Jason Ranti tidak merasa syuting dalam film perdananya

Jakarta (ANTARA) – Musisi Jason Ranti mengaku tidak merasa melakukan syuting meskipun baru pertama kali terlibat dalam produksi film bahkan sebagai pemeran utama dalam “Koboy Kampus”.

“Proses syutingnya kayak nongkrong di-kamerain. Menurut saya sih seperti itu karena skrip mah berubah-ubah. Saya dikasih kebebasan, tapi ada koridor gitu,” ujar Jason saat berbincang dalam jumpa pers “Koboy Kampus” di Jakarta, Kamis.

Dalam film tersebut, pemilik album “Akibat Pergaulan Blues” itu berperan sebagai Pidi Baiq. Tapi, Jason menyatakan tidak merasa terbebani dengan sosok besar pecipta novel “Dilan” itu.

Serahin aja ke ayah (Pidi) beban itu. Ya pasti, dia ada perhitungan gitu, kenapa milih ini, milih itu. Ya akhirnya, beban saya alihkan ke ayah, gitu,” kata pelantun “Lagunya Begini Nadanya Begitu” itu.

Jason mengaku bersedia terjun dalam seni peran karena Pidi yang memintanya secara langsung untuk terlibat dalam produksi film itu.

Baca juga: Jason Ranti dan Bisma Karisma “dipaksa” Pidi Baiq main “Koboy Kampus”

“Karena dia seperti Kim Jong Un ya. Ya gimana kan, saya diundang ke markas The Panasdalam itu, diundang dateng, terus ya udah gitu ketemu gitu,” katanya.

Jasaon mengatakan, “Karena saya tahu ayah karyanya apa dari zaman dia nulis. Kan dulu dia nulis. Saya tahu itu, saya tahu musiknya dulu. Ya karena saya respect sama karyanya dia gitu.”

Setelah melakukan syuting, Jason menilai Pidi merupakan sosok yang serius. “Kan orang tahunya cuma dia bercanda. Tapi, itu kan sebenarnya hal yang serius gitu. Dia buat negara (The Panasdalam). Ya mungkin dianggepnya lucu, enggak masuk akal atau apa. Tapi, ada sikap yang serius. Ada pemikiran yang mendalam menurut saya,” katanya.

“Koboy Kampus” mulai tayang di bioskop pada 25 Juli. Film itu bercerita tentang masa muda Pidi Baiq saat berkuliah di Institut Teknik Bandung pada era 1990an.

Baca juga: Pidi Baiq ceritakan masa kuliahnya di film “Koboy Kampus”

Pemain DILAN 1991 kunjungi Kantor Berita Antara

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019