Adegan emosional ini hampir dihapus dari “Avengers: Endgame”

Jakarta (ANTARA) – Sebuah momen emosional dalam “Avengers: Endgame” hampir saja dipotong dari film hit itu, yakni saat Steve Rogers atau Captain America melihat Peggy Carter melalui jendela.

Duo sutradara Joe Russo dan Anthony Russo pada akhirnya memasukkan adegan tersebut. Adegan itu terjadi saat Steve Rogers dan Tony Stark kembali ke tahun 1970an untuk mengambil salah satu batu Infinity.

Meskipun pasangan tersebut tidak berinteraksi, pandangan sekilas itu akhirnya menghasilkan keputusan Rogers untuk tetap berada di masa lalu. Dia ingin menjalani sisa hari-harinya bersama Carter di sisinya.

Salah satu penulis “Avengers: Endgame”, Stephen McFeely menjelaskan bahwa adegan pendek tersebut pada awalnya tidak direncanakan.

“Draf pertama kami tidak memiliki ini. Ini akan terlihat memalukan tapi ternyata ini indah,” ujar McFeely dilansir NME, Kamis.

“Avengers: Endgame” baru-baru ini menjadi film terlaris sepanjang masa dan mencopot “Avatar” karya James Cameron hanya kurang dari tiga bulan setelah dirilis.

Sementara itu, co-sutradara Joe Russo telah menjelaskan mengapa Natasha Romanoff atau Black Widow tidak mendapat adegan pemakaman dalam film “Endgame”.

Ia mengatakan bahwa Natasha tampil di  film lain, sementara Tony (Stark) tidak.

Baca juga: Sutradara “Avengers: Endgame” pertimbangkan peran untuk Keanu Reeves

Baca juga: Penulis skenario “Avengers: Endgame” ingin garap film “Superman”
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penggemar ingin Captain America tetap Chris Evans

Jakarta (ANTARA) – Penggemar Captain America menginginkan superhero itu tetap diperankan oleh Chris Evans jika memang karakter tersebut muncul lagi dalam film Marvel Studios mendatang.

“Curhatan” penggemar Captain America itu mereka kemukakan ketika mengomentari unggahan Marvel Studios Selasa pagi (30/7) yang berisi cuplikan pertempuran Captain America dengan musuh para Avenger, Thanos.

Dalam klip singkat yang diunggah Marvel Studios, tampak Captain America dengan tameng di tangan kiri dan palu Thor di tangan kanan menghajar Thanos.

“Saya akan merindukanmu selalu:( saya harap kamu menjadi @Captain America lagi @Chris Evans,” tulis seorang penggemar dengan akun @darq_king.

“Saya ingin satu lagi film dengan avenger favorit saya, Chris Evans,” sepenggal dari tweet panjang Shelley J Riling.

Marvel Studios juga sudah membuka pemesanan (pre-order) “Avengers: Endgame” versi digital mulai 30 Juli dan Blu-ray 13 Agustus 2019.

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bryan Domani baca “Bumi Manusia” untuk tambah kosakata

Jakarta (ANTARA) – Tidak berapa lama sebelum diajak terlibat dalam film “Bumi Manusia”, Bryan Domani sempat membaca buku Pramoedya Ananta Toer itu untuk menambah perbendaharaan kata bahasa Indonesia.

Aktor yang banyak wara-wiri di layar kaca itu mengaku masih harus memperbanyak kosa kata bahasa Indonesia. Ketika mencari buku sastra Indonesia yang direkomendasikan, judul “Bumi Manusia” muncul.

“Jadi sebelum itu (terlibat film) aku sudah sempat baca,” ujar Bryan saat berkunjung ke kantor berita ANTARA, Rabu.

Pemilik nama lengkap Bryan Elmi Domani dipercaya untuk menghidupkan karakter Jan Dapperste atau Panji Darman di film “Bumi Manusia” yang diangkat dari karya sastra Pramoedya Ananta Toer.

Dalam novel, teman sekelas Minke (Iqbaal Ramadhan) di Hogere Burger School ini adalah seorang pribumi yang dijadikan anak angkat oleh keluarga Belanda.

Jan Dapperste tidak suka dengan nama keluarga itu dan akhirnya berganti nama menjadi Panji Darman.

Perubahan nama itu berdampak juga pada gerak-gerik lelaki itu. Setelah namanya berganti jadi Panji Darman, dia jadi lebih terbuka.

“Karakter Jan ini sangat bertolak belakang banget sama aku,”

Tak cuma memperlihatkan transformasi perilaku setelah nama karakternya berganti jadi Panji Darman, Bryan juga harus mempelajari cara bicara dan gerak-gerik karakter yang hidup pada era 1900-an.

Salah satu perbedaan mencolok Panji Darman versi buku dan film adalah penampilan fisik. Panji Darman yang dalam buku digambarkan sebagai pribumi diperankan oleh Bryan yang berasal dari keluarga Indonesia-Jerman.

Aktor 19 tahun itu tak terlalu ambil pusing dengan perbedaan itu. Perihal itu, Bryan menuturkan sutradara Hanung Bramantyo pernah mengatakan alasan memilih aktor berdarah Indo sebagai Panji Darman.

Dia mengatakan ada satu dialog Panji Darman yang bakal terasa lebih “menonjok” bila diucapkan karakter Indonesia-Belanda ketimbang karakter pribumi.

“Bumi Manusia” adalah buku pertama dari Tetralogi Buru yang ditulis ketika Pram mendekam di pulau Buru. Pram menulis kisah ini di bekas kertas bungkusan semen sebelum akhirnya ditulis pada 1975.

Novel yang kisahnya berlatar belakang kebangkitan nasional antara 1890 – 1918 ini sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru.

Film “Bumi Manusia” akan tayang pada 15 Agustus dan dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva De Jongh, Sha Ine Febriyanti, Ayu Laksmi, Donny Damara dan Jerome Kurnia.

Baca juga: Apa kesamaan Jerome Kurnia dengan Robert Suurhorf “Bumi Manusia”?

Baca juga: Iwan Fals hingga Once ramaikan soundtrack “Bumi Manusia”

Baca juga: Hanung Bramantyo ingin tetralogi “Buru” difilmkan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Elizabeth Olsen bertunangan

Jakarta (ANTARA) – Aktris Elizabeth Olsen yang juga berperan dalam “Avengers” dikabarkan bertunangan dengan kekasihnya, Robbie Arnett. Pria yang sudah berkencan dengannya selama tiga tahun itu merupakan pentolan Milo Greene.

Keduanya tampil bersama pertama kali di hadapan publik pada musim gugur 2017 dan dikabarkan mulai pacaran sejak Maret 2017.

Dilansir People, ini bukan pertunangan pertama bagi Elizabeth Olsen. Sang aktris sebelumnya berkencan dengan Boyd Holbrook, namun hubungan mereka kandas pada 2014 setelah tiga tahun pacaran.

Elizabeth Olsen kini disibukkan dengan proyek film baru. Marvel Cinematic Universe fase empat menghadirkan berbagai serial dan film baru yang melibatkan Olsen sebagai Scarlet Witch. Tokoh pahlawan super itu akan hadir dalam serial “WandaVision” yang tayang di platform streaming Disney+ serta bagian dari sekuel “Doctor Strange in the Multiverse of Madness”.

Baca juga: Nasihat si kembar Olsen untuk adiknya

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apa kesamaan Jerome Kurnia dengan Robert Suurhorf “Bumi Manusia”?

Jakarta (ANTARA) – Apa kesamaan Jerome Kurnia dengan Robert Suurhorf “Bumi Manusia”?

Aktor Jerome Kurnia berperan sebagai Robert Suurhorf, teman Minke (Iqbaal Ramadhan), di film “Bumi Manusia” yang diangkat dari novel sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Saat berkunjung ke kantor berita Antara, Rabu, Jerome menuturkan karakter Robert sebagai pria Indonesia-Belanda yang betul-betul membenci darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya.

“Kesamaan karakter, kita sama-sama ada darah campurannya. Tapi dari sifat dan perilaku enggak ada yang mirip, jauh,” tutur Jerome pada ANTARA.

Tokoh Robert Suurhorf menantang untuk diselami, kata dia, karena karakter itu tinggal pada zaman yang sangat berbeda dari saat ini.

Bukan cuma harus bisa bertutur dalam bahasa Belanda kuno, dia juga harus memahami dan mewujudkan gerak-gerik anak sekolah menengah atas sesuai latar belakang yang digambarkan di “Bumi Manusia”.

Mendapat kesempatan beradu akting dengan aktor-aktor berpengalaman di film itu membuat Jerome belajar banyak hal dari pengambilan gambar “Bumi Manusia”.

“Selain bekerja, kita belajar banyak banget. Contohnya kesabaran, mental, cara bersikap, dan juga teknis, cara bermain menggunakan jiwa bukan hanya sesuatu yang superfisial,” kata pemeran Yugo dalam “Dilan 1991”.

Jerome mengenang pertemuan pertamanya dengan karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Dia mengingat sering bolak-balik melewati rak berisi buku-buku Pram milik sang bude.

“Tapi baru lihat doang, belum baca,” seloroh dia.

Saat duduk di bangku SMP, dia ditugaskan untuk membaca buku “Bumi Manusia”. Kesan setelah membaca buku itu berubah ketika Jerome membacanya bertahun-tahun kemudian.

“Ada perasaan yang berbeda, aku pikir ini adalah harta karun bangsa,” kata Jerome yang kagum karena buku ini ditulis Pram saat sedang dipenjara.

“Bumi Manusia” adalah buku pertama dari Tetralogi Buru yang ditulis ketika Pram mendekam di pulau Buru. Pram menulis kisah ini di bekas kertas bungkusan semen sebelum akhirnya ditulis pada 1975.

Novel yang kisahnya berlatar belakang kebangkitan nasional antara 1890 – 1918 ini sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru. Kini buku tersebut sudah dicetak dalam 43 bahasa di seluruh dunia.

“Bumi Manusia” berkisah tentang romansa Minke, pribumi revolusioner di zaman kolonial Belanda, dengan Annelies, gadis keturunan Belanda – Jawa. Ibu Annelies adalah seorang nyai bernama Nyai Ontosoroh.

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yayan dan Cecep ketagihan tonton “Fast & Furious: Hobbs & Shaw”

Jakarta (ANTARA) – Aktor laga Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman terpukau dan ketagihan setelah menonton gala premiere film “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” di Jakarta.

“Terus terang film ini bikin nagih, rasanya pengen nonton lagi, aku suka banget film ini,” kata cecep kepada Antara, Selasa.

“‘Full action’, menghibur dan dramanya juga ada, buat yang senang film ‘action’ ini tontonan yang seru,” kata Cecep.

Dari angka satu hingga sepuluh, Cecep memberi nilai delapan untuk “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” dimana untuk dunia perfilman angka delapan sudah sangat bagus.

Menurut Yayan, aksi yang disuguhkan film itu sangat unik dan berbeda dari yang lain hingga sulit dideskripsikan dengan kata-kata.

“‘Action-nya’ ini beda menurut aku sih, buat aku ini lebih menarik dari yang lain, jadi, ‘wow’ gitu ini beda banget,” ujar dia.

Yayan yang pernah membintangi film Hollywood “Star Wars: The Force Awakens” dan “John Wick 3” bersama Cecep itu mengatakan dirinya sangat mengidolakan sosok Jason Statham yang memerankan karakter Deckard Shaw di “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” itu.

“Dia (Statham) benar-benar sosok idola gue deh, semua film dia pasti gue kejar,” ujar Yayan.

“Kapan gua ada di sebelahnya dan bareng di depan kamera sama dia,” ucap Yayan ketika ditanya hal apa yang terbesit pertama kali setiap melihat Statham.

Yayan mengatakan duet antara Statham dengan Dwayne Johnson alias The Rock sebagai Luke Hobbs pada film itu “gokil banget”, dan berharap suatu saat ada orang Indonesia yang bisa duet dengan Statham dan Dwayne.

“Yang pasti film ini harus dinikmati, serius, harus ditonton,” kata Yayan.

Sementara, film “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” mulai tayang di layar lebar Indonesia hari ini (31/7) dan serentak di dunia pada 2 Agustus mendatang.

Baca juga: Reuni ala Yayan Ruhian dan Joe Taslim di “Hit & Run”

Baca juga: “John Wick 3” hadirkan pencak silat dan kerambit, Yayan Ruhian bangga

Baca juga: Jefri Nichol jadi pria cengeng di film “Hit N Run”

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Fast & Furious: Hobbs & Shaw”, film aksi pencampur-aduk emosi

Jakarta (ANTARA) – Film aksi tak melulu harus hanya soal baku hantam yang berat hingga membuat alis mengernyit karena berfikir keras, “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” mengemas jalan ceritanya dengan penuh aksi memukau namun tetap ringan dan mudah untuk dinikmati.

Cerita yang disuguhkan juga mampu membolak-balikan emosi penontonnya, mulai dari keseruan aksi yang menakjubkan, rasa panik, tercengang, komedi yang mengocok perut, haru, hingga sedih yang meremas hati hingga meneteskan air mata. Semuanya lengkap pada film ini.

“Fast & Furious: Hobbs & Shaw” menampilkan aksi dua karakter utama, yakni Luke Hobbs (Dwayne Johnson, alias The Rock) dan Deckard Shaw (Jason Statham).

Berlatar belakang dua tahun setelah Dominic Toretto dan kawanannya mengalahkan Chiper pada “The Fate of the Furious” alias “Furious 8” (2017). Saat itu, Hobbs sebagai agen federal dan Shaw sebagai mantan agen elit militer Inggris itu berpisah pada dua arah yang berbeda.

Hobbs dan Shaw merupakan musuh ketika di sekuel “Fast & Furious” sebelumnya. Menariknya, pada film “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” ini mereka justru akan bekerja sama untuk mengalahkan musuh besar seorang cyber-genetika Brixton Lorr (Idris Elba) yang punya kendali atas ancaman berbahaya dan dapat memusnahkan manusia.

  Brixton Lorr bersama pasukanya di “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” (ANTARA/Universal Pictures)

Karena judulnya mengandung embel-embel “Fast & Furious”, bagi yang menggemari “Fast & Furious” sejak sekuel pertama mungkin akan mengharapkan aksi balap mobil atau “street racing” dengan mobil-mobil yang mencolok. Namun, jangan kaget jika aksi balap mobil di film ini tidak terlalu mendominasi.

Bahkan, Anda tidak akan menikmati aksi Vin Diesel alias Dominic “Dom” Toretto di “Fast & Furious: Hobbs & Shaw”. Sebab, film ini merupakan spin-off atau pecahan dari sekuel “Fast & Furious”.

Namun, jangan kecewa dulu, karena film ini tidak kalah menakjubkan dengan sekuel-sekuel “Fast & Furious” sebelumnya. Aksi baku hantam dan “kejar-mengejar” yang disuguhkan mampu membuat penontonya tanpa sadar menahan nafas karena “deg-degan”.

Pada film ini, Hobbs dikisahkan melanjutkan pekerjaannya sebagai agen Layanan Keamanan Diplomatik meski dalam waktu yang bersamaan, ia tetap harus berjuang mempertahankan hubungan dan mengasuh putrinya, sedangkan Shaw kembali ke London.

Di London, Shaw bertemu dengan ibunya yang merupakan tahanan di penjara, Magdalene. Magdalene meminta Shaw untuk kembali berhubungan dengan sang adik, Hattie (Vanessa Kirby) setelah bertahun-tahun kakak-adik itu tidak pernah bertemu karena berselisih paham.

Ketika sedang berusaha mendekati kembali sang adik yang juga merupakan agen rahasia Inggris MI6, Shaw mendapati adik perempuannya itu sedang dikejar oleh pasukan tentara bersenjata. Shaw pun dibantu oleh Hobbs.

Ketika Hattie berhasil diselamatkan, ia mengisahkan kepada kedua pria itu tentang misinya mengikuti jejak Brixton yang sedang menyusun rencana amat jahat terhadap umat manusia.

Ketiganya pun akhirnya bergabung untuk menghentikan Brixton, tentunya mereka bertiga akan dibantu oleh pihak-pihak tak terduga.
  Hattie Shaw (kiri) dengan Deckard Shaw (kanan) di “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” (ANTARA/Universal Pictures)

Kualitas gambar dan akting

Kualitas gambar yang disuguhkan sudah pasti tidak diragukan lagi, efek-efek yang digunakan saat aksi baku hantam dan “kejar-mengejar” pun tidak kurang maupun berlebihan, porsinya terasa sangat pas sehingga adegan-adegan itu menjadi sangat menakjubkan.

Akting para aktor dan aktris pemeran utama maupun pemeran tambahan juga sangat maksimal. Hampir tidak terlihat kejanggalan ekspresi atau gestur yang ditampilkan.
  Hattie Shaw (Vanessa Kirby) di “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” (ANTARA/Universal Pictures)

Vanessa Kirby yang juga merupakan salah satu perempuan pemeran utama di film itu terlihat piawai dan menunjukkan karakter yang kuat.

Kemampuanya dalam bela diri dan melakukan aksi-aksi baku hantam, aksen “British”, serta suara berat yang dimilikinya membuat karisma Hattie semakin terpancar pada film ini.

Hattie digambarkan sebagai karakter yang cerdas dan gesit dalam melakukan segala hal. Ia dapat dengan sangat cepat dan cerdik meloloskan diri dari bahaya yang mengancamnya.

Sementara, meskipun Vanessa Kirby pernah membintangi film “Mission: Impossible – Fallout” yang juga penuh aksi, perannya tidak sekuat yang diinginkannya.

Padahal Vanessa sempat mengatakan dirinya tidak atletis ketika dia masih muda dan bersumpah dia tidak terlalu lihai dalam hal itu. Tetapi berkat pelatihan dan bimbingan dari pelatihnya, Greg Rementer, Vanessa akhirnya benar-benar percaya diri pada fisik dan kemampuan atletisnya.

Untuk mempersiapkan peran sebagai Hattie, Vanessa berlatih selama berbulan-bulan dengan Rementer dan timnya untuk meningkatkan kebugaran dan tingkat ketahanan fisiknya, serta mempelajari koreografi-koreografi aksi yang rumit.

Ketika tiba saatnya untuk benar-benar merekam adegan pertarungannya di kamera, ternyata Vanessa sudah lebih dari siap.
  Luke Hobbs (kiri) dan Deckard Shaw (kanan) di “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” (ANTARA/Universal Pictures)

Karakter Hobbs dan Shaw tentu sudah diketahui semua orang yang telah menonton sekuel-sekuel “Fast & Furious” sebelumnya. Namun, pada “Fast & Furious: Hobbs & Shaw” David Leitch sebagai sutradara, ingin memperkenalkan kembali karakter Hobbs dan Shaw sebagai dua orang yang sangat bertolak belakang, mulai dari pandangan pendapat yang selalu berselisih hingga gaya hidup yang sangat bertolak belakang pula.

Perbedaan yang sangat bertolak belakang antar keduanya itu lah yang membuat film ini mengocok perut. Karena baik Hobbs dan Shaw sama-sama tidak ada yang ingin mengalah.

“Fast & Furious: Hobbs & Shaw” mulai tayang di Indonesia hari ini (31/7) dan akan ditayangkan serentak di seluruh dunia pada 2 Agustus mendatang.

Baca juga: Kemarin, produksi Honda CB125X hingga John Cena di “Fast & Furious 9”

Baca juga: John Cena akan bergabung dalam film “Fast & Furious 9”

Baca juga: Kala Dwayne “The rock” Johnson melawan depresi

Jero Wacik Yakin Hukuman Diringankan

Oleh Pamela Sakina
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutradara “Avengers: Endgame” pertimbangkan peran untuk Keanu Reeves

Jakarta (ANTARA) – Para sutradara “Avengers: Endgame” mengungkapkan pandangan mereka tentang peran yang cocok untuk Keanu Reeves dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) di masa depan.

Joe dan Anthony Russo berbicara dengan IMBD di Comic-Con tahun ini, ketika mereka ditanya soal Reeves yang berpotensi bergabung dengan MCU, setelah berupaya mengamankan aktor tersebut untuk sejumlah proyek sebelumnya.

Saat ditanya siapa yang harus diperankan Reeves, Joe Russo mengatakan “tak terbatas”, sebelum bertanya kepada pewawancara peran apa yang cocok untuknya. “Moon Knight (Marc Sceptor),” jawab pembawa acara.

“Benar, itu peran yang bagus,” kata Joe Russo tentang saran itu, dilansir NME, Rabu.

Reeves sebelumnya dikaitkan dengan peran Yon Rogg dalam “Captain Marvel” namun karakter tersebut akhirnya dimainkan oleh Jude Law. Bintang “John Wick” itu juga dikabarkan muncul di “Eternals” meski dalam daftar pemain yang dirilis tidak ada namanya.

Waralaba MCU saat ini berada dalam masa transisi, mengikuti akhir dari “The Infinity Saga”. Dengan proyek-proyek baru seperti “Eternals” yang disutradarai oleh Chloe Zhao dan “Shang Chi and the Legend of Ten Rings” garapan Daniel Destin Cretton, akan ada karakter baru dari Marvel Universe yang akan diperkenalkan selama beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, “Avengers: Endgame” baru saja meraih predikat sebagai film terlaris sepanjang masa dan menggantikan posisi “Avatar” hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah rilis.

Baca juga: Keanu Reeves muncul di game Cyberpunk 2077

Baca juga: Simu Liu perankan “Shang-Chi”, pahlawan Marvel Asia pertama
 

Presiden analogikan ekonomi dunia bak film avengers

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Bridezilla”, pusingnya pengantin siapkan pernikahan

Jakarta (ANTARA) – Dara (Jessica Mila), seorang pemilik usaha penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) berkukuh ingin mewujudkan pernikahan impiannya sehingga tanpa sadar ia justru menciptakan banyak masalah.

Ada saja problem yang membuat Dara pusing, mulai dari vendor-vendor pilihan yang ogah diajak bekerja sama, hadirnya sosok pengganggu bernama Lucinta Luna hingga tantangan yang mempertaruhkan hal penting dari Tante Ana (Widyawati).

Dia mewakili sebagian kaum hawa yang mengejar mimpi sedari kecil untuk menggelar pernikahan indah dan sesuai bayangannya. Namun, tanpa sadar dia berubah menjadi “bridezilla” yang sensitif, egois dan mudah marah.

Akibat ulah Dara, orang-orang di sekitarnya harus berkali-kali menelan pil sabar. Alvin (Rio Dewanto), calon suami Dara bahkan sempat marah pada calon istrinya itu karena masalah cincin.

Di sisi lain, Key (Sheila Dara), sahabat Dara juga ikut naik pitam hingga tak ingin hadir di pernikahan Dara karena keputusan sahabatnya itu yang menurutnya tak pantas.

Melalui film besutan sutradara Andibachtiar Yusuf itu, penonton diajak memahami di balik sifat perfeksionis Dara yang memunculkan konflik, ada pelajaran yang bisa dipetik.

Film ini bisa mewakili para calon pengantin perempuan yang mengalami masa-masa sulit jelang pernikahannya. Di sini, dukungan orang-orang sekitar termasuk calon suami menjadi penting.

Hanya saja, karena cerita seperti ini lazim sehingga nyaris tak ada kejutan dalam film karena mudah ditebak. Walau begitu, ada tingkah Aang (Rafael Tan), Lucinta Luna dan Aimee Saras bersama geng sosialitanya yang bisa menyunggingkan tawa penonton.

“Bridezilla” yang diproduksi Visinema Pictures itu tayang mulai hari ini di seluruh bioskop Tanah Air.

Baca juga: Main di “Bridezilla”, Rio Dewanto terkenang acara pernikahannya

Baca juga: Demi “Bridezilla”, Rafael Tan belajar feminin

Baca juga: Jessica Mila prioritaskan pasangan dibanding konsep pernikahan
 

Ratna gencar diperiksa Polda Metro Jaya

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mawar de Jongh pernah tidak percaya diri gara-gara sosial media

Jakarta (ANTARA) – Model dan aktris cantik Mawar Eva de Jongh mengatakan dirinya pernah merasa tidak percaya diri karena efek media sosial.

“Enggak bisa bohong, pasti pernah (merasa tidak percaya diri), itu terjadi karena di media sosial kita biasa jadi ngebandingin diri kita sendiri dengan orang lain,” ujar perempuan kelahiran 2001 itu di Jakarta, Selasa.

Paras blasteran Indo-Belanda Mawar yang enak dipandang itu ternyata bukan berarti dirinya selalu percaya diri dan tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial.

“Kadang merasa misal hidungku terlalu lebar,” katanya. “Tapi aku sadar kita harus menjadikan media sosial itu sebagai suatu hal yang positif untuk komunikasi sama teman-teman, posting sesuatu yang menginspirasi, jadi kita enggak punya waktu untuk membandingkan diri dengan orang lain.”

Baca juga: Mawar De Jongh perbaiki cara jalan demi “Bumi Manusia”

Menurut Mawar, semua orang harus jadi diri sendiri dan tidak memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain.

“Kalau misal kita ngikutin cara berpakaian orang lain karena terlihat bagus tapi kita sendiri enggak nyaman berpakaian seperti itu ya buat apa?” ujar Mawar yang juga membintangi film “Bumi Manusia”.

Mawar mengatakan saat ini ia lebih bijak dan mengurangi durasi penggunaan media sosial, ia hanya menggunakannya untuk berkomunikasi dengan kerabat dan mengunggah hal-hal positif yang menginspirasi, sampai-sampai ia tidak tahu memiliki haters atau tidak.

“Aku enggak tahu sih, mungkin ada (haters) tapi aku enggak sempet baca (komentar) kali ya,” kata Mawar

Untuk diketahui, di usianya yang masih remaja Mawar telah membintangi sejumlah film dan sinetron di Indonesia. Di antaranya film “Promise”, “London Love Story 2”, “Tumbal The Ritual”, serta “Serendipity”.

Saat ini, Mawar juga digaet oleh produk kecantikan Marina sebagai duta produk atau brand ambassador.

Baca juga: Demi “Bumi Manusia”, Mawar De Jongh belajar bahasa Jawa dan Belanda

Baca juga: Punya anak pemalu? Begini cara agar dia “PD” hari pertama sekolah

Baca juga: Meski sudah punya lagu, Steffi Zamora belum percaya diri bernyanyi

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sophie Turner dan Joe Jonas kembaran tato setelah kematian anjing

Jakarta (ANTARA) – Sophie Turner dan Joe Jonas membuat tato kembaran setelah anjing mereka mati. Pada Sabtu (27/7), dikabarkan anjing mereka mati karena tertabrak mobil di New York City.

Menurut TMZ, anjing bernama Waldo itu sedang diajak berjalan-jalan ketika tiba-tiba berlari ke tengah jalan dan akhirnya tertabrak kendaraan.

Beberapa hari setelah kematian anjing peliharaan itu, bintang “Game of Thrones” dan musisi itu mengenang Waldo dengan mengunggah desain tato kembaran di Instagram.

R.I.P. malaikat kecilku,” tulis Jonas di Instagram di mana dia mengunggah tato dengan gambar wajah Waldo.

Baca juga: Brexit pengaruhi produksi “Game of Thrones”?

Turner juga mengunggah foto tato dengan desain yang sama di Instagram Story di akunnya.

“Aku merindukanmu, Waldo. Istirahatlah sayangku,” tulis aktris itu.

Jonas menyebut seniman tato berbasis di New York, Keith McCurdy, di Instagram. McCurdy juga mengunggah fotonya bersama pasangan itu dengan tulisan “Terima kasih banyak. Sampai jumpa lagi!” tulis seniman tato itu.

McCurdy sudah biasa melayani klien-klien selebritas seperti Rihanna, Justin Bieber dan Miley Cyrus.

Baca juga: Sophie Turner keliling Eropa rayakan pesta lajang

Baca juga: “Dark Phoenix” dianggap sebagai film “X-Men” terburuk

Baca juga: Joe Jonas dan Sophie Turner sepayung berdua di New York

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Hit and Run” raih penghargaan film laga di China

Beijing (ANTARA) – Film Indonesia berjudul “Hit and Run” berhasil meraih penghargaan sebagai film laga terbaik di China.

Film yang dibintangi oleh Joe Taslim dan Yayan Ruhian termasuk di antara 10 film laga terbaik pada ajang “The 5th Jackie Chan International Action Film Week” di Kota Datong, Provinsi Shanxi.

“Saya sangat haru dan bangga saat diberitahu panitia bahwa film Indonesia ‘Hit and Run’ masuk 10 besar film ‘action’ terbaik dari 152 film dari 36 negara di ajang tersebut,” kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun di Beijing, Selasa.

Baca juga: Jefri Nichol jadi pria cengeng di film “Hit N Run”

Dalam ajang perfilman tersebut, Dubes sempat bertemu langsung dengan para pemeran “Hit and Run”, di antaranya Joe Taslim, Yayan Ruhian, Chandra Liow, dan Irvan Elvano.

“Jackie Chan International Action Film Week” digagas oleh aktor laga Jackie Chan untuk memberikan pengakuan kepada para insan film yang telah memberikan kontribusi besar terhadap film laga, mempromosikan industri film laga, perkembangan industri, dan turut menumbuhkan kekuatan baru film-film laga secara global.

“Partisipasi film Indonesia dan prestasi yang diraih dalam festival-festival seperti ini tentunya akan mendorong para ‘film maker’ Indonesia untuk menunjukkan kreativitas dan menghasilkan lebih banyak lagi film-film yang bisa membanggakan Indonesia di kancah global,” kata Dubes.

Dalam ajang tersebut Dubes Djauhari juga sempat berbincang-bincang dengan Jackie Chan.

Baca juga: Tatjana Saphira minta adegan laga di film “Hit and Run”

Baca juga: Film “Hit & Run” didukung sineas terbaik Tanah Air

Baca juga: Reuni ala Yayan Ruhian dan Joe Taslim di “Hit & Run”

Lebih dekat dengan bintang film Roh Fasik

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ansel Elgort ungkap soal sekuel “Baby Driver”

Jakarta (ANTARA) – Ansel Elgort baru-baru ini mengisyaratkan bahwa sekuel film “Baby Driver” karya Edgar Wright sedang dalam proses penggodokan.

Dalam sebuah wawancara dengan MTV News, Elgort yang dalam film tersebut berperan sebagai pengemudi mobil bernama “Baby” ini, mengatakan bahwa Wright sudah menyelesaikan naskah dan memberitahunya.

Pemain film “The Fault in Our Stars” ini juga mengungkapkan jika sekuel itu kemungkinan akan memiliki judul yang sama sekali berbeda.

“Dia telah berbagi (naskah) dengan saya. Ya saya pikir itu akan terjadi. Saya pikir akan ada (sekuel “Baby Driver”). Sebenarnya judulnya berbeda tapi Anda harus menanyakan itu pada Edgar,” kata Elgort dilansir NME, Selasa.

Saat ditanya apakah Edgar akan mengumumkan rencana pra-produksi film tersebut, Elgort menjawab, “Mungkin.”

Sebelumnya Edgar Wright sempat mengungkapkan soal rencana sekuel film yang dirilis pada tahun 2017 itu, beberapa saat setelah “Baby Driver” rilis.

“Saya pasti punya banyak ide. Entah itu film berikutnya, saya tidak tahu. Sebenarnya saya hanya mengatasinya saat ini. Saya memiliki beberapa hal yang telah saya kembangkan, dan juga beberapa ide baru yang saya miliki, dan semua hal baik yang telah saya tawarkan sejak itu,” kata Edgar saat itu.

Edgar sendiri saat ini sedang mengerjakan beberapa proyek. Pada Januari lalu, sutradara tersebut mengonfirmasi sedang mengerjakan film bergenre thriller psikologis. Dia juga sedang merampungkan film dokumenter tentang band tahun 1970an, Sparks.

Sementara Elgort bersiap-siap untuk rilis film mendatang dengan Nicole Kidman, “The Goldfinch”.
  Baca juga: Harry Styles dan Ansel Elgort ikut audisi untuk peran Elvis Presley

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rumah Bella Swan “Twilight” disewakan di Airbnb

Jakarta (ANTARA) – Masih ingat kisah cinta antara manusia dan vampir dalam “Twilight”? Pencinta berat pasangan Bella dan Edward kini bisa menyewa rumah tempat Bella tinggal bersama ayahnya, Charlie, dalam film pertama yang tayang pada 2008.

Dilansir CNA, rumah dengan lima kamar dan dua kamar mandi yang berlokasi di St Helens, Oregon, dan dibangun pada 1935 itu sudah bisa disewa melalui laman penyedia akomodasi Airbnb seharga 330 dolar AS atau sekitar Rp4,6 juta semalam.

Baca juga: Bintang-bintang “Twilight” paling tajir

Itu adalah rumah di mana cinta segitiga antara Bella dengan vampir Edward dan manusia serigala Jacob dimulai.

Dikutip dari Airbnb, penyewa bisa merasakan adegan-adegan favorit di “Twilight” seperti makan di meja makan yang “benar-benar dipakai di film” dan tidur di kamar Bella.

Bella diperankan oleh Kristen Stewart, Edward dimainkan Robert Pattinson dan Jacod dibintangi Taylor Lautner. Ayah Bella, Charlie, diperankan aktor Billy Burke.

Rumah itu dijual tahun lalu dan pemilik barunya menyewakannya sebagai “Twilight Swan House” di situs akomodasi itu.

Mereka bahkan meletakkan karton seukuran manusia bergambar Bella dan Jacob di kamar, meski salah seorang pengulas Airbnb mengatakan gambar itu terlihat “menyeramkan” dalam gelap.

Ini bukan satu-satunya rumah dari film yang bisa disewa. Rumah pinggir danau dari “Avengers: Endgame” juga ada di Airbnb di mana penyewa bisa merasakan jadi Tony Stark selama beberapa hari.

Baca juga: Karakter utama Twilight bertukar kelamin di edisi baru

Baca juga: Robert Pattinson hanya terkenal via “Twilight”?

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“27 Steps of May” dapat dua penghargaan di festival film Malaysia

Jakarta (ANTARA) – Film “27 Steps of May” garapan sutradara Ravi Bharwani berhasil memenangkan penghargaan dalam ajang The 3rd Malaysia Golden Global Awards (MGGA 2019), Malaysia International Film Festival, film tersebut meraih piala untuk New Hope Award dan Best aktor untuk Lukman Sardi yang berperan sebagai Bapak May.

“Perjalanan yang berat, tema yang sulit, dan terkadang membuat tidak nyaman tapi kami merasa tema ini sangat penting untuk diangkat,” ujar produser dan penulis skenario, Rayya Makarim melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Selasa.

“Kami sedang berupaya untuk meloloskan sebuah undang-undang di negara kami (RUU Penghapusan Kekerasan Seksual) untuk menghapus kekerasan seksual terhadap perempuan,” lanjutnya.

New Hope Award adalah penghargaan yang dianugerahkan kepada film yang memiliki pesan kuat dan inspirasional. Sebuah film yang memberikan harapan bagi penonton film dan juga generasi para pembuat film atau filmmaker berikutnya. Sementara itu, Lukman Sardi mengaku tidak menyangka bisa mendapat penghargaan Best Actor, sebab menurutnya nominasi lain memiliki peluang yang lebih besar untuk menang.

“Buat saya ini bukan kemenangan saya pribadi, tapi kemenangan bagi pesan yang disampaikan film ini, kemenangan bagi perempuan yang mengalami trauma yang suaranya tersampaikan lewat film ini. Saya sangat senang film ini diapresiasi dengan baik oleh publik yang lebih luas lagi,” kata Lukman.

MGGA 2019 dilangsungkan pada 20 Juli lalu di Istana Budaya, Kuala Lumpur. Tahun ini, festival tersebut mengangkat tema “Humanity”, sebuah tema yang mewakili wajah dan kisah harapan dan keputusaan.

“27 Steps of May” sendiri dibintangi oleh Raihaanun (May), Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman yang mengangkat kisah trauma akibat kekerasan seksual yang dialami May.

Kisah yang terinspirasi peristiwa Mei 1998 ini tidak hanya bercerita tentang dampak pemerkosaan pada kehidupan May selaku korban tetapi juga Bapak May yang sangat terpukul dan menyalahkan dirinya karena tidak dapat menjaga anaknya sendiri.

Baca juga: Adegan paling sulit Film “27 Steps of May”

Baca juga: Arti angka di film “27 Steps of May”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penulis skenario “Avengers: Endgame” ingin garap film “Superman”

Jakarta (ANTARA) – Setelah sukses dengan “Avengers: Endgame”, penulis skenario Stephen McFeely dan Christopher Markus tertarik untuk menggarap film superhero “Superman”.

Ditanya ScreenRant mengenai minatnya ingin menggarap film apa, McFeely usai jumpa pers di San Diego Comic-Con 2019 beberapa waktu lalu memberi jawaban yang mengejutkan.

“Maksudku, kupikir Captain America menunjukkan cara-cara untuk membuat film Superman yang benar-benar bagus hari ini.”

“Anda tidak harus menodainya, Anda tidak harus menyingkirkan kesungguhannya. Saya seorang penggemar –Christopher Reeve Superman adalah salah satu film favorit saya,” tambahnya, seperti dikutip dari ComicBook, Senin.

Ini sangat kontras dengan pendekatan yang diambil David S. Goyer dan Zach Snyder pada “Man of Steel”, yang berusaha memodernisasi karakter Superman dengan memaksakannya ke dalam situasi dunia nyata, di mana ia harus membuat pilihan-pilihan sulit, seperti membunuh Jenderal Zod dalam pertempuran metropolis.

Sementara Warner Bros Pictures mungkin tidak memiliki rencana segera untuk menghidupkan karakter tersebut, McFeely dan Markus saat ini telah menyelesaikan kewajiban mereka di Marvel Studios setelah menulis skenario untuk tiga film, “Captain America”, “Avengers: Infinity War”, dan “Avengers: Endgame”.

Kedua penulis itu menjelaskan mereka tidak memiliki proyek masa depan dalam karya Marvel, tetapi mereka terbuka untuk kembali dalam situasi yang tepat.

Baca juga: Pemakaman Tony Stark, adegan termahal “Avengers: Endgame”

Baca juga: “Avengers: Endgame” geser “Avatar” sebagai film terlaris
 

Superman & Batman Rayakan Hari Pers Nasional

Penerjemah: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maudy Ayunda akui pernah jadi korban perundungan

Jakarta (ANTARA) – Bintang film dan penyanyi Maudy Ayunda mengakui ia sering mendapat komentar sinis di media sosial tentang penampilannya.

“Aku sering sih kayak dapet nyinyiran atau di-bully, di medsos ku,” kata Maudy saat dijumpai di Jakarta, Senin.

“Dulu aku berpikir bahwa menerima komentar negatif tentang penampilan di media sosial jadi risiko sebagai public figure. Tapi lama-lama aku semakin menyadari bahwa tidak sepatutnya kita tinggal diam,” ucapnya.

Menurut pemeran utama dalam film “Habibie & Ainun 3” itu, ia pernah diolok-olok karena gigi kelincinya, atau badan yang kurus seperti tripleks. Awalnya ia berusaha cuek, namun lama-lama hal itu mengganggu pikirannya.

“Kalau ada yg komen soal fisik, aku jadi kepikiran atau overthinking, bahkan bisa bikin sedikit down,” ujarnya.

Baca juga: Maudy kampanyekan stop perundungan kecantikan di medsos

Ia pun berusaha mengambil sisi positif dari pengalaman yang tidak menyenangkan itu, menganggapnya sebagai proses dari pengembangan diri. Kini, ia mengajak para korban perundungan untuk berani bersuara.

“Ya sekarang sih hal itu aku anggap sebagai salah satu alat pengembangan diri agar kita punya nilai dan posisi tawar yang bisa membuat kita kembali pada tujuan kita,” katanya.

Maudy juga berharap melalui gerakan inisiatif #STOPBeautyBullyjng, banyak perempuan Indonesia yang tidak lagi malu untuk mengeskpresikan kecantikan dan karyanya.

“Aku berharap melalui inisiatif #STOPBeautyBullying, perempuan Indonesia semakin berani untuk menunjukkan bahwa kalau komentar-komentar negatif itu tidak dapat menghalangi kita untuk mengekspresikan kecantikan kita dan kemampuan kita untuk berkarya,” katanya.

Baca juga: Maudy Ayunda sebarkan kebaikan lewat sosial media
 

Kampanye stop perundungan dalam masa orientasi sekolah

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penggemar “Lion King” jadi viral karena nyanyi bareng keledai

Jakarta (ANTARA) – Seorang pria bernama Travis Kinley mendadak terkenal di kalangan pengguna Internet karena mengunggah video dirinya menyanyikan lagu tema film “Lion King” bersama seekor keledai.

Kinley mengunggah video itu pada Kamis (25/7) dan dalam waktu singkat menjadi viral. Videonya telah ditonton lebih dari 1,9 juta kali di Facebook. Video itu memperlihatkan Kinley di suatu tempat di peternakan, lalu di belakangnya ada seekor keledai bernama Nathan.

Ketika Kinley mulai bernyanyi “The Circle of Life”, Nathan pun ikut bersuara.

Video tersebut nampaknya dibuat atas permintaan teman-teman Kinley.

Baca juga: “The Lion King” masih film terlaris hingga pekan kemarin

“Aku mendapatkan Nathan dari sekitar Carolina Utara, Carolina Selatan,” kata Kinley kepada WLTX seperti dikutip Billboard, Senin.

“Dia menyebabkan masalah di rumah orang lain dan aku baru saja menjemputnya seharga 100 dolar. Dia tampak baik-baik saja denganku.”

“Jadi, aku berada di padang rumput, aku mengumpulkan semua kuda … aku mulai bernyanyi dan Nathan mulai meringkik di belakangku, dan aku agak terpesona karena kita tidak pernah melakukan ini bersama-sama; kita tidak pernah bernyanyi bersama. Dia terus berjalan, jadi aku terus berjalan, dan tiba-tiba saja aku tertawa terbahak-bahak,” katanya.

Baca juga: “The Lion King” pecahkan rekor tertinggi film Disney

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, pengisi suara Minnie wafat lalu Ertiga berbahan bakar gas

Jakarta (ANTARA) – Dari dunia hiburan, ada informasi pengisi suara Minnie Mouse meninggal dunia, lalu curahan hati tiga peserta ajang “Produce X 101” dari agensi Maroo Entertainment.

Sementara dari dunia otomotif, Suzuki meluncurkan kendaraan berbahan gas di India.

Berikut selengkapnya berita menarik di kanal Hiburan, Lifestyle dan Otomotif Antara pada Minggu (28/7):

1. Russi Taylor, pengisi suara Minnie Mouse tutup usia

Jakarta (ANTARA) – Pengisi suara Minnie Mouse, Russy Taylor meninggal dunia dalam usia 75 tahun di Glendale, California, Jumat (26/7).

Disney mengonfirmasi kabar meninggalnya Taylor pada Sabtu (27/7) lewat pernyataan dari Bob Iger, bos The Walt Disney Company.

Selengkapnya di sini

2. Pemakaman Tony Stark, adegan termahal “Avengers: Endgame”

Jakarta (ANTARA) – Adegan pemakaman Tony Stark dalam film “Avengers: Endgame” merupakan syuting termahal dalam sejarah sinematik, dan duo sutradara Russo bersaudara mengakuinya.

Selengkapnya di sini

3. Kenali hepatitis B, penularan hingga pencegahannya

Jakarta (ANTARA) – Di antara semua jenisnya, hepatitis B paling banyak menginfeksi penduduk Indonesia, menurut Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM.

“Hepatitis merupakan salah satu penyakit menular yang harus mendapat perhatian dari kita semua, di Indonesia jenis hepatitis yang banyak menginfeksi penduduk kita adalah hepatitis B,” kata dia dalam acara “Edukasi Kesehatan Hari Hhepatitis Sedunia” di Jakarta, seperti dikutip dalam siaran pers, Minggu.

Selengkapnya di sini

4. Curhat trio Maroo tentang “Produce X 101”

Jakarta (ANTARA) – Tiga peserta pelatihan dari agensi Maroo Entertainment, Lee Jin-woo, Lee Woo-jin, dan Lee Tae-seung mengungkapkan perasaan mereka saat tampil dalam ajang pencarian idola “Produce X 101”.

Selengkapnya di sini

5. Ada Suzuki Ertiga berbahan bakar gas di India

Jakarta (ANTARA) – Maruti Suzuki India pada Sabtu, meluncurkan varian baru kendaraan multi purpose vehicle (MPV) All New Suzuki Ertiga berbahan bakar gas (Compressed natural gas/CNG), hanya berselang delapan bulan setelah model terbaru itu diluncurkan di sana.

Selengkapnya di sini
 

Calon haji Pacitan jalani tes hepatitis A

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemakaman Tony Stark, adegan termahal “Avengers: Endgame”

Jakarta (ANTARA) – Adegan pemakaman Tony Stark dalam film “Avengers: Endgame” merupakan syuting termahal dalam sejarah sinematik, dan duo sutradara Russo bersaudara mengakuinya.

Film yang disutradarai Joe Russo dan Anthony Russo itu, menurut laporan, total menghabiskan biaya produksi 356 juta dolar atau sekitar Rp4,9 triliun dengan adegan berbiaya terbesar adalah pemakaman Tony Stark.

“Avengers: Endgame” sekarang berada di puncak box office sepanjang masa, dengan total pendapatan 2,79 miliar dolar atau setara Rp39 triliun menggeser “Avatar”, film yang dirilis pada 2009.

Russo bersaudara yakin bahwa syuting untuk adegan pemakaman Tony Stark merupakan yang termahal dalam sejarah dalam hal gaji pemain saja.

“Kami menggunakan untuk berjanda, dan saya tidak tahu jika ini adalah candaan, ini mungkin syuting termahal dalam sejarah film. Ada banyak (pengeluaran) gaji dalam pengambilan gambar di sana. Setidaknya ini hari termahal pemain figuran dalam sejarah film, selain Cleopatra,” kata Russo bersaudara, mengutip Movie Web, Minggu.

Joe Russo mengatakan ada banyak orang yang terlibat dalam adegan pemakaman Tony Stark. “Semua orang di sana,” katanya tentang pengambilan gambar di Georgia.

Salah seorang penulis skenario Endgame, Christopher Markus, sembari bercanda mengatakan, “Untuk orang-orang yang hanya berdiri di sana, mereka bahkan tidak bergerak.”

Baca juga: Penggemar Avengers buat petisi untuk ganti cerita “Endgame”

Baca juga: Smartphone transparan Samsung cuma dipakai Tony Stark

Penerjemah: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Russi Taylor, pengisi suara Minnie Mouse tutup usia

Jakarta (ANTARA) – Pengisi suara Minnie Mouse, Russy Taylor meninggal dunia dalam usia 75 tahun di Glendale, California, Jumat (26/7).

Disney mengonfirmasi kabar meninggalnya Taylor pada Sabtu (27/7) lewat pernyataan dari Bob Iger, bos The Walt Disney Company.

“Minnie Mouse kehilangan suaranya karena meninggalnya Russi Taylor,” kata Iger dalam pernyataannya, seperti dilansir People, Minggu.

“Selama lebih dari 30 tahun, Minnie dan Russi bekerja bersama untuk menghibur jutaan orang di seluruh dunia -kemitraan yang menjadikan Minnie ikon global dan Russi menjadi legenda Disney yang disukai oleh penggemar di mana-mana,” lanjut Iger.

“Kami sangat berterima kasih atas bakat Russi serta semangat dan kegembiraan luar biasa yang ia bawa ke semua hal yang ia lakukan. Merupakan suatu keistimewaan untuk mengenalnya dan suatu kehormatan untuk bekerja dengannya, dan kami senang karena mengetahui bahwa hasil kerjanya akan terus menghibur dan menginspirasi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Iger pun menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga dan teman-teman Russi.

Russi Taylor menikah dengan mendiang aktor Wayne Allwine, pengisi suara Mickey Mouse.

Bill Farmer, pengisi suara Goofy dan teman lama Taylor juga menyampaikan dukanya.

“Russi sedekat keluarga, sehebat, lucu, dan semanis Minnie Mouse, dan berbakat namun rendah hati seperti yang Anda harapkan,” katanya.

“Aku akan sangat merindukannya.”

Lahir di Cambridge, Massachusetts, Taylor mengisi suara Minnie dalam banyak proyek di berbagai platform, termasuk untuk televisi, taman hiburan, film pendek animasi dan film layar lebar.

Sebelum dia mendapatkan peran impiannya sebagai Minnie, Taylor adalah penggemar berat Disney sejak kecil, bahkan pernah bertemu Walt Disney.

“Ketika masih kecil, aku bersama ibu dan saudara laki-lakiku, dan sudah larut malam di Disneyland. Kami baru saja keluar dari Mark Twain Riverboat dan membeli popcorn. Aku melihat ke atas dan melihat Walt duduk di bangku, jadi kami memperkenalkan diri dan membagikan popcorn kami dengannya,” katanya Taylor, menurut pernyataan perusahaan.

“Pada satu titik selama obrolan kami, dia bertanya padaku apa yang ingin aku lakukan ketika aku dewasa, dan aku berkata, ‘Aku ingin bekerja untukmu!’ Jadi dia berkata, ‘Oke!’ -dan sekarang aku melakukannya!”

Selain menyuarakan Minnie, Taylor juga meminjamkan suaranya untuk karakter keponakan Donald Duck, Huey, Dewey, dan Louie, dan teman mereka Webbigail Vanderquack dalam serial animasi DuckTales.

Baca juga: Setelah 90 tahun, Minnie Mouse dapatkan bintang Hollywood Walk of Fame

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Orlando Bloom merasa terlalu tua untuk serial televisi “LOTR”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Orlando Bloom merasa dirinya sudah terlalu tua untuk kembali berperan sebagai Legolas dalam serial televisi “Lord of the Rings” yang akan tayang.

“Maksudku, aku suka menganggap diriku awet muda, tapi aku tidak tahu apa masih cocok. Mereka mungkin punya pemeran berusia 19 tahun yang memainkan karakter itu sekarang,” kata dia seperti dilansir Eonline, Sabtu (27/7).

Bloom lalu teringat saat berada di dalam set bersama sutradara Peter Jackson dan sembari bercanda mereka membahas suatu saat “Lord of the Rings” akan dibikin ulang. “Tidak akan pernah terjadi,” kata mereka saat itu.

Belum ada informasi apakah dalam serial yang dibuat Amazon Studios itu akan menghadirkan tokoh Legolas. Perusahaan itu baru mengumumkan keterlibatan JD Payne dan Patrick McKay, yang bergabung dengan sutradara J.A. Bayona.

Serial ini nantinya mengeksplorasi alur cerita baru sebelum J.R.R. Tolkien membuat “The Fellowship of the Ring”.

Baca juga: Katy Perry dan Orlando Bloom ingin resepsi pernikahan yang unik
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ada nuansa Banjar di film “Koboy Kampus”

Banjarmasin (ANTARA) – Film “Koboy Kampus” yang diputar perdana di bioskop hari ini telah berhasil menarik penggemar film nasional, seperti yang terlihat di Studio XXI Banjarmasin, di mana penonton nampak antusias untuk bisa menyaksikan film karya sutradara Pidi Baiq dan Tubagus Deddy ini.

Menariknya, ada nuansa Banjar (Kalimantan Selatan) di film “Koboy Kampus”. Di beberapa adegannya, nampak Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor ikut berperan ketika mengambil lokasi syuting di Pasar Terapung Lok Baintan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Baca juga: Jadi Pidi Baiq di “Koboy Kampus”, begini kesan Jason Ranti

Baca juga: Jason Ranti dan Bisma Karisma “dipaksa” Pidi Baiq main “Koboy Kampus”

Tak hanya sang gubernur dan lokasi syuting, kain sasirangan khas Banjar juga mewarnai film ini ketika penari mengenakannya sebagai slayer.

“Alhamdulilah kita bisa mengenalkan sedikit sesuatu yang jadi ciri khas Banjar di film nasional berkualitas ini,” terang Budi Ismanto selaku Produser “Koboy Kampus” di Banjarmasin, Sabtu.
  David John Schaap diserbu penggemar
saat berada di Studio XXI Banjarmasin. (Antara/Firman)

Kemunculan rasa budaya Banjar di beberapa scene atau adegan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan Enam Sembilan Production dengan Produser Eksekutif Mardani H Maming (MHM), mantan Bupati Tanah Bumbu yang kini jadi kandidat Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022.

Budi berharap, ke depannya lebih banyak lagi pengusaha di Bumi Lambung Mangkurat yang melirik industri perfilman.

“Karena banyak potensi yang bisa digali melalui sebuah film. Selain talenta lokal untuk jadi pemerannya, kita juga bisa mengenalkan objek wisata Kalsel agar lebih dikenal luas masyarakat nusantara dari film nasional yang sukses di pasaran,” tuturnya.

Bahkan sebagai wujud komitmen mendukung majunya film nasional, Enam Sembilan Production bakal menggarap seri film “Dilan” selanjutnya yang dimulai September 2019 mendatang. Karena kelanjutan cerita “Dilan dan Milea” selaku pemeran utama yang sukses disutradarai Pidi Baiq, benar-benar ditunggu.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Yusuf Effendi yang turut hadir menyaksikan pemutaran film “Koboy Kampus” mengajak masyarakat untuk beramai-ramai bisa menontonnya.

“Ini film sangat bagus dan banyak pesan positif yang disampaikan untuk generasi muda sekarang. Apalagi dikemas dengan bahasa yang ringan dan penuh candaan khas tahun 1990-an, tentu layak kami rekomendasikan untuk ditonton,” kata Yusuf.
  Bisma Karisma cs saat ditemui wartawan usai pemutaran film “Koboy Kampus”. (Antara/Firman)

Di sisi lain, kemunculan sejumlah pemeran utama film ini di Studio XXI Banjarmasin seperti Bisma Karisma, David John Schaap, Putri Intan Kasela, dan Ahmad Walid jadi magnet penggemar untuk berebut berfoto.

Penonton pun terpuaskan diberi kesempatan berfoto bersama artis idola di dalam studio setelah pemutaran film berakhir.

“Terima kasih kepada penonton di Banjarmasin yang sudah datang. Ini film recomended banget karena diangkat dari kisah nyata Pidi Baiq pada masa kuliahnya di Fakultas Seni Rupa ITB,” kata aktor yang berperan sebagai Deni ini.

Hal senada disampaikan David John Schaap yang memerankan karakter Erwin.

“Kisah-kisah persahabatan anak muda di era 90-an yang hidup susah dan senang bersama-sama, jadi jalan cerita yang sangat menarik. Apalagi dibumbui siratan politik di masa Orde Baru. Jadi tunggu apa lagi, buruan datang ke bioskop untuk menikmati kisahnya,” ucapnya.

Nampak pula bersama kehadiran para pemeran film “Koboy Kampus” di Banjarmasin, yakni Rois Sunandar H Maming dari Enam Sembilan Production yang juga bertindak sebagai Produser Eksekutif.

Baca juga: Bisma akui dekat dengan Pidi Baiq sebelum “Koboy Kampus”

Baca juga: “Koboy Kampus” habiskan durasi riset enam tahun
   

Pewarta: Firman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hanung Bramantyo akan pindah ke Yogyakarta

Jakarta (ANTARA) – Hanung Bramantyo berencana untuk membawa keluarganya untuk pindah tempat tinggal ke Yogyakarta, bahkan dia sudah mendapat persetujuan dari sang istri, Zaskia Adya Mecca.

“Saya memang sedang menarik diri dari Jakarta, saya sedang tawar-menawar dengan istri saya untuk pindah ke Jogja dan istri saya sudah setuju,” ujar Hanung kepada Antara pekan ini.

Baca juga: Hanung Bramantyo: Film “Bumi Manusia” adalah bentuk pengabdian

Menurut sutradara “Bumi Manusia” itu, Jakarta adalah kota yang sudah terlalu padat, belum lagi masalah kemacetan dan polusi.

Hanung menceritakan tidak mudah untuk mengajak keluarganya pindah ke Kota Gudeg itu, sebab dia menyadari bahwa di sana bukanlah tempat kelahiran istri dan keempat anaknya.

“Yang saya tanya istri saya, gimana kalau pindah ke kota yang bukan tempat kelahiran kamu, ya kebetulan saat ini dia sudah mencintai Jogja karena sering saya bawa, butuh penyesuaian. Enggak cepet lho, butuh setahun dua tahun baru bisa ‘Yuk, pindah Jogja aja yuk’. Itu istri saya udah begitu, Zaskia udah begitu,” jelas sutradara “Habibie & Ainun” itu.

Baca juga: Hanung bicara soal Jokowi dan KH Ahmad Dahlan

Untuk pindah ke tempat baru memang bukan hal yang mudah dan banyak yang harus dipersiapkan. Menurutnya, yang jadi permasalahan sekarang adalah mencari sekolah untuk anak-anaknya.

“Persoalannya sekarang yang belum terjawab adalah anak-anak sekolah di mana, karena saya ingin anak-anak sekolah yang sudah ada fasilitas IB (International Baccalaureate), sekolah tidak memberikan tuntutan untuk segaram, maksudnya harus fisika harus ilmu pasti nomor satu,” katanya.

Hanung menambahkan, “Saya cari sekolah yang ‘Lu punya bakat apa? Itu yang dikembangin’. Itulah makanya saya taruh anak-anak saya di sekolah yang punya daftar IB. Nah di Jogja baru ada satu, dan itu pun kita belum melakukan penjajakan. Kalau udah ada dan itu cukup bagus ya saya akan ngejar itu.”

Baca juga: “Habibie & Ainun 3” tetap tayang tanpa Jefri Nichol

Baca juga: Hanung Bramantyo ingin tetralogi “Buru” difilmkan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Aladdin” susul “Spider-Man: Far From Home” tembus 1 miliar dolar

Jakarta (ANTARA) – Disney live-action “Aladdin” berhasil menembus angka 1 miliar dolar untuk pendapatan di seluruh dunia, hal tersebut menjadikannya berada di peringkat ke-41 sebagai film dengan hasil penjualan yang fantastis.

Menurut laporan Variety, Sabtu, “Aladdin” juga menjadi film remake Disney kelima yang mampu menghasilkan 1 miliar dolar di mana peringkat pertamanya diduduki oleh “Beauty and the Beast”, “Alice in Wondeelan” dan “Pirates of the Caribbean” yang berad di urutan kedua dan keempat.

Film klasik kisah 1001 malam ini, bergabung dengan “Avengers: Endgame,” “Captain Marvel” dan “Spider-Man: Far From Home” sebagai rilisan 2019 yang telah melewati angka 1 miliar dolar.

“Aladdin” telah mendapat 343,1 juta dolar untuk di dalam negeri dan 656,2 juta dolar secara global yang dipimpin dengan 98,8 juta di Jepang, 81,4 juta dolar di Korea, 53,3 juta dolar di Cina dan 45,3 juta dolar di Inggris.

“Aladdin” dibuka dengan angka 117 juta dolar selama liburan Memorial Day dan dengan mudah mengungguli proyeksi domestik pra-pembukaan Disney, yang berada dalam kisaran 75 juta dolar hingga 85 juta dolar selama empat hari.

Disney-Marvel “Avengers: Endgame” juga telah menggantikan “Avatar” akhir pekan lalu sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa dengan meraih 2,79 miliar dolar.

Baca juga: Marc Webb akan sutradarai live action Snow White

Baca juga: Soundtrack Aladdin versi Isyana-Gamaliel laris didengar di Spotify

Baca juga: “Aladdin” lampaui pencapaian “The Hangover Part II” pada Memorial Day

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nama Stan Lee akan digunakan sebagai jalan di New York City

Jakarta (ANTARA) – Nama Stan Lee akan digunakan sebagai salah satu nama jalan di New York City.

Pembuat karakter ikonik seperti Spider-Man, Fantastic Four, Hulk dan X-Men ini sepertinya akan dihormati untuk selamanya di kota yang mendapat julukan Big Apple itu.

Dewan Kota NYC memberikan suara awal pekan ini untuk memiliki University Avenue di Bronx yang juga bernama Stan Lee Way, demikian dilansir NME, Sabtu.

Semua yang terjadi sekarang adalah hak walikota Bill De Blasio untuk menandatangani proposal tersebut.

Sementara itu, Lee pernah mengungkapkan bahwa konser terakhir yang pernah dia kunjungi adalah KISS.

“Mereka mengundang saya untuk duduk di dekat panggung dan saya menjadi tuli. Musiknya sangat keras sehingga saya harus berlari keluar,” kata Lee saat itu.

“Mungkin itu sekira tahun 1970an, mereka membuat komik Marvel saat itu dan aku berteman dengan mereka. Mereka dibuat untuk terlihat seperti pahlawan super,” lanjutnya.

Dia menambahkan, “Saya ingat Gene [Simmons, bassis / penyanyi] datang ke kantor saya mengenakan sepatu besar miliknya ketika dia mengenakan kostum secara bersamaan. Dia bilang ‘Bagaimana menurutmu Stan, apakah ini terlihat benar?” Saya jawab, ‘Orang-orang pasti akan mengingatmu.”

Baca juga: Mantan manajer Stan Lee akhirnya diciduk

Baca juga: Stan Lee tak sempat lihat “Avengers: Endgame”

Baca juga: Mantan manajer Stan Lee dituduh lakukan kekerasan pada mendiang

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Park Seo-joon nikmati pengalaman baru di film horor

Jakarta (ANTARA) – Aktor Park Seo-joon sukses merebut hati penonton layar kaca, terbukti lewat drama komedi romantis seperti “What’s Wrong with Secretary Kim?”, sampai ia dijuluki “master rom-kom”.

Aktor 30 tahun itu tidak mau berhenti di sana. Dia ingin tantangan untuk keluar dari citra itu dan mencari peran baru yang membuat karir aktingnya makin berkembang.

Dilansir Yonhap, peran teranyarnya di film “The Divine Fury” jadi langkah besar menuju target itu.

Dalam film horor aksi yang disutradarai Kim Ju-hwan itu, Park berperan sebagai juara bela diri dunia bernama Yong-hoo yang menemukan kekuatan pengusir setan dan bertarung melawan pendeta jahat.

Yong-hoo muda pernah menjauhi Tuhan ketika doa agar ayahnya selamat tidak terjawab. Suatu hari petarung itu menemukan luka misterius di telapak tangannya, membuatnya bertemu dengan pendeta katolik senior, diperankan Ahn Sung-ki, dan mereka bersama-sama mengusir setan.

“Saya kira-kira tahu seperti apa citra saya yang disukai masyarakat. Jadi jika saya memilih (peran) serupa, hasilnya bisa lebih baik,” kata Park tentang popularitasnya lewat peran-peran romantis.

“Tapi buat saya jadinya tidak terlalu menarik. Makanya saya pilih ‘The Divine Fury’,” kata dia. “Saya butuh stimulasi baru agar akting jadi menarik.”

Selain perubahan gaya akting Park, film itu sendiri merupakan tantangan besar.

“The Divine Fury” adalah film genre horor pertama sutradara Kim yang sebelumnya membuat film panjang perdana “Midnight Runners” (2017), komedi aksi yang dibintangi juga oleh Park.

Sutradara itu sudah bertekad membuat film lanjutan “The Divine Fury” untuk membangun dunia sinema bertema pengusiran setan, dan kesuksesan komersial dari film ini akan menentukan nasib dari visi sang sutradara.

Jadwal penayangan film ini juga berbarengan dengan judul-judul Hollywood yang mendominasi, termasuk “The Lion King,” “Aladdin” dan “Spider-Man: Far From Home.”

“Dari perspektif penonton film, penting untuk punya banyak pilihan. Pilihan mereka itu objektif. Inilah mengapa industri film Korea terus berkembang… untuk bisa bersaing (melawan film asing),” kata Park.

“Jadi saya mengapresiasi usaha sutradara Kim Ju-hwan.. karena tanpa mencoba hal baru, (industri) akan tetap sama,” katanya.

Park optimistis film itu akan sukses.

“Ini film yang menciptakan kesan berbeda tergantung penonton. Ini bisa jadi horor, misteri, laga atau drama. Semua ada di situ,” kata dia.

Ini juga jadi pertemuan kedua Park bersama teman aktornya, Choi Woo-shik. Park menjadi cameo sebagai teman Choi di film pemenang Cannes “Parasite”. Kali ini, giliran Choi jadi cameo.

Baca juga: Park Seo Joon rayakan ultah bersama V BTS

Baca juga: “Midnight Runners”: aksi duo calon polisi kocak berlari demi orang lain
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Demi “Imperfect”, Jessica Mila rela tambah 10 kilogram

Jakarta (ANTARA) – Jessica Mila wajib menambah berat badannya hingga 10kg demi menunjang perannya dalam film “Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan” walau sempat merasa takut penampilannya akan berubah.

“Bukan takut eggak bisa turunin lagi, tapi (aku) lebih takut karena pas proses naikin itu barengan sama proses film aku yang sekarang mau tayang. Jadi aku ya, lumayan insecure juga dengan berat badan aku yang lagi segitu karena biasanya aku mungkin kurus atau gimana?” ujar Jessica dalam jumpa pers film “Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan” di Jakarta, Jumat.

Perempuan kelahiran Langsa, Aceh  itu melanjutkan, “Tiba-tiba nanti orang lihat aku berubah, pasti akan jadi pertanyaan. Dan kadang-kadang (muncul pertanyaan), ‘Eh Mila gendutan ya?’, Itu pertanyaan yang lumayan sensitif buat aku.”

Baca juga: Jessica Mila prioritaskan pasangan dibanding konsep pernikahan

Dalam “Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan”, Jessica berperan sebagai Rara seorang perempuan muda yang tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang berisi dan berkulit hitam.

Selain menaikkan berat badan, pemain sinetron “Ganteng-Ganteng Serigala” itu juga dituntut untuk menghitamkan kulitnya. Hal tersebut juga menjadi salah satu ketakutan Jessica saat menerima tawaran film itu.

“Jadi, aku harus berani terlihat berbeda dari sebelumnya. Aku dihitamkan juga. Jadi kayak kemarin sempat ngerasa ‘Aduh gimana ya? Orang-orang lihatnya kayak gini‘. Tapi ya, aku menjalani itu dengan tetap bersyukur karena bisa melewatinya dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: “Imperfect” film Ernest dengan pemain terbanyak

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pacaran dua tahun, Boy William akhirnya bertunangan

Jakarta (ANTARA) – Boy William baru saja bertunangan dengan Karen Vandela yang disampaikannya lewat sebuah kejutan gunung Fuji, Jepang.

“Dia tahu kita syuting vlog, kamera itu ada, dia tahu itu hidden tapi selama di Jepang memang syuting vlog. Setiap hari kita diikutin kamera, dia enggak tahu kalau dilamar, karena itu kan kayak kerjaan gue entertainment,” ujar Boy dalam jumpa pers film “Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan” di Jakarta, Jumat.

“Gue kasih dia cincin dan dia bilang iya,” lanjutnya.

Baca juga: Boy William mau coba kerja di laundry kiloan betulan

Boy sengaja memilih gunung Fuji sebagai tempat untuk melamar, lantaran belum terlalu banyak orang yang melakukannya di sana.

“Gue suka alam jadi gue pengin alam-alam gitu and i think it’s the perfect spot. Jarang banget orang melamar di sana,” kata Boy.

Baca juga: Gisella dan Boy William adu akting dalam film komedi

Setelah dua tahun berpacaran, pemain film “Laundry Show” itu merasa bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajak Karen membina rumah tangga.

“Pas berhubungan sudah ada pikiran ke arah sana, you know when you know. Kita ketemu orang dan menurut lu dia akan jadi my wife, kita tahu itu dari awal, cuma nungguin timing yang tepat saja. Karena gue percaya nikah sekali dan tunggu pas, dan kalau sudah kasih cincin berarti serius,” jelas pemilik acara Nebeng Boy ini.

Meski demikian, Boy dan Karen tidak akan menikah dalam waktu dekat, sebab dia masih memiliki kewajiban pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Rencana masih pacaran belum planning sama sekali. Karena masih terbangkalai banyak kerjaan, kontrak-kontrak masih berjalan, jadi pelan-pelan sambil berjalan. Enggak buru-buru kok,” jelas pemain “Promise” itu.

Baca juga: Kata Boy William soal menyanyikan “Indonesia Raya” di bioskop

Baca juga: Boy William kesulitan akting marah

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Imperfect” film Ernest dengan pemain terbanyak

Jakarta (ANTARA) – Ernest Prakasa memperkenalkan jajaran pemain yang akan terlibat dalam “Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan”, menurutnya ini adalah film dengan jumlah pemain terbanyak yang pernah digarapnya.

“Talent kita sampai 40, paling banyak dibanding film yang lain. Kalau yang lain kan kayak cuma cameo lewat-lewat doang, kalau ini enggak,” kata Ernest dalam jumpa pers “Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan” di kantor Starvision, Jakarta, Jumat.

40 pemain yang terlibat dalam film ini di antaranya Reza Rahadian, Jessica Mila, Boy William, Dion Wiyoko, Shareefa Danish, Karina Suwandi, Uus, Olga Lydia, Ardit, Aci Resti dan lainnya.

Baca juga: Resensi: Menyaksikan film horor sambil tertawa di “Ghost Writer”

Tak hanya banyaknya jumlah pemain yang membuatnya kerepotan, bagi Ernest ini adalah film terberat yang pernah dikerjakan olehnya.

“Ini merupakan film terberat gue hingga saat ini. Satu, pembagian fase syuting karena ada scene saat Jessica gemuk dan saat kurus yang bikin managemen produksi jadi lebih rumit,” jelas sutradara film tersebut.

“Kedua isu yang diangkat bukan hanya sangat kompleks tapi juga cukup feminin. Ketiga ini akan jadi syuting film terlama gue dengan total 30 hari waktu syuting yang dibagi jadi dua fase,” lanjutnya.

Baca juga: Soal pembatasan media sosial, Ernest: waktunya bergaul dengan sesama

Tak hanya Ernest, Muhadkly Acho sebagai konsultan komedi juga merasa cukup berat dalam menggarap humor yang akan dimasukkan dalam film, sebab dia tidak ingin menjadi bumerang bagi filmnya.

“Ini film yang gue bikin komedinya paling hati-hati karena isu yang diangkat lumayan besar. Karena kalau pakai jokes yang body shamming nanti enggak sesuai filmnya, padahal di kita body shamming itu terkadang ada unsur komedi. Makanya tadi udah dapat satu joke pas dirasa-rasain lagi kayaknya enggak usah deh.

“Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan” diambil dari buku karya Meira Anastasia yang merupakan istri Ernest dan akan bergenre romantis. Proses syutingnya sendiri baru akan dimulai dua hari lagi.

Baca juga: Pesan Ernest Prakasa di Hari Film Nasional: Tonton yang orisinal

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Detektif Conan” berpetualang di Singapura dalam film terbaru

Jakarta (ANTARA) – Selama dua dekade, film animasi “Detektif Conan” yang tayang tiap April sejak 1997 selalu mengambil latar belakang tempat di Jepang.

Tradisi itu berubah pada film ke-23 berjudul “Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire” yang lokasi utamanya bukan di Negeri Sakura, melainkan Singapura.

“Ini adalah pertama kalinya film Detektif Conan berlokasi di luar Jepang,” kata Raymond Lim, Direktur Area Singapore Tourism Board (STB) untuk Indonesia sebelum nonton bareng di CGV Grand Indonesia, Rabu (24/7).

Ia menambahkan, pencinta Conan Edogawa bisa melihat sosok karakter fiksi yang mereka sukai di mural yang terdapat di Chinatown, Singapura.

“Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire” membawa kembali karakter-karakter yang dicintai oleh pencinta komik karya Gosho Aoyama. Conan Edogawa si anak SD yang sebenarnya detektif SMA Shinichi Kudo, kekasihnya Ran Mouri putri dari “detektif tidur” Kogoro Mouri serta kawan baiknya Sonoko Suzuki.

Film ke-23 ini menghadirkan Kaito Kid si pesulap dan pencuri yang punya hubungan seperti kucing dan anjing dengan Shinichi.

Keduanya punya level kecerdasan serupa dan sering saling berkejaran, terutama Conan yang berusaha mengungkap kedok asli remaja pandai menyamar itu.
  Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire (IMDB)

Kali ini Conan terpaksa harus akur dengan Kaito Kid yang jauh-jauh ke Singapura untuk mencuri perhiasan safir biru yang ditemukan dari bawah laut.

Conan diam-diam diselundupkan oleh Kaito Kid untuk membantunya mendapatkan perhiasan incarannya.

Conan tidak berkutik karena satu-satunya cara agar dia bisa kembali lagi ke Jepang adalah dengan mengikuti rencana si pencuri.

Kaito Kid menyamar sebagai Shinichi, menemani Ran dan Sonoko yang datang untuk menonton pertandingan kekasih Sonoko, atlet karate Makoto Kyogoku yang selalu mengenakan plester di pelipis. Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire (IMDB)

Upaya pencurian Kaito Kid diwarnai dengan kasus-kasus pembunuhan misterius yang menjadikan si pesulap sebagai kambing hitam.

Conan bersama Kaito Kid berusaha memecahkan misteri sekaligus menghindari bahaya dari penjahat sesungguhnya.

Sepanjang film, penonton dibawa untuk melihat tempat-tempat ikonik di Singapura. Suasana di Marina Bay Sands dan pertunjukan air mancur menari lengkap dengan efek-efek lampu memukau, patung Merlion di Merlion Park, Gardens by the Bay sampai Maxwell Food Centre di mana seorang karakter menikmati hidangan nasi ayam ternama, digambarkan secara detail.

Penonton Indonesia yang familier dengan tempat-tempat itu di Singapura bisa betul-betul menyelami suasana dalam “Detektif Conan” yang membuatnya terasa lebih dekat.

Kehadiran tokoh-tokoh baru dengan nama khas Asia Tenggara juga membuat film ini lebih menarik, misalnya Hezli Jamaluddin, walaupun dari sisi gambar tidak ada bedanya dengan tipikal tokoh-tokoh lain di “Detektif Conan”.

Ada berbagai adegan pemicu tawa, termasuk reaksi Conan melihat Shinichi palsu bermesraan dengan Ran dan sikap Kaito Kid saat berhadapan dengan Makoto Kyogoku yang kekuatannya di luar tandingan si pesulap.

“Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire” akan jadi tontonan menarik bagi pencinta komik detektif itu karena menyuguhkan kolaborasi langka antar dua karakter yang biasanya saling adu siasat, Shinichi dan Kaito Kid.

Perihal sepele tapi bikin penasaran seperti alasan Makoto Kyogoku tak pernah melepas plester di pelipisnya juga bakal terungkap.

“Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire” mendapatkan sambutan positif di negara asalnya, bahkan film animasi ini berhasil mengalahkan “Avengers: Endgame” pada pekan keempat penayangan di Jepang.

Film terbaru Detective Conan tersebut mulai tayang di bioskop-bioskop Tanah Air pada Jumat 26 Juli.

Baca juga: Film terbaru “Detective Conan” cetak rekor
 

Rotan Unik Karakter Animasi

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Spider-Man: Far From Home” tembus angka 1 miliar dolar

Jakarta (ANTARA) – “Spider-Man: Far From Home” telah melampaui angka pendapatan 1 miliar dolar di box office seluruh dunia dan menjadi film pertama dari waralaba tersebut yang berhasil mencetak prestasi itu.

Bagi Sony Pictures, ini adalah film kedua yang mampu meraup miliaran dolar setelah “James Bond: Skyfall” dengan 1,1 miliar dolar, yang dibuat bersama MGM, demikian laporan The Hollywood Reporter, Jumat.

Hingga Kamis (25/7), “Far From Home” berhasil mengantongi 333 juta dolar pendapatan domestik, dan 672 juta dolar di luar negeri sehingga total menjadi 1,005 miliar dolar.

“Spider-Man: Far From Home” yang dibintangi oleh Tom Holland sebagai Spider-Man adalah film seri kedelapan dari Sony Spidey dan diproduksi oleh pimpinan Marvel Studios Kevin Feige dan Amy Pascal.

Film tersebut merupakan sekuel dari “Spider-Man: Homecoming” yang dirilis pada 2017 dan sebelumnya menjadi film “Spider-Man” dengan pendapatan terbesar dengan perolehan 880 juta dolar.

“Spider-Man: Far From Home” adalah film ke-40 yang melampaui 1 miliar dolar dan merupakan film ketiga terbesar yang dirilis 2019 di belakang “Avengers: Endgame” (2,79 miliar dolar) dan “Captain Marvel” (1,13 miliar dolar) baik dari Disney dan Marvel.

“Spider-Man” juga mengalahkan “Jumanji: Welcome to the Jungle” yang sebelumnya menjadi film terlaris sepanjang masa dari Sony Pictures dengan 963 juta dolar.

Setelah Amerika Utara, China adalah pasar terlaris untuk film ini dengan perolehan 204 juta dolar, Korea Selatan 56 juta dolar, Inggris 36 juta dolar, Meksiko 30 juta dolar, Jepang 26 juta dolar, Brasil 25 juta dolar, Australia 24 juta dolar, Rusia 20 juta dolar, dan Prancis 20 juta.

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” untung besar di Hari Kemerdekaan AS
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Prekuel “Game of Thrones” sedang diproduksi

Jakarta (ANTARA) – Episode pertama dari tayangan yang berpotensi jadi serial prekuel “Game of Thrones” telah rampung diproduksi di Belfast, kata pihak HBO, Rabu waktu setempat.

Para eksekutif HBO akan meninjau episode tersebut sebelum memutuskan apakah akan membuatnya jadi serial satu musim, namun presiden program HBO Casey Bloys tampak optimistis setelah melihat hasilnya.

“Hasilnya bagus sekali. Para pemeran luar biasa,” ujar Bloys saat merespons pertanyaan di acara Television Critics Association di mana saluran penyiaran itu menayangkan cuplikan tayangan-tayangan yang akan datang.

Dengan berakhirnya “Game of Thrones” yang ditayangkan dalam delapan musim pada Mei lalu, banyak penggemar yang tak sabar ingin kembali ke dunia fiksi yang diciptakan penulis George R.R. Martin itu.

Dilansir Reuters, serial itu adalah andalan HBO, namun musim pamungkasnya banyak jadi perdebatan karena penggemar dan kritikus merasa kejutan dalam plot, terutama yang berhubungan dengan karakter utama, kurang memuaskan. Nyaris 1,7 juta orang menandatangani petisi online meminta musim terakhir serial itu ditulis ulang.

Meski banyak kritikan, “Game of Thrones” memimpin nominasi Emmy dengan total 32 nominasi.

Bloys mengatakan kritikan itu tidak mengubah niat HBO untuk membuat prekuel yang dibintangi Naomi Watts dan berlatar belakang ribuan tahun sebelum kejadian di “Game of Thrones”.

Petisi itu menunjukkan “antusiasme dan gairah penonton terhadap serial itu,” ujar Bloys, namun “bukan sesuatu yang kami betul-betul pertimbangkan.”

“Ada sedikit kekurangan saat punya acara yang sangat populer,” kata Bloys. “Salah satu yang bisa saya pikirkan sekarang adalah ketika kau berusaha mengakhirinya, banyak orang punya opini berbeda tentang bagaimana akhir yang seharusnya… Saya pikir itu memang wajar terjadi.”

Baca juga: Musim terakhir Game of Thrones tayang 14 April
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyanyi soundtrack film Bumi Manusia

Produser Frederica (kiri) bersama para penyanyi Once Mekel (kedua kiri), Iwan Fals (kedua kanan) dan Fiersa Besari memberikan konferensi pers tentang soundtrack film Bumi Manusia di Salihara, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019). Once, Iwan Fals bersama Fiersa resmi mengisi soundtrack dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo dengan lagu berjudul Ibu Pertiwi. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

“Habibie & Ainun 3” tetap tayang tanpa Jefri Nichol

Jakarta (ANTARA) – Sutradara Hanung Bramantyo menegaskan film “Habibie & Ainun 3” akan tetap ditayangkan meskipun pemeran tokoh Habibie, Jefri Nichol, tersangkut kasus hukum penyalahgunaan narkoba.

“Film ‘Habibie & Ainun’ itu kan ada sejak Jefri Nichol ada (belum tersangkut kasus hukum) dan sekarang Jefri terlibat (kasus hukum). Tentunya, kita sudah tahu yang jadi Habibie siapa dan yang jadi Ainun siapa. Ada Jefri, tidak ada Jefri, saya tidak ada masalah dengan film itu,” kata Hanung dalam jumpa pers musik latar “Bumi Manusia” di Jakarta, Kamis.

Hanung yang juga menjadi sutradara “Bumi Manusia” itu mengatakan proses syuting “Habibie & Ainun 3” sudah selesai meskipun belum menetapkan jadwal penayangan film trilogi kisah asmara Presiden ke-3 RI dan Ibu Hasri Ainun Besari itu.

“Lain (persoalan) kalau (menyangkut) film yang akan dia bintangi. (Karena) dengan kejadian (kasus hukum) ini, (film) tidak jadi syuting. Itu sikap saya,” ujarnya.

Baca juga: Artis di tengah pusaran narkoba

Hanung mengaku telah memahami posisi yang sedang dihadapi oleh aktor berusia 20 tahun itu sehingga tidak berniat untuk melakukan tindakan terkait film “Habibie & Ainun 3” seperti menghilangkan sosok Jefri dari film.

Dia melanjutkan, “Saya tergerak tapi bukan kemudian menghakiminya, menyalahkan dia, dan mencaci-maki dia. Sedih iya, kecewa iya, tapi saya pribadi tidak menghilangkan harapan.”

Suami Zaskia Adya Mecca itu sudah berencana untuk menjenguk Jefri menyusul perilaku salah satu pemain “Hit & Run” itu sangat baik dan sopan.

“Harusnya hari ini. Dari Dapur Film juga udah ke sana. Saya juga udah diajak Reza Rahadian ke sana. (Saya) belum sempat aja, tapi pasti saya akan ke sana,” kata sutradara “Ayat-Ayat Cinta” itu.

Baca juga: Jefri Nichol terisak saat diminta sampaikan pesan ke keluarga

Jefri Nichol menyesal menggunakan narkotika

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anne Hathaway hamil anak kedua

Jakarta (ANTARA) – Anne Hathaway mengungkapkan soal kehamilan anak kedua melalui akun Instagram. Bintang “The Devil Wears Prada” menyatakan kepada penggemar bahwa dia begitu banyak berjuang demi mendapatkan anak kedua.

“Ini bukan untuk film… #2,” canda Anne dilansir The Sun, Kamis.

Pemain “The Hustle” ini juga mengungkapkan bahwa proses kehamilannya tidak mudah dan berliku.

“Untuk semua orang yang mengalami ketidaksuburan dan kesulitan pembuahan, ketahuilah itu bukan jalan yang mudah menuju ke kehamilan saya,” ujar Anne.

Baca juga: Anne Hathaway bicara soal “Princess Diaries 3”

Dia melanjutkan, “Aku mengirimkanmu ekstra cinta.”

Anne sudah memiliki seorang anak bernama Jonathan yang berusia tiga tahun bersama suaminya, Adam Shulman.

Dia terpaksa menyangkal rumor tentang kehamilannya pada tahun lalu ketika tubuhnya bertambah besar demi film terbarunya.

Anne juga sempat memberi peringatan kepada warganet di media sosial yang mengkritik sosoknya lebih besar.

Kini, dia berbagi berita istimewa dan mendapat banyak dukungan dari penggemar seperti yang diungkap oleh salah satu penggemarnya, “Selamat, Anne! Semoga Tuhan memberkati kedua anakmu.”

Baca juga: Anne Hathaway kenang gaun kontroversi Oscar 2013

Baca juga: Anne Hathaway akan tampil dalam film jenaka “Colossal”

Baca juga: Anne Hathaway ingin jadi Catwoman lagi

Evakuasi ibu hamil di tengah banjir dengan helikopter

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutradara “Thor: Ragnarok” garap film komedi sindiran “anti Hitler”

Jakarta (ANTARA) – Fox baru saja merilis trailer film “Jojo Rabbit”, yang sebagian besar ceritanya berisi sindiran terhadap pemimpin Jerman masa lalu Adolf Hitler. Film ini disutradarai Taika Waititi yang juga penulis dan pengarah film “Thor: Ragnaraok” dan ia juga dikabarkan segang menggarap “Thor 4”.

Trailer memang tidak mengungkap banyak hal, tapi terungkap bahwa film ini dibintangi Sam Rockwell, Scarlett Johansson, kemudian Wilson, Salfie Allen, Stephen Merchant, Thomasin McKenzie, dan Waititi sendiri serta sang pendatang baru Roman Griffin Davis, menurut Vox dalam laporannya, dikutip Kamis.

“Jojo Rabbit” menceritakan tentang kamp Pemuda Hiltler (Hitler Youth). Davis berperan sebagai Jojo, yang ditertawakan oleh rekan-rekannya karena seperti “kelinci yang ketakutan”.

Film ini mengadopsi skenario dari buku terlaris tahun 2008 “Caging Skies” karya Christine Leunens. Novel ini, sebuah komedi kelam, menceritakan kisah Johannes, seorang anggota muda dan antusias Hitler Youth yang menemukan bahwa orangtuanya menyimpan rahasia besar.

Baca juga: Bruno Ganz pemeran Hitler dalam “Downfall” tutup usia

Waititi yang dianggap sebagai sutradara visioner, telah membangun kariernya melalui film-film seperti “Eagle vs. Shark” (2007), “Boy” (2010), “What We Do in the Shadows” (2010), dan “Hunt of the WIlderpeople” (2016). Kemudian menggarap serial HBO “Fight of the Conchords”, bahkan karnyanya yang laris “Thor: Ragnarok” pada 2017.

Jojo Rabbit akan membuat debut dunianya di Toronto International Film Festival pada bulan September dan akan tiba di bioskop pada tanggal 18 Oktober, menunjukkan bahwa film tersebut kemungkinan akan bersaing untuk mendapatkan Oscar juga.

Baca juga: Natalie Portman kembali ke film Marvel sebagai Thor

Baca juga: Ini daftar film-film Marvel fase 4 setelah “Avengers: Endgame”

Baca juga: Lukisan Adolf Hitler dilelang di Los Angeles
 

Penerjemah: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, Ellyas Pical bungkam soal Jefri Nichol hingga video Kimi Hime

Jakarta (ANTARA) – Kemarin ada berbagai berita menarik seputar hiburan, gaya hidup, otomotif dan teknologi yang masih laik disimak hari ini, mulai dari mantan petinju Ellyas Pical yang enggan berkomentar soal Jefri Nichol hingga video Kimi Hime yang ditangguhkan Kementerian Komunikasi dan Informatika karena dianggap vulgar.

1. Dukungan para pesohor untuk Jefri Nichol mengalir di dunia maya

Para pesohor, baik aktor maupun sutradara, yang pernah bekerjasama dengan Jefri Nichol beramai-ramai mengucapkan dukungan untuk aktor muda yang baru tersandung kasus narkoba.

Selengkapnya di sini.

2. Ellyas Pical enggan berkomentar soal Jefri Nichol

Mantan petinju Ellyas Pical, enggan memberikan komentar terkait dengan penangkapan Jefri Nichol yang terkait kasus narkoba pada Selasa (23/7).

Selengkapnya di sini.

3. Menguji kenyamanan sedan premium All New Honda Accord
​​​​​​​

Honda Accord, salah satu sedan legendaris dari Honda, baru saja memiliki kendaraan generasi ke-10 setelah hadir di Indonesia sejak 1978.

Selengkapnya di sini.

4. Tiga video vulgar Kimi Hime di-suspend Kominfo
​​​​​​​

Kementerian Komunikasi dan Informatika menangguhkan setidaknya tiga video dari pembuat konten sekaligus pemilik akun Youtube Kimi Hime yang dinilai vulgar.

Selengkapnya di sini.

5. Yaris TRD dengan turntable DJ mejeng di GIIAS
​​​​​​​

PT Toyota Astra Motor (TAM) tidak hanya menampilkan jajaran kendaraan terbarunya di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, namun mereka juga memajang kendaraan modifikasi Toyota Yaris TRD Sport yang dilengkapi piranti hiburan turntable alias pemutar rekaman yang dipakai para disc jockey (DJ) beraksi.

Selengkapnya di sini

Jefri Nichol menyesal menggunakan narkotika

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Main di “Bridezilla”, Rio Dewanto terkenang acara pernikahannya

Jakarta (ANTARA) – Terlibat dalam film “Bridezilla” membuat aktor Rio Dewanto terkenang acara pernikahan dengan sang istri Atiqah Hasiholan pada 2013.

Rio mengatakan lokasi pernikahannya saat itu belum pernah digunakan untuk acara serupa sebelumnya. Belum lagi akses menuju lokasi yang relatif sulit.

“Lokasi pernikahan saya itu belum pernah dipakai untuk pernikahan sama sekali. Akses lumayan sulit, harus pakai kapal. Jadi ya, untung nikah hanya sekali,” ujar dia seraya terkekeh saat bertemu awak media di Jakarta, Rabu.

Rio dan Atiqah menikah di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu. Saat itu, Atiqah mengenakan gaun merah sementara Rio memakai kemeja putih berbalut setelan jas abu-abu dan dasi kupu-kupu merah.

Kini, mereka dikaruniai satu orang putri bernama Salma Jihane Putri Dewanto.

Sementara itu, ketika berbicara mengenai orang-orang yang punya impian tersendiri untuk pernikahan mereka, Rio mengaku maklum. Ia pun bisa memahami konflik yang dialami karakter Dara dalam “Bridezilla” yang diperankan selebritas Jessica Mila.

“Orang punya impian pernikahannya sendiri seperti apa,” kata dia.

Dalam “Bridezilla” Rio berperan sebagai Alvin, kekasih Dara yang menolak pernikahannya dijadikan alat untuk semata kebutuhan komersil.

Baca juga: Jessica Mila prioritaskan pasangan dibanding konsep pernikahan

Baca juga: Demi “Bridezilla”, Rafael Tan belajar feminin
 

Ratna gencar diperiksa Polda Metro Jaya

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Demi “Bridezilla”, Rafael Tan belajar feminin

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Rafael Tan harus belajar memerankan karakter pria feminin untuk film “Bridezilla”.

“Ini jadi tantangan buat aku karena di film sebelumnya enggak banyak yang aku pelajari. Di sini aku pelajari gestur cowok feminin,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

“Bridezilla” dibintangi oleh Jessica Mila, Rio Dewanto dan Sheila Dara. Dalam film tersebut, Rafael berperan sebagai Aang, sahabat Dara (Jessica Mila) dan Key (Sheila Dara) yang menjalankan usaha penyelenggara pernikahan.

Untuk bisa menyelami karakter Aang, Rafael mengaku belajar cara banyak hal, semisal mengibaskan rambut hingga cara berbicara.

“Gestur cowok feminin, kibasin rambut. Pasti setiap orang punya penilaian feminin seperti apa,” tutur Rafael.

Baca juga: Jessica Mila prioritaskan pasangan dibanding konsep pernikahan

Baca juga: “Bridezilla”, dari drama suara tayang ke layar lebar
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jessica Mila prioritaskan pasangan dibanding konsep pernikahan

Jakarta (ANTARA) – Selebritas Jessica Mila mengaku lebih memikirkan karakter pria yang akan menjadi pasangannya dibanding konsep pernikahan impian menyusul tren yang muncul pada calon pasangan muda di Indonesia.

“Aku enggak terlau mikirin mau punya wedding seperti apa. Aku lebih mikirin, aku nanti nikah sama siapa ya,” ujar Jessica seraya tertawa dalam konferensi pers film “Bridezilla” di Jakarta, Rabu.

Dalam film karya sutradara Andibachtiar Yusuf itu, Jessica berperan sebagai Dara, seorang pemilik usaha Wedding Organizer (WO) yang berkukuh ingin mewujudkan pernikahan impiannya.

Jessica menilai apa yang dilakukan Dara sering terjadi pada sebagian besar perempuan walau sebagian perempuan harus mengorbankan sahabat mereka untuk mewujudkan mimpi itu.

“Menurut aku, setiap orang punya mimpi pernikahan masing-masing. Dara dari kecil memimpikan pernikahan indah dan sesuai bayangannya. Dara tahu apa yang dia mau. Dia mengejar mimpi dan sangat perfeksionis,” tuturnya.

Baca juga: Jessica Mila paling takut terluka saat syuting

Di balik sifat perfeksionis Dara yang memunculkan konflik, menurut Jessica, ada pelajaran yang bisa dipetik untuk para perempuan muda Indonesia.

“Dara mengalami suatu konflik yang bisa banget dijadiin pelajaran untuk aku dan penonton. Termasuk terlalu ambisius kehilangan apa yang dia punya,” katanya.

“Bridezilla” mengangkat tentang mimpi, persahabatan, dan kisah romantis yang berawal dari impian masa kecil seorang perempuan bernama Dara.

Atas nama ambisi dan obesesi untuk mewujudkan pernikahan sesuai impian, Dara harus kehilangan sahabatnya.

Selain Jessica, film yang akan tayang pada 1 Agustus itu juga dibintangi sederet selebritas antara lain Rio Dewanto, Sheila Dara, Widyawati, Aimee Saras, Rafael Tan, Adriano Qalbi, dan Lucinta Luna.

Baca juga: “Bridezilla”, dari drama suara tayang ke layar lebar

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dukungan para pesohor untuk Jefri Nichol mengalir di dunia maya

Jakarta (ANTARA) – Para pesohor, baik aktor maupun sutradara, yang pernah bekerjasama dengan Jefri Nichol beramai-ramai mengucapkan dukungan untuk aktor muda yang baru tersandung kasus narkoba.

Sutradara Joko Anwar dalam akun Instagram menyebut Nichol sebagai anak dengan hati baik sekaligus aktor berbakat yang menjanjikan. Di mata Joko, Nichol adalah aktor tekun, rendah hati dan seorang pekerja keras.

“Everybody makes mistakes. Stay strong Jefri Nichol.”

Chandra Liow di Instagram mengunggah fotonya bersama Nichol dengan caption pernyataan yang menguatkan hati rekannya.

“Berdoa yang terbaik untuknya dan berharap semua akan baik-baik saja. Bro, kamu akan baik-baik saja.” tulis dia dalam bahasa Inggris.

Sementara aktor Joe Taslim dalam Instagram Stories menulis ia tahu Nichol adalah anak yang baik, dan Joe terus mendoakan agar aktor muda itu tetap kuat.

Shenina Cinnamon yang punya hubungan dekat dengan Nichol pun mengunggah fotonya bersama aktor “Dear Nathan” itu dengan menambahkan caption simbol hati.

A post shared by SHENA’S FANS♥ (@sheninacinnamon.gallery) on

Aktris Hannah Al Rashid juga menunjukkan dukungannya lewat platform media sosial yang sama. Di akunnya, ia menulis “Bocah kesayanganku. Whatever happens, you will rise.”

Sementara Tatjana Saphira mengunggah Instagram Story yang memperlihatkan fotonya bersama Nichol dan Joe Taslim dengan tulisan “hugs to my brother jefri, all will be well soon.”

Baca juga: Chicco Jerikho kunjungi Jefri Nichol di Polres Jaksel

Baca juga: Keluarga Jefri Nichol datang bawa makanan kesukaan

Baca juga: Ellyas Pical enggan berkomentar soal Jefri Nichol

Jefri Nichol masih jalani proses pemeriksaan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Song Hye-Kyo ungkap rencana setelah bercerai

Jakarta (ANTARA) – Song Hye-Kyo siap untuk memulai awal yang baru setelah resmi bercerai dengan Song Joong-Ki, namun dia akan beristirahat sejenak untuk menyegarkan diri.

“Tahun ini, saya akan mengambil istirahat. Saya perlu memiliki waktu untuk diri saya sendiri. Terlepas dari acara-acara seperti ini (pameran perhiasan Chaumet di Monako), saya akan santai,” kata Hye-Kyo dalam sebuah wawancara dilansir Eonline, Rabu.

“Dan tahun depan, aku akan memulai proyek baru, mungkin tetapi belum ada yang sepenuhnya diputuskan. Mari kita lihat apakah bintang-bintang akan sejajar,” lanjutnya.

Hye-Kyo juga mengatakan bahwa dia sangat percaya dengan misteri nasib, hal itulah yang selalu dipegang untuk memutuskan sebuah proyek baru.

“Semua proyek yang datang ataupun tidak pada saya, semua pasti dimaksudkan untuk saya atau tidak dimaksudkan dan saya menemukan kebenaran ini dalam setiap proyek di hidup saya,” jelas Hye-Kyo.

“Itu semua terjadi karena bintang-bintang bersatu untukku dan waktunya tepat. Nasib datang tanpa usaha yang besar, itu datang begitu saja,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk penampilan Hye-Kyo selalu berusaha menampilkan keanggunan dan ketenangan.

“Gaya saya benar-benar sangat bersahaja. Tentu saja ketika saya sedang bekerja, saya memakai banyak perhiasan mewah tetapi untuk setiap hari, saya tetap memakainya namun seminimal mungkin,” ujar Hye-Kyo.

Dia melanjutkan, “Saya pikir, saya pribadi yang sederhana dan ini adalah gayaku.”

Baca juga: Song Hye-Kyo dan Song Joong-Ki resmi cerai

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ellyas Pical enggan berkomentar soal Jefri Nichol

Jakarta (ANTARA) – Mantan petinju Ellyas Pical, enggan memberikan komentar terkait dengan penangkapan Jefri Nichol yang terkait kasus narkoba pada Selasa (23/7).

Diwakili oleh sang anak, Matheuw Pical, juara dunia International Boxing Federation (IBF) 1985 ini, belum mau memberikan komentar apapun. Pasalnya, penangkapan Jefri akan mempengaruhi proses syuting yang baru akan dimulai.

“Mohon maaf kami baru dapat infonya, dan belum ada konfirmasi apa-apa lagi. Jadi bapak belum dapat memberi komentar sampai ada kejelasan,” ujar Matheuw kepada Antara, Rabu.

Pada proyek terbarunya, Jefri akan berperan sebagai Ellyas Pical dalam film “The Exocet”. Film ini merupakan sebuah biopik dari perjalanan petinju legendaris Indonesia.

Sementara itu, sutradara “The Exocet”, Robby Ertanto juga tidak memberikan respon ketika diminta komentarnya seputar penangkapan Jefri.

Dalam jumpa pers film “The Exocet” beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa Jefri terpilih memerankan karakter “Ellyas Pical” lantaran pemain “Dear Nathan” itu mengenal seluk-beluk Ellyas.

Jefri Nichol ditangkap di kediamannya di kawasan Kemang dengan barang bukti ganja seberat 6,01 gram. Pemain “Hit & Run” itu ditangkap tidak dalam kondisi memakai.

Baca juga: Ibunda pastikan Jefri Nichol dalam keadaan baik dan sehat

Baca juga: Jefri Nichol disambangi rekan sesama artis

Baca juga: Foto Jefri Nichol dihapus di akun Vivo Indonesia

Jefri Nichol masih jalani proses pemeriksaan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dikabarkan ditangkap pakai narkoba, Jefri Nichol jadi “trending topic”

Jakarta (ANTARA) – Nama aktor Jefri Nichol menempati peringkat kedua topik tren (trending topic) di Twitter Indonesia, Selasa petang, setelah dirinya dikabarkan terlibat kasus memakai narkoba dan ditangkap polisi, Selasa.

Kabar penangkapan Nichol menuai reaksi kecewa dari para warganet di linimasa.

Dalam akun resmi Instagram @jefrinichol, aktor yang berperan sebagai petinju Ellyas Pical di film terbaru “The Exocet” itu masih aktif sehari lalu.

Dia sempat mengunggah foto kucing dan tangkapan layar dari foto terbaru di akun @penghirupudara –akun keduanya– 20 jam lalu.
 

Foto yang agak blur tersebut menunjukkan Nichol sedang berpose seakan sedang mengangkat Monumen Nasional pada malam hari. Dia menulis caption “Nah” di foto yang mendapatkan lebih dari 20.000 likes dan sekitar 500-an komentar.

Foto dengan latar belakang sama namun pose yang sedikit berbeda juga diunggah di akun @jefrinichol yang sudah mendapat nyaris 400.000 likes dengan jumlah komentar sekitar 8.000-an.

Baca juga: Gara-gara Ellyas Pical, Jefri Nichol pernah bercita-cita jadi petinju

Jefri Nichol masih jalani proses pemeriksaan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aktivitas Jefri Nichol sebelum ditangkap

Jakarta (ANTARA) – Aktor Jefri Nichol mengadakan acara jumpa penggemar sebelum ia ditangkap polisi karena tersandung kasus narkoba, Selasa.

Akun Instagram basis penggemar @jefrinicholfans mengunggah foto peringatan “Jefri Nichol Fans” yang diadakan pada Sabtu (20/7). Foto tersebut diunggah beberapa jam lalu.

Di foto itu, Nichol yang mengenakan topi kupluk hitam dengan kemeja putih dan celana warna senada, duduk bersama ratusan penggemar yang didominasi perempuan.

“Akhirnya acara 3rd Anniversary telah sukses dan sangat lancar terlaksana. Terimakasih kepada seluruh JNF se-Indonesia yang turut hadir maupun yang tidak ikut hadir yang sudah memeriahkan acara. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yg sudah mensupport acara kami sehingga dapat terselenggara dengan baik.” tulis akun tersebut.

Komentar di unggahan tersebut diwarnai pernyataan penggemar yang terkejut atas kasus yang menimpa idola mereka.

“Nichol bener ketangkep min?” tulis akun @ayucahyamrt yang menambahkan emotikon wajah menangis.

Baca juga: Dikabarkan ditangkap akibat narkoba, Jefri Nichol jadi trending topic
 

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan aktor “Dear Nathan” itu ditangkap pada Senin (22/7) malam pukul 23.30 WIB di rumahnya yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Polisi menemukan barang bukti berupa ganja seberat 6,01 gram yang tersimpan di kulkas kediamannya.

“Dia dari luar, kemudian ketika sudah sampai di tempat terus anggota kami datang dan ternyata betul ditemukan barang tersebut,” kata Indra.

Polisi menangkap Nichol setelah mendapatkan sejumlah informasi dari beberapa orang. Saat diperiksa, Nichol menjawab pertanyaan secara kooperatif.

Baca juga: Polisi temukan ganja 6,01 gram di apartemen Jefri Nichol

Baca juga: Jefri Nichol diperiksa kasus narkoba di Polres Jakarta Selatan

Baca juga: Jefri Nichol ditangkap, mantan manajer kaget

Hingga Juli, Kejati Sultra tangani 1.173 perkara

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jefri Nichol ditangkap, mantan manajer kaget

Jakarta (ANTARA) – Kabar mengenai penangkapan aktor Jefri Nichol mengejutkan banyak pihak, tak terkecuali Baetz yang merupakan mantan manajernya.

Pasalnya selama bekerja sama, menurut Baetz, Jefri Nichol dikenal sebagai pribadi yang baik.

No comment sih, tapi kalau sama aku baik-baik saja ya. Enggak pernah ada masalah, ngerokok juga enggak. Aku no comment saja ya enggak ngerti,” kata Baetz saat dihubungi awak media di Jakarta, Selasa.

“Dia waktu sama aku, minum saja enggak pernah. Kayak anak kecil saja,” sambung dia.

Lebih lanjut, Baetz mengatakan bahwa dirinya sudah lama tidak pernah berkomunikasi dengan Jefri Nichol. Dia pun baru tahu kabar penangkapan Jefri Nichol dari kerabat yang memberitahukannya.

“Aku takut salah ngomong kan. temen-temen aja ngeshare link, udah syok. Aku tidak komen gimana-gimana,” ujarnya.

Baca juga: Kapolres Jaksel: Jefri Nichol masih ditahan dan sehat

Baca juga: Dikabarkan ditangkap akibat narkoba, Jefri Nichol jadi trending topic

Baca juga: Jefri Nichol belajar kidal demi perankan Ellyas Pical

Hingga Juli, Kejati Sultra tangani 1.173 perkara

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dikabarkan ditangkap akibat narkoba, Jefri Nichol jadi trending topic

Jakarta (ANTARA) – Nama aktor Jefri Nichol menempati peringkat kedua trending topic di Twitter Indonesia, Selasa petang, setelah ia dikabarkan terlibat kasus narkoba dan ditangkap polisi, Selasa.

Kabar penangkapan Nichol menuai reaksi kecewa dari para warganet di linimasa.

Dalam akun resmi Instagram @jefrinichol, aktor yang berperan sebagai petinju Ellyas Pical di film terbaru “The Exocet” itu masih aktif sehari lalu.

Dia sempat mengunggah foto kucing dan tangkapan layar dari foto terbaru di akun @penghirupudara –akun keduanya– 20 jam lalu.
 

Foto yang agak blur tersebut menunjukkan Nichol sedang berpose seakan sedang mengangkat Monumen Nasional pada malam hari. Dia menulis caption “Nah” di foto yang mendapatkan lebih dari 20.000 likes dan sekitar 500-an komentar.

Foto dengan latar belakang sama namun pose yang sedikit berbeda juga diunggah di akun @jefrinichol yang sudah mendapat nyaris 400.000 likes dengan jumlah komentar sekitar 8000-an.

Baca juga: Gara-gara Ellyas Pical, Jefri Nichol pernah bercita-cita jadi petinju

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ifa Isfansyah produseri film pendek bersama sineas Yogyakarta

Jakarta (ANTARA) – Produser Ifa Isfansyah sedang menggarap satu film pendek berjudul “#Instalie” bersama dengan para sineas muda dari Yogyakarta.

Film tersebut menggambarkan kehidupan anak muda yang diisi dengan aktivitas di media sosial yang jadi bagian identifikasi status sosial mereka.

Naskah film ditulis oleh Annisa Diandari dan posisi sutradara dipercayakan pada Luthfi Dzulfikar, Maria Fransisca sebagai art director, Fandy Putra sebagai sinematografer, sementara editing dilakukan oleh Grisnaldi Piten Andoro.

“Menggabungkan dua generasi di dunia film akan selalu memiliki sesuatu yang menarik, terlebih masing-masing generasi mempunyai perspektif yang berbeda, dan setiap generasi juga memiliki tantangannya tersendiri,” kata Ifa dalam siaran pers, yang diterima Selasa.

Menurut Ifa, kolaborasi dengan generasi muda memberikan pengalaman istimewa. Dia bisa belajar melihat dari sudut pandang anak muda dalam menggarap film.

Ifa yang baru-baru ini memproduseri “Kucumbu Tubuh Indahku” (2018) garapan sutradara Garin Nugroho, mengatakan proses pembuatan film berjalan dengan lancar.

Ia memberikan ruang yang besar bagi para sineas muda untuk mengembangkan kreativitasnya, baik dalam hal pengembangan naskah, sampai pada proses pengambilan gambar di lapangan.

“Yang paling penting dalam penggarapan film ini, saya tidak memaksakan apa yang ada di kepala saya, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi dalam satu project ini,” sambungnya.

Sutradara Luthfi Dzulfikar merasa senang mendapatkan kepercayaan dan pengalaman dari Ifa Isfansyah. Dia menganggap Ifa mampu mendampinginya untuk membangun jiwa, karakter dari setiap tokoh, juga naskah skenario film.

“Saya begitu menaruh hormat pada Mas Ifa yang tak ragu untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya dalam proses pembuatan film,” ujarnya.

“Ia banyak memberikan masukan menarik yang mungkin tidak ada dalam pikiran saya, salah satunya adalah dalam hal membangun logika dan alur cerita film. Hal yang mungkin hanya bisa dipelajari oleh pengalaman,” kata Luthfi yang mengidolakan sutradara Quentin Tarantino itu.

Di sisi lain, ia dan tim juga merasa tertantang untuk bekerja sama dengan sineas muda lainnya yang terpilih dalam ajang LA Indie Movie Festival 2019.

Film pendek “#Instalie” akan tayang di berbagai platform film digital di Indonesia.

Baca juga: Produser yakin “Kucumbu Tubuh Indahku” tak mungkin diboikot

Baca juga: Cara Muhammad Khan hidupkan jiwa feminim
 

Penyampaian Informasi Melalui Film Pendek

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

 Pemutaran Perdana Once Upon a Time In Hollywood

Sutradara Quentin Tarantino (kiri) berfoto bersama dengan para pemeran Leonardo DiCaprio (kiri), Brad Pitt (kedua kiri), dan Margot Robbie saat pemutaran perdana “Once Upon a Time In Hollywood” di Los Angeles, California, AS, Senin (22/7/2019). ANTARA FOTO/Reuters-Mario Anzuoni/hp.

Mahershala Ali, aktor muslim peraih Oscar yang bintangi “Blade”

Jakarta (ANTARA) – Menyusul presentasi film terbaru Marvel Studio mendatang seperti “Black Widow”, “Feige”, dan lainnya, ada kejutan besar dalam acara San Diego Comic-Con 2019 akhir pekan lalu.

Marvel Studio mengumumkan bahwa aktor muslim yang juga peraih Academy Award Mahershala Ali akan membintangi sekuel baru film Marvel “Blade”, kisah jagoan pembasmi vampir yang film pertamanya dibintangi Wesley Snipes.

Dikutip dari biography.com, Selasa, Mahershala Ali dilahirkan di Oakland, California, pada 1974 dan kuliah berkat beasiswa basket sebelum menemukan kecintaannya pada dunia akting.

Ia muncul di serial reguler “Crossing Jordan” pada 2001, dan pada akhir dekade ini ia juga membintangi drama fiksi ilmiah “The 4400” dan “The Curious Case of Benjamin Botton”.

Setelah mendapatkan peran di “House of Cards” pada 2013, Ali membintangi seri “Luke Cage” pada 2016. Pada tahun itu ia juga memberikan penampilan terbaiknya di film “Moonlight”, menjadikan Ali sebagai aktor muslim pertama yang memenangi Academy Award pada 2017, dan kemudian berhasil meraih Oscar keduanya untuk “Green Book” yang dirilis 2018.

Meskipun dibesarkan dengan pengaruh Kristen yang kuat, –ibunya, bibi dan neneknya–, Mahershala Ali masuk Islam ketika ia di New York University. Dia juga bertemu dengan calon istrinya, Amatus Sami-Karim, selama periode itu. Mereka menikah pada 2013.

Baca juga: Angelina Jolie hingga Mahershala Ali gabung ke dunia Marvel

Baca juga: Ini daftar film-film Marvel fase 4 setelah “Avengers: Endgame”
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Top Gun: Maverick”, tak ada bendera Jepang Taiwan di jaket Tom Cruise

Jakarta (ANTARA) – Pada 18 Juli lalu, Paramount Pictures telah merilis trailer “Top Gun: Maverick”, sekuel dari film populer tahun 80-an yang dibintangi Tom Cruise, dengan menampilkan sesuatu yang ganjil dan mengundang kontroversi.

Dalam trailer itu, ada yang berubah pada jaket kulit yang dikenakan Maverick, pilot jet tempur AS yang diperankan Tom Cruise, di mana bendera Jepang dan Taiwan tidak ada lagi dalam patch yang ada di belakang jaket.

Perubahan pada jaket Maverick dalam film terbaru dengan yang dikenakannya di film pertama “Top Gun” (1986) itu langsung mengundang kontroversi di jagat maya.

Keganjilan itu pertama kali ditemukan oleh wartawan The Globe, Mark MacKinnon. Ia mengunggah potongan gambar yang membandingkan perbedaan dua jaket tersebut di akun Twitter-nya 19 Juli, sehari setelah rilis trailer “Top Gun: Maverick”.
 

Antara yang memutar kembali film “Top Gun” (1986) dan trailer “Top Gun: Maverick”, Selasa pagi, menemukan hal yang sama. Dalam trailer “Top Gun: Maverick” bendera Jepang dan Taiwan tidak ada lagi pada stiker kain yang ada di punggung atas jaket yang dikenakan Maverick.

Sebagai gantinya, pada kain tambalan berbentuk kotak dengan tulisan “Far East Cruise 63-4” di bagian atas dan “USS Galveston” di bagian bawah itu, diisi dengan satu set simbol ambigu dengan palet warna yang sama.

Para penggemar, menurut laporan IGN, menduga perubahan itu bisa disebabkan oleh fakta bahwa perusahaan teknologi China Tencent adalah salah satu mitra dalam produksi “Top Gun: Maverick”. Hubungan antara China dan Jepang tidak mudah selama bertahun-tahun dan perselisihan baru mereka terkait pulau di Laut China Timur telah meningkatkan ketegangan.

China juga memiliki hubungan yang rumit dengan Taiwan, yang dulunya merupakan wilayahnya, sampai pemisahan terjadi pada 1949. Beijing masih memandang pulau itu sebagai milik China, dan beberapa perusahaan telah ditekan untuk menyebut Taiwan sebagai bagian wilayah China.

Beberapa penggemar percaya bahwa Tencent bertanggung jawab atas perubahan jaket Maverick, meskipun sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Paramount Pictures atau Tencent Pictures.

“Top Gun: Maverick” dijanjikan akan dirilis dan tayang di bioskop pada 2020.

Baca juga: Tom Cruise bikin penggemar girang dengan trailer “Top Gun: Maverick”
 

Tim WIM Top Gun Sabet 3 Piala

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bendera Jepang dan Taiwan “hilang” dari jaket “Top Gun: Maverick”

Jakarta (ANTARA) – Pada 18 Juli lalu, Paramount Pictures telah merilis trailer “Top Gun: Maverick”, sekuel dari film populer tahun 80-an yang dibintangi Tom Cruise, dengan menampilkan sesuatu yang ganjil dan mengundang kontroversi.

Dalam trailer itu, ada yang berubah pada jaket kulit yang dikenakan Maverick, pilot jet tempur AS yang diperankan Tom Cruise, di mana bendera Jepang dan Taiwan tidak ada lagi dalam patch yang ada di belakang jaket.

Perubahan pada jaket Maverick dalam film terbaru dengan yang dikenakannya di film pertama “Top Gun” (1986) itu langsung mengundang kontroversi di jagat maya.

Keganjilan itu pertama kali ditemukan oleh wartawan The Globe, Mark MacKinnon. Ia mengunggah potongan gambar yang membandingkan perbedaan dua jaket tersebut di akun Twitter-nya 19 Juli, sehari setelah rilis trailer “Top Gun: Maverick”.
 

Antara yang memutar kembali film “Top Gun” (1986) dan trailer “Top Gun: Maverick”, Selasa pagi, menemukan hal yang sama. Dalam trailer “Top Gun: Maverick” bendera Jepang dan Taiwan tidak ada lagi pada stiker kain yang ada di punggung atas jaket yang dikenakan Maverick.

Sebagai gantinya, pada kain tambalan berbentuk kotak dengan tulisan “Far East Cruise 63-4” di bagian atas dan “USS Galveston” di bagian bawah itu, diisi dengan satu set simbol ambigu dengan palet warna yang sama.

Para penggemar, menurut laporan IGN, menduga perubahan itu bisa disebabkan oleh fakta bahwa perusahaan teknologi China Tencent adalah salah satu mitra dalam produksi “Top Gun: Maverick”. Hubungan antara China dan Jepang tidak mudah selama bertahun-tahun dan perselisihan baru mereka terkait pulau di Laut China Timur telah meningkatkan ketegangan.

China juga memiliki hubungan yang rumit dengan Taiwan, yang dulunya merupakan wilayahnya, sampai pemisahan terjadi pada 1949. Beijing masih memandang pulau itu sebagai milik China, dan beberapa perusahaan telah ditekan untuk menyebut Taiwan sebagai bagian wilayah China.

Beberapa penggemar percaya bahwa Tencent bertanggung jawab atas perubahan jaket Maverick, meskipun sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Paramount Pictures atau Tencent Pictures.

“Top Gun: Maverick” dijanjikan akan dirilis dan tayang di bioskop pada 2020.

Baca juga: Tom Cruise bikin penggemar girang dengan trailer “Top Gun: Maverick”
 

Tim WIM Top Gun Sabet 3 Piala

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Parasite” tembus 10 juta penonton di bioskop Korsel

Sutradara Bong Joon Ho sudah menjadi seseorang yang menjual banyak tiket …”

Jakarta (ANTARA) – “Parasite” memecahkan sejarah baru untuk film Korea Selatan (Korsel), setelah melampaui 10 juta penonton di bioskop domestik.

Menurut laporan Dewan Film Korsel, hingga tanggal 21 Juli, jumlah penonton “Parasite” mencapai 9.988.580 orang, bahkan mengalahkan film terlaris (box office), seperti “Aladdin”.

Meski banyak film yang keluar berbarengan dengan “Parasite”, jumlah penontonnya terus bertambah dan menarik penonton baru.

“Sutradara Bong Joon Ho sudah menjadi seseorang yang menjual banyak tiket, tetapi kemenangan Palme d’Or-nya (penghargaan di Cannes Film Festival) menaikkan tingkatnya menjadi lebih tinggi,” ujar kritikus film, Yoon Sung Eun dilansir Soompi, Senin.

“Parasite” adalah film ke-26 dalam sejarah film Korsel yang mampu mencetak lebih dari 10 juta penonton. Sedangkan, tahun ini baru empat film yang berhasil masuk box office Korea seperti “Extreme Job”, “Avengers: End Game” dan “Aladdin”.

Ini merupakan film kedua dari Bong Joon Ho yang mencetak sejarah setelah “The Host” yang dirilis pada 2006.

Baca juga: Pemenang Cannes “Parasite” disaksikan 5 juta penonton dalam 8 hari

Di antara semua film Korsel yang telah memenangkan penghargaan di Cannes Film Festival, “Parasite” adalah film pertama yang mencapai 10 juta penonton.

“Parasite” bercerita tentang Gi Taek (Song Kang Ho) dan keluarganya, yang semuanya menganggur. Ketika putra sulungnya Ki Woo (Choi Woo Shik) mulai mengajari putri seorang pria kaya (Lee Sun Gyun), kedua keluarga mulai berinteraksi dengan cara yang tak terduga.

Baca juga: Pemenang Cannes “Parasite” puncaki box office Korsel

Baca juga: Daftar pemenang festival film Cannes 2019

Baca juga: Tiket film pemenang Cannes “Parasite” laris dipesan di Korsel

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joe Taslim tertarik film bertema lingkungan

Jakarta (ANTARA) – Aktor Joe Taslim tertarik pada film yang mengusung tema lingkungan dan berencana mempertimbangkan jika ada tawaran bagus yang datang padanya.

“Kalau bertemu produser dan penulis cerita mendukung, siapa tahu bisa membuat film yang bagus untuk penonton. Saya mendukung ide (film soal lingkungan) itu,” tutur Joe di Jakarta, Senin.

Menurut pemeran Sersan Jaka dalam film “The Raid” itu, ada berbagai hal dari lingkungan yang bisa diangkat antara lain kondisi hutan yang terancam atau persahabatan manusia dan binatang.

“Pernah saya bicarain sama teman-teman di WWF, mau bikin film dokumenter, short film yang mengangkat awareness soal hutan,” kata dia.

Baca juga: Resensi: “Hit & Run”, film aksi berbalut komedi renyah

Joe mengungkapkan, kesadaran pada kondisi lingkungan muncul setelah bergabung bersama WWF sekitar empat tahun silam. Salah satu bentuknya, saat ini dia tak sekadar membeli produk, tetapi memperhatikan keamanan material yang dibeli untuk lingkungan.

“Sebelum bergabung dengan WWF, saya mungkin seperti orang rata-rata yang enggak begitu aware (pada lingkungan). Kalau beli, beli aja bodo amat, ignore tanggung jawab pada lingkungan,” kata dia.

Tak hanya itu, Joe menerapkan kebiasaan hemat sumber daya dan menularkannya pada anak-anaknya, semisal mematikan keran air saat tak digunakan atau tak membiarkan lampu menyala saat tak dipakai.

“Next levelnya mungkin bisa mengurangi pemakaian plastik, menggunakan plastik daur ulang. Semua bertahap. Bukan hal susah, siapapun kalian bisa (melakukannya),” tutur Joe.

Baca juga: Joe Taslim bersiap syuting “Mortal Kombat”

Baca juga: Joe Taslim rutin lari 30 menit setiap hari

Baca juga: Joe Taslim akan perankan Sub-Zero dalam film “Mortal Kombat”
 

Menerapkan Pertanian Hemat Air dan Energi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019