Ewan McGregor kembali jadi Obi-Wan di serial “Star Wars”

Jakarta (ANTARA) – Ewan McGregor kembali memerankan Master Jedi Obi-Wan Kenobi di serial “Star Wars” yang bakal tayang di platform streaming Disney+.

Ewan mengumumkannya di hadapan para pencinta “Star Wars” yang berkumpul di D23 Expo dari Walt Disney. Aktor Skotlandia itu mengatakan ia lega akhirnya bisa mengumumkan hal tersebut.

“Sudah empat tahun bilang, ‘yah, aku tidak tahu,'” kata Ewan saat merespons pertanyaan penggemar, seperti dilansir Reuters. “Sekarang aku bisa bilang, ‘iya, kami akan melakukannya.'”

Ewan McGregor berakting sebagai Master Jedi versi muda di tiga prekuel “Star Wars”, dimulai dari “The Phantom Menace” yang tayang pada 1999.

Pengambilan gambar serial baru akan berlangsung tahun depan, kata Presiden Lucasfilm Kathleen Kennedy.

Disney juga meluncurkan cuplikan pertama dari “The Mandalorian”, serial live-action “Star Wars” yang dibuat untuk Disney+, berkisah tentang sekelompok orang dari planet Mandalore. Makhluk paling terkenal dari kelompok itu adalah Boba Fett dari trilogi orisinal “Star Wars” karya George Lucas.

Pedro Pascal, aktor yang dikenal lewat perannya di “Game of Thrones” dan “Narcos”, akan membintangi serial tersebut.

“The Mandalorian” akan debut pada 12 November ketika Disney+ diluncurkan, platform streaming yang mewakili langkah perusahaan itu menembus pasar video online yang didominasi Netflix.

Presiden Marvel Kevin Feige juga mengumumkan tiga serial pahlawan super baru yang sedang digodok, di antaranya “Ms. Marvel” sang remaja muslim, “Moon Knight” dan “She-Hulk”.

Baca juga: Ewan McGregor tidak berencana bikin film Obi-Wan Kenobi

Baca juga: “Lizzie McGuire” akan tayang lagi, begini kisahnya saat dewasa
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tom Holland soal keluarnya Spider-Man dari MCU: “I love you 3000”

Jakarta (ANTARA) – Tom Holland akhirnya buka suara soal keluarnya Spider-Man dari Marvel Cinematic Universe (MCU) karena gagalnya kesepakatan Disney dan Sony untuk film selanjutnya.

“Pada dasarnya, kami membuat lima film yang keren,” kata Holland pada EW usai bicara di panggung D23, Sabtu (24/8).

“Lima tahun yang luar biasa. Aku benar-benar bahagia lima tahun itu. Siapa yang tahu apa yang ada di masa depan? Tapi yang kutahu adalah bahwa aku akan terus memainkan Spider-Man dan bersenang-senang. Ini akan sangat menyenangkan, namun kami memilih untuk melakukannya,” katanya. 

“Masa depan Spider-Man akan berbeda, tetapi akan sama-sama mengagumkan dan menakjubkan, dan kami akan menemukan cara baru untuk membuatnya lebih keren.”

Awal pekan ini, tersiar kabar bahwa Disney akan mengakhiri kemitraannya dengan Sony Pictures pada waralaba Spider-Man, gara-gara ketidaksepakatan mengenai pembiayaan bersama.

Sony memiliki hak film untuk superhero ikonik itu, dan beberapa tahun yang lalu, studio membuat kesepakatan yakni Presiden Marvel Studios Kevin Feige akan membantu memproduksi film solo Spider-Man milik Sony, yang memungkinkan Holland muncul di Marvel Cinematic Universe, dimulai dengan “Captain America: Civil War” (2016).

Setelah dirilisnya “Spider-Man: Far From Home” –yang kini jadi film Sony dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa dengan 1,11 miliar dolar AS di seluruh dunia–, Disney dilaporkan meminta untuk berbagi pembiayaan bersama pada film-film solo Spider-Man di masa depan, sementara Sony ingin pengaturan pembiayaan tetap sama seperti sebelumnya.

Kecuali jika suatu kesepakatan dapat dicapai, Holland tidak akan muncul dalam film MCU yang akan datang dan tidak ada karakter MCU yang akan muncul di film solo-nya.

Feige juga berbicara kepada EW pada Sabtu tentang reaksinya terhadap berita Spider-Man. Dia menjabat sebagai produser di dua film solo Holland dan tidak akan menghasilkan film selanjutnya untuk Sony.

“Perasaanku tentang Spider-Man, terima kasih dan gembira,” kata Feige kepada EW.

“Kami harus membuat lima film dalam MCU dengan Spider-Man: dua film mandiri dan tiga dengan The Avengers. Itu adalah mimpi yang tidak pernah terpikir akan terjadi. Itu tidak pernah dimaksudkan untuk bertahan selamanya,” ujarnya.

“Kami tahu waktunya terbatas sehingga kami bisa melakukan ini, dan menceritakan kisah yang ingin kami sampaikan, dan saya akan selalu berterima kasih untuk itu.”

Holland juga secara singkat menyinggung berita Spider-Man di atas panggung di D23.

Dia tampil di panel Disney Sabtu pagi untuk menampilkan beberapa cuplikan baru dari film Pixar mendatang, “Onward” di mana dia bermain bersama Chris Pratt dan Julia Louis-Dreyfus.

Sebelum meninggalkan panggung, dia berhenti untuk memberi tahu para hadirin, “Hai semuanya, ini minggu yang gila, tapi aku ingin kalian semua tahu dari lubuk hatiku bahwa I love you 3000.”

Baca juga: Jeremy Renner “Hawkeye” ingin Spider-Man kembali ke Marvel

Baca juga: Penggemar Marvel bikin petisi pertahankan Spider-Man
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joko Anwar berharap “Gundala” jadi pembuka genre film jagoan lokal

Medan (ANTARA) – Sutradara sekaligus penulis skenario “Gundala”, Joko Anwar, berharap film tentang jagoan lokal asal Indonesia itu menjadi awal dari terbentuknya genre layar lebar berjenis superhero di Tanah Air.

“Ini merupkan terobosan perfilman Indonesia, karena ini genre yang baru, dimana dalam film ini bercerita tentang jagoan. Kita ingin genre film ini menjadi pembuka dari suatu track baru,” ujar Joko Anwar saat menyapa penggemar dalam acara Meet and Greet di Manhattan Times Square Medan, Sabtu.

Gundala merupakan film pahlawan super lokal yang diproduksi oleh Screenplay Films dan Legacy Pictures, bersama dengan pemilik hak cipta Gundala yaitu Bumilangit Studios.

Film ini berdasarkan cerita pahlawan super Indonesia tahun 1969, Gundala Putra Petir, yang karakternya dibuat Harya Suraminata. Karakter utamanya sendiri diperankan oleh Abimana Aryasatya.

Baca juga: Abimana terkenang kostum “Gundala”

Sejumlah pemain film pun hadir bersama Joko Anwar di Medan, antara lain Lukman Sardi yang berperan sebagai politikus, Zidni Hakim sebagai Dirga Utama, Putri Ayudya sebagai istri Dirga Utama dan Tanta Ginting sebagai Ito Marbun.

“Saya sangat beruntung bisa bekerja sama dengan orang orang terbaik di Indonesia. Dan mereka inilah aktor dan aktris terbaik di Indonesia,” kata Joko Anwar.

Dalam film itu, Gundala ditampilkan dengan mengenakan kostum ungu dengan topeng yang memiliki ornamen sayap pada bagian telinga kiri dan kanannya. Gundala mengalahkan musuh-musuhnya dengan sejumlah kekuatan istimewa yang bersumber dari petir.

Sejak komik pertamanya terbit pada 1969, Gundala menjadi tokoh cerita bergambar legendaris Indonesia sampai sekarang.

Baca juga: Setelah film “Gundala” akan hadir “Sri Asih”

Baca juga: Nicholas Saputra-Pevita Pearce, jagoan Jagat Bumilangit selanjutnya

Baca juga: Menanti sambaran Gundala si Putra Petir
 

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Prilly Latuconsina buka-bukaan tips berbisnis

Palembang (ANTARA) – Mengerjakan beberapa hal produktif dalam satu waktu terbukti berhasil dilakukan aktris Prilly Latuconsina, yakni akting, kuliah sekaligus bisnis.

Gadis 22 tahun itu mengurusi bisnis kue dan roti, minuman pelangsing juga busana di sela syuting film dan mengerjakan tugas kuliah di London School of Public Relations (LSPR).

Prilly, ditemui di acara “Muda Berdaya” Shopee dan Semua Murid Semua Guru di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, berbagi tips-tips berbisnis untuk generasi muda yang berminat jadi wirausaha.

1. Ide

Teruslah berpikir secara kreatif untuk mendapatkan ide menarik. Kehadiran Internet mempermudah akses informasi demi mencari ilham bisnis.

Aktris “Danur” itu juga mengingatkan untuk selalu mencari ilmu lewat berbagai sumber, termasuk buku-buku.

“Kalau sudah yakin dengan idenya, pasti bisa jadi usaha bagus,” kata mahasiswi jurusan Public Relations tersebut.

Inspirasi juga ia dapatkan lewat video-video para penjual yang diunggah di Internet, seperti proses menciptakan produk hingga membuat kemasan terlihat menarik untuk pembeli.

“Rasa ingin tahu harus dikembangkan ke hal positif, daripada buka Instagram artis terus bully, alokasikan rasa kepo ke usaha,” dia berseloroh.

Baca juga: Aji mumpung dalam berbisnis? Ini kata Prilly Latuconsina

Baca juga: D’Masiv ajak duet Prilly Latuconsina setelah “stalking” Instagram

2. Manfaatkan fasilitas yang ada

Ide kreatif harus dibarengi dengan strategi pemasaran yang matang. Modal kecil bukan masalah karena ada platform-platform e-commerce yang membuat proses berjualan lebih mudah.

Tak apa bila tak sanggup membayar sewa toko di pusat perbelanjaan, ada e-commerce yang berfungsi sebagai pengganti.

Brand ambassador Shopee ini mengaku modalnya bisa ditekan karena data keuangan bisa ia pelajari secara mudah lewat laporan e-commerce. Prilly bisa belajar memahami laporan keuangan meski tidak mempekerjakan pegawai di bidang tersebut.

“Bisa belajar sendiri pakai Microsoft Excel, bikin budget, fasilitas tersedia,” ujar aktris 22 tahun tersebut.

3. Sesuaikan dengan minat

“Wirausaha bisa dibentuk dengan membuat apa yang kita suka,” ujar Prilly yang gemar makan dan memasak.

Itulah alasannya memilih bisnis makanan sebagai kegiatan sampingan di luar dunia akting. Prilly sekarang mengurus bisnis kue dan roti serta restoran dengan makanan bercita rasa pedas.

4. Memanfaatkan peluang

Modal besar bukan syarat wajib untuk berwirausaha. Dia mencontohkan, orang yang ingin berbisnis di bidang fashion juga bisa mencoba peruntungan meski tak punya biaya untuk membayar perancang.

Bila belum punya uang yang cukup untuk membuat produk dari nol, cobalah beralih menjadi reseller.

“Tinggal beli (baju) jadi dan dijual kembali dengan strategi marketing bagus biar orang mau beli di kita ketimbang tempat lain,” ujar wirausaha muda yang sudah memiliki sekitar 40 karyawan itu.

Baca juga: Fenomena kue selebritis dianggap sebagai pemanis

Baca juga: Aktor Ali Syakieb rambah bisnis kue

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aji mumpung dalam berbisnis? Ini kata Prilly Latuconsina

Palembang (ANTARA) – Aktris Prilly Latuconsina tak cuma disibukkan dengan dunia berakting, dia juga menjalankan berbagai lini bisnis dari makanan hingga pakaian.

Salah satu yang Prilly geluti adalah bisnis kue dan bakery yang beberapa tahun belakangan banyak diminati para pesohor sampai ada istilah “kue artis”.

Mungkin ada yang berpendapat ini aji mumpung, namun aktris 22 tahun ini melihatnya sebagai kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan.

“Aku memilih bisnis kue dan bakery karena melihat peluang,” ujar Prilly dalam acara “Muda Berdaya” Shopee dan Semua Murid Semua Guru di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.

Baca juga: D’Masiv ajak duet Prilly Latuconsina setelah “stalking” Instagram

Bersama Laudya Cynthia Bella, Prilly berjualan kue di bawah nama Bebelly Bakery. Dia juga punya bisnis serupa dengan merek Really Cake.

Alasannya memilih bisnis makanan tak lepas dari hobinya menyantap makanan lezat. Seperti kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, gadis yang gemar memasak itu juga bisa menikmati sekaligus mempromosikan kue-kuenya.

Selain bisnis “kue artis”, aktris “Danur” ini pun berkecimpung di bidang restoran yang dinamai Nona Judes. Bisnis restoran diakuinya lebih rumit dan menantang karena banyak yang harus dia urusi.

“Tipe yang dijual lebih banyak, harus memikirkan desain dan lain-lain,” kata mahasiswi semester lima jurusan Public Relation di London School of Public Relations (LSPR).

Baca juga: Prilly Latuconsina sempat ragu main film bareng Maxime

Jiwa bisnis mulai ia pupuk selepas 2016 ketika kesibukan di dunia sinetron mulai berkurang.

“Kayak keluar kandang, selama sinetron enggak bisa kemana-mana, (sedikit waktu) untuk kuliah dan segala macam.”

Waktu luangnya ia manfaatkan untuk menimba ilmu di bangku kuliah serta membuka usaha. Keinginannya berbisnis didorong juga oleh sifatnya yang tak bisa diam alias ingin selalu punya kesibukan.

Baca juga: Maxime Bouttier komentari rumah mewah Prilly Latuconsina

Bisnis menjadi pilihan menarik karena dia bisa menjadi bos untuk dirinya sendiri, selain itu jadwalnya pun fleksibel sehingga tidak menghalangi kesibukannya di dunia akting.

Prilly menjadi salah satu pembicara talkshow dan Sesi Inspirasi Muda Berdaya dari Shopee dan Semua Murid Semua Guru. Program yang dihadiri murid SMA/SMK Palembang ini bertujuan untuk memotivasi anak muda untuk berwirausaha.

“Program Muda Berdaya ini dirancang menjadi solusi relevan untuk menjawab dinamika dunia industri yang berubah dengan begitu cepat,” ujar Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee.

Baca juga: Prilly Latuconsina: Sesama perempuan jangan saling merisak

Sebanyak 20 tim dengan ide usaha terbaik akan melaju dari program “Muda Berdaya” menuju Sesi Inkubasi. Mereka akan diberi pelatihan seputar kewirausahaan, mulai dari literasi digital hingga model bisnis kanvas. Tiga tim terpilih akan menembus Sesi Apresiasi pada September 2019 dan berkesempatan mendapat modal usaha serta pendampingan dari Kampus Shopee.

Baca juga: Beradegan mesra dengan Maxime, Audi Marissa tak enak dengan Prilly

Baca juga: Sering buka puasa di rumah, Maxime Bouttier jarang bertemu Prilly

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Ready or Not”, kisah pengantin bermain petak umpet yang berbahaya

Jakarta (ANTARA) – “Ready or Not” merupakan film horor yang mencampurkan unsur komedi dan percintaan yang disutradarai Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, diproduksi oleh Walt Disney Motion Pictures.

Film ini berlatar belakang sepasang pengantin di tengah-tengah keluarga pihak mempelai pria yang tidak menyukai sosok pengantin wanita karena perbedaan status sosial. Pada hari pernikahan pun terlihat raut wajah pengantin wanita yang gugup sebelum menjalankan resepsi.

“Ready or Not” yang tayang sejak Jumat (23/8), kemudian menceritakan sebuah tradisi keluarga kaya raya untuk menyambut keluarga barunya pada malam pengantin.

Baca juga: “Crawl”, teror aligator di tengah badai mematikan


Samara Weaving dalam film Ready or Not (ANTARA News/HO)

Baca juga: Resensi Film – Membayangkan dunia tanpa The Beatles dalam “Yesterday”

Grace (Samara Weaving) dan Alex Le Domas (Mark O’Brien) kemudian menjalankan tradisi itu, berupa permainan kartu yang menegangkan. Grace secara terpaksa mengambil sebuah kartu yang mengarahkannya untuk bermain petak umpet, bersembunyi di sebuah tempat sampai ditemukan.

Keluarga harus memburu Grace hingga ditemukan, setidaknya sampai fajar tiba. Sang suami pun tidak tinggal diam, ia harus membantu menemukan sang istri.

Lantas, berhasilkah Alex menemukan Grace? Bagaimana jika keluarga Alex tidak dapat menemukan Grace?

Film ini juga menampilkan Andie MacDowell, Henry Czerny dan Adam Brody sebagai bagian dari keluarga Alex Le Domas. Film berduarsi 96 menit itu banyak menampilkan adegan mengejutkan.

Baca juga: Film bernuansa etnik Indonesia yang mencuri perhatian internasional

Baca juga: Hari ini, pemutaran film “Humba Dreams” hingga konser Nicky Astria

Baca juga: Film “Parasite” wakili Korea Selatan di ajang Oscar
 

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Lizzie McGuire” akan tayang lagi, begini kisahnya saat dewasa

Jakarta (ANTARA) – Serial “Lizzie McGuire” yang pernah tayang di Disney Channel akan dibuat lagi untuk Disney Plus, sebagaimana diwartakan Variety dikutip Sabtu.

Pemeran Lizzie McGuire, Hilary Duff, yang akan mengulang perannya, mengumumkan hal tersebut di acara D23 Expo Disney Plus pada Jumat (23/8).

“Lizzie juga telah tumbuh, dia lebih tua, dia lebih bijaksana, dia memiliki anggaran sepatu yang jauh lebih besar,” kata Duff dari panggung di Anaheim.

Dia menambahkan bahwa Lizzie versi dewasa akan menjalani pekerjaan impiannya.

“…kehidupan yang sempurna saat ini bekerja sebagai pekerja magang untuk dekorator Kota New York yang mewah.”

Duff menambahkan bahwa karakter sekarang memiliki “pria sempurna, yang memiliki restoran mewah.”

Dia melanjutkan, “Dia (Lizzie) bersiap-siap untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-30.”

Duff juga mengumumkan sang pencetus serial yakni Terri Minsky juga akan kembali menggarap “Lizzie McGuire”.

Serial asli “Lizzie McGuire” tayang selama dua musim di Disney Channel dari 2001 hingga 2004.

Serial itu turut melambungkan nama Hilary Duff pada tahun 2000-an.

Baca juga: Hilary Duff ajukan gugatan cerai

Baca juga: Hilary Duff rilis album baru

Kisah “Lizzie McGuire” berpusat pada sang tokoh utama yang berusia 13 tahun yang berjuang untuk melalui masa-masa SMP-nya.

Serial aslinya juga dibintangi Lalaine sebagai Miranda Isabella Sanchez dan Adam Lamberg sebagai David Zephyr “Gordo” Gordon, sahabat Lizzie, serta Jake Thomas sebagai saudaranya, Matthew “Matt” McGuire, dan Hallie Todd sebagai Joanne “Jo” McGuire, dia ibu, dan Robert Carradine sebagai Samuel “Sam” McGuire, ayah Lizzie.

Serial diproduksi oleh Stan Rogow Productions dan Disney Channel Original Productions, dan didistribusikan oleh Buena Vista Television.

Dalam ulasan asli Variety terhadap serial ini, kritikus Laura Fries menganggap pertunjukan itu sebagai “pertunjukan anak-anak yang menghibur”.

Serial ini diadaptasi menjadi sebuah film berjudul “The Lizzy McGuire Movie,” yang dirilis pada tahun 2003 dan meraup sekitar 55 juta dolar AS di box office dari anggaran 17 juta dolar AS.

Berbagai seri spin-off “Lizzie McGuire” disebut-sebut setelahnya, namun, tidak satupun dari mereka yang berhasil mencapai layar.

Hilary Duff sendiri akhir-akhir ini tampil di serial TV Land “Younger.” Dia juga menjadi co-host tamu di CBS “The Talk” dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya pada tahun 2019, Duff berperan sebagai Sharon Tate dalam film indie “The Haunting of Sharon Tate.”

Baca juga: Hilary Duff bilang “reboot” Lizzy McGuire masuki babak baru

Baca juga: Ingin pulih alami, Hilary Duff minum plasenta habis melahirkan

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan Dian Sastrowardoyo baru ungkapkan kondisi putra pertamanya

Jakarta (ANTARA) – Untuk pertama kalinya, Dian Sastro mengaku pada publik bahwa putranya terdiagosis autisme saat menghadiri konferensi pers “Special Kids Expo (SPEKIX) 2019 di Jakarta pada Jumat (23/8).

Dalam acara itu, Dian mengaku dia terbuka akan kondisi putranya. Dia bahkan berbagi pada audiens guru mana yang mendiagnosa kondisi anaknya dan bagaimana cara menolong anak yang terdiagnosa autisme bisa mandiri secara sosial.

Baca juga: Dian Sastro senang mandikan dan pijat buah hati

“…secara publik aku baru cerita sekarang. Aku mau kasih sharing positif kalau mau kasih pertolongan dia bisa mandiri secara sosial, akademis,” kata Dian.

Menurut perempuan yang populer melalui perannya sebagai Cinta dalam film “Ada Apa Dengan Cinta” itu, seorang ibu cenderung memiliki insting spesial pada anak-anaknya, termasuk mendeteksi dini autisme.

Saat menemukan ciri-ciri tertentu, dua di antaranya sang anak tak bisa melakukan kontak mata dan tidak menunjukan atensi sosial, sebaiknya segera periksakan kondisi anak pada dokter anak.

“Langsung periksain, ini insting ibu. Suamiku masih denial sampai dua tahun kemudian. Setelah itu dia baru tahu (kondisi anaknya),” tutur Dian.

Baca juga: Dian Sastro punya trik tenangkan bayi yang rewel

“Aku ingin orang terbuka saja jika anak punya kebutuhan khusus. Kalau kita tolong dari kecil, saat sekolah dasar dia sudah dianggap enggak terlalu berbeda sama anak lainnya,” papar Dian.

Dian mengatakan, tak mudah mengasuh anak dengan autisme, salah satunya menghadapi tingkah janggalnya misalnya menepuk tangan berulang kali, memainkan satu mainan hingga tiga jam.

“Dulu rasanya, kayak sedih. Aku ingin jadi orang tua ingin bonding sama anakku. Saat dia belum bisa komunikasi dengan baik. Kapan dia tahu aku sayang sama dia,” tutur Dian.

Terlebih jika tak ada dukungan dari keluarga. Pada tahun-tahun pertama, dia masih berusaha mengupayakan diri dan keluarganya kuat.

“Aku manage kekuatan orang-orang di sekitar. Aku tenangin diri, “memang begini kok”, “aku masih proses edukasi. Enggak apa-apa memang ini lelah,” kata Dian.

Putra pertama Dian kini sudah berusia delapan tahun dan perkembangan kemampuannya semakin baik baik secara akademis maupun sosial karena sudah melalui terapi mulai dari okupasi hingga bicara.

Sang putra kini sudah mampu melakukan berbagai hal yang dulu dia tak bisa lakukan semisal berkomunikasi dan berargumen.

Baca juga: Dian Sastrowardoyo sampaikan anaknya terdiagnosis autisme

Baca juga: Berbagi waktu keluarga ala Dian Sastro

Ibu Negara Ajak Cintai Anak Autisme

 

 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kunci sukses Yayan Ruhian hingga berkarir di Hollywood

Segala sesuatu itu perlu proses dan tidak ada proses yang sia-sia, tapi tanpa rasa ambisius

Jakarta (ANTARA) – Aktor laga Indonesia Yayan Ruhian mengatakan bahwa tidak ada proses instan untuk mencapai sebuah kesuksesan, kuncinya adalah kerja keras dan disiplin.

Berkat kemampuan bela dirinya, Yayan berhasil membintangi beberapa judul film Hollywood seperti “Star Wars: The Force Awakens”, “Beyond Skyline” dan “John Wick: Chapter 3 – Parabellum”.

Kesuksesan Yayan sekarang ini, tentu tidak lepas dari hasil kerja keras dan perjalanan panjang yang telah dilaluinya. Menurut pemain “The Raid” itu, tidak ada jalan pintas.

“Sesuatu itu jarang bisa didapatkan dengan proses instan. Kita jangan melihat kesuksesan orang lain tanpa melihat proses yang dijalani oleh orang tersebut karena semua pasti ada prosesnya, sama seperti kita lihat seorang juara yang terlibat di pertarungan,” kata bintang film “Hit and Run” itu kepada Antara, Jumat.

Dalam proses mengejar kesuksesan, sifat ambisius harus dikesampingkan, walaupun ada target yang ingin dicapai.

Baca juga: “John Wick 3” hadirkan pencak silat dan kerambit, Yayan Ruhian bangga

“Kita harus melihat itu juga dalam proses pencapaian karir. Masalah berapa lama prosesnya, saya rasa itu relatif ya. Karena ada yang prosesnya tidak lama tapi ada yang perlu waktu cukup lama,” jelas Yayan.

“Memang setiap proses ada target tapi kita juga tidak boleh lupa, kadang kegagalan yang kita dapat itu adalah cara Tuhan buat ngingetin bahwa itu bukan yang terbaik buat kita,” lanjutnya.

Yayan sangat bersyukur, keterlibatannya dalam beberapa film Hollywood tanpa melalui proses pemilihan pemain (casting). Menurutnya, dia bisa terpilih lantaran memiliki karakter bertarung yang unik.

“Keterlibatan Iko Uwais, Joe Taslim, Kang Cecep dan saya sendiri, rata-rata mereka menghubungi kami karena karakter yang mereka butuhkan tanpa casting. Ya alhamdullilah kita kan ada basic tentang pencak silat yang merupakan salah satu budaya Indonesia sehingga mungkin dianggap ada karakter yang beda dengan yang lain,” ujar Yayan.

Meski demikian, pria asal Tasikmalaya itu menilai untuk bisa menembus dunia film internasional, perlu membangun jaringan dengan manajemen yang berada di luar negeri.

“Semakin banyak network yang kita bangun akan semakin bagus dan kesempatan semakin terbuka, karena kita tidak akan tahu siapa nanti yang akan memperkenalkan kita. Pastinya network itu sangat perlu,” jelas bintang “Merantau” itu.

Baca juga: Yayan dan Cecep ketagihan tonton “Fast & Furious: Hobbs & Shaw”

Baca juga: Reuni ala Yayan Ruhian dan Joe Taslim di “Hit & Run”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sambal ulek, bekal wajib Clairine Clay ke Eropa kala syuting

Jakarta (ANTARA) – Sebagai seseorang yang doyan makan nasi dan pedas, aktris muda Clairine Clay harus menyiapkan bekal khusus saat berangkat ke Eropa untuk syuting film “Anak Garuda” beberapa waktu lalu.

Nasi, yang jadi makanan pokok masyarakat Indonesia sulit ditemui di lokasi pengambilan gambar film arahan Faozan Rizal tersebut. Sebagai gantinya, Clairine membawa sambal ulek kemasan agar semua makanan terasa lezat di lidahnya.

“Aku itu harus ketemu nasi sama sambal. Syuting ini di Paris, stres banget karena sarapan cuma roti sama sereal saja,” ujar Clairine usai konferensi pers “Anak Garuda” di Jakarta, Kamis (22/8).

Untuk mengobati kerinduan terhadap masakan Nusantara, dia membawa persediaan sambal ulek dalam kemasan. Sekitar 50 kemasan kecil sambal jadi bekal andalan ke Eropa. Semua makanan Barat yang disantap harus dicocol dengan sambal tersebut.

“(50 sachet) Masih kurang. Lidahku harus kena pedas. Ikan, steak, seafood yang creamy pun aku cocol pakai sambal,” tutur kekasih mantan penyanyi cilik Joshua Suherman itu.

Baca juga: Syuting di Eropa, Tissa Biani kangen rendang

Clairine, yang memiliki nama lengkap Clairine Christabel, berakting sebagai Olfa dalam film “Anak Garuda”, tokoh nyata yang merupakan alumni SMA Selamat Pagi Indonesia.

Olfa adalah anak yang pernah bersembunyi di hutan selama dua pekan saat kerusuhan Poso, kemudian meneruskan pendidikan di sekolah SPI yang tidak memungut biaya.

Awalnya aktris “Yowis Ben 2” dan “Generasi Micin” itu menyangka cerita yang diangkat di “Anak Garuda” hanyalah fiksi.

“Setelah tahu ini karakter nyata, saya jadi lebih tertarik untuk mencoba. Ini pertama kalinya saya memerankan karakter yang betul-betul ada,” jelas dia.

Sebagai orang yang masih baru di dunia akting, Clairine menyerap ilmu dari banyak orang, termasuk kekasihnya. Dia tak segan bertanya dan berbagi cerita serta meminta saran pada Joshua.

“Kalau ada tawaran, aku pasti diskusi sama Joshua,” tutur aktris yang pernah belajar Desain Komunikasi Visual di Universitas Pelita Harapan namun terhenti karena masalah kesehatan.

“Anak Garuda” yang skenarionya ditulis oleh Alim Sudio dan diproduseri Verdi Solaiman mengangkat kisah inspiratif tujuh alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).

Pengambilan gambar “Anak Garuda” berlangsung di Batu, Malang serta beberapa kota di Eropa dan dibintangi juga oleh Violla Georgie, Ajil Ditto, Tissa Biani Geraldy Polisar, Rania Putrisari dan Rebecca Klopper.

Kisah ketujuh anak ini juga sudah diadaptasi dalam bentuk komik digital yang bisa dibaca di Line Webtoon sejak Mei 2019.

Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Batu, Malang dibangun untuk memberi fasilitas bagi anak-anak tidak mampu.

Baca juga: Verdi Solaiman produseri film “Anak Garuda”
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film bernuansa etnik Indonesia yang mencuri perhatian internasional

Jakarta (ANTARA) – Industri perfilman Indonesia sudah tidak perlu diragukan kualitasnya karena tidak sedikit yang meraih berbagai penghargaan di festival film internasional. Namun jika dilihat lebih jauh, rata-rata peraih penghargaan tersebut membawa unsur yang “Indonesia banget” dalam filmnya, yakni menonjolkan unsur etnik.

Yayan Ruhian selaku aktor yang pernah terlibat dalam beberapa film Hollywood seperti “Star Wars: The Force Awakens”, “Beyond Skyline” serta “John Wick: Chapter 3 – Parabellum”, berpendapat bahwa film Indonesia yang mampu menempus pasar internasional rata-rata selalu mengandung unsur etnik.

“Film yang bisa masuk dan dapat respon baik itu adalah karya-karya yang ada unsur etnik Indonesia-nya dan beda dari film lainnya,” kata Yayan saat dihubungi Antara, Jumat.

Bintang “Hit and Run” ini juga berharap Indonesia bisa seperti China yang budayanya bisa masuk dalam film-film Hollywood.

“Ya mudah-mudahan ke depannya kita bisa membawa nilai-nilai yang tidak dimiliki negara lain. Contohnya kayaknya hampir dalam sebuah film China selalu ada bentuk-bentuk pengenalan budaya mereka. Kita lihat saja di film Hollywood selalu ada keterlibatan pemain Cina dan budayanya,” jelas Yayan.

Beberapa film yang sempat meraih penghargaan di ajang internasional di antaranya adalah;

1. “Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak”
  Aktris Marsha Timothy memegang Piala Citra berbicara saat menerima penghargaan kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik pada Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2018, di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (9/12/2018). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/)

Film yang disutradarai oleh Mouly Surya ini memenangi penghargaan NETPAC Jury Award di Five Flavours Asian Film Festival, Polandia pada 2017. Sebelumnya, “Marlina” juga meraih penghargaan sebagai skenario terbaik FIFFS, Maroko dan film terbaik dari Asian Nest Wave, The QCinema Film Festival, Filipina.

Lewat film ini, Marsha Timothy juga mengalahkan Nicole Kidman sebagai The Best Actrees dalam International Fantastic Film of Catalonia di Spanyol. Film “Marlina” sendiri mengambil kisah tentang seorang janda di wilayah NTT yang mempertahankan kehormatannya dari para perampok. Film ini juga menggunakan dialek khas masyarakat suku sana.

2. “Sekala Niskala”
  Poster film Sekala Niskala . (Ist)

Film ini menyabet penghargaan sebagai film terbaik di Berlin Film Festival 2018, pertama kalinya bagi film Indonesia menang di ajang bergengsi tersebut.

“Sekala Niskala” juga meraih Grand Prize di Tokyo FILMeX International Film Festival 2017 dan Best Youth Feature Film di Asia Pacific Screen Awards 2017.

Film yang disutradarai oleh Kamila Andini itu sangat kental dengan budaya Bali, mulai dari latar belakang tempat hingga dialog berbahasa Bali, bahkan “Sekala Niskala” juga diperankan oleh para seniman asal Pulau Dewata itu.

3. “Turah”
  Film Turah menggambarkan problema sosial masyarakat di Kampung Tirang di pesisir utara, dekat dengan Pelabuhan Tegalsari, Kota Tegal Jawa Tengah. (qubicle.id)

Film karya sutradara Wicaksono Wisnu Legowo ini menggunakan bahasa Jawa dialek Tegal. Cerita yang diangkat pun tentang konflik sosial di Kampung Tirang, Tegalsari, Tegal.

“Turah” pun meraih banyak penghargaan di luar negeri seperti Singapore International Film Festival 2016, Bengaluru International Film Festival 2017, Asean International Film Festival and Award 2017, Seoul INternational Agape Film Festival 2017, dan Cinemalaya Independent Film Festival 2017.

4. “Humba Dreams”

Film yang disutradarai oleh Riri Riza ini meraih penghargaan di ajang Asian Project Market dan masuk dalam Festival Film Internasional Busan 2017.

“Humba Dreams” mengisahkan perjalanan seorang pelajar film muda di Jakarta yang diminta pulang ke desanya di Pulau Humba (nama lain Sumba).

5. “The Raid”
  Aktor dan atlet pencak silat Yayan Ruhiyan memperlihatkan salah satu jurus ketika jumpa pers mengenai keikutsertaan film The Raid 2 Berandal dalam Festival Film Sundance di Jakarta, Kamis (12/12). (FOTO ANTARA)

Film aksi yang menampilkan seni bela diri Silat ini mendapat banyak penghargaan di luar negeri seperti The Cadillac People’s Choice Midnight Madness Award tahun 2011, Audience Award dan Dublin Film Critics Circle Best Film dalam Festival Film Internasional Dublin Jameson tahun 2012, Prix du Public dalam 6ème Festival Mauvais Genre di Tours Prancis, dan Sp!ts Silver Scream Award pada Festival Film Imagine ke-28 di Amsterdam, Belanda.

Film karya dari Gareth Evans ini menampilkan Iko Uwais, Joe Taslim dan Yayan Ruhian dengan pertempuran sengit yang paling diingat yakni Sersan Jaka dan Mad Dog.

Baca juga: Film “Alkisah si Hiruk Pikuk” nominasi di Festival film di Locarno

Baca juga: Ayu Laksmi: Generasi muda perlu ditularkan sejarah

Lima film di atas hanyalah beberapa karya anak bangsa yang mampu menyabet penghargaan di festival film dunia. Yang terbaru, “Gundala” juga akan hadir di Toronto Film Festival.

Menurut Yayan, kehadiran “Gundala” juga bisa menjadi sebuah budaya baru yang dapat diterima oleh masyarakat dunia khususnya Hollywood.

“Makanya saya senang dengan munculnya “Gundala”, “Gatot Kaca”, mudah-mudahan itu jadi universe baru yang diterima di industri film dunia,” kata pemain “Wiro Sableng 212” itu.

Baca juga: “Hit and Run” raih penghargaan film laga di China

Baca juga: Bekraf sebut syarat film Indonesia agar dilirik investor

Oleh Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus bersumpah tidak selingkuhi Liam Hemsworth

Jakarta (ANTARA) – Miley Cyrus (26) bersumpah bahwa dia tak menyelingkuhi Liam Hemsworth.

Pelantun “Wrecking Ball” itu membantah rumor bahwa dia berselingkuh dengan blogger Kaitlynn Carter lewat rangkaian 11 cuitan di akun Twitter-nya pada Kamis.

“Aku bisa menerima bahwa hidup yang kupilih berarti mengharuskanku untuk benar-benar terbuka dan transparan 100 persen dengan fans dan mereka yang kucintai, dan publik. Apa yang tak bisa kuterima adalah aku dikatai berbohong untuk menutupi sebuah kejahatan yang aku tak lakukan. Aku tak punya hal yang harus ditutupi,” kata Miley dilansir People, Kamis (22/8).

Baca juga: Liam Hemsworth gugat cerai Miley Cyrus

Miley melanjutkan, dia memang terkenal suka berpesta saat masih remaja dan pada awal-awal usia 20-an. Dia tak hanya merokok namun juga membela penggunaan ganja. Dia juga pernah bereksperimen dengan obat-obatan.

Cuitannya kemudian berlanjut dengan pengakuan-pengakuannya semasa muda bahwa dia punya sejarah perselingkuhan dalam hubungan masa lalu. “Aku kacau dan berselingkuh dalam hubungan ketika aku masih muda,” tulisnya.

Selain itu, dia mengingat saat-saat dalam kehidupan pribadinya yang sangat memengaruhi kariernya.

“Saya kehilangan kesepakatan Walmart besar-besaran pada usia 17 karena merobek sebuah bong,” tweet Cyrus, merujuk pada lini merk bajunya yang kerja samanya dibatalkan oleh Walmart.

Baca juga: “Black Mirror” musim kelima hadirkan Miley Cyrus

“Saya dikeluarkan dari Hotel Transylvania karena membelikan Liam kue berbentuk penis untuk ulang tahunnya…,” katanya tentang peran dalam serial film animasi yang dibintangi Selena Gomez dan Adam Sandler.

“Aku mengayunkan bola tanpa pakaian,” katanya tentang video musik untuk lagunya “Wrecking Ball.”

Terakhir, Cyrus menambahkan, “Mungkin ada lebih banyak gambar telanjangku di internet daripada wanita mana pun dalam sejarah.”

Meskipun dia membuat daftar ketidakpercayaan sebelumnya, Cyrus menekankan bahwa dia tidak pernah selingkuh dari Hemsworth.

Baca juga: Miley Cyrus rilis lagu baru “Slide Away” usai pisah dengan Liam

“Yang benar adalah, begitu Liam dan aku berdamai, aku bersungguh-sungguh, & aku berkomitmen. Tidak ada rahasia untuk dibuka di sini. Aku telah belajar dari setiap pengalaman dalam hidupku. Aku tidak sempurna, aku tidak ingin menjadi, itu membosankan. Aku sudah dewasa di depan Anda, tetapi intinya adalah, AKU SUDAH TUMBUH DEWASA,” cuitnya.

“Aku bisa mengakui banyak hal tetapi menolak untuk mengakui bahwa pernikahanku berakhir karena selingkuh. Liam dan aku telah bersama selama satu dekade. Aku sudah mengatakannya sebelumnya & itu tetap benar, aku mencintai Liam dan akan selalu begitu,” katanya.

Mengacu pada perpisahannya dari Hemsworth dan mengapa dia memilih untuk mengakhiri hubungan mereka, Cyrus menulis, “pada titik ini aku harus membuat keputusan yang sehat bagi diriku untuk meninggalkan kehidupan sebelumnya.”

Bintang itu menambahkan, “aku ada di kondisi yang paling sehat dan paling bahagia yang pernah kujalani sejak lama. Anda bisa mengatakan aku suka twerking, mengisap ganja, bermulut kotor tetapi aku bukan pembohong. Aku bangga mengatakan, aku hanya di tempat yang berbeda dari tempat ketika aku masih muda.”

Baca juga: Berpisah, Liam Hemsworth harap Miley Cyrus bahagia

Baca juga: Usai umumkan pisah, Liam Hemsworth bungkam, Miley Cyrus rekaman lagi

Baca juga: Miley Cyrus batal tampil di Woodstock 50

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Love Alarm” kisah cinta segitiga, pemeran dan sinopsis

Jakarta (ANTARA) – Setelah batal tayang pada 2018, “Love Alarm” mulai ditayangkan di Netflix kemarin sore, Kamis (22/8), dengan Kim So Hyun kembali menjadi pemeran utama dalam drama yang mengisahkan cinta segitiga ini.

Pada hari pertama penayangannya, drama komedi percintaan segitiga masa sekolah ini mendapatkan perhatian banyak penggemar Korea dan internasional. Kim So Hyun kembali sebagai bintang utama film ini.

Kim So Hyun telah membintangi sejulah drama seperti “Who Are You: School 2015” (2015), “Ruler: The Owner of the Mask” (2017), dan “Radio Romance” (2018).

Baca juga: SM Entertainment umumkan grup SuperM, “Avengers” K-pop

Sementara dua pemeran utama pria, Song Kang, adalah aktor pemula yang berakting dalam drama “The Liar and His Lover” (2017) dan Jung Ga-Ram merupakan bintang drama “The Heirs” (2013) serta “Mistress” (2018).

Berikut sinopsis “Love Alarm” yang disutradarai Lee Na-Jung mengutip Kpopmap, Jumat:

“Love Alarm” adalah tentang orang-orang yang ingin mengetahui hati mereka yang sebenarnya dalam masyarakat di mana orang-orang menggunakan aplikasi untuk mencari tahu siapa yang menyukainya. Lebih tepatnya, aplikasi ini memberitahu orang-orang yang menyukai mereka dalam jarak 10 meter.

Baca juga: Menanti kejutan SF9 di Jakarta 23 Agustus 2019

Jojo (Kim So Hyun) kehilangan orang tuanya, dia tinggal di rumah bibinya yang memiliki toko serba ada. Dia menjalani kehidupan sehari-hari yang keras dan sibuk. Suatu hari tiba-tiba, “alarm cinta” di aplikasi di ponselnya berbunyi untuknya dan Sun-Oh (Song Kang).

Sun-Oh tumbuh dari seorang ibu yang tidak peduli padanya dan ayah yang ketat. Di luar, dia terlihat dingin dan kasar tetapi hatinya hangat.

Ketika dia pindah ke sekolah barunya yang baru, dia menarik perhatian para siswa karena dia adalah seorang model dan ayahnya adalah seorang aktor terkenal.

Baca juga: Agensi BTS ambil alih label musik GFriend

Siapa pun yang datang lebih dekat dari 10 meter darinya “alarm cinta”-nya berdering [artinya dia dicintai oleh semua orang]. Namun, hanya satu orang yang bisa membuat “alarm cinta” Sun-Oh berbunyi, orang itu adalah Jojo.

Hee-Young (Jung Ga-Ram) baik dan belajar dengan baik. Dia tidak memiliki ayah tetapi dia menerima banyak cinta dari ibunya.

Dia berteman dengan Sun-Oh selama 12 tahun dan mulai merasakan cinta sepihak untuk JoJo. Dia tidak menunjukkan perasaannya untuk Jojo di depan temannya. Melihat bahwa Sun-Oh memiliki cinta terhadap JoJo, dia hanya bisa menyembunyikan perasaannya.

Baca juga: Kang Daniel akhirnya debut sebagai penyanyi solo

Baca juga: Bangtan Sonyeondan hadir dalam gim ponsel BTS World

Penerjemah: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tom Holland “Spider-man” ketahuan gandeng cewek pirang

Jakarta (ANTARA) – Pemeran “Spider-man: Far from Home” Tom Holland tertangkap kamera sedang jalan bareng dengan seorang cewek pirang yang belum diketahui identitasnya, namun mereka terlihat mesra di British Summer Time Hyde Park Festival di London pada Juli lalu.

Seperti kehidupan Peter Parker di film Spider-man, ia berpelukan dengan seorang gadis pirang cantik yang mengingatkan pada cinta pertama Spider-man, yang juga menyukai bir, kata TMZ dalam laporannya, dikutip Jumat.

Baca juga: Jeremy Renner “Hawkeye” ingin Spider-Man kembali ke Marvel

Baca juga: Kemarin, Galaxy Note 10 hingga Spider-Man keluar dari Marvel

Pasangan itu terlihat masing-masing membawa dua gelas minuman ketika mereka menonton pertunjukan musik. Keduanya, menurut laporan, menonton pertunjukan The Black Eyed dan Robbie Williams. Pasangan ini terlihat cukup romantis.

Wanita itu tak canggung-canggung melingkarkan tangannya ke pinggang Tom Holland. Ketika mereka berjalan bersama, mereka tampak semakin dekat dan dekat sembari bergandengan tangan.

Baca juga: Penggemar Marvel bikin petisi pertahankan Spider-Man

Baca juga: “Aladdin” susul “Spider-Man: Far From Home” tembus 1 miliar dolar

Apa yang ditunjukkan Tom Holland dalam kehidupan nyata ini sungguh bertolak belakang dengan Peter Parker dalam film “Spider-man: Far from Home” yang ceroboh dan canggung ketika menghadapi Mary Jane yang diperankan Zendaya.

Foto kebersamaan pasangan itu yang terlihat mesra juga diunggah di akun Instagram penggemar Tom Holland @tomhollandofficial.
 

Penerjemah: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutradara mulai pertimbangkan sekuel “Joker”

Jakarta (ANTARA) – Sutradara Todd Phillips mengatakan bahwa sekuel “Joker” kemungkinan akan segera dikerjakan meski yang pertama belum dirilis.

“Joker” dibintangi Joaquin Phoenix dan akan diputar perdana di Venice Film Festival akhir bulan ini.

Phillips mengatakan bahwa bagian kedua dari “Joker” akan dikembangkan lantaran dia sangat terkesan dengan kualitas akting Phoenix.

Baca juga: Sutradara sebut Joker versi Joaquin Phoenix tak sama seperti di komik

“Satu hal yang akan saya katakan: Saya akan melakukan apa saja dengan [Phoenix], setiap hari dalam seminggu,” jelas Phillips dilansir NME, Jumat.

“Jika dia bersedia melakukan (sekuel) dan jika orang-orang muncul di film ini, dan Warners mendatangi kami dan berkata, ‘Kamu tahu? Jika kalian bisa memikirkan sesuatu…’ Yah, aku punya perasaan bahwa dia dan aku bisa memikirkan sesuatu yang sangat keren,” lanjutnya.

Dalam wawancara sebelumnya, Phillips mengklaim bahwa “Joker” tidak mengambil cerita apapun dari buku komik.

Phillips sadar bahwa film ini akan membuat penggemar Joker “marah” dan hal tersebut dapat menentukan kesuksesan seluruh film dan jalan menuju sekuel.

Sementara itu, Joaquin Phoenix mengungkapkan bahwa dia belajar tertawa dari orang-orang yang menderita gangguan tawa patologis untuk mendalami peran.

“Joker” rencananya tayang di bioskop pada Oktober tahun ini.

Baca juga: Joaquin Phoenix terinspirasi pasien gangguan mental perankan Joker

Baca juga: Penuh ironi, poster pertama “Joker” dirilis

Baca juga: Sutradara unggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “Parasite” wakili Korea Selatan di ajang Oscar

Jakarta (ANTARA) – Film “Parasite” garapan sutradara Bong Joon-ho yang sebelumnya berhasil memenangi penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes, terpilih untuk mewakili Korea Selatan di ajang Academy Awards 2020, kategori Intenational Feature Film.

Dewan Film Korea Selatan (KOFIC) mengatakan, Kamis, mereka memilih film komedi gelap itu untuk bersaing dengan film dari negara lain guna memperebutkan nominasi Oscar, demikian seperti dilansir Yonhap.

Baca juga: Film Korea Selatan “Parasite” raih Palme d’Or Cannes 2019

Baca juga: Mahershala Ali, aktor muslim peraih Oscar yang bintangi “Blade”

Alasan memilih “Parasite”, menurut KOFIC, karena prestasi film tersebut yang berhasil membawa pulang Palme d’Or di Festival Film Cannes, reputasi baik Bong Joon-ho di dunia internasional, dan kualitas artistik serta sinematis-nya.

Untuk kategori film non-English, masing-masing negara mengajukan satu film sebagai perwakilan resmi mereka, dan akan berkompetisi untuk mendapatkan lima tempat dalam daftar.

Sejauh ini belum ada film Korsel yang dinominasikan untuk kategori Intenational Feature Film di ajang Academy Award.

“Parasite” adalah film ketujuh dari sutradara Bong Joon-ho yang juga menggarap film berbahasa Inggris “Snowpiercer” (2013) dan “Okja” (2017). Film itu bercerita tentang dua keluarga, satu kaya dan satu miskin.

Film tersebut sudah masuk radar Oscar selama berbulan-bulan, dan distributor Amerika Utara Neon telah menetapkan tanggal rilis “Parasite” pada 11 Oktober di AS. Itu menjadi langkah nyata untuk memposisikan “Parasite” sebagai pesaing utama di Academy Awards ke-92 yang akan digelar pada 9 Februari.

Nominasi akhir untuk Academy Awards 2020 akan diumumkan pada Januari.

Baca juga: “Parasite” tembus 10 juta penonton di bioskop Korsel

Baca juga: Sineas: Tidak ada yang istimewa dari Piala Oscar 2019

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Syuting di Eropa, Tissa Biani kangen rendang

Jakarta (ANTARA) – Aktris muda Tissa Biani mengaku buru-buru pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan pengambilan gambar film “Anak Garuda” di Eropa beberapa waktu lalu.

“Yang lain pada extend ke Amsterdam, tapi aku pulang karena kangen makanan Indonesia,” ujar Tissa usai konferensi pers “Anak Garuda”, Jakarta, Kamis.

Aktris 17 tahun itu merindukan makanan seperti rendang dan mi goreng Jawa selama menghabiskan waktu berhari-hari di beberapa kota di Eropa, salah satunya Paris.

Untuk mengobati rasa rindu, dia membawa bekal seperti abon sapi agar lidahnya bisa mencicipi cita rasa khas Indonesia.

Tissa berperan sebagai Sayidah dalam film “Anak Garuda” yang disutradarai Faozan Rizal dan diproduseri aktor Verdi Solaiman.

Baca juga: Verdi Solaiman produseri film “Anak Garuda”

Film yang skenarionya ditulis oleh Alim Sudio itu mengangkat kisah inspiratif tujuh alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).

Semua karakter yang diangkat dalam film adalah tokoh nyata dari sekolah gratis di Batu, Malang, Jawa Timur itu.

Sayidah adalah anak piatu yang berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan sekolah sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah SPI. Kini dia menjadi pemimpin di SMA SPI.

“Kak Say (Sayidah) menginspirasi banget. Terlepas dari latar belakangnya, mereka tetap kuat dan optimistis menjalani hidup, aku jadi bersyukur ada di proyek ini,” tutur aktris yang baru meluncurkan single “Cinta Tak Bersyarat”.

Pemenang Penghargaan Khusus Piala Citra untuk Anak-Anak itu mengatakan dirinya merasa menemukan rumah baru dan kehangatan saat pertama kali berkunjung ke Sekolah SPI.

Kehangatan itu juga dia temui bersama para pemeran lain, seperti Violla Georgie, Ajil Ditto, Clairine Clay, Geraldy Polisar, Rania Putrisari dan Rebecca Klopper yang kompak sejak awal.

“Semoga film ini bisa menginspirasi dan rasa yang ingin disampaikan sampai ke penonton.”

Setelah film “Makmum”, ini adalah kali kedua Tissa berakting sebagai perempuan berkerudung. Dia mengaku mendapat banyak pertanyaan seputar keinginan untuk berkerudung dalam kehidupan sehari-hari di luar tuntutan peran.

“Pasti ada (keinginan), rezekiku dapat peran berhijab terus, mungkin itu jalan dari Allah. Doain saja ada hidayah,” tutup dia.

Baca juga: Tissa Biani bangga satu film dengan Christine Hakim

Baca juga: Tissa Biani ingin main film laga
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verdi Solaiman produseri film “Anak Garuda”

Jakarta (ANTARA) – Setelah membintangi film “Say I Love You”, aktor Verdi Solaiman kembali terlibat dalam film dengan tema serupa bertajuk “Anak Garuda”, namun kali ini ia duduk di bangku produser.

“Anak Garuda” mengangkat kisah para siswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), sebuah sekolah untuk anak-anak tidak mampu.

“Say I Love You” juga mengangkat cerita siswa-siswa SPI. Dalam film itu, Verdi berperan sebagai Julianto Eka Putra alias Koh Jul sang pendiri sekolah gratis di Batu, Malang, Jawa Timur tersebut.

Verdi mengibaratkan kedua film itu, meski temanya beririsan, seperti “Spiderman” versi Sony dan Marvel yang berdiri sendiri dan bisa dinikmati tanpa harus menonton versi sebelumnya.

“Walau ini filmnya bertema mendidik, tapi ringan dan mudah ditelan. Ritmenya cepat dan upbeat,” kata Verdi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

“Anak Garuda” terinspirasi dari kisah tujuh tokoh nyata alumni Sekolah SPI pada tahun-tahun awal berdiri.

Mereka adalah Yohana (diperankan oleh aktris Violla Georgie), Dilla (Rebecca Klopper), Robet (Ajil Ditto), Sheren (Rania Putrisari), Sayidah (Tissa Biani) dan Olfa (Clairine Clay) yang belajar berwirausaha setelah lulus sekolah di bawah bimbingan Koh Jul.

Setelah lulus, mereka mengelola divisi usaha sendiri yang omzetnya mencapai miliaran rupiah dan digunakan untuk mengelola Sekolah SPI.

Rumah produksi Butterfly Pictures adalah divisi usaha terbaru dari Sekolah SPI yang dikelola oleh alumni.

“Ini akan jadi film layar lebar pertama Butterfly Pictures, dan bukan terakhir, kami akan terus bikin film dengan nilai yang sama dengan wirausaha di SPI,” lanjut Verdi.

Sutradara Faozan Rizal (Habibie-Ainun) dan penulis skenario Alim Sudio bekerja sama dalam menggarap “Anak Garuda”.

Alim awalnya ragu karena enggan membuat film yang hanya mempromosikan serta menonjolkan sisi baik sekolah.

Namun pikirannya berubah ketika Julianto menyatakan hal yang sebaliknya. Dia dibebaskan untuk menulis hal-hal nyata, termasuk permasalahan dan kegagalan yang dihadapi sekolah tersebut.

“Waktu itu saya yakin ini sekolah yang benar, punya hati untuk bicara yang jujur,” ujar Alim yang juga menulis skenario “Say I Love You”.

Pengambilan gambar “Anak Garuda” berlangsung di Batu, Malang serta beberapa kota di Eropa.

Kisah ketujuh anak itu juga sudah diadaptasi dalam bentuk komik digital yang bisa dibaca di Line Webtoon sejak Mei 2019.

Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Batu, Malang dibangun untuk memberi fasilitas bagi anak-anak tidak mampu. Para murid diarahkan untuk mengelola bisnis sendiri agar bisa berwirausaha setelah lulus.

Baca juga: “Say I Love You”, perjuangan anak-anak tak mampu untuk mandiri

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keanu Reeves dan Carrie Anne-Moss bintangi “Matrix 4”

Jakarta (ANTARA) – Keanu Reeves dan Carrie Anne-Moss dipastikan kembali membintangi film “Matrix 4”, disutradarai Lana Wachowski yang juga membuat tiga film Matrix sebelumnya, demikian menurut NME dikutip Rabu.

Dalam sebuah pernyataan, bos Warner Bros Toby Emmerich mengumumkan tentang digarapnya film Matrix 4 tersebut.

“Kami tidak bisa lebih bersemangat untuk menggarap “Matrix” lagi bersama Lana. Lana adalah seorang visioner sejati – pembuat film kreatif tunggal dan orisinal – dan kami sangat senang bahwa dia menulis, mengarahkan dan memproduksi bab baru ini di jagat ‘The Matrix’.”

Keanu Reeves akan sekali lagi berperan sebagai Neo di The Matrix 4 sementara Moss kembali memerankan Trinity.

Menurut sumber, pembuatan film akan dimulai pada awal 2020. Belum ada tanggal rilis untuk The Matrix 4.

Mei lalu, sutradara John Wick 3 Chad Stahelski mengonfirmasi bahwa film Matrix keempat sedang dibuat.

“Saya yakin bahwa Wachowskis tidak hanya mengerjakan Matrix, tetapi mengembangkan apa yang kita semua sukai,” kata Stahelski dalam sebuah wawancara.

Stahelski, yang berperan sebagai pemeran pengganti Reeves dalam trilogi aslinya, kemudian mencabut komentarnya dan mengklaim Wachowski tidak terlibat dengan proyek tersebut.

Baca juga: Sutradara “John Wick 3” sebut “The Matrix 4” sedang dikerjakan

Baca juga: Sutradara “Avengers: Endgame” pertimbangkan peran untuk Keanu Reeves
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahn Jae-hyun mengaku depresi dan tetap ingin bercerai dari Ku Hye-sun

Jakarta (ANTARA) – Aktor Ahn Jae-hyun merilis pernyataannya di Instagram tentang berita perceraiannya dengan istrinya Ku Hye-sun.

Ia akhirnya angkat bicara setelah memilih diam ketika Ku Hye-sun mempublikasikan bahwa sang aktor lah yang ingin bercerai, demikian dilansir E! News, Rabu (21/8).

“Karena kami berdua adalah figur publik, saya dengan tulus berharap bahwa semua ini akan diselesaikan dengan tenang,” kata Ahn Jae-hyun di Instagram, memberikan alasannya kenapa ia tetap diam.

Baca juga: Ku Hye-sun tidak berniat cerai dengan Ahn Jae-hyun

Namun saat istrinya menuduhnya melakukan percakapan intim dengan wanita lain, ia perlu meluruskan dugaan itu.

Dalam pernyataannya, Ahn Jae-hyun menulis banyak hal. Ia menjelaskan bahwa meski mengalami saat bahagia dan saling mencintai, kehidupan pernikahan mereka selama tiga tahun terakhir telah memengaruhi kesehatan mentalnya.

“Setelah menikah, selama setahun dan empat bulan terakhir, saya menerima perawatan kejiwaan dan saya mengonsumsi antidepresan,” ungkapnya.

“Selama kehidupan pernikahanku, aku melakukan yang terbaik sebagai seorang suami, dan aku tidak melakukan apa pun yang membuatku malu.”

Ia melanjutkan, karena perbedaan yang tidak dapat diselesaikan, mereka memutuskan untuk berpisah dan ia pindah dari rumah. Setelah itu, pada 30 Juli, mereka sepakat bercerai.

Baca juga: Ku Hye-sun ungkap akan dicerai Ahn Jae-hyun

Menurut pernyataan Ahn Jae-hyun, dia akan membayar uang perceraian seperti yang diminta Ku Hye-sun. Namun, beberapa hari kemudian sang aktris mengklaim jumlah uang yang mereka sepakati tidak mencukupi dan meminta kepemilikan apartemen tempat mereka tinggal bersama.

Soal tuduhan bahwa ia berbicara dengan CEO HB Entertainment tanpa sepengetahuannya, Ahn Jae-hyun mengaku hanya memberi tahu HB tentang perceraian mereka dan sang CEO berusaha berbicara dengan mereka, untuk mempertimbangkan waktu yang pas.

“Namun, perasaan saya tentang perceraian tidak berubah,” tulis aktor itu.

Ia juga mengklaim, saat mereka telah tinggal terpisah, istrinya menyelinap ke apartemennya pada 9 Agustus malam dengan berbohong kepada penjaga. Menurut Ahn Jae-hyun, Ku Hye-sun memeriksa ponselnya saat ia tidur dan merekam percakapan pribadinya.

“Aku sangat terkejut dan takut dengan perilakunya.”

Sang aktor lantas menegaskan bahwa beberapa hari kemudian Ku Hye-sun menghubunginya dan mengatakan ingin bercerai.

“Dia telah menyewa seorang pengacara, dan dia mengirimi saya perjanjian perceraian dan pernyataan pers, dan dia mengatakan kepada saya untuk mendapatkan pengacara karena dia berencana mengajukan ke pengadilan pada 28 (Agustus),” demikian menurut sang aktor.

Baca juga: Berpasangan dalam layar kaca, bintang Korea ini menikah beneran

Baca juga: Ahn Jae Hyun-Hye Sun sumbangkan hadiah pernikahan ke RS

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jeremy Renner “Hawkeye” ingin Spider-Man kembali ke Marvel

Jakarta (ANTARA) – Jeremy Renner pemeran “Hawkeye” menginginkan Spider-Man untuk kembali ke Marvel Cinematic Universe (MCU), lewat cuitannya di Twitter pada Selasa (20/8).

“Hey Sony Pictures, kami ingin Spider-Man kembali ke Stan Lee dan Marvel, terima kasih,” tulisnya seperti dilansir Cnet pada Kamis.

Para penggemar senang dengan reaksi salah satu pemeran anggota Avengers itu. Pada Rabu pagi, foto Instagram Renner telah disukai 1,3 juta kali, dan tweet-nya telah di-retweet lebih dari 40.000 kali dan disukai lebih dari 99.000 kali.
 

Seorang pengguna Instagram mengatakan, “Sony, ‘jika Anda bukan siapa-siapa tanpa Spider-Man, Anda seharusnya tidak memilikinya.'”

Itu sebenarnya adalah cuplikan dialog dari film Spider-Man 2017: “Homecoming”, di mana Spidey khawatir dia tidak ada apa-apanya tanpa kostum superhero dan Tony Stark / Iron Man berusaha meluruskan hal itu.

Ryan Reynolds, yang berperan sebagai Deadpool di Marvel secara tidak langsung ikut nimbrung di pertarungan Sony-Marvel, dan merespons ketika ditanya tentang hal itu.

Seorang penggemar menyenggol Reynolds dan pemeran Spider-Man, Tom Holland di Twitter, “Bisakah kita mendapatkan film Spiderman & Deadpool sekarang?”

Reynolds pun menjawab: “Kau bisa. Tapi hanya di dalam hatiku.”

Jawaban itu pernah dikeluarkan sebelumnya. Pada 2018 ketika ditanya apakah gambar Deadpool bersama Captain America yang dibuat oleh penggemar itu nyata, Reynolds menjawab: “Gambar itu nyata di hatiku.”

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa, seorang juru bicara Sony Pictures mengatakan banyak pemberitaan soal Spider-Man yang “salah mengartikan” keterlibatan Presiden Marvel Studios Kevin Feige dalam waralaba, dan bahwa itu adalah keputusan Disney, pemilik Marvel Studios, bahwa Feige tidak lagi lanjut dengan film Spider-Man.

Aktor Marvel dan Sony lainnya, termasuk Holland sendiri, telah menahan diri untuk tidak mengomentari berita tersebut.

Baca juga: Penggemar Marvel bikin petisi pertahankan Spider-Man

Baca juga: Spider-Man dikabarkan keluar dari Marvel Cinematic Universe
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angelina Jolie keliling kampus anaknya di korea Selatan

Jakarta (ANTARA) – Bintang Hollywood Angelina Jolie berkeliling kampus Universitas Yonsei di Incheon, Korea Selatan, tempat anak sulungnya Maddox Jolie-Pitt berkuliah.

Maddox (18) diterima di Underwood International College di Yonsei, salah satu universitas paling bergengsi di Korea Selatan.

Baca juga: Angelina Jolie putuskan main “The Eternals” karena pengaruh anak

Anak tertua Jolie itu akan memulai kehidupan kampusnya Senin pekan depan. Selama setahun ia akan belajar bioteknologi dan tinggal di asrama, kata pihak universitas.

“Jolie mengunjungi kampus bersama beberapa perwakilan agensi hari ini dan melihat-lihat fasilitas utama, termasuk asrama dan perpustakaan,” kata seorang pejabat sekolah, seperti dilaporkan Yonhap, Rabu (21/8).

Jolie mengajukan beberapa pertanyaan kepada staf sekolah sehubungan dengan studi dan kegiatan lain untuk siswa dan ia menyatakan puas, menurut pejabat tersebut.

Di jejaring sosial, beberapa warga Korsel membagikan pengalaman mereka bertemu sang aktris. Foto-fotonya di Bandara Internasional Incheon serta restoran dan mal di Seoul pun mengundang banyak perhatian warga.

Baca juga: Anak tertua Angelina Jolie pilih kuliah di Korea Selatan
 

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penggemar Marvel bikin petisi pertahankan Spider-Man

Jakarta (ANTARA) – Penggemar Marvel membuat petisi untuk mempertahankan Spider-Man agar tetap berada di Marvel Cinematic Universe (MCU) setelah bos Disney gagal mencapai kesepakatan dengan Sony.

Petisi dengan judul “Biarkan Spider-Man bersama Disney dan MCU” dan “Biarkan Spider-Man di MCU” mulai muncul di dunia maya.

Isi dari petisi tersebut di antaranya adalah meminta agar Spider-Man tetap berada di MCU dan tuntutan lainnya adalah agar Sony untuk menjual Spider-Man kepada Marvel.

Seorang pembuat petisi bernama Nate Phillips menulis di Change.org, “Saya tidak bisa berdiam diri di sini sementara Spider-Man dan penggemarnya di seluruh dunia hancur. Spider-Man di MCU telah membawa beberapa momen terbaik dalam sejarah sinema modern.”

Baca juga: Jangan beranjak, ada 2 post-credit scene “Spider-Man: Far From Home”

“SONY kalian harus melepaskannya (Spider-Man) atau bernegosiasi ulang dengan Disney untuk membuat penggemar senang. Silahkan bergabung dengan saya dalam menentang Sony yang akan saya boikot sampai masalah ini dapat diselesaikan dengan benar,” lanjut Phillips.

Perpecahan ini terjadi setelah film “Spider-Man: Far From Home” menghasilkan 1,109 miliar dolar untuk box office global. Kegagalan kedua studio untuk mencapai kesepakatan mungkin tidak dibayarkan pada crossover Spider-Man dan Venom yang dibahas Feige awal tahun ini.

Ketika ditanya tentang kemungkinan film seperti itu, dia mengatakan itu “mungkin terserah Sony”, sebab Sony memiliki hak atas kedua karakter tersebut.

Sony memiliki hak cipta untuk Spider-Man dan seluruh penjahat yang terkait dengannya. Akan tetapi Sony setuju untuk menyewakan karakter tersebut ke Marvel pada tahun 2015 hingga akhirnya muncul di MCU.

Baca juga: Spider-Man dikabarkan keluar dari Marvel Cinematic Universe

Baca juga: “Aladdin” susul “Spider-Man: Far From Home” tembus 1 miliar dolar

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” tembus angka 1 miliar dolar

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film baru James Bond “No Time to Die” dirilis April 2020

Jakarta (ANTARA) – Film James Bond terbaru akhirnya memiliki judul resmi “No Time to Die”, dan akan dirilis pada April 2020.

“Daniel Craig kembali sebagai James Bond, 007 di … NO TIME TO DAY. Keluar di Inggris pada 3 April 2020 dan 8 April 2020 di AS,” menurut unggahan di akun Twitter resmi 007, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/8).

Pembuatan film yang sebelumnya hanya dikenal sebagai “Bond 25” itu, berlangsung di Jamaika pada April.

Baca juga: Pangeran Charles berpeluang muncul dalam “James Bond”

Film tersebut akan menceritakan kehidupan Bond yang tenang di Jamaika setelah ia meninggalkan dinas intelijen rahasia, sebelum Felix Leiter dari CIA muncul dan meminta bantuannya.

Bond pun memulai misi untuk menyelamatkan seorang ilmuwan yang diculik dan mengejar seorang penjahat misterius yang dipersenjatai dengan teknologi baru berbahaya.

“No Time to Die” pada awalnya diharapkan tayang di bioskop pada November 2019 tetapi mundur ke 2020 setelah Danny Boyle mengundurkan diri sebagai sutradara dan digantikan oleh Cary Joji Fukunaga.

Pengambilan gambar film Bond itu dilakukan di London, Italia dan Norwegia. Sejumlah aktor dalam film sebelumnya, turut membintangi “No Time to Die” yakni Ralph Fiennes sebagai M, Naomie Harris sebagai Moneypenny dan Ben Whishaw sebagai Q.

Pemenang Oscar Rami Malek turut bermain sebagai tokoh penjahat .

Waralaba Bond adalah salah satu film dunia yang paling menguntungkan. “Spectre” 2015 berhasil meraup 880 juta dolar di box office seluruh dunia, sementara “Skyfall” pada 2012 meraup lebih dari 1 miliar dolar secara global.

Sebelumnya, Craig mengkonfirmasi pada 2017 bahwa ia akan kembali untuk kelima kalinya sebagai agen rahasia 007.

Baca juga: Lashana Lynch sebagai agen 007 dalam “Bond 25”

Baca juga: Main di “James Bond”, Rami Malek tak ingin perankan teroris

Baca juga: Aston Martin khusus untuk James Bond akan dilelang

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ku Hye-sun tidak berniat cerai dengan Ahn Jae-hyun

Jakarta (ANTARA) – Pengacara aktris Ku Hye-sun, Rabu, mengatakan bahwa kliennya tidak berniat untuk mengakhiri pernikahannya dengan aktor Ahn Jae-hyun, demikian seperti dilansir Yonhap, Rabu.

Baca juga: Ku Hye-sun pacaran dengan bintang “My Love From the Star”

Firma hukum yang mewakili Ku, LIWU Law Group, mengatakan Ku aktris berusia 35 tahun dan Ahn berumur 32 tahun itu tidak pernah mencapai kesepakatan tentang perceraian, meskipun mereka sebelumnya telah membahas masalah tersebut.

Pasangan itu menyusun kontrak perceraian tetapi tidak menandatangani atau menyegelnya, kata LIWU, dan menekankan bahwa sang aktris tidak bertanggung jawab atas pernikahan mereka yang bermasalah, yang telah memasuki tahun ketiga.

Hal itu menjelaskan bahwa Ku dan Ahn pernah mempertimbangkan perceraian, karena sudah tidak ada lagi kepercayaan di antara keduanya setelah Ahn kepergok berkomunikasi dekat dan sering dengan sejumlah wanita lain ketika sedang mabuk.

“Ku sudah menulis di Instagram-nya dia tidak mau bercerai karena keinginannya untuk menjaga keluarganya dan mempertimbangkan kemungkinan ibunya mengalami tekanan mental. Tekadnya masih tetap tidak berubah,” kata firma tersebut.

Baca juga: Ku Hye-sun ungkap akan dicerai Ahn Jae-hyun

Ku dan Ahn, yang bertemu saat syuting serial fantasi KBS 2TV “Blood,” dan mulai berkencan pada 2015, kemudian menikah tahun berikutnya.

Ku memulai debutnya pada 2002 dalam sebuah iklan televisi dan menjadi aktris dengan membintangi sejumlah acara popular, termasuk sitkom MBC TV “Nonstop” dan serial romantis KBS 2TV “Boys Over Flowers.” Aktris itu baru-baru ini memulai debutnya sebagai sutradara film, pelukis dan penulis.

Ahn mendapatkan popularitas instan pada 2014 untuk peran pendukungnya dalam “My Love From the Star”. Dia juga menjadi salah satu pembawa cara hiburan TVN “New Journey to the West” musim kedua.

Perceraian Ku dan Ahn menjadi berita utama. Agensi manajemen mereka HB Entertainment mengumumkan bahwa kedua aktor itu mencapai titik di mana mereka tidak lagi dapat melanjutkan kehidupan pernikahan, karena berbagai masalah dan memutuskan untuk berpisah.

Menurut LIWU, Ku sekarang ingin mengakhiri kontraknya dengan HB Entertainment, menuduhnya terlalu ikut campur dalam kehidupan pribadi para aktornya. Firma hukum itu juga memperingatkan akan mengambil tindakan hukum terhadap HB jika gagal memenuhi permintaan Ku.
 

Lebih mengenal K-Pop di “Team Korea House”

 

Baca juga: Ahn Jae Hyun-Hye Sun sumbangkan hadiah pernikahan ke RS

Baca juga: Berpasangan dalam layar kaca, bintang Korea ini menikah beneran

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keanu Reeves dan Carrie Anne-Moss bintangi film “Matrix 4”

Jakarta (ANTARA) – Keanu Reeves dan Carrie Anne-Moss dipastikan kembali membintangi film “Matrix 4”, disutradarai Lana Wachowski yang juga membuat tiga film Matrix sebelumnya, demikian menurut NME dikutip Rabu.

Dalam sebuah pernyataan, bos Warner Bros Toby Emmerich mengumumkan tentang digarapnya film Matrix 4 tersebut.

“Kami tidak bisa lebih bersemangat untuk menggarap “Matrix” lagi bersama Lana. Lana adalah seorang visioner sejati – pembuat film kreatif tunggal dan orisinal – dan kami sangat senang bahwa dia menulis, mengarahkan dan memproduksi bab baru ini di jagat ‘The Matrix’.”

Keanu Reeves akan sekali lagi berperan sebagai Neo di The Matrix 4 sementara Moss kembali memerankan Trinity.

Menurut sumber, pembuatan film akan dimulai pada awal 2020. Belum ada tanggal rilis untuk The Matrix 4.

Mei lalu, sutradara John Wick 3 Chad Stahelski mengonfirmasi bahwa film Matrix keempat sedang dibuat.

“Saya yakin bahwa Wachowskis tidak hanya mengerjakan Matrix, tetapi mengembangkan apa yang kita semua sukai,” kata Stahelski dalam sebuah wawancara.

Stahelski, yang berperan sebagai pemeran pengganti Reeves dalam trilogi aslinya, kemudian mencabut komentarnya dan mengklaim Wachowski tidak terlibat dengan proyek tersebut.

Baca juga: Sutradara “John Wick 3” sebut “The Matrix 4” sedang dikerjakan

Baca juga: Sutradara “Avengers: Endgame” pertimbangkan peran untuk Keanu Reeves
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Spider-Man dikabarkan keluar dari Marvel Cinematic Universe

Jakarta (ANTARA) – Spider-Man dikabarkan tak akan lagi muncul di film-film Marvel Cinematic Universe (MCU), gara-gara perselisihan antara perusahaan induk Marvel, Disney, dengan Sony yang memiliki hak atas karakter manusia laba-laba itu.

Menurut laporan Deadline dikutip The Verge, Selasa (20/8), Presiden Marvel Studios Kevin Feige menarik diri dari produksi film-film Spider-Man karena Sony tidak mencapai kesepakatan dengan Disney terkait pembagian pendapatan.

Jika Spider-Man hengkang dari MCU maka pertemuan Peter Parker dengan jagoan-jagoan seperti Iron Man dan Nick Fury bisa saja berakhir di film “Spider-Man: Far From Home”.

Deadline melaporkan bahwa Disney meminta film Spider-Man selanjutnya diproduksi bersama 50/50 antara Disney dan Sony, alih-alih kesepakatan saat ini yang hanya memberikan lima persen pendapatan kotor box office pada Marvel dan Disney.

Film “Spider-Man: Far From Home” menghasilkan lebih dari 1 miliar dolar AS di box office, yang berarti sekitar 50 juta dolar AS untuk Disney.

Disney merasa, dengan pengelolaan waralaba dan ikatan dengan film-film MCU, mereka berhak mendapat bagian yang besar. Namun Sony tampaknya tidak setuju, dan sekarang kedua studio itu akan kembali berpisah.

Menurut laporan Deadline, Sony merasa bahwa tim kreatif gabungan sutradara Jon Watts yang menggarap Spider-Man: “Homecoming” dan sekuelnya, “Far From Home”, aktor Tom Holland, dan produser Amy Pascal akan cukup untuk menjaga momentum waralaba Spider-Man, meski tanpa keterlibatan Feige.

Marvel Studios dan Sony pertama kali menyetujui kesepakatan atas Spider-Man pada 2015, yang memungkinkan karakter tersebut muncul dalam film-film Marvel, meskipun Sony mempertahankan hak atas karakter tersebut dan bertanggung jawab untuk membiayai, mendistribusikan, dan “kontrol kreatif akhir”.

Holland berperan sebagai Spider-Man tak lama setelah itu, dan ia kemudian muncul untuk berperan dalam tiga film Disney “Captain America: Civil War”, “Avengers: Infinity War”, dan “Avengers: Endgame”, serta di dua film solo Sony yang diproduksi Marvel Studios.

Sesuai dengan laporan asli kontrak Holland, ia masih memiliki satu film solo yang tersisa, meskipun laporan Deadline mencatat bahwa setidaknya ada dua film arahan Jon Watts yang dibintangi oleh Holland.

Selain kedua film Spider-Man, Sony memiliki rencana besar untuk waralaba dan karakter terkaitnya, seperti sekuel Venom mendatang yang akan disutradarai oleh Andy Serkis.

Film lain adalah “Morbius the Living Vampire” yang dibintangi Jared Leto. Ada lagi film “Kraven the Hunter”, “Silver Sable / Black Cat” serta kelanjutan dari “Spider-Man Into The Spider-Verse” yang berhasil memenangi Oscar.

Baca juga: “Spider-Man: Far From Home” tembus angka 1 miliar dolar

Baca juga: Sinematografer kenamaan Robert Richardson ikut garap “Venom 2”

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gading Marten belajar dari mantan demi Naga Bonar

Jakarta (ANTARA) – Aktor Gading Marten mengaku belajar tentang bahasa Batak dari mantan-mantan kekasihnya demi memerankan tokoh Naga Bonar dalam film “Naga Bonar Reborn”.

Kan mantan-mantan gue Batak semua,” kata Gading saat ditemui dalam jumpa pers film “Naga Bonar Reborn” di Jakarta, Selasa.

Selain bahasa Batak, mantan suami Gisella Anastasia itu juga harus menguasai logat bahasa Melayu karena tokoh Naga Bonar berasal dari Sumatera Utara.

Baca juga: Sempat terganjal hak cipta, “Naga Bonar Reborn” siap rilis Oktober

Gue lihat mamanya Gisel enggak begitu kalau ngobrol sama keluarga. Kayak.. ya cuma Melayu aja bukan kayak yang biasa kita lihat di film-film,” ujar Gading yang mengaku belajar logat bahasa Melayu dari mantan ibu mertuanya.

Gading, dalam “Naga Bonar Reborn, memerankan Naga Bonar, seorang pemuda kampung yang sukses menjadi jendral perang saat masa penjajahan Belanda di Sumatera Utara.

Film ini juga dibintangi oleh Citra Kirana, Delano Daniel, Ence Bagus, Roy Marten, Ray Sahetapy, Donny Damara, Rita Matumona, Elly Sugigi, Robby Tremonti, Harry Ponto serta penampilan khusus Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani.

Baca juga: Gading Marten persiapkan buku fotografi

Laskar Naga Bonar Deklarasi Dukung Demiz Jabar Satu

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sempat terganjal hak cipta, “Naga Bonar Reborn” siap rilis Oktober

Jakarta (ANTARA) – Film “Naga Bonar Reborn” siap tayang pada Oktober 2019 setelah mengalami penundaan karena masalah hak cipta “Naga Bonar” yang pernah rilis pada 1987.

Film tersebut mengalami sandungan lantaran masalah hak cipta, namun Gusti Randa selaku produser eksekutif mengatakan jika “Naga Bonar Reborn” tidak ada sangkut pautnya dengan yang dimainkan oleh Deddy Mizwar.

“Statement Deddy Mizwar itu urusan pengacara. Naga Bonar ini tidak ada kaitannya dengan yang 1987. Saya berhubungan langsung dengan ahli waris mbak Mutiara Sani dengan anak-anaknya,” kata Gusti dalam jumpa pers “Naga Bonar Reborn” di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Mengucap “sampurasun”, Laskar Naga Bonar dukung Deddy Mizwar

Menurut Gusti, film “Naga Bonar Reborn” akan tetap berjalan dan rilis pada bulan Oktober mendatang. Terkait masalah hak cipta, Gusti menilai jika ini hanya masalah kesepakatan antara Mutiara Sani dan Deddy Mizwar.

“Itu urusan mbak Mutiara Sani, itu bukan urusan kami. Itu urusan hak cipta. Saya kira ini sebatas masalah Mutiara dengan Deddy lah,” jelas Gusti.

Baca juga: Deddy Mizwar hadiri deklarasi pendukungnya, Laskar Naga Bonar

Naskah asli “Naga Bonar” sendiri ditulis oleh Asrul Sani, sebagai ahli waris dari Asrul, Mutiara mengatakan bahwa suaminya menulis cerita “Naga Bonar” berdasarkan potongan kejadian di masa itu.

“Yang harus diketahui Naga Bonar bukan cerita sejarah, ini adalah cuplikan-cuplikan kejadian yang terjadi pada masa itu. Lalu oleh Asrul Sani dirangkai menjadi sebuah cerita,” kata Mutiara.

“Naga Bonar Reborn” dibintangi oleh Gading Marten, Citra Kirana, Delano Daniel, Ence Bagus, Roy Marten, Ray Sahetapy, Donny Damara, Rita Matumona, Elly Sugigi, Robby Tremonti, Harry Ponto dan penampilan khusus dari Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani.

Baca juga: Roy Marten usir penyakit dengan aktif syuting

Baca juga: Roy Marten isi pergantian tahun dengan berdoa

Laskar Naga Bonar Deklarasi Dukung Demiz Jabar Satu

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Katie Holmes dan Jamie Foxx putus setelah enam tahun bersama

Jakarta (ANTARA) – Katie Holmes (40) dan Jamie Foxx (51) putus setelah enam tahun bersama, seperti dilansir Page Six, Selasa.

Kabar tersebut muncul setelah beredar foto-foto Jamie Foxx sedang berpesta di Los Angeles pada Jumat malam dengan penyanyi Sela Vave. 

Sementara salah seorang di La Esquina mendengar Holmes, saat makan malam dengan teman-teman perempuannya di restoran Kenmora Street, mengatakan “apa yang dilakukan Jamie adalah urusannya-kami sudah tidak berhubungan selama berbulan-bulan.”

Saat Pagesix mengonfirmasi pada salah satu teman Holmes, dia mengonfirmasi bahwa Holmes dan Foxx sudah berpisah sejak akhir Mei, beberapa minggu setelah keduanya tampil di Met Gala.

Holmes dan Foxx sudah bersama sejak 2013, sekitar setahun setelah Holmes bercerai dengan Tom Cruise.

Pasangan itu sangat tertutup tentang kencan awal mereka, bertemu larut malam di hotel dan menyelinap keluar pintu masuk untuk menghindari gosip.

Setelah itu, hubungan keduanya jadi rahasia terburuk Hollywood selama bertahun-tahun.

Mereka akhirnya tampil bersama di depan umum untuk pertama kalinya di Clive Davis’ Pre-Grammys Gala di New York pada 2018, dan mereka berjalan di karpet merah bersama untuk pertama kalinya di Met Ball Mei ini.

Pihak Holmes dan Foxx tak segera menjawab saat dihubungi Pagesix.

Baca juga: Jamie Foxx ungkap putus dengan Katie di after party Oscar
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reza Rahadian didampingi dokter saat syuting “Twivortiare”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Reza Rahadian mendapat pendampingan dari dokter selama syuting “Twivortiare” agar tidak ada kekeliruan selama ia melakoni adegan operasi dalam film tersebut.

“Kebetulan syutingnya didampingi oleh dokter, saat operasi juga didampingi oleh dokter. Jadi saya dikasih tahu persis, ‘Jangan sampai salah ya mas Reza’,” kata Reza ditemui di gala premier film “Twivortiare” di Jakarta, Senin

Reza yang berperan sebagai dokter bedah, juga melakukan riset sebelum syuting, yang menurutnya penting untuk menghindari salah kapah

“Ya observasi kecil-kecilan lah yang saya lakukan hanya untuk persiapan beberapa scene yang sangat krusial menurut saya. Karena itu sering salah tiap eksekusi, terutama scene yang menyangkut praktik-praktik berkaitan dengan medis, itu aja,” jelasnya.

Menurut aktor yang telah membintangi banyak judul film itu, memainkan karakter yang profesinya ada di dunia nyata jauh lebih sulit dibandingkan dengan tokoh buatan.

“Karena ini sangat realis pendekatannya. Berani enggak untuk bisa melakukan pendekatan seperti itu? Dan di sinilah diuji seberapa realistis seorang aktor bisa bermain,” kata Reza yang telah meraih tiga Piala Citra untuk kategori Pemain Utama Pria Terbaik.

“Kalau sudah ditopang oleh makeup-nya, bisa dibantu apa segala macam, kita sudah diuntungkan duluan karena look-nya aja sudah beda langsung. Kalau yang kayak gini (dokter) jauh lebih sulit untuk dieksekusi,” tuturnya.

“Twivortiare” bercerita tentang Beno Wicaksono (Reza Rahadian) seorang dokter bedah super sibuk dan Alexandra Rhea (Raihaanun)  bankir sukses, yang memutuskan untuk bercerai.

Selain Reza Rahadian dan Raihaanun, pemain lain yang terlibat dalam film tersebut, di antaranya Denny Sumargo, Arifin Putra, Dimas Aditya, Citra Kirana, Boris Bokir, Ferry Salim, Aida Nurmala, Lydia Kandao dan Roy Marten.

Baca juga: Reza Rahadian paksa keterlibatan Raihaanun dalam “Twivortiare”

Baca juga: Tinggalkan zona nyaman, Denny Sumargo jajal teater
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reza Rahadian paksa keterlibatan Raihaanun dalam “Twivortiare”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Reza Rahadian memaksa produser “Twivortiare” untuk melibatkan Raihaanun dalam film komersial itu.

“Kami sebenarnya punya beberapa calon (aktris), tapi pemilihan Raihaanun itu suporternya di sebelah kiri saya ini (Reza). Dia yang terus ngasih rekomendasi untuk ambil dia (Raihaanun). Saya sempat dibilang, “Kok, (Raihaanun) berani ambil peran yang enggak komersial. Tapi, saya lihat dia sangat natural,” kata produser eksekutif MD Pictures, Manoj Punjabi dalam jumpa pers film “Twivortiare” di Jakarta, Senin.

Baca juga: “Twivortiare” dijadikan film, dibintangi Raihaanun dan Reza Rahadian

Sementara, Reza mengatakan sangat senang dengan keputusan​​​​​​​ pihak rumah produksi yang mengabulkan permintaannya untuk membawa pemain “27 Steps of May” itu. Reza mengatakan keputusan produser itu merupakan langkah yang berani.

“Saya mengapresiasi (keputusan) pak Manoj yang berani ambil keputusan itu. Kebayang, kalau lebih banyak produser yang berani ngambil resiko untuk menarik aktris yang biasa main film art house banget. Saya rasa warna film Indonesia akan lebih ‘gila’ lagi,” ujar pemain “My Stupid Boss” itu.

Reza mengatakan bekerja sama dengan Raihaanun merupakan kesempatan yang luar biasa. Haanun, menurut Reza, memberikan banyak energi positif selama proses syuting.

“Saya bersyukur bisa main sama dia. Saya percaya banyak (pihak) yang terkesima dengan penampilannya. Saat reading, dia membawa energi keterbukaan. Saya senang dengan artis yang tidak mengkritik karakter orang. Jadi, kami enggak perlu sibuk mengembangankan chemistry. Tapi, kami sibuk membangun scene by scene,” ujar Reza.

Baca juga: Reza Rahadian masih simpan barang dari mantan 

“Twivortiare” bercerita tentang Beno Wicaksono (Reza Rahadian), sang dokter bedah yang sangat sibuk berkarir dan pegawai bank sukses Alexandra Rhea (Raihaanun) yang memutuskan untuk bercerai.

Setelah melewati dua tahun perceraian, Beno dan Alex kembali menikah dan berjanji untuk bersikap lebih dewasa, saling mengerti, dan mau mengalah. Mereka meyakini pandangan itu karena merasa masih saling mencintai. Tapi dalam perjalanan kehidupan berumah tangga itu, ada keraguan apakah sikap itu memang benar-benar cinta atau perasaan lain.

Selain Reza Rahadian dan Raihaanun, pemain lain yang terlibat dalam film “Twivortiare” adalah Denny Sumargo, Arifin Putra, Dimas Aditya, Citra Kirana, Boris Bokir, Ferry Salim, Aida Nurmala, Lydia Kandao dan Roy Marten.

Baca juga: Kesulitan Raihaanun perankan korban perkosaan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tinggalkan zona nyaman, Denny Sumargo jajal teater

Jakarta (ANTARA) – Denny Sumargo mengaku tidak suka zona nyaman, sehingga ia pun meninggalkan dunia basket untuk bermain film dan kini menjajal teater.

“Dari awal saya orangnya begitu. Saya ninggalin basket karena aku enggak suka zona nyaman. Aku pindah klub berkali-kali karena enggak suka zona nyaman,” kata Denny ditemui dalam gala premier “Twivortiare” di Jakarta, Senin.

It’s my character, aku suka mengeksplor diri lebih jauh walaupun orang underestimate saya,” lanjut dia

Meski demikian, pemain film “A Man Called” itu tidak peduli dengan pendapat orang lain. Dia merasa harus mencoba berbagai kesempatan yang datang selagi bisa.

“Karena buat aku hidup cuma sekali, kita punya kesempatan sama besarnya dengan orang lain. Bukan untuk dengar omongan negatif orang but to listen what is positive for you. Jadi aku pengin pergi jauh dengan keterbatasan yang aku punya dan keluar dari itu semua,” jelas mantan pemain basket nasional itu.

Denny saat ini sedang melakukan persiapan untuk sebuah pertunjukan teater keliling. Baginya, bermain teater musikal memiliki tantangan yang sangat besar sebab dia harus berakting, menyanyi dan menari.

“Saya harus menyanyi, harus menari, harus berdialog. Kita lihat saja, mudah-mudahan tidak seburuk itu,” ujarnya.

“Saya ingin mencoba menantang diriku ‘berani enggak lu malu? berani enggak mencoba?’. Jadi saya ambil ini. Saya lihat pemainnya, produksinya dan kru-nya, saya menyukai mereka semua. Mereka membawa semangat positif,” ujarnya.

Baca juga: Reza Rahadian keterlibatan Raihaanun dalam “Twivortiare”

Baca juga: “Twivortiare” dijadikan film, dibintangi Raihaanun dan Reza Rahadian
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reza Rahadian keterlibatan Raihaanun dalam “Twivortiare”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Reza Rahadian memaksa produser “Twivortiare” untuk melibatkan Raihaanun dalam film komersial itu.

“Kami sebenarnya punya beberapa calon (aktris), tapi pemilihan Raihaanun itu suporternya di sebelah kiri saya ini (Reza). Dia yang terus ngasih rekomendasi untuk ambil dia (Raihaanun). Saya sempat dibilang, “Kok, (Raihaanun) berani ambil peran yang enggak komersial. Tapi, saya lihat dia sangat natural,” kata produser eksekutif MD Pictures, Manoj Punjabi dalam jumpa pers film “Twivortiare” di Jakarta, Senin.

Baca juga: “Twivortiare” dijadikan film, dibintangi Raihaanun dan Reza Rahadian

Sementara, Reza mengatakan sangat senang dengan keputusan​​​​​​​ pihak rumah produksi yang mengabulkan permintaannya untuk membawa pemain “27 Steps of May” itu. Reza mengatakan keputusan produser itu merupakan langkah yang berani.

“Saya mengapresiasi (keputusan) pak Manoj yang berani ambil keputusan itu. Kebayang, kalau lebih banyak produser yang berani ngambil resiko untuk menarik aktris yang biasa main film art house banget. Saya rasa warna film Indonesia akan lebih ‘gila’ lagi,” ujar pemain “My Stupid Boss” itu.

Reza mengatakan bekerja sama dengan Raihaanun merupakan kesempatan yang luar biasa. Haanun, menurut Reza, memberikan banyak energi positif selama proses syuting.

“Saya bersyukur bisa main sama dia. Saya percaya banyak (pihak) yang terkesima dengan penampilannya. Saat reading, dia membawa energi keterbukaan. Saya senang dengan artis yang tidak mengkritik karakter orang. Jadi, kami enggak perlu sibuk mengembangankan chemistry. Tapi, kami sibuk membangun scene by scene,” ujar Reza.

Baca juga: Reza Rahadian masih simpan barang dari mantan 

“Twivortiare” bercerita tentang Beno Wicaksono (Reza Rahadian), sang dokter bedah yang sangat sibuk berkarir dan pegawai bank sukses Alexandra Rhea (Raihaanun) yang memutuskan untuk bercerai.

Setelah melewati dua tahun perceraian, Beno dan Alex kembali menikah dan berjanji untuk bersikap lebih dewasa, saling mengerti, dan mau mengalah. Mereka meyakini pandangan itu karena merasa masih saling mencintai. Tapi dalam perjalanan kehidupan berumah tangga itu, ada keraguan apakah sikap itu memang benar-benar cinta atau perasaan lain.

Selain Reza Rahadian dan Raihaanun, pemain lain yang terlibat dalam film “Twivortiare” adalah Denny Sumargo, Arifin Putra, Dimas Aditya, Citra Kirana, Boris Bokir, Ferry Salim, Aida Nurmala, Lydia Kandao dan Roy Marten.

Baca juga: Kesulitan Raihaanun perankan korban perkosaan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Martin Freeman akan muncul di “Black Panther 2”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Inggris Martin Freeman telah mengonfirmasi bahwa ia akan kembali ke Marvel Cinematic Universe untuk “Black Panther 2”.

Freeman memerankan agen CIA bernama Everett K. Ross di “Captain America: Civil War”, sebelum kembali lagi untuk Black Panther.

Dalam film terakhir, Ross dibawa ke Wakanda untuk perawatan setelah terluka parah saat bertarung di Korea Selatan.

Freeman mengatakan bahwa penggemar Marvel akan menyaksikan banyak hal tentang Ross, meski sampai saat ini belum dipastikan kapan “Black Panther” akan mulai diproduksi.

“Yang saya tahu, saya akan (kembali). Yang saya tahu, saya akan berada di “Black Panther” lainnya. Itu yang saya pahami. Mengenai kapan itu akan terjadi, saya tidak tahu,” ujar Freeman kepada Collider sebagaimana dikutip NME, Senin.

Pernyataan Freeman muncul setelah bos Marvel, Kevin Feige mengkonfirmasi bahwa “Black Panther 2” akan hadir selama fase keempat MCU, meski rinciannya belum muncul.

Film pertama yang akan dirilis Marvel Cinematic Universe pada fase keempat adalah “Black Widow”. Film tersebut dibintangi oleh Scarlett Johansson, David Harbour, Florence Pugh, O-T Fagbenle dan Rachel Weisz, yang akan rilis pada 1 Mei 2020.

Lalu rilisan selanjutnya adalah “The Eternals” yang akan meluncur pada 6 November 2020. Film itu dibintangi oleh Richard Madden, Angelina Jolie, Kumail Nanjiani, Lauren Ridloff, Lia McHugh dan Don Lee, Salma Hayek dan Brian Tyree Henry dari Atlanta.

Baca juga: Gemma Chan sedang negosiasi untuk film “The Eternals”

Baca juga: Sutradara “Avengers: Endgame” pertimbangkan peran untuk Keanu Reeves
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Good Boys” bertengger di “box office” AS, kantongi 21 juta dolar

Jakarta (ANTARA) – Film “Good Boys” dari Universal memimpin box office Amerika Serikat dan berhasil mengumpulkan 21 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaan.

“Good Boys” yang diputar di 3.204 teater Amerika Utara, adalah film komedi, genre yang akhir-akhir ini berjuang untuk bisa menembus box office.

Film yang diproduksi oleh Seth Rogen dan Goldberg itu merupakan film komedi dengan rating R, yang berhasil meraup pendapatan tebesar dalam pekan pembuka  pada tahun ini, demikian dilansir Reuters.

Sementara itu, di luar negeri, “Good Boys” memulai debutnya dengan 2,1 juta dolar sehingga total pendapatan global film tersebut mencapai 23,1 juta dolar.

Baca juga: “Avengers: Endgame” diperkirakan raih box office sepanjang masa

Film Universal lainnya, “Hobbs & Shaw”, sebuah spinoff dari “Fast & Furious” menempati posisi kedua, dengan penjualan tiket domestik mencapai 133 juta dolar.

Sedangkan empat film baru lainnya yang dirilis akhir pekan berusaha bertahan di box office.

Film Sony “The Angry Birds Movie 2” yang memulai pembukaannya pada Selasa, mengumpulkan 16,2 juta dolar selama enam hari. Sekuel dari “The Angry Birds Movie” itu berada di posisi keempat box office.

Kemudian film tentang teror hiu “47 Meters Down: Uncaged” tidak segarang film pendahulunya, dibuka di posisi 6, dan hanya menghasilkan 9 juta dolar dari penayangan di 2.853 lokasi.

Film “Blinded by the Light” dan “Where’s You Go, Bernadette” hanya mampu menduduki posisi ke-10 dan 11.

Meski mendapat ulasan positif, “Blinded by the Light” tidak mampu menarik perhatian penonton. Film itu memulai debutnya yang suram dengan pendapatan 4,5 juta dolar dari 2.307 layar bioskop.

“Where’d You Go, Bernadette” yang disutradarai oleh Richard Linklater, berdasarkan novel Maria Stemple, terpuruk dengan hanya meraup 3,45 juta dolar.

Baca juga: Film “Bring The Soul” BTS masuk box office AS

Baca juga: “Hobbs & Shaw” pimpin Box Office, kalahkan “The Lion King”

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Dark Phoenix”, film “X-Men” dengan pendapatan terendah

Jakarta (ANTARA) – “Dark Phoenix” dilaporkan menjadi film dengan penghasilan terendah dalam sejarah “X-Men” dan mengalami kerugian sebesar 100 juta dolar.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian sinematisnya, “Dark Phoenix” disebut memiliki penghasilan yang paling rendah di antara 12 judul “X-Men”.

Situs web film box office, Mojo, melaporkan bahwa “Dark Phoenix” hanya mengantongi 254,4 juta dolar di seluruh dunia, demikian dilansir NME, Senin.

Angka tersebut berada tepat di belakang original “X-Men” rilisan tahun 2000 yang hanya mendapat 296,3 juta dolar di seluruh dunia.

Baca juga: X-Men dan Deadpool resmi masuk Marvel Cinematic Universe

Sementara itu, berdasarian laporan Cinema Blend, pendapatan tertinggi dipegang oleh “Deadpool” dengan 783,1 juta dolar dan peringkat kedua diduduki oleh “Deadpool 2” dengan 778,9 juta dolar.

“Dark Phoenix” dirilis pada bulan Maret tahun ini dan mendapat ulasan yang buruk dari berbagai kritikus film. Film yang dibintangi oleh James McAvoy itu juga mendapat peringkat 23 persen di Rotten Tomatoes.

Sebelumnya, sutradara “Dark Phoenix” Simon Kinberg mengatakan film garapannya tidak terkoneksi dengan penonton sehingga kurang diminati.

“Film ini tidak cukup terhubung dengan penonton yang melihatnya. Jadi itu salah saya,” kata Simon beberapa waktu lalu.

Baca juga: Disney akan produksi film “Deadpool”

Baca juga: Ryan Reynolds bocorkan soal “Deadpool 3”

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, rencana film “Sri Asih” hingga ide membuat startup

Jakarta (ANTARA) – Produser kreatif Bumilangit sekaligus sutradara Joko Anwar mengatakan, setelah “Gundala” yang tayang di bioskop pada 29 Agustus mendatang, akan hadir film dengan karakter jagoan Sri Asih.

Atau berita tentang saran Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada para pelaku startup yang sedang mencari ide membuat aplikasi di bidang teknologi finansial, untuk membaca nota keuangan 2020

Selain itu, masih ada beberapa berita kemarin yang masih menarik untuk disimak, berikut ini adalah rangkumannya.

1. Setelah film “Gundala” akan hadir “Sri Asih”

Produser kreatif Bumilangit sekaligus sutradara Joko Anwar mengatakan, setelah “Gundala” yang tayang di bioskop pada 29 Agustus mendatang, akan hadir film dengan karakter jagoan Sri Asih.

Selengkapnya di sini

2. Nicholas Saputra-Pevita Pearce, jagoan Jagat Bumilangit Selanjutnya

Screenplay Bumilangit mengumumkan sederet aktor, termasuk Nicholas Saputra dan Pevita Pearce, yang akan terlibat dalam cerita gabungan para jagoan Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1 yang dimulai dari Abimana Aryasatya sebagai Gundala.

Selengkapnya di sini

3. Bingung cari ide untuk startup? Sri Mulyani: baca nota keuangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan kepada para pelaku startup yang sedang mencari ide membuat aplikasi di bidang teknologi finansial, untuk membaca nota keuangan 2020.

Selengkapnya di sini

4. Robot asmara berkekuatan AI ancam hubungan intim manusia

Sebuah perusahaan teknologi lokal di Shenzhen, China, mengklaim robot boneka asmara milik mereka dapat menggantikan hubungan intim manusia berkat kemampuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang ditanamkan pada produk itu.

Selangkapnya di sini

5. Rudiantara: Palapa Ring Timur selesai

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan konstruksi jaringan tulang punggung (backbone) Palapa Ring paket Timur sudah selesai dan segera dapat diintegrasikan.

Selengkapnya di sini

Pemerintah dukung kemajuan Usaha Startup dengan deregulasi

Oleh Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ku Hye-sun ungkap akan dicerai Ahn Jae-hyun

Jakarta (ANTARA) – Aktris Korea Selatan (Korsel) Ku Hye-sun mengungkapkan melalui unggahan Instragram pribadi pada Sabtu (17/8) bahwa sang suami, Ahn Jae-hyun, berniat menceraikan dirinya.

Seperti dilansir Soompi, dia juga mengunggah serangkaian pesan teks Jae Hyun yang tampaknya menunjukkan bahwa pasangan tersebut telah sepakat untuk bercerai.

“Setelah kami kehilangan percikan kami, suamiku telah berubah pikiran dan ingin bercerai, dan saya aku ingin tetap dalam ikatan pernikahan. (Minggu depan, perwakilan suamiku akan merilis laporan berita. Aku berharap kebenaran akan terungka),” tulis Hye-sun.

Perempuan yang pernah membintangi drama “Boys Before Flower” bersama aktor Lee Min-hoo itu, juga mengunggah foto berisi kata-kata, “Aku mencintaimu, Ku Hye-sun. Aku cinta kamu. Ku Hye-sun.”

Hye-sun dan Jae-hyun menikah pada Mei 2016, setelah keduanya membintangi drama KBS “Blood”.
 

################
https://www.soompi.com/article/1346204wpp/breaking-ku-hye-sun-reveals-that-ahn-jae-hyun-wants-a-divorce

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Setelah film “Gundala” akan hadir “Sri Asih”

Jakarta (ANTARA) – Produser kreatif Bumilangit sekaligus sutradara Joko Anwar mengatakan, setelah “Gundala” yang tayang di bioskop pada 29 Agustus mendatang, akan hadir film dengan karakter jagoan Sri Asih.

Next, Sri Asih. Skrip sudah mulai dibuat tahun ini. Sangat Indonesia,” ujar dia di Jakarta, Minggu.

Sri Asih nantinya diperankan oleh aktris Pevita Pearce.

Karakter itu berasal dari era Patriot dalam jalinan cerita Jagat Bumilangit, masa yang sama dengan tokoh Gundala, Godam, Tira dan Sembrani.

Joko mengatakan, sama seperti film “Gundala”, “Sri Asih” akan menitikberatkan pada karakter dan cerita yang kuat, sehingga membutuhkan pemain yang bertalenta baik. Itulah alasan Pevita terpilih.

Nantinya, selain karakter Sri Asih, Screenplay Bumilangit juga menghadirkan sederet karakter jagoan lain antara lain Tira (diperankan Chelsea Islan), Godam ( Chicco Jerikho), Mandala (Joe Taslim) dan Aquanus (Nicholas Saputra).

Karakter-karakter tersebut akan muncul satu persatu dalam film dengan sutradara berbeda. Kendati begitu, Joko menjamin karakter dan cerita akan sangat terjaga.

“Kami sudah membuat benang merah cerita dan perkembangan tiap karakter. Nantinya dikembangkan lagi oleh setiap sutradara dan penulis untuk tiap filmnya. Jadinya, karakter dan cerita akan sangat terjaga,” tutur Joko.

Jagat Bumilangit dimulai sejak era Letusan Toba 75000 SM dan terbagi atas empat era yakni Legenda, Jawara, Patriot dan Revolusi.

Baca juga: Nicholas Saputra-Pevita Pearce, jagoan Jagat Bumilangit selanjutnya

Baca juga: Menanti sambaran Gundala si Putra Petir
 

Tokoh jagoan Indonesia beraksi di Istana

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nicholas Saputra-Pevita Pearce, jagoan Jagat Bumilangit selanjutnya

Jakarta (ANTARA) – Screenplay Bumilangit mengumumkan sederet aktor yang akan terlibat dalam cerita gabungan para jagoan, Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1, yang dimulai dari Abimana Aryasatya sebagai Gundala.

Selanjutnya, Pevita Pearce sebagai Sri Asih, Chelsea Islan sebagai Tira, Chicco Jerikho sebagai Godam, Joe Taslim sebagai Mandala, Tara Basro sebagai Merpati dan Nicholas Saputra sebagai Aquanus.

“Pemilihan pemain ini berdasarkan talenta paling tinggi. Project ini untuk menjadi showcase talenta terbaik Indonesia di depan dan di balik layar. Kami pilih berdasarkan skill,” ujar creative producer Bumilangit, Joko Anwar dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, Joko mengatakan karakter-karakter berbeda ini akan muncul satu persatu dalam film berbeda.

Setelah Gundala, ada tujuh karakter dari film yang dipersiapkan dan dibedakan dalam dua era yakni jawara dan patriot.

Tujuh karakter ini antara lain Sri Asih, Godam dan Tira, Si Buta dari Gua Hantu, Patriot Taruna, Mandala, Gundala Putra Petir dan Patriot.

“Kami sudah membuat benang merah cerita dan perkembangan tiap karakter. Nantinya dikembangkan lagi oleh setiap sutradara dan penulis untuk tiap filmnya. Jadinya, karakter dan cerita akan sangat terjaga,” tutur Joko.

Jagat Bumilangit dimulai sejak era Letusan Toba 75000 SM dan terbagi atas empat era yakni Era Legenda, Jawara, Patriot dan Revolusi.

Era Jawara, eranya para pendekar di masa kerajaan nusantara. Ada setidaknya dua karakter dari era ini, Si Buta dari Gua Hantu dan Mandala.

Era Patriot eranya jagoan antara lain Gundala, Sri Asih, Godam, Tira dan Sembrani.

Dalam kesempatan itu, produser Screenplay Bumilangit Bismarka Kurniawan berharap peluncuran Jagat Sinema Bumilangit bisa memberikan gairah dan semangat baru bagi industri kreatif di Indonesia.

“Karya anak bangsa harus jadi tuan rumah di negeri sendiri dan bahkan di pasaran internasional,” kata dia.

Baca juga: “Gundala” tembus Festival Film Internasional Toronto 2019

Baca juga: Menanti sambaran Gundala si Putra Petir

Baca juga: “Hail Gundala” dari band rock Bandung Glosalia jadi lagu film Gundala

Tokoh jagoan Indonesia beraksi di Istana

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sinematografer kenamaan Robert Richardson ikut garap “Venom 2”

Jakarta (ANTARA) – Sinematografer Robert Richardson, pemenang tiga Academy Award, yang baru selesai menggarap film “Once Upon a Time in Hollywood” akan bergabung dalam pembuatan film “Venom 2”.

Masuknya Richardson menunjukkan gerak cepat Sony untuk menggarap sekuel “Venom” yang bakal disutradarai oleh Andy Serkis dan naskahnya ditulis Kelly Marcel.

Aktor Tom Hardy akan kembali bermain dalam sekuel tersebut, sebagai seorang jurnalis yang berfusi dengan symbiote alien. Aktris Michelle William juga diharapkan bergabung dalam film tersebut, termasuk Woody Harrelson.

Richardson adalah salah satu sinematografer paling terkenal di industri film Hollywood, dan disukai oleh sutradara kenamaan Quentin Tarantino, Martin Scorsese, dan Oliver Stone.

Baca juga: “Venom” rajai puncak box office

Selain “Once Upon a Time”, Richardson telah bekerja dengan Tarantino sejak film “Kill Bill” serta “Inglorious Basterds”, “Django Unchained” dan “The Hateful Eight”.

Ia juga berkali-kali bekerja bersama Martin Scorsese, untuk pembuatan “Casino”, “Bringing Out the Dead”, “Shine a Light, “Shutter Island”, “The Aviator”, dan “Hugo”. Dua filmnya bersama Scorsese, “The Aviator” dan “Hugo” membawanya memenangi Oscar.

Pada Juli, Richardson disebut akan ikut menggarap “The Batman” bersama sutradara Matt Reeves, namun kabar itu terbukti keliru, demikian dilansir Hollywood Reporter.

Baca juga: Tom Hardy kembali bermain dalam “Venom 2”

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahn Jae-hyun dikabarkan ingin menceraikan Ku Hye-sun

Jakarta (ANTARA) – Aktris Ku Hye-sun mengungkapkan sang suami, Ahn Jae-hyun berniat menceraikan dirinya, melalui sebuah unggahan di laman Instagramnya, Sabtu (18/8).

Seperti dilansir Soompi, dia juga mengunggah serangkaian pesan teks Jae Hyun yang tampaknya menunjukkan bahwa pasangan tersebut telah sepakat untuk bercerai.

“Setelah kami kehilangan percikan kami, suamiku telah berubah pikiran dan ingin bercerai, dan saya aku ingin tetap dalam ikatan pernikahan. (Minggu depan, perwakilan suamiku akan merilis laporan berita. Aku berharap kebenaran akan terungka),” tulis Hye-sun.

Perempuan yang pernah membintangi drama “Boys Before Flower” bersama aktor Lee Min-hoo itu, juga mengunggah foto berisi kata-kata, “Aku mencintaimu, Ku Hye-sun. Aku cinta kamu. Ku Hye-sun.”

Hye-sun dan Jae-hyun menikah pada Mei 2016, setelah keduanya membintangi drama KBS “Blood”.
 

################
https://www.soompi.com/article/1346204wpp/breaking-ku-hye-sun-reveals-that-ahn-jae-hyun-wants-a-divorce

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Benda ikonis 1990-an akan difilmkan dalam “Generasi 90an: Melankolia”

Jakarta (ANTARA) – Setelah “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”, buku karya Marchella FP akan kembali diangkat menjadi film layar lebar, yakni “Generasi 90an” yang akan menjadi “Generasi 90an: Melankolia”.

“Setelah tujuh tahun sebenarnya nunggu dari 2012 difilmkan. Setelah beberapa orang ketemu enggak cocok, akhirnya tahun ini ketemu jodohnya dan akan diproduksi tahun ini dengan Visinema senang banget dan penasaran,” ujar Marchella di Zona Nonton, Festival Mesin Waktu, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu.

Film tersebut akan disutradarai oleh Irfan Ramli yang biasanya menjadi penulis skenario. Menurut Irfan, “Generasi 90an: Melankolia” akan menceritakan tentang benda-benda yang menjadi tren dan ikonis di tahun 1990-an.

“Benda-benda 90-an, tren 90-an akan jadi bagian dari cerita tersebut. Jadi kita akan memperlakukan konten seperti itu. Ketika filmnya rilis, teman-teman akan menemukan benda-benda di bukunya Cecel (Marchella) di Zona Museum. Benda-benda itu akan hidup di cerita film,” jelas Irfan.
  Marchella FP di peluncuran format baru buku Generasi 90an dan Generasi 90an: Anak Kemaren Sore di Jakarta Aquarium, Neo Soho, Jakarta, Rabu (21/3/2018) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Membuat film yang didasarkan pada sesuatu yang menjadi tren di era tertentu, menjadi beban tersendiri bagi Irfan, apalagi kenangan masyarakat terhadap era 1990 begitu kuat.

“Ini benda yang dirayain banget kalau teman-teman googling di internet Generasi 90an, itu tren yang dicari sebenarnya. Karena romantisasi era di sana luar biasa. Itu era baru pindah ke digital, perubahannya masif banget dari kaset ke CD,” kata Irfan.

Dia melanjutkan, “Ini sesuatu yang kalau ditanya pasti beban karena untuk menghidupkan itu kita perlu sesuatu yang spesial. Gue pribadi sebagai penulis cerita di dalamnya, ini bukan sekadar konten tapi punya nyawa sendiri.”

“Generasi 90an: Melankolia” akan dibintangi oleh Ari Irham dan Aghniny Hague. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 2020.

Baca juga: Wajah baru buku “Generasi 90an”

Baca juga: Senam SKJ bersama di Festival Mesin Waktu

Baca juga: Bernostalgia dengan Karaoke Mesin Waktu

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemain film Ritual ikut lomba makan kerupuk di ANTARA

ANTARA – Para pemeran film Ritual, Defwita Zumara, Richelle Georgette, dan Salshabilla Adriani memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia dengan lomba makan kerupuk dan balap kelereng saat berkunjung ke Kantor Berita Antara, Jakarta.(Arindra Meodia/Gunawan Wibisono/Sandi Arizona/Sizuka)

RSD hidupkan kenangan 1990-an lewat Festival Mesin Waktu

Jakarta (ANTARA) – Rida Sita Dewi (RSD) adalah salah satu musisi pengisi di Festival Mesin Waktu, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, ketiganya membawakan lagu-lagu yang erat dengan era 1990an.

Dengan menggunakan busana bernuansa marun, RSD membuka penampilannya dengan lagu “Masih Ada”, “Datanglah” dan “Terlambat Bertemu”.

“Kalau bisa kita sih ingin membawakan album kita lengkap tapi kita harus menyapa kalian dulu. Kami benar-benar bahagia ya masih ada yang mau menampung grup jadul kayak kami,” kata Dewi atau yang akrab disapa Dee ini.

“Terimakasih sudah datang ke Festival Mesin Waktu buat yang seangkatan dengan kami dan yang seangkatan dengan bapak-ibu kalian,” ujar Sita menambahkan.

RSD juga bercerita bahwa semasa tahun 1990an sangat sulit mencari music arranger, alhasil biasanya mereka mengaransemen sendiri lagu yang akan direkam.

“Kalau lagi mujur, kita akan dapat arranger kalau enggak ya kita aransemen sendiri aja ya. Nah sekarang kita mau memperdengarkan karya acapella yang kita persembahkan untuk ulang tahun negara tercinta ini,” ujar Dee.

Lagu “Happy Birthday” dibawakan terlebih dulu dengan konsep acapella. Kemudian dengan penuh semangat, “Hari Merdeka” dilantunkan dan diikuti oleh para penonton.

Berikutnya, RSD menyanyikan “Satu Bintang di Langit Kelam”. Lagu tersebut terdengar begitu syahdu dan sangat mellow, bahkan menurut mereka ini adalah paling sendu yang pernah dibuat oleh grup asal Bandung itu.

“Berikut ini adalah lagu terakhir dari kami, terimakasih buat teman-teman yang sudah hadir,” ucap Dee sebelum melantunkan “Antara Kita”.

Baca juga: Senam SKJ bersama di Festival Mesin Waktu

Baca juga: Bernostalgia dengan Karaoke Mesin Waktu

Baca juga: Ikuti lomba 17 Agustus, pengunjung bergembira di Festival Mesin Waktu

Antisipasi KLB, RSD Soebandi siaga selama lebaran

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dhini Aminarti malu lihat sinetron lamanya

Jakarta (ANTARA) – Aktris Dhini Aminarti yang tenar lewat sejumlah sinetron pada era 2000-an, mengaku merasa malu jika menyaksikan kembali tayangan sinetron-sinetron lama yang ia mainkan.

“Saya malu, sedih mau nangis melihat sinetron-sinetron saya yang dulu. Pakai baju seperti itu, saya sampai bilang ini bisa dihapus enggak sih, bisa dikomplain enggak sih,” kata Dhini dala acara Jakarta Murojaah yang diselenggarakan oleh MS Glow di Masjid Istiqlal, Sabtu.

Wanita kelahiran 36 tahun yang lalu itu melanjutkan bahwa kini dia membulatkan tekad untuk melakukan kebaikan agar bisa menghapus dosa-dosa dia di masa lalu.

“Itu kan sebenarnya dosa jariyah (yang mengalir) saya, maka saya berusaha baik supaya dosa-dosa jariyah saya itu terhapus,” katanya.

Baca juga: Isi liburan, Dimas Seto umroh bersama istri

Istri Dimas Seto itu mantap mengenakan hijab pada 2016. Kini dia aktif dalam Kajian Musyawarah yakni kelompok pengajian yang beranggotakan para artis dan selebritis Tanah Air.

Dhini menuturkan awal mula terbentuknya kajian itu adalah karena ide Dimas Seto dan Dude Herlino.

“Suamiku dan suami Alysa awalnya pengin kawan-kawan ini tetap jaga silaturahmi tapi yang bermanfaat gitu, kalau cuma arisan sepertinya kurang, jadi lahirlah kajian ini,” katanya.

Menanggapi komentar bahwa Kajian Musyawarah adalah kelompok kajian yang eksklusif, Dhini mengatakan hal itu untuk menjaga kenyamanan anggota.

“Bukannya enggak boleh tapi kalau untuk umum kan kami suka ada tabligh akbar sebulan sekali. Sedangkan kenapa kami memprioritaskan untuk kawan-kawan artis karena banyak orang yang mau belajar itu awalnya malu untuk datang karena nanti takut disuruh ngaji lah, pemikiran itu yang awalnya bikin pekerja seni takut datang pengajian. Makanya kajian ini untuk menunjukkan pada mereka kalau ngaji itu seru, enggak serem,” katanya.

Baca juga: Dimas Seto-Dhini Aminarti ungkap pentingnya perencanaan keuangan keluarga

Dhini mengatakan kini dia bahagia saat tahu banyak publik figur yang berhijrah.

“Saya senang dan bangga banyak yang berhijab, alhamdulillah. Alhamdulillah Allah sudah menutup aibku, saya enggak tahu kalau Allah tidak segera menutup aibku,” katanya.

Jakarta Murojaah bersama penghafal Al-Quran diselenggarakan oleh MS Glow Aesthetic Clinic dan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal. Acara mengusung tema “Merdeka Bersama Al-Quran” menghadirkan K.H Deden Muhammad Makhyaruddin, Oki Setiana Dewi serta Hidayat Nurwahid.

Acara juga dimeriahkan dengan hadirnya Ria Ricis, Dhini Aminarti serta Alyssa Soebandono. Murojaah adalah menjaga mengucapkan hafalan Al-Quran dengan terus-menerus mengulangnya.

Baca juga: Dhini Aminarti ingin fokus ibadah di bulan Ramadan

Baca juga: Ucapan belasungkawa para artis atas meninggalnya Ustaz Arifin Ilham

Baca juga: Kiat Dimas Seto memulai gaya hidup Islami

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gigi Bryan Domani copot saat lomba makan kerupuk

Jakarta (ANTARA) – Aktor Bryan Domani punya cerita lucu ketika mengikuti lomba 17 Agustus alias 17-an, gigi susunya tanggal ketika sedang lomba makan kerupuk.

“Dulu dua gigiku copot pas makan kerupuk,” kata Bryan saat mengunjungi kantor berita ANTARA beberapa waktu lalu.

Kejadian itu bertahun-tahun lalu ketika dia masih duduk di bangku SD. Gigi susunya terlepas gara-gara terlalu bersemangat menggigit kerupuk.

“Waktu itu giginya memang sudah goyang,” tutur dia.

Lomba 17 Agustus lain yang dia ingat, khususnya yang ia menangi, adalah naik sepeda selambat mungkin. Bila balap sepeda menuntut pesertanya harus melesat ke tujuan secepat mungkin, lomba yang ini justru sebaliknya.

“Aku menang tuh, pokoknya paling lambat, kakinya enggak boleh jatuh ke bawah,” seloroh Bryan.

Tahun ini, dia berniat mencoba lomba panjat pinang yang biasanya hanya diikuti orang-orang dewasa karena tingkat kesulitan yang tinggi.

Byran berperan sebagai Jan Dapperste atau Panji Darman dalam film “Bumi Manusia” yang diadaptasi dari novel sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

“Bumi Manusia” berkisah tentang romansa Minke, pribumi revolusioner di zaman kolonial Belanda, dengan Annelies, gadis keturunan Belanda – Jawa. Ibu Annelies adalah seorang nyai bernama Nyai Ontosoroh.

Baca juga: Cinta Laura paling suka lomba balap karung dan makan krupuk

Baca juga: Drive lomba 17 Agustus, siapa yang menang?
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemain “Bumi Manusia” lomba 17 Agustus, Mawar de Jongh menang?

Jakarta (ANTARA) – Para pemain film “Bumi Manusia” yang terdiri dari Mawar de Jongh, Jerome Kurnia dan Bryan Domani memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 RI dengan berlomba di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung mengikuti tiga perlombaan antara lain makan kerupuk, balap kelereng dan memasukkan pensil dalam botol.

Jerome, Mawar dan Bryan pertama-tama tanding makan kerupuk, para pemain saling menggoda agar tidak ada yang bisa menghabiskan kerupuknya terlebih dahulu.

Baca juga: Intip keseruan pemain film “Ritual” berlomba 17 Agustus di LKBN ANTARA Para pemeran film Bumi Manusia Mawar Eva de Jongh (tengah), Jerome Kurniawan (kiri), dan Bryan Domani berlomba makan kerupuk saat berkunjung di Kantor Berita Antara, Wisma Antara, Jakarta. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Baca juga: Drive lomba 17 Agustus, siapa yang menang?

Pada perlombaan itu, Mawar yang memerankan Annelies dalam “Bumi Manusia”, terlihat sempat kesulitan untuk menggapai kerupuk di depannya, namun ia tetap riang dengan melontarkan gelak tawa saat pemain lain juga gagal menggigit kerupuk itu.

Lomba makan kerupuk akhirnya dimenangkan Jerome.
  Aktris film Bumi Manusia Mawar Eva de Jongh mengikuti lomba makan kerupuk saat berkunjung di Kantor Berita Antara, Wisma Antara, Jakarta. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Baca juga: Pertama kalinya Hanung Bramantyo dapat “standing ovation”

Pemeran Robert Suurhoff dalam film “Bumi Manusia” itu sepertinya memang kompetitif, sebab pada lomba berikutnya yakni balap kelereng dia juga mampu memenangkannya.

Ketika memasukkan kelereng terakhir ke dalam wadah kaca, Jerome terlihat kegirangan dengan melompat ke sisi arena lomba di ruang redaksi LKBN ANTARA.

Lomba terakhir adalah memasukkan pensil ke dalam botol, Mawar, Jerome dan Bryan terlihat masih semangat untuk bisa memenangkan lomba.Permainan terakhir itu akhirnya dimenangkan oleh Mawar.

Baca juga: “Bumi Manusia” bikin Sha Ine Febriyanti langgar kebiasaan

Baca juga: Anak Pramoedya menangis tersedu lihat proses suntingan “Bumi Manusia”

Para pemain film Bumi Manusia lomba Agustus-an di ANTARA

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar Seni Ancol ingin bangkitkan nostalgia layar tancap

Jakarta (ANTARA) – Taman Impian Jaya Ancol memperingati HUT ke-74 RI dengan menggelar pertunjukan layar tancap guna membangkitkan nostalgia dan cerita manis di masa lalu kepada pengunjung, yang digelar dua malam pada 17 dan 18 Agustus 2019, di Pasar Seni Ancol.

Pengunjung bisa bernostalgia dengan menyaksikan hiburan masyarakat yang pernah berjaya di era sebelum 2000-an, berupa keseruan menonton bersama di ruang terbuka dengan sebuah layar dari kain putih lebar sebagai tempat menampilkan film, dan sekarang hiburan seperti itu sudah sangat langka ditemukan.

“Ini baru pertama kalinya diadakan di Ancol, kita ingin pengunjung gembira ingat kenangan dia nonton dulu, menikmati kebersamaan, selain itu, layar tancap ini juga memberikan edukasi dan pengetahuan bagi generasi milenial dan Z yang belum tau layar tancap,” kata Departemen head corporate communication Ancol Taman Impian, Rika Lestari, di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Pemain “Bumi Manusia” lomba 17 Agustus, Mawar de Jongh menang?

“Malam ini film-nya Keluarga Cemara, dan malam besok Warkop DKI, hanya dua malam saja, kalau malam ini tidak sempat masyarakat bisa lihat yang malam besok,” kata dia.

Selain layar tancap, Ancol memeriahkan peringatan HUT RI dengan berbagai kegiatan, untuk hiburan pas saat hari kemerdekaan 17 Agustus, pengunjung disuguhkan lomba panjat pinang yang dengan jumlah 174 pohon, panggung hiburan dengan menghadirkan sejumlah penyanyi Indonesia.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati kesenian khas Betawi dan Jakarta Melayu Festival, kegiatan ini masih akan berlangsung sampai 18 Agustus 2019.

Baca juga: Festival Film Merdeka gelar layar tancap meriahkan HUT RI

Baca juga: Drive lomba 17 Agustus, siapa yang menang?

Baca juga: Intip keseruan pemain film “Ritual” berlomba 17 Agustus di LKBN ANTARA

Warga padati Pantai Ancol

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Intip keseruan pemain film “Ritual” berlomba 17 Agustus di LKBN ANTARA

Jakarta (ANTARA) – Ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia identik dengan berbagai perlombaan mulai dari makan kerupuk, balap karung, balap kelereng, panjat pinang hingga memasukkan pensil ke botol, yang tujuannya bukan semata menang melainkan mempererat rasa persaudaraan dengan lingkungan sekitar dengan cara yang menyenangkan.

Para pemain film “Ritual” juga ikut memeriahkan semarak 17 Agustus, khususnya ketika Salshabilla Adriani, Richelle Georgette dan Defwita Zumara berkunjung ke Kantor Berita Antara. Mereka dengan penuh semangat mengikuti perlombaan makan kerupuk dan balap kelereng.
  (Kiri-Kanan) Para pemain film Ritual, Salshabilla Adriani, Richelle Georgette dan Defwita Zumara memeriahkan HUT RI dengan berlomba makan kerupuk di kantor LKBN ANTARA, Wisma ANTARA, Jakarta, Jumat. (ANTARA News/Alviansyah P)

Untuk lomba pertama, Salshabilla, Richelle dan Defwita bersaing untuk lomba makan kerupuk. Pada awalnya, semua masih malu-malu untuk memenangkan pertandingan.

Lalu, ketika Richelle mulai bisa menggigit kerupuk pertama kalinya, yang lain mulai terpancing untuk melawan mengalahkan pemain cilik itu.

Perlombaan sempat berjalan seimbang, porsi kerupuk dari tiap peserta terlihat sama. Namun akhirnya lomba makan kerupuk dimenangkan oleh Defwita.
  Pemain film Ritual, Salshabilla Adriani, memeriahkan HUT RI dengan berlomba makan kerupuk di kantor LKBN ANTARA, Wisma ANTARA, Jakarta, Jumat (2/8/19). (ANTARA News/Alviansyah P)

Tak berhenti sampai di situ, ketiga pemain film “Ritual” juga ikut lomba balap kelereng dan ternyata bagi mereka membawa ke lereng dengan sendok sambil berlari tidaklah mudah.

Terbukti, Salshabilla, Richelle dan Defwita sempat beberapa kali menjatuhkan kelerengnya.
  Pemain film Ritual, Defwita Zumara dan Salshabilla Adriani, memeriahkan HUT RI dengan berlomba balap kelereng di kantor LKBN ANTARA, Wisma ANTARA, Jakarta. (ANTARA News/Alviansyah P)

Lucunya, Salshabilla tidak rela dikalahkan oleh Richelle, dia kerap menggoda Richelle agar kelerengnya terjatuh dan harus ulang lagi dari awal.

Sementara Defwita dapat dengan santai membawa kelerengnya dan memenangkan pertandingan. Meski tidak ada hadiah khusus, ketiga pemain ini terlihat sangat senang mengikuti lomba, terlebih Salshabilla yang tidak pernah merasakan lomba 17 Agustusan.
  Para pemain film Ritual, Defwita Zumara dan Richelle Georgette, memeriahkan HUT RI dengan berlomba balap kelereng di kantor LKBN ANTARA, Wisma ANTARA, Jakarta, Jumat (2/8/19). (ANTARA News/Alviansyah P)

Baca juga: Pemain film “Ritual” kompak main “Mobile Legends” halau kebosanan

Baca juga: Cerita seru para pemain saat syuting film “Ritual”

Baca juga: Richelle Georgette Skornicki senang adegan menegangkan

Jemaah haji asal Jabar akan gelar upacara kemerdekaan di Mekah

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara Rachel Amanda mengisi kemerdekaan

Jakarta (ANTARA) – Rachel Amanda mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan menjalani rutinas sepenuh hati dan tidak bermalas-malasan.

“Menurutku kita semua cukup dengan suka menjalani kegiatan dengan sepenuh hati. Apapun yang kita lakukan mau jadi aktor atau apapun itu, selama untuk memerdekakan ya udah lakukan saja,” ujar pemain film “Terlalu Tampan” itu ditemui belum lama di Jakarta.

Amanda juga tidak lupa bersyukur dengan jasa pahlawan, namun menurutnya kita tidak boleh terlena dengan berbagai kemudahan yang bisa didapatkan saat ini.

“Yang pasti kalau enggak merdeka, aku enggak bisa begini. Tapi itu salah satu momentum yang besar, sebenarnya titik balik juga buat kita semua karena masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan,” jelas Amanda.

Sementara itu, mantan pemain sinetron ini mengaku sudah lama tidak mengikuti perlombaan 17 Agustus. Sebab sejak tahun 2015, dia mulai aktif di berbagai kegiatan sosial.

“Dulu aku lagi terlibat di film korban kekerasan seksual, jadi ketika bertepatan dengan kemerdekaan aku lebih ke cerita di sosial media bahwa kemerdekaan itu bentuknya banyak lho. Aku dan mereka saling sharing,” ujar pemain film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” tersebut.

“Tahun ini aku juga enggak ikutan karena di hari yang berdekatan aku lagi ada acara dengan lembaga itu (Youth Advisory Panel UNFPA), jadi kita lebih ke mengumpulkan aspirasi untuk kemerdekaan,” lanjut Amanda.

Baca juga: Makna Kemerdekaan bagi Aaliyah Massaid

Baca juga: Arsy Widianto rajin ikut lomba tarik tambang

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story 4” raup 1 miliar dolar AS

Jakarta (ANTARA) – “Toy Story 4” telah melampaui angka 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di box office global dan menjadi rilisan kelima dari Disney yang mampu meraih hasil tersebut.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, Jumat, sepanjang tahun ini, Disney telah merilis enam film dan lima di antaranya bergabung dengan klub elit yang mampu menghasilkan angka miliaran.

Bersama Pixar, Disney kini memiliki empat film yang jumlah pendapatannya mencapai 1 miliar dolar AS, yakni “Incredibles 2”, “Finding Dory“, “Toy Story 3″ dan “Toy Story 4″. “Toy Story 3″ sendiri dinobatkan sebagai film animasi nomor delapan terlaris sepanjang masa.

Pada hari Rabu (14/8), “Toy Story 4″ telah meraup 421,8 juta dolar AS di dalam negeri dan 579,9 juta dolar AS untuk internasional sehingga jika dihitung secara keseluruhan jumlahnya mencapai 1.002 miliar dolar AS.

Di Inggris “Toy Story 4″ menjadi film animasi kedua terlaris sepanjang masa dengan meraih 75,2 miliar dolar AS, sedangkan pasar tertinggi berada di Jepang yang mendapat 77 miliar dolar AS, dan dinilai masih akan bertambah.

Sementara itu, di Meksiko “Toy Story 4″ mendapat 72 miliar dolar AS, dan menjadikannya sebagai film animasi terbesar dalam hal penerimaan di seluruh dunia.

Toy Story 4″ disutradarai oleh Josh Cooley dengan pengisi suara dari artis ternama, yakni Tom Hanks (Woody), Tim Allen (Buzz Lightyear), Annie Potts (Bo Peep), Tony Hale (Forky), Christina Hendricks (Gabby Gabby), Jordan Peele (Bunny), Michael Key (Ducky) dan Keanu Reeves (Duke Caboom).

Pada 2019 ini film lain dari Disney yang masuk dalam klub miliaran dolar AS adalah “Avengers: Endgame” (2,8 miliar dolar AS), “The Lion King” (1,3 miliar dolar AS), “Captain Marvel” (1,1 miliar dolar AS), “Spider-Man: Far From Home” (1,09 miliar dolar AS) dan “Aladdin” (1,04 miliar dolar AS). Semua film di atas dirilis oleh Disney, kecuali untuk Sony Spider-Man.

Tahun 2019 anggota lain dari klub miliar dolar adalah “Avengers: Endgame” – film terlaris sepanjang masa, dengan 2,8 miliar dolar AS secara global -, “The Lion King” (1,3 miliar dolar AS), “Captain Marvel” (1,1 miliar dolar AS), “Spider-Man: Far From Home” (1,09 miliar AS) dan Aladdin (1,04 miliar AS).

Baca juga: Berisiko sebabkan tersedak, mainan Forky “Toy Story 4” ditarik
Baca juga: “Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story 4” raup 1 miliar dolar

Jakarta (ANTARA) – “Toy Story 4” telah melampaui angka 1 miliar dolar di box office global dan menjadi rilisan kelima dari Disney yang mampu meraih hasil tersebut.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, Jumat, sepanjang tahun ini, Disney telah merilis enam film dan lima di antaranya bergabung dengan klub elit yang mampu menghasilkan angka miliaran.

Bersama Pixar, Disney kini memiliki empat film yang jumlah pendapatannya mencapai 1 miliar dolar yakni “Incredibles 2”, “Finding Dory“, “Toy Story 3″ dan “Toy Story 4″. “Toy Story 3″ sendiri dinobatkan sebagai film animasi nomor delapan terlaris sepanjang masa.

Pada hari Rabu (14/8), “Toy Story 4″ telah meraup 421,8 juta dolar di dalam negeri dan 579,9 juta dolar untuk internasional sehingga jika dihitung secara keseluruhan jumlahnya mencapai 1.002 miliar dolar.

Di Inggris “Toy Story 4″ menjadi film animasi kedua terlaris sepanjang masa dengan meraih 75,2 miliar dolar, sedangkan pasar tertinggi berada di Jepang yang mendapat 77 miliar dolar dan dinilai masih akan bertambah.

Sementara di Meksiko, “Toy Story 4″ mendapat 72 miliar dolar dan menjadikannya sebagai film animasi terbesar dalam hal penerimaan di seluruh dunia.

Toy Story 4″ disutradarai oleh Josh Cooley dengan pengisi suara dari artis ternama yakni Tom Hanks (Woody), Tim Allen (Buzz Lightyear), Annie Potts (Bo Peep), Tony Hale (Forky), Christina Hendricks (Gabby Gabby), Jordan Peele (Bunny), Michael Key (Ducky) dan Keanu Reeves (Duke Caboom).

2019 ini film lain dari Disney yang masuk dalam klub miliaran dolar adalah “Avengers: Endgame” (2,8 miliar dolar), “The Lion King” (1,3 miliar dolar), “Captain Marvel” (1,1 miliar dolar), “Spider-Man: Far From Home” (1,09 miliar dolar) dan “Aladdin” (1,04 miliar dolar). Semua film di atas kecuali dirilis oleh Disney kecuali untuk Sony Spider-Man.

2019 anggota lain dari klub miliar dolar adalah Avengers: Endgame – film terlaris sepanjang masa, dengan $ 2,8 miliar secara global – The Lion King ($ 1,3 miliar), Captain Marvel ($ 1,1 miliar), Spider-Man: Far From Home ($ 1,09 miliar) dan Aladdin ($ 1,04 miliar). Semua kecuali Sony Spider-Man dirilis oleh kerajaan Disney.

Baca juga: Berisiko sebabkan tersedak, mainan Forky “Toy Story 4” ditarik

Baca juga: “Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SeaShorts Film Festival di Malaka tampilkan 26 karya Asia Tenggara

Kuala Lumpur (ANTARA) – Festival film pendek yang ketiga atau SeaShorts Film Festival yang akan berlangsung di Negara Bagian Malaka, Malaysia, pada 25-29 September 2019, menampilkan 26 karya film terseleksi dari 350 film karya sutradara-sutradara Asia Tenggara.

Manajer Publikasi SeaShorts Film Festival Tristan Toh di Kuala Lumpur, Kamis, mengatakan festival tersebut bakal menyeleksi 26 karya film yang mengusung kedalaman dan keanekaragaman cerita sinema Asia Tenggara.

“Acara itu menjadi tuan rumah jajaran baru karya-karya dari talenta sutradara yang muncul dan mapan di Asia Tenggara dan sekitarnya untuk perayaan film pendek,” katanya.

Tristan mengatakan festival itu selalu berlangsung di kota yang berbeda setiap tahun. Pengunjung festival dapat menikmati serangkaian pemutaran film, forum, “masterclass”, dan film bioskop selama seminggu.

“Edisi tahun ini, yang ketiga sejak debut kami pada 2017, akan berlangsung di Malaka,” katanya.

Baca juga: Festival Film Merdeka gelar layar tancap meriahkan HUT RI

Tiga film pendek Indonesia dinominasikan untuk SeaShorts Award 2019 yakni “Balada Darah dan Dua Ember Putih” oleh Yosep Anggi Noen, “Rest in Peace” oleh M. Reza Fahriyansyah, dan “Burung yang Tidak Diizinkan Berkicau” oleh Andri Firmansyah

Para juri adalah pemenang Festival Film Venice Golden Lion yaitu Lav Diaz (Filipina), aktor-sutradara Bront Palarae (Malaysia), dan editor pemenang Penghargaan Film Asia Lee Chatametikool (Thailand).

Kemudian dibantu Garin Nugroho (Indonesia), artis Sherman Ong (Malaysia), dan pembuat film Shireen Seno (Filipina).

Mereka yang masuk nominasi akan mendapatkan hadiah seperti kamera Panasonic Lumix GH5 4K, peralatan pencahayaan Aputure, alat perekam, dan lain-lain.

Tiga pemenang lokal Malaysia akan diikutkan dalam Program Inkubator Film Finas (Pusat Perfileman Malaysia).

Baca juga: Film “Alkisah si Hiruk Pikuk” nominasi di Festival film di Locarno

“Banyaknya genre dan gaya dalam karya mereka merupakan bukti banyaknya suara kreatif yang mewakili karya-karya dari Kamboja, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia,” katanya.

SeaShorts Film Festival adalah perayaan tahunan dari film pendek layar lebar Asia Tenggara yang menampilkan pemutaran film, forum, workshop, pameran dan penampilan musik oleh pembuat film.

Kegiatan itu terinspirasi oleh “S-Express in Southeast Asia”, sebuah pertukaran film pendek yang dimulai awal 2000 oleh Yuni Hadi (Singapura), Chalida Umburungjit (Thailand), dan Amir Muhammad (Malaysia).

Edisi festival inagurasi pada 2017 diselenggarakan di Kuala Lumpur. Sebanyak 118 film pendek dipertontonkan selama lebih empat hari di tiga kafe di kawasan Jalan Panggung.

Pada 2018, SeaShorts dilaksanakan di Georgetown, Penang, dengan pemutaran 148 film pendek selama lima hari.

Para juri dalam SeaShorts Film Festival 2018 adalah Rithy Panh (Kamboja), Philip Cheah (Singapure), Pimpaka Towira (Thailand), Mira Lesmana (Indonesia), dan Sharifah Amani (Malaysia).

Baca juga: “Gundala” tembus Festival Film Internasional Toronto 2019

Saat Siswa Palangkaraya Membuat Film

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“The Divine Fury”, tentang juara seni bela diri dan pengusiran iblis

Jakarta (ANTARA) – Park Yong-hu (Park Seo-jun) tumbuh besar dalam kondisi amat kecewa karena menganggap Tuhan telah merenggut ayah (Lee Seung-joon) yang amat dia sayangi.

Dia menolak keberadaan Tuhan dan memutuskan percaya pada diri sendiri.

Hingga suatu saat, dia yang berprofesi sebagai atlet bela diri Mixed Martial Arts mendapatkan luka di telapak tangan kanannya. Luka ini menurut kepercayaan umat Kristiani, sama seperti yang diderita Yesus saat disalib.

Setiap malam, Yong-hu mengalami kejadian mistis yang tak kasat mata. Dia selalu kesakitan dan berakhir dengan kondisi telapak tangan yang selalu mengeluarkan darah.

Atas rekomendasi seorang cenayang, dia mencari pendeta Ahn (Ahn Sung-ki), seorang pendeta asal Vatikan yang sering melakukan ritual pengusiran iblis. Dia berharap kejadian mistis tak lagi menimpanya setelah dibantu pendeta Ahn.

Namun, Yong-hu justru terlibat dalam ritual sang pendeta, yang sempat kehilangan asisten, pendeta Choi (Choi Woo-sik) karena alasan pribadi. Tanpa terduga, ada kekuatan yang membantu Yong-hu mengusir iblis.

Apa alasan Yong-hu ikut dalam ritual dan apakah kekuatan yang dia miliki?

Di sisi lain, ada musuh yang harus Yong-hu dan pendeta Ahn hadapi, seorang uskup hitam bernama Jisin (Woo Do-hwan). Jisin mengambil keuntungan dari kelemahan manusia dan melepaskan kekuatan jahat pada manusia.
  Salah satu adegan Park Seo-jun dalam film “The Divine Fury” (Instagram.com/keyeastofficial) Salah satu adegan Woo Do-hwan dalam film “The Divine Fury” (Instagram.com/keyeastofficial)

Sutradara Jason Kim menggabungkan khayalan kegelapan dengan unsur aksi dalam film berdurasi sekitar 129 menit itu. Unsur kekerasan, darah dan gerakan manusia super mewarnai sebagian scene film. Aksi laga Park Seo-jun dan Do-hwan juga menjadi suguhan tersendiri yang memikat penonton terutama kaum hawa.

Tak melulu rasa tegang, “The Divine Fury” juga menyelipkan sedikit unsur komedi kendati samar.

Bagi pecinta film bertema pengusiran iblis, mungkin sepintas akan mengingat sejumlah film Hollywood, salah satunya “Constantine” yang tayang pada tahun 2015.

Bedanya, tokoh utama film itu, John Constantine (Keanu Reeves) memang berprofesi sebagai pemburu iblis dan tentunya ada sejumlah perbedaan lain anrara kedua film ini.

Sayang sekali, sutradara tak begitu menggambarkan kisah tokoh Yong-hu usai melawan Jisin, kembali menjadi atlet atau justru pendeta pengusir iblis. Jason justru memberikan teaser akan mengeluarkan karya terbaru, yang menampilkan pendeta Choi sebagai tokoh utama.

“The Divine Fury” produksi KEYEAST sudah tayang di negeri asalnya, Korea Selatan pada 31 Juli 2019 dan di bioskop Indonesia pada 14 Agustus 2019.

Baca juga: “Crawl”, teror aligator di tengah badai mematikan

Baca juga: Resensi Film – Membayangkan dunia tanpa The Beatles dalam “Yesterday”

Baca juga: “Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kisah perjuangan dan pengkhianatan dalam “Perburuan”

Jakarta (ANTARA) – Hari ini ada dua karya sastra dari Pramoedya Ananta Toer yang dirilis dalam bentuk film, salah satunya adalah “Perburuan” hasil arahan sutradara Richard Oh.

“Perburuan” bercerita tentang Hardo (Adipati Dolken), seorang tentara PETA (Pembela Tanah Air) yang melakukan pemberontakan pada 14 Februari 1945. Namun, usahanya tidak berhasil karena adanya pengkhianatan dan menyebabkan beberapa temannya gugur.

Hardo pun menjadi orang yang paling diburu oleh tentara Jepang, dia kemudian mengasingkan diri dan bersembunyi di gua dan meninggalkan segalanya termasuk keluarga serta kekasihnya (Ningsih).

Setelah beberapa bulan pergi, Hardo pun kembali dan melihat banyak hal yang seperti ayahnya kehilangan jabatan dan ibunya meninggal. Namun, Indonesia belum juga merdeka dan Hardo masih menjadi orang yang diburu.

Dalam sebuah pengejaran selama satu hari dan malam menjelang proklamasi kemerdekaan, sebuah drama perjuangan terungkap.

Kemampuan Adipati dalam memerankan sosok Hardo tidak perlu diragukan lagi, dia terlihat begitu bekerja keras untuk dapat menyampaikan pesan dari tokoh yang dimainkannya. Terlebih saat dia menunjukkan ekspresi marah, sedih, frustasi dan kecewa, semua tergambar dengan baik diwajahnya.

Dalam film ini juga dipertontonkan ketika Adipati memperlihatkan kemampuannya dalam bermonolog dengan gagasan-gagasan Hardo, mungkin hal tersebut tidak akan dijumpai pada film-filmnya yang lain dan menjadi sebuah poin tambahan di “Perburuan”.

Ayushita sebagai Ningsih pun mampu mengimbangi lawan mainnya. Dia sukses memerankan sosok perempuan yang berani bersikap dan memiliki pendirian kuat untuk membantu anak-anak mendapatkan pendidikan sekaligus penuh welas asih.

“Perburuan” memang memiliki durasi yang lebih cepat dari “Bumi Manusia” yakni sekira 1 jam 38 menit, namun secara bobot cerita film ini terasa lebih “berat” sebab tutur bahasa yang digunakan “sangat sastra”.

Richard Oh pun pernah mengakui saat gala premier yang berlangsung di Surabaya pada 9 Agustus lalu bahwa dialog yang digunakan dalam “Perburuan” sama seperti yang tertulis dalam novel.

Dalam film ini, penonton diajak untuk ikut berpikir dan mendalami makna yang disampaikan oleh Hardo ataupun para pemain lainnya seperti Ernest Samudra yang berperan sebagai Dipo, Khiva Ishak sebagai Karmin dan Michael Kho sebagai Shidokan.

Yang disayangkan, kekuatan dari pemainnya seolah hanya diletakkan pada Adipati dan Ayushita saja. Sedangkan para pemeran pendukung terlihat hanya sebagai pelengkap kecuali untuk Egi Fedly (ayah Ningsih) dan Otig Pakis (ayah Hardo) yang tak perlu lagi diragukan kemampuannya dalam memainkan karakter yang keras.

Adegan yang paling menarik dalam film ini adalah saat Hardo dan sang ayah saling bercerita, namun keduanya memutuskan untuk tidak mengenal satu sama lain.

Terlepas dari semua itu, film ini mengajar penonton untuk memahami perjuangan para kaum muda dalam merebut kemerdekaan, pengkhiatan, putus asa dan keyakinan yang teguh sangat jelas tergambar dalam “Perburuan”.

Menyaksikan “Perburuan” juga cukup membangkitkan jiwa nasionalisme, setidaknya setelah melihat film tersebut, para penonton yang belum mengenal karya Pramoedya Ananta Toer akan mencari novelnya.

Baca juga: Tantangan terberat Adipati Dolken di film “Perburuan”

Baca juga: Ayu Laksmi: Generasi muda perlu ditularkan sejarah

Baca juga: Harapan Richard Oh untuk penonton film “Perburuan”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “Bumi Manusia” hidupkan novel Pramoedya

Jakarta (ANTARA) – Saat pertama kali diumumkan bahwa “Bumi Manusia” akan menjadi film layar lebar, muncul pro dan kontra di antara penggemar Pramoedya Ananta Toer lantaran khawatir karya sang penulis legendaris itu akan “ternodai”, namun Hanung Bramantyo ternyata mampu menepis keraguan itu.

“Bumi Manusia” akan tayang hari ini di seluruh bioskop Indonesia, perlu diketahui bahwa film tersebut memiliki durasi yang cukup panjang yakni 2 jam 52 menit.

Meski demikian, Hanung menyajikannya dengan sangat menarik sehingga durasi hampir tiga jam menjadi tidak terasa.

“Bumi Manusia” secara garis besar berkisah tentang percintaan antara Minke (Iqbaal Ramadhan) seorang pribumi dan Annalies Mellema (Mawar de Jongh) seorang blasteran Indonesia-Belanda dari ayah bernama Herman Mellema dan ibu bernama Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti).

Minke yang awalnya mengagungkan budaya Eropa, menjadi terbuka pandangannya terhadap bangsa pribumi setelah mengenal Nyai Ontosoroh yang selalu melakukan perlawanan pada penindasan, terlebih saat memperjuangkan status Annalies sebagai anaknya di pengadilan.

Cerita klasik yang menarik

Meski berlatar belakang tahun 1800an, warna dalam film ini tidak lantas menjadi sephia, seperti ciri khas Hanung pada film lainnya, di sini dia juga menggunakan warna yang cerah dan menarik mata, khususnya pada bagian awal film.

Menariknya, “Bumi Manusia” juga dibuat dengan proses penceritaan yang santai, tutur bahasa yang digunakan tidak terlalu sastra sehingga mudah dicerna oleh penonton meski tetap menggunakan bahasa Jawa dan Belanda.

Para pemainnya terlihat sangat fasih dalam berbahasa Jawa dan Belanda, khususnya Iqbaal dan Jerome Kurniawan sebagai Robert Suurhoff yang menjadi rekan Minke.

Yang terpenting, Hanung mampu menjadikan film ini tidak membosankan walau berdurasi panjang. Sutradara “Habibie & Ainun” itu membuat penonton tetap menikmati adegan per adegan tanpa perlu merasa kapan filmnya akan berakhir.

Baca juga: Pertama kalinya Hanung Bramantyo dapat “standing ovation”

Semua berjalan dengan sangat halus dan mulus, ditambah permainan emosi yang naik-turun dari bahagia, sedih hingga pedih membuat penonton enggan beranjak meninggalkan kursi untuk sekadar ke toilet.

Salman Aristo sebagai penulis skenario dengan piawai menciptakan dialog yang bisa menyentuh penonton dan mampu menerjemahkan sastra novel ke dalam visual yang sarat dengan hal menghibur dan tidak membingungkan.

Baca juga: Jelang rilis “Bumi Manusia”, Hanung Bramantyo deg-degan

Didukung pemain berkualitas

Film yang diambil dari novel itu, juga dikuatkan dengan deretan pemain dengan kemampuan yang luar biasa. Pertama, Iqbaal mampu bertransformasi menjadi Minke secara utuh, padahal sebelumnya banyak yang meragukan mantan personel CJR itu bisa lepas dari karakter Dilan. Tapi di sini, penonton dapat melihat perbedaan antara Minke dan Dilan.

Tak hanya Iqbaal, dalam “Bumi Manusia” juga melibatkan para pemain baru di dunia film seperti Giorgino Abraham (Robert Mellema), Jerome Kurniawan, Mawar de Jongh serta Bryan Domani (Panji Darma). Akting para aktor dan aktris ini wajib diberi acungan jempol, khususnya Giorgino yang mampu membuat penonton kesal dengan peran antagonisnya.

Jerome yang berperan sebagai orang Belanda pun seperti benar-benar berasal dari Negara Kincir Angin dan begitu fasih menggunakan bahasa Belanda. Sedangkan Mawar yang sebelumnya mengaku kesulitan berperan sebagai Annalies, nyatanya dia begitu mendalami sosok tersebut.

Pemain lain yang tidak luput dari pujian adalah Sha Ine Febriyanti, dia benar-benar menghidupkan sosok Nyai Ontosoroh yang begitu berkarisma sekaligus misterius. Lalu satu pemain lagi yang tidak bisa dianggap remeh adalah Whani Darmawan yang berperan sebagai Darsam atau pengawal Nyai Ontosoroh. Tokoh tersebut sepertinya akan menjadi favorit di film ini.

“Bumi Manusia” menyajikan banyak hal di luar ekspektasi, jika sebelumnya Hanung sempat diragukan saat menggarap film tersebut ditambah dengan deretan pemain baru, tampaknya hari ini suami Zaskia Adya Mecca itu akan mendapat banyak pujian.

Dalam gala premier yang berlangsung di Surabaya pada 9 Agustus lalu, Hanung mendapat standing applause dari penonton. Menurutnya ini adalah pengalaman pertama memperoleh apresiasi yang sangat besar dari penikmat film.

Baca juga: Sultan HB X terkesan kedalaman nilai film Bumi Manusia

Baca juga: “Bumi Manusia” bikin Sha Ine Febriyanti langgar kebiasaan

Baca juga: Anak Pramoedya menangis tersedu lihat proses suntingan “Bumi Manusia”

Cerita pemain Bumi Manusia mengenal karya Pramoedya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berat badan Sheryl Sheinafia naik 6 kg setelah syuting “Bebas”

Jakarta (ANTARA) – Saat syuting film “Bebas”, Sheryl Sheinafia banyak menghabiskan waktu menunggunya dengan menikmati camilan, alhasil bobot tubuhnya naik hingga 6 kg.

“Mungkin karena kita kebanyakan nunggu terus sambil nunggu itu kita jadi kebanyakan ngemil gitu. Terus teman-teman kebetulan mereka pada hobi yang kayak Gofood dan lain sebagainya ya udah jadi naik berat badan deh,” kata Sheryl ditemui dalam peluncuran trailer film “Bebas” di Jakarta, Rabu (14/8).

Menurut pemain film “Galih dan Ratna” ini, dia sangat sulit untuk menaikkan berat badan. Namun karena makannya tidak teratur dan sembarangan, dalam dua bulan syuting bobot tubuhnya langsung naik drastis.

“Kebetulan mereka-mereka ini rajin banget pesan makanan online jadi aku pasti ada aja, beli kopi, beli kentang goreng. Ya gimana enggak naik berat badan kita dan bukan yang sehat gitu, lemak semua naiknya,” jelas pelantun “I Don’t Mind” bersama Vidi Aldiano dan Jevin Julian itu.

Untuk kembali pada berat badan semula, Sheryl langsung giat berolahraga, salah satunya adalah dengan lari.

“Aku benar-benar workout total sih, benar-benar pagi-malam aku olahraga. Agak lebay sih, cuma aku mau bikin video klip, mau gimana kalau ini pipi masih ada lemak,” ujarnya.

Sheryl melanjutkan, “Aku enggak ada diet atau apapun juga sih, yang penting tuh lari kan kalau mau ngurangin berat badan gitu.”

Baca juga: Anggy Umbara angkat kisah nyata sang ibu untuk serial podcast terbaru

Baca juga: Rizky Febian dan Sheryl Sheinafia tak menyangka raih AMI Awards 2018

Baca juga: Rahasia kecantikan Sheryl Sheinafia

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019