Cara Garin Nugroho manfaatkan gawai, rekam ide hingga tulis naskah

Gunakan handphone untuk kreativitas

Jakarta (ANTARA) – Sutradara Garin Nugroho menyatakan kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pembuat film, termasuk untuk menunjang proses kreatif dalam pembuatan sinema.

Pada LA Indie Movie “Your Movie Goes Digital” di Jakarta, Garin mengatakan kemajuan teknologi tidak bisa dilawan. Dia pun sudah mengalami berbagai perubahan dalam perkembangan pembuatan film, mulai dari mengambil gambar dengan kamera 8mm sampai menggunakan ponsel.

Garin mengatakan, sebuah ponsel bisa digunakan untuk melahirkan ide sebuah film, menulis naskah, membuat proposal ataupun melakukan audisi.

“Harus memanfaatkan secara produktif dan memanfaatkan alternatif lain. Teknologi itu selalu melahirkan pilihan. Dunia digital adalah jalan raya terbesar, perpustakaan terbesar, transformasi terbesar, distribusi terbesar, studio terbesar dan outlet terbesar bagi setiap orang,” ujar sutradara “Kucumbu Tubuh Indahku” itu, Sabtu.

“Sekarang itu hidup dengan handphone. Anda punya ide, misalnya kayak saya rekam aja Rianto (pemain “Kucumbu Tubuh Indahku”) sedang nari, lalu saya kirim aja ke produser ini bagus lho, tinggal cari referensi untuk tambahannya. Atau jadi bahan riset, rekam lalu kasih ke calon sponsor. Kalau hasil riset Anda bagus, itu bisa jadi studio kecil Anda,” jelas Garin.

Baca juga: Film Indonesia butuh perspektif perempuan

Garin mengaku banyak mendapat pekerjaan lewat sosial media. Biasanya, mereka menawarkan dengan mengirim pesan pribadi.

“Saya banyak dapat pekerjaan dari Instagram. Ditawarin isi workshop dan lainnya. Kita bisa membuat sosial media sesuai dengan kebutuhan kita, bisa jadi studio, jadi warung kopi atau apapun yang kita butuhkan,” katanya.

“Banyak orang yang tidak menggunakan handphone untuk perpustakaan dan referensi. Padahal ini adalah perpustakaan dan referensi yang terbesar,” lanjut Garin.

Sayangnya, menurut Garin masyarakat belum mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi sehingga sampai saat ini Indonesia hanya menjadi followers saja.

“Teknologi membuat hidup Anda lebih efektif. Persoalannya, kalau menulis pada maunya ditempat khusus. Saya bisa nulis di tengah ombak, di mobil. Orang mengatakan era digital di mana-mana tapi kemampuan Anda enggak ada di mana-mana, enggak mampu beradaptasi dengan dunia digital. Gunakan handphone-mu untuk kreativitas,” tutup Garin.

Baca juga: Film Indonesia butuh perspektif perempuan

Baca juga: Keroncong hingga hip-hop, peran musik dalam film Asia Tenggara

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019