Beyonce jadi produser album “The Lion King”

Jakarta (ANTARA) – Beyonce yang mengisi suara Nala dalam film “The Lion King” menjadi produser dan kurator album “The Lion King: The Gift”, yang akan dirilis 19 Juli.

Selain menjadi produser, istri dari Jay-Z itu juga menyumbangkan lagu “Spirit” yang mulai diluncurkan pada 10 Juli, demikian dilansir NME, Rabu.

Album “Lion King” akan menampilkan artis-artis dunia dan diklaim “menggunakan suara-suara dari Afrika”.

“The Lion King: The Gift” diluncurkan berbarengan dengan tanggal penayangan “The Lion King”. Album itu disebut sebagai ode musikal untuk kisah klasik “The Lion King”.

Beyonce juga menggambarkan album tersebut sebagai sebuah pengalaman baru dalam bercerita.

“Saya ingin melakukan lebih dari mengumpulkan koleksi lagu yang terinspirasi dari film. Ini adalah campuran dari berbagai genre dan kolaborasi yang bukan hanya satu suara. Album ini dipengaruhi oleh semua jenis musik mulai dari R&B, pop, hip hop dan afrobeat,” ujar Beyonce. Baca juga: Disney ungkap peran Beyonce di “Lion King” lewat video teaser terbaru

Baca juga: Jelang rilis “The Lion King”, Disney tayangkan adegan “Hakuna Matata”
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Crawl” tayang serentak hari ini

Jakarta (ANTARA) – Film bertema bencana “Crawl” yang bercerita tentang upaya penyelamatan di tengah banjir dan badai topan, mulai tayang serentak di bioskop pada Rabu.

Dua tokoh utama dalam “Crawl” adalah Haley (Kaya Scodelario), seorang atlet renang, dan ayahnya Dave (Barry Pepper). Disutradarai Alexandre Aja, film berdurasi 87 menit itu, menyuguhkan ketegangan bagi penontonnya.

​​​​​​​Haley mengabaikan perintah evakuasi demi menyelamatkan ayahnya Dave ketika badai besar menghantam kota kelahirannya di Florida.

Akibatnya, mereka berdua terperangkap di tengah-tengah banjir yang menenggelamkan kota. Saat berusaha bertahan, keduanya mengetahui bahwa naiknya permukaan air bukanlah satu-satunya ancaman yang perlu ditakuti.

Mereka juga harus berhadapan dengan aligator yang siap memangsa.

“Crawl” diproduseri oleh Craig J. Flores, Sam Raimi, dan Alexandre Aja.

Baca juga: Joe Taslim akan perankan Sub-Zero dalam film “Mortal Kombat”

Baca juga: Samuel L. Jackson dan Chris Rock akan main di film “Saw”
 

Pewarta: Galih Pradipta
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cameron Boyce meninggal karena epilepsi

Jakarta (ANTARA) – Keluarga bintang Disney Cameron Boyce mengonfirmasi pada People, Selasa malam bahwa sang aktor meninggal karena penyakit epilepsi.

“Kematian tragis disebabkan oleh kejang yang diakibatkan oleh kondisi kesehatan yakni epilepsi,” kata pihak keluarga dalam sebuah pernyataan kepada People yang dilansir Rabu.

“Kami masih mencoba melalui waktu yang sangat memilukan ini dan masih memohon privasi sehingga keluarga dan semua orang yang mengenal dan mencintai dia bisa berduka atas kehilangan dan mengatur pemakamannya-yang merupakan momen menyedihkan,” kata keluarga.

Baca juga: Cameron Boyce meninggal karena kejang saat tidur, apa penyebabnya?

Sebelumnya penyebab kematian Boyce belum bisa ditentukan padahal sudah diautopsi pada Senin.

“Autopsi sudah dilakukan hari ini dan penyebab kematian masih ditunda sampai ada investigasi selanjutnya,” kata Departemen Pemeriksa Medis dan Koroner, Los Angeles dalam keterangan resminya.

Boyce “ditemukan tidak responsif di rumahnya” pada Sabtu sore dan dinyatakan tewas di tempat kejadian setelah pihak berwenang dipanggil, kata petugas koroner.

Keluarga mengungkapkan kesedihan mereka dalam pernyataan sebelumnya, dengan mengatakan, “Dunia sekarang tidak diragukan lagi kehilangan salah satu dari cahaya terangnya, tetapi jiwanya akan tetap hidup melalui kebaikan dan kasih sayang semua orang yang mengenal dan mencintainya.”

Aktor kelahiran Los Angeles tersebut terkenal karena perannya sebagai putra Cruella de Vil di serial televisi “Descendants”, dan sebagai Luke Ross di “Jessie”, yang tayang selama empat musim di Disney Channel.

Baca juga: Autopsi Cameron Boyce selesai, penyebab pasti kematian belum diketahui

Baca juga: Adam Sandler sedih atas kematian anaknya di “Grown Ups”, Cameron Boyce
 

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Dua Garis Biru”, drama remaja tentang cinta dan tanggung jawab

Jakarta (ANTARA) – Film “Dua Garis Biru” menceritakan tentang Dara (Zara Adhisty) dan Bima (Angga Yunanda) yang tengah menjalin kasih di usia remaja, 17 tahun, dan sama-sama menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Dara digambarkan sebagai siswi yang memiliki nilai akademis sangat baik di sekolah, dan berasal dari keluarga terpelajar. Sebaliknya, Angga bukanlah murid spesial seperti kekasihnya itu.

Perbedaan tersebut tidak menghalangi mereka untuk memadu kasih. Mereka bisa menjadi diri sendiri, nyaman dengan satu sama lain. Hingga akhirnya pada suatu titik, muncul keberanian baru di antara mereka.

Keduanya melanggar batas tanpa tahu konsekuensinya.

Dara dan Bima, yang merasa sudah siap menjadi dewasa, harus berusaha menjalani tanggung jawab atas pilihan mereka dan menghadapi segala konsekuensinya.

Keluarga yang amat mencintai mereka lalu tahu dan memaksa masuk dalam pilihan mereka.

Balutan emosi berhasil dikemas oleh Gina S. Noer dalam film pertama yang ia sutradarai ini. Tak hanya konflik, terdapat dialog-dialog dan guyonan ringan ala anak SMA yang mengocok perut dan menambah nilai hiburan dari film ini.
  Poster “Dua Garis Biru” (dok. Starvision)

Alur cerita yang disampaikan Gina, digabung dengan teknik-teknik pengambilan gambar yang variatif membuat film ini tak hanya runtut dalam story telling, tapi juga menyuguhkan dinamika emosi tersendiri untuk penonton.

Didukung dengan penampilan aktor dan aktris nasional seperti Lulu Tobing (Rika), Cut Mini (Yuni), Dwi Sasono (David), hingga Arswendy Bening Swara (Rudy), semakin memberikan warna drama dalam jalannya cerita.

“Dua Garis Biru” bukanlah film yang menceritakan indahnya kisah cinta remaja, namun juga memberikan gambaran mengenai batasan tentang sebuah hubungan, yang bukan hanya harus diketahui anak, tapi juga membutuhkan peran orang tua untuk membimbing anak-anaknya.

Film yang naskahnya membutuhkan pengerjaan selama sembilan tahun ini dapat menjadi pilihan film yang tepat untuk ditonton bersama keluarga dan menjadi sebuah wadah diskusi baru bagi anak dan orang tua.

Kisah Dara dan Bima dapat disaksikan di layar lebar seluruh Indonesia mulai 11 Juli mendatang.

Baca juga: Sempat dikecam, ini tanggapan sutradara “Dua Garis Biru”

Baca juga: Zara JKT48 sempat minder berakting di “Dua Garis Biru”

Baca juga: Absen 7 tahun, Lulu Tobing gugup saat kembali berakting

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Friends” tinggalkan Netflix tahun depan

Jakarta (ANTARA) – Serial komedi situasi “Friends” asal Amerika Serikat akan pindah rumah dari Netflix ke layanan streaming HBO Max pada 2020, demikian pernyataan WarnerMedia, Selasa waktu setempat.

Dilansir Reuters, layanan media streaming baru itu akan menampilkan puluhan tayangan orisinal televisi dan film yang dibintangi aktor-aktor populer seperti Reese Witherspoon dan Anna Kendrick, serta acara dari saluran HBO, TBS, dan tayangan klasik dari film dan serial televisi Warner Bros.

HBO Max akan diluncurkan pada Maret 2020 dengan total 10.000 jam program, kata WarnerMedia dalam siaran pers.

Layanan itu akan jadi pesaing Netflix serta layanan streaming Disney+ serta layanan lain seiring upaya perusahaan media menggaet penonton melalui jaringan Internet.

Baca juga: Sitkom “Friends” siap dijadikan parodi musikal Broadway

“Friends” yang tayang pada 1990-an adalah acara kedua paling banyak ditonton dalam Netflix Amerika Serikat jika dihitung berdasarkan menit tontonan, berdasarkan data Nielsen 2018.

Serial Netflix yang paling sering ditonton yaitu komedi “The Office” juga akan pindah dari Netflix ke layanan digital milik NBCUniversal pada 2021.

Netflix, dalam komentar di Twitter, mengatakan mereka “sedih untuk melepaskan ‘Friends'” pada awal 2020. “Terima kasih untuk semua kenangannya, geng,” tulis perusahaan itu.

Baca juga: Lisa Kudrow ogah nonton ulang “Friends”, ini alasannya

Baca juga: “The Office” tinggalkan Netflix pada 2021

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar film Indonesia tumbuh, Bekraf buat insentif untuk lokasi syuting

Jakarta (ANTARA) – Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Joseph Pesik membuat insentif untuk layanan lokasi syuting bagi para pengusaha film seiring dengan tumbuhnya pasar film di Indonesia.

“Kita masih sedang mengejar sekarang hadirnya insentif-insentif untuk location service, ini yang sekarang oleh Bekraf sedang digagas dengan pembentukan beberapa komisi film daerah,” ujar Ricky usai temu media AKATARA 2019 di Jakarta, Selasa.

Menurut Ricky, Indonesia mengalami kemajuan eksponensial dalam pasar film sejak relaksasi pencabutan film dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Indonesia menjadi lebih maju pada sektor produksi, yang terlihat dari jumlah produksi film lokal yang semakin banyak.

Kemajuan tersebut bahkan disebut Ricky membuat Indonesia menjadi salah satu negara Asia yang memiliki pertumbuhan sangat eksponensial yang membuat baik pengusaha nasional maupun pengusaha multinasional tertarik pada film Indonesia.

Di berbagai kesempatan ajang film internasional, Ricky mengatakan banyak pembuat film bertanya soal paket insentif yang bisa ditawarkan pemerintah, yakni berupa lokasi syuting.

“Ini adalah sebuah model bisnis yang berlaku sekarang di dunia perfilman, semua negara semua kota di dunia itu menawarkan paket-paket insentif,” kata Ricky.

“Untuk itu, Bekraf bekerjasama dengan beberapa kabupaten, maupun kota untuk mulai mendirikan yang disebut komisi film daerah, dan memformulasi insentif apa yang bisa diberikan daerah tersebut apabila perusahaan-perusahaan asing ingin syuting di daerah mereka,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Ricky mengungkapkan sejauh ini telah ada pembuat film yang berminat untuk melakukan syuting di Tanah Air.

“Ada tapi masih rahasia. Ada satu sutradara besar yang sedang menjajaki syuting di Indonesia,” ujar Ricky, sambil tertawa.

Tidak hanya memfasilitasi pembuat film dari luar negeri untuk memproduksi film mereka di Indonesia, Ricky menambahkan, Bekraf juga secara rutin memfasilitasi film nasional untuk mempromosikan diri di ajang festival film internasional, misalnya Cannes dan Busan.

Lebih dekat dengan bintang film Roh Fasik

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akatara 2019 bakal fasilitasi 61 proyek film Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Badan Perfilman Indonesia (BPI) melalui forum pembiayaan film Indonesia yang disebut Akatara, akan memfasilitasi 61 proyek film guna dipertemukan kepada investor dalam pitching session, yang akan digelar pada 19-22 September 2019.

“Nanti kita akan pilih 61 project, kita fasilitasi, tiap project kita fasilitasi dua orang untuk acara pitching session-nya,” ujar Ketua Bidang Fasilitas Pembiayaan Film BPI Agung Sentausa di Jakarta, Selasa.

Agung mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan penerimaan proposal di dua tahun penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini akan ada 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang, lebih banyak dari tahun lalu sejumlah 55 dari 100 orang.

Menurutnya, pengelolaan bisnis di bidang perfilman di Indonesia masih dalam tahap pembelajaran, dimana seluruh stakeholder yang meliputi penulis naskah hingga investor film masih meraba cara mereka untuk berkolaborasi.

“Yang penting semua stakeholder dari penulis, researcher, pembuat film, produser film, pengusaha film, pengusaha biskop bahkan kuliner dan musik semua ketemu dulu, tukeran kartu nama karena acara ini berlangsung empat hari,” ujar Agung.

Ia mengharapkan adanya pertemuan lanjutan, maupun dana-dana hibah dari lembaga pemerintahan atau swasta yang dapat dikolaborasikan dalam mendukung proyek-proyek film mendatang.

Akatara akan digelar pada 19-22 September 2019 di The Sultan Hotel Jakarta. Pendaftaran proposal dibuka pada 9 Juli hingga 9 Agustus, informasi terkait pendaftaran dan formulir pendaftran proposal film terdapat di portal akatara.id

Baca juga: Akatara 2019 ajang “perjodohan” pembuat film dengan investor

Baca juga: Perkembangan film nasional cukup menggembirakan

Baca juga: BPI gandeng Viddsee promosikan film pendek

Baca juga: Bekraf: Film akan dapat bantuan modal ventura

Akatara 2018 saring 50 proposal film

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akatara 2019 ajang “perjodohan” pembuat film dengan investor

Jakarta (ANTARA) – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI) kembali menggelar forum pembiayaan film Indonesia yang disebut Akatara, guna menumbuhkan bisnis layar lebar di Tanah Air, dengan mempertemukan para pembuat film dengan investor.

Akatara bakal digelar 19-22 September 2019 di The Sultan Hotel Jakarta, dan penyelenggaraan tahun ini diklaim berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya karena pada tahun ini akan dijadikan forum pendanaan sekaligus mempertemukan pembuat film dan investor dalam satu arena.

“Mulai tahun ini dengan perkembangan di tahun pertama dan tahun kedua, Akatara kita kembangkan atau kita lebarkan lagi menjadi film market dan bussiness forum,” ujar Direktur Program Akatara Vivian Idris di Jakarta, Selasa.

Pada penyelenggaraan ketiga, Akatara 2019 akan memberi perhatian cukup besar pada penguatan badan usaha berupa “film company start-up,” dimana semakin banyak pemain baru.

Akatara mengundang lebih banyak investor dan proyek terpilih yang difasilitasi dari berbagai macam genre dan kegiatan perfilman lainnya.

Baca juga: “Docs By The Sea Incubator” diharapkan jangkau industri film dunia

Tahun ini akan ada 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang. Jumlah itu lebih banyak dari tahun lalu sejumlah 55 dari 100 orang.

Sementara di sektor investor, akan ada 40 sumber pendanaan yang hadir selama pitching forum dan speed dating dalam mempertemukan pembuat film dan investor.

Dua program tersebut menjadi ajang perjodohan bagi pembuat film tanah air dengan investor dalam menggarap proyek film.

Proyek-proyek yang sukses diwujudkan dalam campur tangan Akatara antara lain Keluarga Cemara, Mantan Manten, Darah Biru Arema, dan masih banyak film lainnya.

“Kita mendefinisikan highlight Akatara, yaitu film enterpreneurship dan juga film startup, karena pembuat film tidak bisa bekerja sendiri dan bekerja dengan fokus jika tidak didukung oleh pengusaha di perfilman yang mendukung sebuah karya ini sebagai benda ekonomi dan artistik yang bisa dinikmati, didistribusi dan ditonton banyak orang,” ujar Vivian.

Kemudian, bagi pengunjung luar yang akan melirik karya-karya pembuat film, akan ada 100 booth mini expo beragam dan bebas untuk dikunjungi.

Selain itu, kerja sama Akatara dengan pihak Aprofi dan Komite Buku Nasional menginisiasi program Akatara IP-market, mempertemukan penulis buku atau novel kepada produser film.

Kerja sama khusus juga dijalin dengan TUTA (The United Team of Art) Lab berupa program investasi proyek film khusus bertema urban legend, dan memberi dukungan untuk mensupervisi, membiayai, dan mengolah proposal film sampai siap dan matang untuk diajukan ke investor produksi film. Pendaftaran proposal dibuka pada 9 Juli hingga 9 Agustus, informasi terkait pendaftaran dan formulir pendaftran proposal film terdapat di portal akatara.id

Baca juga: Bekraf : film memiliki efek multiplier yang baik

Baca juga: Bekraf: layanan OTT dan bioskop tetap berkembang di masa depan

Baca juga: Gratiskan layanan, iflix komitmen perbanyak konten lokal

BEKRAF targetkan 300 pengusaha milenial dari 5 kota

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tio Pakusadewo dilarikan ke rumah sakit

Jakarta (ANTARA) – Aktor Tio Pakusadewo dikabarkan terkena stroke dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

Menurut penuturan Surya, manajer Nagra Kautsar yang merupakan putra Tio, ia baru mendapat kabar mengenai sang aktor pagi tadi.

“Yang jelas beliau sudah ditangani di rumah sakit Cawang,” kata Surya, Selasa.

Surya mengatakan Tio saat ini didampingi oleh putranya, Nagra.

Dia belum bisa memastikan kondisi terbaru Tio Pakusadewo, begitu pula soal kabar penyakit stroke yang membuatnya dilarikan ke rumah sakit.

“Setahu saya, yang saya lihat untuk akhir-akhir ini sih beliau sehat-sehat saja, enggak ada riwayat sakit apa pun,” kata Surya.

Pihak keluarga Tio Pakusadewo belum memberikan komentar saat dihubungi.

Baca juga: Hakim perintahkan Tio Pakusadewo jalani rehabilitasi

Baca juga: Tio Pakusadewo berharap dapat keringanan hukuman

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iqbaal Ramadhan dan budaya kopi dari luar negeri

Jakarta (ANTARA) – Budaya kopi merasuk ke kehidupan Iqbaal Ramadhan semenjak ia mencicipi rasanya bersekolah di Amerika Serikat. Minuman pekat itu jadi bagian yang tak terpisahkan sehari-hari, menemaninya belajar di negeri orang.

“Sekarang saya sekolah di Melbourne yang disebut surga kopi, di jalan banyak coffee shop, minum kopi jadi bagian dari hidup saya,” ujar Iqbaal di peluncuran kopi “Caffino”, Jakarta, Selasa.

Mahasiswa Monash University, Melbourne, Australia yang mengambil jurusan Media Communication itu mengemukakan kopi sangat penting di sana.

“Mending enggak sarapan daripada enggak ngopi,” tutur aktor yang mulai menyukai minuman itu sejak 2016.

Bagi aktor kelahiran 28 Desember 1999 itu, kopi membantunya terjaga saat harus mengerjakan berbagai tugas dan esai yang menumpuk di bangku kuliah.

Saking terbiasa menyesap kopi, dia punya French Press alias perangkat penyeduh kopi yang jadi andalannya untuk menikmati minuman favoritnya setiap pagi.

Di luar rasa, pemeran “Dilan” itu tidak terlalu pemilih. Ia bisa menikmati kopi yang bijinya baru digiling, tapi tidak anti dengan kopi kemasan sachet kemasan. Selama rasanya pas di lidah, semua bisa dia nikmati.

“Saya enggak masalah dengan itu,” ujar brand ambassador “Caffino”.

Berbagai jenis kopi sudah dicicipinya, mulai dari espresso yang rasanya kuat, cappucino sampai piccolo. Tapi ada satu jenis yang menurut Iqbaal “tidak pernah salah”: kopi latte yang berisi campuran susu.

“Dari pertama saya suka latte, sampai sekarang, itu rasa yang tidak pernah salah. Di Melbourne ada kopi yang namanya ‘Magic’, saya juga suka itu.”

Dalam sehari, ia setidaknya harus menyesap secangkir kopi. Waktu favoritnya untuk minum kopi adalah setelah bangun tidur atau setelah makan siang.

“Saya enggak bergantung sama kopi, tapi kalau tidak ngopi rasanya aneh,” ujar aktor yang ingin mencoba bekerja sebagai barista di Melbourne.

Bukan cuma kafe yang jadi tempat “ngopi”, Iqbaal juga pernah mencoba minuman buatan “Starling” atau “Starbucks Keliling”, istilah untuk penjual kopi yang menjajakan minuman itu dengan sepeda.

“Pernah, tapi lupa kapan,” seloroh dia.

Baca juga: Cuplikan “Bumi Manusia” dan “Perburuan” dirilis serentak

Menteri BUMN dukung santri pasarkan kopi Nusantara

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Impian Iqbaal Ramadhan, buat yayasan dan media

Jakarta (ANTARA) – Aktor muda Iqbaal Ramadhan mengungkapkan impian yang ingin diwujudkannya kelak, membuat yayasan dan media sendiri.

Mahasiswa Monash University, Melbourne, Australia itu bermimpi mendirikan yayasan yang fokus memberikan beasiswa S1 pada orang-orang yang membutuhkan.

“Di Indonesia lebih banyak beasiswa untuk S2,” ujar Iqbaal di Jakarta, Selasa. “Saya ingin membuat yayasan untuk membantu teman-teman bersekolah.”

Keinginan itu merupakan bentuk untuk menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.

Selain yayasan, aktor “Dilan 1990” dan “Bumi Manusia” itu juga punya impian membuat media sendiri, khususnya yang mengangkat musik Indonesia agar semakin merajai di negeri sendiri.

“Kayak MTV, dulu saya tumbuh menonton itu,” kenang Iqbaal yang pernah jadi anggota boyband CJR.

Saat ini, aktor dan musisi 18 tahun ini sedang sibuk menjalani kuliah jurusan Media Communication yang sudah berjalan satu semester.

Di sela kegiatannya menuntut ilmu, Iqbaal juga sedang mempersiapkan album bersama band Svmmerdose pada Agustus mendatang, bulan yang sama dengan penayangan film “Bumi Manusia” adaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer di mana ia menjadi pemeran utama.

“Mumpung masih muda, menyibukkan diri saja,” ujar Iqbaal yang mengaku tidak bisa memilih antara pendidikan, akting dan musik karena semuanya adalah tempat mengekspresikan diri.

Dunia baru sebagai mahasiswa yang baru dijalaninya selama setengah tahun membuahkan hasil manis dengan nilai memuaskan.

“Ada credit point yang cukup untuk ambil double degree, tapi saya tidak tahu akan ambil atau tidak, tapi saya pengin menyibukkan diri dengan sekolah.”

Baca juga: Iqbaal Ramadhan dan budaya kopi dari luar negeri

Baca juga: Iqbaal Ramadhan tak ingin hanya dikenal sebagai Dilan

Baca juga: Demi jadi Minke, Iqbaal belajar makan sambil duduk di lantai

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutradara sebut Joker versi Joaquin Phoenix tak sama seperti di komik

Jakarta (ANTARA) – Penulis naskah sekaligus sutradara film Joker mendatang Todd Phillips mengatakan, bahwa sosok penjahat yang diperankan Joaquin Phoenix akan jadi karakter yang tak mirip dengan versi komik.

“Kami tak meniru dari komik, yang mana akan membuat orang-orang marah,” kata Todd Phillips pada majalah Empire dilansir Entertainment Weekly, Senin (8/7).

“Kita menulis versi kami sendiri di mana seorang pria seperti Joker mungkin berasal. Itu yang menarik buatku. Kami bahkan tidak mengerjakan Joker, tapi kisah menjadi Joker. Ini soal pria ini.”

Komentar Phillips itu seakan menepis spekulasi penggemar bahwa film itu mungkin mengikuti karya Alan Moore dan Brian Bolland yang legendaris, “The Killing Joke”, komik yang menjadi cerita awal Clown Prince of Crime.

Buku itu bercerita tentang seorang komedian sukses yang dikeroyok massa sampai dia terperosok ke dalam tong bahan kimia di tangan Batman.

Meskipun cuplikan dari trailer-nya mungkin menampilkan kisah Joker yang mirip dengan materi sumbernya, pernyataan Phillips mengindikasikan bahwa narasinya akan berbeda

Apapun, Phillips memperjelas bahwa timnya memiliki keyakinan penuh pada kemampuan Phoenix untuk menjadikan peran itu sebagai miliknya. Aktor “Walk the Line” itu adalah pilihan pertamanya untuk memainkan Joker.

“Saya pikir dia adalah aktor terhebat,” kata Phillips.

“Kami memiliki foto dia di atas komputer kami saat kami sedang menulis. Kami terus berpikir.. Ya Tuhan, bayangkan jika Joaquin benar-benar melakukan ini.”

Joker akan tayang di bioskop pada 4 Oktober.

Baca juga: Penuh ironi, poster pertama “Joker” dirilis

Baca juga: Gantikan Alec Baldwin, Brett Cullen perankan ayah Batman di “The Joker”
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berisiko sebabkan tersedak, mainan Forky “Toy Story 4” ditarik

Jakarta (ANTARA) – Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat menarik mainan Forky, si senpu —sendok garpu– kreasi Bonnie dari film “Toy Story 4” karena berisiko mengakibatkan anak-anak tersedak.

Dalam sebuah pernyataan dilansir Entertainment Weekly menyebutkan bahwa mainan itu bisa lepas dan jadi berbahaya karena menyebabkan anak-anak tersedak.

“Konsumen harus segera mengambil mainan yang ditarik dari anak-anak dan mengembalikannya ke lokasi ritel Disney Store, Walt Disney World, atau lokasi toko ritel taman bermain Disneyland Resort agar dapat pengembalian uang penuh,” kata CPSC dalam sebuah pernyataan.

Sekitar 80.650 mainan Forky telah terjual di AS dan Kanada. Belum ada cedera yang dilaporkan, menurut situs web agensi.

Forky adalah karakter baru di Toy Story. Dia diciptakan oleh Bonnie, si pemilik mainan Woody dan kawan-kawan saat dia pertama kali masuk TK.

Forky yang suaranya diisi oleh Tony Hale adalah mainan yang neurotik dan menghabiskan banyak waktunya untuk menyangkal bahwa dia adalah mainan.

Ia mengira dia adalah sampah dan selalu ingin menceburkan diri ke tong sampah.

Baca juga: “Toy Story 4” puncaki box office, “Annabelle” di posisi dua

Baca juga: “Toy Story” menginspirasi kolektor dan fotografer mainan
 

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Samuel L. Jackson dan Chris Rock akan main di film “Saw”

Jakarta (ANTARA) – Samuel L. Jackson dan Chris Rock akan bermain di film waralaba “Saw” sebagai ayak dan anak.

Rock akan berperan sebagai seorang detektif polisi yang sedang menginvestigasi serangkaian kejahatan yang mengerikan. Sementara Jackson akan memerankan ayah Rock.

Selain mereka berdua akan ada Max Minghella sebagai rekan kerja Rock, William Schenk, dan juga Marisol Nichols yang memerankan bos Rock, Kapten Angie Garza.

Saat ini film sudah mulai proses produksi meski belum ada judul.

Film ini digambarkan sebagai “sebuah pengalaman Saw” dan dikembangkan berdasarkan kecintaan Rock terhadap film waralaba itu.

Duduk di kursi sutradara Darren Lynn Bousman dan ceritanya ditulis oleh Pete Goldfinger dan Josh Stolberg.

“Kami pikir Samuel L. Jackson dan Chris Rock bersama dengan Max Minghella dan Marisol Nichols membuat film ini benar-benar istimewa di ‘Saw’  dan kami tidak sabar untuk merilis cerita baru yang tak terduga dan menyeramkan ini pada penggemar,” kata Joe Drake , pimpinan Lionsgate Motion Picture Group, dalam sebuah pernyataan.

Diumumkan pada Mei bahwa Lionsgate dan Twisted Pictures telah bermitra dengan Rock untuk memulai dan memperluas dunia waralaba Saw, di mana film akan dirilis 23 Oktober 2020.

“Saya sudah menjadi penggemar Saw sejak film pertama tahun 2004,” kata Rock dalam sebuah pernyataan.

“Saya senang dengan kesempatan untuk membawa ini ke tempat baru yang benar-benar intens dan gila.”

Film “Saw” dibintangi Tobin Bell sebagai Jigsaw, seorang dalang gila yang meletakkan jebakan maut bagi para korbannya. Film pertama dan tujuh sekuelnya secara kolektif menghasilkan lebih dari 450 juta dolar di box office domestik.

Film teranyar, “Jigsaw” (2017) disebut sebagai salah satu yang paling tidak berhasil dalam seri ini.

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”
 

Presiden minta GP Ansor jadi garda terdepan jaga NKRI

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenal Liu Yifei si pemeran Mulan

Jakarta (ANTARA) – Trailer pertama film live-action “Mulan” dirilis pada minggu (7/7). Para penggemar langsung dibuat terpesona oleh penampilan Liu Yifei, yang juga dikenal sebagai Crystal Liu, sang pemeran jagoan wanita Hua Mulan.

Meski wajahnya masih asing di Hollywood, namun aktris 31 tahun itu sudah sangat tenar di China.

Entertainment Weekly merangkum sejumlah fakta soal Liu sebagai berikut:

1. Liu kalahkan 1.000 aktris demi perankan Mulan

Liu mengalahkan hampir 1.000 aktris dari lima benua yang diaudisi untuk memerankan Mulan, menurut The Hollywood Reporter.

Salah satu kualifikasi yang harus dipenuhi sebagai pemeran Hua Mulan adalah wanita muda beretnis China yang punya kecakapan bela diri, bisa berbahasa Inggris dan kualitas seorang bintang.

Liu tentu saja memenuhi kriteria tersebut karena dia sudah main banyak film China dan mendapat pelatihan dari Akademi Film Beijing.

2. Pernah tinggal di Queens, New York

Dia pernah tinggal di Queens, New York pada usia 10 hingga 14 tahun, itu sebabnya dia lancar berbahasa Inggris.

Liu juga pernah main film dalam bahasa Inggris pada 2008 yakni “The Forbidden Kingdom” bersama Jackie Chan dan Jet Li, serta film “Outcast” pada 2014, dibintangi Nicolas Cage dan Hayden Christensen.

3. Dikenal sebagai “Fairy Sister”

Karena wajahnya yang imut, Liu dijuluki “Fairy Sister” alias si “Adik Peri”. Dia juga masuk dalam jajaran aktris muda paling sukses selevel dengan Zhang Ziyi (“Crouching Tiger, Hidden Dragon”) dan Fan Bingbing (“X-Men: Days of Future Past”).

4. Akrab dengan wuxia

Meskipun secara teknis tidak dilabeli sebagai wuxia, film Mulan memiliki banyak tanda-tanda genre film “wuxia” yang ditandai dengan adanya pahlawan seni bela diri di China kuno.

Banyak peran Liu yang paling populer adalah dari proyek-proyek wuxia, seperti serial TV “Demi-Gods and Semi-Devils” (2003) dan “The Return of the Condor Heroes” (2006) .

5. Liu menyanyikan soundtrack “Powerpuff Girls” versi Jepang

Selain akting, Liu juga adalah seorang model dan dilatih secara formal memainkan piano. Dia juga memiliki karir bernyanyi dan menandatangani kontrak dengan Sony Music Entertainment Jepang pada 2005.

Setahun kemudian, dia merilis album berbahasa China dan Jepang. Lagunya “Mayonaka no Doa” menjadi soundtrack penutup di 13 episode pertama “Powerpuff Girls Z”, sebuah serial anime Jepang yang didasarkan pada acara Amerika yang populer.

Meskipun dia belum merilis album apa pun sejak 2006, Liu telah menyanyikan lagu-lagu untuk banyak filmnya sendiri, termasuk “Once Upon a Time”.

6. Tinggal dengan 30 kucing

Liu dan ibunya bekerja untuk organisasi LSM yang memungut kucing-kucing liar dan memberikan mereka rumah baru. Pernah suatu ketika dia menampung lebih dari 30 kucing di apartemennya di Beijing.

Baca juga: Trailer “Mulan” dirilis, tampilkan keahlian Liu main pedang
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Autopsi Cameron Boyce selesai, penyebab pasti kematian belum diketahui

Jakarta (ANTARA) – Penyebab kematian mendadak bintang muda Disney Cameron Boyce (20) belum juga diketahui secara pasti setelah autopsi selesai dilakukan pada Senin.

“Autopsi dilakukan hari ini dan penyebab kematian ditangguhkan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut,” kata Departemen Pemeriksa Medis-Koroner Los Angeles dalam pernyataannya pada Senin, yang dikutip People.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Boyce ditemukan tidak responsif di rumahnya pada Sabtu siang dan dinyatakan meninggal dunia setelah pihak berwenang datang.

Sementara itu, ayah Boyce akhirnya berbicara tentang kematian tragis anaknya. Lewat unggahannya di Twitter Victor Boyce mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya menerima banyak cinta dan dukungan dari semua orang.

Doa-doa yang diterima keluarganya membantunya menghilangkan kepedihan dari mimpi buruk yang ia alami.

Sebelumnya, juru bicara keluarga mengatakan Cameron Boyce meninggal setelah mengalami kejang saat tidur akibat kondisi medis yang dialami.

Kematian Cameron Boyce, pemeran Carlos, anak Cruella de Vil di serial Disney “Descendant” membuat para pemain lainnya sangat terkejut.

“Para pemain memiliki ikatan yang kuat dan ini tidak terbayangkan,” kata seorang sumber kepada People.

Seri ketiga “Descendants akan tayang perdana pada 2 Agustus di Disney Channel dan DisneyNOW.

Baca juga: Bintang Disney Cameron Boyce meninggal dunia dalam usia 20 tahun

Baca juga: Cameron Boyce meninggal karena kejang saat tidur, apa penyebabnya?

Baca juga: Adam Sandler sedih atas kematian anaknya di “Grown Ups”, Cameron Boyce

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mikha Tambayong kangen masa susah saat kuliah

Jakarta (ANTARA) – Membintangi film “Mahasiswi Baru” membuat aktris Mikha Tambayong kangen dengan masa susah saat kuliah di fakultas hukum beberapa tahun lalu.

“Maksudnya kayak kebetulan dulu aku ambil jurusan hukum, kuliahnya agak berat jadi habis kelas kita kayak ngerjain tugas bareng, mungkin itu yang dikangenin karena stres, dan capeknya,” ujar Mikha Tambayong saat ditemui dalam acara peluncuran trailer dan poster film “Mahasiswi Baru” di Jakarta, Senin.

Wanita kelahiran 24 tahun silam itu mengatakan perbedaan dengan dunia syuting yang menurutnya jauh lebih santai dibandingkan saat berkuliah.

Saat kuliah, dia harus bekerja sendiri, bahkan dua kali lebih keras dan juga harus mengikuti perkembangan isu yang berkaitan dengan hukum.

“Mungkin aku sudah lumayan lama di entertainment ini, maksudnya kan santai, syuting juga santai. Waktu kuliah ya berbedalah, bener-bener harus kerja keras sendiri, terus belajar sendiri segala macam,” kata Mikha.

Di luar itu, Mikha Tambayong mengaku sangat senang bisa kembali merasakan dunia kuliah ketika bermain dalam film “Mahasiswi Baru” yang disutradarai oleh Monty Tiwa.

“Aku baru dua tahun lalu lulus jadi masih ingat banget lah rasa-rasa kuliah kayak gini cuma memang di film kita agak berbeda lah, kampusnya juga nggak sama, tapi aku ngerasain senang lagi sih, seru kuliah lagi,” imbuhnya.

Baca juga: “Mahasiswi Baru” ingatkan Morgan Oey pada masa kuliah

Baca juga: Widyawati belajar banyak dari pemain film muda

Baca juga: Film”Mahasiswi Baru” kolaborasikan akting aktor senior dan junior

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Widyawati belajar banyak dari pemain film muda

Jakarta (ANTARA) – Aktris senior Widyawati mengaku mendapat banyak pelajaran dari para pemain film muda ketika beradu peran dalam film “Mahasiswi Baru” yang disutradarai Monty Tiwa.

Widyawati yang berperan sebagai Lastri dalam film tersebut harus beradu akting dengan Morgan Oey hingga Mikha Tambayong yang usianya terpaut jauh. Meski, demikian dia sangat menikmati bekerja sama dengan aktor muda.

“Memang setiap film selalu membawa kenangan dan memberikan satu tambahan nilai buat saya ya. Karena ini dengan anak-anak muda di bawah umur saya bisa dibilang cucu. Enak banget kerja sama mereka,” ucap Widyawati saat ditemui dalam acara peluncuran trailer dan poster film “Mahasiswi Baru” di Jakarta, Senin.

Widyawati mengatakan bahwa film yang dibintanginya kali ini juga menjelaskan bahwa tidak ada kata tua dalam belajar. Pengalaman berharga itu yang dia dapat dalam proses syuting.

“Jadi, segala sesuatu tidak hanya di film, hidup itu kan harus mengisi. Di film juga seperti itu, dan saya dapatkan itu pada anak-anak,” kata dia.

Film “Mahasiswi Baru” mengisahkan soal Lastri (Widyawati), wanita yang semangat menimba ilmu di usianya yang sudah lanjut.

Saat menjadi mahasiswi baru, Lastri bertemu dengan Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa). Mereka kemudian membentuk geng yang sering membuat onar di kampus.

Kehidupan kuliah Lastri dipertaruhkan ketika ia mendapat IPK rendah. Apalagi, Chaerul (Slamet Rahardjo) selaku Dekan Fakultas merasa Lastri tak pantas melanjutkan kuliah karena keonarannya di kampus.

Film “Mahasiswi Baru” rencananya akan tayang di bioskop mulai tanggal 8 Agustus 2019.

Baca juga: Film”Mahasiswi Baru” kolaborasikan akting aktor senior dan junior

Baca juga: Perasaan Karina Suwandi dan Ence Bagus bisa main film bareng Widyawati

Baca juga: Widyawati kembali “ngampus” di film “Mahasiswi Baru”

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film”Mahasiswi Baru” kolaborasikan akting aktor senior dan junior

Jakarta (ANTARA) – Film “Mahasiswi Baru” garapan sutradara Monty Tiwa menghadirkan kolaborasi akting antara aktor senior dan junior dalam satu adegan.

Nama-nama yang sudah tidak asing dalam dunia perfilman, seperti Widyawati dan Slamet Rahardjo, berkolaborasi dengan para pemain muda Morgan Oey, Mikha Tambayong, hingga Umay Shahab.

“Film ini benar-benar menantang banget, kita punya aktor sekaliber om Slamet dan mama Wid (Widyawati), yang junior juga. Ini challange bagaimana kita bisa menambal gap itu,” kata Monty Tiwa dalam acara peluncuran trailer dan poster “Mahasiswi Baru” di Jakarta, Senin.

Meski ada perbedaan umur yang terpaut cukup jauh di antara pemain, namun Monty Tiwa mengatakan selama proses syuting berjalan lancar.

Bahkan, para pemain muda memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar lebih jauh mengenai akting dari para legenda perfilman Indonesia.

“Ini saya baru lihat belum pernah ada syuting di mana proses transfer ilmu seriuh ini. Anak-anak ini dari cuma lihat, sampe belajar langsung juga sama om Slamet dan mama Wid,” ujar Monty Tiwa.

Film “Mahasiswi Baru” diproduksi oleh MNC Pictures dan mengusung genre drama komedi. Film ini mengisahkan soal Lastri (Widyawati), wanita yang semangat menimba ilmu di usianya yang sudah lanjut.

Saat menjadi mahasiswi baru, Lastri bertemu dengan Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa). Mereka kemudian membentuk geng yang sering membuat onar di kampus.

Kehidupan kuliah Lastri dipertaruhkan ketika ia mendapat IPK rendah. Apalagi, Chaerul (Slamet Rahardjo) selaku Dekan Fakultas merasa Lastri tak pantas melanjutkan kuliah karena keonarannya di kampus.

Film “Mahasiswi Baru” rencananya akan tayang di bioskop mulai tanggal 8 Agustus 2019.

Baca juga: Perasaan Karina Suwandi dan Ence Bagus bisa main film bareng Widyawati

Baca juga: Widyawati kembali “ngampus” di film “Mahasiswi Baru”

Baca juga: Lama vakum, Widyawati menyanyi lagi untuk film “Ambu”

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trailer “Mulan” dirilis, tampilkan keahlian Liu main pedang

Jakarta (ANTARA) – Trailer film adaptasi animasi Disney “Mulan” akhirnya rilis untuk pertama kalinya di paruh waktu Piala Dunia Wanita FIFA, dilansir Variety, Senin.

Film yang dibintangi aktris China-Amerika Liu Yifei sebagai Mulan, menunjukkan kelihaiannya berduel menggunakan pedang saat dia dia hendak pergi ke medan laga.

Selain itu, trailer pertama itu juga menampilkan adegan perjodohan yang mirip di film animasinya.

Kuda Mulan yang bernama Khan juga muncul dalam trailer pada awal video. Selain itu, video juga menampilkan tiga percakapan klasik antara Mulan dan kedua orangtuanya.

“Mak comblang sudah menemukan jodoh untukmu,” kata ibu Mulan.

“Ya, aku akan membawa kehormatan bagi kita semua,” jawab Mulan dilatarbelakangi lagu ikonik Disney.

Yang jelas absen dari trailer adalah duet binatang dinamis yakni karakter naga Eddie Murphy, Mushu dan jangkrik Culan-Kee.

Bintang-bintang lain dalam film ini termasuk Jet Li akan memerankan kaisar Tiongkok, Gong Li memerankan sosok penyihir yang kuat dan Donnie Yen akan memerankan mentor Mulan, Komandan Tung.

Film baru ini adalah remake live-action dari film animasi klasik tahun 1998 tentang seorang pejuang China wanita.

Baca juga: Disney bagikan gambar pertama dari “Mulan” live-actions

Baca juga: Disney ungkap peran Liu Yifei dalam live-action Mulan

Baca juga: Jet Li dan Gong Li akan tampil di live action Mulan

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bintang Disney Cameron Boyce meninggal dunia dalam usia 20 tahun

Jakarta (ANTARA) – Cameron Boyce, yang tampil di serial televisi Disney Channel “Jessie” dan “Descendants”, meninggal dunia dalam usia yang baru 20 tahun.

“Berat rasanya melaporkan pagi ini kami kehilangan Cameron,” kata juru bicara keluarga Boyce pada ABC News seperti dilansir Pagesix dikutip Senin.

Boyce disebut meninggal dunia saat tidur karena kejang yang merupakan akibat dari kondisi medis yang sedang berlangsung dimana dia dirawat.

“Dunia sekarang tidak diragukan lagi kehilangan salah satu dari cahaya terangnya, tetapi jiwanya akan hidup melalui kebaikan dan kasih sayang semua orang yang mengenal dan mencintainya,” kata perwakilan keluarga. “Kami benar-benar patah hati dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini karena kami berduka atas kehilangan putra dan saudara lelaki kami yang berharga.”

Boyce, yang juga membintangi film “Grown Ups” bersama Adam Sandler, telah muncul di acara-acara Disney Channel lainnya, termasuk “Liv and Maddie” dan “Good Luck Charlie.”

“Sejak kecil, Cameron Boyce bermimpi berbagi bakat artistiknya yang luar biasa dengan dunia. Sebagai seorang pemuda, ia didorong oleh keinginan kuat untuk membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat melalui pekerjaan kemanusiaannya,” kata juru bicara Disney Channel kepada Page Six dalam sebuah pernyataan.

“Dia adalah pemain yang sangat berbakat, orang yang sangat peduli dan penuh perhatian dan, di atas segalanya, dia adalah putra, saudara lelaki, cucu, dan teman yang penuh kasih dan berdedikasi. Kami menawarkan belasungkawa terdalam kami kepada keluarganya, kawan-kawan dan rekan-rekannya dan bergabung dengan jutaan penggemarnya dalam berduka atas kepergiannya yang terlalu cepat. Dia akan sangat dirindukan.”

Menyusul berita kematian Boyce, ucapan duka cita mengalir di halaman Instagram aktor tersebut.

“Aku cinta kamu. Selamanya dalam hati saya,” tulis Skai Jackson, lawan main Boyce di “Jessie”.

“Peter Pan, Bocah yang abadi! Love you Cam,” tulis sutradara “Descendants” Kenny Ortega berbagi.

“Cameron Boyce. Selama dekade terakhir saya telah bertemu banyak aktor, tetapi kau selalu menonjol,” unggah Gregg Sulkin. “Ya, kau berbakat. Tetapi yang paling penting, kau orang baik. Kau rendah hati. Kau memiliki percikan khusus. Semoga percikan itu bersinar terang di surga. RIP Cameron. Semua doa & cintaku bersamamu & keluargamu saat ini. “

Baca juga: Disney pilih Halle Bailey jadi Ariel di live action “Little Mermaid”

Baca juga: Jelang rilis “The Lion King”, Disney tayangkan adegan “Hakuna Matata”

Baca juga: Disney akan rilis adegan tambahan “Avengers: Endgame”

Baca juga: “Toy Story 4” diprediksi kantongi 135 juta dolar

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Adam Sandler sedih atas kematian anaknya di “Grown Ups”, Cameron Boyce

Jakarta (ANTARA) – Adam Sandler (52) mengunggah konten yang menyentuh untuk bintang Disney Channel, Cameron Boyce, yang meninggal dunia pada usia 20 tahun pada Minggu (7/7).

“Terlalu muda. Terlalu manis. Terlalu lucu,” tulis Sandler di Twitter yang juga diunggahnya di Instagram.

“Hanya seorang bocah yang paling baik, paling bertalenta dan paling sopan. Aku menyukai bocah itu. Sangat peduli dengan keluarganya. Sangat peduli dengan dunia.”

Sandler, yang berperan sebagai ayahnya Boyce di film “Grown Ups” juga mengucapkan terima kasih atas “segala yang kau beri pada kami.”

“…hati kami patah. Memikirkan keluargamu yang luar biasa dan mengirim rasa duka cita kami yang mendalam,” kata Sandler.

Cameron Boyce meninggal di usia ke-20 akibat kejang dan dia meninggal saat tidur karena kondisi medis yang sedang diterimanya.

Selain Sandler, pemeran MJ di “Spiderman Far from Home” Zendaya juga menuliskan kesedihannya di laman Instagram.

“Sangat sedih, hatiku bersama keluarga dan teman-temannya,” Pagesix dikutip Senin.

Baca juga: Bintang Disney Cameron Boyce meninggal dunia dalam usia 20 tahun

Baca juga: “Hotel Transylvania 2” pecahkan rekor September

Baca juga: Adam Sandler aktor berbayaran termahal tahun ini

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Spider-Man: Far From Home” pecahkan rekor “Avengers: Endgame”

Jakarta (ANTARA) – “Spider-Man: Far From Home” yang dirilis pekan lalu, sudah memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh “Avengers: Endgame”.

Dibintangi Tom Holland sebagai Peter Parker atau Spider-Man dan Zendaya sebagai MJ, blockbuster superhero tersebut telah mengalahkan pendahulunya Marvel di pertengahan pekan.

Saat dirilis pada bulan April, “Endgame” mendominasi box office Amerika Utara dengan mengumpulkan 25,3 juta dolar AS pada Rabu pertama di bioskop, kemudian menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa.

Namun, “Far from Home” telah melampaui angka itu pada hari Rabu (3/7) dengan meraup 27 juta dolar di Amerika Utara. Angka tersebut merupakan perolehan pertengahan minggu tertinggi dari semua film Marvel Cinematic Universe hingga saat ini.

Menurut laporan NME, Minggu, sejauh ini “Far From Home” telah menghasilkan 310 juta dolar di seluruh dunia.

Baca juga: “Spider-Man: Into the Spider-Verse” menangkan animasi terbaik Oscar 2019

“Far from Home” diperkirakan akan melanjutkan kinerjanya yang mengesankan hingga akhir pekan ini, apalagi film itu juga baru dirilis di beberapa pasar internasional lainnya.

Sementara itu, “Venom” kemungkinan akan dihadirkan dalam film “Spider-Man” lainnya di masa depan, menurut pimpinan Marvel Studios, Kevin Feige.

Sedang Amy Pascal selaku produser “Far From Home” mulai mempertimbangkan ide itu.

“Anda tidak pernah tahu suatu hari nanti, itu mungkin terjadi. Saya dapat mengatakan bahwa kami memiliki kemitraan yang fantastis dan Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami memiliki banyak cerita untuk diceritakan tentang Spider-Man, dalam setiap aspek. Kami memiliki rencana besar bagi Tom Holland untuk menjadi bagian dari segalanya,” jelas Amy.

Baca juga: Jangan beranjak, ada 2 post-credit scene “Spider-Man: Far From Home”

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home”, aksi dan kisah baru usai “Endgame”

Baca juga: Jelang penayangan, area permainan bertema Spider-Man hadir di Jakarta

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Stranger Things” dikeluhkan, Netflix janji kurangi adegan merokok

Jakarta (ANTARA) – Netflix mendapat keluhan karena menampilkan banyak adegan merokok dalam program original yang mereka tayangkan.

Kelompok anti rokok Truth Initiative mengkritik dalam sebuah laporan bahwa Netflix memperlihatkan rokok jauh lebih sering dari siaran televisi kabel lain, dan “Stranger Things” yang ditujukan untuk penonton remaja salah satunya.

Dilansir Fox News, Netflix merespons kritik tersebut dengan berjanji takkan memasukan adegan merokok di acara dan film dengan rating PG-13 atau di bawahnya kecuali “untuk alasan akurasi fakta dan sejarah”.

Netflix juga setuju untuk membatasi rokok dalam tayangan untuk dewasa kecuali betul-betul penting untuk visi sang seniman atau penting untuk si karakter secara sejarah atau budaya.

“Netflix sangat mendukung ekspresi seni,” ujar juru bicara perusahaan pada Variety.

“Kami menyadari merokok itu tidak sehat dan memperlihatkannya secara positif di layar bisa mempengaruhi anak muda.”

Selain itu, Netflix juga berjanji akan menyematkan informasi bila ada adegan merokok pada ratingnya tahun ini.

Berdasarkan studi Truth Initiative, “Stranger Things” musim kedua yang hampir semua pemainnya remaja menayangkan adegan merokok 44 persen lebih banyak ketimbang musim pertama.

Studi ini juga menyinggung acara populer lainnya seperti “The Marvelous Mrs. Maisel” di Amazon Prime dan “Modern Family” di ABC. “Konten telah menjadi iklan tembakau baru,” kata presiden Truth Initiative, Robin Koval.

Baca juga: China Larang Adegan Merokok Dalam Film dan TV

Baca juga: Nia Dinata Minta Aturan Sponsor Rokok Diperjelas

Kerugian Akibat Rokok Rp 500 Triliun Pertahun

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aero, pahlawan super Asia dari Marvel

Jakarta (ANTARA) – Dunia Marvel kedatangan pahlawan super baru asal Asia bernama Aero. Pahlawan yang melindungi kotanya dari monster-monster jahat ini punya nama asli Lei Ling.

Dilansir dari Marvel, Lei Ling ditemani juga oleh pahlawan lain Wave dan Sword Master yang muncul di komik baru “Aero” edisi pertama.

Dalam kehidupan sehari-hari, Lei Ling merupakan arsitek berbakat yang merancang gedung pencakar langit di Shanghai. Dia berusaha mewujudkan mimpi meneruskan karirnya yang sukses dan memiliki keluarga di kota yang dicintainya.

Di sisi lain yang tidak diketahui banyak orang, Lei Ling adalah pahlawan super dengan kekuatan mengendalikan udara dan angin, sehingga dia bisa terbang.

Lei Ling sebenarnya ingin memperlihatkan sosok Aero pada dunia, namun ia ragu karena enggan mengalami masalah-masalah yang sering dihadapi pahlawan super di hadapan publik.

Tapi Lei Ling berkomitmen untuk melindungi kota dan dunia dari segala ancaman, entah orang-orang mengetahui keberadaannya atau tidak.

Dalam komik edisi pertama, Lei Ling terlihat berlari di jalan. Sebagian bangunan yang ia rancang, salah satunya adalah apartemen yang diharap bisa jadi rumah nyaman untuk keluarga, telah berubah jadi monster menyeramkan.

Lei Ling harus menghadapi monster kuat seukuran pencakar langit.

Tapi Lei Ling berada di atas angin karena sebagai arsitek dia tahu apa kelemahan dari monster itu.

Apakah Lei Ling berhasil menghadapinya?

Komik Aero edisi pertama dijual di AS pada 3 Juli. Marvel juga mengungkapkan rencana menerbitkan pahlawan super dari China lain, Sword Master, di Amerika Serikat pada akhir Juli.

Baca juga: Angelina Jolie putuskan main “The Eternals” karena pengaruh anak

Baca juga: Disney akan buat serial tokoh Marvel Hawkeye
 

Masih ada peluang medali emas di paralayang

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita Sheila Dara Aisha terpilih dalam film adaptasi “Eggnoid”

Jakarta (ANTARA) – Tak sekadar jadi pembaca, Sheila mendapat kesempatan lebih besar untuk terjun lebih dalam ke dunia “Eggnoid” dengan membintangi karakter Ran alias Kirana dalam versi layar lebar.

Dia akan beradu akting dengan Morgan Oey (Eggy) dan Kevin Julio (Aji) dalam film adaptasi komik digital “Eggnoid”, karya Archie The RedCat, yang sudah dinikmati empat juta pembaca, Sheila salah satunya.

“Morgan nama yang sudah terlintas dari awal, kalau Sheila agak lama sampai akhirnya ketemu,” kata produser Nurita dalam Anandia konferensi pers “Eggnoid”, Jakarta, Jumat.

Sang produser memutuskan untuk memberikan peran Ran pada Sheila setelah melihat kualitas aktingnya di film-film sebelumnya.

Aktris 26 tahun itu merasa bangga bisa dipercaya untuk menghidupkan karakter gadis yang kehidupannya diwarnai dengan interaksi bersama pria yang muncul dari telur misterius. Dia juga sudah familier dengan karya Archie The RedCat itu sebelum diajak bergabung dalam proyek film ini.

“Aku baca juga webtoon-nya dari awal,” ujar Sheila.

Film “Eggnoid” akan mulai diproduksi bulan ini.

“Eggnoid” karya Archie The RedCat berasal dari kata “Egg” dan “Humanoid”. Komik ini mengisahkan gadis bernama Kirana yang menemukan Eggy, pria tampan yang keluar dari telur misterius. Keduanya melewati hari-hari sebagai remaja di tengah asal usul Eggy yang penuh rahasia.

Cerita yang diangkat dalam film mengambil latar belakang dua tahun sejak Eggy bertemu dengan Ran di mana para tokoh fiksi ini sudah meninggalkan bangku SMA.

Komik yang terbit sejak 2015 kini sudah mencapai musim ketiga. “Eggnoid” sudah dinikmati empat juta pembaca di Indonesia dan diterbitkan di Line Webtoon global, termasuk China, Thailand, Taiwan dan Inggris.

Aktris lulusan Universitas Indonesia ini pernah mengeluarkan album “Nikki VS Sheila” dan sudah membintangi sederet film televisi, sinetron, serta film layar lebar seperti “Marmut Merah Jambu” dan “Sabtu Bersama Bapak”.

Baca juga: Morgan Oey jadi pria yang keluar dari telur di “Eggnoid”

Baca juga: Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama

Baca juga: “Mahasiswa Baru” ingatkan Morgan Oey pada masa kuliah

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Morgan Oey jadi pria yang keluar dari telur di “Eggnoid”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Morgan Oey terpilih untuk memerankan Eggy, tokoh utama di film “Eggnoid” yang diadaptasi dari komik digital berjudul sama.

Sebagai penikmat buku dan komik, aktor 29 tahun itu senang bisa menghidupkan karakter fiksi yang dicintai banyak orang ke dalam versi live action.

“Saya berusaha menjadikan (ekspektasi pembaca ‘Eggnoid’) sebagai hal positif. Saya percaya apa pun yang positif hasilnya juga positif,” kata Morgan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Komik “Eggnoid” karya Archie The RedCat yang berasal dari kata “Egg” dan “Humanoid”, mengisahkan tentang gadis bernama Kirana yang menemukan Eggy, pria tampan yang keluar dari telur misterius. Keduanya melewati hari-hari sebagai remaja di tengah asal usul Eggy yang penuh rahasia.

Begitu mendapatkan peran sebagai Eggy, Morgan langsung membaca komik yang terbit sejak 2015 itu dan kini sudah mencapai musim ketiga.

Dari semua karakter menarik di komik itu, Morgan tanpa ragu menyebut Eggy sebagai tokoh favoritnya. Sedikit banyak, dia mengaku punya kesamaan dengan tokoh Eggy yang polos.

“Kalau ada sarkasme, kadang saya menanggapinya serius,” seloroh pemilik nama lengkap Handi Morgan Winata itu.

Kedekatannya dengan karakter Eggy jadi faktor penting dalam keterlibatannya dengan film “Eggnoid”. Morgan belum yakin akan mengambil sebuah proyek bila dia tidak betul-betul menyukai karakter atau cerita yang disuguhkan.

“Saya takut akan mengkhianati karakter yang diperankan, bisa jadi kurang nyaman, enggak in to karakter atau bingung pas memerankan,” ujarnya

Film yang produksinya akan dimulai pada awal Juli itu juga dibintangi oleh Sheila Dara Aisha sebagai Ran. Kevin Julio juga bergabung dalam deretan pemeran, sebagai Aji, karakter baru yang dibuat untuk versi adaptasi layar lebar.

Bangku sutradara diduduki oleh Naya Anindita (“Berangkat!”, “Sundul Gan: The Story of Kaskus”) dan skenarionya digodok oleh Yemima Krisantina serta Indriani Agustina.

Baca juga: Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Mahasiswa Baru” ingatkan Morgan Oey pada masa kuliah

Jakarta (ANTARA) – Morgan Oey  teringat masa kuliah saat membintangi film “Mahasiswa Baru”, yang menurutnya ada beberapa hal yang tidak bisa dilupakan, salah satunya adalah memahami arti tanggung jawab ketika di bangku perguruan tinggi.

“Menurut gue, masa kuliah itu adalah masa mempersiapkan untuk menuju fase dewasa dalam hidup. Belajar jadi lebih mandiri dan bertanggung jawab,” ujar pemilik nama lengkap Handi Morgan Winata itu melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

Meski saat ini ilmu yang diperoleh di kampus tidak bisa diaplikasikan dalam profesinya sebagai artis, Morgan menilai bahwa pendidikan tinggi sangatlah penting, salah satunya adalah untuk mencari relasi.

“Bagi gue, kuliah itu penting banget. Karena biasanya jadi penentu pekerjaan kita ke depan. Walaupun banyak juga orang yang kerja tapi enggak sesuai dengan jurusan yang diambil. Satu lagi, menurut gue bagus juga untuk mencari relasi,” terang mantan personel Smash itu.

Dalam film “Mahasiswa Baru”, Morgan berperan sebagai Danny, seorang mahasiswa ganteng yang tergabung dalam sebuah geng.

Film garapan sutradara Monty Tiwa itu, menyajikan cerita yang cukup ringan tentang suasana kehidupan kampus dan dibalit dengan komedi. “Mahasiswa Baru” juga akan menghadirkan Widyawati, Mikha Tambayong dan Umay Shahab.

Baca juga: Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama

Baca juga: “Siap terlihat jelek”, Morgan Oey dapat peran di film Upi

Baca juga: Film “Belok Kanan Barcelona” syuting di empat benua

Gubernur Sumbar Lepas Mahasiswa Baru ke Mesir

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Webtoon “Eggnoid” diadaptasi ke layar lebar, Morgan Oey pemeran utama

Jakarta (ANTARA) – Komik “Eggnoid” karya Archie The RedCat yang terbit di platform digital Line Webtoon akan diadaptasi menjadi film layar lebar oleh rumah produksi Visinema Pictures.

Aktor Morgan Eoy dipilih berperan sebagai Eggy, sementara karakter Kirana atau Ran dimainkan oleh Sheila Dara Aisha. Kevin Julio juga bergabung dalam deretan pemeran sebagai Aji, karakter baru yang dibuat untuk versi adaptasi layar lebar.

“Cerita ini unik, ada unsur fiksi ilmiahnya. Ceritanya mengenai dua orang, Ran dan Eggy, yang bertemu dan tumbuh bersama,” kata produser Nurita Anandia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Dalam komik, “Eggnoid” yang berasal dari kata “Egg” dan “Humanoid” mengisahkan gadis bernama Kirana yang menemukan Eggy, pria tampan yang keluar dari telur misterius.

Eggnoid bertugas menjaga dan menjadi sahabat saat ada manusia yang merasa kesepian.

Baca juga: Archie The RedCat bangga profesi komikus mulai dilirik

Film kedua Visinema Pictures adaptasi Webtoon setelah “Terlalu Tampan” yang disutradarai oleh Naya Anindita akan mulai diproduksi bulan ini. Naya yang menyukai cerita fiksi ilmiah tak pikir panjang ketika ditawari menyutradarai film ini.

“Film pendek pertama saya juga science fiction, ketika saya baca komik ‘Eggnoid’, saya juga suka ceritanya,” tutur sutradara “Sundul Gan: The Story of Kaskus” dan “Berangkat!”.

Alih wahana dari komik menjadi skenario film bukan hal yang mudah. Penulis skenario Yemima Krisantina dan Indriani Agustina dituntut untuk membuat cerita yang mengalir untuk dinikmati dalam tontonan berdurasi terbatas.

“Kalau komik bisa dibaca kapan pun, sementara film dibatasi waktu,” tutur Indriani.

“Eggnoid” adalah salah satu komik di Webtoon yang populer di kalangan pembaca Indonesia. Btari Rahma, editor Line Webtoon, mengungkapkan komik tersebut dinikmati empat juta pembaca di Indonesia.

“Animonya besar sampai ini diterbitkan di Line Webtoon global, di Thailand, Taiwan dan terbit dalam versi Inggris,” ujar Btari.

Plot misterius yang menggerakkan cerita antara Ran dan Eggy itu bahkan membuat para pembaca berdiskusi untuk mengulik teori di balik rahasia Eggy.

Baca juga: “Mantan Manten”, film terbaru Atiqah Hasiholan dan Arifin Putra

Baca juga: Keluarga “Terlalu Tampan” yang kocak dan bikin heboh
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Patung Song Joong-ki dan Song Hye-kyo di Taebaek tak akan dihancurkan

Jakarta (ANTARA) – Patung Song Joong-ki dan Song Hye-kyo saat sedang berciuman dalam serial “Descendants of the Sun” di kota Taebaek, provinsi Gangwon, Korea Selatan tidak akan dihancurkan meski keduanya bercerai.

Kepala Pariwisata dan Kebudayaan untuk Taebaek mengatakan bahwa taman “Descendants of the Sun” dibuat secara khusus untuk mengenang serial drama yang begitu populer itu dan bukan dipersembahkan pada pasangan Joong-ki dan Hye-kyo.

“Sama sekali tidak ada rencana untuk menghancurkan patung pasangan dalam “Descendants of the Sun” hanya karena Song Hye-kyo dan Song Joong-ki bubar,” ujarnya dilansir Soompi, Jumat.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk terus memelihara patung dan semua fasilitas seperti sekarang.

Baca juga: Agensi bantah Song Hye-kyo tolak drama terbaru karena perceraian

“Descendants of the Sun” menjadi serial yang sangat populer pada 2016. Karena keberhasilannya, kota Taebaek kemudian menciptakan kembali lokasi-lokasi seperti yang ada pada drama tersebut dan menjadikannya sebagai obyek wisata.

Patung pasangan yang berciuman itu pun dibuat, dan kota ini juga mengadakan Festival Pasangan Taebaek selama dua tahun berturut-turut.

Menurut laporan, setiap tahun ada sekira 100 ribu pengunjung yang mendatangi situs tersebut dan menjadi daya tarik wisata terbesar di kota Taebaek.

Obyek wisata Taebaek ini dibuat sebelum Song Hye-kyo dan Song Joong-ki berkencan. Keduanya lalu menikah pada Oktober 2017 dan 27 Juni lalu, Joong-ki mengumumkan bahwa dia telah mengajukan gugatan cerai terhadap Hye-kyo.

Baca juga: Aset Song Joong-ki dan Song Hye-kyo diperkirakan capai 100 miliar won

Baca juga: Song-Song cerai, Festival pasangan “Descendants of the Sun” dibatalkan
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Spider-Man: Far From Home” untung besar di Hari Kemerdekaan AS

Jakarta (ANTARA) – “Spider-Man: Far From Home” mendapat untung besar di Hari Kemerdekaan Amerika, dalam satu hari saja mereka meraih 27 juta dolar dan ini merupakan penghasilan terbesar untuk semua judul di Marvel Cinematic Universe.

Jika ditotal selama dua hari, film ini berhasil mendapat 66,3 juta dolar dan angka tersebut melebihi ekspektasi, demikian laporan The Hollywood Reporter, Jumat.

Para analis percaya bahwa “Spider-Man: Far From Home” akan mampu mendekati 175 juta dolar dalam enam hari pertama, meskipun Sony menjadi lebih konservatif dalam memproyeksikan yakni sebesar 125 juta dolar, setidaknya angka aman akan berada pada 150 juta dolar.

“Spider-Man: Far From Home” tidak diragukan lagi mendapatkan dorongan dari Marvel dan Disney’s “Avengers: Endgame” yang dibuka pada akhir April dalam perjalanannya untuk menjadi film terlaris nomor dua sepanjang masa di box office global.

“Far From Home” mengambil cerita setelah peristiwa pada “Endgame” di mana Peter Parker (Tom Holland) atau Spider Man dan Nick Fury (Samuel L Jackson) menyesuaikan diri dengan dunia tanpa Iron Man dan anggota Avengers lain untuk mempertahankannya.

Penampilan Spider-Man yang terbaru ini juga merupakan bab terakhir dari fase ketiga Marvel Cinematic Universe.

Baca juga: Jangan beranjak, ada 2 post-credit scene “Spider-Man: Far From Home”

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hanung Bramantyo: Film “Bumi Manusia” adalah bentuk pengabdian

Mencintai seseorang bukan karena fisik, tapi karena ada alasan melawan ketidakadilan. Ini berat dan membuat terbuka. Mencintai seseorang ada harga yang dibayar, seperti kerinduan, hingga perpisahan,

Jakarta (ANTARA) – Sutradara Hanung Bramantyo mengatakan bahwa membawa karya Pramoedya Ananta Toer “Bumi Manusia” ke dalam bentuk film, baginya merupakan sebuah bentuk pengabdian bagi tokoh sastra nasional tersebut.

“Film karya Pak Pramoedya itu bukan sebuah pekerjaan, tapi ini pengabdian kepada kemanusiaan, keadilan, dan cinta,” ujar sutradara itu dalam acara perilisan trailer “Bumi Manusia” di Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis.

Cinta, lanjut Hanung memiliki bentuk lain yang coba disampaikan Pramoedya sebagai penulis buku, dan juga Hanung sebagai orang yang mengadaptasinya ke layar perak, yaitu cinta kepada keabadian dan keadilan.

Baca juga: Cuplikan “Bumi Manusia” dan “Perburuan” dirilis serentak

“Mencintai seseorang bukan karena fisik, tapi karena ada alasan melawan ketidakadilan. Ini berat dan membuat terbuka. Mencintai seseorang ada harga yang dibayar, seperti kerinduan, hingga perpisahan,” jelas dia.

Sementara itu, film “Bumi Manusia” menceritakan tentang kehidupan Minke (Iqbaal Ramadhan) yang dekat dengan keluarga Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febrianti). Dia jatuh cinta pada anak perempuan keluarga itu yang bernama Annelies (Mawar Eva De Jongh) yang merupakan anak dari ayah berkebangsaan Belanda.

Film ini akan tayang serentak dengan film adaptasi novel karya Pramoedya Ananta Toer lainnya, “Perburuan” yang dirilis pada tanggal 15 Agustus 2019 di bioskop.

Baca juga: Demi jadi Minke, Iqbaal belajar makan sambil duduk di lantai

Baca juga: Hanung bicara soal Jokowi dan KH Ahmad Dahlan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ricky Harun bersyukur rumah tangganya tetap harmonis

Kan banyak juga orang-orang baru nikah sebentar, tapi keadaan enggak baik

Jakarta (ANTARA) – Ricky Harun dan Herfiza Novianty baru saja merayakan ulang tahun pernikahan yang keenam, dia mengaku sangat bersyukur bisa tetap menjaga keharmonisan rumah tangganya.

“Ya senang aja, bisa membina keluarga selama enam tahun ya. Kan banyak juga orang-orang baru nikah sebentar, tapi keadaan enggak baik,” kata Ricky ditemui dalam jumpa pers film “Koboy Kampus” di Jakarta, Kamis.

Pemain film “Kawin Kontrak” itu, mengatakan bahwa dia tidak memiliki target khusus untuk rumah tangganya. Bagi Ricky yang terpenting adalah belajar setiap hari untuk menjadi kepala keluarga yang lebih baik.

“Ya mencoba menjadi ayah yang lebih baik aja,” jelasnya.

Pria kelahiran 12 Januari 1987 ini, termasuk orang yang mencintai dan dekat dengan keluarganya, bahkan tiap pekerjaan yang dia ambil tetap mendahulukan kepentingan keluarga.

“Kalau memang terlalu jauh, ya kadang ada yang diambil, kadang enggak tergantung situasi aja,” ujar Ricky.

Dia menambahkan, “Waktu itu tuh syutingnya setiap hari terus kita nginep di satu tempat, kalau bawa keluarga masa sebulan keluarga di Bandung, lumayan juga bayar nginepnya”.

Baca juga: Cara sederhana Ricky pastikan tumbuh kembang anaknya optimal
Baca juga: Ricky Harun rajin mengurus anak

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Demi “Bumi Manusia”, Mawar De Jongh belajar bahasa Jawa dan Belanda

Jakarta (ANTARA) – Aktris Mawar Eva De Jongh mengaku harus belajar bahasa Jawa dan bahasa Belanda demi mendalami peran sebagai tokoh Annelies di film “Bumi Manusia” yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer.

“Ada latihan khusus untuk bahasa itu, seperti bahasa Jawa dan bahasa Belanda. Latihannya cukup lama, satu bulan lebih,” kata Mawar usai peluncuran cuplikan dan konferensi pers “Bumi Manusia” di Jakarta Selatan, Kamis.

Dalam cuplikan film “Bumi Manusia”, terdapat potongan dialog ketika Mawar berbicara dengan bahasa Jawa meskipun tidak memiliki latar belakang keluarga asal Jawa.

Sedangkan untuk bahasa Belanda, Mawar mengaku harus belajar karena tidak dapat berbahasa Belanda meskipun memiliki darah Belanda dari ayahnya.

Baca juga: Mawar De Jongh perbaiki cara jalan demi “Bumi Manusia”

“Aku nggak bisa bahasa Belanda sebenarnya, belum pernah belajar sebelumnya. Tapi khusus untuk ini, aku belajar berbahasa Belanda karena ada dialog pakai bahasa itu,” ujarnya.

Selain berbahasa, Mawar mengaku kesulitan lain saat memerankan Annelies dapat terbantu oleh para pemeran lain dalam “Bumi Manusia” walau masa produksi film hingga satu tahun.

Film yang disutradari Hanung Bramantyo itu menceritakan tentang kehidupan Minke (Iqbaal Ramadhan) yang dekat dengan keluarga Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febrianti). Dia jatuh cinta kepada anak perempuan keluarga itu yang bernama Annelies (Mawar Eva De Jongh). Annelies merupakan perempuan dari ayah berkebangsaan Belanda.

“Bumi Manusia” akan tayang serentak secara nasional bersama dengan film lain yang juga diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer yaitu “Perburuan” pada 15 Agustus.

Baca juga: Cuplikan “Bumi Manusia” dan “Perburuan” dirilis serentak

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jason Ranti tidak merasa syuting dalam film perdananya

Jakarta (ANTARA) – Musisi Jason Ranti mengaku tidak merasa melakukan syuting meskipun baru pertama kali terlibat dalam produksi film bahkan sebagai pemeran utama dalam “Koboy Kampus”.

“Proses syutingnya kayak nongkrong di-kamerain. Menurut saya sih seperti itu karena skrip mah berubah-ubah. Saya dikasih kebebasan, tapi ada koridor gitu,” ujar Jason saat berbincang dalam jumpa pers “Koboy Kampus” di Jakarta, Kamis.

Dalam film tersebut, pemilik album “Akibat Pergaulan Blues” itu berperan sebagai Pidi Baiq. Tapi, Jason menyatakan tidak merasa terbebani dengan sosok besar pecipta novel “Dilan” itu.

Serahin aja ke ayah (Pidi) beban itu. Ya pasti, dia ada perhitungan gitu, kenapa milih ini, milih itu. Ya akhirnya, beban saya alihkan ke ayah, gitu,” kata pelantun “Lagunya Begini Nadanya Begitu” itu.

Jason mengaku bersedia terjun dalam seni peran karena Pidi yang memintanya secara langsung untuk terlibat dalam produksi film itu.

Baca juga: Jason Ranti dan Bisma Karisma “dipaksa” Pidi Baiq main “Koboy Kampus”

“Karena dia seperti Kim Jong Un ya. Ya gimana kan, saya diundang ke markas The Panasdalam itu, diundang dateng, terus ya udah gitu ketemu gitu,” katanya.

Jasaon mengatakan, “Karena saya tahu ayah karyanya apa dari zaman dia nulis. Kan dulu dia nulis. Saya tahu itu, saya tahu musiknya dulu. Ya karena saya respect sama karyanya dia gitu.”

Setelah melakukan syuting, Jason menilai Pidi merupakan sosok yang serius. “Kan orang tahunya cuma dia bercanda. Tapi, itu kan sebenarnya hal yang serius gitu. Dia buat negara (The Panasdalam). Ya mungkin dianggepnya lucu, enggak masuk akal atau apa. Tapi, ada sikap yang serius. Ada pemikiran yang mendalam menurut saya,” katanya.

“Koboy Kampus” mulai tayang di bioskop pada 25 Juli. Film itu bercerita tentang masa muda Pidi Baiq saat berkuliah di Institut Teknik Bandung pada era 1990an.

Baca juga: Pidi Baiq ceritakan masa kuliahnya di film “Koboy Kampus”

Pemain DILAN 1991 kunjungi Kantor Berita Antara

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cuplikan “Bumi Manusia” dan “Perburuan” dirilis serentak

Jakarta (ANTARA) – Cuplikan dua film yang diadaptasi dari novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer, “Bumi Manusia” dan “Perburuan”, dirilis secara serentak pada Kamis.

Deg-degan banget, kayak udah premiere filmnya sendiri. Jadi nggak sabar juga buat lihat filmnya nanti,” ujar aktor Adipati Dolken sebagai pemeran tokoh Hardo dalam film “Perburuan” saat peluncuran cuplikan film itu di Jakarta Selatan, Kamis.

Meskipun diadaptasi dari karya sastrawan yang sama, gaya dan pendekatan dalam kedua film yang mengangkat tema sejarah itu secara teknis maupun emosional terlihat berbeda.

Film “Bumi Manusia” garapan sutradara Hanung Bramantyo berlatar belakang pada masa penjajahan kolonial Belanda. Dalam cuplikan, film digambarkan secara intens dengan konflik yang disampaikan melalui dialog-dialog yang keras.

Baca juga: Adipati Dolken merasa tertantang di film “Perburuan”

Sedangkan “Perburuan” yang disutradarai Richard Oh mengangkat latar pada masa penjajahan Jepang dengan lakon Hardo sebagai salah satu tentara PETA. Cuplikan film itu didominasi oleh aksi dan warna gambar yang lebih gelap.

“Bumi Manusia” menghadirkan pemeran seperti Iqbaal Ramadhan, Mawar De Jongh, Ine Febryanti, Ayu Laksmi, Donny Damara, hingga Christian Sugiono.

Sementara, film “Perburuan” diperankan oleh Adipati Dolken, Ayushita, Ernest Samudra, Khiva Iskak, Michael Kho, Rizky Mocil, dan Egy Fedly.

Sebagaimana cuplikannya, kedua film produksi Falcon Pictures itu akan tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 15 Agustus 2019.

Baca juga: Demi jadi Minke, Iqbaal belajar makan sambil duduk di lantai

Bupati Raja Ampat kutuk pembantai hiu

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ine Febriyanti merasa tertantang bintangi film layar lebar

Jakarta (ANTARA) – Aktris Sha Ine Febriyanti mengaku merasa tertantang untuk berakting dalam sebuah film layar lebar menyusul penampilannya untuk adu peran dalam berbagai panggung teater maupun film independen.

“Ini pengalaman pertama saya dalam film industri, bukan film indie. Dan kalau dalam film, sangat berbeda dengan di atas panggung (teater),” kata wanita yang akrab disapa Ine itu.

Sebelum terjun dalam film, Ine mengawali karir aktingnya dari panggung teater. Pekerja seni asal Semarang itu lantas melebarkan sayap karirnya ke layar lebar.

Perbedaan paling mencolok saat berakting untuk film dan teater, menurut Ine, adalah pada penguasaan seluruh sisi lokasi saat memainkan sebuah peran.

Baca juga: Ine Febriyanti stop buat film dua tahun ke depan

“Di teater, saya harus bisa menguasai panggung. Dan ketika dalam film, tantangan terbesar bagi saya adalah menahan vibrasi saya untuk itu,” kata dia.

Ine Febriyanti memerankan tokoh Nyai Ontosoroh dalam film “Bumi Manusia” yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Aktor dan aktris lain yang juga berperan dalam film yang akan dirilis pada 15 Agustus itu antara lain Iqbaal Ramadhan, Mawar De Jongh, Ayu Laksmi, Donny Damara, hingga Christian Sugiono.

Baca juga: Ine Febriyanti akhirnya berjodoh dengan Nyai Ontosoroh

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jason Ranti dan Bisma Karisma “dipaksa” Pidi Baiq main “Koboy Kampus”

Jakarta (ANTARA) – Film “Koboy Kampus” melibatkan sejumlah aktor-aktris ternama Tanah Air, termasuk Jason Ranti dan Bisma Karisma, yang mengaku “dipaksa” oleh Pidi Baiq untuk terlibat di dalamnya.

“Saya diteror, di-WhatsApp sama asistennya. Ngomongnya gitu, ditunggu di The Panasdalam. Dalam hati, wah ngapain. Mana orangnya udah tua-tua kan. Terus, (saya) diminta sama ayah suruh jadi dia. Ya udah, sedetik doang langsung jawab mau,” ujar Jason Ranti yang berperan sebagai Pidi Baiq dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Kejadian serupa juga dialami Bisma Karisma yang diminta berperan sebagai Deni atau Presiden The Panasdalam. The Panasdalam merupakan “negara” yang didirikan oleh Pidi Baiq bersama teman-temannya di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Bisma merasa terpaksa sekaligus salut melihat perjuangan Pidi dan rekan-rekannya ketika masih kuliah.

“Saya disuruh dan dipaksa sama imam besarnya (Pidi Baiq). Jadi presiden yang (punya) kewarganegaraannya cukup sedikit mah gampang. Ayah dengan perspektifnya sendiri lebih santai dalam menikmati hidup. Saya salut sih sama mereka ini,” kata Bisma.

“Koboy Kampus” merupakan film biopik Pidi Baiq tentang masa masa kuliahnya. Dalam film itu, dia dengan berani membeberkan tentang pemikiran dan “ide gila”-nya pada 1995.

Film yang disutradarai oleh Pidi sendiri dan Tubagus Deddy itu juga bukan hanya menceritakan tentang hal-hal konyol semasa kuliah, melainkan juga tentang sikap kritis terhadap pemerintahan Orba Baru dengan cara yang kreatif dibandingkan sikap protes turun ke jalan melalui demonstrasi.

“Di sini, Pidi cerita gimana dia bisa di kampus sampai tujuh tahun. Kalau Dilan mungkin masih menerka-nerka apa dia Pidi Baiq atau bukan, “Koboy Kampus” fix adalah Pidi Baiq. Ayah cerita, saya rekam. Ceritanya sederhana dan unik dari The Panasdalam,” ujar Deddy.

Film garapan MNC Pictures dan 69 Production itu akan tayang pada 25 Juli 2019 di bioskop-bioskop Tanah Air.

Selain Jason Ranti dan Bisma Karisma, pemain lain yang juga terlibat dalam “Koboy Kampus” adalah Ricky Harun, David John Schaap, Miqdad Addausy, Steffi Zamora Husein, Dania Riyadi, Vienny JKT48, Christina Colondam, Jennifer Lepas, Anfa Safitri, Chicha Koeswoyo, dan Ria Irawan.

Baca juga: Pidi Baiq ceritakan masa kuliahnya di film “Koboy Kampus”

Pemain DILAN 1991 kunjungi Kantor Berita Antara

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Disney pilih Halle Bailey jadi Ariel di live action “Little Mermaid”

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Halle Bailey terpilih menjadi Ariel dalam film live action Disney “The Little Mermaid”, seperti diumumkan Studio Walt Disney, Rabu (3/7).

Dilansir CBS News, ini kan jadi film pertama bagi penyanyi 19 tahun itu. Para pemain lain yang mungkin akan bergabung dalam film meliputi Awkwafina dari “Crazy Rich Asian” sebagai Scutle, Melissa McCarthy sebagai Ursula dan aktor muda Jacob Tremblay sebagai Flounder.

Pengumuman ini jadi kali pertama Disney memilih perempuan kulit berwarna untuk peran yang biasanya diberikan pada perempuan kulit putih di film versi live action.

Di akun Twitter, Bailey menyebut terpilihnya dia sebagai “mimpi jadi kenyataan”, mengunggah fotonya dalam versi kartun Ariel.

Bailey adalah bagian dari duo R&B Halle x Chloe, saudarinya. Mereka jadi musisi pembuka tur dunia Beyonce, merilis album dan menyanyikan lagu tema “Wrinkle in Time”, film Disney lainnya.

“Setelah pencarian panjang, jelas bahwa Halle memiliki kombinasi langka semangat, nurani, jiwa muda, kepolosan dan suara indah, semua kualitas intrisik yang dibutuhkan untuk memerankan peran ikonik itu,” ujar sutradara Rob Marshall dalam keterangan pers.

Film ini diperkirakan akan tayang pada 2020, menampilkan musik dari film animasi klasik 1989 itu serta musik baru dari Lin-Manuel Miranda dan Alan Menken.

Baca juga: Awkwafina akan main di film “The Little Mermaid”

Baca juga: Fan BTS ingin Jimin perankan Prince Eric dari film “Little Mermaid”

Baca juga: Cinta berakhir lara dalam “House Where the Mermaid Sleeps”

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS merilis cuplikan film “Bring The Soul”

Jakarta (ANTARA) – Boy group Bangtan Sonyeondan (BTS) merilis pratinjau untuk film ketiga mereka, “Bring The Soul” melalui laman YouTube pada Rabu (3/7).

Video berdurasi satu menit itu pada Kamis ini telah ditonton lebih dari dua juta kali dan mendapat 625 likes.

“Bring The Soul” menampilkan cuplikan tur dunia grup bertajuk “Love Yourself”, termasuk eksklusif di belakang layar dan percakapan antara personel setelah menyelesaikan tur di Paris.

Film ini rencananya tayang di bioskop seluruh dunia termasuk Indonesia pada 7 Agustus 2019.Pra penjualan tiket film boy group Bangtan Sonyeondan (BTS), “Bring The Soul” secara online dan offline sudah dimulai.

Di Indonesia, harga tiket dijual bervariasi yakni Rp180 ribu untuk wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bandung, Surabaya dan Medan.

Untuk wilayah Gresik, Jember, Probolinggo dan Tegal harga tiket dijual Rp80 ribu. Sementara wilayah lain Rp125 ribu, ungkap pihak CGV melalui laman Instagramnya.
 

Bakti gandeng 23 pemda bangun BTS USO

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Main di “James Bond”, Rami Malek tak ingin perankan teroris

Jakarta (ANTARA) – Sebelum menerima peran sebagai penjahat dalam film “James Bond 25”, Rami Malek mengajukan syarat, salah satunya tidak ingin menjadi teroris yang mengatasnamakan agama.

Peraih Piala Oscar itu dipastikan akan bermain dalam film “James Bond” yang akan datang awal tahun ini. Dia akan menjadi lawan main Daniel Craig dan menjadi musuh bebuyutan agen 007 tersebut.

“Saya bilang, ‘Saya tidak dapat membuat karakternya dengan tindakan terorisme apapun yang mencerminkan ideologi atau agama’,” ujar Malek dilansir NME, Kamis.

Dia menambahkan, “Itu bukan sesuatu yang membuat saya ingin menghibur kalian, jadi jika itu sebabnya saya menjadi pilihanmu, maka kamu dapat mengeluarkan saya.”

Pemain “Bohemian Rhapsody” ini mengatakan bahwa dia adalah orang Mesir dan tumbuh besar dengan mendengarkan musik Mesir.

“Saya mencintai Omar Sharif. Inilah orang-orang saya. Saya merasa sangat terikat dengan budaya dan manusia yang ada di sana,” kata Malek.

Dalam obrolan lain, Malek mengungkapkan bahwa dia sangat bersemangat untuk memainkan karakter hebat dan apa yang bisa diharapkan oleh para penggemar dari “James Bond” yang baru.

“Itu adalah skrip yang sangat pintar dari orang-orang yang sudah tahu persis apa yang orang inginkan dalam film-film itu. Tapi saya merasakan beban yang cukup besar di pundak saya. Maksudku, Bond adalah sesuatu yang kita semua tumbuh bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Grace Jones dilaporkan telah berhenti dari perannya dalam “Bond 25” karena dia berharap mendapat peran yang lebih besar dalam film ini.
   

Baca juga: “James Bond” umumkan nama pemain, tersebut Rami Malek

Baca juga: Daniel Craig akan operasi pergelangan kaki, film “Bond” sesuai jadwal

Baca juga: Aston Martin khusus untuk James Bond akan dilelang

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jangan beranjak, ada 2 post-credit scene “Spider-Man: Far From Home”

Jakarta (ANTARA) – Bagi Anda yang hendak menyaksikan film terbaru dari Marvel Cinematic Universe “Spider-Man: Far From Home”, jangan beranjak dulu dari kursi bioskop karena ada dua post-credit scene yang wajib ditonton.

Banyak dari penikmat film-film Marvel yang bertanya-tanya apakah film “Spider-Man” ini menghadirkan cuplikan adegan di akhir tayangan, mengingat tak ada post-credit scene di “Avengers: Endgame” dan “X-Men: Dark Phoenix, 2019”

Padahal after-credit scene menjadi ciri khas film-film Marvel, yang memberi petunjuk kepada penonton setianya apa yang akan terjadi di film-film selanjutnya.

Pada “Spider-Man: Far From Home”, secuplik adegan teaser itu ada di bagian setelah credit roll awal dan di bagian paling akhir.

Kedua adegan pendek itu menjadi petunjuk dan teaser untuk kelanjutan kisah Spider-Man, maupun fase keempat dari Marvel Cinematic Universe.

Sekuel terbaru dari si pahlawan laba-laba asal Queens, New York, “Far From Home” bisa disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air mulai hari ini.

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home”, aksi dan kisah baru usai “Endgame”

Baca juga: Hari ini, Spider-Man: Far From Home rilis di bioskop Indonesia
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Ikut Aku ke Neraka”, film horor pertama Cut Mini

Jakarta (ANTARA) – Aktris Cut Mini akhirnya menjajal bermain dalam film horor untuk pertama kalinya dengan membintangi “Ikut Aku ke Neraka” yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis.

Ditemui setelah pemutaran perdana “Ikut Aku ke Neraka”, di Jakarta, Rabu, Cut Mini membeberkan alasannya selama ini enggan bermain dalam film horor. 

“Karena saya sejujurnya memang penakut. Kalau di rumah sendirian aja suka enggak nyaman. Saya takut dan takut merepotkan. Takutnya malah jadi merepotkan yang produksi karena saya takut banget,” tuturnya.

Namun khusus untuk film “Ikut Aku ke Neraka”, ia  mencoba memberanikan diri dan mengajukan syarat khusus kepada sang sutradara.

“Aku bilang enggak usah dibuka-buka matanya, enggak perlu ditakutin, aku udah takut. Terus misalnya ada yang kayak gitu-gitu (hantu), aku enggak mau dideket-deketin. Dia bilang oke, ya udah akhirnya ikut,” kata pemain film “Dua Garis Biru” itu menjelaskan.

Bagi Cut Mini, setiap adegan dalam film itu adalah tantangan dan menguras cukup banyak energinya. Selain harus berakting total, dia juga mesti melawan rasa takutnya.

“Enggak usahlah ya (main horor lagi), udah cukup lah ya. Pas syuting aja saya rasanya pengin buru-buru kelar,” katanya.

“Ikut Aku ke Neraka”, produksi Rapi Films, bercerita tentang Lita (Clara Bernadeth) yang memiliki hidup sempurna, apalagi setelah menikah dengan Rama (Rendy Kjaernett).

Saat hamil tua, Rama selalu ingin melihat Lita tampil sempurna. Ia mendapat rekomendasi dari dokter ahli bedah plastik ternama untuk menghilangkan tanda lahir di punggung Lita, agar istrinya lebih percaya diri.

Proses operasi pun berjalan lancar,  namun setelah itu Lita mulai diteror oleh makhluk halus berwujud perempuan menyeramkan. Teror kian menjadi ketika Lita melahirkan bayinya.

Jawaban dari teror hantu itu ada di masa lalu Lita dan ia harus bertemu dengan Sari (Cut Mini) ibunya yang sudah ditinggalkannya.

Satu per satu orang-orang di sekitar Adam dan Lita tewas. Keduanya pun berusaha menyelamatkan nyawa mereka dan sang bayi.

“Ikut Aku ke Neraka” muai tayang di bioskop pada 11 Juli.

Baca juga: “Kuntilanak 2” film horor pertama yang raih 1,7 juta penonton di 2019

Baca juga: “Uka Uka the Movie”, film horor bernuansa komedi terbaru dari Ubay Fox
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong

Pengunjung menonton film di bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta, Rabu (3/7/2019). Perumda Pasar Jaya bekerja sama dengan Persatuan Artis Film Indonesia membangun bioskop rakyat bernama Indiskop atau Bioskop Independen dengan fasilitas dua studio yang berkapasitas masing-masing 128 kursi penonton untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah sebagai ruang belajar produksi film serta mengajak masyarakat agar gemar menonton film Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

Jelang rilis “The Lion King”, Disney tayangkan adegan “Hakuna Matata”

Jakarta (ANTARA) – Disney kembali membocorkan cuplikan film live-action,”The Lion King”, kali ini adegan beserta lagu ikonik “Hakuna Matata”.

Seperti dilansir Digital Spy, adegan itu menampilkan tokoh Pumba yang dialihsuarakan Seth Rogen, Timon oleh aktor Billy Eichner dan Simba oleh Donald Glover, yang sedang melintasi sabana di tengah cuaca panas.

Bulan lalu, Disney mengungkap adegan pertarungan antara Simba dan pamannya, Scar yang disuarakan Chiwetel Ejiofor.

Sejumlah pihak menduga akan ada adegan menguras air mata di akhir film yang rencananya tayang di bioskop Amerika pada 19 Juli 2019.

Baca juga: Disney ungkap peran Beyonce di “Lion King” lewat video teaser terbaru

Baca juga: “The Lion King” trailer Disney paling banyak ditonton sepanjang masa
 

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Academy undang 824 anggota baru, separuhnya perempuan

Jakarta (ANTARA) – Academy of Motion Pictures Arts and Sciences mengundang 824 anggota baru dari 59 negara ke dalam organisasi Oscars, dan untuk pertama kalinya mencapai kesetaraan gender, demikian dilansir Time yang dikutip Rabu.

Setengah dari anggota baru itu adalah perempuan. Pada 10 dari 17 cabang – termasuk cabang penyutradaraan, penulisan dan produksi – lebih banyak wanita daripada pria yang diundang.

Anggota baru tahun ini juga mencakup 29 persen orang kulit berwarna.

Itu adalah perubahan haluan penting bagi sebuah organisasi yang telah berusaha untuk mengubah peringkatnya setelah kritik untuk nominasi akting yang semuanya berkulit putih pada 2015 dan 2016.

Sejak 2015, keanggotaan perempuan di organisasi itu telah tumbuh dari 25 persen saja menjadi 32 persen. Sementara keanggotaan orang kulit berwarna secara keseluruhan naik dua kali lipat dari 8 persen menjadi 16 persen.

Untuk membantu perombakan cepat di Academy, mereka mengundang 928 anggota pada tahun lalu. Meskipun lebih kecil, namun jumlah anggota tahun ini terbanyak dalam 92 tahun sejarahnya.

Para undangan baru termasuk Lady Gaga, Sterling K. Brown, Claire Foy, Letitia Wright, Tom Holland dan Adele. Sutradara yang baru diundang termasuk pembuat film “Crazy Rich Asia” Jon Chu, sutradara “The Babadook” Jennifer Kent dan duo pembuat film Phil Lord dan Chris Miller.

Jika sebagian besar menerima undangan mereka, akademi film itu akan berjumlah lebih dari 9.000 anggota.

Academy Awards tahun depan akan diadakan pada 9 Februari, beberapa minggu lebih awal dari biasanya.

Baca juga: Sineas: Tidak ada yang istimewa dari Piala Oscar 2019

Baca juga: Olivia Colman jadi aktris terbaik Oscar 2019
 

Tunggangan Lady Gaga Menuju Ama 2013

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Manajer berharap Vanessa Angel jadi pribadi lebih baik

Jakarta (ANTARA) – Vanessa Angel diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah menyelesaikan hukumannya selama lima bulan penjara karena kasus penyebaran konten asusila.

“Kalau dibilang perubahan sih enggak. Vanessa dari dulu orang baik, saya sih cuma minta mudah-mudahan Vanessa lebih baik lagi dari yang sekarang,” ujar Lidya, manajer Vanessa saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Hari ini, Vanessa menggelar acara syukuran bersama anak yatim. Bintang “3 Semprul Mengejar Surga 2” itu, terlihat mengenakan hijab. Namun menurut Lidya hal tersebut dilakukan untuk menghormati acara yang dibuat.

“Enggak ini karena acara dengan anak yatim, jadi harus menghormati dengan berpakaian sopan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa acara syukuran bersama anak yatim itu pun disiapkan secara mendadak.

“Ini bersyukur karena kasusnya Vanessa selesai. Karena Vanessa bebas dan hukumannya juga lebih ringan dari tuntutan jaksa,” ujarnya.

“Karena Vanessa pengin bersyukur lah, ngundang teman-teman sama anak-anak yatim, minta didoakan biar semuanya juga maksudnya beres kedepannya lebih baik lagi,” katanya menambahkan.

Baca juga: Bebas dari penjara, Vanessa Angel langsung cari nafkah

Baca juga: Bebas dari penjara, Vanessa Angel berterima kasih lewat Instagram
 

Polisi tahan Vanessa terkait kasus prostitusi online

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Spider-Man: Far From Home”, aksi dan kisah baru usai “Endgame”

Jakarta (ANTARA) –
Peter Parker (Tom Holland) kembali menjalani kehidupannya sebagai seorang siswa SMA setelah kehilangan rekan dan mentornya di Avengers, yakni Iron Man alias Tony Stark.

Dengan rasa sedih yang besar, ia berusaha hidup menjadi siswa yang biasa-biasa saja dan tetap menyembunyikan identitasnya sebagai Spider-Man.

Peter tidak bisa menjadi pahlawan super sepenuhnya lantaran masih harus melanjutkan studinya. Ia pun sempat tak ingin menjadi Spider-Man, terlebih ia ada jadwal liburan ke Eropa selama dua minggu bersama teman-teman sekolahnya.

Rupanya, liburan Peter tak berjalan sesuai rencana. Nick Fury (Samuel L Jackson) mendatangi Peter di tengah-tengah liburannya. Nick memperkenalkan Peter dengan Quentin Beck alias Mysterio (Jake Gyllenhaal), untuk bekerja sama menghadapi Hydro-Man yang sangat kuat dan mengancam bumi.

Tom Holland and Jacky Gyllenhaal (Columbia Pictures)
Pertemuan tersebut membuat Peter percaya untuk bertarung melawan musuh bersama dengan Beck. Namun, Peter tetap masih ragu akan kemampuannya sendiri karena masih merasa belum pantas untuk menyelamatkan dunia tanpa kehadiran Iron Man di hidupnya.

Misi penyelamatan yang dilakukan Spider-Man pada film keduanya ini juga mengajak penonton untuk mengunjungi beberapa kota di Eropa, tentunya dengan disisipi cerita-cerita dan guyonan ringan dan tingkah remaja yang menggelitik.

Dalam film ini, mulai dari kostum hingga fitur-fitur unik dan mutakhirnya turut menambah keseruan cerita.

Baca juga: Jelang penayangan, area permainan bertema Spider-Man hadir di Jakarta
 

Spider-Man (Columbia Pictures)
Baca juga: Tom Holland dan Chris Hemsworth main wayang di Bali

Selain aksinya, “Spider-Man: Far From Home” menyuguhkan banyak dialog yang mengocok perut penonton, layaknya film-film di dunia sinematik Marvel (MCU) lainnya. Terlebih, trio kocak Tom Holland, Zendaya (MJ), dan Jacob Batalon (Nedd Leeds) juga pernah dipadukan pada film “Spider-Man: Homecoming” (2017).

Film ini disutradarai oleh Jon Watts, yang sebelumnya juga menjadi sosok di balik film Spider-Man: Homecoming. Yang berbeda, Watts menggambarkan perjalanan Peter sebagai pahlawan super yang lebih dewasa. Bagaimana ia dihadapkan pilihan-pilihan sulit lalu mencoba untuk menghadapinya tanpa keraguan.

Hal tersebut membuat Far From Home memiliki ciri khas seperti film-film Marvel lainnya, yaitu memadukan aksi, animasi 3D serta efek visual (CGI) yang ciamik, humor, dan kedekatan emosional kepada penonton.

Film ini merupakan akhir dari fase ketiga Marvel Cinematic Universe, sekaligus kisah pasca saga infinity, sehingga penggemar film dan komik Marvel dirasa perlu untuk melihat seperti apa kelanjutan dari fase dan saga tersebut.

Film ini dijadwalkan rilis di Indonesia mulai hari ini di bioskop-bioskop Tanah Air.

Baca juga: Hari ini, Spider-Man: Far From Home rilis di bioskop Indonesia

Baca juga: Tom Holland bagikan foto kostum terbaru “Spider-Man: Far From Home”

Baca juga: “Spider-Man: Into the Spider-Verse” raih debut 35 juta dolar AS

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenal aktris India Zaira Wasim yang keluar Bollywood demi agama

Jakarta (ANTARA) – Aktris India Zaira Wasim diperbincangkan warganet setempat karena mengumumkan keluar dari dunia akting demi agama.

Remaja asal Kashmir itu lahir pada 23 Oktober 2000 dari keluarga muslim. Ayahnya seorang manajer eksekutif di Srinagar sementara ibunya seorang guru.

Namanya pertama kali dikenal lewat film “Dangal”.

Dikutip dari berbagai sumber, “Dangal” (2016) adalah film bertema olahraga yang diangkat dari kisah pegulat Mahavir Singh Phogat yang melatih dua putrinya, Geeta dan Babita, untuk jadi pegulat perempuan kelas dunia.

Aktris muda asal Kashmir itu berperan sebagai Geeta Phogat versi muda di film tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Zaira mengaku tidak punya kesempatan terpilih karena dia terus menerus lupa dialog saat audisi.

Sebagai Geeta, Zaira diminta untuk memotong rambutnya seperti tentara. Remaja itu menangis selama empat hari gara-gara rambutnya berubah drastis.

Penampilan yang mencolok itu bahkan membuat penggemar sempat menyangka dia bukan perempuan dengan memanggilnya “bhaiya”, sebutan untuk laki-laki.

Baca juga: Aktor “Kuch Kuch Hota Hai” duga Zaira Wasim terpaksa keluar Bollywood

Untuk mendalami karakter sebagai remaja yang berperan sebagai pegulat, Zaira menjalani diet khusus di mana dia dilarang menyantap makanan siap saji selama enam bulan.

Diet itu terasa berat karena sang aktris sangat menyukai kentang goreng, bahkan ia dipanggil “kentang” oleh teman-temannya, merujuk pada makanan favoritnya.

Kemampuannya berakting membuahkan hasil. Film pertama Zaira membuatnya mendapatkan penghargaan Aktris Pendukung Terbaik di National Film Award 2017.

Setahun berselang, dia membintangi drama musikal “Secret Superstar”. Zaira berperan sebagai remaja yang suka menyanyi, tapi menyembunyikan mimpi itu karena ayahnya tidak setuju.

Baca juga: Aktris India dikecam karena keluar dari akting demi agama

Aamir Khan yang memilih Zaira untuk film “Dangal” merekomendasikan sang aktris pada sutradara “Secret Superstar” Advait Chandan yang mencari remaja untuk pemeran utama.

Kemampuan Zaira membuat Advait terpukau dan akhirnya ia dipilih jadi pemeran utama.

Zaira pernah berkata saat kecil dia tidak pernah bercita-cita jadi aktris, bahkan dia juga tidak menonton banyak film Hindi saat belia.

“Saya masih tidak tahu apakah akan jadi aktris sebagai pekerjaan penuh waktu, tapi setiap kali saya berakting, saya mencoba berikan yang terbaik… Dua film yang sudah saya mainkan menawarkan kisah menarik,” kata dia seperti dikutip dari Cinema Express pada Oktober 2017.

Pada awal Juli, Zaira mengumumkan ia akan mundur dari dunia akting yang baru dicicipinya karena merasa jadi menjauh dari agama.

“Dunia ini memang memberikan banyak cinta, dukungan, dan pujian untukku, tapi akting juga membuatku menapaki jalan ketidaktahuan, aku diam-diam dan tidak sadar menjauh dari iman,” kata Zaira di akun media sosial.

Baca juga: Aktris Bollywood Soni Razdan juga komentari keputusan Zaira Wasim

Baca juga: Setelah tuding Zaira “tak bersyukur”, Raveena Tandon cuitkan dukungan

Baca juga: Zaira aktris India yang keluar dari Bollywood bantah akunnya diretas

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harry Styles dan Ansel Elgort ikut audisi untuk peran Elvis Presley

Jakarta (ANTARA) – Harry Styles dan Ansel Elgort dilaporkan sedang menjadi pertimbangan untuk memerankan karakter Elvis Presley dalam film biografi karya Baz Luhrmann yang akan datang.

Menurut Hollywood Reporter, Rabu, mantan personel One Direction dan pemain “Baby Driver” itu telah mengikuti tes kamera pada pekan lalu bersama Aaron Taylor-Johnson, Austin Butler dan Miles Teller.

Teller akan muncul dalam sekuel “Top Gun”, sedangkan Elgor saat ini tengah melakukan syuting film garapan Steven Spielberg berjudul “West Side Story”.

Sementara itu, Harry Styles memulai debut perdana filmnya melalui “Dunkirk” dan Taylor-Johnson terkenal lewat penampilannya di “Kick-Ass” dan “Avengers: Age of Ultron”.

Butler bisa dibilang yang paling tidak dikenal di antara para pesaingnya, namun dia akan terlihat sebagai Keluarga Manson Charles “Tex” Watson dalam film Quentin Tarantino yang akan datang yakni “Once Upon A Time in Hollywood”.

Meski kelima nama di atas masih dalam tahap audisi, Tom Hanks telah dipastikan hadir untuk memerankan Kolonel Tom Parker atau manajer Presley yang dikenal karena kontrolnya yang berlebihan terhadap kehidupan ikon rock and roll itu.

Film biografi tentang Elvis Presley ini akan fokus pada kebangkitan Raja Rock and Roll dan hubungannya yang bergejolak dengan Tom Parker.

Parker, yang lahir di Belanda, sebagian besar bertanggung jawab atas sejumlah momen penting dalam karier Elvis, termasuk keberhasilan negosiasi kontrak rekaman dengan RCA.

Sementara itu, awal bulan ini terungkap bahwa komedian Rob Delaney akan berperan sebagai Elvis Presley film biografi Elton John yang berjudul “Rocketman” sebelum akhirnya dipotong.

Baca juga: Kalahkan Harry Styles, BLACKPINK sabet kemenangan Shorty Awards 2019

Baca juga: Zayn Malik mengaku tak pernah bicara dengan Harry Styles

Baca juga: Harry Styles punya mata terindah di dunia, kalahkan Brad Pitt

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aktor “Kuch Kuch Hota Hai” duga Zaira Wasim terpaksa keluar Bollywood

Jakarta (ANTARA) – “Mungkin itu bukan keputusannya, mungkin dia dipaksa untuk membuat keputusan itu,” ujar aktor veteran Anupam Kher mengenai pilihan Zaira Wasim keluar dari dunia akting demi agama.

Setelah aktris “Dangal” memutuskan akan keluar dari Bollywood karena profesinya menjauhkan dia dari keimanan, Anupam mengekspresikan rasa kecewa terhadap aktris 18 tahun itu.

Dilansir ANI, dia berkata, “Reaksi pertamaku adalah jika dia memutuskan ini atas nama agama mungkin itu bukan keputusannya. Mungkin dia dipaksa untuk membuat keputusan itu, itu dugaanku. Tapi ini hidupnya, jika dia memutuskan itu, saya menghargainya. Saya pikir kita harus menghormatinya.”

Pemeran ayah Tina dalam film “Kuch Kuch Hota Hai” itu sedih karena banyak orang yang bermimpi untuk bisa terkenal di Bollywood, namun Zaira memutuskan untuk “menghancurkan mimpinya”.

“Saya sedih karena seorang gadis muda menghancurkan mimpinya (menjadi aktor). Tuhan memberinya platform luar biasa. Amir Khan menghadirkan aktor luar biasa. Saya melihatnya dari sudut pandang aktor,” kata dia.

“Saya mengelola sekolah (akting), banyak orang bermimpi menjadi sesuatu dan dia sebenarnya mendapatkannya.”

Zaira Wasim mengumumkan dia keluar dari dunia akting lewat media sosial karena pekerjaan itu mengganggu “kedamaian, iman dan hubungan dengan Allah.”

Tak lama setelah ia mengunggah itu, terjadi polemik di dunia Twitter. Ada yang mendukung, ada yang mempertanyakan.

Baca juga: Zaira aktris India yang keluar dari Bollywood bantah akunnya diretas

Baca juga: Aktris India dikecam karena keluar dari akting demi agama

Baca juga: Aktris Bollywood Soni Razdan juga komentari keputusan Zaira Wasim

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“99 Nama Cinta” hadir sebagai film pop religi

Jakarta (ANTARA) – Danial Rifki dan Garin Nugroho bekerja sama menggarap sebuah film religi bertajuk “99 Nama Cinta”, namun kisah pada film ini lebih pop dibanding dengan genre yang serupa.

“Saat ngobrol dengan mas Garin, akhirnya timbul pemikiran untuk menggarap film ini. Kebetulan mas Garin punya cerita bagus. Dengan genre pop tapi juga bukan religi yang berat,” ujar Mohmmad Soufan selaku Executive Producer MNC Pictures melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

“99 Nama Cinta” bercerita tentang Talia (Acha Septriasa) yang menganggap bahwa agama bukanlah hal utama dalam dirinya.

Talia yang menjadi produser acara gosip di sebuah stasiun televisi ini, masih memandang karir adalah tujuan utamanya.

Lika-liku Talia dalam menjalani hidup ternyata berujung pada pertemuannya dengan seorang pria bernama Kiblat (Deva Mahenra), yang perlahan mengubah cara pandang Talia dalam memaknai arti Tuhan.

Ustaz muda ini kemudian mengajarkan Talia tentang agama. Di sinilah konflik lucu dan menggemaskan terjadi, apalagi ketika Talia mencoba menghindar dari Kiblat hingga akhirnya dekat.

Untuk terlibat dalam “99 Nama Cinta”, Acha mengaku harus mengikuti audisi sebanyak dua kali, namun hal tersebut dilakukannya dengan senang.

“Ada proses reading yang harus saya lewati dan itu menyenangkan. Skenario yang ditulis mas Garin indah sekali. Karena cinta juga Tuhan, dan dalam film ini, Tuhan tidak hanya bisa ditemukan di rumah ibadah saja. Tapi di mana saja. Ini pesan besarnya,” kata Acha.

Selain Acha dan Deva, film garapan MNC Pictures ini juga menghadirkan aktor lain seperti Ira Wibowo, Donny Damara, Chiki Fawzie, Adinda Thomas, Susan Sameh, Dzawin dan Robby Purba. Namun film ini belum memiliki tanggal pasti untuk penayangannya.

Baca juga: Pekan Film Indonesia “La Fete du Cin Indonesien” sukses digelar

Baca juga: “Setan Jawa” akan gentayangan di Jepang

Baca juga: Produser yakin “Kucumbu Tubuh Indahku” tak mungkin diboikot

Garin Nugroho Calonkan Diri Jadi Walikota Yogyakarta

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, aktris muslim India keluar akting hingga bocoran GIIAS 2019

Jakarta (ANTARA) – Dari dunia hiburan, aktris muslim India memutuskan keluar dari dunia akting demi agama, lalu dari dunia tekno, ada aplikasi mobile BTS.

Sementara dari dunia otomotif, ada bocoran hal baru di GIIAS 2019 menjadi sebagian berita menarik di kanal Hiburan, Lifestyle, Tekno dan Otomotif Antara pada Selasa (2/7).

Berikut selengkapnya:

1. Aktris India dikecam karena keluar dari akting demi agama

Jakarta (ANTARA) – Keputusan aktris muslim India untuk keluar dari Bollywood telah menuai kecaman dari sesama aktor dan para penggemar di India menyusul pendapatnya tentang akting yang menjauhkan dari agama.

Dikutip dari Reuters, Zaira Wasim (18) yang dikenal karena peran sebagai pegulat dalam film “Dangal” (2016) mengumumkan berpisah dari dunia akting, Minggu.

Selengkapnya di sini

2. Mempercantik tampilan lipstik dengan “lip balm” ala “beauty vlogger”

Jakarta (ANTARA) – Lip balm alias pelembap bibir tidak cuma berfungsi merawat kulit, namun bisa dimanfaatkan untuk mempercantik bibir yang dipulas.

Beauty blogger Abel Cantika punya dua cara memakai lip balm yang disesuaikan dengan tampilan lipstik yang ia pakai sehari-hari, baik itu tampilan pasangan (matte) atau mengkilap (glossy). Lip balm bisa digunakan untuk membuat bibir lebih mengkilap.

Selengkapnya di sini

3. BTS luncurkan aplikasi komunitas penggemar

Jakarta (ANTARA) – Grup K-pop ternama BTS meluncurkan aplikasi mobile resmi untuk berinteraksi dengan penggemar di seluruh dunia.

Grup berisikan tujuh anggota itu meresmikan BTS Weverse, komunitas penggemar resmi yang yang berbasis aplikasi Weverse.

Selengkapnya di sini

4. Samsung bakal luncurkan Galaxy Note 10 awal Agustus

Jakarta (ANTARA) – Samsung Electronics mengonfirmasi kabar peluncuran ponsel flagship seri Galaxy Note 10 pada awal Agustus mendatang.

“Pada 7 Agustus 2019, Samsung Elcetronics akan meluncurkan perangkat-perangkat-perangkat baru yang dirancang untuk membangun konektivitas ekosistem Galaxy ke tingkat selanjutnya,” kata Samsung dalam undangan yang mereka unggah di situs resmi mereka.

Selengkapnya di sini

5. Sekitar 20 mobil model baru siap meluncur di GIIAS 2019

Jakarta (ANTARA) – Sekitar 20 mobil dengan model terbaru bersiap diluncurkan dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Selengkapnya di sini

Bakti gandeng 23 pemda bangun BTS USO

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Padang jadi lokasi syuting film “Sitti Nurbaya”

Padang, (ANTARA) – Kota Padang dipilih menjadi salah satu lokasi syuting film “Sitti Nurbaya” yang diangkat dari novel legendaris terbitan Balai Pustaka, karya Marah Rusli berjudul “Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai”.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang saya menyambut baik kembali dibuatnya Sitti Nurbaya dalam bentuk film layar lebar yang mengangkatkan latar belakang serta seting budaya Minangkabau dan akan melakukan syuting di beberapa tempat di Kota Padang,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Selasa saat menerima rombongan PT Balai Pustaka dan produser film.

Ia berharap film Sitti Nurbaya bisa memberikan banyak manfaat bagi warga dan Kota Padang khususnya.

Sementara Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji mengatakan ia berharap penggarapan film ini mampu mendongkrak jumlah wisatawan ke Padang seperti halnya film “Laskar Pelangi” yang sempat populer beberapa tahun lalu dengan lokasi syuting di Bangka Belitung.

Film “Sitti Nurbaya” disutradarai oleh Haris Nizam.

Nantinya akan dibangun sebuah tempat wisata bernama Kampung Sitti Nurbaya yang berlokasi di Gunung Padang.

Di kampung tersebut akan ada rumah Sitti Nurbaya, rumah Datuk Maringgih, Syamsul Bahri dan sarana prasarana yang mendukung film tersebut. Kalau perlu akan dibuat museum Sitti Nurbaya, dengan seluruh baju-baju pemeran dan atribut yang dipakai dalam film itu akan dimuseumkan di sana.

Ia menilai dengan demikian wisatawan bisa melihat dan menikmati kawasan Kampung Sitti Nurbaya dan memberikan manfaat bagi warga setempat serta para pedagang dan pelaku ekonomi kreatif.

Achmad mengatakan lokasi syuting film “Sitti Nurbaya” mengambil beberapa tempat seperti Bukit Gado-gado atau Gunung Padang yang mana nantinya akan disulap menjadi Kampung Sitti Nurbaya.

Untuk pembuatan film tersebut akan dimulai setelah selesainya pembuatan Kampung Sitti Nurbaya. Sementara tayangnya ia akan berunding dengan investor.

“Insya Allah jika tidak ada kendala tayang film Sitti Nurbaya ini sesudah lebaran Idul Fitri tahun depan,” ujarnya.

Sementara terkait pemeran film ia masih merahasiakan namun hanya satu nama yang disebut yakni Tengku Rifnu Wikana yang berperan sebagai Datuk Maringgih.

“Kami juga akan mengambil pemeran asal Sumatera Barat berdasarkan hasil casting beberapa waktu lalu yang diikuti sebanyak 1.612 dan terpilih sebanyak 41 orang,” ujarnya.

Baca juga: Balai Pustaka-TVRI garap sinetron “Sitti Nurbaya”

Kementerian BUMN perkuat sinergi NPNC

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aktris Bollywood Soni Razdan juga komentari keputusan Zaira Wasim

Jakarta (ANTARA) – Zaira Wasim membuat orang-orang berdebat karena mengumumkan alasannya keluar dari dunia film, menyatakan pekerjaannya sebagai artis membuatnya jauh dari agama.

Para selebritas Bollywood pun bereaksi atas pengumuman itu. Salah satunya aktris Soni Razdan yang menulis di Twitter.

“Kuharap dia tumbuh menyadari bahwa jika kau mencintai apa yang kau lakukan, itulah yang diinginkan oleh Tuhan. Dan akting serta seni kreatif bukan hal yang mengerikan. Membuat orang menangis, tertawa, berpikir juga hal yang mulia.”

Dia juga menulis, “Dengan ini saya sangat menghargai keputusannya karena bisnis ini bisa sangat membebani dan seringkali menakutkan.”

Dia berkata, Zaira saat ini masih muda dan mungkin berpikir ulang kelak.

“Kami akan menyambutmu kembali dengan tangan terbuka bila itu terjadi,” tulisnya.

Baca juga: Aktris India dikecam karena keluar dari akting demi agama

Zaira dikenal lewat film “Dangal” yang tayang pada 2016. Dia berperan sebagai Geeta Phogat versi muda dalam film.

Zaira banyak dipuji dan mendapatkan penghargaan atas perannya di film itu, termasuk Aktris Pendukung Terbaik dari Penghargaan Film Nasional.

Sutradara “Dangal” Nitesh Tiwari mendukung keputusan Zaira. Ia mengaku terkejut, tapi itu adalah hidup dan pilihan sang aktris.

Zaira mengaku mengalami depresi di media sosial tahun lalu.

Ketika Nitesh ditanya apakah dia menghubungi sang aktris saat itu, ia menjawab, “Zaira dan saya tidak berhubungan lagi setelah Dangal. Kami hanya bertemu sebentar saat acara penghargaan. Alasannya hanya dia yang tahu.”

“Dia pasti sudah memikirkannya sejak lama sebelum memutuskan itu. Kita tidak berhak menghakimi keputusannya.”

Selebritas lain yang bereaksi atas keputusan Zaira adalah Anupam Kher. Ia merasa bersimpati atas apa yang dialami Zaira.

“Kupikir ini adalah tragedi ketika gadis 16-17 tahun harus membuat keputusan seperti itu. Saya menghormati keputusannya,” ujar Kher.

“Saya menghargai bahwa itu adalah pilihannya. Namun sebagai manusia, saya merasa sedih dia harus mengambil keputusan seperti ini di tengah karirnya yang berkembang,” katanya.

Baca juga: Zaira aktris India yang keluar dari Bollywood bantah akunnya diretas

Baca juga: Setelah tuding Zaira “tak bersyukur”, Raveena Tandon cuitkan dukungan
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Setelah tuding Zaira “tak bersyukur”, Raveena Tandon cuitkan dukungan

Jakarta (ANTARA) – Keputusan aktris muda India Zaira Wasim untuk keluar dari dunia Bollywood menuai pro kontra di dunia maya India, ada yang mendukung, ada yang mengecam.

Setelah menjadi salah satu orang yang mengecam keputusan sang aktris keluar dari dunia akting karena alasan agama, aktris Raveena Tandon membuat cuitan baru bernada berbeda.

Dilansir Times of India, Raveena kini mengatakan dia menghormati keputusan Zaira untuk keluar dan menulis itu adalah hidup dan pilihannya.

“Saya menghormati keputusannya untuk keluar, mengumumkan pada penggemarnya, hidupnya, pilihannya. Akan lebih baik bila dia tidak menyalahkan semua alasan di balik keputusannya. Menemukan spiritualitas itu indah, tapi jangan merendahkan yang lain. Ketika perempuan di industri ini diperlakukan tidak baik, saya adalah yang pertama yang akan memprotes.”

“Aku menjaga dan mencintai industri ini, semua kesempatan yang diberikan pada semua orang. Keluar adalah pilihanmu, alasanmu, tapi jangan merendahkan industri di mana orang-orang setara tanpa perbedaan, kasta, agama atau dari mana kau berasal.”

Baca juga: Aktris India dikecam karena keluar dari akting demi agama

Baca juga: Zaira aktris India yang keluar dari Bollywood bantah akunnya diretas

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pekan Film Indonesia “La Fete du Cin Indonesien” sukses digelar

Jakarta (ANTARA) – Pekan Film Indonesia, “La Fete du Cine Indonesien”, yang menampilkan enam film unggulan Indonesia, sukses digelar selama tiga hari sejak 27 hingga 29 Juni 2019 di Cinema le Prado Marseille, Prancis.

Enam film yang ditayangkan di festival tersebut yakni “Nyai”, “Surau dan Silek”, “Sekala Diskala”, “Boven Digoel”, “Battle of Surabaya”, dan “Emma/Atirah”, demikian seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta pada Selasa.
 
Acara tersebut diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Film “Nyai” karya sutradara Garin Nugroho dipilih untuk membuka festival. Film yang mengisahkan perjuangan perempuan Indonesia pada masa kolonial itu diproduksi dengan menggunakan teknik pengambilan gambar tanpa terputus (single take) yang menuntut kemampuan akting tinggi dari pemainnya.

Setelah pemutaran film, para penonton yang mayoritas merupakan masyarakat Prancis berdiskusi langsung dengan Annisa Hertami, pemeran utama film “Nyai”, Arief Malindo sutradara film “Surau dan Silek”, dan Prof. Suyanto, produser film “Battle of Surabaya”.

Pembukaan festival itu juga dimeriahkan dengan pertunjukan sinden dan penampilan tari batik yang dibawakan oleh Annisa Hertami.

Acara ditutup dengan resepsi yang menjadi ajang membangun jejaring antar pelaku dan penikmat film dari Indonesia dan Marseille.

Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Marseille, Asianto Sinambela, menyatakan bahwa industri film Indonesia saat ini telah berkembang pesat dan banyak yang memenangi berbagai penghargaan internasional.

Indonesia yang terkenal akan keindahan alamnya juga sangat ideal untuk dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk produksi film dari seluruh dunia.

Sementara, Dian Srinursih, Kepala Bidang Perizinan dan Pengendalian Film Pusbangfilm Kemendikbud mengatakan Pekan Film Indonesia di Marseille merupakan sarana untuk memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis.

“Diselenggarakannya kegiatan Pekan Film Indonesia ini adalah untuk lebih meningkatkan hubungan diplomasi dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia di luar negeri melalui film-filmnya,” katanya.

Baca juga: Enam Film Indonesia semarakkan Festival Film Shanghai

Baca juga: Festival Film Tokyo soroti genre horor Asia Tenggara
 

KPK ajak masyarakat buat film antikorupsi

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019