Wizzy kembali garap soundtrack “Si Doel The Movie”

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Indonesia Wizzy Williana menggarap lagu latar (soundtrack) untuk sekuel film Si Doel yaitu Si Doel The Movie 2 dengan lagu Kepastian yang pernah dipopulerkan oleh Reza Artamevia.

“Pada film Si Doel The Movie, Wizzy juga (telah) membawakan satu lagu untuk soundtrack-nya. Dan puji Tuhan, sambutannya (lagu latar) sangat positif. Untuk itulah pada film Si Doel The Movie 2 dengan komposer yang sama, Wizzy kembali dipilih mengisi soundtrack-nya,” ujar Produser Falcon Pictures Frederica sebagai pemroduksi “Si Doel The Movie 2” melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

“Untuk pemilihan lagu, Kepastian dipilih karena pas untuk menyampaikan kegelisahan hati dari Zaenab dan Sarah,” kata Frederica tentang lagu ciptaan Bebi Romeo itu.

Sementara, Wizzy mengaku sangat bangga karena kembali dipercaya untuk kembali mengisi soundtrack.

Baca juga: “Si Doel the Movie 2” resmi luncurkan poster dan trailer

Perempuan kelahiran Surabaya itu berharap lagu Kepastian juga bisa mendapat respon yang positif dari masyarakat.

“Selain senang bisa kembali mengisi soundtrack film Si Doel The Movie, saya juga senang bisa kembali bekerja sama dengan mas Bebi. Dan, (saya) tidak nyangka juga membawakan lagu Kepastian yang dulu pernah sukses dibawakan Reza Artamevia. Mudah-mudahan dengan aransemen baru, lagu itu bisa diterima pecinta musik Indonesia,” ujar penyanyi jebolan Mamamia 2 itu.

Selain membawakan lagu latar, Wizzy yang sempat bermain dalam film Jomblo Reboot itu juga ikut bermain dalam film arahan Rano Karno itu.

Aktor dan aktris lain yang juga terlibat dalam Si Doel The Movie 2 adalah Rano Karno, Mandra, Suty Karno, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, dan Adam Jagwani.

“Si Doel The Movie 2” akan tayang di bioskop-bioskop Tanah Air pada 4 Juni 2019.

Baca juga: “Si Doel The Movie 2” adalah kunci untuk sekuel terakhir

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Blake Lively dan Ryan Reynolds nantikan anak ketiga

Jakarta (ANTARA) – Blake Lively tengah mengandung anak ketiga, yang terungkap saat dia menghadiri pemutaran perdana film “Detective Pikachu” yang dibintangi suaminya aktor Ryan Reynolds. 

Blake dan Ryan selalu tertutup perihal kehidupan keluarganya. Namun dia tidak bisa menyembunyikan kehamilannya yang ketiga ini.

Dalam acara premier tersebut, Blake mengenakan gaun kuning ketat yang memperlihatkan perutnya yang mulai membesar. Diperkirakan usia kehamilan Blake sudah memasuki trimester kedua, demikian dilansir Hollywoodlife, Jumat.

Sang pemeran “Deadpool” juga terlihat berseri-seri saat berpose dengan istrinya di karpet kuning. Dia melingkarkan lengannya di tubuh perempuan itu dan membiarkan perut Blake bersandar di tubuhnya.

Kehadiran Blake dengan perut besar mengejutkan banyak media. Sebab, dia tidak pernah menunjukkan diri selama beberapa bulan terakhir. Bahkan pada unggahan terakhirnya di Instagram 11 Januari, ia tampil mengenakan busana hitam asimetris yang cukup besar untuk menyembunyikan kehamilannya.

Selama promosi film “Detective Pikachu” di seluruh dunia, Ryan tidak pernah membocorkan sedikit pun tentang kehadiran anak ketiganya. Sebab dia memang benar-benar menjaga privasi keluarganya.

Pasangan ini sudah memiliki dua anak perempuan, James (4 tahun) dan Inez (2 tahun). Saat putri kedua mereka lahir, Blake dan Ryan tidak mau mengungkapkan namanya sampai tiga bulan kemudian.

Begitu juga dengan anak pertamanya, James. Ryan bahkan tidak menceritakan jika anaknya sudah lahir. Kabar itu baru terungkap ketika James sudah berusia tiga bulan.

Ryan sempat mengatakan bahwa dia memang sengaja tidak mengumumkan kelahiran anaknya pada Desember 2014 karena tidak ingin suatu saat sang anak marah karena hal tersebut.

“Saya tidak ingin menjadi orang pertama yang berteriak pada media. Karena seperti kita tahu, gadis-gadis kecil berubah menjadi gadis remaja dan gadis remaja kecil kadang-kadang mencari tahu segalanya dan dia mengatakan, ‘Kenapa kau melakukan itu’,” kata Ryan.

James dan Inez pertama kali terlihat di depan umum dalam upacara Hollywood Walk of Fame Ryan pada 13 Agustus 2018.

 Baca juga: Ryan Reynolds dan Blake Lively saling goda di Instagram
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemeran Chewbacca dalam film “Star Wars”, Peter Mayhew meninggal

Jakarta (ANTARA) – Peter Mayhew yang dikenal oleh penggemar “Star Wars” sebagai Wookiee Chewbacca meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Menurut laporan Hollywoodreporter, Jumat, aktor itu meninggal pada Selasa (30/4) waktu setempat di kediamannya di Texas Utara dengan keluarganya di sisinya. Akun Twitter resmi Mayhew membagikan berita tersebut pada Kamis.

Mayhew sebelumnya telah menjalani operasi tulang belakang pada Juli untuk memperbaiki mobilitasnya.

Aktor asal London ini berperan sebagai Chewbacca dalam “Star Wars” (1977), “Return of the Jedi” (1983), “Revenge of the Sith” (2005) dan “The Force Awakens” (2015).

Mayhew juga sempat bermain sebagai cameo dalam film fantasi Ray Harryhausen yang berjudul “Sinbad and the Eye of the Tiger (1977). Di saat yang sama Mayhew juga bekerja di rumah sakit saat mengikuti casting untuk Chewbacca.

Dia terpilih karena fisiknya sangat sesuai dengan keinginan sang sutradara, George Lucas yang membutuhkan seseorang yang lebih tinggi dari Darth Vader.

Keluarga besar “Star Wars” pun memberikan penghormatan pada Mayhew untuk dedikasinya selama ini terhadap karakter yang dia perankan.

“Peter adalah pria yang luar biasa. Dia adalah manusia yang paling dekat dengan Wookiee: hati besar, sifat lembut … dan aku belajar untuk selalu membiarkannya menang. Dia adalah teman yang baik dan aku sedih dengan kepergiannya,” kata Lucas dalam sebuah pernyataan.

“Peter Mayhew adalah orang yang baik dan lembut, memiliki martabat dan karakter yang mulia. Aspek-aspek kepribadiannya sendiri, ditambah kecerdasan dan keanggunannya, dia bawa ke Chewbacca,” ujar Harrison Ford yang berperan sebagai Han Solo.

“Kami adalah mitra dalam film dan teman-teman dalam kehidupan selama lebih dari 30 tahun dan saya mencintainya. Dia menginvestasikan jiwanya dalam karakter dan membawa kesenangan besar bagi penonton “Star Wars”. Chewbacca adalah bagian penting dari keberhasilan film yang kami buat bersamanya,” kata Ford.

“Saya dan jutaan orang lain tidak akan pernah melupakan Peter dan apa yang dia berikan kepada kita semua. Doa saya untuk istri tercintanya, Angie dan anak-anaknya. Pergilah dengan tenang sahabatku,” lanjutnya.

Sebuah upacara penghormatan yang bersifat tertutup akan dilangsungkan pada 29 Juni dan acara pertemuan dengan para penggemar di EmpireConLA pada Desember.

Peter Mayhew pergi meninggalkan seorang istri, Angie dan tiga anaknya.

Baca juga: Setelah rilis Episode 9, film “Star Wars” akan vakum sementara

Baca juga: Disney ungkap tanggal pembukaan ekspansi “Star Wars”
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Optimistis melaju ke Senayan, Rano Karno siapkan program “I-Pop”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Rano Karno optimistis bisa melaju ke Senayan pada pemilihan anggota legislatif tahun ini mewakili wilayah Banten 3.

Jika benar terpilih, sosok yang dikenal sebagai Bang Doel itu ingin memajukan budaya populer Indonesia melalui program
pop Indonesia (I-pop) layaknya Korean Pop (K-pop) di Negeri Ginseng.

“Mungkin kita tunggu KPU saja. Tapi kalau dari catatan saya, saya punya tim, mungkin saya satu-satunya yang punya kamar hitung, cukup optimistis untuk ke Senayan. Cuma berapa besar (peluangnya) kita tunggu KPU,” ujar dia saat berkunjung ke kantor LKBN ANTARA di Jakarta, Jumat.

Rano mengungkapkan, anggota legislatif menjadi keinginan terakhir usai mencicipi dunia eksekutif beberapa waktu lalu.

Bagi pria berusia 59 tahun itu, birokrasi tak lagi menarik dan tak akan pernah lagi dia masuki.

“Kalau jadi caleg ini keinginan saya yang terakhir. Umur saya sudah 59 tahun, saya ingin berikan kontribusi dalam pemikiran. Saya sudah tidak tertarik lagi jadi gubernur, wali kota. Cukup bagi saya,” tutur dia.

Dia mengatakan, jika nantinya keinginan itu terwujud, dia berharap bisa berada di Komisi X. Di sana, dia berencana bisa mengangkat pop Indonesia (I-pop) layaknya Korean Pop (K-pop) di negeri ginseng sana.

Untuk bisa mencapainya, Rano optimistis, salah satunya karena sumber daya manusia di Indonesia memadai. Apalagi jika pemerintah bisa membantu dari sisi perizinan, distribusi dan lainnya.

Hal lain yang tak kalah penting, dukungan dari para seniman yang memiliki pemikiran serupa melalui jalur politik.

“Kalau Anda ingin memperjuangkan sesuatu, tidak ada cara lain kecuali lewat jalur politik,” demikian kata dia.

Rano Karno bertarung ke Senayan melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mewakili wilayah Banten Tiga. Selain dia, ada beberapa seniman yang juga bernaung di partai berlambang banteng itu namun untuk wilayah pemilihan berbeda antara lain Guruh Soekarno Putra (Jawa Timur 6), Krisdayanti (Jawa Timur 5) dan Rieke Diah Pitaloka (Jawa Barat 7).

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Roh Fasik”, film horor religi terbaru Irwansyah dan Evan Sanders

Jakarta (ANTARA) – Aktor Irwansyah dan Evan Sanders bersiap meramaikan jagat layar perfilman Indonesia, kali ini melalui film bergenre horor religi, “Roh Fasik”.

Dalam film besutan sutradara Ubay Fox itu, Irwansyah berperan sebagai Hasan, sementara Evan memerankan tokoh Akbar. Keduanya yang merupakan sahabat itu memainkan karakter ustaz.

Selain mereka, film ini juga dibintangi Zaskia Sungkar, Nagita Slavina, Volland Humonggio, Abi Cancer, Messi Gusti dan Denira Wiraguna.

“Saya sebagai Hasan, sahabatnya Akbar (Evan Sanders). Kami berdua belajar agama sama-sama. Tapi di sini Akbar diawali konflik keluarga yang harus diselesaikan bersama-sama,” kata Irwansyah saat berkunjung ke kantor Antara di Jakarta, Selasa.

Akbar masuk ke dalam persoalan duniawi karena ditinggal sang istri (Zaskia Sungkar) dan hal ini yang membuatnya berubah. Di lain sisi, Hasan berusaha membantu sahabatnya agar kembali seperti dulu.

“Makanya Hasan yang selalu mendampingi, seperti Amira (Messi Gusti) untuk keagamannya, salatnya, karena posisi Akbar benar-benar black out of the world. Hasan membantu Akbar menyelesaikan persoalan,” tutur Evan dalam kesempatan yang sama.

Menurut Evan, film ini berbeda dari genre horor religi lainnya, salah satunya karena menghadirkan juga tema persahabatan.

“Di luar sana banyak horor, tetapi religi sedikit. Enggak hanya entertainment yang membuat orang menikmati alur cerita, tetapi juga pengetahuan. Ini juga tentang cerita persahabatan antar teman,” kata dia.

Film ini, sambung Evan juga tepat ditonton saat Ramadhan karena juga mengangkat kesesatan seseorang yang kemudian insaf.

“Banyak poin plus yang bisa diambil. Nonton enggak hanya untuk ditakut-takutin,” kata dia.

“Roh Fasik” yang diproduksi RA Pictures rencananya tayang di bioskop pada 9 Mei 2019.

Baca juga: Jelang Ramadan, Zaskia Sungkar makin rajin belajar masak

Baca juga: Derby Romero: Saya suka film horor

Baca juga: “Weeping Woman”, kisah iblis pengincar anak-anak

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Evan Sanders minta Irwansyah ajari ngaji demi “Roh Fasik”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Evan Sanders mendapat tantangan baru dalam film horor religi “Roh Fasik” yang akan tayang pada Mei 2019.

Berperan sebagai ustaz bernama Akbar, Evan dituntut untuk memperlihatkan kemampuan mengaji yang mumpuni di depan kamera.

Seraya berseloroh, pria 37 tahun itu mengaku lebih fokus menghafal cara melagukan ayat-ayat Al Quran ketimbang dialog pada skenario.

“Ada satu momen ngaji, aku menghafal surat Ar-Rahman, Irwansyah (pemeran Hasan) yang mengajari. Lumayan, bekerja sambil belajar,” kata Evan saat mengunjungi kantor ANTARA di Jakarta, Selasa.

Permintaan untuk melantunkan ayat Quran secara indah seperti para ustaz berhasil dipenuhi Evan mempelajari suara Irwansyah saat mengaji yang direkam di handphone.

“Juga ambil referensi dari YouTube untuk menghafalkan nadanya,” imbuh Evan.

Dalam “Roh Fasik”, karakter Hasan dan Akbar digambarkan sebagai seorang ustaz. Saat Akbar terguncang setelah ditinggal mati istrinya, Hasan adalah orang yang selalu mendampingi agar sahabatnya tetap berada di jalan yang benar, juga membantu menyelesaikan segala problematika.

“Roh Fasik” adalah kali kedua Evan Sanders membintangi film horor religi, sebelumnya dia juga diminta membaca Quran di film “Ruqyah: The Exorcism”.

Film yang pengambilan gambarnya berada di Jakarta, Puncak dan Papandayan itu adalah film horor religi dari RA Pictures yang disutradarai oleh Ubay Fox.

Film ini dibintangi oleh Irwansyah, Denira Wiraguna, Volland Humonggio, Zaskia Sungkar, Nagita Slavina serta aktris cilik Messi Gusti.

“Roh Fasik” akan tayang pada 9 Mei mendatang.

Baca juga: “Roh Fasik”, film horor religi terbaru Irwansyah dan Evan Sanders

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Messi Gusti dipuji di “Roh Fasik”

Jakarta (ANTARA) – Kecil-kecil si cabe rawit, kemampuan aktris cilik Messi Gusti mendapat pujian dari lawan mainnya di film horor “Roh Fasik”.

Pemilik nama lengkap Keinaya Messi Gusti itu harus mengaji dalam film yang disutradarai Ubay Fox itu.

“Dia sudah hafal surat-surat (Quran) pas di lokasi syuting,” puji Irwansyah atas performa Messi, saat mengunjungi kantor Antara di Jakarta, Selasa.

Meski terlibat dalam film horor yang membuat kuduk meremang, aktris yang sudah mulai berakting sejak berusia empat tahun itu berpendapat suasana syuting menyenangkan.

Dari semua para pemeran dewasa, Denira Wiraguna disebut sebagai aktor yang paling akrab dengannya.

“Dia jadi ibu kedua aku,” kata aktris kelahiran Jakarta, 5 Desember 2010.

Sebelum membintangi “Roh Fasik”, penyuka grup K-pop BLACKPINK itu sudah menampilkan kemampuan aktingnya dalam film “Kuambil Lagi Hatiku” (2019) , “Night Bus” (2017) dan “Cinta Laki-Laki Biasa” (2016).

Dalam waktu dekat, rencananya ada dua film lain yang dibintangi oleh gadis yang suka berenang dan bersepeda itu.

Meski aktif sebagai aktris cilik, sulung dari dua bersaudara itu punya cita-cita lain di luar dunia film.

“Aku mau jadi dokter gigi,” kata dia sambil tersenyum.

Baca juga: Evan Sanders minta Irwansyah ajari ngaji demi “Roh Fasik”

Baca juga: “Roh Fasik”, film horor religi terbaru Irwansyah dan Evan Sanders

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemeran film Roh Fasik

Artis pemeran film Roh Fasik (kiri ke kanan) Evan Sanders, Irwansyah, Keinaya Messi Gusti dan Volland Humonggio berpose saat berkunjung ke redaksi Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (22/4/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka promosi film berjudul Roh Fasik yang akan tayang pada 9 Mei 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

Widyawati kembali “ngampus” di film “Mahasiswi Baru”

Jakarta (ANTARA) – Aktris senior, Widyawati akan kembali merasakan dunia kampus melalui film bergenre drama komedi terbarunya, “Mahasiswi Baru”.

Dalam film besutan sutradara Monty Tiwa itu, dia akan memerankan tokoh Lastri (67) yang bersemangat untuk kuliah di usia yang tak lagi muda. Di sisi lain, Lastri harus menghadapi Anna (Karina Suwandi), putrinya, yang tak setuju dengan keinginannya.

“Saya ditawari (karakter ini) tahun lalu. Tidak ada kata tua untuk belajar. Saya katakanlah, punya satu geng yang isinya anak muda. Saya merasakan sesuatu yang baru,” kata Widyawati dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Monty menjanjikan adanya inovasi dalam cerita, kendati kisah dunia kampus dan para mahasiswanya sudah menjadi hal lumrah.

“Dunia kampus, menjadi mahasiwa sudah menjadi hal lumrah. Fase hidup yang harusnya berjalan. Tapi ada inovasi dalam cerita (dalam film ini),” kata dia.

Proses produksi film akan berlangsung pada 26 April mendatang dan mengambil lokasi, salah satunya di Yogyakarta. Proses syutinh rencananya membutuhkan waktu 17-18 hari.

Selain Widyawati dan Karina Suwandi, film ini juga dibintangi aktor Slamet Rahardjo, Mikha Tambayong, Morgan Oey, Umay Shahab, Izhur Muchtar, Ence Bagus dan Sonia Alyssa.

Baca juga: Widyawati persembahkan “Lifetime Achievement” Piala Citra untuk ibu

Baca juga: Monty Tiwa menjajal web series

Baca juga: “Siap terlihat jelek”, Morgan Oey dapat peran di film Upi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perasaan Karina Suwandi dan Ence Bagus bisa main film bareng Widyawati

Jakarta (ANTARA) – Aktris Karina Suwandi dan komedian Ence Bagus mengungkapkan perasaan terpendam mereka karena terlibat dalam film “Mahasiswi Baru” bersama aktris senior Widyawati.

Karina mengatakan ini menjadi momen tersendiri untuk dia yang selama ini tumbuh besar menikmati berbagai film yang Widyawati bintangi.

“Saya tumbuh menonton film mama (Widyawati). Sekarang bisa main bareng. Jadi satu momen tersendiri,” ujar dia di Jakarta, Selasa.

Karina memerankan tokoh Anna, anak Widyawati yang berperan sebagai Lastri. Anna menentang keinginan sang mama untuk kembali ke dunia kampus. Dia juga menghadapi konflik dengan ibunya karena suatu masalah.

“Saya kehilangan anak. Sebagai ibu saya hancur, mencoba menyangkal. Ada konflik sama ibu saat tahu ibu mau kuliah,” kata Karina.

Dalam kesempatan yang sama, Ence mengaku sempat merasa khawatir harus beradu akting dengan Widyawati. Ini adalah pengalaman pertama dia terlibat dalam film yang sama dengan sang aktris senior itu.

“Lumayan kaget tetapi ya deg-degan, takut salah sama senior kadang-kadang. Alhamdulillah kemarin ada proses reading juga dan tante Widyawati termasuk aktris yang mumpuni, tahu cara membuka diri pada pemain lain,” ujar dia seraya tertawa.

Dia juga menyempatkan diri mencari-cari bahan obrolan agar bisa lebih cair dengan Widyawati.

“Deket dulu, coba mengobrol. Sama tante dicari dulu satu hal yang kira-kira punya pemikiran yanh sama, concern yang sama. Tante terbuka banget. Dia yang membuka pintu untuk mengobrol, Alhamdulillah,” papar Ence.

Dalam film “Mahasiswi Baru”, Ence berperan sebagai Fahmi, seorang dosen yang idealis. Namun, dia menghadapi dilema saat harus mengajar Lastri (diperankan Widyawati), yang usianya memasuki 67 tahun.

“Dia enggak cunihin, enggak genit. Dilematis saja bahwa dia dosen yang idealis, tetapi ketika bertemu mahasiswi senior itu bingung menghadapinya. Antara dia sebagai dosen tetapi di lain pihak dia sebagai manusia menghadapi senior,” kata dia.

“Mahasiswi Baru” berkisah tentang Lastri (67) yang memutuskan menjadi mahasiswi di usia yang tak terbilang muda. Nantinya banyak kejadian di kampus lantaran ada gap antara dirinya dan mahasiswa lainnya.

Selain Widyawati, Karina dan Ence, film ini juga dibintangi aktor Slamet Rahardjo, Mikha Tambayong, Morgan Oey, Umay Shahab, Izhur Muchtar dan Sonia Alyssa.

Proses produksi film akan berlangsung pada 26 April mendatang dan disutradarai oleh Monty Tiwa.
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelawak jadi presiden, ini kata Evan Sanders

Jakarta (ANTARA) – Siapa saja bisa jadi presiden bila punya latar belakang yang mendukung serta visi yang bagus, begitulah komentar aktor Evan Sanders mengenai terpilihnya pelawak sebagai presiden baru di Ukraina.

Komedian Volodymyr Zelenskiy mengalahkan calon petahana Petro Poroshenko dalam pemilihan presiden di Ukraina.

“Pelawak itu karakter, tapi kalau dia punya visi, background bagus, stigma pelawak bisa dijadikan serius,” ujar Evan saat berkunjung ke ANTARA, Selasa.

Latar belakang bukan halangan bagi siapa saja yang ingin memimpin negara, selama orang tersebut berhasil meraih dukungan dari masyarakat.

Walau penampilannya membuat orang terbahak-bahak, pelawak bisa terbagi jadi beberapa tipe yang berbeda.

Ada yang melawak dengan sengaja tampil konyol dan terlihat pura-pura bodoh, ada yang membuat lawakan secara cerdas. Dia percaya tipe kedua punya potensi untuk menjadi seorang politisi.

Baca juga: Messi Gusti dipuji di “Roh Fasik”

Evan mengambil contoh lain dari orang-orang di luar stereotipe seorang pejabat, seperti pemimpin termuda dunia Kanselir Austria Sebastian Kurz yang baru berusia 32 tahun.

“Masih muda, bisa, kenapa tidak? Sama seperti menteri Malaysia (Syed Saddiq) yang muda banget,” kata aktor “Roh Fasik” itu.

Satu hal penting adalah melihat isi “lapisan terluar” yang selama ini diperlihatkan pada publik.

“Yang penting punya dasar pendidikan, paham tentang politik mengerti bidang yang ditekuni.”

Baca juga: Evan Sanders minta Irwansyah ajari ngaji demi “Roh Fasik”

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Volland ungkap pengalaman misterius saat syuting “Roh Fasik”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Volland Humonggio mengungkapkan pengalaman mistis saat syuting film horor religi “Roh Fasik” beberapa waktu lalu.

“Di rumah ada adegan salah satu hantu, merasa seperti ada sesuatu yang mendampingi,” ujar dia saat berkunjung ke kantor Antara, di Jakarta, Selasa.

Volland juga mengaku mendengar suara seseorang yang berteriak-teriak. Saat malam tiba, orang yang berteriak itu mengalami kesurupan.

Baca juga: Messi Gusti dipuji di “Roh Fasik”

Dia juga merasa ngeri saat pengambilan gambar di kawasan pemakaman.

“Kayak ada yang teriak-teriak. Dia agak sedikit kesurupan pas malam. Juga agak ngeri di set kuburan,” tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, aktor Evan Sanders mengatakan lokasi syuting memang berada di kawasan pemakaman.

Baca juga: Evan Sanders minta Irwansyah ajari ngaji demi “Roh Fasik”
  Artis pemeran film Roh Fasik (kiri ke kanan) Evan Sanders, Irwansyah, Keinaya Messi Gusti dan Volland Humonggio berpose saat berkunjung ke redaksi Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (22/4/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Dalam “Roh Fasik” karya sutradara Ubay Fox, Volland berperan sebagai Kemal, sahabat Hasan (Irwansyah). Melalui Hasan, Kemal banyak mempelajari ilmu agama.

“Sahabatnya, Hasan, banyak belajar sama Hasan, bisa dibilang salah satu orang menguasai ilmu agama, Kemal berusaha mempelajarinya,” tutur Volland.

Pengambilan gambar film “Roh Fasik” dilakukan pada tahun 2018 dan memakan waktu sekitar 19 hari.

Ada sejumlah tempat yang menjadi lokasi syuting film yang juga dibintangi Zaskia Sungkar, Nagita Slavina, Abi Cancer, Messi Gusti dan Denira Wiraguna itu, antara lain kawasan Puncak dan Gunung Papandayan, Jawa Barat.

Baca juga: “Roh Fasik”, film horor religi terbaru Irwansyah dan Evan Sanders

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Roh Fasik” dan “Munafik” sama? Ini kata Evan Sanders dan kawan-kawan

Jakarta (ANTARA) – Saat trailer film horor religi RA Pictures “Roh Fasik” dirilis, beberapa orang berpendapat film itu sama seperti karya negeri tetangga “Munafik”.

Apa komentar Evan Sanders, Irwansyah dan Volland Humonggio yang terlibat sebagai pemain dalam film “Roh Fasik”?

Evan menegaskan kedua film itu berbeda, salah satunya dalam makna judul, yakni “fasik dan “munafik”. Menurut dia, munafik merupakan bentuk sikap penyangkalan (denial) yang bisa membuat seseorang berujung pada fasik.

“Fasik di atasnya munafik, orang enggak bisa menerima kenyataan yang ada. Kalau munafik kan denial, itu yang membuat kondisi Akbar (tokoh yang Evan perankan) akhirnya ke arah fasik,” kata dia saat berkunjung ke kantor Antara di Jakarta, Selasa.

Evan menambahkan, “Roh Fasik” dan “Munafik” punya cerita berbeda. Dia maklum jika orang-orang menyamakannya, karena dari sisi genre memang sama yakni horor religi.

Baca juga: “Roh Fasik”, film horor religi terbaru Irwansyah dan Evan Sanders

Di sisi lain, Irwansyah mengaku belum menonton film “Munafik”.

“Saya belum nonton. Pas nge-post (“Roh Fasik”) ini banyak yang komentar mirip “Munafik”. Saya tanya ke Ubay (sutradara) kok disamain. Sudah declare ke sutradara film “Munafik” dan mereka bertemu. Kalau dibilang sama banget juga enggak,” papar dia.

Sementara itu, menurut Volland, dari sisi skill pemain dan efek suara, Ubay menyuguhkan hal berbeda.

“Make up dan kemampuan hantunya ini punya kelebihan. Ubay selama seminggu mencoba mencari stuntman yang mencoba gerakan ini itu. Jarang ada stuntman bisa melakukan itu, biasanya pake sling. Gerakannya riil. Bikin merinding,” tutur dia.

Baca juga: Volland ungkap pengalaman misterius saat syuting “Roh Fasik”
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Brie Larson-Scarlet Johannson kompak pakai cincin Thanos di premier

Jakarta (ANTARA) – Brie Larson dan Scarlett Johannson kompak memakai cincin Thanos pada pemutaran perdana “Avengers: Endgame” di Los Angeles, Senin waktu setempat.

Lima batu Infinity Gauntlet berwarna hijau, merah, oranye, pink dan biru melingkar di kelima jari Larson yang tampil menawan mengenakan gaun satin warna ungu muda.

Aktris pemeran Captain Marvel berusia 29 tahun itu memadukan kelima cincin jari tangan kirinya dengan gelang emas besar dengan batu amber.

Sementara itu, Scarlett Johannson alias sang Black Widow memberi aksen rantai di cincin batu Infinity miliknya.
  Scarlett Johansson (REUTERS/MARIO ANZUONI)

Aktris 34 tahun itu memakai gelang emas yang terhubung dengan rantai emas ke lima cincin di jari kirinya yang warnanya serupa dengan cincin Thanos.

Johannson memadukan perhiasan mencoloknya itu dengan gaun sederhana tanpa tali dengan belahan hingga paha.

Johannson berjalan di karpet ungu bersama kekasihnya yakni komedian SNL, Colin Jost.

Gala premier “Avengers: Endgame” dihadiri bintang-bintang Marvel Cinematic Universe (MCU) baik yang lama maupun yang baru.

Chris Pratt, alias Star-Lord, hadir menggandeng tunangannya Katherine Schwarzenegger, sementara Chris Hemsworth (Thor) datang ditemani sang istri Elsa Pataky, kakaknya Liam Hemsworth dan iparnya Miley Cyrus, demikian seperti dikutip dari Metro.co.uk, Selasa.

Baca juga: Serunya Billy Davidson saat bertemu para pemain “Avengers: Endgame”

Baca juga: Sutradara “Avengers: Endgame” mohon filmnya tidak dibocorkan
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Avengers: Endgame” misi terakhir Avengers selamatkan semesta

Jakarta (ANTARA) – Pertarungan terbesar antara Avengers melawan Thanos tertuang dengan ciamik dalam film “Avengers: Endgame”.

Film lanjutan “Avengers: Infinity War” itu mengisahkan perjuangan Avengers yang selamat untuk mengembalikan keadaan setelah lolos dari “jentikan” maut Thanos yang mengugugurkan setengah populasi kehidupan alam semesta.

Selain mengembalikan keadaan, Avengers yang tersisa seperti Iron Man, Captain America, Black Widow, Bruce Banner, Thor, dan Nebula memiliki misi terakhir yaitu mengalahkan Thanos selamanya.

Marvel berhasil membuat “Avengers:Endgame” menguras emosi penontonnya. Alur cerita yang disajikan tidak mudah ditebak.

Berbeda dengan film-film Marvel sebelumnya, dialog antar-pemain lebih ditonjolkan dibandingkan aksi laganya.

Dialog-dialog yang ada terkesan lebih serius dan tidak sesantai film Marvel sebelumnya.

Salah satu dialog yang serius cenderung suram bisa dirasakan di awal film pada adegan saat Tony Stark sang Iron Man sudah sangat putus asa di dalam kapal luar angkasa milik Quill yang kehabisan oksigen setelah berusaha berjuang mengalahkan Thanos di “Infinity War”. Dia merekam pesan terakhirnya untuk sang istri.

“Kubilang tidak ada kejutan lagi, tapi kuharap ada satu kejutan lagi,” kata Stark putus asa.

Meskipun begitu, aksi laga dan penggunaan CGI khas Marvel tetap ditampilkan dan mengundang penonton untuk terpukau dan tertawa dalam selisih waktu yang dekat.

Penokohan para pemain film seperti Robert Downey Jr, Jeremy Renner, Scarlett Johansson, dan Chris Hemsworth ini pun patut diacungi jempol mengingat beberapa karakter mengalami perubahan psikologi yang drastis pada saat Thanos menghilangkan separuh kehidupan di alam semesta.

Setiap bagian dalam film ini terasa penting terutama bagi penggemar yang sudah menonton 21 film Marvel Cinematic Universe sebelumnya sehingga membuat film berdurasi tiga jam ini terasa sebentar dan tidak membosankan.

Meski demikian akan ada bumbu-bumbu kejutan di “Avengers: Endgame” di mana salah satu karakter wanita akan lebih ditonjolkan dan memiliki peran penting dalam aksi penyelamatan semesta. Siapakah dia? Penasaran?

Saksikan film garapan rumah produksi Disney ini yang mulai tayang secara serentak mulai 24 April 2019 di seluruh bioskop Indonesia.

Baca juga: Brie Larson-Scarlet Johannson kompak pakai cincin Thanos di premier

Baca juga: Disney Indonesia keluarkan koleksi busana bertema Avengers

Baca juga: “Avengers: Endgame” jadi film Marvel terakhir Gwyneth Paltrow

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kritikus film AS banjiri “Avengers: Endgame” dengan ulasan positif

Jakarta (ANTARA) – Para kritikus film menuliskan ulasan-ulasan positif atas “Avengers: Endgame”, film pahlawan super pamungkas dari studio Marvel.

Dilansir Reuters, per Selasa petang (23/4) waktu setempat, hampir seluruh 56 ulasan “Endgame” di laman Rotten Tomatoes bernuansa positif.

USA Today menulis film berdurasi tiga jam itu adalah paket keren dari Marvel, menghadirkan petualangan seru yang akan membahagiakan penggemar yang setia mengikuti kisah karakter-karakternya seperti Iron Man dan Thor.

“Endgame” mengakhiri cerita yang sudah terjalin dari 21 film Marvel sejak 2007. “Endgame” adalah lanjutan dari “Avengers: Infinity War” tahun lalu yang akhirnya “menggantung” di mana sebagian pahlawan super yang dicintai penggemar berubah jadi debu.

Brian Lowry dari CNN menyebut “Endgame” memberikan akhir yang memuaskan.

“Perjalanan ini secara garis besar tak cuma menghasilkan beberapa kejutan, tapi juga banyak humor sebagai selingan dari adegan yang mengaduk perasaan.”

Pakar Box Office mengatakan “Endgame” mungkin bakal memecahkan rekor penjualan tiket pada pembukaan akhir pekan di AS dan Kanada, yang sekarang dipegang “Infinity War” dengan 257,7 juta dolar AS.

Baca juga: “Avengers: Endgame” misi terakhir Avengers selamatkan semesta

Baca juga: Brie Larson-Scarlet Johannson kompak pakai cincin Thanos di premier

Baca juga: Serunya Billy Davidson saat bertemu para pemain “Avengers: Endgame”

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hollywood rayakan akhir film “Avengers”

Aku menangis lebih dari enam kali, Chris

Jakarta (ANTARA) – Robert Downey Jr, Chris Hemsworth dan anggota tim pahlawan super Avengers lainnya, Senin (22/4), merayakan akhir dari saga 22 film yang disebut sebagai film franchise terlaris sepanjang masa.

Dalam pemutaran perdana di Los Angeles, ratusan orang-orang penting di industri film, para aktor, penggemar dan media untuk pertama kalinya menonton “Avengers: Endgame”, film berdurasi tiga jam yang selama ini betul-betul dirahasiakan.

Film itu mulai tayang di bioskop seluruh dunia hari ini.

Downey Jr. (Iron Man), Hemsworth (Thor), Scarlett Johansson (Black Widow), Chris Evans (Captain America) dan lainnya berjalan menyusuri karpet ungu di bawah logo besar Avengers yang dipasang di dalam Los Angeles Convention Center. Aula pameran itu disulao jadi bioskop dengan layar besar dan tempat duduk seperti di stadion.

“Saya senang sekali akhirnya bisa menonton filmnya,” kata Paul Rudd, pemeran Ant-man dan pemeran lainnya yang belum pernah melihat hasil akhir dari film pamungkas, terkait dengan cara Marvel menjaga kerahasiaan.

Rudd mengatakan dia telah bepergian keliling dunia untuk mempromosikan film itu dan “berusaha bicara sebaik mungkin, dan melakukannya tanpa menonton filmnya adalah pengalaman yang aneh. Jadi sekarang senang rasanya bisa menonton filmnya.”

Sederet artis papan atas memenuhi pemutaran perdana, termasuk adik Chris Hemsworth, Liam, dan istrinya Miley Cyrus, juga Matt Damon yang jadi cameo di film “Thor: Ragnarok”. Aktor Chris Pratt berpose dengan penggemar di karpet merah saat penayangan perdana film “The Avengers: Endgame” di Los Angeles, California, Senin (22/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Mario Anzuoni/hp/cfo

“Endgame” jadi pamungkas dari enam Avengers di dunia Marvel, Iron Man, Captain America, Black Widow, Hawkeye, Hulk dan Thor.

Ceritanya adalah lanjutan dari “Avengers: Infinity War” yang membuat penggemar penasaran karena Thanos, diperankan Josh Brolin, membuat sebagian pahlawan super berubah jadi debu. Dalam “Endgame”, pahlawan yang masih tersisa berencana membunuh Thanos dan mengembalikan keadaan seperti semula.

Setelah pemutaran, para bintang berkumpul di atas panggung dan saling berpelukan. Evans mengatakan pada penonton bahwa dia “menangis enam kali” saat menonton filmnya. “Aku menangis lebih dari enam kali, Chris,” timpal Hemsworth.

Mark Ruffalo, pemeran Hulk, mengatakan terlibat dalam film-film itu adalah sebuah pengalaman mengesankan seumur hidup.

21 film Marvel sebelumnya adalah franchise terlaris di industri film, dengan jumlah pemasukan 18,6 miliar AS di box office global sejak 2007.

Meski “Endgame” mengakhiri kisah “Avengers”, masih banyak karakter Marvel yang akan hadir di film-film mendatang. Spider-Man, misalnya, kembali ke layar lebar pada Juli lewat “Spider-Man: Far from Home”.

Sekuel “Black Panther” juga sedang dikerjakan.

“Akan ada awal baru,” kata Presiden Studio Marvel Kevin Feige. “Akan ada kisah baru. Akan ada cara baru menyajikannya, tapi untuk sekarang fokusnya adalah endgame.”

Baca juga: Brie Larson-Scarlet Johannson kompak pakai cincin Thanos di premier

Baca juga: “Avengers: Endgame” misi terakhir Avengers selamatkan semesta

Baca juga: Kritikus film AS banjiri “Avengers: Endgame” dengan ulasan positif

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lebih dekat dengan bintang film Roh Fasik

ANTARA – Sejumlah bintang  film Roh Fasik mengunjungi Kantor Berita Nasional  Antara. Dalam kunjungan ini mereka bercerita tentang keseruan dan tantangan yang dialami selama proses pembuatan film bergenre horor religi  tersebut. Film Roh Fasik  tayang perdana tanggal 9 Mei 2019. (Alvioni Resanti/ Edwar Mukti)

Al Ghazali perankan kekasih Jessica Mila dalam “Mengejar Surga”

Jakarta (ANTARA) – Al Ghazali akan menjadi kekasih Jessica Mila dalam film drama religi “Mengejar Surga” menyusul peran aktor berusia 21 tahun itu sebagai tokoh Iqbal.

“Alasan aku bermain film drama religi karena (aku) ingin mengeskplorasi semuanya, (aku) harus coba satu-satu (genre film),” ujar Al dalam syukuran “Mengejar Surga” di Jakarta, Rabu.

Film “Mengejar Surga” menjadi film bergenre drama religi pertama bagi aktor kelahiran Jakarta itu dari film sebelumnya yang bergenre aksi atau horor.

Meskipun Iqbal bukan tokoh utama, Al mengaku masih berperan penting dalam karya besutan rumah produksi Viera Film itu.

“Saya di (film) sini perannya sebagai kameo. Enggak terlalu banyak (tampil), tapi perannya cukup penting karena punya hubungan dengan Jessica Mila,” kata Al.

Baca juga: Tanggapan Al Ghazali atas tuntutan 18 bulan penjara Ahmad Dhani

“Mengejar Surga” berkisah tentang seorang anak yang mencari sang ayah dan berlatar lokasi di Belanda. Lokasi syuting itu menjadi tantangan bagi Al karena proses syuting akan berlangsung pada Ramadan

“Syutingnya di Belanda. Jadi, durasi puasanya lebih lama,” ujar Al tentang tantangan terbesar yang akan dihadapinya pada proses syuting film.

Tantangan lain, lanjut Al adalah, adalah pendalaman karakter tokoh Iqbal sebagai kekasih tokoh Atiqah yang diperankan Jessica Mila.

“Nanti akan ada satu scene aku harus melamar Jessica Mila. Aku harus bisa membangun suasana tegang. Itu cukup sulit,” kata putra selebritas Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu.

Baca juga: Al Ghazali sedih puasa tanpa Ahmad Dhani

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Secuil kisah lucu Cinta Laura soal film terbarunya

Jakarta (ANTARA) – Aktris Cinta Laura tengah sibuk dalam produksi film bergenre horor. Dalam film itu, Cinta berperan sebagai sosok gadis asli Bogor, Jawa Barat.

Ditemui di sela acara yang digelar di Jakarta, Senin, ia belum mau menyebut judulnya.

Namun, Cinta mengungkapkan secuil kisah lucu di saat syuting film yang mengangkat cerita misteri di Indonesia itu.

Simak penuturan Cinta melalui video berikut:
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Derby Romero: Saya suka film horor

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi sekaligus aktor Derby Romero hanya memiliki satu alasan untuk kembali memproduksi film bergenre horor, yakni rasa suka.

“Gua pecinta horor. Jadi gua dari awal kenapa ngerjain film horor karena genre itu kesukaan gua,” ujar dia di Jakarta, sebelum penayangan spesial film “SEKTE”, Senin malam.

Pelantun “Tuhan Tolong” itu juga tak menampik bahwa genre horor masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat Indonesia.

Dia mengatakan, “SEKTE” sebenarnya merupakan karya horor pertamanya bersama sutradara William Chandra. Pengembangan cerita sudah dimulai sejak tahun 2015-2016 dan memasuki masa produksi pada tahun 2017.

Namun film ini baru bisa tayang pada April 2019, setelah film “Mati Anak” yang hadir bulan lalu.

Bila dalam film “Mati Anak” dia sibuk di kursi sutradara, dalam film “SEKTE”, dia meenjadi produser bersama aktor Rizky Nazar.

“Di ‘SEKTE’, pembelajaran pertama di balik layar. Gua belajar sebagai produser. Baru setelah ‘SEKTE’ selesai, gua jadi sutradara di film “Mati Anak”,” kata Derby.

Dalam kesempatan itu, William mengatakan film ini begitu berarti dan dia berharap penonton bisa menikmatinya.

“SEKTE” mengisahkan sekelompok orang yang membentuk komunitas penyembah sesosok mahluk yang mereka sebut bunda. Fanatisme pada sosok bunda itu membuat para pengikutnya rela melakukan apa saja sebagai bentuk kesetiaan, termasuk membunuh orang tersayang.

Selain sebagai produser, Derby juga terlibat sebagai salah satu karakter dalam film itu bersama sederet selebritas antara lain Asmara Abigail, Gesata Stella, Nadira Adnan, Rizky Nazar, Fangtatis, Natalius Cendana, Edo Eduart, dan Trisa Triandesa.

Baca juga: Derby Romero pertahankan tradisi makan malam bersama di keluarga

Baca juga: Susahnya Derby Romero perankan dokter di “London Love Story”

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serunya Billy Davidson saat bertemu para pemain “Avengers: Endgame”

Jakarta (ANTARA) – Billy Davidson adalah salah satu “super fans” Marvel. Bersama Tommy Lim dan Patricia Devina, Billy sempat pergi ke Seoul, Korea Selatan menghadiri acara “Junket Avengers: Endgame” dan bertemu dengan kedua sutradara film “Avengers: Endgame” Anthony dan Joe Russo.

“Jadi ada acara ‘influencer QnA’, ada sekitar tiga puluh orang dan itu kita jaraknya deket banget, itu yang bikin excited,” kata Billy di Jakarta, Senin.

Selain itu, Billy juga menceritakan saat akan dilakukan pemutaran cuplikan film ke 22 dalam Marvel Cinematic Universe tersebut. Para fans menyediakan kejutan untuk pemain yang akan masuk ke dalam tempat acara.

Billy menceritakan para fans yang hadir diberikan “light stick” untuk dinyalakan saat para pemain film masuk ke dalam tempat acara sesuai aba-aba pembawa acara.

“Ketika pemain film masuk, semua fans disuruh nyalain itu. Kejutan itu membuat Brie Larson sampai nangis,” kata pria yang memiliki koleksi ‘action figure’ Iron Man bernilai Rp400 juta itu.

Pengalaman seru lainnya dirasakan oleh Marvel “super fans” lainnya Tommy Lim.

Bagi Tommy hal menarik yang didapatkannya dalam acara junket adalah reaksi para pemain, Jeremy Renner dan Brie Larson, yang diwawancarainya untuk channel YouTube.

“Mereka itu enggak mau kasih spoiler, jadi kayak waktu ditanya ke Jeremy soal kemana saja HawkEeye selama ini, dia malah mengalihkan pembicaraan dan pura-pura lupa, ” kata Tommy.

Hal menarik lainnya yang dirasakan oleh Patrcia Devina yang merupakan satu- satunya Marvel “super fans” perempuan dari Indonesia adalah reaksi Brie Larson.

“Aku pernah wawancara Brie Larson waktu di Captain Marvel, ternyata waktu mau wawancara lagi Brie Larson masih ingat sama aku,” kata Patricia.

Menurut ketiga Marvel “super fans” tersebut, hal utama yang paling diinginkan oleh pembuat film dan para pemain adalah tidak adanya fans yang melakukan spoiler.

“Mereka semua titipkan pesan, pokoknya setelah nonton jangan sampai spoiler ke orang-orang yang belum nonton,” kata Tommy.

Baca juga: Billy Davidson jatuh cinta pada Hela di Thor: Ragnarok

Baca juga: Billy Davidson siapkan rumah dan mobil mewah sebelum menikah

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Curhatan Derby Romero kerja bareng istri

Jakarta (ANTARA) – Aktor sekaligus penyanyi Derby Romero mengaku senang bisa kerja bersama sang istri, Claudia Adinda dalam film horor “SEKTE”.

Claudia bukan salah satu pemeran, tetapi perancang kostum dalam film besutan sutradara William Chandra itu.

Support banget. Di film Sekte ini, Claudia Adinda adalah costume designer-nya. Kalau pas syuting dia bareng ya,” kata Derby di Jakarta, Senin.

Menurut pelantun “Tuhan Tolong” itu, sang istri bisa sangat tegas padanya saat berada di lokasi syuting. Walau pernah kena omel, Derby menikmati kebersamaan bersama Claudia.

“Dia orangnya strict. Gue bisa dimarahin kalau di set. Seru lah,” tutur dia.

“SEKTE” mengisahkan sekelompok orang yang membentuk komunitas penyembah sesosok mahluk yang mereka sebut bunda. Fanatisme pada sosok bunda itu membuat para pengikutnya rela melakukan apa saja sebagai bentuk kesetiaan, termasuk membunuh orang tersayang.

Dalam film itu, Derby memerankan tokoh Sony, salah satu pengikut setia bunda.

Baca juga: Susahnya Derby Romero perankan dokter di “London Love Story”

Baca juga: Derby Romero pertahankan tradisi makan malam bersama di keluarga

Baca juga: Derby Romero: Saya suka film horor
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Pariban: Idola dari Tanah Jawa” rilis trailer, kenalkan budaya Batak

Jakarta (ANTARA) – Film “Pariban: Idola dari Tanah Jawa” resmi merilis trailer, memperlihatkan upaya Moan (Ganindra Bimo) yang diminta ibunya untuk mencari calon istri, dan menyuruhnya mudik untuk menikah dengan paribannya, Uli (Atiqah Hasiholan).

Di luar dugaan, Uli yang diceritakan sebagai wanita cantik dan mencintai budaya Batak, sudah memilik kekasih.

Dalam siaran pers, Selasa, film Pariban besutan Sutradara Andibachtiar Yusuf dan Produser Agustinus Sitorus ingin memperkenalkan budaya Batak kepada generasi muda melalui film bergenre komedi romantis.

Selain menampilkan romansa Uli dan Moan, trailer ini menampilkan berbagai lawakan segar dan pemandangan indah danau Toba yang ternama.

Film ini merupakan kesempatan perdana Atiqah Hasiholan beradu acting dengan Ganindra Bimo. Atiqah Hasiholan secara khusus memberikan apresiasi terhadap totalitas Ganindra Bimo dalam memerankan tokoh Moan di Film Pariban.

“Menyenangkan bisa main bareng Ganindra Bimo yang totalitas actingnya sangat saya sukai,” katanya.

Agustinus Sitorus, CEO Stayco Media dan produser Film Pariban menuturkan, dirinya mencoba membuat sebuah film yang menceritakan adat dan budaya batak dengan cerita yang lebih ringan dan dekat dengan keseharian muda-mudi batak pada hari ini.

“Semua muda-mudi batak pasti punya pariban, kami ingin mengajak publik untuk mengenal budaya kami sambal tertawa melihat berbagai kekonyolan yang lazim terjadi saat dijodoh-jodohkan dengan sepupu sendiri. Lewat trailer dan Poster ini kami ingin mencoba mengajak lebih banyak anak muda batak untuk datang ke bioskop dan lebih mengenal kebudayaan mereka,” ucap dia.

Sutradara Andibachtiar Yusuf menyatakan optimismenya terhadap film ini. “Film Pariban adalah sebuah kisah komedi dengan latar budaya Batak yang cukup kental. Film ini akan menjadi karya komedi pertama gue. Semoga Film ini bisa mendorong banyak anak muda batak buat ikutan aware sama budaya mereka.”

Film ini juga dibintangi oleh Dayu Wijanto, Rizki Mocil, Bang Tigor, Imelda Budiman, Mak Gondut, dan masih banyak lagi. Film “Pariban” tayang di bioskop mulai 9 Mei 2019.

Baca juga: Atiqah Hasiholan dalami budaya Batak untuk “Pariban Idola dari Tanah Jawa”

Baca juga: Ganindra Bimo belajar bahasa Batak dari Atiqah Hasiholan demi film

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

”Kucumbu Tubuh Indahku” tayang di bioskop 18 April

Jakarta (ANTARA) – Film ”Kucumbu Tubuh Indahku” karya terbaru dari sutradara Garin Nugroho dan produser Ifa Isfansyah tayang di bioskop 18 April 2019.

Film ini terinspirasi dari sosok seorang penari Lengger kenamaan bernama Rianto.

“Seorang penari Lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang. Ini yang saya tangkap dari cerita hidup Rianto. Dan ini yang ingin saya coba visualisasikan ke dalam film,” kata Garin Nugroho dalam siaran pers yang diterima Antara. Selasa.

Sang produser, Ifa Isfansyah, mengatakan Garin Nugroho langsung tertarik saat pertama kali mendengar kisah Rianto. Menurutnya, kisah tentang perjalanan tubuh manusia akan sangat indah jika disajikan secara visual.

”Apalagi digarap oleh sutradara sekaliber Garin Nugroho,” kata Ifa Isfansyah. “Selain itu, proses pembuatan film ini juga penting karena merupakan kolaborasi antar generasi dan masing-masing generasi memberikan pandangannya yang berbeda-beda yang kemudian saling melengkapi,” lanjutnya.

Sinopsis

Film keempat produksi Fourcolours Films ini berkisah tentang seorang penari Lengger di sebuah desa kecil di Jawa bernama Juno.

Kisah Juno diceritakan dalam tiga masa, yaitu Juno Kecil, Juno Remaja, dan Juno Dewasa. Juno Kecil terpaksa harus hidup sendiri sejak ditinggal pergi oleh ayahnya.

Di tengah kesendiriannya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger. Sejak itu, Juno harus hidup berpindah- pindah tempat.

Seiring perjalanannya menjadi dewasa, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari beberapa orang terdekat di sekelilingnya, ada guru tari, bibi penjual ayam, paman penjahit, seorang petinju, dan seorang warok.

Semua pengalaman yang dilaluinya itu membuat Juno memiliki sebuah perjalanan hidup yang membawanya kepada pemahaman akan keindahan hidup.

Rianto, yang kisahnya menginsiprasi film ini adalah penari dan koreografer ternama yang menguasai berbagai jenis tarian yang telah membawa tubuh maskulin dan feminimnya berkeliling dunia. Karyanya yang terkenal adalah ”Medium” dan ”Softmachine”.

Karya ”Medium” telah dipentaskan 25 kali dan ”Softmachine” telah dipentaskan sebanyak 56 kali di berbagai negara, di Asia, Eropa, America, Africa. Rianto menjadi penari dari Akram Khan yang telah berkeliling dunia dalam karyanya Until The Lion. Rianto berperan sebagai Juno dewasa.

Tokoh Juno remaja diperankan oleh Muhammad Khan dan film ini menjadi film panjang pertamanya. Sejak tahun 2006, Khan adalah aktor teater yang aktif melakoni berbagai peran. Namun, memerankan Juno Remaja merupakan tantangan tersendiri baginya.

“Delapan tahun saya mendalami seni bela diri silat, tubuh saya sudah terbiasa bergerak dan memiliki fleksibilitas. Tapi menari merupakan seni gerak yang lain lagi. Saya harus belajar mengasah rasa dan memasukkan rasa itu dalam sebuah gerak tari. Ini sungguh sebuah pengalaman yang baru dan menarik dan tentunya semakin memperkaya saya sebagai aktor,” kata Muhammad Khan.

Selain kedua pemeran di atas, film ini juga melibatkan beberapa pemain lain seperti, Raditya Evandra (Juno Kecil), Sujiwo Tejo (Guru Lengger), Teuku Rifnu Wikana (Bupati), Randy Pangalila (Petinju), Whani Dharmawan (Warok), Endah Laras (Bibi Juno) dan Windarti (Guru Tari).

Selain itu, musisi Mondo Gascaro menjadi pengisi soundtrack dan music composer dalam film ini.

Rumah produksi Fourcolours Films adalah rumah produksi independen yang dikenal dengan karya-karyanya yang telah menuai banyak penghargaan, seperti ”Sekala Niskala” (Kamila Andini, 2017) dan ”Siti” (Eddie Cahyono, 2014 – Film Terbaik Festival Film Indonesia 2015).

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Song Hye-kyo tandatangani kontrak dengan studio film China

Jakarta (ANTARA) – Aktris Korea Selatan Song Hye-kyo menandatangani kontrak dengan studio film China yang didirikan sutradara terkenal Wong Kar-wai, langkah awal mengembangkan sayap ke negara dengan populasi terpadat dunia.

Berdasarkan laporan Xinhuanet, Song Hye-kyo mengungkapkan telah bergabung dengan perusahaan Jet Tone Films yang berbasis di Hong Kong ketika menghadiri Hong Kong Film Awards, Minggu (14/3).

“Setelah menandatangani kontrak, saya yakin akan bekerjasama dengan lebih banyak sutradara dan aktor China di masa depan,” kata Song Hye-kyo.

Perusahaan, yang menanungi bintang-bintang ternama China dan Hong Kong seperti Leung Chiu-wai dan Maggie Cheung, menyambut bergabungnya Song Hye-kyo lewat pesan di Weibo.

Sang aktris pernah membintangi film “The Grandmaster” (2013) yang disutradarai Wong Kar-wai, beradu akting bersama Leung.

Namanya melejit lewat “Autumn in My Heart” (“Endless Love” dalam versi judul Indonesia), “Full House” dan “Descendants of the Sun” yang mempertemukannya dengan suami, Song Joong-ki.

Song Hye-kyo juga pernah tampil di beberapa film China seperti “The Queens”.

Baca juga: Bahas “Encounter”, Bo-gum teringat penggemar Indonesia

Baca juga: Kisah cinta terheboh sepanjang 2017

Baca juga: Drama “Encounter” Song Hye-kyo dan Park Bo-gum tayang di lebih dari 100 negara

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Kucumbu Tubuh Indahku” sebuah film tentang mencintai diri

Jakarta (ANTARA) – Setiap tubuh manusia memiliki perjalanan dan trauma masing-masing, bagaimana kita memaknai dan mencintai tubuh akan menentukan nasib selanjutnya. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh Garin Nugroho lewat film “Kucumbu Tubuh Indahku”.

Film yang terinspirasi dari kisah seorang penari Lengger bernama Rianto ini, bercerita tentang Juno yang tinggal di sebuah desa kecil di Jawa. Kisah Juno diceritakan dalam tiga masa yakni Juno kecil, Juno remaja dan Juno dewasa.

Juno Kecil terpaksa hidup sendiri sejak ditinggal pergi oleh ayahnya. Di tengah kesendirian, Juno bergabung dengan tari Lengger. Sejak itu, Juno harus hidup berpindah-pindah tempat.

Seiring dengan perjalanannya menjadi dewasa, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari beberapa orang di sekelilingnya seperti guru tari, bibi penjual ayam, paman penjahit, seorang petinju dan seorang warok. Semua pengalaman yang dilaluinya membuat Juno memiliki sebuah perjalanan hidup yang membawanya kepada pemahaman akan keindahan hidup.

Dalam film tersebut, Juno digambarkan sebagai seorang laki-laki yang memiliki jiwa feminin. Bagaimana Juno mengalami pergolakan batin akan pencarian jati dirinya, siapa dirinya dan apa yang akan dilakukan dengan tubuhnya.

Juno memiliki trauma hidup yang juga dialami oleh keluarga besarnya. Dia bahkan dilanda kegalauan besar karena tubuhnya selalu membawa bencana untuk orang lain.

Pada akhirnya Juno secara tulus bisa menerima, menghargai dan mencintai dirinya sendiri secara apa adanya. Dia juga mampu melawan segala macam trauma yang dialami oleh pikiran serta tubuhnya melalui tarian.

Garin dengan terampil mengangkat tema yang berhubungan erat dengan permasalahan maskulin dan feminin dalam tubuh seseorang tanpa bersikap vulgar. Lewat simbol-simbol seperti gestur, senyum, cara memandang atau berbicara penonton dapat langsung mengerti seperti apa sifat Juno.

Sutradara “Setan Jawa” itu juga mampu menunjukkan bahwa sekuat-kuatnya sifat maskulin pada seorang pria, tetap ada sisi feminin yang tersimpan di dalamnya.

Dari film ini, penonton akan mengenal soal tarian tradisional Jawa seperti Lengger ataupun Reog, tradisi pemujaan, menyimpan uang dalam kain jarik atau memeriksa kapan ayam akan bertelur dengan menggunakan jari yang dimasukkan ke pantat ayam. Hal tersebut merupakan peristiwa yang lumrah pada masyarakat Jawa khususnya di era 70-80an.

“Kucumbu Tubuh Indahku” merupakan sebuah perpustakaan bagi banyak orang. Karena kisah seperti yang dialami Rianto ini bisa jadi mewakili banyak penari di Indonesia ataupun sosok lain yang memiliki sifat maskulin dan feminin dalam satu tubuh.

Film yang diproduksi oleh Fourcolours Films ini sudah mendapat banyak penghargaan dari festival film internasional. Kini giliran Anda untuk menyaksikannya pada 18 April 2019 di bioskop Tanah Air.

Film yang sudah diputar di 31 festival film ini dimainkan Muhammad Khan sebagai Juno, Raditya Evandra (Juno Kecil), Sujiwo Tejo (guru Lengger), Teuku Rifnu Wikana (Bupati), Randy Pangalila (petinju), Whani Dharmawan (warok), Endah Laras (bibi Juno) dan Windarti (guru tari). Selain itu, musisi Mondo Gascaro juga mengisi soundtrack dan musik komposer untuk film ini.

Baca juga: ”Kucumbu Tubuh Indahku” tayang di bioskop 18 April

Baca juga: Garin Nugroho akan selalu bikin film bertema langka

Baca juga: Mondo Gascaro rilis album soundtrack film “Kucumbu Tubuh Indahku”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Produser yakin “Kucumbu Tubuh Indahku” tak mungkin diboikot

Jakarta (ANTARA) – Produser film “Kucumbu Tubuh Indahku” yakin bahwa filmnya tidak akan menghadapi boikot karena film ini tidak secara khusus membahas mengenai LGBT, tetapi lebih mengupas mengenai manusia itu sendiri.

Sebagai produser, Ifa sudah mengetahui dan mempertimbangkan risiko yang akan didapat. Namun, sutradara “Sang Penari” ini yakin jika filmnya jauh dari hal-hal yang bersifat vulgar.

“Yang paling penting tahu betul apa alasan kita menyampaikan film seperti ini, bahwa yang kita omongin ya manusia itu sendiri, itu yang justru kalau misalnya film ini ditonton seharusnya enggak ada kekhawatiran ini sama sekali,” kata Ifa dalam kunjungan media promosi film “Kucumbu Tubuh Indahku” di Kantor Berita Antara di Jakarta, Selasa.

“Karena filmnya enggak dengan vulgar ngomongin itu, bukan mencari kontroversi, memang yang kita omongin bener-bener manusia, pondasi sesuatu yang basic dalam tubuh manusia. Kalau emang menonton filmnya, kekhawatiran itu pasti enggak ada karena jelas sekali kekuatan film ini ada di mana,” lanjutnya.

Baca juga: “Kucumbu Tubuh Indahku” sebuah film tentang mencintai diri

Ifa dan seluruh timnya berkomitmen membuat film untuk dilihat oleh banyak orang sehingga mereka tidak mungkin membuat tontonan yang tanpa pesan.

“Salah satu tanggung jawab saya adalah mempertemukan film ini dengan penonton. Salah satu platform yang paling bisa untuk menyampaikan itu adalah bioskop konvensional, coba ke lembaga paling formal LSF (Lembaga Sensor Film), setelah enggak ada masalah, enggak ada alasan lain. Jadi saya punya dasar kuat kenapa film ini harus ditonton,” jelas menantu Garin Nugroho itu.

Bagi Ifa, “Kucumbu Tubuh Indahku” adalah film yang berbicara soal kemanusiaan. Sebab apa yang dialami oleh tokoh Juno dalam film tersebut juga dirasakan orang lain.

“Yang paling penting, yang harus kita pilah adalah tentang kemanusiaan, humanisme kita gimana, karakter apa pun yang membentuk diri kita dari perjalanan sejak lahir dan setiap orang punya pengalaman masing-masing,” ujarnya.

Ifa menambahkan,”Saya pikir semua orang mengalami itu, film ini hanya satu contoh kecil dan ini bukan film biografi yang hanya lihat hidup Rianto, senangnya Rianto bersedia kisahnya difilmkan.”

“Kucumbu Tubuh Indahku” terinspirasi dari kisah hidup Rianto, seorang penari Lengger yang memiliki sifat maskulin dan feminim dalam satu tubuh. Film tersebut akan tayang di bioskop mulai 18 April 2019.

Baca juga: ”Kucumbu Tubuh Indahku” tayang di bioskop 18 April

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bekraf, In-Docs kembali hadirkan inkubator “Docs By The Sea”

Jakarta (ANTARA) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama In-Docs kembali menghadirkan “Docs By The Sea Incubator”, yang akan diadakan pada 25 April – 2 Mei 2019 di Bali.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, program itu merupakan investasi yang dilakukan Bekraf untuk meningkatkan kapasitas pembuat film dokumenter Indonesia dan menghubungkan film dokumenter Asia Tenggara dengan pasar internasional.

“Pemerintah membantu menyediakan jalan supaya mereka bisa berkibar,” kata Ricky Joseph Pesik dalam jumpa pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Program inkubasi ini memiliki tiga fokus, yaitu story telling, editing, dan creative producing. Tujuannya tak lain untuk memperkuat kemampuan produser di Indonesia dan Asia Tenggara sehingga bisa berkompetisi lebih kuat di dunia internasional.

Beberapa alumni dari program Docs By The Sea telah membuktikan kualitasnya di dunia internasional, seperti film dokumenter berjudul “Diary of Cattle” karya dua sineas muda asal Padang David Darmadi dan Lidia Afrilita.

Film tersebut berhasil diputar dalam festival film dokumenter dunia Visions du Reel pada tanggal 11 April 2019 di Nyon, Swiss.

“Diary of Cattle” merupakan alumni Docs By The Sea tahun 2018 yang mengambil tema lingkungan. Film dokumenter ini mengajak penonton untuk melihat kehidupan sapi-sapi yang setiap hari hidup di tempat pembuangan sampah di kota Padang.

Selain itu, ada juga film dokumenter berjudul “The Flame” yang bercerita mengenai seorang petani yang ingin mempertahankan lahannya. Film karya sineas Makassar Arfan Sabran itu terpilih menjadi salah satu dari 10 proyek dokumenter yang dipresentasikan kepada pasar dunia di festival Visions du Reel.

Baca juga: Bekraf: perkembangan industri kreatif cukup pesat

Baca juga: Bekraf : film memiliki efek multiplier yang baik
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Yogi Rachman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara Muhammad Khan hidupkan jiwa feminim

Jakarta (ANTARA) – Berperan sebagai seorang penari yang memiliki jiwa maskulin dan feminim, aktor Muhammad Khan harus bisa memosisikan diri layaknya sebagai seorang perempuan agar ia bisa menjalani peran yang tidak mudah itu dengan baik.

Khan bermain sebagai Juno dalam film “Kucumbu Tubuh Indahku”. Juno adalah seorang penari Lengger yang memiliki sisi feminim kuat di dalam tubuhnya yang maskulin.

Untuk mendapatkan jiwa feminim ini, Khan dibantu oleh Rianto yang tidak lain adalah tokoh asli yang menjadi inspirasi Garin Nugroho dalam membuat film ini.

“Saya belajar dari mas Rianto, dia bilang teknik itu bisa dipelajari, niruin gerakan itu gampang tapi rasa yang belum tentu dapat. Mas Rianto bilang rasanya yang harus ditemukan, teknik bisa dipelajari dan harus meyakini betul kalau kamu perempuan. Setelah yakin perempuan baru bisa merasakan,” kata Khan dalam kunjungan media promosi film “Kucumbu Tubuh Indahku” di Kantor Berita Antara, Jakarta, Selasa.

Butuh waktu sebulan bagi Khan untuk belajar menari dan gerak-gerik layaknya para penari Lengger, sebab Khan sendiri berlatar belakang sebagai pemain teater dan pesilat.

“Saya juga harus memerankan dari tiga dimensi, fisiologis kayak belajar nari, ngurusin badan, niruin cara jalan, kemudian psikis karena Juno ada trauma kekerasan waktu kecil, saya sampai buka YouTube lihat adegan kekerasan agar dapat ekspresi itu. Kesepian Juno juga enggak terlalu susah karena dari kecil saya juga dititipin ke kakek nenek, di situ ada relasi sama Juno,” jelasnya.

Rianto sendiri cukup puas melihat akting Khan. Baginya, Khan sudah melakukan 100 persen lebih baik darinya.

“Menurut saya tubuh dia punya basic feminim yang memiliki perasaan hampir sama dengan yang saya miliki. Enggak gampang memerankan itu, butuh waktu bertahun-tahun tapi karena ada basic sama, menurut saya bagus sekali, luar biasa melakukan hal yang jarang bisa dilakukan,” puji Rianto.

“Kucumbu Tubuh Indahku” bercerita tentang perjalanan seorang penari Lengger bernama Juno yang memiliki jiwa maskulin dan feminim dalam satu tubuh. Selalu berpindah-pindah tempat membuatnya paham akan arti keindahan hidup.

Baca juga: Produser yakin “Kucumbu Tubuh Indahku” tak mungkin diboikot

Baca juga: “Kucumbu Tubuh Indahku” sebuah film tentang mencintai diri

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutradara “Avengers: Endgame” mohon filmnya tidak dibocorkan

Jakarta (ANTARA) – Sutradara “Avengers: Endgame” memohon pada para penggemar untuk tidak membocorkan isi filmnya setelah ada laporan sebagian adegan bocor di dunia maya.

Dalam surat terbuka yang diunggah di Twitter dengan tagar #DontSpoilTheEndgame, Joe dan Anthony Russo mengatakan mereka dan para pemain film pahlawan super Marvel yang akan tayang itu “telah bekerja keras selama tiga tahun dengan tujuan memberikan akhir yang mengejutkan” dari cerita itu.

“Ketika kau menonton Endgame nanti, tolong jangan bocorkan isinya pada yang lain, sama seperti kau tidak mau mendapat bocoran,” kata mereka seperti dilansir Reuters.

“Avengers: Endgame” akan jadi kisah pamungkas dari 22 film Marvel. Alur ceritanya dirahasiakan, tanpa ada penayangan lebih awal dari tanggal peluncuran untuk para media. Tiketnya yang sudah dijual sejak awal April mencapai angka penjualan lebih dari “Star Wars: The Force Awakens” (2015).

Film yang menyatukan berbagai karakter dalam komik itu akan tayang di Australia dan China pada 24 April sebelum disaksikan di AS pada 25 April.

Sebagian penggemar mengatkan mereka telah melihat sekilas adegan di Reddit, YouTube dan platform lain, tapi cuplikan itu telah dihapus. Reuters belum melihat adegan yang konon bocor itu dan Disney menolak berkomentar.

Chris Smith, kontributor BGR.com, mengatakan dia sudah melihat adegan itu tapi “itu tidak membocorkan akhir film”, meski berisi adegan yang tidak ditampilkan di trailer yang sudah diunggah.

Baca juga: “Avengers: Endgame” jadi film Marvel terakhir Gwyneth Paltrow

Baca juga: Stan Lee akan hadir sebagai cameo di “Avengers: Endgame”

Baca juga: “Avengers: Endgame” jadi film terpanjang MCU

Baca juga: Tiket “Avengers: Endgame” pecahkan rekor, dijual 500 dolar di eBay

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ada Iron Throne dan Ice Dragon dari “Game Of Thrones” di mal

Jakarta (ANTARA) – Para penggemar “Game of Thrones” kini bisa merasakan secuplik dunia serial besutan HBO tersebut di Mal Kota Kasablanka, Jakartan Selatan.

Dibuka hari ini hingga 28 April 2019, Ice Dragon akan menyambut Anda di tengah Food Society Lantai Ground Kota Kasablanka. Anda bisa berfoto dengan ikon dari film yang memasuki season terakhir itu.

Momen berfoto Anda akan lebih lengkap karena di dalam instalasi tersebut Anda dapat didandani seperti tokoh utama film “Game of Thrones”, Daenerys dan Jon Snow.

Setelah berubah menjadi “tokoh utama” dan berfoto dengan Ice Dragon, pengunjung harus mengunggah foto tersebut ke dalam akun media sosial mereka dan menyematkan #HBOAsiaGOTDragonID.

Selain Ice Dragon, terdapat juga instalasi Iron Throne yang diperebutkan dari musim pertama serial ini ditayangkan. Pengunjung yang berfoto dengan berdandan seperti pemain utama di film “Game of Thrones” (ANTARA/Livia Kristianti)

Kehadiran Ice Dragon dan Iron Throne di Kota Kasablanka ini pun menarik minat pengunjung salah satunya Zul.

Zul yang merupakan penggemar serial yang sudah tayang tujuh musim ini pun mengaku sangat antusias untuk berfoto dengan Ice Dragon.

“Ini keren banget, sesuai dengan di film, ukurannya sudah pas,” kata Zul saat ditemui di depan replika Ice Dragon, Kamis.
 

Meski demikian, Zul mengatakan masih ada kekurangan dari kehadiran Ice Dragon ini.

“Sayang banget tidak bisa dinaikin, kalau di film dia (Ice Dragon) itu bisa dinaikin,” kata Zul.

Sebelumnya, film serial HBO “Game of Thrones” baru saja memasuki musim ke delapannya pada penayangan perdananya Senin, 15 April 2019 jam 08.00 WIB.

Film ini diputar secara eksklusif di channel HBO GO dan HBO.

Baca juga: Teaser terbaru Game of Thrones, berapi dan membeku

Baca juga: Musim terakhir Game of Thrones tayang 14 April

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PP Muhammadiyah kecam Film ‘After’ karena tak sesuai budaya Indonesia

Kalau pun mau tayang, film ‘After’ harus dilakukan editing dan sensor yang ketat..

Jakarta (ANTARA) – PP Muhammadiyah melayangkan kecaman terhadap film “After” yang diputar di bioskop sejak 16 April lalu karena adanya adegan yang dianggap terlalu vulgar.

“Film ‘After’ menggambarkan kehidupan remaja dan pergaulan ala masyarakat sekuler. Banyak dialog dan adegan yang tidak sesuai dengan budaya dan masyarakat Indonesia yang relijius,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’thi di Jakarta, Kamis.

Melalui keterangan tertulis Mu’thi menyatakan, film After bisa mempengaruhi pola pikir dan pergaulan remaja yang cenderung bebas dan mengabaikan nilai-nilai dan norma luhur budaya bangsa Indonesia.

“Kalau pun mau tayang, film ‘After’ harus dilakukan editing dan sensor yang ketat,” kata dia.

Sementara itu artis yang juga pengacara, Gusti Randa mengakui ‘After’ memang memunculkan kontroversial, terutama, dari sisi penggambaran yang tidak sesuai dengan budaya timur.

Tetapi, menurut dia, justru di situlah sisi menariknya, karena film ini menggambarkan budaya barat yang lebih terbuka, maka justru memancing penonton untuk ingin tahu.

Di sisi lain, Gusti memperkirakan bahwa masyarakat juga akan tertarik menyaksikan ‘After’, karena dalam dunia film, terdapat siklus, dimana masyarakat akan mengalami kejenuhan dengan genre film tertentu, misalnya horor.

Febri Sihombing dari Komunitas Anak Nonton menanggapi kontroversi film After yang dinilai menampilkan adegan dewasa sementara pemain dan ceritanya mengangkat dunia remaja menyatakan, melalui film ini orang tua justru bisa mengantisipasi anak remajanya yang memasuki usia pubertas.

Dalam konteks itulah, tambahnya, beberapa adegan dalam film ini tidak perlu dipersoalkan, termasuk ketika Tessa dan Hardin Scott berkencan di sekitar danau.

“Jangan hanya karena atas nama budaya, maka adegan yang sebenarnya bisa menjadi unsur kekuatan dan penghibur film justru dihapuskan,” ujar Febri.

Film After yang diangkat dari novel Wattpad karya Anna Todd ini mengisahkan seorang siswa berdedikasi, Tessa Young (diperankan Josephine Langford) , yang tertarik dengan pemuda yang mempunyai sisi misterius, Hardin Scott (dimainkan Hero Fiennes Tiffin).
 

Pewarta:
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2019

Disney keluarkan teaser baru “Toy Story” 4″, ini bocorannya

Jakarta (ANTARA) – Disney Pixar mengeluarkan teaser cerita petualangan baru Woody dan kelompoknya dalam film “Toy Story 4” pada Kamis, (18/4).

Seperti dilansir Eonline, dalam video berdurasi 30 detik itu tampak Woody (dialihsuarakan oleh Tom Hanks) memberitahu rekan-rekannya soal perjalanan darat yang akan mereka lakukan bersama Bonnie, sang pemilik mainan.

Perjalanan ini ternyata membawa Woody bertemu pada teman lamanya, Bo Peep (Annie Potts). Para penggemar film “Toy Story” nantinya melihat untuk pertama kali kembalinya pasangan Woody.

Sementara itu, Buzz Lightyear (Tim Allen) berada dalam situasi sulit karena terpisah dari grup. Dalam teaser, dia tampak terjebak di dinding permainan karnaval dan tidak bisa melarikan diri.

Geng Toy Story juga harus menghadapi kucing pembunuh mainan.

“Toy Story 4” akan hadir di bioskop Amerika pada 21 Juni mendatang.

Baca juga: Toy Story hadir dalam bentuk kosmetik

Baca juga: Keanu Reeves akan muncul di “Toy Story 4”

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “27 Steps of May” dapat pujian dari aktivis perempuan

Jakarta (ANTARA) – Film “27 Steps of May” karya sutradara Ravi Bharwani mendapat pujian dari kalangan aktivis perempuan di Indonesia juga penonton di luar negeri.

Salah satu yang memberikan pujiannya adalah Dian Septi, pengelola radio buruh perempuan Marsinah FM sekaligus pemimpin Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP). Dia mengapresiasi kekuatan film itu karena mampu menggambarkan pergulatan batin seorang korban kekerasan.

“Film ini bisa menggambarkan emosi seorang korban. Bagaimana seorang ayah berelasi dengan korban dan bergulat sampai kemudian 27 langkah May menuju kemerdekaannya. Itu sesuatu banget,” kata Dian, seperti dalam siaran pers yang diterima Antara, Jumat.

Pujian juga terlontar dari pengelola media perempuan Konde.co sekaligus Dosen Kajian Media Universitas Indonesia dan Universitas Paramadina, Luviana.

Dia berharap film “27 Steps of May” dapat tayang di berbagai tempat sebagai bagian perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan.

Film yang pertama kali diputar di Busan International Film Festival 2018 itu juga mendapat apresiasi dari seorang perempuan Korea. Dia yang menjadi korban pemerkosaan ketika masih kecil mengaku terinspirasi dalam menghadapi trauma kejadian pemerkosaan.

Dalam kesempatan berbeda, Ravi mengaku terharu karena komunikasi film karyanya itu sampai pada korban.

“Mungkin film ini punya reaksi yang berbeda. Kami tidak bisa prediksi sama sekali. Mungkin akan ada yang shock, mungkin ada juga yang akan terinspirasi agar lebih kuat dalam menghadapi persoalan seperti ini,” kata dia.

“27 Steps of May” mengangkat pengalaman seorang perempuan untuk keluar dari trauma peristiwa pemerkosaan, juga mengisahkan perjuangan seorang ayah selama delapan tahun mendampingi anak perempuannya menemukan kembali hidupnya.

Selebritas yang berpartisipasi dalam film berdurasi 112 menit itu antara lain Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman.

“27 Steps of May” akan tayang di bioskop Tanah Air pada 27 April 2019, bersamaan dengan penyelenggaraan Women’s March di 24 kota di Indonesia.

Sebelumnya, film tersebut telah diputar di Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival dan Bengaluru International Film Festival.

Film panjang ketiga Ravi itu meraih penghargaan Golden Hanoman Award untuk kategori film panjang Asia terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Baca juga: “27 Steps of May” tayang 27 April di Indonesia
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film Rumput Tetangga menambah film Indonesia yang layak ditonton

Medan (ANTARA) – Fiim Rumput Tetangga dengan produser Raffi Ahmad dan Fransen Susanto menambah deretan film Indonesia yang layak ditonton.

Film yang mengisahkan seorang perempuan yang sebelumnya populer di sekolah kemudian hidupnya berubah sejak menikah itu bisa menjadi pelajaran berharga bahwa tidak selamanya apa yang kita lihat baik atau bagus di orang lain belum tentu sesempurna yang kita fikirkan.

Atau yang bagus di orang lain, baik juga untuk kita.

“Yang hijau belum tentu memukau,” ujar Titi Kamal, salah satu pemain yang berperan sebagai Kirana.

Dia mengatakan hal itu saat “meet and greet” dengan fans dan media dan nonton bareng film.

Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto menceritakan tentang kehidupan seorang ibu rumah tangga bernama Kirana yang diperankan Titi Kamal.

Kirana dulunya seorang murid populer dan berprestasi di sekolah, ternyata kehidupannya berubah setelah menikah karena hanya menjadi ibu rumah tangga, bukan wanita karier yang diimpikannya.

“Saya sempat merasakan apa yang dirasakan Kirana.Lalu seiring waktu, saya menyadari bahwa tidak benar ‘rumput tetangga lebih hijau’,”katanya.

Menurut dia, kebahagiaan bisa diciptakan sendiri.

“Ayo tonton filmnya biar cepat menyadari tentang kehidupan,” ujarnya.

Kirana Larasati, pemain lainnya, mengaku beruntung bermain di film Rumput Tetangga itu karena filmnya bagus.

Film itu bagus, katanya, karena lazim terjadi di sekitar manusia.

“Kita selalu melihat kehidupan orang lain lebih bagus atau sempurna dibandingkan kita, tetapi nyatanya tidak semua seperti itu,” katanya.

Kirana juga mengaku senang bermain di film itu karena sutradaranya juga memperbolehkan para pemain berekspresi.

General Manager Sales Region Sumbagut Ricky E Panggabean mengatakan tujuan nonton bareng Film Rumput Tetangga dimaksudkan Telkomsel untuk memanjakan pelanggan

Pelanggan Telkomsel, bukan hanya bisa menonton, tetapi juga bertemu langsung dengan para pemain dalam film tersebut. (*)

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jefri Nichol jadi pria cengeng di film “Hit N Run”

Jakarta (ANTARA) – Selama ini aktor Jefri Nichol kerap memerankan karakter pria romantis, namun dalam film “Hit N Run” dia memainkan peran sebagai pria cengeng.

Chandra Liow, yang juga bergabung dalam film dan aktif sebagai kreator konten YouTube mengatakan, Jefri memperlihatkan versi berlebihan dari karakter yang biasa ia mainkan di film karya sutradara Ody C. Harahap itu.

“Jefri itu seorang budak cinta, kekanak-kanakan,” kata dia melalui siaran pers yang diterima Antara, Jumat (19/4).

Tak hanya menjadi seorang budak cinta, Jefri juga mencicipi bermain laga. Sebelumnya, dia mendapatkan pelatihan dari Uwais Team.

Dalam film, Jefri berpasangan dengan aktris pendatang baru Caitlin Northlewis.

“Hit N Run” juga dibintangi aktor ternama Joe Taslim, Tatjana Saphira, Yayan Ruhiyan dan Nadya Arina. Joe berperan sebagai Tegar Saputra, seorang polisi selebriti narsis yang memiliki acara reality shownya sendiri.

Yayan sebagai Coki, seorang penjahat, lalu Tatjana (Meisa), seorang penyanyi dangdut yang lebay dan Chandra Liow sebagai Lio, partner Tegar tetapi juga seorang tukang tipu.

Film aksi komedi garapan Screenplay Films yang bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Bukalapak Pictures, juga Nimpuna Sinema dan CJ Entertainment ini akan tayang 4 Juni 2019 di bioskop.

Baca juga: Chandra Liow ungkap beda akting di Youtube dan layar lebar

Baca juga: Tatjana Saphira ditantang bernyanyi di film “Hit N Run”

Baca juga: Film “Hit N Run” gabungkan unsur komedi dan laga

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sakit hati karena didepak, Roman Polanski gugat Academy

Jakarta (ANTARA) – Academy of Motion Picture Arts and Sciences menanggapi gugatan sutradara Roman Polanski yang menganggap lembaga penganugerah Academy Awards atau yang lebih dikenal sebagai Oscar itu tidak adil saat mendepaknya keluar dari organisasi itu pada Mei 2018 silam.

“Prosedur yang diambil untuk mengeluarkan Polanski adil dan masuk akal. Academy mendukung keputusannya sebagaimana mestinya,” kata juru bicara, seperti dilansir Variety yang dikutip Sabtu.

Pernyataan Academy itu muncul setelah Polanski mengajukan gugatan terhadap lembaga itu pekan ini. Polanski menuntut pengembalian haknya, setelah ia dipecat pada Mei tahun lalu.

Gugatan, yang diajukan di negara bagian California, menyebut Academy tidak mengikuti protokol yang tepat dalam memberhentikan Polanski hampir setahun yang lalu.

Academy melakukannya “sesuai dengan Standar Perilaku organisasi,” kata mereka pada saat itu, menambahkan kepemimpinan yang diharapkan anggota untuk “menjunjung tinggi nilai-nilai Academy yang menghormati martabat manusia”.

Dalam gugatan Polanski disebutkan bahwa keputusan pemecatan dirinya oleh Academy “tidak didukung oleh temuan, dan temuan Academy tidak didukung oleh bukti.”

Sutradara yang memenangi Piala Oscar tahun 2003 untuk drama Perang Dunia II “The Pianist” itu menginginkan keputusan Academy dicabut dan meminta Academy untuk membayar biaya apa pun yang dikeluarkan oleh gugatan.

Penangguhan atau pengusiran dari Academy membutuhkan persetujuan dua pertiga dari 54 anggota dewan gubernur.

“Kami sedang menuntut keadilan atas prosedur mereka. Mereka mengusirnya tanpa peringatan dan tanpa memberinya kesempatan untuk merespons. Bahkan tidak ada pemberitahuan mengapa. Setelah 40 tahun pada hari yang sama dengan (Bill) Cosby. Beri saya waktu istirahat,” kata pengacara Polanski, Harland Braun pada Variety, Jumat (19/4).

Braun mengindikasikan bahwa Polanski akan melakukan tindakan hukum pada 2018, mengirimkan surat penuh amarah kepada presiden Academy John Bailey dengan alasan Polanski memiliki hak untuk pergi ke pengadilan.

Roman Polanski dan Bill Cosby didepak dari Academy saat gerakan #MeToo mendorong ratusan korban pelecehan dan kekerasan seksual untuk maju dan angkat bicara.

Cosby dan Polanski menjadi anggota pertama yang diketahui dikeluarkan dari keanggotaan karena dianggap melanggar tata perilaku yang diterapkan Academy pada Desember, menyusul tuduhan-tuduhan pelecehan dan serangan seksual di kalangan industri hiburan.

Cosby, yang dikenal sebagai “Ayah Amerika” karena perannya sebagai sosok kebapakan dalam serial komedi televisi tahun 1980-an “The Cosby Show”, dinyatakan bersalah atas kasus pembiusan dan melakukan serangan seksual terhadap Andrea Constand pada 2004. Ia terancam hukuman hingga 30 tahun penjara.

Sementara Polanski pada 1977 mengakui bahwa ia melakukan hubungan badan tidak sah dengan seorang remaja putri berusia 13 tahun di Los Angeles.

Sutradara berkebangsaan Prancis-Polandia itu tinggal di Prancis dan lari ke Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah karena takut kesepakatannya dengan jaksa akan ditolak dan ia akan mendapat hukuman penjara lebih lama.

Setidaknya sudah ada empat anggota yang dicopot Academy.

Produser yang pernah sangat berpengaruh, Harvey Weinstein, dikeluarkan pada Oktober, setelah beberapa perempuan menuduh Weinstein melakukan pelecehan seksual dalam kurun waktu beberapa puluh tahun.

Aktor Carmine Caridi dikeluarkan dari Academy pada 2004 karena membagi-bagikan rekaman film yang dikirim ke para anggota Academy.

Baca juga: Bill Cosby, Roman Polanski didepak dari akademi pemberi Oscar

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokoh paranormal asli “The Conjuring” meninggal

Jakarta (ANTARA) – Lorraine Warren, tokoh paranormal yang difilmkan dalam seri film “The Conjuring” meninggal dunia pada usia 92 tahun.

Kabar kematian Lorraine dikonfirmasi oleh sang cucu, Chris McKinnell yang menulis, “Tadi malam nenek saya Lorraine Warren dalam tenang dan damai meninggalkan kami untuk bersama dengan Ed (suaminya, Ed Warren) yang disayanginya.”

“Dia bahagia dan tertawa sampai akhir. Dia adalah malaikat dan pahlawan saya, dan dia akan sangat dirindukan. Silakan bergabung dengan kami dalam merayakan hidupnya dan menghormati jiwanya yang indah. Ingatlah untuk menghargai orang yang Anda cintai selagi bisa. Terima kasih dan Tuhan memberkati kalian semua,” tulis McKinnell seperti dilansir NME, Sabtu.

Lorraine bersama dengan suaminya, Ed, terkenal karena menyelidiki beberapa kasus paranormal yang paling terkenal termasuk kisah horor Amityville yang menghantui dan boneka Annabelle.

Pada 2013, kisah Warrens itu dijadikan film dalam “The Conjuring”. Aktris Vera Farmiga berperan sebagai Lorraine Warren dalam film itu.

Baca juga: Michael Chaves siap menggarap “The Conjuring 3”

Farmiga juga tidak lupa memberikan penghormatan kepada Lorraine melalui Twitter.

“Sahabatku Lorraine Warren telah meninggal. Dengan perasaan duka yang mendalam serta perasaan bersyukur bahwa saya sangat diberkati karena mengenalnya dan merasa terhormat bisa memerankannya,” kata Farmiga.

Pada tahun 1952, Warrens mendirikan New England Society for Psychic Research yaitu kelompok pemburu hantu tertua di New England.

Kelompok itu menulis banyak buku tentang paranormal dan tentang investigasi pribadi mereka ke berbagai laporan aktivitas paranormal. Mereka mengaku telah menyelidiki lebih dari 10 ribu kasus sepanjang perjalanan karir mereka.

Ed meninggal pada tahun 2006. Tokoh Ed ditampilkan dalam film franchise “The Conjuring” oleh Patrick Wilson.

“The Conjuring 2” rilis pada 2016 dan spin-off berjudul “The Nun” diluncurkan pada tahun yang sama. Sedangkan, “Annabelle Come Home” akan mulai ditayangkan pada 28 Juni 2019.

Baca juga: Ed dan Lorraine Warren akan hadir di “Annabelle 3”

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga film yang mengangkat tema Kartini

Jakarta (ANTARA) – Sosok pahlawan Indonesia RA Kartini telah diabadikan lewat karya para sineas dalam bentuk film, yang bisa dijadikan  rujukan untuk mengenal lebih dalam pribadi pelopor kebangkitan perempuan Indonesia itu dan perjuangannya.

Berikut tiga film Tanah Air yang mengangkat Kartini sebagai tema besar.

“R.A. Kartini” dari Sjumandjaja

Film yang diproduksi pada 1982 ini diarahkan oleh sutradara ternama Sjumandjaja. Plot cerita dalam “R.A. Kartini” diambil dari isi buku “Biografi Kartini” karya Sitisoemandari Soeroto.

Dalam buku tersebut diceritakan silsilah keluarga Kartini, masa kanak-kanak yang dilaluinya hingga dipingit sampai akhirnya wafat pada usia 25 tahun.

Versi filmnya dibintangi oleh Yenny Rachman, Bambang Hermanto –peraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia 1955 berkat film “Lewat Djam Malam”–, serta pemeran Abah di serial “Keluarga Cemara”, Adi Kurdi.

“Surat Cinta Untuk Kartini”
  Cuplikan film “Surat Cinta Untuk Kartini” (Screenshot YouTube)

Film drama keluaran 2016 ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis (“Kuambil Lagi Hatiku”, “Kafir: Bersekutu dengan Setan”).

Dibintangi Chicco Jerikho dan Rania Putri Sari, film ini bercerita tentang seorang tukang pos yang mengantarkan surat untuk Kartini, kemudian tertarik pada pribadi perempuan yang disebut mendobrak adat itu.

“Kartini” dari Hanung Bramantyo
  Cuplikan film “Kartini” (Screenshot YouTube)

Film yang tayang pada April 2017 itu menampilkan sederet artis peran ternama seperti Dian Sastrowardoyo, Deddy Sutomo, Christine Hakim, Acha Septriasa, Reza Rahadian, Adinia Wirasti hingga Dwi Sasono.

Dalam film ini, ditampilkan sosok Kartini (Dian Sastrowardoyo) yang nampak kalem dan lembut ternyata memiliki sisi lain yang mungkin belum sebagian orang tahu.

Dia lincah dan selalu bertanya, tak heran orang-orang di sekitarnya memanggilnya Trinil–burung kecil yang lincah dan selalu mengeluarkan suara nyaring.

Baca juga: NonaRia rilis lagu “Jadi Wanita” jelang Hari Kartini
Baca juga: Susi Pudjiastuti: Ingat jasa dan semangat Kartini

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dian Sastrowardoyo ucapkan selamat Hari Kartini

Jakarta (ANTARA) – Aktris Dian Sastrowardoyo ikut merayakan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, melalui akun media sosial Instagram.

“Selamat hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia. Selamat merayakan keberagaman, keunikan kita sebagai perempuan, kebebasan berpikir, bertindak dan mewujudkan mimpi-mimpi kita,” tulis dia di akun @therealdisastr, Minggu.

Dian pernah memerankan sosok pahlawan perempuan Indonesia itu dalam film “Kartini” yang disutradarai Hanung Bramantyo. Dalam film biopik tersebut, Dian beradu akting dengan Deddy Sutomo, Christine Hakim, Acha Septriasa, Reza Rahadian, Adinia Wirasti hingga Dwi Sasono.

Untuk mempersiapkan peran itu, Dian melahap beberapa literatur mengenai kehidupan Raden Ajeng Kartini yang dia sebut waktu itu “seperti sedang membuat skripsi”.

Buku-buku yang dibacanya meliputi “Panggil Aku Kartini Saja” karya Pramoedya Ananta Toer, “Gelap-Terang Hidup Kartini” dari TEMPO, sampai kumpulan surat Kartini yang diterjemahkan Armijn Pane menjadi buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Demi “Kartini” dia juga mempelajari bahasa Belanda agar dialog-dialog berbahasa asing bisa mengalir lancar dari bibirnya.

Baca juga: Tiga film yang mengangkat tema Kartini
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari Kartini, Titi Kamal semangati perempuan Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah pesohor Indonesia menyampaikan ucapan Selamat Hari Kartini melalui akun media sosial mereka hari ini, di antaranya adalah aktris Titi Kamal.

“Selamat Hari Kartini untuk wanita-wanita hebat Indonesia, berbagai profesi, juga para ibu, wanita karir, tetap semangat berkarya dan harumkan nama Indonesia,” tulis dia di akun resminya.

Ucapan itu telah mendapat “like” dari sekitar 5.500 pengguna Instagram, tiga jam setelah diunggah.

Titi belakangan ini sibuk mempromosikan film terbarunya, “Rumput Tetangga” yang juga dibintangi Donita, Raffi Ahmad, Tora Sudiro dan selebritas lainnya.
 

Baca juga: Dian Sastrowardoyo ucapkan selamat Hari Kartini
Baca juga: Tiga film yang mengangkat tema Kartini

 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Weeping Woman”, kisah iblis pengincar anak-anak

Jakarta (ANTARA) – Dibuka dengan legenda Meksiko La Llorona (Weeping Woman) seorang iblis yang mengincar anak-anak kecil. Konon La Llorona dulunya perempuan yang tega menghabisi nyawa anaknya, kemudian dia ikut bunuh diri setelah menyesali perbuatannya.

Film “Weeping Woman” yang jadi bagian dari dunia “The Conjuring” bercerita tentang kisah seorang ibu yang berusaha melindungi buah hatinya dari gangguan makhluk halus.

Sejak menjadi orangtua tunggal karena ditinggal mati suaminya, Anna Garcia (Linda Cardellini), bekerja sekuat tenaga untuk menjadi ibu sekaligus penopang hidup dua anaknya.

Berlatar belakang Los Angeles pada 1970-an, Anna yang berprofesi sebagai pekerja sosial dihadapkan pada kasus dugaan kekerasan pada anak yang dilakukan Patricia Alvarez. Namun anak-anak yang dia “selamatkan” dari Patricia justru berakhir tragis. Weeping Woman (http://www.thecurseoflallorona.net)
Teror makhluk halus yang menghantui Patricia kemudian pindah ke kehidupan Anna yang memiliki seorang putra dan putri. Anak-anaknya mulai melihat sosok La Llorona yang berwajah mengerikan dibalut busana pengantin putih.

Anna yang awalnya apatis mulai percaya atas keberadaan La Llorona dan meminta bantuan pada dukun yang menggunakan cara-cara tidak konvensional.

Untuk penyuka film-film horor, formula adegan-adegan jump scare yang dipakai dalam “Weeping Woman” sebenarnya bisa ditebak.

Setelah terkaget-kaget dengan kemunculan La Llorona pada awal-awal film, mungkin penonton bisa menebak kapan makhlus halus itu akan hadir lagi lewat banyak pertanda, hembusan angin atau pintu yang terbuka sendiri.

Penampakan La Llorona yang cukup sering membuat rasa ketakutan jadi berkurang karena mata sudah terbiasa melihat sosok yang harusnya mengejutkan itu.

Baca juga: Ed dan Lorraine Warren akan hadir di “Annabelle 3”

Baca juga: Michael Chaves siap menggarap “The Conjuring 3”

Baca juga: Sutradara “The Conjuring” akan buat “Train to Busan” versi Hollywood

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Livi Zheng nyoblos di Los Angeles

Sutradara Indonesia yang bermukim di Amerika Serikat, Livi Zheng, menunjukan jari kelingkingnya yang sudah dicelupkan ke tinta pemilu di Los Angeles, Sabtu (13/4). (ANTARA News/HO)

Jakarta (ANTARA) – Livi Zheng, sutradara Indonesia di Amerika Serikat, yang sejak Januari 2019 lalu dikontrak oleh Walt Disney Pictures untuk menjadi konsultan di Asia Tenggara, menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019, di Konsulat Jenderal Republik Indonesia-Los Angeles (KJRI-LA) pada Sabtu (13/4).

Dalam pesan singkatnya yang diterima Antara di Jakarta Senin (15/4), Livi mengatakan dalam pemilu kali ini dia mencoblos dua surat suara yang disiapkan penyelenggara pemilu di KJRI-LA, yaitu untuk memilih calon presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024, serta calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta.

“Pengalaman nyoblos di Los Angeles kali ini, sangat menarik karena di KJRI-LA juga diadakan hiburan seperti live music dan kita juga bisa membeli makanan-makanan khas Indonesia,” kata sutradara kelahiran Malang, Jawa Timur, itu.

“Di samping itu, senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman dan warga Negara Indonesia lainnya di Los Angeles yang sudah lama tak bertemu karena beberapa bulan terakhir ini saya berkeliling di Asia. Mulai dari Korea, Tiongkok, Indonesia dan Singapura untuk mendistribusikan film Bali: Beats of Paradise,” ujar Livi Zheng seusai mencoblos.

Sejauh ini, film terbaru Livi Zheng, “Bali: Beats of Paradise”, baru saja tayang perdana di layar terbesar di Korea Selatan, yang menurut Guinness World Records 2014, layar tersebut merupakan layar film lebar terbesar di dunia.

“Bali: Beats of Paradise” merupakan film yang mengangkat kisah inspiratif pemain dan komposer gamelan Nyoman Wenten, yang mengejar mimpinya sebagai seniman Bali di Amerika lewat musik gamelan Bali.

Di awal perjalanannya, banyak tantangan menghadang termasuk harus meninggalkan kampung halamannya hingga meninggalkan keluarganya di Bali. Namun, kini semuanya sudah berlalu dan dicapainya. Berkat Nyoman Wenten, gamelan kini diajarkan di kampus-kampus utama di Amerika. Dengan perjalanan hidup Nyoman Wenten itulah yang membawa “Bali: Beats of Paradise” akhirnya masuk dalam seleksi nominasi di Piala Oscar 2019 untuk kategori Best Picture.

Gamelan sekarang diajarkan di banyak universitas di AS, di antaranya, di Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of California-Los Angeles (UCLA) dan University of California-Berkeley (UC-Berkeley).

Film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Indonesia dan Amerika rencananya akan segera tayang di layar televisi pesawat penumpang dalam jaringan penerbangan Singapore Airlines di seluruh dunia. Bali: Beats of Paradise juga akan tayang di bioskop-bioskop di Indonesia mulai Juli mendatang.
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Brad Pitt dan Angelina Jolie resmi berstatus lajang

Jakarta (ANTARA) – Brad Pitt dan Angelina Jolie secara resmi mendapat status lajang untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka pada 2014 meski perceraian mereka belum selesai.

Seorang sumber mengatakan kepada Hollywoodlife, Minggu bahwa hakim memutuskan untuk memberi perubahan status pada Brad dan Angelina. Langkah hukum itu disebut sebagai bifurkasi, baik Brad dan Angelina sama-sama meminta permohonan untuk mendapatkan status lajang.

Brad dan Angelina berpisah pada September 2016, setelah dua tahun menikah dan delapan tahun berkencan. Menurut sumber itu, perubahan status lajang merupakan masalah yang sangat penting bagi keduanya.

“Brad merasa luar biasa, secara resmi menjadi lajang dan mengajukan dokumen-dokumen ini sangat penting baginya. Dia benar-benar ingin menutup bab dengan Angelina sebanyak yang dia bisa dan bergerak maju, dan dia merasa selangkah lebih dekat untuk melakukannya,” ujar sumber lain.

Baca juga: Jolie dan Brad Pitt sebentar lagi jomblo

“Meskipun perceraian masih jauh dari selesai dan ada banyak yang masih harus diselesaikan agar itu resmi, dia akan mengambil apa yang bisa dia dapatkan. Dia sangat siap untuk memulai hidup baru. Brad akan selalu mendoakan Angie karena dia telah bertahun-tahun hidup dengannya dan mereka berbagi anak-anak, tetapi bab ini ditutup dan itu terasa baik baginya. Bagian utama perceraian telah usai,” lanjut sumber.

Bintang “Fury” itu juga dilaporkan sudah tidak tertarik untuk bersatu dengan Angelina, bahkan jika mantan istrinya bersikap romantis terhadapnya.

“Semua sudah berakhir dan mereka bergerak maju dengan perceraian tetapi masih banyak kerumitan yang akhirnya membuat proses tersebut sulit menemui jalan keluar, bukan karena Brad ingin kembali dengan Angelina,” kata sumber berikutnya.

Saat ini proses perceraian Brad dan Angelina telah memasuki tahap akhir, terkait pembagian hak asuh keenam anak mereka, Maddox (17), Pax (15), Zahara (14), Shiloh (12) serta si kembar Vivienne dan Knox (10).

Meski telah menetapkan perjanjian sementara, keduanya belum sepakat untuk pembagian hak asuh secara permanen dan mungkin masih membutuhkan waktu beberapa bulan lagi.

Baca juga: Brad Pitt mulai frustasi dengan kasus perceraian

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Teaser “Susi Susanti – Love All” dirilis, ingatkan kejayaan Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Teaser film “Susi Susanti – Love All” resmi dirilis hari ini, menampilkan adegan singkat saat atlet badminton Susi Susanti (Laura Basuki) menahan haru menyaksikan bendera Merah Putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya di Barcelona 1992.

Time International Films yang memproduksi film itu, bersama Damn I Love Indonesia Movies, Oreima Films, East West Synergy, dan Melon Indonesia sengaja memilih masa tenang Pilpres 2019 untuk meluncurkan teaser “Susi Susanti – Love All”.

“Untuk mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa masyarakat bisa begitu dekat saat meraih kejayaan Indonesia bersama Susi Susanti di Olimpiade Barcelona 1992,” menurut Time International Films, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Minggu.

Dalam cuplikan adegan selama kurang dari satu menit itu, masyarakat diajak untuk mengenang kembali momen istimewa saat Susi Susanti berhasil menumbangkan atlet asal Korea Selatan, Bang Soo-hyun dan mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia.

“Teaser trailer “Susi Susanti – Love All” mengingatkan akan apa yang bisa kita raih ketika kita semua dekat dalam persatuan tanpa mengenal perbedaan namun tetap sama-sama berjuang untuk Indonesia,” demikian seperti disampaikan  Time International Films.

“Susi Susanti – Love All” disutradarai oleh Sim F dan dibintangi aktris Laura Basuki sebagai Susi Susanti. Film tersebut akan tayang tahun ini.

Baca juga: Melihat persiapan pembuatan film “Susi Susanti – Love All” (video)
Baca juga: Kisah heroik Susi Susanti tayang 2019

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kim Kardashian dan Kanye West liburan romantis di Bali

Jakarta (ANTARA) – Kim Kardashian bersama suaminya Kanye West sedang berlibur di Bali dan ia memamerkan foto-foto indah di Pulau Dewata lewat Stories di akun Instagramnya, Sabtu.

Selain menunjukkan kemesraan dengan Kanye West saat bersantai, Kim juga terlihat pergi tempat wisata gajah.

Ia juga memperlihatkan sosok penerjemah yang direkrutnya selama liburan di Bali, bernama Wayan yang ikut berswafoto bersamanya.

Kardashian menyebut mereka datang ke pulau menakjubkan itu, sebelum episode “Keeping Up with the Kardashians”
tayang akhir pekan ini.

Hari Minggu ini, para penggemar tayangan realita keluarga Kardashian bisa menyaksikan cerita di balik layar liburan Kim, Khloe dan Kourtney di Bali tahun lalu.

Sebelumnya, Kim, Khloe dan Kourtney Kardashian pernah ke Bali pada Oktober 2018 lalu. Ketiganya kala itu mengajak anak mereka dan menikmati budaya Bali serta bersantai di tepi pantai.

Baca juga: Pengin jadi pengacara, Kim Kardashian magang empat tahun
Baca juga: Keluarga Kardashian berlibur di Bali

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesaing Netflix, Disney+ diluncurkan tahun ini

Jakarta (ANTARA) – Disney+, layanan video streaming dari Disney yang bakal menyaingi Netflix, akan diluncurkan pada 12 November mendatang.

Walt Disney Co mengungkapkan biaya berlangganan Disney+ sebesar 7 dolar AS per bulan atau 70 dolar AS per tahun, demikian seperti dilansir Reuters, yang dikutip Sabtu.

Berbagai serial televisi dan film dari Disney bisa dinikmati di Disney+. Selain itu, penonton juga bisa menikmati tontonan dari dunia pahlawan super Marvel, galaksi “Star Wars”, animasi Pixar “Toy Story”, National Geographic dan seluruh episode “The Simpsons”.

“Yang kami siapkan adalah strategi agresif,” kata Chief Executive Disney, Bob Iger, pada analis dalam presentasi.

“Kami harus sangat serius dan optimal.”

Perusahaan itu ingin menarik antara 60-90 juta pelanggan dan mendapat untung pada tahun fiskal 2024. Disney berniat menginvestasikan lebih dari satu miliar dolar AS untuk membiayai program-program original pada fiskal 2020 dan sekitar 2 miliar dolar AS pada 2024.

Baca juga: Setelah rilis Episode 9, film “Star Wars” akan vakum sementara
Baca juga: Disney akan buat serial tokoh Marvel Hawkeye
Baca juga: Disney akan produksi film “Deadpool”

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tom Cruise ragu untuk jatuh cinta lagi setelah bercerai

Jakarta (ANTARA) – Sejak bercerai dengan aktris Katie Holmes pada 2012, Tom Cruise tidak pernah terlihat memiliki kekasih baru. Seorang teman mengatakan walaupun Tom berkencan, dia tidak akan serius dengan siapa pun dan telah menerima kenyataan bahwa mungkin tidak akan menikah lagi.

“Sejak perpisahan yang memilukan dengan Katie yang diketahui semua orang, Tom ragu untuk jatuh cinta lagi dan kadang-kadang dia merasa tidak apa-apa jika tidak pernah menikah lagi,” kata teman dekat Tom seperti dilansir Hollywoodlife, yang dikutip Sabtu.

“Tom kencan dengan perempuan tapi tidak pernah di depan umum. Dia sangat tertutup dan tidak memiliki pacar yang tetap,” lanjutnya.

Menurut dia, bintang “Top Gun 2” itu lebih suka bersama perempuan yang romantis dan memiliki minat spiritual yang sama dengannya.

Sebab, Tom sangat berkomitmen pada Scientology hingga dilaporkan belum bertemu dengan anaknya Suri Cruise sejak 2013 karena sudah tidak lagi menjadi anggota gereja yang kontroversial tersebut.

“Tom menikmati saat jatuh cinta, dia juga senang sendiri dan telah menerima bahwa setelah tiga kali gagal dalam pernikahan dia mungkin tidak akan pernah menikah lagi. Dia menghargai privasinya dan agamanya sebelum menjalin hubungan atau apapun dan itu tidak masalah baginya,” jelas teman Tom.

Saat ini yang menjadi prioritas utama Tom adalah karirnya. Ia sedang melakukan syuting untuk “Top Gun 2” dan diloanjutkan dengan dua rpoyek film “Mission: Impossible”.

Baca juga: Jamie Foxx ungkap putus dengan Katie di after party Oscar
Baca juga: Scientology audisi pacar untuk Tom Cruise
Baca juga: “Mission: Impossible” rilis 23 Juli 2021 & 5 Agustus 2022

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ogah gembar-gembor pilihan, yang penting tidak golput

Jakarta (ANTARA) – Di saat banyak pekerja seni yang terang-terangan menyatakan dukungan pada salah satu calon presiden dan wakilnya jelang Pemilu 17 April 2019, aktor kawakan Cok Simbara dan Verdi Solaiman memilih tidak ikut gembar-gembor.

Yang paling penting, ujar Cok pada Antara beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia tetap bersatu, terlepas dari siapa yang berhasil meraih suara terbanyak di pemilu.

“Saya cuma berharap pada tahun politik ini semua orang paham bahwa siapa pun yang kau pilih, kita tetap bersaudara,” ujar aktor 65 tahun itu.

Pemilik nama lengkap Ucok Hasyim Batubara itu ingin merahasiakan siapa yang akan dia pilih saat hari pencoblosan.

“Wallahu’alam,” ujar dia sambil tersenyum saat ditanya manakah yang lebih berpeluang dicoblos olehnya.

Pendapat yang sama dirasakan oleh Verdi Solaiman, putra dari aktor kawakan Henky Solaiman. Walau ogah terang-terangan menyatakan siapa calon presiden yang mendapat dukungannya, bukan berarti Verdi apatis.

“Asas masih LUBER, Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, tapi kalau ada teman-teman yang misalnya membuka argumen, ayo kita bahas,” kata dia.

“Kalau saya biasanya ambil fakta-fakta dari yang terjadi sama saya langsung, bukan ‘kata orang…’, kejauhan. Yang langsung terjadi sama saya, teman dan yang dialami saudara.”
  Cok Simbara di konferensi pers “Horas Amang”. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Dalam mempertimbangkan pilihan terbaik, peraih Piala Citra 2009 untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik itu lebih suka mencari informasi sendiri ketimbang menonton debat antara kedua pasangan calon.

Apa yang berlangsung selama debat, ujar dia, terlihat seperti terlalu diatur oleh kedua pihak. Apa yang dibicarakan oleh dua pasangan calon presiden dan wakilnya di panggung debat tak banyak mempengaruhi pilihan Verdi.

“Ya sudah, cari fakta sendiri, tentukan pilihan, jangan golput dan coblos,” katanya.

“Perseteruan” di dunia maya yang terjadi antar dua kubu pendukung juga muncul di linimasa media sosialnya. Namun Verdi memilih untuk tidak ikut terjun, hanya memantau kala senggang.

“Kadang lihat, tapi jarang komentar,” katanya.

Untungnya perbedaan pilihan itu tidak berpengaruh di kalangan pekerja seni. Dalam dunia film, keberagaman adalah hal lumrah. Orang dari berbagai latar belakang, baik suku hingga agama, bergabung dalam sebuah karya.

“Film itu pemersatu,” ujar Verdi.

Baca juga: Selebritis selektif terima order jelang Pemilu 2019

Jangan terpecah belah

Kedua aktor berharap pemilihan umum bakal berjalan lancar dan tenang tanpa ada keributan dan kerusuhan. Setiap orang tentu punya pilihan, tapi setelah hasil pemilu terungkap, semua harus kembali bersatu demi masa depan Indonesia.

“Siapa pun yang terpilih, sudah takdirnya. Enggak usah (ribut) berlanjut-lanjut. Itu dari 2014 sampai sekarang kayak rusuh lanjutan,” cetus Verdi.

Dia miris melihat kebersamaan masyarakat semakin mudah terkoyak hanya karena perbedaan pendapat.

“Kok balik lagi ke zaman (penjajahan) Belanda dan Jepang, gampang dipecah belah? Pemilu sudah ada dari dulu kok (sekarang) gampang sekali diprovokasi?” tanya dia retoris.

Verdi berharap pemimpin masa depan dapat memajukan Indonesia, bukan mengeruk keuntungan agar uang kampanye bisa balik modal atau memperkaya keluarga sendiri.

“Indonesia itu kondisinya enggak bisa dibenerin dalam lima tahun, 10 tahun juga enggak semua, mudah-mudahan pemimpin baru bisa efektif secara strategis melakukan hal jelas untuk kemajuan Indonesia.

Cok Simbara juga punya asa yang sama. Pembangunan negara tentu diharap bakal terwujud, dengan catatan kemajuan itu harus dirasakan semua kalangan.

“Jangan sampai membuat kesenjangan yang jauh antara yang susah dan yang kaya,” ujar Cok.

Jika presiden dan wakilnya kelak adalah orang-orang yang selalu mengedepankan nasib dan kebutuhan rakyat, dia optimistis harapannya bisa terwujud. “Kalau pemimpin hanya untuk partai dan kelompoknya… alangkah sedihnya negeri kita ini.”

Baca juga: Platform digital sambut Pilpres 2019

Terjun berpolitik?

Apakah keduanya berminat untuk berpartisipasi dalam kemajuan negeri dalam dunia politik?

Tawaran-tawaran bergabung ke partai politik pernah datang ke hadapan mereka. Tapi Cok dan Verdi secara mantap menyatakan ingin fokus di dunia seni peran.

Verdi merasa dia mungkin tidak bisa menikmati dunia politik kalau harus terjun jadi politisi.

“Mending bicara (politik) lewat film, lewat karya.”

Beda cerita dengan Cok yang besar di keluarga dengan latar belakang politik.

Ayahnya dulu seorang ketua partai, tapi kondisi politik masa lalu membuat kehidupan mereka dikejar-kejar rasa ketakutan. Gara-gara politik, ajal bisa hilang begitu saja. Bapaknya termasuk salah satu orang yang diburu nyawanya.

“Zaman saya kecil luar biasa ngerinya,” ujar aktor yang aktif main film sejak 1977 itu.

Tapi rasa keengganan pada dunia politik itu pernah sirna saat dia beranjak remaja. Cok pernah menjadi kader sebuah partai politik selama beberapa tahun, sejak SMP hingga SMA. Dia berubah pikiran setelah mengingat perjalanan politik ayahnya. Lagipula, sang ayah juga tidak terlalu senang bila Cok terjun ke dunia politik, mengingat situasi yang pernah dia rasakan sebagai politisi.

“Akhirnya saya tinggalkan semua, enggak pengin terlibat (politik),” katanya.

Setelah dewasa, masih ada partai-partai yang berusaha mengajak Cok untuk terlibat. Tapi dia tetap teguh pada pendirian untuk menjadi pekerja seni, bukan politisi.

“Sudahlah, berkesenian saja,” ucap dia.

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Setelah rilis Episode 9, film “Star Wars” akan vakum sementara

Jakarta (ANTARA) – Bos Disney, Bob Iger memutuskan untuk mengistirahatkan sementara “Star Wars” setelah merilis Episode 9, meski demikian pengembangan film lain yang berkaitan dengan waralaba tersebut akan tetap berjalan.

“Kami akan mengambil jeda, beberapa waktu dan mengatur ulang karena kisah Skywalker berakhir di film kesembilan ini,” kata Iger, seperti dikutip dari NME, Sabtu.

Dia juga mengisyaratkan bahwa akan ada lebih banyak film lain di masa depan, meski tidak menyebutkan rinciannya secara spesifik.

“Akan ada film-film Star Wars lainnya, tetapi akan sedikit jeda. Ada film yang sedang dalam proses pengembangan tetapi kami belum dapat mengumumkannya,” jelas Iger.

Sementara itu, bulan lalu telah diumumkan bahwa film “Star Wars” lain akan dibuat oleh kreator “The Game of Thrones” David Benioff dan DB Weiss. Syuting film itu bakal dimulai akhir tahun ini.

Benioff dan Weiss dikontrak oleh Disney pada Februari 2018 untuk membuat seri terpisah dari film “Star Wars” yang tidak berkaitan dengan kisah Skywalker saga ataupun triloginya yang dikembangkan oleh Rian Johnson.

Benioff dan Weiss akan mulai mengerjakan film pertama mereka akhir tahun ini dan pemotretannya mungkin akan dimulai pada musim gugur.

Baca juga: Disney ungkap tanggal pembukaan ekspansi “Star Wars”
Baca juga: Disney hadirkan planet baru untuk penggemar “Star Wars”

 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SIKK wajibkan siswa berbahasa Indonesia guna tingkatkan nasionalisme

Kota Kinabalu (ANTARA) – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Negeri Sabah Malaysia mewajibkan siswa-siswinya menggunakan bahasa Indonesia dalam rangka menanamkan sikap nasionalisme meskipun hidup di luar negeri.

Kepala SIKK, Istiqlal di Kota Kinabalu, Jumat menyatakan, pemberlakuan menggunakan bahasa Indonesia selama berada dalam lingkungan sekolah dilakukan demi menjaga patriotik anak didiknya terhadap Indonesia.

Bukan hanya itu, SIKK juga menggalakkan ekstra kurikuler rPamuka dan lomba-lomba menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.

Istiqlal menyatakan, siswa siswi diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebab, siswa siswinya yang lahir di Malaysia sehingga bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Melayu.

“Kami berlakukan bagi siswa siswi di sini (SIKK) wajib menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara dengan teman-teman dan gurunya setiap saat ini,” kata dia.

Ia merasa bersyukur  SIKK yang membina anak TKI mulai PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK ini , siswa-siswinya telah mahir berbahasa Indonesia dengan lancar.

Istiqlal menilai, penerapan penggunaan bahasa Indonesia dalam area sekolah juga telah berdampak pada sikap dan karakter anak didik.

Minimal mengetahui dan memahami Indonesia sebagai asal kedua orang tuanya, kata Kepala SIKK ini.

Hal ini juga sangat bermanfaat bagi anak didiknya jika kelak melanjutkan pendidikan di Indonesia. Yakni tidak sulit beradaptasi dengan anak-anak di Indonesia dan lingkungan tempat tinggalnya.

Pewarta: Rusman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IGJ: Dua aspek lemahkan Indonesia dalam perdagangan internasional

Jakarta (ANTARA) – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menilai, terdapat dua aspek yang membuat lemah Indonesia dalam perundingan perdagangan internasional.

“Saya melihat ada dua aspek, pertama yakni nilai tawar Indonesia yang selalu rendah. Ketika kesepakatan perdagangan internasional itu dilakukan, kita ada di posisi nilai tawar yang rendah,” ujar Olisias di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa dalam situasi demikian, Indonesia cenderung didikte oleh negara-negara dengan nilai tawar yang kuat.

“Aspek kedua ialah ketika proses implementasinya Indonesia masih menghadapi persoalan-persoalan internal, salah satunya korupsi. Jadi banyak hal yang kita tidak lakukan secara konsisten dan dimanfaatkan baik, pada akhirnya (perjanjian) itu tidak termanfaatkan juga,” tutur Olisias.

Peneliti IGJ itu menyarankan para pembuat keputusan nasional berhati-hati dalam melihat perjanjian perdagangan internasional.

“Dalam sejarahnya kolonialisasi itu dimulai dari perdagangan, pintu masuknya dari perdagangan lalu berlanjut ke utang-piutang dan merembet ke berbagai aspek lainnya. Artinya hati-hati juga kita bisa masuk dalam jebakan yang sama pada akhirnya, ini yang menurut saya perlu diingatkan terus,” tuturnya.

Menurut IGJ pada 2018 terdapat beberapa perjanjian yang telah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan akan segera diratifikasi yakni Indonesia-EFTA ( European Free Trade Association), 10th ASEAN Framework Agreement on Services, First Protocol to Amend ATIGA, ASEAN Agreement on Electronic Commerce, dan Indonesia-Australia CEPA.

Perkembangan model kerja sama komprehensif perdagangan internasional, menurut IGJ, bukan lagi hanya mengatur kerja sama perdagangan secara sempit (ekspor-impor), tetapi juga mengatur aspek ekonomi dan sosial secara luas serta berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat Indonesia, bahkan kedaulatan negara ikut dipertaruhkan di dalamnya.

IGJ juga menyarankan Indonesia menjadikan menguatnya praktik proteksionisme dalam perdagangan global sebagai momentum untuk mengukur kembali kekuatan perdagangannya. Pilihan strategi diplomasi perdagangan internasional Indonesia sudah seharusnya diarahkan untuk memperkuat serta melindungi kedaulatan ekonomi rakyat.
Baca juga: Kedua capres disarankan hentikan perundingan perdagangan internasional

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KEIN: tidak semua sektor butuh teknologi 4.0

Solo (ANTARA) –
Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan, tidak semua sektor industri membutuhkan teknologi 4.0 untuk memastikan tenaga kerja tidak kehilangan pekerjaan.

“Mengenai teknologi 4.0 ini sudah diterapkan di beberapa negara, seperti di Jerman hanya 26 persen perusahaan yang berhasil menerapkannya,” kata Ketua KEIN Soetrisno Bachir pada dialog ekonomi kerakyatan di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Sementara itu,  di Thailand, menurut dia,  untuk menerapkan teknologi 4.0 ini harus melalui tahapan yang diseleksi pemerintah agar tidak mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Memang digitalisasi, robotisasi di bidang marketing bisa memanfaatkan ekonomi digital. Di bidang industrialisasi harus memperhatikan masyarakat yang jumlahnya besar. Ada prioritas yang dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan sebagai contoh adalah usaha kecil belum membutuhkan teknologi tersebut, sedangkan yang cukup membutuhkan adalah di bidang manajemen yang memang dituntut harus modern.

“Di bidang marketing ini penting diterapkan agar tidak jadi momok. Yang pasti di negara maju pun teknologi ini harus diseleksi agar tidak merugikan masyarakat banyak. Alam kita ini tidak perlu semua menggunakan 4.0,” katanya.

Sementara itu, yang dibutuhkan UKM justru kredit bunga murah, seperti di Thailand besaran bunga rata-rata 3 persen. Sedangkan di Indonesia, saat ini Presiden sudah menurunkan bunga kredit dari 18 persen menjadi di bawah 10 persen.

“Nantinya akan diturunkan lagi menjadi 5 persen. Semua harus ke arah sana, di sini KEIN sudah memberikan hasil kajiannya selama dua tahun, insyaallah nanti itu jadi prioritas pemerintahan ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembicara Gus Muwafiq optimististis masyarakat Indonesia akan siap menghadapi era teknologi 4.0. “Jangan ditanya kesiapannya, adakan saja dulu. Mereka ngerti caranya karena masyarakat Indonesia tangguh,” katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jabar-Majalengka urus perizinan embarkasi sementara Bandara Kertajati

Jadi dalam beberapa hari saya sudah dapat materi koordinasinya. Bupati Majalengka sendiri mendukung penerbangan haji di Kertajati,

Bandung (ANTARA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa mengatakan Pemprov Jabar dan Pemkab Majalengka sudah berkoordinasi agar turut membantu perizinan embarkasi sementara Bandara Kertajati terkait rencana pemberangkatan calon jamaah haji dari bandara tersebut.

“Pemprov Jabar sedang menghitung biaya jika Bandara Kertajati, Majalengka berfungsi sebagai embarkasi haji sementara. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Majalengka agar turut membantu perizinan embarkasi sementara ini,” ujarnya di Bandung, Jumat.

Selain itu, tambahnya pihaknya juga sudah meminta agar direksi PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pengelola Bandara Kertajati untuk melakukan pemetaan termasuk rencana pendanaannya.

“Jadi dalam beberapa hari saya sudah dapat materi koordinasinya. Bupati Majalengka sendiri mendukung penerbangan haji di Kertajati,” ujarnya.

Iwa mengemukakan berdasarkan hasil pemetaan PT BIJB akan diketahui berapa jumlah kloter yang bisa dilayani di asrama haji sementara berikut biaya mengubah lantai atas Bandara Kertajati menjadi asrama.

“Sehingga anti dari hasil koordinasi baru bisa ditentukan berapa kloter,” katanya.

Pihaknya berharap jika tak seluruhnya penerbangan dari Jabar, maka embarkasi sementara ini bisa melayani jamaah haji yang berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

“Namun kita harapkan seoptimal mungkin. Untuk embarkasi sementara sehingga efisien dan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut Iwa menyebutkan akan berupaya keras agar opsi ini bisa disetujui oleh Kementerian Agama dengan mempersiapkan matang seluruh kebutuhan embarkasi sementara di Bamdara Kertajati.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesta demokrasi momentum raih keuntungan di pasar modal

pelaku pasar cenderung memberikan reaksi positif pada tahun pemilu. Ini memang bukan pola baku, tetapi paling tidak statistik menunjukkan IHSG mengalami pertumbuhan di setiap tahun pemilu

Jakarta (ANTARA) – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, wajah-wajah optimisme pelaku pasar saham tetap terpancar jelas. Investor tampaknya bisa bersiap-siap mendapatkan keuntungan pada tahun politik ini.

Biasanya, pola pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, menjelang penyelenggaraan pemilu, terjadi pertumbuhan yang cukup baik.

Dalam melakukan investasi, pelaku pasar tidak lepas dari analisis teknikal, yakni teknik untuk memprediksi tren suatu pergerakan harga saham dengan cara mempelajari data lampau.

Sejak era reformasi, Indonesia sudah mengadakan empat kali Pemilu, yaitu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014. Pola pergerakan pemilu-pemilu tersebut setidaknya bisa menjadi tolak ukur bagi investor pada pemilu di tahun 2019 ini.

Berdasarkan catatan BEI, pada pemilu 1999 IHSG mencatatkan penguatan sebesar 70,06 persen, pada 2004 IHSG mengalami penguatan 44,56 persen, pemilu 2009 naik 86,98 persen, dan pemilu 2014 juga mengalami kenaikan 22,29 persen. Sedangkan pergerakan IHSG sejak awal tahun hingga 11 April 2019 (year to date/ytd) tercatat tumbuh sebesar 4,58 persen.

Artinya, pelaku pasar cenderung memberikan reaksi positif pada tahun pemilu. Ini memang bukan pola baku, tetapi paling tidak statistik menunjukkan IHSG mengalami pertumbuhan di setiap tahun pemilu.

“Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam dalam Workshop Go Public beberapa hari lalu.

Ia juga mengajak perusahaan-perusahaan di dalam negeri untuk masuk ke pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

“Manfaatkan tumbuhnya pasar modal dan ekonomi nasional yang kondusif,” katanya.
  Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna memberikan sambutan dalam Workshop Go Public Bersama BRI Group bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan Perusahaan Melalui IPO Saham”. (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Dorong jumlah emiten

Sepanjang tahun 2019, terdapat 10 perusahaan yang resmi melantai di BEI melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Emiten-emiten itu, PT Sentra Food Indonesia Tbk, PT Pollux Investasi Internasional Tbk, PT Estika Tata Tiara Tbk, PT Nusantara Properti Internasional Tbk, PT Citra Putra Realty Tbk.

Kemudian, PT Armada Berjaya Trans Tbk, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk, PT Meta Epsi Tbk, PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, dan PT Menteng Heritage Realty Tbk.

Menurut I Gede Nyoman Yetna, kehadiran emiten-emiten baru itu memberi indikasi bahwa pasar saham juga masih menjadi alternatif penting bagi dunia usaha untuk mengakses dana murah dalam menopang ekspansi usaha.

“Melalui IPO, perusahaan dapat berekspansi lebih baik,” katanya.

Tahun ini, BEI menargetkan penambahan 75 emiten baru. Berkah tahun politik diharapkan membawa implikasi seperti pengalaman sebelumnya diharapkan kembali terulang.

“Di pipeline IPO tahun ini sudah ada sebanyak 21 perusahaan,” katanya.

Direktur Investment Banking, Capital Market Danareksa Sekuritas Boumediene H. Sihombing memproyeksikan pelaksanaan IPO akan marak pada semester kedua 2019 mendatang atau setelah pemilihan umum (Pemilu).

Menurut dia, kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal akan kembali meningkat setelah pelaksanaan pemilu 2019 yang akhirnya mendorong perusahaan masuk ke pasar modal.

“Diperkirakan pada semester dua nanti IPO akan lebih banyak. Memang tidak bisa dipungkiri pada tahun politik banyak pelaku pasar ‘wait and see’ itu betul. Ada dugaan pasar akan ‘confident’ setelah pemilu,” ujarnya.

Ekonomi membaik

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengharapkan pemenang Pemilihan Umum 2019 harus mampu mendorong ekonomi nasional lebih baik.

“Siapa pun yang menang dalam Pemilu harus menjaga kerangka ekonomi makro lebih baik, saat ini sudah sangat kokoh salah satunya terlihat dari terjaganya inflasi serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Fajar B Hirawan.

Menurut Fajar B Hirawan, dalam menjaga kerangka ekonomi makro nasional agar lebih baik ke depannya maka pembangunan infrastruktur, baik fisik maupun non-fisik harus terus digenjot.

Diharapkan, ekonomi tumbuh secara inklusif sehingga bisa menurunkan ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran. Itu poin utamanya,” katanya.

Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2019 dan 2020 meningkat, masing-masing sebesar 5,2 persen dan 5,3 persen yang didukung konsumsi rumah tangga.

“Didukung oleh manajemen makroekonomi yang solid dan permintaan domestik yang kuat, momentum pertumbuhan Indonesia diharapkan akan berlanjut secara sehat,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein.

Wicklein menambahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan dan inklusif, Indonesia memerlukan fokus yang berkesinambungan pada peningkatan daya saing, pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan.

Tahun 2019 yang merupakan tahun politik, menurut I Gede Nyoman Yetna memang kerap menjadi tahun yang dikhawatirkan investor. Ekonomi dan politik memang dua hal yang berbeda, namun tidak dapat dipisahkan karena keduanya sama-sama berpengaruh terhadap kinerja bursa saham.

IHSG sebagai indikator kinerja bursa saham di Indonesia hanya bisa naik secara konsisten jika ditopang oleh perekonomian yang bertumbuh secara riil. Dan pada tahun politik, ekonomi nasional cenderung mengalami pertumbuhan.

Maka itu, pelaku pasar modal diharapkan dapat memanfaatkan pesta demokrasi tahun ini di tengah optimisme pasar terhadap tumbuhnya IHSG dan ekonomi nasional sehingga meraih keuntungan investasi.
Baca juga: Nelayan pilih tidak berlayar demi pesta demokrasi
Baca juga: Bisnis atribut partai pun ikut berpesta

Oleh Ahmad Wijaya dan Zubi Mahrofi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasto optimistis serangan negatif ke Jokowi akan berbalik arah

Jurus Trump yang mendeligitimasi penyelenggara pemilu agar banyak golput, tidak akan berlaku di sini

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan optimistis bahwa berbagai serangan kampanye negatif untuk pasangan capres-cawapres 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, akan berbalik arah.

“Berbagai jurus negatif yang dijalankan untuk menyerang Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin, akan berhadapan dengan ‘benteng kultural’, berupa niat baik, tenggang rasa, cinta damai, dan keharmonisan,” kata Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Jumat.

Menurut Hasto, karakter bangsa Indonesia itu sejatinya cinta damai dan membangun persaudaraan. “Jadi jangan mengotori peradaban bangsa Indonesia dengan hal-hal hitam yang merusak sistem nilai kemanusiaan kita,” katanya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin ini melihat ada berbagai serangan dan kampanye negatif yang ditujukan kepada capres-cawapres 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Berbagai serangan dan kampanye negatif tersebut, antara lain, adanya ancaman melakukan “people power”, informasi hoaks seperti surat suara sebanyak tujuh kontainer yang sudah dicoblos, bocoran penghitungan suara di luar negeri, hoaks server KPU yang sudah didesain untuk kemenangan 01, serta yang terbaru surat suara di luar negeri yang sudah dicoblos.

Semua serangan dan kampanye hitam tersebut, menurut Hasto, adalah satu kesatuan desain untuk mendeligitimasi pelaksanaan pemilu dan penyelenggara pemilu.

“Padahal, KPU dan Bawaslu dipilih secara demokratis oleh DPR dan saat itu Partai Gerindra, PAN, dan PKS, menjadi bagian dari koalisi yang ikut memimpin pemilihan itu,” katanya.

Lalu ketika upaya sandiwara pemilu dijalankan, dan informasi hoaks disebarkan untuk menyerang capres Jokowi, menurut Hasto, rakyat Indonesia justru berbalik arah, semakin memperkuat dukungan kepada Jokowi. “Jadi semua jurus hitam yang dipakai malah menjadi senjata makan tuan,” katanya.

Menurut Hasto, tim capres-cawapres 02, seharusnya paham, ketika aspek negatif dijalankan, maka hal tersebut akan masuk ke dalam perilaku dan cara bertindak.

Hasto juga melihat, sikap capres 02 yang tampak emosional dan menggebrak meja saat kampanye terbuka, karena terbawa energi negatif. “Hal itu justru menurunkan martabat Pak Prabowo sendiri,” katanya.

Demikian juga tim kampanye 02, kata dia, membangun karakter negatif. “Karena itu, mari perangi hoaks. Jurus Trump yang mendeligitimasi penyelenggara pemilu agar banyak golput, tidak akan berlaku di sini,” katanya.

Baca juga: TKN optimistis Jokowi sampaikan gagasan baru pada Debat Capres kelima
Baca juga: TKN Jokowi-Ma’ruf kirim tim cek isu surat suara dicoblos di Malaysia

 

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019

Baznas optimalkan riset penerima zakat

Jakarta (ANTARA) – Badan Amil Zakat Nasional mengoptimalkan data riset Sistem Database Mustahik Nasional (Mustahik Data Center) guna mempertajam sasaran penerima zakat.

“Sistem digital dimanfaatkan guna mempermudah pengelolaan zakat,” kata Direktur Operasi Baznas Wahyu TT Kuncahyo dalam jumpa persnya di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan sistem tersebut memudahkan penghimpunan, menunaikan, transparansi, serta penyaluran zakat. Materi dalam Mustahik Data Center tersebut berisi data para penerima zakat dari seluruh provinsi yang telah dikumpulkan Baznas.

Dengan data tersebut, kata dia, memudahkan program-program Baznas lebih tepat guna dan sesuai kebutuhan.

Wahyu mencontohkan tentang penggunaan data mustahik itu dapat dipakai untuk menerapkan program di Indonesia timur yang sesuai kebutuhan riil mustahiknya.

“Dapat diintervensi sesuai kebutuhan misalnya Indonesia timur di sektor pendidikan, daerah lain pendidikan agama dan kawasan yang berbeda lainnya sektor ekonomi,” kata dia.

Wahyu mengatakan Baznas mengupayakan agar data yang dikumpulkan tersebut selaras dengan data di Kementerian Sosial sehingga tidak terjadi penyaluran bantuan secara ganda.
 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPU laporkan hoaks hasil pemilu luar negeri ke Cyber Crime Polri

Komisioner KPU RI Viryan Aziz (dua dari kiri) dalam diskusi media “Hitung Mundur Pemilu 2019” di Harris Suites Hotel FX Jakarta, Jumat (12/4/2019). (Devi Nindy Sari Ramadhan)

InsyaAllah, hari ini kami laporkan ke cyber crime Mabes Polri

Jakarta (ANTARA) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Aziz menyebut akan melaporkan hoaks hasil pemilihan umum luar negeri ke Cyber Crime Mabes Polri.

“InsyaAllah, hari ini kami laporkan ke cyber crime Mabes Polri,” ujar Viryan dalam acara Hitung Mundur Pemilu 2019 di Jakarta, Jumat.

Viryan menegaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memastikan hasil pemungutan suara pada pemilihan umum di sejumlah negara di luar negeri adalah hoaks.

Kabar hasil pemungutan suara pemilu di negara-negara tertentu ditampilkan dengan rincian presentase suara yang tersebar di grup whatsapp maupun media sosial.

Viryan menyebut KPU mengambil kebijakan melakukan “early voting” atau pemungutan suara awal di luar negeri pada 8-14 april.

Namun, hasil penghitungan suara pemilihan umum di luar negeri akan baru dihitung setiap satu surat suara secara manual pada 17 April.

“Penghitungan suaranya baru tanggal 17 April, sehingga bisa dipastikan itu hoaks (kabar) pemilu,” ujar Viryan.

Sementara itu, Jumat ini pemilihan umum di luar negeri berlangsung di Abu Dhabi, Amman, Alger, Doga, Dubai, Jeddah, Khatoum, Kabul, Kuwait, Manama, Muscat dan Riyadh.

Baca juga: Pemilu serentak digelar untuk WNI di Uni Emirat Arab
Baca juga: WNI di Nepal gunakan hak pilih pemilu dengan metode pos

 

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019