Drama cinta empat sahabat dalam “Antologi Rasa”

Jakarta (ANTARA News) – Soraya Intercine Film mengawali 2019 dengan mempersembahkan film berjudul “Antologi Rasa” yang diangkat dari novel best seller Ika Natassa dan disutradarai Rizal Mantovani.

Rizal Mantovani mengatakan butuh waktu cukup lama dan persiapan matang dalam penggarapan film ini, demi mengedepankan kualitas gambar dan hasil maksimal.

“Kita mulai syuting pada April 2018, sebuah proses yang sangat panjang, kita sangat welcome sama proses yang lama ini, kita juga harus detil dari semuanya termasuk soundtrack dari film juga harus pas,” kata Rizal di Senayan, Jakarta, Sabtu.

Ika Natassa sebagai penulis juga menambahkan bahwa film ini mempunyai proses yang panjang dikarenakan untuk bisa mencocokan sama dengan yang ada di buku.

“Proses yang memakan waktu banyak adalah bagaimana urutan scene dan cara menyampaikan dialog utnuk sama dengan yang di buku,” tambahnya.

Junot yang memerankan Harris di film ini mengaku bahwa melalui “Antologi Rasa”, ia bisa menjadi karakter baru dari film sebelumnya dan meninggalkan kesan berbeda.

“Saya cuma bisa memberikan penafsiran yang baik. Karakter di film ini bisa menjadi karakter yang another zapran atau film saya yang lainnya,” ujar Junot.

Film ini bercerita tentang empat orang banker yang telah berteman sudah bertahun-tahun yang diperankan oleh Herjunot Ali sebagai Harris, Carissa Perusset sebagai Keara, Rafael Hady sebagai Ruly, Atikah Suhaime sebagai Denise dan Angel Pieters sebagai Dinda.

Ternyata mereka semua diam-diam menyimpan rasa.

Berawal dari Harris yang cinta mati terhadap Keara, namun Keara menaruh perasaannya kepada Ruly.

Sedangkan Ruly sudah menambatkan hatinya untuk orang lain. Sayangnya, sosok orang lain itu telah menikah.

Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya? 
Film “Antologi Rasa” bisa disaksikan di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Februari 2019.

Baca juga: “Twivortiare” dijadikan film, dibintangi Raihaanun dan Reza Rahadian

Baca juga: Film “Antologi Rasa” tayang pada hari valentine

Baca juga: Tumblr diblokir, netizen bereaksi

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019