Titi Kamal dalami karakter misterius pengurus jenazah di film “Makmum”

Jakarta (ANTARA) – Aktris Titi Kamal mengaku dirinya sering terbawa karakter Rini, sosok pengurus jenazah yang misterius, saat sedang syuting film layar lebar “Makmum.”

Hal itu Titi lakukan demi mendalami karakter Rini, serta menunjukkan totalitas beraktingnya pada film horor pertamanya itu.

“(Rini) kebanyakan sehari-harinya berurusan dengan jenazah. Tiba-tiba jadi jarang bersosialisasi dengan banyak orang, jadi lebih dingin lebih misterius dan lebih kaku,” ujar Titi di Jakarta, Senin.

Baca juga: Taktik Titi Kamal agar liburan bersama anak tetap asyik

Istri aktor Christian Sugiono mengatakan banyak melakukan pendalaman karakter melalui referensi film-film horor ataupun video yang karakternya berkaitan dengan karakter pengurus jenazah.

“Observasi juga beberapa film yang relate soal itu dan ada karakter yang dingin, lebih cool, aku juga banyak nonton,” ungkap Titi.

Baca juga: Saat selebritas bersiap rayakan pesta demokrasi

Titi menyebut pendalaman karater Rini di lokasi syuting ikut terbawa sampai rumah, terutama saat bertemu dengan kedua anaknya Kai dan Juna.

“Kadang ke anak jadi lebih misterius. Juna sampai berkata ‘kenapa sih ma?’ Karena aku ada efek seperti luka-luka, yang kadang aku lupa hapus lukanya, sambil pendalaman saat baca skrip,” ujar Titi melanjutkan.

Baca juga: Hari Kartini, Titi Kamal semangati perempuan Indonesia

Meski begitu, Titi mengaku ketagihan dan merasa berakting di film horor membuatnya semakin tertantang dengan peran barunya, yang berbeda dari karakternya yang ceria dan banyak bicara di film sebelumya.

Film pendek horor “Makmum” karya sutradara asal Yogyakarta Riza Pahlevi, yang mendapatkan popularitasnya di kanal Youtube diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama.

“Makmum” akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 15 Agustus 2019.

Baca juga: Film pendek “Makmum” diangkat ke layar lebar

Titi Kamal dan Donita promo film “Rumput Tetangga” di Newsroom Antara

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jefri Nichol belajar kidal demi perankan Ellyas Pical

Jakarta (ANTARA) – Jefri Nichol mendapat tantangan saat memerankan sosok Ellyas Pical pada film terbarunya “The Exocat”, misalnya harus belajar mengandalkan tangan kiri atau kidal.

Ellyas Pical adalah petinju yang sangat terkenal dengan pukulan tangan kirinya. Karena “The Exocat” adalah film biopik, maka Jefri pun harus belajar agar terbiasa menggunakan tangan kiri.

“Khusus film ini saya latihan kidal, belajar tinjunya juga langsung kidal, enggak pakai kanan,” ujar Jefri dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Bagi pemain film “Hit & Run” itu, tantangan terbesarnya adalah mempelajari pola pikir seorang petinju apalagi sosok yang diperankannya adalah seorang legenda Indonesia dan dunia.

“Untuk jadi petinju itu enggak mudah apalagi harus ninggalin yang buruknya, ke cara berpikirnya om Elly sih, pola pikir petarung itu beda dengan orang kebanyakan,” jelas bintang “Dreadout” itu.

Baca juga: Jefri Nichol jenuh main film remaja?

Untuk mendalami karakter, Jefri juga sempat bergaul dengan para petinju dan latihan fisik seperti atlet tinju sungguhan.

“Saya latihan di Bulungan bareng petinju di sana sampai tidur juga di sana untuk mengolah rasa. Dari situ saya masuk reading bersama yang lainnya,” katanya.

Meski demikian, ada beban yang dirasakan oleh Jefri dalam memerankan sosok Ellyas, salah satunya takut tidak bisa mewakili karakter sang juara International Boxing Federation tahun 1985 itu.

“Pasti banyak bebannya. Selagi bergaul dengan para petinju, mereka sangat kenal banget dengan om Elly dan aku enggak mau merusak bayang-bayang mereka soal om Elly. Ya tapi aku ingin menampilkan sebaik mungkin lah,” ujar Jefri.

Baca juga: Gara-gara Ellyas Pical, Jefri Nichol pernah bercita-cita jadi petinju

Baca juga: Kisah legenda tinju Ellyas Pical dalam film “The Exocet”

Baca juga: Berperan sebagai anak culun, Jefri Nichol keluar dari zona nyaman

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film pendek “Makmum” diangkat ke layar lebar

Jakarta (ANTARA) – Film pendek horor “Makmum” karya sutradara asal Yogyakarta, Riza Pahlevi, yang mendapatkan popularitasnya melalui kanal Youtube akhirnya diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama.

Dalam konferensi pers film “Makmum” di Jakarta, Senin, Produser film Deeraj Kalwani mengatakan tertarik mengadaptasi film pendek tersebut ke layar kaca, sebab telah mendapat banyak penghargaan pada sejumlah festival film.

“Awalnya dia (Riza) agak ragu-ragu, tetapi dengan meyakinkan dia setelah beberapa kali ketemu. Riza setuju dan akhirnya kita kembangkan dari durasi 7 menit menjadi 91 menit film layar lebar,” ujar Deeraj.

Di kesempatan yang sama, Riza mengungkapkan terdapat tantangan besar untuk membawa film pendek tersebut ke layar lebar dengan arahan sutradara Hadrah Daeng Ratu.

“Kami yang langsung menulis skripnya. Benar-benar membuat bagaimana si film pendek ini ruhnya tetap ada di film panjang, namun bisa dinikmati, walaupun enggak nonton film pendeknya,” ujar Riza.

Cuplikan pendek film layar lebar “Makmum” menampilkan sosok Rini, seorang perempuan yang bekerja sebagai pengurus jenazah, dibintangi oleh aktris Titi Kamal.

Titi Kamal mengaku film “Makmum” merupakan genre horor pertama yang dibintanginya, bertolak belakang dengan karakternya yang ceria dan banyak bicara.

Deg-degan banget. Ini kan film horor pertama, biasanya (karakternya) yang fun dan happy. Sangat deg-degan dan sangat excited,” ujar Titi.

Film tersebut berkisah tentang pengalaman penghuni asrama yang tidak bisa beribadah dengan khusyuk saat sedang shalat, ketika mendengar suara takbir yang mengikuti di belakang mereka.

Oleh para penghuni asrama, sosok tersebut disebut “makmum.” Kemunculannya sering mengganggu sejak Rini menetap di asrama untuk memenuhi permintaan Ibu Kinanti (Jajang C Noer) yang kesehatannya terus menurun.

Gangguan “makmum” tidak digubris oleh pemimpin asrama, Rosa (Reny Yuliana), yang dilaporkan oleh tiga murid di asrama tersebut yakni Nurul (Tissa Biani), Nisa (Bianca Hello) dan Putri (Adila Fitri).

Film tersebut juga menghadirkan Ali Syakieb, yang juga merasa terganggu dengan kehadiran “makmum” di asrama tersebut.

“Makmum” akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 15 Agustus 2019.

Baca juga: “Kembalilah Dengan Tenang” lolos seleksi Festival Film Prancis

Baca juga: Adipati Dolken ingin produksi film pendek

Baca juga: Alasan Reisa Broto Asmoro tertarik mainkan serial pendek “Glow”

Penyampaian Informasi Melalui Film Pendek

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kisah legenda tinju Ellyas Pical dalam film “The Exocet”

Penantian yang cukup panjang, setelah 2011.”

Jakarta (ANTARA) – Kisah legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical akan diangkat ke layar lebar dengan judul “The Exocet”, yang berfokus pada perjuangannya menjajal dunia tinju dari tahun 1973–1985.

“Ini adalah film kolaborasi, kita pakai konsep realitas. Saat kita riset apa yang tertulis di internet, membuka satu per satu hal yang kita tidak ketahui. Saat persiapan IBF (International Boxing Federation), kenapa Indonesia saat itu sangat bangga, semua kita jelaskan secara gamblang,” ujar Robby Ertanto selaku sutradara dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Robby mengatakan bahwa rencana pembuatan film ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2011. Oleh karena kesulitan mendapat investor dan berbagai perizinan hukum (rights), “The Exocet” akhirnya tahun ini akan memulai proses syuting.

“Penantian yang cukup panjang, setelah 2011. Rights-nya sudah dapat dan akhirnya 2019 ini syuting. Proses sangat panjang, kita fight karya ini harus difilmkan. Kita lagi enggak meniru tetapi mengidentifikasi rasa,” jelas Robby.

Sosok Ellyas Pical sendiri akan diperankan oleh Jefri Nichol. Menurut Robby tidak ada alasan khusus mengapa nama pemain “Hit & Run” itu yang terpilih memerankan sang legenda.

“Kita bertemu dengan Nichol tahun lalu, dia menceritakan semua tentang Ellyas Pical dengan gamblang, heran juga anak muda kok bisa tahu. Dia ternyata sering diceritakan ayahnya dan dia punya wish someday dia ingin bikin film tentang Ellyas Pical dan akhirnya mimpi itu terwujud,” kata sutradara film “Ave Maryam” itu.

“The Exocet” dipilih sebagai judul film karena merupakan julukan yang diberikan oleh media asing untuk Ellyas Pical atas kecepatan dan kekuatan pukulannya yang seperti rudal asal Prancis.

Film yang diproduksi oleh Pratama Pradana Picture, Time International dan Summerland ini akan melakukan syuting di tiga tempat, yakni Jakarta, Saparua, Maluku dan Korea Selatan.

Film tersebut juga akan melibatkan deretan aktor ternama, seperti Chicco Jerikho, Vino G Bastian, Lukman Sardi, Ridho Hafiedz, Laura Basuki, Jeremy Thomas, Olga Lydia dan Amanda Soekasah.

Baca juga: Kisah Ellyas Pical akan naik layar lebar

Baca juga: Menpora kunjungi Ellyas Pical

Baca juga: Ellyas Pical dirawat di rumah sakit karena serangan jantung

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gara-gara Ellyas Pical, Jefri Nichol pernah bercita-cita jadi petinju

Jakarta (ANTARA) – Jefri Nichol sudah tidak asing dengan dunia tinju, bahkan saat kecil dia pernah bercita-cita menjadi petinju.

Jefri mengatakan bahwa sang ayah sering menceritakan tentang sosok Ellyas Pical, mulai dari kehebatannya, pukulan-pukulan hingga piala apa saja yang diraihnya.

Dari kisah-kisah tersebut, Jefri langsung berkeinginan untuk menjadi seorang petinju.

“Karena dahulu setiap Minggu papa selalu cerita tentang Ellyas Pical. Akhirnya dulu pernah cita-cita jadi atlet, jadi petinju karena cerita papa,” ujar Jefri dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Baca juga: Arti ganteng menurut Jefri Nichol

Setelah menjalani proses latihan untuk menjadi seorang petinju dalam film “The Exocat”, akhirnya Jefri mengurungkan niat tersebut.

“Enggak, gila jadi aktor aja deh,” kata pemain film “Dear Nathan” itu.

Dalam film “The Exocat”, Jefri berperan sebagai Ellyas Pical. Dia menjalani latihan yang sama seperti para petinju profesional untuk bisa mendapatkan karakter Ellyas.

“Pastinya sama, dengan pola olahraga dan diet petinju dan enggak mudah banget. Petinju asli bisa lari 20km dalam sehari, aku belum sanggup dan mereka bisa turun 3kg sekali lari,” jelasnya.

Baca juga: Kisah legenda tinju Ellyas Pical dalam film “The Exocet”

Baca juga: Resensi: “Hit & Run”, film aksi berbalut komedi renyah

Baca juga: Berperan sebagai anak culun, Jefri Nichol keluar dari zona nyaman

Mempersiapkan generasi Petinju Putri Indonesia

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kisah legenda tinju Ellyas Pical difilmkan dengan judul “The Exocat”

Jakarta (ANTARA) – Kisah legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical akan diangkat ke layar lebar dengan judul “The Exocat”, yang berfokus pada perjuangannya menjajal dunia tinju dari tahun 1973-1985.

“Ini adalah film kolaborasi, kita pakai konsep realitas. Saat kita riset apa yang tertulis di internet, membuka satu per satu hal yang kita tidak ketahui. Saat persiapan IBL (International Boxing Federation), kenapa Indonesia saat itu sangat bangga, semua kita jelaskan secara gamblang,” ujar Robby Ertanto selaku sutradara dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Robby mengatakan bahwa rencana pembuatan film ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2011. Namun, karena kesulitan mendapat investor serta berbagai perizinan, akhirnya tahun ini “The Exocat” akan memulai proses syuting.

“Penantian yang cukup panjang, setelah 2011. Rights-nya sudah dapat dan akhirnya 2019 ini syuting. Proses sangat panjang, kita fight karya ini harus difilmkan. Kita lagi enggak meniru tetapi mengidentifikasi rasa,” jelas Robby.

Sosok Ellyas Pical sendiri akan diperankan oleh Jefri Nichol. Menurut Robby tidak ada alasan khusus mengapa nama pemain “Hit & Run” itu yang terpilih memerankan sang legenda.

“Kita bertemu dengan Nichol tahun lalu, dia menceritakan semua tentang Ellyas Pical dengan gamblang, heran juga anak muda kok bisa tahu. Dia ternyata sering diceritakan ayahnya dan dia punya wish someday dia ingin bikin film tentang Ellyas Pical dan akhirnya mimpi itu terwujud,” kata sutradara film “Ave Maryam” itu.

“The Exocat” dipilih sebagai judul film dikarenakan nama tersebut merupakan julukan yang diberikan oleh media asing untuk Ellyas Pical atas kecepatan dan kekuatan pukulannya yang seperti rudal asal Prancis.

Film yang diproduksi oleh Pratama Pradana Picture, Time International dan Summerland ini akan melakukan syuting di tiga tempat yakni Jakarta, Saparua, Maluku dan Korea.

Film tersebut juga akan melibatkan deretan aktor ternama seperti Chicco Jerikho, Vino G Bastian, Lukman Sardi, Ridho Hafiedz, Laura Basuki, Jeremy Thomas, Olga Lydia dan Amanda Soekasah.

Baca juga: Kisah Ellyas Pical akan naik layar lebar

Baca juga: Menpora kunjungi Ellyas Pical

Baca juga: Ellyas Pical dirawat di rumah sakit karena serangan jantung

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet” libatkan Mandra, Bryan Domani

Jakarta (ANTARA) – Falcon Pictures bersama animator Faza Meonk kembali menghadirkan film animasi Si Juki, kali ini mengangkat judul “Harta Pulau Monyet”.

Ada sederet aktor yang terlibat dan sebagian sudah pernah bergabung dalam film Si Juki the Movie sebelumnya, antara lain Jaja Miharja, Maya Wulan, Indro Warkop dan Wizzy.

Lalu, Andavi Da Lopez, Mandra, Bryan Domani, Megan Domani, para komika seperti Indra Jegel, Rigen, Coki Pardede, Tretan Muslim, Hifdzi dan Sadana Agung.

Faza dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan film ini berbeda secara visual dari yang sebelumnya karena dunia Juki lebih luas dan cerita yang diangkat berbeda dari versi komik.

“Si Juki kebanyakan mengisahkan kejadian sehari-hari, belum asyik dijadikan ke layar lebar, harus dibuat khusus untuk layar lebar. Ini film animasi, secara setting dan cerita harus sangat imajinatif,” kata dia.

Secara umum, “Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet” akan bercerita tentang petualangan Juki dan keluarganya di sebuah pulau. Petualangan inilah yang kemudian membuat mereka semakin dekat.

Menurut Faza tema petualangan tepat dan aman mengingat para penonton Si Juki sebelumnya kebanyakan anak-anak bersama orang tua mereka.

“Di Juki pertama saya melihat banyak yang menonton itu keluarga, anak-anak. Saya pikir film ini harus aman ditonton sama keluarga dan anak. Akhirnya gimana saya bawa cerita yang keluarga banget. Lalu saya bikin Juki dan keluarganya bertualang di sebuah pulau,” papar dia.

Dalam kesempatan itu, produser Falcon Pictures Frederica berharap film yang rencananya tayang pada tahun 2020 ini bisa berkontribusi untuk dunia film animasi Indonesia.

Baca juga: Jelang pemilu, Si Juki gagas gerakan #SayaTidakMemilih

Baca juga: Promosikan wisata Indonesia, Si Juki jalan-jalan ke Labuan Bajo

Baca juga: Komikus “Si Juki” sebut WCCE perluas jaringan pekerja kreatif

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mayat aktor Charles Levin ditemukan di daerah terpencil Oregon

Jakarta (ANTARA) – Mayat yang ditemukan di daerah terpencil Oregon, Amerika Serikat, pada Sabtu kemarin (14/7) diduga kuat adalah aktor Charles Levin yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Pria yang terkenal lewat perannya sebagai Elliot Novak di serial “Alice”, kemudian “Seinfeld” dan “Night Court” itu dilaporkan hilang oleh putranya pada Senin pekan lalu (8/7) setelah tidak ada kontak selama beberapa hari, The Oregonian melaporkan, dikutip Senin.

Levin yang berusia 70 tahun berasal dari wilayah barat daya negara bagian Oregon, dan dia memiliki Fiat 2012.

Seorang warga menemukan mobil Levin di jalan yang terpencil dan hampir tidak bisa dilewati pada Sabtu lalu. Polisi menemukan mayat anjing Levin dan para kru yang mencari di daerah terjal menemukan jenazah –diduga Levin– tidak jauh dari mobilnya.

Petugas medis dan polisi akan segera mengidentifikasi mayat yang ditemukan tersebut.

Charles Levin lahir pada 12 Maret 1949 di Chicago, Illinois, AS dengan nama Charles Herbert Levin. Dia adalah seorang aktor yang dikenal lewat film “The Golden Child” (1986), “Manhattan” (1979) dan “Annie Hall” (1977). Dia sebelumnya menikah dengan Katherine DeHtre, menurut IMDb.

Baca juga: Richard Erdman, aktor “Community” dan “Twilight Zone” tutup usia

Baca juga: Bintang Hollywood Burt Reynolds meninggal pada usia 82
 

Penerjemah: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Avengers: Endgame” hampir samai rekor “Avatar”

Jakarta (ANTARA) – Film terbaru Marvel Studio yang populer “Avengers: Endgame” sukses meraup keuntungan besar dengan pendapatan hampir menyamai “Avatar” yang berada di puncak daftar film dengan pendapatan terbesar sepanjang masa.

Film Disney dan Marvel itu berada di posisi kedua daftar box office sepanjang massa, dengan mengumpulkan pendapatan 2,780 miliar dolar atau sekitar Rp38,7 triliun hingga akhir pekan kemarin, mendekati “Avatar” yang berada di posisi pertama dengan 2,788 miliar dolar atau kurang lebih Rp38,8 triliun.

Untuk penjualan tiket domestik, di Amerika Serikat, “Avengers: Endgame” telah mengantongi uang dari penjualan tiket 851,1 juta dolar ditambah 1,929 miliar dolar di seluruh dunia sehingga total berpendapatan 2,780 miliar dolar sejauh ini, demikian mengutip data Box Office Mojo, Senin.

Bukan tidak mungkin, film yang disutradarai Anthony Russo bersama Joe Russo dan produser Kevin Felge ini bakal menggeser “Avatar” di puncak daftar film berpendapatan tertinggi sepanjang masa.

Film yang mengisahkan perjuangan para Avengers melawan Thanos untuk menyelamatkan alam semesta ini dirilis pada 26 April 2019.

Berikut lima film berpendapatan berbesar sepanjang massa hingga akhir pekan kedua Juli 2019:

1. “Avatar” 2,788 miliar dolar
2. “Avengers: Endgame” 2,780 miliar dolar
3. “Titani” 2,187 miliar dolar
4. “Star Wars: The Force Awakens” 2,068 miliar dolar
5. “Avengers: Infinity War” 2,048 miliar dolar

Baca juga: “Avengers: Endgame” versi baru tayang di Indonesia

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”
 

Pertunjukan Disney On Ice

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lashana Lynch sebagai agen 007 dalam “Bond 25”

Jakarta (ANTARA) – Aktris Lashana Lynch akan diperkenalkan sebagai agen 007 dalam film “James Bond” yang akan datang “Bond 25”.

NME pada Senin melansir Lynch akan diperkenalkan pada awal film sebagai agen 007 oleh M dan menjadikannya sebagai perempuan pertama yang memainkan karakter agen rahasia ikonik tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada informasi mendetail tentang karakter yang akan dimainkan Lynch.

Lalu bagaimana dengan aktor Daniel Craig? Craig akan tetap berperan sebagai James Bond.

Seorang sumber mengatakan bahwa nantinya James Bond akan keluar dari masa pensiunnya untuk menggagalkan krisis global.

Langkah itu diduga karena keterlibatan Phoebe Waller Bridge sebagai penulis naskah untuk “Bond 25”.

“Ini adalah kisah yang mengasyikkan dan memberikan sensasi untuk dikerjakan,” ujar Bridge yang juga berencana memasukkan beberapa humor feminis, dalam sebuah wawancara untuk The Hollywood Reporter’s Awards Chatter.

Lynch muncul dalam film “Captain Marvel” awal tahun ini sebagai pilot pesawat tempur bernama Maria Rambeau, yang merupakan salah satu teman Carol Danvers alias Captain Marvel, yang diperankan oleh Brie Larson.

Pekan lalu juga disebutkan bahwa Christoph Waltz akan kembali sebagai Blofeld di “Bond 25” setelah dia terlihat di lokasi syuting Pinewood Studios.

Aktor peraih Oscar ini sebelumnya menjadi lawan utama James Bond di “Spectre” pada 2015 dan bersiap untuk kembali bertarung dengan James Bond, meski sebelumnya sempat mengklaim jika dirinya tidak akan membintangi “James Bond” berikutnya.

Pembuatan film ini kembali dilakukan setelah Daniel Craig menyelesaikan masa penyembuhan pasca-operasi.

Baca juga: Main di “James Bond”, Rami Malek tak ingin perankan teroris

Baca juga: Daniel Craig akan operasi pergelangan kaki, film “Bond” sesuai jadwal
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Crawl” dan “Stuber” belum mampu kalahkan “Spider-Man”

Jakarta (ANTARA) – “Spider-Man: Far From Home” belum bisa dikalahkan oleh film pendatang baru di Box Office akhir pekan ini yakni “Crawl” dan “Stuber”.

Spider-Man mendapat 13,4 juta dolar pada Jumat (12/7), dari proyeksi pendapatan kotor pada pekan kedua yang meraup sekitar 43 juta dolar hingga 45 juta dolar AS. Film itu telah diputar di 4.634 teater, dilansir Hollywood Reporter, Minggu.

Pada posisi kedua, “Toy Story 4” mampu meraup 6,2 juta dolar, padahal sudah memasuki pekan keempat bagi mereka. Film produksi Disney dan Pixar’s itu diputar di 4.210 bioskop dengan total pendapatan untuk wilayah domestik sebesar 350 juta dolar.

Sementara itu, “Crawl” dan “Stuber” diharapkan mampu menggantikan posisi “Spider-Man” dan “Toy Story 4”, sayang keduanya malah tampil mengecewakan.

Jika dibanding “Stuber”, “Crawl” adalah yang terbaik dengan menghasilkan 4,3 juta dari pemutaran di 3.170 bioskop. Meski demikian, awalnya film tersebut diproyeksikan bisa mendapat 10 juta – 11 juta dolar.

Sementara itu, “Stuber” hanya mendapat 3,1 juta dolar di 3.050 bioskop dengan proyeksi awal 8 juta dolar.

Baca juga: Iko Uwais ungkap perbedaan syuting di Hollywood dan Indonesia

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” untung besar di Hari Kemerdekaan AS

Baca juga: Jangan beranjak, ada 2 post-credit scene “Spider-Man: Far From Home”
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemutaran perdana film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw

Artis Elza Gonzalez berpose saat pemutaran perdana film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw di Los Angeles, California, Sabtu (13/7/2019). Fast & Furious: Hobbs & Shaw merupakan spin off dari franchise film The Fast and the Furious dengan dua karakter utama Luke Hobbs dan Deckard Shaw yang diperankan oleh Dwayne Johnson atau The Rock dan Jason Statham. ANTARA FOTO/REUTERS/Mario Anzuoni/pras.

Pemilik baru rumah “The Conjuring” mengaku sering diteror hantu

Jakarta (ANTARA) – Pasangan yang baru-baru ini membeli rumah yang terdapat dalam film “The Conjuring” mengklaim jika mereka kini dihantui.

Setelah membeli rumah ikonik Harrisville di Rhode Island yang menginspirasi “The Conjuring”, pasangan itu mengatakan mereka telah mengalami aktivitas paranormal di rumah tersebut sejak pindah.

Film yang dirilis pada tahun 2013 itu, berkisah tentang kehidupan nyata keluarga Perron yang tinggal di rumah Harrisville sepanjang tahun 1970an di mana banyak terdapat kejadian hantu seperti yang diceritakan dalam film.

“Kami mendapati pintu yang terbuka, langkah kaki dan ketukan. Saya kesulitan tinggal di sana sendirian. Saya tidak punya perasaan apa pun yang jahat, tapi ini sangat sering. Anda bisa tahu ada banyak hal yang terjadi di rumah,” ujar Cory Heinzen, pemilik rumah yang baru dilansir NME, Minggu.

Istri Cory, Jennifer Heinzen menjelaskan bahwa mereka sekarang bermaksud untuk menjual rumah itu kepada orang lain.

“Seluruh perjalanan ini menakutkan karena berbagai alasan selain paranormal dan sekaligus mengasyikkan. Saya suka bahwa kami memiliki kesempatan untuk berbagi rumah dengan orang lain,” kata Jennifer.

Film “The Conjuring” berfokus pada kisah nyata Ed dan Lorraine Warren, pasangan paranormal yang diperankan oleh Vera Farmiga dan Patrick Wilson.

Mereka datang untuk membantu keluarga Perron yang trauma dengan kejadian paranormal di rumah Rhode Island baru mereka (yang ternyata adalah perbuatan seorang penyihir yang mengutuk rumah tersebut pada tahun 1863).

Dari film tersebut, kemudian muncul spin-off berupa “Annabelle”, boneka yang sangat menakutkan yang terdapat dalam kasus Warrens sebelumnya.

Sementara itu, Universal Studio saat ini sedang mengerjakan seri ketiga dari “Conjuring” yang akan dirilis pada September 2020.

  Baca juga: “Annabelle Comes Home”, malam teror dari sebuah boneka

Wisata Horor di Conjuring House Ancol

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Millie Bobby Brown bantah terlibat dalam “The Eternals”

Jakarta (ANTARA) – Bintang “Stranger Things”, Millie Bobby Brown membantah laporan bahwa dia akan muncul dalam proyek Marvel Cinematic Universe (MCU) yang akan datang yakni “The Eternals”.

“Semua orang berpikir saya akan berada di film Marvel. Saya dan keluarga saya tidak tahu. Jadi saya hanya ingin memberi tahu semua orang bahwa sekarang ini saya tidak bermain di situ,” ujar Millie dilansir NME, Minggu.

Rumor ini rupanya muncul lantaran pimpinan Marvel Studios, Kevin Feige sempat membuat pernyataan bahwa akan sangat menyenangkan jika Millie ada di MCU.

“Akan menyenangkan untuk melihatnya di MCU. Tapi tidak ada sesuatu yang spesifik atau belum ada yang perlu dibicarakan,” ungkap Feige saat itu.

Sebelumnya, lawan main Millie di “Stranger Things”, David Harbour juga menolak laporan yang mengaitkannya dengan karakter utama dalam fase empat MCU.

Harbour dikabarkan akan berperan sebagai The Thing dari “Fantastic Four” setelah namanya dikonfirmasi dalam daftar pemeran untuk Marvel “Black Widow”.

“The Thing seperti karakter dalam buku komik dan semua orang berspekulasi bahwa saya yang akan memainkan,” kata Harbour.

“Saya senang bisa bergabung dengan Marvel Cinematic Universe. Tapi saya tidak diizinkan untuk mengatakan apa-apa tentang film khusus yang sedang saya lakukan. Tapi, saya bermain dengan banyak hal dan saya banyak menggunakan kata ‘hal’ dalam perbendaharaan kata saya,” lanjutnya.

Baca juga: Millie Bobby Brown ungkap dirinya tuli sebelah

Baca juga: Aktris Stranger Things terjebak di Bandara Bali

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“The Lion King” raup 14,5 juta dolar dalam debut di China

Jakarta (ANTARA) – Film terbaru Disney “The Lion King” yang disutradarai Jon Favreau mengawali penayangannya di China dengan gemilang, meraup sekitar 14,5 juta dolar AS pada Jumat.

“The Lion King” ditayangkan di China, sepekan lebih awal dari debutnya di Amerika Utara dan sebagian besar pasar internasional utama lainnya.

Para penonton film di China pun menyambut hangat film tersebut, terlihat dari skor yang mereka berikan yakni 9/10 pada platform pembelian tiket terkemuka Maoyan, 9/10 pada layanan tiket Alibaba Taopiaopiao, dan 7,6/10 di Douban, sebuah situs ulasan film yang berpengaruh di China.

Skor tersebut kurang lebih sama seperti yang mereka berikan untuk film Disney sebelumnya “Aladdin”, yaitu 9/10 pada Maoyan, dan 7,8/10 pada Douban, mengutip laporan Hollywood Reporter pada Jumat (12/7).

Sebelumnya, “Aladdin” menghasilkan 19 juta dolar di akhir pekan pembukannya dan berhasil meraup 53 juta dolar.

Sejauh ini Lion King berada di depan “Jungle Book” dan “Beauty and the Beast”, yang masing-masing menghasilkan 11,6 juta dolar dan 12,4 juta dolar pada hari pembukaan.

Maoyan memperkirakan “The Lion King” akan mencatat pendapatan 59 juta dolar AS selama akhir pekan pembukaan, dan total hingga sekitar 170 juta dolar.

Estimasi perolehan itu dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Disney, mengingat eksposur Lion King yang terbatas di China dibandingkan sebagian besar negara lain di dunia.

Baca juga: Film “Lion King” baru dapat kritikan

Baca juga: Beyonce rilis “Spirit”, lagu baru untuk “Lion King”

Baca juga: Jelang rilis “The Lion King”, Disney tayangkan adegan “Hakuna Matata”

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tayang hari pertama, film “Dua Garis Biru” dapat sambutan positif

Jakarta (ANTARA) – Film “Dua Garis Biru” dapat sambutan positif dalam roadshow di delapan kota di Pulau Jawa setelah gala premiere di Jakarta pada 27 Juni lalu.

Roadshow ke Malang, Surabaya, Mojokerto, Kediri, Tulung Agung, Madiun, Solo dan Yogjakarta itu dihadiri oleh para aktor dan sutradara “Dua Garis Biru”.

“Terus terang saya tidak menyangka dan di luar dugaan saya, sambutan dari masyarakat dan juga para remaja dengan adanya film ‘Dua Garis Biru’ sampai begitu besarnya,” ujar Gina S. Noer, penulis dan sutradara dalam siaran pers, Sabtu.

Gina mengaku dapat banyak ulasan positif serta pesan pribadi di media sosial dari penonton yang terhibur.

Roadshow keliling kota Jawa dengan menggunakan jalur darat diikuti Angga Yunanda (Bima), Zara JKT48 (Dara), Maisha Kanna (Puput), Shakira Jasmine (Vinie), Ariel JKT48 (Lika) dan Cindy JKT48 (Melly).

Baca juga: Sempat dikecam, ini tanggapan sutradara “Dua Garis Biru”

“Respons positif dari masyarakat terlihat juga dari seluruh tiket untuk penayangan perdana di semua kota Jawa ini habis dalam waktu singkat dan ada beberapa kota yang
kami tambahkan juga jadwal penayangannya dan masih tetap habis terjual tiketnya,” kata produser Chand Parwez.

Gina dan aktris Rachel Amanda sempat diundang jadi pembicara dalam diskusi panel untuk memperingati hari Kependudukan Dunia Tahun 2019 yang diadakan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) di bawah program Pembinaan Ketahanan Remaja, di XXI Plaza Senayan, Jakarta.

Acara nonton bareng dan diskusi yang digelar oleh BKKBN bersama dengan John Hopkins Center for Communication Program (JHCCP) dan Forum Genre Indonesia (FGI) bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya remaja terkait kesehatan reproduksi, penyiapan kehidupan berumah tangga dan penyiapan kehidupan bermasyarakat akan pentingnya kualitas SDM.

Dari sisi BKKBN, film ini dianggap jadi media untuk menyebarkan kesadaran tentang perilaku berisiko remaja yang menjadikannya rentan mengalami pernikahan di usia dini, kehamilan tidak diinginkan dan terinfeksi penyakit menular seksual sehingga aborsi yang tidak aman.

Baca juga: Dua Garis Biru wajib ditonton remaja-orang tua

Baca juga: Film Dua Garis Biru gambarkan program remaja BKKBN

Baca juga: “Dua Garis Biru”, drama remaja tentang cinta dan tanggung jawab

Remaja wajib waspadai dan antisipasi 3 hal

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jawaban Taron Egerton soal peran Wolverine

Jakarta (ANTARA) – Taron Egerton disebut akan memerankan karakter Wolverine dalam Marvel Cinematic Universe. Lantas bagaimana tanggapannya?

“Saya pikir itu hanya rumor. Sejauh yang saya sadari, itu tidak berdasar. Saya tidak tahu apakah saya cukup mengerikan,” kata Egerton dilansir NME, Sabtu.

“Maksudku, jika orang-orang di Marvel berpikir aku hebat, ayo. Tapi saya pikir mungkin ada kandidat yang lebih baik. Tapi saya ingin memang ingin tergabung dengan dunia (Marvel) itu di suatu tempat,” lanjutnya.

Egerton bukan satu-satunya orang yang disebut akan bermain sebagai Wolverine, baru-baru ini Daniel Radcliffe juga ikut terseret dalam rumor tersebut dan membuat klarifikasi atas gurauan yang diciptakannya.

Baca juga: Keanu Reeves ingin perankan Wolverine

Dalam fitur WIRED, Daniel sempat mengatakan, “Akan ada film Wolverine baru, dimulai dengan Hugh Jackman dimasukkan ke dalam air panas dan saat keluar, jadi saya. Jadi ya, saya sangat senang mengumumkannya di sini,” katanya saat itu.

Pemeran Harry Potter itu kemudian memberikan penjelasan, “Inilah yang terjadi ketika Anda membuat lelucon. Bukankah lebih bagus jika Anda bisa mulai melakukan sesuatu dengan hanya mengatakannya dalam wawancara?.”

“Jadi saya kira orang-orang bertanya sesuatu tentang saya dan Wolverine, dan saya membuat lelucon tentang (berperan) Wolverine setelah mandi air panas, seperti saya menyusut dalam mandi air panas, dan internet sepertinya berpikir bahwa saya menginginkan hal itu sebagai impian saya,” lanjut Daniel.

Baca juga: Paramount minta Sutradara “Rocketman” hilangkan adegan gay

Baca juga: Tampilan Taron Egerton sebagai Elton John dalam “Rocketman”

Serunya berwisata di sekolah sihir Harry Potter

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “Lion King” baru dapat kritikan

Jakarta (ANTARA) – Versi baru film animasi “Lion King” disambut kurang meriah, setelah para kritikus menyebutnya bagus dari sisi visual namun kurang memuaskan dari segi karakter dan penceritaan.

Film remake dari animasi klasik “Disney” itu menyuguhkan teknik mutakhir yang menggabungkan virtual reality, live action dan gambar digital untuk membuat suasana dan binatang-binatang Afrika terasa sangat nyata.

Baca juga: Beyonce rilis “Spirit”, lagu baru untuk “Lion King”

Dilansir Reuters, ulasan-ulasan terkini menyebut hasilnya kurang memuaskan, meski sebagian besar kritikus setuju filmnya akan sukses di box office di mana para analis memprediksi penayangan akhir pekan perdana akan menghasilkan 150 juta dolar AS saat film itu tayang di Amerika Utara pada 19 Juli mendatang.

“Semua terasa sangat aman dan jinak serta diperhitungkan dengan cermat sehingga seolah-olah sudah dicerna. Tidak ada kejutan dalam dua jam penuh, “tulis Todd McCarthy untuk The Hollywood Reporter.

Walau demikian McCarthy memperkirakan, film itu “akan dilahap oleh penonton di banyak tempat seperti acara makan korporat yang disiapkan dengan sempurna.”

Versi baru, yang menampilkan suara dari Beyonce dan Donald Glover sebagai Nala dan Simba, kadang adegannya dibuat sama persis seperti animasi versi 1994, termasuk dialog asli dan lagu-lagu Elton John.

Baca juga: Beyonce jadi produser album “The Lion King”

“Jadi muncul pertanyaan, ‘Kenapa repot-repot?’,” tulis kritikus dari Variety, Peter Debruge, menyebut film itu “sangat mengesankan tetapi bermain aman.”

“Jawabannya bisa dieja dalam dolar,” tulis Debruge.

“The Lion King” mulai penayangan internasional di China pada Jumat dan akan tayang di seluruh dunia pada pertengahan minggu depan.

Film versi 1994 menuai sukses besar secara global dengan pemasukan 968 juta dolar AS, membuatnya diadaptasi menjadi pertunjukan Broadway dalam kurun waktu lama.

Terlepas dari hiperrealisme versi baru, beberapa kritikus menemukan film ini kurang menghadirkan emosi dan mengatakan binatang yang terlihat nyata dan berbicara serta menyanyi terasa janggal.

Baca juga: Jelang rilis “The Lion King”, Disney tayangkan adegan “Hakuna Matata”

Baca juga: Kemarin, Beyonce main di “Lion King” hingga aplikasi ucapan Lebaran

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dexter Fletcher akan sutradarai “Sherlock Holmes”

Jakarta (ANTARA) – Sutradara “Rocketman” Dexter Fletcher akan menggarap film waralaba “Sherlock Holmes” terbaru, yang kembali dibintangi Robert Downey Jr.

Fletcher menggantikan Guy Ritchie yang menyutradari dua film sebelumnya yakni “Sherlock Holmes” (2009) dan sekuelnya “Sherlock Holmes: A Game of Shadows” (2011).

Kedua film tersebut sukses besar, dengan pendapatan kotor 524 juta dolar AS di seluruh dunia, dan film kedua meraup 545,4 juta dolar.

Menurut sumber, seperti dilansir Variety yang dikutip Jumat, Warner Bros. selalu berencana untuk membuat film ketiga. Hanya saja, jadwal Robert Downey Jr yang sibuk sebagai Iron Man, membuat pembuatan “Sherlock Holmes” tertunda.

Baca juga: Trik Mark Gatiss cegah naskah Sherlock Holmes bocor

Film yang diadaptasi dari novel fiksi karya Arthur Conan Doyle itu dijadwalkan tayang di bioskop pada 21 Desember 2021. Sebelumnya, Warner Bros mengumumkan film akan diputar pada Natal 2020, namun diundur.

Aktor Jude Law juga diperkirakan akan kembali sebagai Profesor Watson. Naskah ditulis oleh Chris Brancato dan akan menjadi produksi bersama antara WB dan Village Roadshow.

Fletcher, yang mengambil alih tugas sebagai sutradara untuk “Bohemian Rhapsody” pada menit-menit terakhir setelah Bryan Singer dipecat selama produksi, mengarahkan biopik Elton John “Rocketman.”

Fletcher juga masuk nominasi BAFTA untuk debutnya sebagai sutradara pada 2011 lewat “Wild Bill” dan mengarahkan film adaptasi dari drama musikal Skotlandia “Sunshine on Leith” (2013).

Baca juga: Henry Cavill akan berakting sebagai Sherlock Holmes

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Welcome Back, Tora-san” akan jadi pembuka Festival Film Tokyo 2019

Jakarta (ANTARA) – Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) 2019 akan dibuka dengan film “Welcome Back, Tora-san” dari sutradara senior Yoji Yamada.

Film itu sekaligus jadi penanda perayaan 50 tahun seri film “Otoko wa Tsurai yo (It’s Tough Being a Man)” yang memegang rekor dunia Guinness sebagai rangkaian film paling lama yang dibintangi aktor yang sama.

Ini adalah film ke-50 dari serial “Otoko wa Tsurai yo”, juga film pertama yang dirilis sejak 1995 setelah pemeran utama Kiyoshi Atsumi tutup usia.

“Otoko wa Tsurai yo” bercerita tentang pengembara baik hati, Torajiro Kuruma (“Tora-san”) yang tidak pernah beruntung dalam percintaan. Setiap film menghadirkan aktris utama yang berbeda, disebut Madonna, dan lokasinya selalu bervariasi.

Dikutip dari siaran resmi TIFF, film terbaru itu fokus pada keponakan Tora bernama Mitsuo yang bertemu dengan cinta pertamanya Izumi setelah bertahun-tahun berlalu.

“Welcome Back, Tora-san” akan menampilkan Kiyoshi Atsumi sebagai Tora-san yang dihidupkan lagi di layar setelah wafat pada 1996. Film dibintangi juga oleh Chieko Baisho, Gin Maeda, Hidetaka Yoshioka dan Kumiko Goto yang kembali untuk memerankan kembali karakter mereka.

“Saya terharu ketika menonton kredit film berakhir. Saya selalu senang menanti film terbaru dari seri ini tiap libur musim panas dan tahun baru. Saya yakin seri Tora-san disukai satu negara, dan setelah melihat kilas balik, film-film itu juga mengabadikan sejarah aktris-aktris ternama di Jepang. Kini serial itu dihidupkan lagi oleh sutradara Yoji Yamada. Saya senang bisa menjadi tuan rumah pemutaran perdana dunia di Festival Film Internasional Tokyo ke-32,” ujar direktur festival TIFF Takeo Hisamatsu.

Setelah tayang perdana di TIFF, film tersebut akan dirilis di Jepang pada 27 Desember 2019.

TIFF ke-32 akan berlangsung pada 28 Oktober hingga 5 November 2019.

Baca juga: Festival Film Tokyo soroti genre horor Asia Tenggara

Baca juga: Ulang tahun Godzilla ke-65 tutup Festival Film Tokyo 2018
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kisah petani tembakau Jember dibawa ke layar lebar

Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Kisah petani tembakau Kabupaten Jember diangkat ke film layar lebar oleh tiga mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (Unej) yang menampilkan keterpurukan para petani tembakau yang menjadi salah satu produk unggulan daerah ini.

Tiga mahasiswa PSTF Unej itu yakni Alif Septian sebagai sutradara, Daris Zulfikar sebagai penata kamera, dan M. Ariyanto selaku penyunting gambar ingin menampikan sisi lain dari petani tembakau yang mengalami nasib terpuruk karena merugi. Kisah ini disajikan dengan apik lewat film “Bhako, The Golden Leaf”.

“Saya anak petani tembakau, jadi tahu benar bagaimana perjuangan seorang petani tembakau,” kata Alif Septian yang menjelaskan mengapa dirinya memilih tema tembakau.

Menurutnya, keluarganya terpuruk di tahun 2015 hingga harus menjual barang-barang serta perabotan rumah gara-gara abu Gunung Raung merusak tanaman tembakau di lahan milik ayahnya.

“Melalui film Bhàko itu saya ingin menyampaikan kepada khalayak luas mengenai sisi lain dari usaha tembakau yang mungkin belum banyak diketahui orang. Ada yang rumah tangganya retak, jadi gila bahkan bunuh diri, walaupun tentu saja ada juga yang berjaya,” tuturnya.

Menanggapi akhir kisah yang tragis, Alif dan dua koleganya sepakat menyerahkan penilaian kepada penonton karena faktanya seperti itu dan hingga sekarang mereka merasa tidak ada perubahan yang berarti pada perekonomian para  petani tembakau, bahkan selalu saja yang kalah adalah petani.

“Bentuk-bentuk ketidakadilan yang diderita oleh petani tembakau digambarkan ketiganya dengan adegan dimana saat tengkulak menilai hasil panen tembakau dengan semena-mena, alat timbang yang tidak sesuai standar dan penyitaan rumah petani tembakau gara-gara tak mampu membayar utang di bank,” katanya.

Ia mengatakan bahasa yang dipakai dalam film Bhàko adalah Bahasa Madura sesuai dengan lokasi film dibuat untuk lebih mendekatkan penonton dengan kenyataan yang ada.

“Pengambilan gambar film Bhàko sendiri dilakukan selama delapan hari di bulan Oktober 2018 dengan mengambil lokasi di daerah Kalisat, Sukowono dan Sumberjambe, Kabupaten Jember,” ujarnya.

Dalam film “Bhako, The Golden Leaf” menceritakan sebuah desa yang subur, dimana penduduknya banyak yang memilih mata pencaharian sebagai petani, terutama petani tembakau dan seiring tumbuhnya si “daun emas” atau tembakau itu, terkembang pula sejuta harapan akan keuntungan.

Seperti dalam film itu, Fauzi yang sarjana anak Haji Imam ingin segera menikah, Yoyon si buruh tani berniat mengobati istrinya, sedangkan Pak Mul si tengkulak ingin membayar utang-utangnya.

Namun ternyata jauh panggang dari api, janji keuntungan yang akan diraih selepas panen malah jadi buntung karena panen tembakau tak terserap oleh gudang dan pabrik, akibatnya Fauzi bertengkar dengan ayahnya. Kemudian nasib Yoyon dan Pak Mul malah lebih tragis lagi, Yoyon memilih mengakhiri hidup sang istri yang tak kunjung sembuh dan Pak Mul jadi gila.

Film “Bhàko, The Golden Leaf” karya tiga mahasiswa PSTF Fakultas Ilmu Budaya Unej yang tayang perdana Rabu malam (10/7) di bioskop Kota Cinema Mall Jember yang juga dihadiri oleh Rektor Unej Moh. Hasan.

Baca juga: Menelisik kepentingan politisi dan industri tembakau di Jember

Baca juga: Petani tembakau di Jember khawatirkan cuaca

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shah Rukh Khan akan rayakan “Kuch Kuch Hota Hai” di Melbourne

Jakarta (ANTARA) – Aktor senior India Shah Rukh Khan akan turut merayakan Festival Film India di Melbourne (IFFM) ke-10 yang digelar pada 8-17 Agustus menyusul pemutaran film “Kuch Kuch Hota Hai’.

Selain Shah Rukh Khan, pemutaran film yang dirilis 20 tahun lalu itu, juga akan dihadiri sang sutradara Karan Johar.

“Saya pernah ke festival sebelumnya dan saya senang berada di sana. Saya menantikan kesempatan selanjutnya untuk merayakan sinema India di Australia,” kata Karan soal IFFM, dalam pernyataan yang dilansir Hindustan Times, Kamis.

Baca juga: Lembaga sensor India ingin kata “sapi” dan “Hindu” dihilangkan dalam film

Menurut Karan, membuat film adalah hasratnya dan kecintaannya yang sangat dalam terhadap dunia sinema.

Dirilis pada 1998, “Kuch Kuch Hota Hai” dibintangi oleh Shah Rukh Khan dan Kajol. Aktris Rani Mukerji tampil sebagai pemeran pembantu. Sedangkan Salman Khan menjadi bintang tamu.

Karan juga akan berbincang tentang sinema dengan pengunjung festival film.

Baca juga: Fans tak sabar lihat Shah Rukh Khan “dikerjai” di acara TV Ramadan Arab

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Besok, “Avengers: Endgame” versi baru tayang di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Marvel Studios akan menayangkan “Avengers: Endgame” yang telah dirilis ulang di sejumlah bioskop Tanah Air, termasuk Cinema XXI, CGV Indonesia, dan Cinemaxx mulai Jumat (12/7).

“Melalui tayangan spesial itu, para penggemar berkesempatan menyaksikan video sambutan khusus dari sang sutradara Anthony Russo dan beberapa adegan yang sebelumnya dihapus dari film Marvel Studios “Avengers: Endgame”,” demikian keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Selain meyaksikan adegan-adegan tambahan, para penggemar juga dapat melihat sedikit cuplikan dari film “Spider-Man: Far From Home”.

“Avengers: Endgame” dibintangi oleh Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Scarlett Johansson, dan aktor lainnya sebagai kelompok pahlawan super yang melawan musuh bebuyutan, Thanos yang diperankan Josh Brolin. Film itu adalah puncak dari 22 film yang sudah diproduksi Studio Marvel selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: “Avengers: Endgame” akan dirilis ulang, ada kejutan usai kredit film

Versi baru “Avengers: Endgame” itu akan ditayangkan di bioskop tiga pekan sebelum Disney meluncurkan versi remake dari film klasik “The Lion King”.

Sebagian pakar box office memprediksi “Lion King” juga punya kesempatan menumbangkan “Avatar” dari sisi penjualan tiket di seluruh dunia. “Endgame” sudah meraup pendapatan sekitar 2,75 miliar dolar AS dari box office global semenjak April dan hanya 38 juta dolar AS di bawah film “Avatar” (2009) sebagai film dengan pendapatan terbesar sepanjang masa, berdasarkan situs Box Office Mojo.

Baca juga: Disney akan rilis adegan tambahan “Avengers: Endgame”

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”

Presiden analogikan ekonomi dunia bak film avengers

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Crawl”, teror aligator di tengah badai mematikan

Jakarta (ANTARA) – Teror hewan predator terhadap manusia masih menjadi materi yang menarik untuk diangkat ke layar lebar. Bulan ini, Paramount Pictures merilis “Crawl”, film yang memadukan dua konflik, bertahan di tengah bencana dan selamat dari serangan aligator si pembunuh berdarah dingin.

“Crawl” yang mengawinkan genre horor dan bencana, punya plot yang bisa dibilang sederhana yakni ayah dan anak yang berusaha menyelamatkan diri dari badai mematikan dan serangan aligator.

Karakter utama dalam film yang disutradarai Alexandre Aja itu adalah Haley yang diperankan Kaya Scodelario dan ayahnya Dave yang dimainkan Barry Pepper. Haley adalah gadis yang berambisi untuk menjuarai olahraga renang agar tetap mendapat beasiswa d i perguruan tinggi, sedangkan Dave adalah ayah sekaligus pelatih renang Haley saat masih kecil.

Suatu hari, setelah berlatih renang, Harley mendapat panggilan dari sang kakak yang mengkhawatirkan Dave karena tidak mengangkat telpon darinya, sementara saat itu badai topan akan menerjang Florida.

Mengabaikan perintah evakuasi, Haley bersama Sugar, anjing milik Dave mencari Dave di bungalo tempat ia tinggal, namun tidak menemukan apa-apa. Ia lalu menuju ke rumah lama mereka dan menemukan Dave tergeletak di basemen dalam keadaan pingsan dan terluka.

Saat Haley berusaha menolong ayahnya, seekor aligator menyerang mereka. Diketahui, Dave terluka akibat serangan aligator yang masuk dari saluran pembuangan di rumahnya.

Sementara itu badai terus bertambah parah dan dikabarkan pula bahwa tanggul tidak akan kuat menampung debit air. Haley dan Dave pun masih terjebak dalam basemen yang akan segera terendam banjir bersama aligator yang siap memangsa mereka.

Berhasilkan Harley dan Dave menyelamatkan diri dari banjir dan teror aligator? 

Meski jalan ceritanya tergolong sederhana, tapi adegan menegangkan yang diramu Alexandre Aja di film berdurasi 87 menit itu bisa membuat penonton terkaget-kaget.

Film itu menghabiskan biaya produksi sekitar 17 juta dolar AS atau sekitar Rp 239,7 miliar. Jangan berharap mendapat tontonan dengan efek visual yang ciamik, tapi cukup mesti tidak sempurna.

Salah satu hal yang menonjol dalam “Crawl” adalah pemilihan dua pemeran utamanya.  Kaya Scodelario sudah terkenal lewat film-film seperti “Skins”, “Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales”, “Extremely Wicked”, dan “Shockingly Evil and Vile”. 

Sementara itu, Barry Pepper, dikenal lewat “Saving Private Ryan” dan “True Grit”.

Dalam pembuatan “Crawl” Alexander Aja bekerja sama dengan Michael Rasmussen dan Shawn Rasmussen sebagai penulis skenario. Sebelumnya mereka menulis untuk film “The Ward” (2010).

Crawl diproduseri oleh sang ikon film horor, Sam Raimi, pria di belakang film waralaba “Evil Dead”. Selain Sam Raimi film itu juga diproduseri oleh Craig Flores, yang dikenal karena karyanya saat memproduksi film “300”.

Alexandre Aja memang terkenal dengan film-film bergenre horor. Ia mulai populer setelah film garapannya tahun 2003, “Haute Tension” –dikenal sebagai “High Tension” di Amerika Serikat dan “Switchblade Romance” di Britania Raya.

Pria kelahiran Prancis itu juga menggarap film bertema horor lainnya yaitu “Hills Have Eyes” (2008), “Piranha 3D” (2010), dan “Horns” (2013).

Baca juga: “Crawl” tayang serentak hari ini
 

Pewarta: Galih Pradipta
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembajak komik Jepang ditangkap di Manila

Jakarta (ANTARA) – Romi Hoshino, manajer dari situs Manga-Mura yang sudah tidak aktif, telah ditangkap di Manila setelah pemerintah Jepang melancarkan perburuan internasional.

Situs yang telah tidak aktif sejak April tahun lalu dikunjungi sekitar 100 juta orang per bulan dan menampilkan sekitar 60.000 manga (komik Jepang) bisa dibaca secara cuma-cuma, demikian seperti dikutip dari AFP.

Hoshino (27) ditangkap di bandara internasional Ninoq Aquino, Manila, pada Minggu (7/7). Kotaku melaporkan Kedutaan Jepang di Manila meminta agar Hoshino ditangkap, lalu polisi dikerahkan lewat koordinasi antara otoritas Jepang dan Biro Imigrasi Filipina.

Hoshino mengoperasikan situs Manga-Mura yang ditutup oleh pemerintah Jepang pada April 2018. NHK melaporkan Hoshino “punya peran besar” dalam pengoperasian Manga-Mura.

Situs Manga-Mura adalah satu dari tiga laman yang ditutup pemerintah Jepang untuk memberantas pembajakan Internet. Asosiasi Distribusi Konten Luar Negeri Jepang memperkirakan Manga-Mura menyebabkan kerugian 2,93 miliar dolar AS pelanggaran hak cipta, yang terburuk dalam sejarah Jepang.

Saat ditangkap di Manila, Hoshino akan bertolak ke Hong Kong. Ia akan dideportasi ke Jepang.

Baca juga: Jepang selenggarakan Kontes Manga Internasional ke-13

Baca juga: Komik “One Piece” sampai “Dragon Ball” berbahasa Inggris bisa dibaca gratis
 

Gaet pemilih milenial, Kemendagri luncurkan komik digital

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganjar Pranowo berperan sebagai polisi dalam film Sang Prawira

Semarang (ANTARA) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berperan sebagai seorang polisi berpangkat komisaris besar dalam film layar lebar berjudul Sang Prawira karya sutradara Ponti Gea yang akan tayang di bioskop pada 1 Oktober 2019.

“Bapak saya itu dulu mengharapkan ada anaknya yang menjadi polisi. Harapan itu ditujukan kepada saya. Kalau jadi polisi angkatan 90, mungkin sekarang berpangkat Kombes atau bintang satu. Akhirnya saya menjadi polisi, tapi di film,” kata Ganjar di Semarang, Rabu.

Dalam film yang 95 persen pemerannya personel Kepolisian Daerah Sumatera Utara dengan bintang utama Anggika Bolsterli itu, Gubernur Ganjar menjadi anggota Polri yang mengajar mata kuliah Pancasila di Akademi Kepolisian.

Sutradara Ponti Gea mengatakan, film yang rencananya berdurasi 100 menit itu bercerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita menjadi polisi.

“Kami melibatkan Bapak Gubernur Jateng karena kami ingin menunjukkan kerja sama yang kuat antara kepolisian dengan pemerintah,” ujarnya.

Ponti juga melibatkan Bripka Herman Adi Basuki, operator PLD Sub Bagian Humas Polres Purworejo yang dikenal sebagai Pak Bhabin Herman di YouTube Polisi Motret.

Ponti mengemukakan, film itu menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga dalam membuat keputusan mengenai pendidikan lanjutan bagi anak yang masih duduk di bangku SMA.

“Si ibu ingin menuruti kemauan anaknya jadi polisi, sementara si bapak lebih condong anaknya bekerja di luar negeri agar dapat menolong keuangan keluarga yang selama ini tergolong miskin,” katanya.

Selain menampilkan profesionalisme polisi dalam menjalankan tugas, film Sang Prawira juga menyuguhkan kultur serta destinasi wisata lokal.

Pengambilan gambar untuk film itu dilakukan di 130 titik yang tersebar di daerah seperti Karo, Simalungun, Tobasa, Humbahas Tanjung Balai, Sibolga, Nias, Medan, Semarang (Akpol), dan Jakarta (Mabes Polri).

Baca juga: Ganjar Pranowo undang orang-orang bahagia ikuti Borobudur Marathon

Pertama kali, Jateng ekspor edamame ke Belanda

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beyonce rilis “Spirit”, lagu baru untuk “Lion King”

Jakarta (ANTARA) – Beyonce merilis satu lagu baru dari album musik film (soundtrack) “Lion King” berjudul “Spirit” pada Selasa malam, seperti dilansir People, Rabu.

Album yang diproduseri dan dikurasi Beyonce, menurut Disney akan dirilis di hari yang sama saat film-nya tayang di bioskop bulan ini.

“‘Spirit’, satu single dari album dan soundtrack untuk The Lion King akan tersedia malam ini,” kata Disney dalam pengumumannya. 

Sebelumnya, sutradara Jon Favreau mengonfirmasi bahwa Beyonce menulis sebuah lagu untuk film, meski belum diungkap judulnya.

“Kami punya semua lagu aslinya, tapi ada satu lagu yang dibawakan dan ditulis untuk produksi film ini bekerja sama dengan Lebo M., yang jadi bagian ini dengan Hans Zimmer,” kata Favreau pada Fandago, bulan lalu.

“Mereka semua berkolaborasi dengannya dan membantu musik baru ini ke dalam sebuah film yang memang sudah punya karakter musikal di dalamnya,” kata pria yang juga sutradara “Jungle Book” itu.

Beyonce juga menyanyikan versi terbaru lagu klasik “Can You Feel the Love Tonight” dari film aslinya bersama dengan Donald Glover yang ditampilkan di teaser yang dirilis bulan lalu.

Selain Beyonce, Elton John juga akan mengisi album musik film itu dengan lagu berjudul “Never Too Late.”

Minggu lalu, Disney membagikan foto-foto baru para pemeran di balik pembuatan ulang film animasi klasik 1994, termasuk Donald Glover sebagai Simba, Seth Rogen, Billy Eichner, dan John Oliver masing-masing sebagai Puumba, Timon dan Zazu. Sementara, sang penyanyi “Lemonade” sebagai Nala.

Ada juga Keegan Michael-Key, Florence Kasumba, dan Eric Andre sebagai para hyena, dan Alfre Woodard sebagai Sarabi, Chiwetel Ejiofor sebagai Scar, dan duo JD McCrary dan Shahadi Wright Joseph sebagai Simba muda dan Nala muda.

“Spirit” bisa diunduh di semua layanan musik digital seperti Tidal, Spotify, dan Apple Music.

The Lion King akan tayang di bioskop pada 19 Juli.

Baca juga: Beyonce jadi produser album “The Lion King”

Baca juga: “The Lion King” trailer Disney paling banyak ditonton sepanjang masa
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aktor Kang Ji-Hwan ditangkap dengan tuduhan kekerasan seksual

Jakarta (ANTARA) – Aktor Kang Ji Hwan dilaporkan telah ditangkap polisi di kediamannya di Gwangju, Korea Selatan, pada Selasa (9/7) waktu setempat atas tuduhan melakukan kekerasan seksual.

Menurut laporan yang dilansir Soompi, Rabu, Kang Ji-Hwan pulang ke rumah dengan dua karyawan perempuan dari agensinya (selanjutnya disebut “A” dan “B”) untuk minum-minum setelah acara makan malam agensinya.

Malamnya, dia pergi ke kamar tempat kedua perempuan itu tidur dan melakukan pelecehan pada “A” dan perbuatan tidak senonoh pada “B.”

Di malam yang sama pada pukul 9.41 waktu setempat, “A” mengirim pesan singkat ke seorang teman di Seoul dan berkata, “Saya minum-minum di rumah aktor Kang Ji-Hwan, dan sekarang kami terjebak.”

Ia laly meminta temannya untuk melaporkannya.

Ketika polisi tiba di rumah Kang Ji-Hwan, “A” mengatakan bahwa dia sedang tidur saat Kang Ji-Hwan menyerangnya, dan sang aktor pun ditangkap.

Di kantor polisi, Kang Ji-Hwan berkata, “Saya ingat minum-minum, tapi saya tidak ingat apa-apa setelah itu. Ketika saya membuka mata saya, saya berada di ruangan (tempat “A”) sedang tidur.”

Setelah beberapa pertanyaan, Kang Ji-Hwan, yang masih mabuk, ditahan. Sampai saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kang Ji-Hwan saat ini membintangi drama TV “Joseon Survival”. Aktor tersebut juga pernah bermain dalam serial “Lie to Me”, “Capital Skandal”, “Big Man”, “Monster”, “Feel Good to Die” dan lainnya.

Karena penangkapannya itu, episode yang menampilkan dirinya telah dibatalkan, termasuk tayangan ulangnya untuk minggu ini.
  Baca juga: Min-woo Shinhwa dituduh lecehkan wanita, polisi lakukan investigasi

Baca juga: Jung Joon-young bantah tuduhan perkosaan
 

Kocca Indonesia & aT selenggarakan festival Korea

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beyonce jadi produser album “The Lion King”

Jakarta (ANTARA) – Beyonce yang mengisi suara Nala dalam film “The Lion King” menjadi produser dan kurator album “The Lion King: The Gift”, yang akan dirilis 19 Juli.

Selain menjadi produser, istri dari Jay-Z itu juga menyumbangkan lagu “Spirit” yang mulai diluncurkan pada 10 Juli, demikian dilansir NME, Rabu.

Album “Lion King” akan menampilkan artis-artis dunia dan diklaim “menggunakan suara-suara dari Afrika”.

“The Lion King: The Gift” diluncurkan berbarengan dengan tanggal penayangan “The Lion King”. Album itu disebut sebagai ode musikal untuk kisah klasik “The Lion King”.

Beyonce juga menggambarkan album tersebut sebagai sebuah pengalaman baru dalam bercerita.

“Saya ingin melakukan lebih dari mengumpulkan koleksi lagu yang terinspirasi dari film. Ini adalah campuran dari berbagai genre dan kolaborasi yang bukan hanya satu suara. Album ini dipengaruhi oleh semua jenis musik mulai dari R&B, pop, hip hop dan afrobeat,” ujar Beyonce. Baca juga: Disney ungkap peran Beyonce di “Lion King” lewat video teaser terbaru

Baca juga: Jelang rilis “The Lion King”, Disney tayangkan adegan “Hakuna Matata”
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Crawl” tayang serentak hari ini

Jakarta (ANTARA) – Film bertema bencana “Crawl” yang bercerita tentang upaya penyelamatan di tengah banjir dan badai topan, mulai tayang serentak di bioskop pada Rabu.

Dua tokoh utama dalam “Crawl” adalah Haley (Kaya Scodelario), seorang atlet renang, dan ayahnya Dave (Barry Pepper). Disutradarai Alexandre Aja, film berdurasi 87 menit itu, menyuguhkan ketegangan bagi penontonnya.

​​​​​​​Haley mengabaikan perintah evakuasi demi menyelamatkan ayahnya Dave ketika badai besar menghantam kota kelahirannya di Florida.

Akibatnya, mereka berdua terperangkap di tengah-tengah banjir yang menenggelamkan kota. Saat berusaha bertahan, keduanya mengetahui bahwa naiknya permukaan air bukanlah satu-satunya ancaman yang perlu ditakuti.

Mereka juga harus berhadapan dengan aligator yang siap memangsa.

“Crawl” diproduseri oleh Craig J. Flores, Sam Raimi, dan Alexandre Aja.

Baca juga: Joe Taslim akan perankan Sub-Zero dalam film “Mortal Kombat”

Baca juga: Samuel L. Jackson dan Chris Rock akan main di film “Saw”
 

Pewarta: Galih Pradipta
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cameron Boyce meninggal karena epilepsi

Jakarta (ANTARA) – Keluarga bintang Disney Cameron Boyce mengonfirmasi pada People, Selasa malam bahwa sang aktor meninggal karena penyakit epilepsi.

“Kematian tragis disebabkan oleh kejang yang diakibatkan oleh kondisi kesehatan yakni epilepsi,” kata pihak keluarga dalam sebuah pernyataan kepada People yang dilansir Rabu.

“Kami masih mencoba melalui waktu yang sangat memilukan ini dan masih memohon privasi sehingga keluarga dan semua orang yang mengenal dan mencintai dia bisa berduka atas kehilangan dan mengatur pemakamannya-yang merupakan momen menyedihkan,” kata keluarga.

Baca juga: Cameron Boyce meninggal karena kejang saat tidur, apa penyebabnya?

Sebelumnya penyebab kematian Boyce belum bisa ditentukan padahal sudah diautopsi pada Senin.

“Autopsi sudah dilakukan hari ini dan penyebab kematian masih ditunda sampai ada investigasi selanjutnya,” kata Departemen Pemeriksa Medis dan Koroner, Los Angeles dalam keterangan resminya.

Boyce “ditemukan tidak responsif di rumahnya” pada Sabtu sore dan dinyatakan tewas di tempat kejadian setelah pihak berwenang dipanggil, kata petugas koroner.

Keluarga mengungkapkan kesedihan mereka dalam pernyataan sebelumnya, dengan mengatakan, “Dunia sekarang tidak diragukan lagi kehilangan salah satu dari cahaya terangnya, tetapi jiwanya akan tetap hidup melalui kebaikan dan kasih sayang semua orang yang mengenal dan mencintainya.”

Aktor kelahiran Los Angeles tersebut terkenal karena perannya sebagai putra Cruella de Vil di serial televisi “Descendants”, dan sebagai Luke Ross di “Jessie”, yang tayang selama empat musim di Disney Channel.

Baca juga: Autopsi Cameron Boyce selesai, penyebab pasti kematian belum diketahui

Baca juga: Adam Sandler sedih atas kematian anaknya di “Grown Ups”, Cameron Boyce
 

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Dua Garis Biru”, drama remaja tentang cinta dan tanggung jawab

Jakarta (ANTARA) – Film “Dua Garis Biru” menceritakan tentang Dara (Zara Adhisty) dan Bima (Angga Yunanda) yang tengah menjalin kasih di usia remaja, 17 tahun, dan sama-sama menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Dara digambarkan sebagai siswi yang memiliki nilai akademis sangat baik di sekolah, dan berasal dari keluarga terpelajar. Sebaliknya, Angga bukanlah murid spesial seperti kekasihnya itu.

Perbedaan tersebut tidak menghalangi mereka untuk memadu kasih. Mereka bisa menjadi diri sendiri, nyaman dengan satu sama lain. Hingga akhirnya pada suatu titik, muncul keberanian baru di antara mereka.

Keduanya melanggar batas tanpa tahu konsekuensinya.

Dara dan Bima, yang merasa sudah siap menjadi dewasa, harus berusaha menjalani tanggung jawab atas pilihan mereka dan menghadapi segala konsekuensinya.

Keluarga yang amat mencintai mereka lalu tahu dan memaksa masuk dalam pilihan mereka.

Balutan emosi berhasil dikemas oleh Gina S. Noer dalam film pertama yang ia sutradarai ini. Tak hanya konflik, terdapat dialog-dialog dan guyonan ringan ala anak SMA yang mengocok perut dan menambah nilai hiburan dari film ini.
  Poster “Dua Garis Biru” (dok. Starvision)

Alur cerita yang disampaikan Gina, digabung dengan teknik-teknik pengambilan gambar yang variatif membuat film ini tak hanya runtut dalam story telling, tapi juga menyuguhkan dinamika emosi tersendiri untuk penonton.

Didukung dengan penampilan aktor dan aktris nasional seperti Lulu Tobing (Rika), Cut Mini (Yuni), Dwi Sasono (David), hingga Arswendy Bening Swara (Rudy), semakin memberikan warna drama dalam jalannya cerita.

“Dua Garis Biru” bukanlah film yang menceritakan indahnya kisah cinta remaja, namun juga memberikan gambaran mengenai batasan tentang sebuah hubungan, yang bukan hanya harus diketahui anak, tapi juga membutuhkan peran orang tua untuk membimbing anak-anaknya.

Film yang naskahnya membutuhkan pengerjaan selama sembilan tahun ini dapat menjadi pilihan film yang tepat untuk ditonton bersama keluarga dan menjadi sebuah wadah diskusi baru bagi anak dan orang tua.

Kisah Dara dan Bima dapat disaksikan di layar lebar seluruh Indonesia mulai 11 Juli mendatang.

Baca juga: Sempat dikecam, ini tanggapan sutradara “Dua Garis Biru”

Baca juga: Zara JKT48 sempat minder berakting di “Dua Garis Biru”

Baca juga: Absen 7 tahun, Lulu Tobing gugup saat kembali berakting

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Friends” tinggalkan Netflix tahun depan

Jakarta (ANTARA) – Serial komedi situasi “Friends” asal Amerika Serikat akan pindah rumah dari Netflix ke layanan streaming HBO Max pada 2020, demikian pernyataan WarnerMedia, Selasa waktu setempat.

Dilansir Reuters, layanan media streaming baru itu akan menampilkan puluhan tayangan orisinal televisi dan film yang dibintangi aktor-aktor populer seperti Reese Witherspoon dan Anna Kendrick, serta acara dari saluran HBO, TBS, dan tayangan klasik dari film dan serial televisi Warner Bros.

HBO Max akan diluncurkan pada Maret 2020 dengan total 10.000 jam program, kata WarnerMedia dalam siaran pers.

Layanan itu akan jadi pesaing Netflix serta layanan streaming Disney+ serta layanan lain seiring upaya perusahaan media menggaet penonton melalui jaringan Internet.

Baca juga: Sitkom “Friends” siap dijadikan parodi musikal Broadway

“Friends” yang tayang pada 1990-an adalah acara kedua paling banyak ditonton dalam Netflix Amerika Serikat jika dihitung berdasarkan menit tontonan, berdasarkan data Nielsen 2018.

Serial Netflix yang paling sering ditonton yaitu komedi “The Office” juga akan pindah dari Netflix ke layanan digital milik NBCUniversal pada 2021.

Netflix, dalam komentar di Twitter, mengatakan mereka “sedih untuk melepaskan ‘Friends'” pada awal 2020. “Terima kasih untuk semua kenangannya, geng,” tulis perusahaan itu.

Baca juga: Lisa Kudrow ogah nonton ulang “Friends”, ini alasannya

Baca juga: “The Office” tinggalkan Netflix pada 2021

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar film Indonesia tumbuh, Bekraf buat insentif untuk lokasi syuting

Jakarta (ANTARA) – Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Joseph Pesik membuat insentif untuk layanan lokasi syuting bagi para pengusaha film seiring dengan tumbuhnya pasar film di Indonesia.

“Kita masih sedang mengejar sekarang hadirnya insentif-insentif untuk location service, ini yang sekarang oleh Bekraf sedang digagas dengan pembentukan beberapa komisi film daerah,” ujar Ricky usai temu media AKATARA 2019 di Jakarta, Selasa.

Menurut Ricky, Indonesia mengalami kemajuan eksponensial dalam pasar film sejak relaksasi pencabutan film dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Indonesia menjadi lebih maju pada sektor produksi, yang terlihat dari jumlah produksi film lokal yang semakin banyak.

Kemajuan tersebut bahkan disebut Ricky membuat Indonesia menjadi salah satu negara Asia yang memiliki pertumbuhan sangat eksponensial yang membuat baik pengusaha nasional maupun pengusaha multinasional tertarik pada film Indonesia.

Di berbagai kesempatan ajang film internasional, Ricky mengatakan banyak pembuat film bertanya soal paket insentif yang bisa ditawarkan pemerintah, yakni berupa lokasi syuting.

“Ini adalah sebuah model bisnis yang berlaku sekarang di dunia perfilman, semua negara semua kota di dunia itu menawarkan paket-paket insentif,” kata Ricky.

“Untuk itu, Bekraf bekerjasama dengan beberapa kabupaten, maupun kota untuk mulai mendirikan yang disebut komisi film daerah, dan memformulasi insentif apa yang bisa diberikan daerah tersebut apabila perusahaan-perusahaan asing ingin syuting di daerah mereka,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Ricky mengungkapkan sejauh ini telah ada pembuat film yang berminat untuk melakukan syuting di Tanah Air.

“Ada tapi masih rahasia. Ada satu sutradara besar yang sedang menjajaki syuting di Indonesia,” ujar Ricky, sambil tertawa.

Tidak hanya memfasilitasi pembuat film dari luar negeri untuk memproduksi film mereka di Indonesia, Ricky menambahkan, Bekraf juga secara rutin memfasilitasi film nasional untuk mempromosikan diri di ajang festival film internasional, misalnya Cannes dan Busan.

Lebih dekat dengan bintang film Roh Fasik

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akatara 2019 bakal fasilitasi 61 proyek film Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Badan Perfilman Indonesia (BPI) melalui forum pembiayaan film Indonesia yang disebut Akatara, akan memfasilitasi 61 proyek film guna dipertemukan kepada investor dalam pitching session, yang akan digelar pada 19-22 September 2019.

“Nanti kita akan pilih 61 project, kita fasilitasi, tiap project kita fasilitasi dua orang untuk acara pitching session-nya,” ujar Ketua Bidang Fasilitas Pembiayaan Film BPI Agung Sentausa di Jakarta, Selasa.

Agung mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan penerimaan proposal di dua tahun penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini akan ada 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang, lebih banyak dari tahun lalu sejumlah 55 dari 100 orang.

Menurutnya, pengelolaan bisnis di bidang perfilman di Indonesia masih dalam tahap pembelajaran, dimana seluruh stakeholder yang meliputi penulis naskah hingga investor film masih meraba cara mereka untuk berkolaborasi.

“Yang penting semua stakeholder dari penulis, researcher, pembuat film, produser film, pengusaha film, pengusaha biskop bahkan kuliner dan musik semua ketemu dulu, tukeran kartu nama karena acara ini berlangsung empat hari,” ujar Agung.

Ia mengharapkan adanya pertemuan lanjutan, maupun dana-dana hibah dari lembaga pemerintahan atau swasta yang dapat dikolaborasikan dalam mendukung proyek-proyek film mendatang.

Akatara akan digelar pada 19-22 September 2019 di The Sultan Hotel Jakarta. Pendaftaran proposal dibuka pada 9 Juli hingga 9 Agustus, informasi terkait pendaftaran dan formulir pendaftran proposal film terdapat di portal akatara.id

Baca juga: Akatara 2019 ajang “perjodohan” pembuat film dengan investor

Baca juga: Perkembangan film nasional cukup menggembirakan

Baca juga: BPI gandeng Viddsee promosikan film pendek

Baca juga: Bekraf: Film akan dapat bantuan modal ventura

Akatara 2018 saring 50 proposal film

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akatara 2019 ajang “perjodohan” pembuat film dengan investor

Jakarta (ANTARA) – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI) kembali menggelar forum pembiayaan film Indonesia yang disebut Akatara, guna menumbuhkan bisnis layar lebar di Tanah Air, dengan mempertemukan para pembuat film dengan investor.

Akatara bakal digelar 19-22 September 2019 di The Sultan Hotel Jakarta, dan penyelenggaraan tahun ini diklaim berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya karena pada tahun ini akan dijadikan forum pendanaan sekaligus mempertemukan pembuat film dan investor dalam satu arena.

“Mulai tahun ini dengan perkembangan di tahun pertama dan tahun kedua, Akatara kita kembangkan atau kita lebarkan lagi menjadi film market dan bussiness forum,” ujar Direktur Program Akatara Vivian Idris di Jakarta, Selasa.

Pada penyelenggaraan ketiga, Akatara 2019 akan memberi perhatian cukup besar pada penguatan badan usaha berupa “film company start-up,” dimana semakin banyak pemain baru.

Akatara mengundang lebih banyak investor dan proyek terpilih yang difasilitasi dari berbagai macam genre dan kegiatan perfilman lainnya.

Baca juga: “Docs By The Sea Incubator” diharapkan jangkau industri film dunia

Tahun ini akan ada 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang. Jumlah itu lebih banyak dari tahun lalu sejumlah 55 dari 100 orang.

Sementara di sektor investor, akan ada 40 sumber pendanaan yang hadir selama pitching forum dan speed dating dalam mempertemukan pembuat film dan investor.

Dua program tersebut menjadi ajang perjodohan bagi pembuat film tanah air dengan investor dalam menggarap proyek film.

Proyek-proyek yang sukses diwujudkan dalam campur tangan Akatara antara lain Keluarga Cemara, Mantan Manten, Darah Biru Arema, dan masih banyak film lainnya.

“Kita mendefinisikan highlight Akatara, yaitu film enterpreneurship dan juga film startup, karena pembuat film tidak bisa bekerja sendiri dan bekerja dengan fokus jika tidak didukung oleh pengusaha di perfilman yang mendukung sebuah karya ini sebagai benda ekonomi dan artistik yang bisa dinikmati, didistribusi dan ditonton banyak orang,” ujar Vivian.

Kemudian, bagi pengunjung luar yang akan melirik karya-karya pembuat film, akan ada 100 booth mini expo beragam dan bebas untuk dikunjungi.

Selain itu, kerja sama Akatara dengan pihak Aprofi dan Komite Buku Nasional menginisiasi program Akatara IP-market, mempertemukan penulis buku atau novel kepada produser film.

Kerja sama khusus juga dijalin dengan TUTA (The United Team of Art) Lab berupa program investasi proyek film khusus bertema urban legend, dan memberi dukungan untuk mensupervisi, membiayai, dan mengolah proposal film sampai siap dan matang untuk diajukan ke investor produksi film. Pendaftaran proposal dibuka pada 9 Juli hingga 9 Agustus, informasi terkait pendaftaran dan formulir pendaftran proposal film terdapat di portal akatara.id

Baca juga: Bekraf : film memiliki efek multiplier yang baik

Baca juga: Bekraf: layanan OTT dan bioskop tetap berkembang di masa depan

Baca juga: Gratiskan layanan, iflix komitmen perbanyak konten lokal

BEKRAF targetkan 300 pengusaha milenial dari 5 kota

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tio Pakusadewo dilarikan ke rumah sakit

Jakarta (ANTARA) – Aktor Tio Pakusadewo dikabarkan terkena stroke dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

Menurut penuturan Surya, manajer Nagra Kautsar yang merupakan putra Tio, ia baru mendapat kabar mengenai sang aktor pagi tadi.

“Yang jelas beliau sudah ditangani di rumah sakit Cawang,” kata Surya, Selasa.

Surya mengatakan Tio saat ini didampingi oleh putranya, Nagra.

Dia belum bisa memastikan kondisi terbaru Tio Pakusadewo, begitu pula soal kabar penyakit stroke yang membuatnya dilarikan ke rumah sakit.

“Setahu saya, yang saya lihat untuk akhir-akhir ini sih beliau sehat-sehat saja, enggak ada riwayat sakit apa pun,” kata Surya.

Pihak keluarga Tio Pakusadewo belum memberikan komentar saat dihubungi.

Baca juga: Hakim perintahkan Tio Pakusadewo jalani rehabilitasi

Baca juga: Tio Pakusadewo berharap dapat keringanan hukuman

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iqbaal Ramadhan dan budaya kopi dari luar negeri

Jakarta (ANTARA) – Budaya kopi merasuk ke kehidupan Iqbaal Ramadhan semenjak ia mencicipi rasanya bersekolah di Amerika Serikat. Minuman pekat itu jadi bagian yang tak terpisahkan sehari-hari, menemaninya belajar di negeri orang.

“Sekarang saya sekolah di Melbourne yang disebut surga kopi, di jalan banyak coffee shop, minum kopi jadi bagian dari hidup saya,” ujar Iqbaal di peluncuran kopi “Caffino”, Jakarta, Selasa.

Mahasiswa Monash University, Melbourne, Australia yang mengambil jurusan Media Communication itu mengemukakan kopi sangat penting di sana.

“Mending enggak sarapan daripada enggak ngopi,” tutur aktor yang mulai menyukai minuman itu sejak 2016.

Bagi aktor kelahiran 28 Desember 1999 itu, kopi membantunya terjaga saat harus mengerjakan berbagai tugas dan esai yang menumpuk di bangku kuliah.

Saking terbiasa menyesap kopi, dia punya French Press alias perangkat penyeduh kopi yang jadi andalannya untuk menikmati minuman favoritnya setiap pagi.

Di luar rasa, pemeran “Dilan” itu tidak terlalu pemilih. Ia bisa menikmati kopi yang bijinya baru digiling, tapi tidak anti dengan kopi kemasan sachet kemasan. Selama rasanya pas di lidah, semua bisa dia nikmati.

“Saya enggak masalah dengan itu,” ujar brand ambassador “Caffino”.

Berbagai jenis kopi sudah dicicipinya, mulai dari espresso yang rasanya kuat, cappucino sampai piccolo. Tapi ada satu jenis yang menurut Iqbaal “tidak pernah salah”: kopi latte yang berisi campuran susu.

“Dari pertama saya suka latte, sampai sekarang, itu rasa yang tidak pernah salah. Di Melbourne ada kopi yang namanya ‘Magic’, saya juga suka itu.”

Dalam sehari, ia setidaknya harus menyesap secangkir kopi. Waktu favoritnya untuk minum kopi adalah setelah bangun tidur atau setelah makan siang.

“Saya enggak bergantung sama kopi, tapi kalau tidak ngopi rasanya aneh,” ujar aktor yang ingin mencoba bekerja sebagai barista di Melbourne.

Bukan cuma kafe yang jadi tempat “ngopi”, Iqbaal juga pernah mencoba minuman buatan “Starling” atau “Starbucks Keliling”, istilah untuk penjual kopi yang menjajakan minuman itu dengan sepeda.

“Pernah, tapi lupa kapan,” seloroh dia.

Baca juga: Cuplikan “Bumi Manusia” dan “Perburuan” dirilis serentak

Menteri BUMN dukung santri pasarkan kopi Nusantara

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Impian Iqbaal Ramadhan, buat yayasan dan media

Jakarta (ANTARA) – Aktor muda Iqbaal Ramadhan mengungkapkan impian yang ingin diwujudkannya kelak, membuat yayasan dan media sendiri.

Mahasiswa Monash University, Melbourne, Australia itu bermimpi mendirikan yayasan yang fokus memberikan beasiswa S1 pada orang-orang yang membutuhkan.

“Di Indonesia lebih banyak beasiswa untuk S2,” ujar Iqbaal di Jakarta, Selasa. “Saya ingin membuat yayasan untuk membantu teman-teman bersekolah.”

Keinginan itu merupakan bentuk untuk menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.

Selain yayasan, aktor “Dilan 1990” dan “Bumi Manusia” itu juga punya impian membuat media sendiri, khususnya yang mengangkat musik Indonesia agar semakin merajai di negeri sendiri.

“Kayak MTV, dulu saya tumbuh menonton itu,” kenang Iqbaal yang pernah jadi anggota boyband CJR.

Saat ini, aktor dan musisi 18 tahun ini sedang sibuk menjalani kuliah jurusan Media Communication yang sudah berjalan satu semester.

Di sela kegiatannya menuntut ilmu, Iqbaal juga sedang mempersiapkan album bersama band Svmmerdose pada Agustus mendatang, bulan yang sama dengan penayangan film “Bumi Manusia” adaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer di mana ia menjadi pemeran utama.

“Mumpung masih muda, menyibukkan diri saja,” ujar Iqbaal yang mengaku tidak bisa memilih antara pendidikan, akting dan musik karena semuanya adalah tempat mengekspresikan diri.

Dunia baru sebagai mahasiswa yang baru dijalaninya selama setengah tahun membuahkan hasil manis dengan nilai memuaskan.

“Ada credit point yang cukup untuk ambil double degree, tapi saya tidak tahu akan ambil atau tidak, tapi saya pengin menyibukkan diri dengan sekolah.”

Baca juga: Iqbaal Ramadhan dan budaya kopi dari luar negeri

Baca juga: Iqbaal Ramadhan tak ingin hanya dikenal sebagai Dilan

Baca juga: Demi jadi Minke, Iqbaal belajar makan sambil duduk di lantai

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutradara sebut Joker versi Joaquin Phoenix tak sama seperti di komik

Jakarta (ANTARA) – Penulis naskah sekaligus sutradara film Joker mendatang Todd Phillips mengatakan, bahwa sosok penjahat yang diperankan Joaquin Phoenix akan jadi karakter yang tak mirip dengan versi komik.

“Kami tak meniru dari komik, yang mana akan membuat orang-orang marah,” kata Todd Phillips pada majalah Empire dilansir Entertainment Weekly, Senin (8/7).

“Kita menulis versi kami sendiri di mana seorang pria seperti Joker mungkin berasal. Itu yang menarik buatku. Kami bahkan tidak mengerjakan Joker, tapi kisah menjadi Joker. Ini soal pria ini.”

Komentar Phillips itu seakan menepis spekulasi penggemar bahwa film itu mungkin mengikuti karya Alan Moore dan Brian Bolland yang legendaris, “The Killing Joke”, komik yang menjadi cerita awal Clown Prince of Crime.

Buku itu bercerita tentang seorang komedian sukses yang dikeroyok massa sampai dia terperosok ke dalam tong bahan kimia di tangan Batman.

Meskipun cuplikan dari trailer-nya mungkin menampilkan kisah Joker yang mirip dengan materi sumbernya, pernyataan Phillips mengindikasikan bahwa narasinya akan berbeda

Apapun, Phillips memperjelas bahwa timnya memiliki keyakinan penuh pada kemampuan Phoenix untuk menjadikan peran itu sebagai miliknya. Aktor “Walk the Line” itu adalah pilihan pertamanya untuk memainkan Joker.

“Saya pikir dia adalah aktor terhebat,” kata Phillips.

“Kami memiliki foto dia di atas komputer kami saat kami sedang menulis. Kami terus berpikir.. Ya Tuhan, bayangkan jika Joaquin benar-benar melakukan ini.”

Joker akan tayang di bioskop pada 4 Oktober.

Baca juga: Penuh ironi, poster pertama “Joker” dirilis

Baca juga: Gantikan Alec Baldwin, Brett Cullen perankan ayah Batman di “The Joker”
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berisiko sebabkan tersedak, mainan Forky “Toy Story 4” ditarik

Jakarta (ANTARA) – Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat menarik mainan Forky, si senpu —sendok garpu– kreasi Bonnie dari film “Toy Story 4” karena berisiko mengakibatkan anak-anak tersedak.

Dalam sebuah pernyataan dilansir Entertainment Weekly menyebutkan bahwa mainan itu bisa lepas dan jadi berbahaya karena menyebabkan anak-anak tersedak.

“Konsumen harus segera mengambil mainan yang ditarik dari anak-anak dan mengembalikannya ke lokasi ritel Disney Store, Walt Disney World, atau lokasi toko ritel taman bermain Disneyland Resort agar dapat pengembalian uang penuh,” kata CPSC dalam sebuah pernyataan.

Sekitar 80.650 mainan Forky telah terjual di AS dan Kanada. Belum ada cedera yang dilaporkan, menurut situs web agensi.

Forky adalah karakter baru di Toy Story. Dia diciptakan oleh Bonnie, si pemilik mainan Woody dan kawan-kawan saat dia pertama kali masuk TK.

Forky yang suaranya diisi oleh Tony Hale adalah mainan yang neurotik dan menghabiskan banyak waktunya untuk menyangkal bahwa dia adalah mainan.

Ia mengira dia adalah sampah dan selalu ingin menceburkan diri ke tong sampah.

Baca juga: “Toy Story 4” puncaki box office, “Annabelle” di posisi dua

Baca juga: “Toy Story” menginspirasi kolektor dan fotografer mainan
 

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Samuel L. Jackson dan Chris Rock akan main di film “Saw”

Jakarta (ANTARA) – Samuel L. Jackson dan Chris Rock akan bermain di film waralaba “Saw” sebagai ayak dan anak.

Rock akan berperan sebagai seorang detektif polisi yang sedang menginvestigasi serangkaian kejahatan yang mengerikan. Sementara Jackson akan memerankan ayah Rock.

Selain mereka berdua akan ada Max Minghella sebagai rekan kerja Rock, William Schenk, dan juga Marisol Nichols yang memerankan bos Rock, Kapten Angie Garza.

Saat ini film sudah mulai proses produksi meski belum ada judul.

Film ini digambarkan sebagai “sebuah pengalaman Saw” dan dikembangkan berdasarkan kecintaan Rock terhadap film waralaba itu.

Duduk di kursi sutradara Darren Lynn Bousman dan ceritanya ditulis oleh Pete Goldfinger dan Josh Stolberg.

“Kami pikir Samuel L. Jackson dan Chris Rock bersama dengan Max Minghella dan Marisol Nichols membuat film ini benar-benar istimewa di ‘Saw’  dan kami tidak sabar untuk merilis cerita baru yang tak terduga dan menyeramkan ini pada penggemar,” kata Joe Drake , pimpinan Lionsgate Motion Picture Group, dalam sebuah pernyataan.

Diumumkan pada Mei bahwa Lionsgate dan Twisted Pictures telah bermitra dengan Rock untuk memulai dan memperluas dunia waralaba Saw, di mana film akan dirilis 23 Oktober 2020.

“Saya sudah menjadi penggemar Saw sejak film pertama tahun 2004,” kata Rock dalam sebuah pernyataan.

“Saya senang dengan kesempatan untuk membawa ini ke tempat baru yang benar-benar intens dan gila.”

Film “Saw” dibintangi Tobin Bell sebagai Jigsaw, seorang dalang gila yang meletakkan jebakan maut bagi para korbannya. Film pertama dan tujuh sekuelnya secara kolektif menghasilkan lebih dari 450 juta dolar di box office domestik.

Film teranyar, “Jigsaw” (2017) disebut sebagai salah satu yang paling tidak berhasil dalam seri ini.

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”
 

Presiden minta GP Ansor jadi garda terdepan jaga NKRI

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenal Liu Yifei si pemeran Mulan

Jakarta (ANTARA) – Trailer pertama film live-action “Mulan” dirilis pada minggu (7/7). Para penggemar langsung dibuat terpesona oleh penampilan Liu Yifei, yang juga dikenal sebagai Crystal Liu, sang pemeran jagoan wanita Hua Mulan.

Meski wajahnya masih asing di Hollywood, namun aktris 31 tahun itu sudah sangat tenar di China.

Entertainment Weekly merangkum sejumlah fakta soal Liu sebagai berikut:

1. Liu kalahkan 1.000 aktris demi perankan Mulan

Liu mengalahkan hampir 1.000 aktris dari lima benua yang diaudisi untuk memerankan Mulan, menurut The Hollywood Reporter.

Salah satu kualifikasi yang harus dipenuhi sebagai pemeran Hua Mulan adalah wanita muda beretnis China yang punya kecakapan bela diri, bisa berbahasa Inggris dan kualitas seorang bintang.

Liu tentu saja memenuhi kriteria tersebut karena dia sudah main banyak film China dan mendapat pelatihan dari Akademi Film Beijing.

2. Pernah tinggal di Queens, New York

Dia pernah tinggal di Queens, New York pada usia 10 hingga 14 tahun, itu sebabnya dia lancar berbahasa Inggris.

Liu juga pernah main film dalam bahasa Inggris pada 2008 yakni “The Forbidden Kingdom” bersama Jackie Chan dan Jet Li, serta film “Outcast” pada 2014, dibintangi Nicolas Cage dan Hayden Christensen.

3. Dikenal sebagai “Fairy Sister”

Karena wajahnya yang imut, Liu dijuluki “Fairy Sister” alias si “Adik Peri”. Dia juga masuk dalam jajaran aktris muda paling sukses selevel dengan Zhang Ziyi (“Crouching Tiger, Hidden Dragon”) dan Fan Bingbing (“X-Men: Days of Future Past”).

4. Akrab dengan wuxia

Meskipun secara teknis tidak dilabeli sebagai wuxia, film Mulan memiliki banyak tanda-tanda genre film “wuxia” yang ditandai dengan adanya pahlawan seni bela diri di China kuno.

Banyak peran Liu yang paling populer adalah dari proyek-proyek wuxia, seperti serial TV “Demi-Gods and Semi-Devils” (2003) dan “The Return of the Condor Heroes” (2006) .

5. Liu menyanyikan soundtrack “Powerpuff Girls” versi Jepang

Selain akting, Liu juga adalah seorang model dan dilatih secara formal memainkan piano. Dia juga memiliki karir bernyanyi dan menandatangani kontrak dengan Sony Music Entertainment Jepang pada 2005.

Setahun kemudian, dia merilis album berbahasa China dan Jepang. Lagunya “Mayonaka no Doa” menjadi soundtrack penutup di 13 episode pertama “Powerpuff Girls Z”, sebuah serial anime Jepang yang didasarkan pada acara Amerika yang populer.

Meskipun dia belum merilis album apa pun sejak 2006, Liu telah menyanyikan lagu-lagu untuk banyak filmnya sendiri, termasuk “Once Upon a Time”.

6. Tinggal dengan 30 kucing

Liu dan ibunya bekerja untuk organisasi LSM yang memungut kucing-kucing liar dan memberikan mereka rumah baru. Pernah suatu ketika dia menampung lebih dari 30 kucing di apartemennya di Beijing.

Baca juga: Trailer “Mulan” dirilis, tampilkan keahlian Liu main pedang
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Autopsi Cameron Boyce selesai, penyebab pasti kematian belum diketahui

Jakarta (ANTARA) – Penyebab kematian mendadak bintang muda Disney Cameron Boyce (20) belum juga diketahui secara pasti setelah autopsi selesai dilakukan pada Senin.

“Autopsi dilakukan hari ini dan penyebab kematian ditangguhkan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut,” kata Departemen Pemeriksa Medis-Koroner Los Angeles dalam pernyataannya pada Senin, yang dikutip People.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Boyce ditemukan tidak responsif di rumahnya pada Sabtu siang dan dinyatakan meninggal dunia setelah pihak berwenang datang.

Sementara itu, ayah Boyce akhirnya berbicara tentang kematian tragis anaknya. Lewat unggahannya di Twitter Victor Boyce mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya menerima banyak cinta dan dukungan dari semua orang.

Doa-doa yang diterima keluarganya membantunya menghilangkan kepedihan dari mimpi buruk yang ia alami.

Sebelumnya, juru bicara keluarga mengatakan Cameron Boyce meninggal setelah mengalami kejang saat tidur akibat kondisi medis yang dialami.

Kematian Cameron Boyce, pemeran Carlos, anak Cruella de Vil di serial Disney “Descendant” membuat para pemain lainnya sangat terkejut.

“Para pemain memiliki ikatan yang kuat dan ini tidak terbayangkan,” kata seorang sumber kepada People.

Seri ketiga “Descendants akan tayang perdana pada 2 Agustus di Disney Channel dan DisneyNOW.

Baca juga: Bintang Disney Cameron Boyce meninggal dunia dalam usia 20 tahun

Baca juga: Cameron Boyce meninggal karena kejang saat tidur, apa penyebabnya?

Baca juga: Adam Sandler sedih atas kematian anaknya di “Grown Ups”, Cameron Boyce

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mikha Tambayong kangen masa susah saat kuliah

Jakarta (ANTARA) – Membintangi film “Mahasiswi Baru” membuat aktris Mikha Tambayong kangen dengan masa susah saat kuliah di fakultas hukum beberapa tahun lalu.

“Maksudnya kayak kebetulan dulu aku ambil jurusan hukum, kuliahnya agak berat jadi habis kelas kita kayak ngerjain tugas bareng, mungkin itu yang dikangenin karena stres, dan capeknya,” ujar Mikha Tambayong saat ditemui dalam acara peluncuran trailer dan poster film “Mahasiswi Baru” di Jakarta, Senin.

Wanita kelahiran 24 tahun silam itu mengatakan perbedaan dengan dunia syuting yang menurutnya jauh lebih santai dibandingkan saat berkuliah.

Saat kuliah, dia harus bekerja sendiri, bahkan dua kali lebih keras dan juga harus mengikuti perkembangan isu yang berkaitan dengan hukum.

“Mungkin aku sudah lumayan lama di entertainment ini, maksudnya kan santai, syuting juga santai. Waktu kuliah ya berbedalah, bener-bener harus kerja keras sendiri, terus belajar sendiri segala macam,” kata Mikha.

Di luar itu, Mikha Tambayong mengaku sangat senang bisa kembali merasakan dunia kuliah ketika bermain dalam film “Mahasiswi Baru” yang disutradarai oleh Monty Tiwa.

“Aku baru dua tahun lalu lulus jadi masih ingat banget lah rasa-rasa kuliah kayak gini cuma memang di film kita agak berbeda lah, kampusnya juga nggak sama, tapi aku ngerasain senang lagi sih, seru kuliah lagi,” imbuhnya.

Baca juga: “Mahasiswi Baru” ingatkan Morgan Oey pada masa kuliah

Baca juga: Widyawati belajar banyak dari pemain film muda

Baca juga: Film”Mahasiswi Baru” kolaborasikan akting aktor senior dan junior

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Widyawati belajar banyak dari pemain film muda

Jakarta (ANTARA) – Aktris senior Widyawati mengaku mendapat banyak pelajaran dari para pemain film muda ketika beradu peran dalam film “Mahasiswi Baru” yang disutradarai Monty Tiwa.

Widyawati yang berperan sebagai Lastri dalam film tersebut harus beradu akting dengan Morgan Oey hingga Mikha Tambayong yang usianya terpaut jauh. Meski, demikian dia sangat menikmati bekerja sama dengan aktor muda.

“Memang setiap film selalu membawa kenangan dan memberikan satu tambahan nilai buat saya ya. Karena ini dengan anak-anak muda di bawah umur saya bisa dibilang cucu. Enak banget kerja sama mereka,” ucap Widyawati saat ditemui dalam acara peluncuran trailer dan poster film “Mahasiswi Baru” di Jakarta, Senin.

Widyawati mengatakan bahwa film yang dibintanginya kali ini juga menjelaskan bahwa tidak ada kata tua dalam belajar. Pengalaman berharga itu yang dia dapat dalam proses syuting.

“Jadi, segala sesuatu tidak hanya di film, hidup itu kan harus mengisi. Di film juga seperti itu, dan saya dapatkan itu pada anak-anak,” kata dia.

Film “Mahasiswi Baru” mengisahkan soal Lastri (Widyawati), wanita yang semangat menimba ilmu di usianya yang sudah lanjut.

Saat menjadi mahasiswi baru, Lastri bertemu dengan Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa). Mereka kemudian membentuk geng yang sering membuat onar di kampus.

Kehidupan kuliah Lastri dipertaruhkan ketika ia mendapat IPK rendah. Apalagi, Chaerul (Slamet Rahardjo) selaku Dekan Fakultas merasa Lastri tak pantas melanjutkan kuliah karena keonarannya di kampus.

Film “Mahasiswi Baru” rencananya akan tayang di bioskop mulai tanggal 8 Agustus 2019.

Baca juga: Film”Mahasiswi Baru” kolaborasikan akting aktor senior dan junior

Baca juga: Perasaan Karina Suwandi dan Ence Bagus bisa main film bareng Widyawati

Baca juga: Widyawati kembali “ngampus” di film “Mahasiswi Baru”

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film”Mahasiswi Baru” kolaborasikan akting aktor senior dan junior

Jakarta (ANTARA) – Film “Mahasiswi Baru” garapan sutradara Monty Tiwa menghadirkan kolaborasi akting antara aktor senior dan junior dalam satu adegan.

Nama-nama yang sudah tidak asing dalam dunia perfilman, seperti Widyawati dan Slamet Rahardjo, berkolaborasi dengan para pemain muda Morgan Oey, Mikha Tambayong, hingga Umay Shahab.

“Film ini benar-benar menantang banget, kita punya aktor sekaliber om Slamet dan mama Wid (Widyawati), yang junior juga. Ini challange bagaimana kita bisa menambal gap itu,” kata Monty Tiwa dalam acara peluncuran trailer dan poster “Mahasiswi Baru” di Jakarta, Senin.

Meski ada perbedaan umur yang terpaut cukup jauh di antara pemain, namun Monty Tiwa mengatakan selama proses syuting berjalan lancar.

Bahkan, para pemain muda memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar lebih jauh mengenai akting dari para legenda perfilman Indonesia.

“Ini saya baru lihat belum pernah ada syuting di mana proses transfer ilmu seriuh ini. Anak-anak ini dari cuma lihat, sampe belajar langsung juga sama om Slamet dan mama Wid,” ujar Monty Tiwa.

Film “Mahasiswi Baru” diproduksi oleh MNC Pictures dan mengusung genre drama komedi. Film ini mengisahkan soal Lastri (Widyawati), wanita yang semangat menimba ilmu di usianya yang sudah lanjut.

Saat menjadi mahasiswi baru, Lastri bertemu dengan Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa). Mereka kemudian membentuk geng yang sering membuat onar di kampus.

Kehidupan kuliah Lastri dipertaruhkan ketika ia mendapat IPK rendah. Apalagi, Chaerul (Slamet Rahardjo) selaku Dekan Fakultas merasa Lastri tak pantas melanjutkan kuliah karena keonarannya di kampus.

Film “Mahasiswi Baru” rencananya akan tayang di bioskop mulai tanggal 8 Agustus 2019.

Baca juga: Perasaan Karina Suwandi dan Ence Bagus bisa main film bareng Widyawati

Baca juga: Widyawati kembali “ngampus” di film “Mahasiswi Baru”

Baca juga: Lama vakum, Widyawati menyanyi lagi untuk film “Ambu”

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trailer “Mulan” dirilis, tampilkan keahlian Liu main pedang

Jakarta (ANTARA) – Trailer film adaptasi animasi Disney “Mulan” akhirnya rilis untuk pertama kalinya di paruh waktu Piala Dunia Wanita FIFA, dilansir Variety, Senin.

Film yang dibintangi aktris China-Amerika Liu Yifei sebagai Mulan, menunjukkan kelihaiannya berduel menggunakan pedang saat dia dia hendak pergi ke medan laga.

Selain itu, trailer pertama itu juga menampilkan adegan perjodohan yang mirip di film animasinya.

Kuda Mulan yang bernama Khan juga muncul dalam trailer pada awal video. Selain itu, video juga menampilkan tiga percakapan klasik antara Mulan dan kedua orangtuanya.

“Mak comblang sudah menemukan jodoh untukmu,” kata ibu Mulan.

“Ya, aku akan membawa kehormatan bagi kita semua,” jawab Mulan dilatarbelakangi lagu ikonik Disney.

Yang jelas absen dari trailer adalah duet binatang dinamis yakni karakter naga Eddie Murphy, Mushu dan jangkrik Culan-Kee.

Bintang-bintang lain dalam film ini termasuk Jet Li akan memerankan kaisar Tiongkok, Gong Li memerankan sosok penyihir yang kuat dan Donnie Yen akan memerankan mentor Mulan, Komandan Tung.

Film baru ini adalah remake live-action dari film animasi klasik tahun 1998 tentang seorang pejuang China wanita.

Baca juga: Disney bagikan gambar pertama dari “Mulan” live-actions

Baca juga: Disney ungkap peran Liu Yifei dalam live-action Mulan

Baca juga: Jet Li dan Gong Li akan tampil di live action Mulan

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bintang Disney Cameron Boyce meninggal dunia dalam usia 20 tahun

Jakarta (ANTARA) – Cameron Boyce, yang tampil di serial televisi Disney Channel “Jessie” dan “Descendants”, meninggal dunia dalam usia yang baru 20 tahun.

“Berat rasanya melaporkan pagi ini kami kehilangan Cameron,” kata juru bicara keluarga Boyce pada ABC News seperti dilansir Pagesix dikutip Senin.

Boyce disebut meninggal dunia saat tidur karena kejang yang merupakan akibat dari kondisi medis yang sedang berlangsung dimana dia dirawat.

“Dunia sekarang tidak diragukan lagi kehilangan salah satu dari cahaya terangnya, tetapi jiwanya akan hidup melalui kebaikan dan kasih sayang semua orang yang mengenal dan mencintainya,” kata perwakilan keluarga. “Kami benar-benar patah hati dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini karena kami berduka atas kehilangan putra dan saudara lelaki kami yang berharga.”

Boyce, yang juga membintangi film “Grown Ups” bersama Adam Sandler, telah muncul di acara-acara Disney Channel lainnya, termasuk “Liv and Maddie” dan “Good Luck Charlie.”

“Sejak kecil, Cameron Boyce bermimpi berbagi bakat artistiknya yang luar biasa dengan dunia. Sebagai seorang pemuda, ia didorong oleh keinginan kuat untuk membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat melalui pekerjaan kemanusiaannya,” kata juru bicara Disney Channel kepada Page Six dalam sebuah pernyataan.

“Dia adalah pemain yang sangat berbakat, orang yang sangat peduli dan penuh perhatian dan, di atas segalanya, dia adalah putra, saudara lelaki, cucu, dan teman yang penuh kasih dan berdedikasi. Kami menawarkan belasungkawa terdalam kami kepada keluarganya, kawan-kawan dan rekan-rekannya dan bergabung dengan jutaan penggemarnya dalam berduka atas kepergiannya yang terlalu cepat. Dia akan sangat dirindukan.”

Menyusul berita kematian Boyce, ucapan duka cita mengalir di halaman Instagram aktor tersebut.

“Aku cinta kamu. Selamanya dalam hati saya,” tulis Skai Jackson, lawan main Boyce di “Jessie”.

“Peter Pan, Bocah yang abadi! Love you Cam,” tulis sutradara “Descendants” Kenny Ortega berbagi.

“Cameron Boyce. Selama dekade terakhir saya telah bertemu banyak aktor, tetapi kau selalu menonjol,” unggah Gregg Sulkin. “Ya, kau berbakat. Tetapi yang paling penting, kau orang baik. Kau rendah hati. Kau memiliki percikan khusus. Semoga percikan itu bersinar terang di surga. RIP Cameron. Semua doa & cintaku bersamamu & keluargamu saat ini. “

Baca juga: Disney pilih Halle Bailey jadi Ariel di live action “Little Mermaid”

Baca juga: Jelang rilis “The Lion King”, Disney tayangkan adegan “Hakuna Matata”

Baca juga: Disney akan rilis adegan tambahan “Avengers: Endgame”

Baca juga: “Toy Story 4” diprediksi kantongi 135 juta dolar

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Adam Sandler sedih atas kematian anaknya di “Grown Ups”, Cameron Boyce

Jakarta (ANTARA) – Adam Sandler (52) mengunggah konten yang menyentuh untuk bintang Disney Channel, Cameron Boyce, yang meninggal dunia pada usia 20 tahun pada Minggu (7/7).

“Terlalu muda. Terlalu manis. Terlalu lucu,” tulis Sandler di Twitter yang juga diunggahnya di Instagram.

“Hanya seorang bocah yang paling baik, paling bertalenta dan paling sopan. Aku menyukai bocah itu. Sangat peduli dengan keluarganya. Sangat peduli dengan dunia.”

Sandler, yang berperan sebagai ayahnya Boyce di film “Grown Ups” juga mengucapkan terima kasih atas “segala yang kau beri pada kami.”

“…hati kami patah. Memikirkan keluargamu yang luar biasa dan mengirim rasa duka cita kami yang mendalam,” kata Sandler.

Cameron Boyce meninggal di usia ke-20 akibat kejang dan dia meninggal saat tidur karena kondisi medis yang sedang diterimanya.

Selain Sandler, pemeran MJ di “Spiderman Far from Home” Zendaya juga menuliskan kesedihannya di laman Instagram.

“Sangat sedih, hatiku bersama keluarga dan teman-temannya,” Pagesix dikutip Senin.

Baca juga: Bintang Disney Cameron Boyce meninggal dunia dalam usia 20 tahun

Baca juga: “Hotel Transylvania 2” pecahkan rekor September

Baca juga: Adam Sandler aktor berbayaran termahal tahun ini

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”

Jakarta (ANTARA) – “Spider-Man: Far From Home” yang dirilis pekan lalu, sudah memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh “Avengers: Endgame”.

Dibintangi Tom Holland sebagai Peter Parker atau Spider-Man dan Zendaya sebagai MJ, blockbuster superhero tersebut telah mengalahkan pendahulunya Marvel di pertengahan pekan.

Saat dirilis pada bulan April, “Endgame” mendominasi box office Amerika Utara dengan mengumpulkan 25,3 juta dolar AS pada Rabu pertama di bioskop, kemudian menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa.

Namun, “Far from Home” telah melampaui angka itu pada hari Rabu (3/7) dengan meraup 27 juta dolar di Amerika Utara. Angka tersebut merupakan perolehan pertengahan minggu tertinggi dari semua film Marvel Cinematic Universe hingga saat ini.

Menurut laporan NME, Minggu, sejauh ini “Far From Home” telah menghasilkan 310 juta dolar di seluruh dunia.

Baca juga: “Spider-Man: Into the Spider-Verse” menangkan animasi terbaik Oscar 2019

“Far from Home” diperkirakan akan melanjutkan kinerjanya yang mengesankan hingga akhir pekan ini, apalagi film itu juga baru dirilis di beberapa pasar internasional lainnya.

Sementara itu, “Venom” kemungkinan akan dihadirkan dalam film “Spider-Man” lainnya di masa depan, menurut pimpinan Marvel Studios, Kevin Feige.

Sedang Amy Pascal selaku produser “Far From Home” mulai mempertimbangkan ide itu.

“Anda tidak pernah tahu suatu hari nanti, itu mungkin terjadi. Saya dapat mengatakan bahwa kami memiliki kemitraan yang fantastis dan Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami memiliki banyak cerita untuk diceritakan tentang Spider-Man, dalam setiap aspek. Kami memiliki rencana besar bagi Tom Holland untuk menjadi bagian dari segalanya,” jelas Amy.

Baca juga: Jangan beranjak, ada 2 post-credit scene “Spider-Man: Far From Home”

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home”, aksi dan kisah baru usai “Endgame”

Baca juga: Jelang penayangan, area permainan bertema Spider-Man hadir di Jakarta

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Stranger Things” dikeluhkan, Netflix janji kurangi adegan merokok

Jakarta (ANTARA) – Netflix mendapat keluhan karena menampilkan banyak adegan merokok dalam program original yang mereka tayangkan.

Kelompok anti rokok Truth Initiative mengkritik dalam sebuah laporan bahwa Netflix memperlihatkan rokok jauh lebih sering dari siaran televisi kabel lain, dan “Stranger Things” yang ditujukan untuk penonton remaja salah satunya.

Dilansir Fox News, Netflix merespons kritik tersebut dengan berjanji takkan memasukan adegan merokok di acara dan film dengan rating PG-13 atau di bawahnya kecuali “untuk alasan akurasi fakta dan sejarah”.

Netflix juga setuju untuk membatasi rokok dalam tayangan untuk dewasa kecuali betul-betul penting untuk visi sang seniman atau penting untuk si karakter secara sejarah atau budaya.

“Netflix sangat mendukung ekspresi seni,” ujar juru bicara perusahaan pada Variety.

“Kami menyadari merokok itu tidak sehat dan memperlihatkannya secara positif di layar bisa mempengaruhi anak muda.”

Selain itu, Netflix juga berjanji akan menyematkan informasi bila ada adegan merokok pada ratingnya tahun ini.

Berdasarkan studi Truth Initiative, “Stranger Things” musim kedua yang hampir semua pemainnya remaja menayangkan adegan merokok 44 persen lebih banyak ketimbang musim pertama.

Studi ini juga menyinggung acara populer lainnya seperti “The Marvelous Mrs. Maisel” di Amazon Prime dan “Modern Family” di ABC. “Konten telah menjadi iklan tembakau baru,” kata presiden Truth Initiative, Robin Koval.

Baca juga: China Larang Adegan Merokok Dalam Film dan TV

Baca juga: Nia Dinata Minta Aturan Sponsor Rokok Diperjelas

Kerugian Akibat Rokok Rp 500 Triliun Pertahun

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aero, pahlawan super Asia dari Marvel

Jakarta (ANTARA) – Dunia Marvel kedatangan pahlawan super baru asal Asia bernama Aero. Pahlawan yang melindungi kotanya dari monster-monster jahat ini punya nama asli Lei Ling.

Dilansir dari Marvel, Lei Ling ditemani juga oleh pahlawan lain Wave dan Sword Master yang muncul di komik baru “Aero” edisi pertama.

Dalam kehidupan sehari-hari, Lei Ling merupakan arsitek berbakat yang merancang gedung pencakar langit di Shanghai. Dia berusaha mewujudkan mimpi meneruskan karirnya yang sukses dan memiliki keluarga di kota yang dicintainya.

Di sisi lain yang tidak diketahui banyak orang, Lei Ling adalah pahlawan super dengan kekuatan mengendalikan udara dan angin, sehingga dia bisa terbang.

Lei Ling sebenarnya ingin memperlihatkan sosok Aero pada dunia, namun ia ragu karena enggan mengalami masalah-masalah yang sering dihadapi pahlawan super di hadapan publik.

Tapi Lei Ling berkomitmen untuk melindungi kota dan dunia dari segala ancaman, entah orang-orang mengetahui keberadaannya atau tidak.

Dalam komik edisi pertama, Lei Ling terlihat berlari di jalan. Sebagian bangunan yang ia rancang, salah satunya adalah apartemen yang diharap bisa jadi rumah nyaman untuk keluarga, telah berubah jadi monster menyeramkan.

Lei Ling harus menghadapi monster kuat seukuran pencakar langit.

Tapi Lei Ling berada di atas angin karena sebagai arsitek dia tahu apa kelemahan dari monster itu.

Apakah Lei Ling berhasil menghadapinya?

Komik Aero edisi pertama dijual di AS pada 3 Juli. Marvel juga mengungkapkan rencana menerbitkan pahlawan super dari China lain, Sword Master, di Amerika Serikat pada akhir Juli.

Baca juga: Angelina Jolie putuskan main “The Eternals” karena pengaruh anak

Baca juga: Disney akan buat serial tokoh Marvel Hawkeye
 

Masih ada peluang medali emas di paralayang

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita Sheila Dara Aisha terpilih dalam film adaptasi “Eggnoid”

Jakarta (ANTARA) – Tak sekadar jadi pembaca, Sheila mendapat kesempatan lebih besar untuk terjun lebih dalam ke dunia “Eggnoid” dengan membintangi karakter Ran alias Kirana dalam versi layar lebar.

Dia akan beradu akting dengan Morgan Oey (Eggy) dan Kevin Julio (Aji) dalam film adaptasi komik digital “Eggnoid”, karya Archie The RedCat, yang sudah dinikmati empat juta pembaca, Sheila salah satunya.

“Morgan nama yang sudah terlintas dari awal, kalau Sheila agak lama sampai akhirnya ketemu,” kata produser Nurita dalam Anandia konferensi pers “Eggnoid”, Jakarta, Jumat.

Sang produser memutuskan untuk memberikan peran Ran pada Sheila setelah melihat kualitas aktingnya di film-film sebelumnya.

Aktris 26 tahun itu merasa bangga bisa dipercaya untuk menghidupkan karakter gadis yang kehidupannya diwarnai dengan interaksi bersama pria yang muncul dari telur misterius. Dia juga sudah familier dengan karya Archie The RedCat itu sebelum diajak bergabung dalam proyek film ini.

“Aku baca juga webtoon-nya dari awal,” ujar Sheila.

Film “Eggnoid” akan mulai diproduksi bulan ini.

“Eggnoid” karya Archie The RedCat berasal dari kata “Egg” dan “Humanoid”. Komik ini mengisahkan gadis bernama Kirana yang menemukan Eggy, pria tampan yang keluar dari telur misterius. Keduanya melewati hari-hari sebagai remaja di tengah asal usul Eggy yang penuh rahasia.

Cerita yang diangkat dalam film mengambil latar belakang dua tahun sejak Eggy bertemu dengan Ran di mana para tokoh fiksi ini sudah meninggalkan bangku SMA.

Komik yang terbit sejak 2015 kini sudah mencapai musim ketiga. “Eggnoid” sudah dinikmati empat juta pembaca di Indonesia dan diterbitkan di Line Webtoon global, termasuk China, Thailand, Taiwan dan Inggris.

Aktris lulusan Universitas Indonesia ini pernah mengeluarkan album “Nikki VS Sheila” dan sudah membintangi sederet film televisi, sinetron, serta film layar lebar seperti “Marmut Merah Jambu” dan “Sabtu Bersama Bapak”.

Baca juga: Morgan Oey jadi pria yang keluar dari telur di “Eggnoid”

Baca juga: Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama

Baca juga: “Mahasiswa Baru” ingatkan Morgan Oey pada masa kuliah

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Morgan Oey jadi pria yang keluar dari telur di “Eggnoid”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Morgan Oey terpilih untuk memerankan Eggy, tokoh utama di film “Eggnoid” yang diadaptasi dari komik digital berjudul sama.

Sebagai penikmat buku dan komik, aktor 29 tahun itu senang bisa menghidupkan karakter fiksi yang dicintai banyak orang ke dalam versi live action.

“Saya berusaha menjadikan (ekspektasi pembaca ‘Eggnoid’) sebagai hal positif. Saya percaya apa pun yang positif hasilnya juga positif,” kata Morgan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Komik “Eggnoid” karya Archie The RedCat yang berasal dari kata “Egg” dan “Humanoid”, mengisahkan tentang gadis bernama Kirana yang menemukan Eggy, pria tampan yang keluar dari telur misterius. Keduanya melewati hari-hari sebagai remaja di tengah asal usul Eggy yang penuh rahasia.

Begitu mendapatkan peran sebagai Eggy, Morgan langsung membaca komik yang terbit sejak 2015 itu dan kini sudah mencapai musim ketiga.

Dari semua karakter menarik di komik itu, Morgan tanpa ragu menyebut Eggy sebagai tokoh favoritnya. Sedikit banyak, dia mengaku punya kesamaan dengan tokoh Eggy yang polos.

“Kalau ada sarkasme, kadang saya menanggapinya serius,” seloroh pemilik nama lengkap Handi Morgan Winata itu.

Kedekatannya dengan karakter Eggy jadi faktor penting dalam keterlibatannya dengan film “Eggnoid”. Morgan belum yakin akan mengambil sebuah proyek bila dia tidak betul-betul menyukai karakter atau cerita yang disuguhkan.

“Saya takut akan mengkhianati karakter yang diperankan, bisa jadi kurang nyaman, enggak in to karakter atau bingung pas memerankan,” ujarnya

Film yang produksinya akan dimulai pada awal Juli itu juga dibintangi oleh Sheila Dara Aisha sebagai Ran. Kevin Julio juga bergabung dalam deretan pemeran, sebagai Aji, karakter baru yang dibuat untuk versi adaptasi layar lebar.

Bangku sutradara diduduki oleh Naya Anindita (“Berangkat!”, “Sundul Gan: The Story of Kaskus”) dan skenarionya digodok oleh Yemima Krisantina serta Indriani Agustina.

Baca juga: Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Mahasiswa Baru” ingatkan Morgan Oey pada masa kuliah

Jakarta (ANTARA) – Morgan Oey  teringat masa kuliah saat membintangi film “Mahasiswa Baru”, yang menurutnya ada beberapa hal yang tidak bisa dilupakan, salah satunya adalah memahami arti tanggung jawab ketika di bangku perguruan tinggi.

“Menurut gue, masa kuliah itu adalah masa mempersiapkan untuk menuju fase dewasa dalam hidup. Belajar jadi lebih mandiri dan bertanggung jawab,” ujar pemilik nama lengkap Handi Morgan Winata itu melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

Meski saat ini ilmu yang diperoleh di kampus tidak bisa diaplikasikan dalam profesinya sebagai artis, Morgan menilai bahwa pendidikan tinggi sangatlah penting, salah satunya adalah untuk mencari relasi.

“Bagi gue, kuliah itu penting banget. Karena biasanya jadi penentu pekerjaan kita ke depan. Walaupun banyak juga orang yang kerja tapi enggak sesuai dengan jurusan yang diambil. Satu lagi, menurut gue bagus juga untuk mencari relasi,” terang mantan personel Smash itu.

Dalam film “Mahasiswa Baru”, Morgan berperan sebagai Danny, seorang mahasiswa ganteng yang tergabung dalam sebuah geng.

Film garapan sutradara Monty Tiwa itu, menyajikan cerita yang cukup ringan tentang suasana kehidupan kampus dan dibalit dengan komedi. “Mahasiswa Baru” juga akan menghadirkan Widyawati, Mikha Tambayong dan Umay Shahab.

Baca juga: Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama

Baca juga: “Siap terlihat jelek”, Morgan Oey dapat peran di film Upi

Baca juga: Film “Belok Kanan Barcelona” syuting di empat benua

Gubernur Sumbar Lepas Mahasiswa Baru ke Mesir

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama

Jakarta (ANTARA) – Komik “Eggnoid” karya Archie The RedCat yang terbit di platform digital Line Webtoon akan diadaptasi menjadi film layar lebar oleh rumah produksi Visinema Pictures.

Aktor Morgan Eoy dipilih berperan sebagai Eggy, sementara karakter Kirana atau Ran dimainkan oleh Sheila Dara Aisha. Kevin Julio juga bergabung dalam deretan pemeran sebagai Aji, karakter baru yang dibuat untuk versi adaptasi layar lebar.

“Cerita ini unik, ada unsur fiksi ilmiahnya. Ceritanya mengenai dua orang, Ran dan Eggy, yang bertemu dan tumbuh bersama,” kata produser Nurita Anandia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Dalam komik, “Eggnoid” yang berasal dari kata “Egg” dan “Humanoid” mengisahkan gadis bernama Kirana yang menemukan Eggy, pria tampan yang keluar dari telur misterius.

Eggnoid bertugas menjaga dan menjadi sahabat saat ada manusia yang merasa kesepian.

Baca juga: Archie The RedCat bangga profesi komikus mulai dilirik

Film kedua Visinema Pictures adaptasi Webtoon setelah “Terlalu Tampan” yang disutradarai oleh Naya Anindita akan mulai diproduksi bulan ini. Naya yang menyukai cerita fiksi ilmiah tak pikir panjang ketika ditawari menyutradarai film ini.

“Film pendek pertama saya juga science fiction, ketika saya baca komik ‘Eggnoid’, saya juga suka ceritanya,” tutur sutradara “Sundul Gan: The Story of Kaskus” dan “Berangkat!”.

Alih wahana dari komik menjadi skenario film bukan hal yang mudah. Penulis skenario Yemima Krisantina dan Indriani Agustina dituntut untuk membuat cerita yang mengalir untuk dinikmati dalam tontonan berdurasi terbatas.

“Kalau komik bisa dibaca kapan pun, sementara film dibatasi waktu,” tutur Indriani.

“Eggnoid” adalah salah satu komik di Webtoon yang populer di kalangan pembaca Indonesia. Btari Rahma, editor Line Webtoon, mengungkapkan komik tersebut dinikmati empat juta pembaca di Indonesia.

“Animonya besar sampai ini diterbitkan di Line Webtoon global, di Thailand, Taiwan dan terbit dalam versi Inggris,” ujar Btari.

Plot misterius yang menggerakkan cerita antara Ran dan Eggy itu bahkan membuat para pembaca berdiskusi untuk mengulik teori di balik rahasia Eggy.

Baca juga: “Mantan Manten”, film terbaru Atiqah Hasiholan dan Arifin Putra

Baca juga: Keluarga “Terlalu Tampan” yang kocak dan bikin heboh
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019