi sutradara. Bagi kekasih Prilly, mengarahkan film horor memiliki tantangan yang cukup besar.

“Ini pengalaman pertama yang harus aku ambil. Sangat menarik ternyata. Review filmnya kita nonton sendiri di bioskop sebelum bioskop buka. Aku pengin next level sih,” jelas Maxime.

Hal menarik lain dari film “Kain Kafan Hitam” adalah tanggal perilisan yang sama dengan Hari Valentine. Bisa dibilang hal ini cukup berbeda dari film lainnya.

Baca juga: Prilly Latuconsina dihujat warganet, ini komentar Maxime Bouttier

“Ini kan tayangnya pas Valentine. Kalau nonton sama pacar pas nge-date di hari romantis itu akan mendekatkan couple ini. Bikin kesempatan untuk mereka deket. Karena hari Valentine kebanyakan film romantis, kita anti-mainstream,” kata Haico Van Der Veken salah satu pemain “Kain Kafan Hitam”.

“Kain Kafan Hitam” disutradarai oleh Yudhistira Bayuadji dan Maxime. Selain Maxime yang juga berperan sebagai bintang utama, film ini juga dibintangi oleh Ajun Perwira dan Shandy Williams.
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Promosi film Kain Kafan Hitam

Artis pemeran film Kain Kafan Hitam (dari kanan) Maxime Bouttier, Haico Van Der Veken, Claudy Putri dan Shandy William menjawab pertanyaan wartawan Antara saat melakukan kunjungan ke Kantor Berita Antara di gedung Wisma Antara, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka promosi film Kain Kafan Hitam yang akan tayang secara serentak di bioskop pada 14 Februari mendatang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.

Oscars 2019 tak ada host, pertama kali dalam tiga dekade

Jakarta (ANTARA News) – Ajang penghargaan Oscars 2019 tak akan punya host untuk pertama kalinya dalam tiga dekade ini setelah Kevin Hart mengundurkan diri.

HuffPost pada Selasa (5/2) melansir Academy of Motion Picture Arts and Sciences akhirnya memilih untuk tidak memiliki host, ABC Entertainment PR dan juru bicara akademi mengatakan kepada ABC News.

Akademi tidak segera menanggapi permintaan komentar HuffPost.

Komedian Kevin Hart mengundurkan diri menjadi host Oscars menyusul serangan balik atas komentar-komentar homofobik dia di masa lalu.

Akademi tersebut memilih Hart pada awal Desember untuk menjadi host Academy Awards ke-91 setelah pencarian yang panjang di tengah menurunnya peringkat untuk siaran tahunan.

Penunjukkan Hart dengan cepat mendapat kecaman, dengan adanya tweet dan lelucon komedian sebelumnya yang mengungkapkan soal homofobia.

Hart, yang pernah hadir pada upacara-upacara Oscar sebelumnya, awalnya menawarkan permintaan maaf di tengah tekanan yang meningkat dari akademi untuk mengatasi tweet.

“Saya tidak akan melanjutkan untuk kembali ke masa lalu ketika saya melanjutkan hidup, dan saya sudah jadi orang yang berbeda sekarang,” kata Hart dalam sebuah video di Instagram. “Aku akan tetap menjadi aku; aku akan mempertahankan posisi saya. “

Beberapa jam kemudian, dia menawarkan permintaan maaf yang lebih mantap dan mengatakan dia mengundurkan diri sebagai pembawa acara pada 24 Februari.

“Saya telah membuat pilihan untuk mundur dari menjadi tuan rumah Oscar tahun ini …. ini karena saya tidak ingin menjadi pengalih perhatian pada malam yang harus dirayakan oleh begitu banyak artis berbakat yang luar biasa,” tulisnya di Twitter. “Saya dengan tulus meminta maaf kepada komunitas LGBTQ atas kata-kata tidak sensitif saya dari masa lalu saya.”

Saran untuk host pengganti Oscars berlimpah di minggu-minggu berikutnya. Tetapi Variety melaporkan bulan lalu bahwa Oscar akan mencoba format baru tanpa host, dengan para produser akan mendelegasikan peran pembawa acara ke sejumlah bintang papan atas yang akan memperkenalkan berbagai segmen.

Variety juga melaporkan academy akan mengisi kekosongan host dengan sandiwara dan segmen musik.

Terakhir kali Oscar tidak ada host-nya adalah Academy Awards ke-61pada Maret 1989, yang dibuka dengan pertunjukan musikal yang banyak dicela, dibintangi Rob Lowe dan Snow White.

Baca juga: Alfonso Cuaron, sutradara “Roma” sabet DGA Awards

Baca juga: Kevin Hart bersedia kembali jadi host Oscars

Baca juga: Komedian Kevin Hart akan jadi “host” Academy Award 2019

Baca juga: Lady Gaga, Rami Malek dan sederet selebriti hadiri Oscar Nominees Luncheon

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tersandung rasisme, premier film Liam Neeson “Cold Pursuit” dibatalkan

Jakarta (ANTARA News) – Peluncuran perdana film “Cold Pursuit” di New York dibatalkan di tengah masalah rasisme yang menimpa sang aktor utama Liam Neeson terkait komentarnya tentang keinginan dirinya untuk melakukan pembunuhan bermotif rasial di masa lalu.

Kontroversi itu terjadi setelah Liam mengatakan jika ia pernah berjalan sambil membawa senjata setelah teman dekatnya diperkosa oleh seorang pria kulit hitam.

“Saya bolak-balik area tersebut dengan sebuah tongkat pendek, berharap ada seseorang yang mendekati. Saya malu mengatakan itu dan saya mungkin melakukannya selama seminggu, berharap ada beberapa bajingan hitam keluar dari pub dan coba menanyakan sesuatu padaku, kau tahu? Jadi saya bisa membunuhnya,” ujar Liam dilansir NME, Rabu.

“Cold Pursuit” di mana Liam berperan sebagai petugas pembersih salju dijadwalkan tayang pada 5 Februari. Namun acara karpet merahnya dibatalkan beberapa jam sebelum acara dimulai. Meski demikian, film itu akan tetap diputar sesuai jadwal.

Aktor yang dinominasikan untuk Oscar itu menanggapi kotroversi seputar komentarnya dalam acara Good Morning America. Dia mengatakan jika saat itu telah mencari bantuan dari seorang pendeta.

“Karena teman saya diperkosa secara brutal dan saya pikir saya membela kehormatannya dan saya akui itu. Itu adalah sebuah bentuk pembelajaran,” kata Liam.

“Kita semua berpura-pura benar secara politis. Di negara ini – itu sama di negara saya juga – Anda kadang-kadang hanya menggali permukaannya saja dan Anda menemukan rasisme dan kefanatikan ini dan itu ada di sana,” lanjutnya.

Liam Neeson juga telah dijadwalkan untuk memberikan penghargaan pada Oscar tahun ini pada 24 Februari. Namun belum jelas apakah kontroversi ini akan memengaruhi penampilannya di ajang bergengsi tersebut. 

Baca juga: Liam Neeson isi suara pemandu navigasi Waze
 

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anime Jepang “Mirai” raih penghargaan Annie Award

Jakarta (ANTARA News) – Film animasi “Mirai” karya Mamoru Hosoda mendapatkan penghargaan di kategori Best Animated Independent Feature dalam Annie Awards ke-46.

“Mirai” berkisah tentang bocah laki-laki berusia empat tahun yang berada di taman magis, membuatnya bisa menjelajah waktu dan bertemu kerabat dari era berbeda, dipandu oleh adiknya dari masa depan.

“Anak saya jadi model untuk film ini. Saya membuat film sambil berpikir betapa bahagianya bermain dengan anak kecil,” kata Hosoda di Los Angeles seperti dikutip Kyodo.

Annie Award yang diadakan oleh  International Animated Film Society adalah salah satu penghargaan tertinggi di industri produksi animasi.

Pemenang besar di penghargaan ini adalah “Spider-Man: Into the Spider-Verse” yang membawa pulang tujuh penghargaan, termasuk Film Animasi Terbaik.

Hosoda, yang disebut-sebut bakal jadi penerus sutradara animasi ternama Hayao Miyazaki, sebelumnya dikenal sebagai pembuat animasi “Toki wo Kakeru Shojo” (The Girl Who Leapt Through Time) pada 2006, dan “Bakemono no Ko” (The Boy and The Beast) pada 2015.

Kategori The Best Animated Independent Feature meliputi film animasi dengan distribusi kecil dibandingkan studio besar, tayang di kurang dari 1000 bioskop di AS.

“Mirai” juga diharapkan membawa pulang penghargaan Animasi Terbaik Oscar yang akan diumumkan akhir Februari ini.

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alfonso Cuaron, sutradara “Roma” sabet DGA Awards

Jakarta (ANTARA News) – Alfonso Cuaron, sutradara “Roma” menyabet penghargaan Directors Guild of America Awards (DGA Awards) ke-71 yang digelar Sabtu (2/2).

Cuaron mengalahkan Bradley Cooper untuk film “A Star Is Born,” Sedangkan Spike Lee dengan “BlacKkKlansman,” Adam McKay untuk “Vice,” dan  Peter Farrelly untuk “Green Book” untuk kategori penghargaan Feature Film.

Bo Burnham juga membawa pulang hadiah untuk kategori First-Time Feature Film lewat film drama “Eight Grade”. Dia bersaing Cooper, Carlos Lopez Estrada untuk “Blindspotting,” Matthew Heineman untuk ” A Private War,” dan Boots Riley untuk “Sorry to Bother You.”

Sementara Cooper kalah dalam kedua penghargaan itu, dua aktor lain yang menjadi sutradara menang: Ben Stiller dan Bill Hader. Stiller menang dalam film-film untuk televisi dan kategori seri terbatas untuk drama “Break at Dannemora,” sementara Hader menang untuk serial komedi untuk “Barry,” yang juga ia jagokan.

McKay tidak meraih penghargaan film top, tetapi tidak mendapatkan salah satu dari dua hadiah TV malam itu: serial dramatis, untuk drama keluarga “Succession.”

Sementara itu, Tim Wardle memenangkan hadiah film dokumenter untuk “Three Identical Strangers” dalam kategori sulit bersaing dengan “Won’t You Be My Neighbor?,” “RBG,” dan lainnya, demikian menguyip laporan Variety, Sabtu (2/2).

Berikut daftar lengkap pemenang DGA Awards:

Feature Film

Alfonso Cuarón, “Roma”
Bradley Cooper, “A Star Is Born”
Peter Farrelly, “Green Book”
Spike Lee, “BlacKkKlansman”
Adam McKay, “Vice”

First-Time Feature Film

Bo Burnham, “Eighth Grade”
Bradley Cooper, “A Star Is Born”
Carlos López Estrada, “Blindspotting”
Matthew Heineman, “A Private War”
Boots Riley, “Sorry to Bother You”

Documentary Feature

Tim Wardle, “Three Identical Strangers”
Morgan Neville, “Won’t You Be My Neighbor?”
Betsy West dan Julie Cohen, “RBG”
RaMell Ross, “Hale County This Morning, This Evening”
Elizabeth Chai Vasarhelyi dan Jimmy Chin, “Free Solo”

Dramatic Series

Jason Bateman, Ozark, “Reparations”
Lesli Linka Glatter, Homeland,“Paean to the People”
Chris Long, The Americans, “START”
Adam McKay, Succession,“Celebration”
Daina Reid, The Handmaid’s Tale, “Holly”

Comedic Series

Donald Glover, Atlanta, “FUBU”
Bill Hader, Barry, “Chapter One: Make Your Mark”
Hiro Murai, Atlanta, “Teddy Perkins”
Daniel Palladino, The Marvelous Mrs. Maisel, “We’re Going to the Catskills!”
Amy Sherman-Palladino, The Marvelous Mrs. Maisel, “All Alone”

Movie for Television or Limited Series

Cary Joji Fukunaga, “Maniac”
David Leveaux dan Alex Rudzinski, “Jesus Christ Superstar Live in Concert”
Barry Levinson, “Paterno”
Ben Stiller, “Escape at Dannemora”
Jean-Marc Vallée, “Sharp Objects”

Regularly Scheduled Programming for Variety, Talk, News, or Sports

Paul G. Casey, “Real Time with Bill Maher” untuk “#1633”
Sacha Baron Cohen, Nathan Fielder, Daniel Gray Longino, dan Dan Mazer, “Who Is America?” untuk “Episode 102”
Jim Hoskinson, “The Late Show with Stephen Colbert” untuk “#480”
Don Roy King, “Saturday Night Live” untuk “Host Adam Driver/Musical Guest Kanye West”
Paul Pennolino, “Last Week Tonight with John Oliver” untuk “Italian Election”

Special for Variety, Talk, News, or Sports

Louis J. Horvitz, “the 60th Annual Grammy Awards”
Tim Mancinelli dan Glenn Clements, “The Late Late Show Carpool Karaoke Primetime Special 2018”
Beth McCarthy-Miller, “Bill Maher: Live from Oklahoma”
Marcus Raboy, Steve Martin dan Martin Short: “An Evening You Will Forget for the Rest of Your Life”
Glenn Weiss, “the 72nd Annual Tony Awards”

Reality Program

Neil P. DeGroot, Better Late Than Never, “How Do You Say Roots in German?”
Eytan Keller, Iron Chef Gauntlet, “Episode 201”
Patrick McManus, American Ninja Warrior, “Miami City Qualifiers”
Russell Norman, The Final Table, “Japan”
Bertram van Munster, The Amazing Race, “It’s Just a Million Dollars, No Pressure’

Children’s Program

Allan Arkush, A Series of Unfortunate Event, “The Hostile Hospital: Part 1”
Jack Jameson, ‘When You Wish Upon a Pickle: A Sesame Street Special’
Greg Mottola, The Dangerous Book for Boys untuk “How to Walk on the Moon”
Barry Sonnenfeld, A Series of Unfortunate Events untuk “The Vile Village: Part 1”
Bo Welch, A Series of Unfortunate Events untuk “The Ersatz Elevator: Part 1”

Baca juga: Daftar nominasi Oscar 2019, “Roma” dan “The Favourite” memimpin

Baca juga: “Green Book” sabet PGA Awards, digadang-gadang menang Oscar

Baca juga: Sutradara “La La Land” menang di DGA, selangkah menuju Oscar

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Alita: Battle Angel”, film yang tertunda 20 tahun

Jakarta (ANTARA News) – Alita tidak bisa mengingat siapa dirinya setelah Dr. Dyson Ido memperbaikinya dan memperkenalkannya pada kehidupan di Iron City.

Alita (Rosa Salazar), seorang cyborg, tiba-tiba tertarik pada olahraga motorball, yang dimainkannya bersama teman manusia Hugo. Semua makhluk yang tinggal di kota punya impian untuk dapat pergi ke kota terapung Zalem karena kehidupan di Iron City sangat tidak menguntungkan sejak perang dengan United Republic of Mars ratusan tahun yang lalu.

Hanya ada dua cara bagi para penduduk kota untuk bisa naik ke Zalem, menang motorball atau menjadi Ksatria Pemburu (Warrior Hunter) dan mendapat bayaran yang akan dihitung sebagai kredit untuk bisa ke Zalem. 

Tertunda 20 tahun

“Alita: Battle Angel” diangkat dari serual manga Jepang “Gunm” buatan Yukito Kishiro, cerita ini juga dikenal sebagai “Battle Angel Alita”. Laman Hollywood Reporter menulis James Cameron tertarik mengadaptasi manga tahun 90an ini sejak 2003 lalu.

Sayangnya, Alita harus tertunda karena Cameron juga menyiapkan film “Avatar”, salah satu film populer sepanjang masa dan film terkenal Cameron lainnya setelah “Titanic”.

Film ini terus tertunda, namun, Cameron masih berminat menggarapnya. Sutradara Robert Rodriguez akhirnya masuk ke dalam proyek film “Alita: Battle Angel”, Cameron menjadi produser dan penulis naskah.

Cerita versus CGI

Film ini mungkin diuntungkan oleh penundaan hingga lebih dari 20 tahun, computer generated image (CGI) yang dipakai di film ini sangat halus sehingga cyborg dapat hadir dengan kepala manusia betulan dan terlihat natural dengan keadaan di sekitarnya.
  Salah satu adegan dalam film “Alita: Battle Angel” karya sutradara Robert Rodriguez. (foxmovies.com)

Pertempuran para cyborg maupun olahraga motorball, campuran bermain basket dengan sepatu roda tampil memukau berkat teknologi ini.

Permainan motorball menjadi salah satu adegan  yang menarik sepanjang film, namun, penonton perlu berhati-hati jika ingin mengajak anak-anak untuk menonton film ini karena adegan tersebut cukup brutal: para cyborg keluar hidup-hidup atau mati terpotong-potong di arena motorball.

“Alita: Battle Angel” mencampurkan kehidupan manusia di masa depan dengan para cyborg, bukan hal yang aneh dalam film ini melihat kepala manusia dengan badan robot, namun, dapat bergerak secara luwes seperti manusia betulan.

Begitu juga yang terjadi dengan Alita, dia berpakaian layaknya remaja usia 17 tahunan, namun seluruh badannya, kecuali kepala, merupakan robot.

Wajah Rosa Salazar, pemeran Alita, direkayasa sedemikian rupa hingga menjadi animasi hidup khas seperti yang bisa ditemui di anime, rambut lurus, bibir mungil, dagu runcing dan bermata besar. Tampilan Alita kontras dengan cyborg lain, yang umumnya berwajah seperti manusia biasa (bukan seperti kartun) dipasangkan ke badan robot.

Efek visual CGI yang memukau tidak diimbangi dengan alur cerita, jalinan kisah “Alita:Battle Angel” agak sulit dipahami. Entah bagaimana, Alita yang semula tidak mengetahui siapa dirinya dan apa kemampuannya sebagai cyborg, menjelma menjadi cyborg mungil yang super kuat hingga bisa mengalahkan salah satu cyborg paling ditakuti di kota, Zapan, hingga pemimpin para cyborg jahat, Grewishka.
  Salah satu adegan dalam film “Alita: Battle Angel” karya sutradara Robert Rodriguez. (foxmovies.com)

Belakangan, masa lalu Alita terkuak, namun, tidak cukup menjawab mengapa dia bisa menjadi begitu kuat. Kekuatan tersebut seolah datang begitu saja bahkan tanpa perlu berlatih atau, formula yang sering dipakai untuk para superhero Hollywood, muncul tidak sengaja dan membuat kaget sang empunya.

Begitu kuatnya Alita, dia masih bisa bertahan dan memukul mundur Grewishka dalam kondisi badan robotnya sudah terlepas, menyisakan torso dan kepala, sesuatu yang hampir tidak terjadi di cyborg lain yang langsung mati atau tidak berdaya begitu anggota tubuhnya terlepas.

Akhir film ini mengesankan akan ada sekuel “Alita: Battle Angel”, hal itu juga mungkin yang membuat cerita cukup Alita membingungkan. 

“Alita: Battle Angel” dibintangi Jennifer Connely, Christoph Waltz, Mahersala Ali dan Ed Skrein, meluncur di Inggris Raya sejak 31 Januari lalu. Film ini akan tayang di Indonesia mulai 5 Februari.

Baca juga: Sutradara “Lord of The Rings” garap film dokumenter The Beatles

Baca juga: Jake Gyllenhaal jadi kritikus seni di film “Velvet Buzzsaw”

Baca juga: Film dokumenter Michael Jackson “Leaving Neverland” hebohkan Sundance

Baca juga: “Untouchable”, film dokumenter soal Harvey Weinstein diputar di Sundance

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Klip “Captain Marvel” dirilis, tampilkan adegan laga di atas kereta

Jakarta (ANTARA News) – Marvel merilis klip adegan laga film “Captain Marvel”, memperlihatkan Carol Danvers yang diperankan aktris Brie Larson bertarung dengan Skrulls di atas kereta.

Dalam potongan adegan selama 48 detik itu, Carol mengejar Skrull yang menyamar menjadi pria paruh baya di atas kereta yang tengah melaju kencang .

Klip itu juga menampilkan Nick Fury muda (Samuel L Jackson) dan Phil Coulson (Clark Gregg) yang berusaha mengikuti Carol menggunakan mobil.

Dilansir Vanity Fair Sabtu (2/2), Brie Larson mengungkap klip terbaru “Captain Marvel” itu saat tampil di acara Ellen DeGeneres Show, Jumat (1/2), waktu setempat.

Ia lalu mengunggah potongan adegan tersebut di akun Twitternya @brielarson. Kemudian, Marvel resmi merilisnya di platform media sosialnya pada Sabtu.

Captain Marvel, yang disutradarai oleh Anna Boden dan Ryan Fleck dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Maret. Film tersebut akan membawa penonton bernostalgia dengan suasana 1990-an, dan diharapkan memberi bocoran tentang “Avengers: Endgame”.

Baca juga: Trailer terbaru “Captain Marvel” tampilkan perang Kree-Skrull

Baca juga: Marvel rilis trailer “Captain Marvel”

Baca juga: Marvel akan buat film superhero Asia pertama

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “Orang Kaya Baru” tembus 600 ribu penonton

Jakarta (ANTARA News) – Film “Orang Kaya Baru” sudah ditonton 600 ribu orang setelah lebih dari satu pekan tayang di bioskop di Indonesia.

“Setelah lebih dari seminggu penayangan, film ‘Orang Kaya Baru’ masih jadi pilihan penonton di bioskop. SUdah 600 ribu penonton terhibur oleh film keluarga ini,” kata rumah produksi Screenplay Productions dalam keterangan pers, Minggu.

Film karya sutradara Ody C. Harahap dan penulis naskah Joko Anwar ini tayang di bioskop mulai 24 Januari lalu, menampilkan Cut Mini, Derby Romero, Raline Shah, Lukman Sardi, Fatih Unru dan Refal Hady.

Kehidupan Tika (Raline), Duta (Derby) Dodi (Fatih) dan ibunya (Cut Mini) berubah 180 derajat semenjak Bapak (Lukman Sardi) meninggal, dari yang pas-pasan mendadak menjadi kaya raya. Kekagetan dan kenorakan keluarga mereka menjadi sorotan utama film ini, bagaimana reaksi mereka sekarang dapat meraih semua yang mereka inginkan.

Kelucuan keluarga yang mendadak mandi uang ini rupanya khayalan Jok Anwar semasa kecil saat dia hidup dan tinggal bersahaja di Medan, Sumatera Utara. 
  Salah satu adegan dalam film “Orang Kaya Baru” (HO/Screenplay Pictures)

Joko, dalam jumpa pers Januari lalu, mengatakan ketika itu dia sering berkhayal sebenarnya ayahnya hanya berpura-pura miskin, seperti yang dilakukan Lukman Sardi di film tersebut.

Salah satu adegan bahkan terinspirasi dari cerita masa kecil Joko, masuk bak mandi karena membayangkan bathtub.

Film “Orang Kaya Baru” memasukkan unsur kekeluargaan yang erat meski pun hidup kekurangan.

Baca juga: Realita noraknya menjadi orang kaya baru

Baca juga: Berperan jadi orang susah, Raline Shah harus lakukan observasi ini

Baca juga: Cut Mini senang berakting norak di “Orang Kaya Baru”

Baca juga: Terinspirasi masa kecil, Joko Anwar tulis skenario “Orang Kaya Baru”

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Mission: Impossible” rilis 23 Juli 2021 & 5 Agustus 2022

Jakarta (ANTARA News) – Paramount Pictures telah merilis tanggal tayang untuk dua seri “Mission: Impossible” yakni pada 23 Juli 2021 dan 5 Agustus 2022.

Tom Cruise masih akan berperan sebagai Ethan Hunt dan Christopher McQuarrie akan kembali menjadi sutradara serta penulis skenarionya. Christopher sendiri sudah empat kali berturut-turut bertindak sebagai sutradara atau penulis untuk film “Mission: Impossible”.

Baca juga: Dua seri “Mission: Impossible” akan rilis 2021 dan 2022

“Kami sangat bersemangat untuk membangun kesuksesan besar seperti “Mission: Impossible – Fallout” dengan kembali membawa Chris dan Tom pada dua film berikutnya, setelah dua kolaborasi sebelumnya juga sukses,” ujar Jim Gianopulos, chairman dan CEO Paramount Pictures, dilansir Deadline, Sabtu.

“Kami juga menikmati kerjasama hebat dengan Skydance dan David Ellison pada tiga film terbaru ini dan berharap bisa bersama-sama mengikuti kesuksesan sebelumnya dengan franchise besar ini,” lanjutnya.

Baca juga: Tom Cruise tak pernah nolak aksi berbahaya di Mission Impossible

Melalui enam film, “Mission: Impossible” telah mengumpulkan 3,5 miliar dolar atau Rp48,8 triliun di seluruh dunia. Sedangkan “Mission: Impossible – Fallout” menjadi seri terlaris dengan meraup 791,1 juta dolar atau Rp11,03 triliun di seluruh dunia.

“Mission: Impossible – Fallout” juga menjadi film dengan ulasan terbaik. Film ini mendapat 97 persen di Rotten Tomatoes.

Selain “Mission: Impossible”, Skydance Media dan Paramount Pictures bekerja sama untuk sekuel “Top Gun” (26 Juni 2020), “Terminator” (1 November 2019) dan “Gemini Man” (11 Oktober 2019).

Baca juga: Kembalinya aksi Tom Cruise di “Mission Impossible: Fallout”,

Baca juga: Tom Cruise patah pergelangan kaki, syuting “Mission: Impossible” ditunda

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lagu “Heart of Life” John Mayer dijadikan serial drama, begini kisahnya

Jakarta (ANTARA News) – Lagu “Heart of Life” milik John Mayer dijadikan serial drama di ABC.

ABC sudah menyerahkan satu episode pilot serial drama yang kisahnya berdasarkan lagu tersebut, seperti dikutip dari Billboard, Sabtu.

“Heart of Life” bercerita soal dua pasang kakak beradik yang datang dari latar belakang yang sangat berbeda namun rupanya mereka punya hubungan dan harus mempertimbangkan ulang segalanya termasuk soal ayah mereka.

Ketika mereka menjelajahi misteri masa kecil mereka yang terpisah, mereka mengalami kesulitan dalam mengatasi dosa-dosa masa lalu, dan belajar sukacita bersatu kembali dengan keluarga yang telah lama hilang.

Ben Queen (yang pernah menulis untuk serial “Powerless” di NBC serta “Cars 2” dan “Cars 3”) akan menulis naskah dan memproduksi bersama Mayer, Melvin Mar (“Speechless”, “Jumanji”), Jake Kasdan (“Bless This Mess”) dan Paul Weitz (“Mozart in the Jungle”, “About a Boy”) .

Drama ini adalah produksi bersama antara 20th Century Fox TV‚ di mana Mar dan Kasdan bekerja – dan ABC Studios.

“Heart of Life” adalah salah satu trek di album studio ketiga Mayer “Continuum.”

Baca juga: John Mayer jalani operasi usus buntu

Baca juga: Tiket konser John Mayer dijual besok, harga mulai Rp1,3juta

Baca juga: John Mayer buka-bukaan soal hubungan seksnya

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019