“Calon Bini”, drama komedi tentang cita-cita vs perjodohan

Jakarta (ANTARA News) – Film “Calon Bini” resmi tayang di Indonesia pada Valentine. Film bergenre drama komedi ini menawarkan tema cerita sederhana, mengenai cita-cita seorang gadis desa asal Yogyakarta untuk lepas dari stereotip orang-orang di sekelilingnya. 

“Biasanya saya menyutradarai film drama, tapi kali ini tugas saya membuat film komedi. Semua orang harus tertawa. Tidak hanya sutradara dan pemainnya yang tertawa, tapi penonton dalam bioskop pun harus tertawa menyaksikan film ini,” kata Asep Kusdinar sang sutradara dalam keterangan pers, yang diterima di Jakarta, Kamis.

Tokoh sentral dalam “Calon Bini” adalah Ningsih (Michelle Ziudith). Setelah lulus SMA, Ningsih bercita-cita untuk kuliah sambil bekerja demi membahagiakan kedua orangtuanya. Maklum, bapak (Marwoto) dan ibunya (Cut Mini) hanyalah warga desa yang tinggal di rumah biasa.

Tapi keinginan Ningsih terhambat, karena ambisi pamannya sendiri, Pak Lek Agung (Ramzi) yang ingin menikahkan Ningsih dengan Sapto (Dian Sidik) anak kepala desa (Butet Kertaredjasa).

Tak mau dijodohkan, Ningsih akhirnya kabur ke Jakarta dan bekerja di rumah Pak Prawira (Slamet Rahardjo) dan Ibu Andini (Minati Atmanegara). 

Tak cuma mengusung kearifan lokal jawa, film “Calon Bini” juga memiliki pesan kuat bagi wanita-wanita jaman sekarang sekaligus ingin menghapus stigma negatif mengenai sosok perempuan.

Melalui Ningsih, pesan yang ingin disampaikan bahwa semua wanita berhak mengejar impian dan cita-citanya setinggi langit dan tidak dapat dibatasi oleh siapapun.

Baca juga: Film “Calon Bini” tayang pada Valentine
Baca juga: Michelle Ziudith dan Rizky Nazar bersatu di “Calon Bini”

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019