Berakting dengan aktor Malaysia, Mike Lucock hati-hati pilih kata

Jakarta (ANTARA) – Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu yang serupa tapi tidak sama membuat aktor Mike Lucock berhati-hati saat bercakap-cakap dengan aktor kawakan Malaysia, Hasnul Rahmat, dalam film laga “Police Evo”.

“Dia pakai bahasa Melayu. Saya berbahasa Indonesia. Kami saling enggak mengerti,” ujar Mike dalam konferensi pers “Police Evo” di Jakarta, Rabu.

Aktor Indonesia berusia 32 tahun itu mengaku sadar terdapat kata-kata dalam bahasa Indonesia yang punya arti negatif dalam bahasa Melayu.

“Ada kata yang sebaiknya enggak boleh saya sebut,” kata Mike.

Mantan presenter MTV itu mengaku sempat menghadapi kendala berkomunikasi ketika memerankan tokoh Najr dalam “Police Evo”. Mike bersyukur miskomunikasi itu ditanggapi secara santai oleh lawan bicaranya.

Walaupun harus berhati-hati dengan pilihan kata, Mike merasa bangga karena beradu akting secara langsung dengan Hasnul yang punya jam terbang tinggi dalam industri hiburan Negeri Jiran. Mike pun mengagumi penampilan Hasnul dalam drama “Teratai Kemboja”.

“Pas ketemu, dia baik banget dan humble,” ujar Mike tentang Hasnul yang mengenalkan industri hiburan di Malaysia.

“Police Evo” dibintangi oleh Raline Shah, Tanta Ginting selain aktor Shaheizy Sam dan Zizan Razak dari Negeri Jiran. Proses pengambilan gambar berlangsung di kota Kuantan, Malaysia.

Meski jauh dari rumah, pria yang pernah mempunyai paspor Selandia Baru itu merasa nyaman melakukan syuting di Malaysia yang disebutnya dapat mengapresiasi film-film Indonesia.

Film kolaborasi Screenplay Films, Astro Shaw, SCM dan Blackflag itu akan tayang pada 18 April 2019 di bioskop Indonesia. Film itu sudah tayang di Malaysia pada 2018 dengan judul “Polis Evo 2”.

“Police Evo” berkisah tentang usaha Rian (Raline Shah) bersama rekan-rekannya sesama polisi untuk menuntaskan misi memberantas jaringan narkoba. Mereka harus berhadapan dengan teroris yang menyandera para penduduk.

Baca juga: Berakting jadi polisi bikin Raline Shah piawai pegang senjata

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019