“Bohemian Rhapsody” dapat izin tayang di China

Jakarta (ANTARA) – 20th Century Fox telah mendapat izin untuk menayangkan film biografi Freddie Mercury, “Bohemian Rhapsody” di China.

Kabar ini tentu sangat mengejutkan industri film lokal di negara itu, karena Beijing memiliki sikap yang sangat represif pada konten yang melibatkan karakter gay, dilansir Hollywood Reporter, Rabu.

Pada saat yang sama ketika berita tentang izin rilis “Bohemian Rhapsody” bisa beredar di China, protes atas sensor perusahaan streaming lokal terhadap pidato penerimaan piala Oscar dari Rami Malek sebagai Aktor Terbaik sedang ramai di media sosial.

Sementara itu, persetujuan sensor “Bohemian Rhapsody” juga disertai dengan beberapa peringatan.

Baca juga: BAFTA tangguhkan nominasi untuk “Bohemian Rhapsody”

Meski belum ada tanggal rilis yang ditetapkan, sebuah sumber mengatakan bahwa film tersebut diperkirakan akan dibuka pada pertengahan Maret.

Sumber lain juga mengungkapkan bahwa setidaknya ada satu menit adegan dalam film itu yang dipotong seperti menghilangkan penggambaran penggunaan narkoba dan beberapa ciuman intim antara Rami Malek dan aktor pria lainnya.

Film ini juga akan mendapatkan rilis terbatas melalui Aliansi Nasional China Arthouse Cinemas (NAAC), sebuah inisiatif publik-swasta yang dijalankan oleh China Film Archive yang didukung negara dan konsorsium rantai bioskop komersial.

Baca juga: Rami Malek jatuh dari panggung usai raih piala Oscar

Baca juga: Queen akan tampil di Oscars

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019