Tewas gantung diri, aktris Jeon Mi-seon menderita depresi

Jakarta (ANTARA) – Aktris Korea Selatan Jeon Mi-seon (48) ditemukan tewas pada Sabtu waktu setempat di sebuah hotel di Jeonju.

Manajer Jeon Mi-seon yang melaporkan hilangnya sang aktris setelah dua hari mengatakan bahwa Jeon tengah depresi.

Media lokal seperti dilansir Variety pada Sabtu (29/6) melaporkan bahwa Jeon tewas gantung diri di kamar hotelnya.

Kepolisian Jeonju mengonfirmasi kematiannya namun mereka belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Dikonfirmasi bahwa Jeon check in selama dua hari, tak ada tanda penerobosan ke kamar sang bintang, namun tak ditemukan surat bunuh diri.

“Almarhumah Jeon Mi-seon mendapat perawatan depresi. Kami menyesal dengan kabar duka ini,” kata agensi Jeon Boas Entertainment dalam sebuah pernyataan.

“Sepertinya Jeon sangat depresi karena baru-baru ini kehilangan keluarganya semetara ibunya sakit keras,” kata polisi melaporkan.

Sejumlah film yang pernah dibintangi Jeon adalah “Love is a Crazy Thing” (2005) namun namanya melejit lewat peran pembantu di “Mother”, “Memories of Murder”, “Hide and Seek”, dan “Bungee Jumping of Their Own”.

Kemunculan Jeon di publik terakhir kali adalah pada Rabu di Seoul saat dia naik panggung mempromosikan “The King’s Letters”. Dia memerankan Soheon Hwanghu, ratu dari Raja Sejong, pemimpin Korea yang menciptakan huruf Hangul.

Raja Sejong dimainkan Song Kang-ho (“Parasite”). Film akan dirilis bulan depan.

Banyak bintang Korea telah melakukan bunuh diri atau berupaya melakukannya. Banyak yang mengeluh depresi atau terintimidasi di dunia maya.

Aktris Park Jin-hee menulis dalam makalah penelitiannya tahun 2009 bahwa 40 persen dari bintang di Korea mempertimbangkan bunuh diri karena “privasi tanpa perlindungan, komentar jahat, pendapatan tidak stabil, dan kecemasan tentang masa depan”.

Pada 2017, vokalis utama band K-pop Shinee, Jong-hyun, bunuh diri setelah memberi tahu saudara perempuannya bahwa dia “cukup menderita” dalam sebuah pesan teks.

Pada Mei tahun ini, idola K-pop yang berubah menjadi aktris Goo Hara mencoba bunuh diri setelah pertempuran hukum dengan mantan pacarnya yang mengancamnya dengan balas dendam pornografi.

Salah satu kasus yang paling dipolitisasi adalah aktris Jang Ja-yeon, yang bunuh diri pada 2009. Ia meninggalkan catatan bunuh diri yang mencantumkan orang-orang kuat dalam industri hiburan yang dengannya dia dipaksa berhubungan seks untuk mendapatkan peran TV dan film.

Kementerian Kehakiman baru-baru ini meminta para jaksa penuntut untuk memeriksa kembali kasus ini.

Baca juga: Aktris Jun Mi-sun ditemukan tewas, diduga bunuh diri

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Upaya mengenalkan seni tradisional

Seniman dari komunitas Ibli’s Brangwetan membawakan Tari Klono Sewandono saat menggelar “flashmob” pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat khususnya generasi milenial. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp.

Wali Kota Padang berperan sebagai rektor dalam “Malik dan Elsa”

Padang, (ANTARA) – Wali Kota Padang, Mahyeldi turut berperan dalam film layar lebar berjudul “Malik dan Elsa” yang diproduseri dan disutradarai Eddi Pras, diangkatkan dari novel Boy Candra seorang penulis asal Kota Padang.

Pengambilan gambar Mahyeldi sebagai rektor dilakukan di Kampus Universitas Negeri Padang pada Sabtu bersama para kru.

Memakai jas berwarna gelap serta berkopiah saat pengambilan gambar, sutradara bersama kru mengarahkan orang nomor satu di Kota Padang menjadi rektor di salah satu kampus perguruan tinggi ternama di Sumatera Barat.

Usai proses syuting, Mahyeldi berharap Film Malik dan Elsa yang pengambilan gambar dilaksanakan di Kota Padang dapat ikut memperkenalkan kota Padang kepada publik di Tanah Air saat ditayangkan di bioskop.

“Penonton bisa melihat perubahan serta pembangunan dan objek wisata di Kota Padang. Semoga dengan itu akan lebih menggaet wisatawan berdatangan ke sini,” ungkapnya.

Maka dari itu atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Padang ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan film tersebut.

“Semoga melalui film ini akan lebih mengenalkan Kota Padang kepada masyarakat di Indonesia dan juga luar negeri hendaknya,” kata dia.

Selanjutnya, Wali Kota Mahyeldi juga mendoakan sang penulis naskah dalam film tersebut yakni Boy Candra agar lebih banyak lagi melahirkan karya berkualitas ke depan.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Boy dan seluruh pihak yang terlibat dalam film Malik dan Elsa ini. Semoga akan lebih banyak lagi film-film yang memilih Kota Padang sebagai lokasi syuting,” harapnya.

Film Malik dan Elsa dibintangi beberapa aktor nasional seperti Salshabilla Adriani dan juga aktor dari Sumbar.

Kisah yang diangkat Boy Candra dalam novel ini sederhana, perihal dua remaja beranjak dewasa yang tak sengaja dipertemukan, berkenalan, lalu merajut cinta.

Namun Boy menyampaikan tiap dialognya dengan unsur-unsur komedi di dalamnya, juga konflik yang dekat dengan keseharian mahasiswa.

Baca juga: Suporter PSMS ramaikan Gala Premiere “Pariban”

Baca juga: Film Buya HAMKA disambut baik MUI Kota Medan

Baca juga: “Pariban: Idola dari Tanah Jawa” diharap dorong turis ke Danau Toba

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Westny DJ akui banyak belajar dari serial web “Yakin Nikah”

Jakarta (ANTARA) – Aktris Westny DJ mengaku banyak belajar dari serial web “Yakin Nikah” yang ia bintangi, apalagi tak lama lagi dirinya akan menikah dengan kekasihnya.

“Jadi ini sebenarnya adalah a reflection for me, sih. Aku banyak belajar buat pernikahanku nanti yang sebenernya,” kata dia usai konferensi pers “Yakin Nikah 2” di Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu.

Salah satu pelajaran yang ia petik dari cerita web itu adalah, bagaimana konflik dalam sebuah hubungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil dan sepele.

“Jadi kayak masalah handphone, masalah foto, sampai masalah postingan di sosial media. Dan bagaimana kita menghadapi konflik dari situ,” ujar Westny yang memerankan tokoh Farah pada serial itu.
  Pemeran dan kru produksi “Yakin Nikah 2” saat konferensi pers di Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (29/6/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

Sementara itu, “Yakin Nikah 2” akan resmi tayang mulai Minggu (30/6) di kanal YouTube JBL Indonesia. Sekuel “Yakin Nikah” tersebut dirilis enam bulan setelah musim pertama selesai.

“Yakin Nikah 2” menceritakan tentang Farah (Westny DJ) dan Desta (Ibnu Jamil) yang sedang merencanakan pernikahan mereka. Namun setelah segala persiapannya, Desta secara perlahan mulai menjauh dan Farah pun mempertanyakan komitmen Desta.

Sutradara “Yakin Nikah 2” Taufik Ismail A mengatakan, bahwa di sekuel kedua akan dikupas konflik dan latar belakang para tokoh yang belum diulik secara mendalam di sekuel awal.

Baca juga: “REWRITE” serial pertama karya Fajar Nugros

Baca juga: Jessica Mila kesulitan perankan tokoh serial podcast
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aktris Jun Mi-sun ditemukan tewas, diduga bunuh diri

Jakarta (ANTARA) – Aktris Korea Selatan Jun Mi-sun ditemukan tak bernyawa, Sabtu. Kematiannya diduga diakibatkan bunuh diri, kata polisi seperti dikutip dari Yonhap.

Jun ditemukan di hotel di Jeonju, 240 kilometer selatan Seoul, sekitar pukul 11.45 waktu setempat. Manajernya yang pertama kali menelepon operator 119.

Polisi setempat merespons panggilan tersebut karena sang manajer mengatakan aktris tersebut menghilang.

Jun Mi-sun dijadwalkan menginap selama dua hari di hotel itu untuk pertunjukan teater.

Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.

Jun Mi-sun sudah membintangi sederet film dan drama, di antaranya “He is Psychometric” yang tayang tahun ini.

Baca juga: Pria Korsel tewas tertimpa orang yang bunuh diri

Baca juga: Pistol yang diyakini senjata bunuh diri Van Gogh dilelang

Baca juga: Kelly Catlin pernah gegar otak sebelum bunuh diri

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Setan Jawa” akan gentayangan di Jepang

Jakarta (ANTARA) – Film “Setan Jawa” dari sutradara kenamaan Garin Nugroho akan “gentayangan” di Jepang pada 2 Juli 2019.

Film bisu rilisan 2016 ini akan ditayangkan bersama kolaborasi seniman musik dan tari dari Indonesia dan Jepang sebagai bagian rangkaian “Asia in Resonance 2019” dari The Japan Foundation Asia Center.

Setiap ditayangkan, film “Setan Jawa” hadir dengan pertunjukan yang bervariasi. Di Yurakucho Asahi Hall Tokyo nanti, “Setan Jawa” tayang bersama konser 3D yang dirancang oleh desainer suara Yasuhiro Morinaga. Kolaborasi ini juga didukung oleh KOM_I, vokalis band Wednesday Campanella dari Jepang.

Sementara dari Indonesia ada aktor Gunawan Maryanto yang jadi vokalis sekaligus pembaca puisi serta mantra-mantra Jawa.

Film bisu ini juga didukung oleh penari Indonesia yaitu Luluk Ari Prasetyo, Heru Purwanto, dan Dorothea Quin, yang akan merespons dan merepresentasikan film serta suara melalui gerakan tari.

Seniman alat musik tradisional dari Bandung, Teguh Permana dan Akbar Nendi, serta Haidi Bing Slamet dan Andori dari Banyuwangi, turut memperkaya suara yang mengiringi film ini.

Selain “Setan Jawa”, tiga film Indonesia lainnya turut diputar pada kategori “Masters of Southeast Asian Cinema” pada “Asia in Resonance 2019”.

Film-film tersebut adalah “Memories of My Body” (2018) karya Garin Nugroho, “Sekala Niskala/ The Seen and Unseen” (2017) karya Kamila Andini, dan “Variable No.3” (2018) karya Edwin yang tergabung dalam film omnibus Asian Three Fold Mirrors (Journey) produksi The Japan Foundation Asia Center. Selain itu, diadakan juga simposium dengan tema “Future vision of the international collaboration in filmmaking” bersama Garin Nugroho yang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini .

Baca juga: Film bisu “Setan Jawa” Garin Nugroho akan tayang di Melbourne

Garin Nugroho Calonkan Diri Jadi Walikota Yogyakarta

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengambilan gambar “one take” bangkitkan emosi penonton

Jakarta (ANTARA) – Sutradara dan penulis skenario Gina S. Noer menyatakan teknik pengambilan gambar one take sangat efektif untuk membangkitkan emosi penonton ketika menyaksikan sebuah adegan di dalam film.

“Adegan pengambilan one take penting untuk menunjukkan dinamika emosi secara utuh dan runtut,” kata Gina di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Teknik pengambilan gambar one take merupakan metode dan konsep pengambilan gambar dalam satu kali pengambilan gambar (shot) saja.

Berbeda dengan teknik cut-to-cut yang mengambil gambar sebuah adegan secara sepotong demi sepotong. One take dinilai memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena kamera akan terus merekam hingga satu adegan tersebut selesai.

Kerja sama dari sutradara, aktor, dan kru produksi di lokasi syuting sangat diperlukan. Bukan hanya penampilan akting, sutradara juga harus mengarahkan berbagai aspek penting seperti sudut kamera agar menjadi sinkron sehingga hasil akhir adegan tersebut menjadi maksimal.

Baca juga: Sempat dikecam, ini tanggapan sutradara “Dua Garis Biru”

Dalam film terbarunya, Dua Garis Biru, Gina mengaku menggunakan teknik one take karena pemotongan gambar dalam sebuah adegan terkadang tidak diperlukan.

“Buat saya, cut atau pemotongan gambar harus ada motivasinya, harus ada penekanan,” ujarnya.

Selain ketelatenan kru produksi dan teknis, hal lain agar pengambilan gambar one take sukses dan menggugah emosi penonton adalah bagaimana para aktor menampilkan peran mereka di depan kamera secara rapi.

One take merupakan kolaborasi sebuah tim. Penampilan aktor lah yang membuat one take menjadi sempurna,” ujar penulis skenario film “Habibie dan Ainun” itu

Baca juga: Gina S. Noer butuh 9 tahun siapkan film “Dua Garis Biru”

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lady Gaga – Bradley Cooper reuni di “Guardians Of The Galaxy 3”?

Jakarta (ANTARA) – Duet “A Star Is Born” yakni Lady Gaga dan Bradley Cooper dikabarkan akan tampil bareng lagi pada film “Guardians Of The Galaxy 3”, menurut Hollywood Life dikutip Jumat.

“Ada kemungkinan besar Lady Gaga dan Bradley akan bekerja sama lagi di film ‘Guardians of the Galaxy’ selanjutnya. Hanya beberapa nama pemeran yang telah dirilis tetapi kabarnya Bradley akan mengulang perannya sebagai Rocket Raccoon dan Gaga akan main sebagai kekasihnya. Karakter mereka dianimasikan tetapi tetap saja, itu seru. Audiens ingin mereka bersama dan tentu saja semua orang mengakui daya tarik itu, mereka adalah box office emas bersama, sangat mungkin bahwa ini akan terjadi,” kata narasumber.

Jika benar Bradley akan melanjutkan mengisi suara Rocket Raccoon sedangkan Gaga jadi kekasihnya maka jangan harap mereka akan tampil menyanyi.

“Bradley dan Lady Gaga sadar bahwa ‘A Star Is Born’ adalah hal yang sangat spesial dan mereka tak akan melupakan penampilan lagu utamanya saat Oscars namun mereka tak ada rencana untuk tampil lagi karena mereka tak ingin merusak sejarah yang mereka sudah buat,” kata sumber lain.

Kabar itu muncul di tengah rumor bahwa kedua bintang tersebut berencana untuk reuni di festival musik Glastonbury 2019 untuk menampilkan “Shallow”. Namun penyelenggara festival menyangkal rumor itu.

“Sebelum yang ini lepas kendali … jawabannya tidak, itu tidak terjadi,” katanya di Twitter pada 24 Juni.

Sebagai Ally dan Jack, Gaga dan Bradley menyabet delapan nominasi Oscar lewat “A Star Is Born”.

Gaga dikabarkan akan berperan sebagai Lylla di “Guardians”, satu karakter dari Marvel Comics.

Baca juga: Lady Gaga tahu hubungan Bradley Cooper dan Irina dalam kehancuran

Baca juga: Lady Gaga kenakan empat kostum, curi perhatian di Met Gala 2019

Baca juga: Lady Gaga-Cooper bawakan “Shallow” bernuansa emosional di Oscar

Tunggangan Lady Gaga Menuju Ama 2013

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angelina Jolie putuskan main “The Eternals” karena pengaruh anak

Jakarta (ANTARA) – Angelina Jolie akan berperan sebagai Sersi dalam film “The Eternals” garapan Marvel karena pengaruh dan dukungan dari keenam anaknya.

“Angelina sedang membuat film superhero berikutnya dan keputusannya sangat dipengaruhi oleh anak-anaknya,” ungkap orang terdekat Angelina dilansir Hollywoodlife, Jumat.

“Mereka semua menyukai film-film komik jadi ini adalah sesuatu yang bisa mereka jalin. Ini akan menjadi sensasi nyata bagi mereka. Dia banyak bekerja sehingga dia selalu mencari cara untuk memasukkan anak-anaknya, dia bertekad untuk tidak membiarkan kariernya yang sibuk mengambil apa pun dari mereka,” lanjut sumber itu.

Angelina kini tidak hanya sering menghabiskan waktu bersama Maddox, Pax, Zahara, Shiloh, Knox dan Vivienne, tapi akan berkarir penuh di Hollywood dengan “The Eternals” dan saat ini dia juga sedang syuting “Those Who Wish Me Dead”.

Selain itu, Angelina juga masih sangat aktif dalam pekerjaannya di PBB. Dia bahkan terbang untuk bertemu Presiden Kolombia ketika syuting film “New Mexico” dan baru saja mulai bekerja sebagai kontributor editor untuk majalah Time.

“Angelina tidak membayangkan dirinya akan bekerja lagi sebanyak ini seperti sekarang, tetapi jelas banyak hal yang berubah selama beberapa tahun terakhir,” ujar teman tersebut.

“Film itu sudah dalam masa pra-produksi sehingga dia berharap bisa mulai syuting segera, saat ini tanggalnya sudah ditetapkan pada September. Dia banyak bekerja lagi dan tampak melakukannya kebaikan, dia sibuk tetapi sangat bahagia,” tambahnya.

Baca juga: Brad Pitt dan Angelina Jolie resmi berstatus lajang

Baca juga: Brad Pitt mulai frustasi dengan kasus perceraian

Baca juga: Angelina Jolie tak ingin anaknya jadi “terlalu sopan”
 

Pasien DBD di Kabupaten Majalengka meningkat dua kali lipat

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Henry Cavill akan berakting sebagai Sherlock Holmes

Jakarta (ANTARA) – Henry Cavill yang dikenal sebagai Superman akan menjajal peran ikonik lain, yakni detektif Sherlock Holmes, dalam film adaptasi dari buku “The Enola Holmes Mysteries”.

Dikutip dari CNA, film yang syutingnya akan dimulai dalam waktu dekat juga dibintangi oleh Millie Bobby Brown sebagai Enola, aktris remaja yang dikenal lewat “Stranger Things”.

Aktris Inggris Helena Bonham Carter akan menjadi ibu Enola. Film itu akan mengisahkan remaja hilang yang ayahnya dibunuh.

Sang aktor berbagi kabar bahagia itu di akun Instagram, “Senang sekali berperan jadi karakter hebat seperti Sherlock Holmes dan sangat sangat beruntung bekerjasama dengan Millie Bobby Brown! Milly, aku akan bertemu denganmu segera di London!”

Novel misteri dari Nancy Springer itu diterbitkan pada 2006 dan fokus pada petualangan Enola Holmes, adik dari Sherlock dan Mycroft, yang juga punya kemampuan sebagai detektif.

Baca juga: Henry Cavill mundur sebagai Superman

Baca juga: Jason Momoa tegaskan Henry Cavill tetap jadi Superman

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejadian aneh di balik film “Annabelle Comes Home”

Jakarta (ANTARA) – Bukan cuma film horor di Indonesia yang proses pembuatannya kerap diwarnai cerita-cerita menyeramkan. “Annabelle Comes Home” juga punya kisah menarik dan membuat bulu kuduk meremang yang tidak terlihat di layar lebar.

Berikut adalah beberapa kejadian tak lazim yang mewarnai proses pembuatan film terbaru “Annabelle” seperti dikutip dari catatan produksi.

1. Kursi piano berpindah tempat

Kursi piano di ruang artefak beberapa kali berpindah tempat pada malam hari, meski tidak ada kru yang bekerja di sana dan ruangannya pun terkunci.

2. Kejadian aneh yang menimpa Mckenna Grace

Aktris cilik Mckenna Grace yang berperan sebagai Judy menghadapi beberapa kejadian tak lazim saat syuting.

Beberapa di antaranya adalah listrik yang mati mendadak tanpa alasan di trailernya, pintu yang terbuka lagi padahal sudah ditutup, sosok bayangan yang tidur di salah satu kamar kosong di lokasi syuting, hingga mimisan yang hanya berhenti saat dia meninggalkan ruangan.

Pada hari terakhir syuting, Mckenna mendapat hadiah rosario warna pelangi yang ia kenakan di leher, saat itu terjadi sebuah salib mendadak jatuh ke lantai.

3. Kamera tak bisa memotret Annabelle

Selama syuting, Mckenna membawa kamera instan baru untuk berfoto dengan pemeran dan kru. Namun, setiap kali dia memotret Annabelle, hasil fotonya selalu hitam. Saat berfoto dengan Patrick Wilson, sebuah tanda hitam muncul menutupi salib yang ia kenakan.

“Annabelle Comes Home” bercerita tentang malam teror ketika boneka itu keluar dari tempat perlindungan dan membangkitkan makhluk-makhluk halus di rumah cenayang Ed dan Lorraine Warren. Teror itu harus dihadapi sendirian oleh Judy, putri semata wayang Ed dan Lorraine, karena orangtuanya sedang berada di luar kota untuk bekerja.

Baca juga: “Annabelle Comes Home”, malam teror dari sebuah boneka

Baca juga: Seperti apa hidup Judy Warren asli dari “Annabelle Comes Home?”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejarah percintaan Song Joong-ki & Song Hye-kyo

Jakarta (ANTARA) – Dijuluki Song-Song Couple, Song Joong-ki dan Song Hye-kyo adalah salah satu pasangan selebritas yang disukai penggemar. Mereka bertemu lewat drama populer “Descendants of the Sun” pada 2016 di mana Joong-ki berperan sebagai Yoo Si-jin, seorang tentara, dan Hye-kyo menjadi dokter Kang Mo-yeon yang jatuh cinta pada Yoo.

Dikutip dari Korea Times, rumor mengenai percintaan mereka muncul dua kali pada 2017. Pada Maret, seorang warganet mengklaim telah melihat dua sejoli itu di New York. Namun agensi dari dua aktor itu membantah ada hubungan istimewa di luar pertemanan biasa.

Rumor kedua beredar pada Juni. Sebuah situs media China melaporkan pasangan itu berlibur bersama di Bali. Lagi-lagi rumor itu dibantah.

Namun, pada Juli 2017 mereka mengumumkan akan menikah pada Oktober.

“Awal tahun ini, kami berjanji akan melewatkan sepanjang hidup bersama,” kata Joong-ki di situs penggemarnya.

Namun, awal tahun ini mulai muncul rumor perceraian yang dimulai dari media China. Media itu berspekulasi hubungan mereka retak setelah melihat Hye-kyo tampil di hadapan publik tanpa mengenakan cincin kawin. Namun Joong-ki menepis rumor itu pada bulan Mei dengan mengenakan cincin kawin saat membaca skenario untuk drama “Arthdal Chronicle”.

Meski demikian, Joong-ki telah mengajukan gugatan perceraian, kata pengacaranya, Kamis. Ia ingin mengakhiri pernikahan mereka secara damai, bukan saling menyalahkan satu sama lain.

Baca juga: Agensi bantah Song Hye-kyo tolak drama terbaru karena perceraian

Baca juga: Park Bo-gum bantah jadi orang ketiga antara Joong-ki dan Hye-kyo

Baca juga: Song Hye-kyo tandatangani kontrak dengan studio film China

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Annabelle Comes Home”, malam teror dari sebuah boneka

Jakarta (ANTARA) – Bagaimana rasanya menjadi anak dari orangtua yang dikenal sebagai cenayang?

“Annabelle Comes Home” menitikberatkan fokus dari sudut pandang Judy (Mckenna Grace), putri dari cenayang terkenal Ed dan Lorraine Warren.

Ini adalah film ketiga dari seri Annabelle dan ketujuh dari Dunia Conjuring.

Film yang jadi bagian dari Dunia Conjuring ini dimulai ketika pasangan suami istri Ed dan Lorraine “menaklukkan” boneka Annabelle dan memutuskan untuk membawa benda terkutuk itu ke tempat yang aman: rumah mereka.

Dalam perjalanan Ed dan Lorraine menuju rumah, sudah ada pertanda bahwa boneka menyeramkan ini memang harus diletakkan di tempat seaman mungkin.

Mereka kemudian meletakkan si boneka di sebuah kamar berisi semua artefak dari kejadian mistis yang pernah mereka hadapi. Annabelle mendapatkan tempat khusus berupa sebuah kotak kaca suci.

Saat pasangan Ed dan Lorraine sedang bepergian dan meninggalkan putri semata wayangnya dengan pengasuh, Mary Ellen (Madison Iseman), tentu saja ada orang yang tak sengaja membuka kotak kaca tersebut. Annabelle Comes Home (HO/ist)

Sang penyusup, sahabat Mary bernama Daniela (Katie Sarife), punya misi khusus saat berusaha masuk sebagai tamu tak diundang di rumah Judy. Awalnya terlihat sebagai remaja terlalu penasaran terhadap artefak di rumah Ed dan Lorraine. Belakangan terkuak motif asli yang membuat si tukang geratak ini menghidupkan teror di rumah Judy.

Teror Annabelle –yang disebut sebagai mercusuar menuju dunia lain– membuat para mahkluk mistis dari kasus-kasus terdahulu Ed dan Lorraine kembali dan meneror seisi rumah.

Kisah horor jadi lebih mencekam ketika tidak ada perangkat modern seperti handphone dan Internet karena latar belakang di film ini memang berkisar di zaman analog era 1970-an.

Latar belakang ini juga menimbulkan nostalgia masa kecil saat sumber hiburan hanya televisi, radio dan permainan board game. Annabelle Comes Home (HO/ist)

Adegan-adegan menyeramkan muncul bertubi-tubi di tengah cerita, menghadirkan makhluk halus dan benda aneh dengan berbagai karakteristik yang mungkin familier bagi penikmat film horor Conjuring. Ada Samurai, boneka monyet dengan simbal, Ferryman, hingga hantu pengantin yang terlihat paling mengancam.

Salah satu makhluk yang bentuknya mengingatkan pada film horor komedi “Goosebumps” malah memancing tawa karena membuat Bob (Michael Cimino), remaja yang menaruh hati pada Mary Ellen, terjebak di kandang ayam.

Sentuhan komedi ini memang menjadi penyegar sekaligus daya tarik dari “Annabelle Comes Home” yang bisa dinikmati penonton usia muda atau mereka yang lumayan penakut untuk duduk menikmati film horor di bioskop.

Baca juga: Chris Pine dikabarkan berkencan dengan aktris Annabelle Wallis

Baca juga: Ed dan Lorraine Warren akan hadir di “Annabelle 3”

Wisata Horor di Conjuring House Ancol

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seperti apa hidup Judy Warren asli dari “Annabelle Comes Home?”

Jakarta (ANTARA) – Tumbuh besar sebagai anak dari cenayang ternama dunia pasti menantang, premis ini menjadi kisah dari film horor “Annabelle Comes Home” yang bercerita tentang Judy Warren, anak 10 tahun yang merupakan putri semata wayang Ed dan Lorraine Warren.

Film-film “The Conjuring” memang terinspirasi dari kisah nyata, tapi diracik dengan kebebasan kreatif sehingga apa yang terlihat di layar lebar tidak persis dengan aslinya.

Dalam film, Annabelle bisa keluar dari kotak kaca karena rasa penasaran seorang karakter, membuat para makhluk halus bergentayangan di rumah Judy.

Pada kenyataannya, boneka Annabelle asli tidak pernah meninggalkan kotak kacanya di museum Warren yang dijaga Judy (68) bersama suaminya, Tony Spera.

“Dia tidak pernah kabur atau bertingkah. Tapi saya tidak mau dia mendapatkan ide itu,” ujar Judy seperti dikutip dari USA Today.

Boneka Annabelle yang asli terlihat seperti boneka kain biasa, jauh dari kata menyeramkan seperti yang ditampilkan dalam film.

Namun Judy berpendapat boneka kain asli dengan rambut merah dan mata dari kancing itu lebih menyeramkan ketimbang versi layar lebar.

“Lebih mudah melihat boneka Annabelle di film,” kata dia. “Yang asli terlihat sangat biasa saja tapi sebenarnya sangat jahat.”

Perbedaan besar dalam film adalah soal usia. Judy yang asli tidak tumbuh besar dengan kehadiran boneka itu di rumahnya. Ed dan Lorraine membawa Annabelle ke rumah pada 1971, saat Judy sudah dewasa.

Judy mengatakan ia menghabiskan masa kecil bersama neneknya, Georgiana, saat orangtuanya bepergian untuk menyelesaikan kasus paranormal. Dia belajar di sekolah Katolik, seperti dalam film, tapi teman sekolahnya tidak pernah tahu apa pekerjaan orangtuanya.

“Saat kelas 6 SD, saya bertanya pada ayah, ‘Apa yang harus kubilang tentang pekerjaanmu?'” kenang Judy. “Dan dia bilang, ‘Aku seniman lanskap. Bilang saja itu.’ Saat suster mendengarnya, dia menempatkanku di kelas tanaman sepanjang tahun . Saya tidak tahu apakah tanamannya hidup atau mati.”

Judy bisa merasakan penggambaran film di mana pesta ulang tahun Judy tidak dihadiri teman-temannya, mengingat ulang tahunnya jatuh pada Januari dan badai salju kerap membuat rencana pesta buyar.

Saat pekerjaan orangtuanya dikenal orang, Judy jadi frustrasi membaca berita yang mengkritik mereka, sama seperti adegan dalam film.

“Saya masih merasa sedih membaca artikel negatif tentang orangtuaku,” kata dia. “Yang berbeda dari film adalah saya membacanya saat dewasa. Dan merasa marah karenanya.”

Namun dia tak punya masalah untuk bercerita pada Spera, seorang polisi, tiga pekan setelah mereka bersua pada 1979. “Itu bukan sesuatu yang kuceritakan pada orang, tapi saya merasa bisa bercerita pada Tony.”

Dia mengundang Tony untuk melihat orangtuanya berbicara di Universitas Connecticut.

“Kubilang, ‘Wah. Orangtuamu profesor kampus?'” kata Tony. “Dia jawab, bukan, mereka pemburu hantu.”

Tony merasa penasaran tapi tidak berpaling. Ketika ia bertemu lagi dengan Ed dan Lorraine di rumah mereka, Tony menjelajahi isi museum. Judy tidak setuju.

“Dia bilang, ‘Aku tidak pernah masuk ke museum,’ ujar Tony. “Dia takut pada isi museum dan Annabelle.”

Kehidupan keluarga Warren jadi lebih aneh setelah film “Conjuring” tayang. Banyak pengunjung yang singgah ke rumah Lorraine tanpa membuat janji, bahwa masuk ke rumah. Ada juga mobil-mobil yang parkir di depan rumahnya.

Tony meneruskan tradisi untuk membuat tur museum, di mana Annabelle jadi daya tarik utama. Namun museum itu ditutup karena para tetangga mengeluh akibat terganggu dengan keramaian.

Tony memasang sistem keamanan di sekitar museum untuk melindungi Annabelle dari pencuri, juga meneruskan tradisi pembacaan doa agar Annabelle tetap berada di tempatnya.

Baca juga: Ed dan Lorraine Warren akan hadir di “Annabelle 3”

Baca juga: “Annabelle Comes Home”, malam teror dari sebuah boneka
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Agensi bantah Song Hye-kyo tolak drama terbaru karena perceraian

Jakarta (ANTARA) – Agensi membantah jika pembatalan peran Song Hye-kyo dalam serial drama terbaru “Hyena” dikarenakan kasus perceraian.

“Kehidupan pribadinya tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya. “Hyena” hanyalah salah satu dari beberapa naskah yang sedang dipertimbangkannya, dan itu adalah drama yang sudah ditolaknya,” ujar CEO Korea United Parkists Agency (UAA), Park Hyun Jung dilansir Soompi, Jumat.

Bulan lalu, Song Hye Kyo dan Joo Ji Hoon dikonfirmasi sedang dalam pembicaraan untuk drama baru, yang akan dipimpin oleh sutradara produser (PD) Jang Tae Yoo dari “My Love from the Star.”

Namun kemarin (27/6) terungkap bahwa Song Hye-kyo memutuskan untuk tidak tampil dalam drama tersebut.

Hal ini lalu menimbulkan spekulasi bahwa penolakan tersebut terjadi lantaran Hye-kyo dari digugat cerai oleh suaminya, Song Joong-ki.

Di hari yang sama, Song Joong-ki juga mengumumkan bahwa dia telah mengajukan gugatan cerai terhadap Hye-kyo yang dinikahinya pada Oktober 2017.

Song Hye-kyo kemudian juga merilis pernyataan melalui agensinya dan menjelaskan alasan perceraian mereka.

Baca juga: Song Hye-kyo dan Ju Ji-hoon akan beradu akting

Baca juga: Park Bo-gum bantah jadi orang ketiga antara Joong-ki dan Hye-kyo

Baca juga: Song Joong-ki gugat cerai Song Hye-kyo

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zara JKT48 sempat minder berakting di “Dua Garis Biru”

Jakarta (ANTARA) – Adhisty Zara atau yang dikenal sebagai Zara JKT48 mengaku sempat minder saat terpilih untuk memerankan Dara dalam film “Dua Garis Biru”.

Alasannya, Zara merasa tinggi badannya tidak ideal dan kurang cocok memerankan karakter Dara yang digambarkan lebih tua satu tahun dari usianya.

“Dara, kan, usia 17 tahun, dia SMA. Aku minder duluan karena badan aku pendek. Padahal sih aku juga SMA,” kata Zara saat konferensi pers film “Dua Garis Biru” di Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis.

Ia justru merasa lebih cocok memerankan karakter adik Dara, Puput, yang akhirnya diperankan oleh artis cilik Maisha Kanna.

Selain masalah fisik, alasan lain yang membuatnya minder adalah kekhawatirannya untuk mendalami dan memerankan karakter Dara yang hamil di luar nikah.

“Pas baca (naskah), serius kayak gini? Dalam diri aku ada rasa takut dan ada rasa pesimis duluan. Tapi, alhamdulillah diterima pas casting,” ujar gadis berusia 16 tahun itu.

Zara lalu mengatakan bahwa ia senang dapat terlibat dalam film tersebut, yang memiliki pesan moral bagi remaja masa kini.

“Dari film ini, aku harap penonton dapat belajar banyak karena pesannya positif banget. Kami (para pemeran) pun juga belajar banget dalam film ini,” ujarnya.

Baca juga: Absen 7 tahun, Lulu Tobing gugup saat kembali berakting

Baca juga: Gina S. Noer butuh 9 tahun siapkan film “Dua Garis Biru”
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sempat dikecam, ini tanggapan sutradara “Dua Garis Biru”

Jakarta (ANTARA) – Sutradara dan penulis skenario “Dua Garis Biru”, Gina S. Noer, menanggapi positif kecaman masyarakat terhadap film garapannya itu yang dilontarkan beberapa waktu lalu.

“Dari melihat trailer-nya yang sepenggal, mungkin ada reaksi ketakutan yang membuat adanya kontroversi tersebut,” kata Gina setelah konferensi pers film “Dua Garis Biru” di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis.

Namun seiring berjalannya waktu, ia yakin masyarakat bisa memahami cerita dalam film tersebut.

Baca juga: Gina S. Noer butuh 9 tahun siapkan film “Dua Garis Biru”

“Saya berharap ketika menonton nanti, penonton bisa terhibur, bisa relate dengan karakter-karakternya, kontroversi tersebut bisa hilang,” ujar Gina.

Lagipula, lanjut dia, “Dua Garis Biru” dimaksudkan sebagai wadah diskusi mengenai seks dan dampak pernikahan dini, yang dianggap tabu di Indonesia.

Selain itu, bagi Gina, film merupakan media yang bagus untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya pendidikan seks, dengan menampilkan realitas yang dikemas secara menyenangkan namun menggugah secara emosional.

Baca juga: Zara JKT48 sempat minder berakting di “Dua Garis Biru”

Baca juga: Absen 7 tahun, Lulu Tobing gugup saat kembali berakting
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Absen 7 tahun, Lulu Tobing gugup saat kembali berakting

Jakarta (ANTARA) – Aktris Lulu Tobing mengaku gugup saat kembali berakting di depan kamera setelah absen dari dunia seni peran selama tujuh tahun.

Lulu pun mengaku salah tingkah dan mencoba segera beradaptasi saat proses pembacaan naskah dan pengambilan gambar.

“Ibaratnya tujuh tahun enggak dipanasin mesinnya,” ujarnya setelah konferensi pers film “Dua Garis Biru” di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis.

Ketika ditanya mengenai alasannya kembali berakting, Lulu mengungkapkan bahwa ada rasa rindu yang menghampirinya untuk kembali berkarya.

“Memang ada kerinduan, dan timing casting dari Gina S Noer pas. Akhirnya, ayo deh berkarya lagi,” kata dia.
​​
Ia menambahkan, Happy Salma, sahabatnya yang sama-sama menggeluti dunia perfilman juga memberikan dorongan dan motivasi untuk dia tampil di layar lebar.

Kehadiran Lulu sebagai tokoh Rika dalam film “Dua Garis Biru” menandai kembalinya dirinya ke layar perak setelah film “Negeri 5 Menara” pada 2012 lalu.

“Dua Garis Biru” mengangkat kisah sepasang remaja yang memadu kasih, Bima (Angga Yunanda) dan Dara (Adhisty Zara). Hubungan asmara mereka membuat Dara hamil di luar nikah, dan keduanya menjalani hidup yang tak semestinya di masa remaja.

Baca juga: Gina S. Noer butuh 9 tahun siapkan film “Dua Garis Biru”
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gina S. Noer butuh 9 tahun siapkan film “Dua Garis Biru”

Jakarta (ANTARA) – Penulis skenario Gina S. Noer butuh waktu sembilan tahun untuk menyiapkan film terbarunya “Dua Garis Biru”, yang juga merupakan film pertama yang ia sutradarai.

“Ide cerita ini sudah ada sejak tahun 2009, dan saya mencoba menuliskannya dalam draf pertama saya di tahun 2010,” kata Gina setelah penayangan perdana “Dua Garis Biru” di Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis.

Bagi Gina, waktu yang cukup lama itu ia perlukan agar karyanya punya potensi maksimal dan berdampak kepada penonton. Selama sembilan tahun, lewat perjalanan hidupnya, ia mematangkan ide dan konsep cerita yang kemudian dituangkan dalam naskah dan divisualisasikan lewat rentetan adegan.

“Membutuhkan waktu bagi saya melihat perjalanan saya menjadi seorang ibu, lalu mencoba melihat masa depan, dan menjadi lebih dewasa dan bijak sebagai orang tua,” ujar Gina.
  Poster film “Dua Garis Biru”. (Starvision)

Film “Dua Garis Biru” mengangkat kisah sepasang remaja yang memadu kasih, Bima (diperankan oleh Angga Yunanda) dan Dara (Adhisty Zara). Hubungan asmara mereka membuat Dara hamil di luar nikah, dan keduanya harus menjalani hidup yang tak semestinya di masa remaja.

Sejumlah aktor papan atas juga turut membintangi film tersebut, di antaranya Cut Mini, Arswendy Bening Swara, Dwi Sasono, Lulu Tobing, Rachel Amanda, dan Maisha Kanna.

Film “Dua Garis Biru” akan tayang perdana di bioskop mulai 11 Juli 2019. Sementara adaptasi dalam bentuk novel akan terbit pada 22 Juli.

Baca juga: Adipati Dolken merasa tertantang di film “Perburuan”

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Resensi Film – Membayangkan dunia tanpa The Beatles dalam “Yesterday”

Jakarta (ANTARA) – Apa jadinya jika dunia tidak mengenal grup musik paling sukses sepanjang masa seperti The Beatles? Apakah sejarah musik juga ikut berubah? Jawabannya ada dalam film “Yesterday”.

“Yesterday” adalah film yang membicarakan The Beatles, hanya saja tidak melibatkan band asal Liverpool tersebut. Film itu bercerita tentang dunia yang tidak mengingat atau tidak mengenal siapa itu John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr.

Kisah berawal dari Jack Malik (Himesh Patel), seorang pemuda yang ingin menjadi musisi. Suatu hari, Jack tanpa sengaja tertabrak bus yang menyebabkan dua gigi depannya hilang. Kehidupan Jack pun berubah sejak kejadian itu.

Ketika terbangun, tidak ada seorang pun yang tahu dan mengingat tentang The Beatles, bahkan dalam mesin pencarian Google tidak ditemukan nama band legendaris tersebut.

Ketika Jack menyanyikan lagu “Yesterday” di hadapan teman-temannya, mereka berpikir jika dialah yang menulisnya. Begitu juga dengan lagu “Hey Jude”, “Let It Be”, dan setiap hit lainnya dianggap sebagai ciptaan Jack. Jack kemudian menjadi bintang besar di seluruh dunia, penulis lagu terhebat dalam sejarah.

“Yesterday” bukanlah film bergenre musikal, tapi film itu berbicara soal sejarah musik yang hilang. Jack berusaha mengumpulkan dan menulis ulang seluruh lagu milik The Beatles dan memperdengarkannya kepada seluruh dunia.

Baca juga: “Yesterday”, film The Beatles tanpa The Beatles

Jack akhirnya dianggap sebagai musisi paling jenius sepanjang masa, bahkan kepiawaiannya dalam menciptakan lagu mampu mengalahkan Ed Sheeran. Hal itu justru menimbulkan pergolakan batin dan membuatnya bingung apakah akan menyudahi pencapaian itu atau melanjutkan ketenaran seperti yang diinginkannya.

Dalam film itu, lagu-lagu The Beatles dilantunkan secara apik oleh Himesh. Dia bermain gitar, piano, dan juga menyanyikan sendiri lagu-lagu seperti “Back ini the U.S.S.R”, “Help”, “In My Life”, hingga “The Long and Winding Road”.

Seperti saat menyaksikan film “Bohemian Rhapsody”, “Yesterday” juga membuat Anda ingin ikut bernyanyi sepanjang film, apalagi jika Anda merupakan penggemar The Beatle. Lagu-lagu yang dimainkan oleh Himesh akan membuat Anda rindu untuk memutar ulang seluruh albumnya.

“Yesterday” bahkan menampilkan musisi Ed Sheeran sebagai kameo. Keterlibatannya dalam film berdurasi satu jam 57 menit itu cukup memberikan warna dan menyegarkan, terlebih saat dia bersikeras untuk mengganti “Hey Jude” menjadi “Hey Dude”. Meski hanya muncul pada beberapa adegan saja, kehadiran Ed Sheeran memiliki peran yang signifikan dan ternyata penanyi kelahiran West Yorkshire, Inggris itu juga bisa berakting konyol.

Danny Boyle selaku sutradara mengemas “Yesterday” bukan sekadar film untuk mengenang The Beatles saja, melainkan juga memasukkan unsur komedi walau tidak banyak, dan tentunya persahabatan serta kisah cinta.

Yang harus digaris bawahi, “Yesterday” bukanlah sebuah film biopik. Tapi, sutradara “Slumdog Millionaire” itu mampu mengajak penonton untuk merasakan bagaimana jika dunia benar-benar tidak mengenal The Beatles. Apakah musisi turunannya juga tidak akan ada? Saksikan film “Yesterday” mulai 28 Juni 2019.

Baca juga: Ed Sheeran bukan pilihan pertama untuk “Yesterday”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Park Bo-gum bantah jadi orang ketiga antara Joong-ki dan Hye-kyo

Jakarta (ANTARA) – Agensi aktor Park Bo-gum membantah rumor yang beredar mengenai keterlibatan sang aktor dalam kasus perceraian Song Joong-ki dan Song Hye-kyo.

Menurut pihak agensi, Blossom Entertainment, rumor ini beredar karena Bo-gum dan Hye-kyo pernah terlibat dalam drama yang sama beberapa waktu lalu.

“Tampaknya rumor beredar karena Song Hye-kyo syuting drama bersama Park Bo-gum, menggelikan (rumor). Ini sepenuhnya salah,” kata mereka seperti dilansir Soompi, Kamis.

Pihak agensi akan mengambil langkah hukum menyusul rumor ini.

“Kami akan mengambil langkah hukum soal ini dan masih dalam tahap diskusi,” imbuh mereka.

Sebelumnya, pihak Joong-ki dan Hye-kyo sudah angkat bicara membantah rumor keterlibatan Bo-gum dalam perceraian mereka.

Baca juga: Song Joong-ki dan Hye-kyo dikabarkan tak tinggal bersama di Itaewon

Baca juga: Setelah Song Joong-ki, giliran Song Hye-kyo beri pernyataan soal cerai

Baca juga: Song Joong-ki gugat cerai Song Hye-kyo

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Membayangkan dunia tanpa The Beatles dalam “Yesterday”

Jakarta (ANTARA) – Apa jadinya jika dunia tidak mengenal grup musik paling sukses sepanjang masa seperti The Beatles? Apakah sejarah musik juga ikut berubah? Jawabannya ada dalam film “Yesterday”.

“Yesterday” adalah film yang membicarakan The Beatles, hanya saja tidak melibatkan band asal Liverpool tersebut. Film itu bercerita tentang dunia yang tidak mengingat atau tidak mengenal siapa itu John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr.

Kisah berawal dari Jack Malik (Himesh Patel), seorang pemuda yang ingin menjadi musisi. Suatu hari, Jack tanpa sengaja tertabrak bus yang menyebabkan dua gigi depannya hilang. Kehidupan Jack pun berubah sejak kejadian itu.

Ketika terbangun, tidak ada seorang pun yang tahu dan mengingat tentang The Beatles, bahkan dalam mesin pencarian Google tidak ditemukan nama band legendaris tersebut.

Ketika Jack menyanyikan lagu “Yesterday” di hadapan teman-temannya, mereka berpikir jika dialah yang menulisnya. Begitu juga dengan lagu “Hey Jude”, “Let It Be”, dan setiap hit lainnya dianggap sebagai ciptaan Jack. Jack kemudian menjadi bintang besar di seluruh dunia, penulis lagu terhebat dalam sejarah.

“Yesterday” bukanlah film bergenre musikal, tapi film itu berbicara soal sejarah musik yang hilang. Jack berusaha mengumpulkan dan menulis ulang seluruh lagu milik The Beatles dan memperdengarkannya kepada seluruh dunia.

Baca juga: “Yesterday”, film The Beatles tanpa The Beatles

Jack akhirnya dianggap sebagai musisi paling jenius sepanjang masa, bahkan kepiawaiannya dalam menciptakan lagu mampu mengalahkan Ed Sheeran. Hal itu justru menimbulkan pergolakan batin dan membuatnya bingung apakah akan menyudahi pencapaian itu atau melanjutkan ketenaran seperti yang diinginkannya.

Dalam film itu, lagu-lagu The Beatles dilantunkan secara apik oleh Himesh. Dia bermain gitar, piano, dan juga menyanyikan sendiri lagu-lagu seperti “Back ini the U.S.S.R”, “Help”, “In My Life”, hingga “The Long and Winding Road”.

Seperti saat menyaksikan film “Bohemian Rhapsody”, “Yesterday” juga membuat Anda ingin ikut bernyanyi sepanjang film, apalagi jika Anda merupakan penggemar The Beatle. Lagu-lagu yang dimainkan oleh Himesh akan membuat Anda rindu untuk memutar ulang seluruh albumnya.

“Yesterday” bahkan menampilkan musisi Ed Sheeran sebagai kameo. Keterlibatannya dalam film berdurasi satu jam 57 menit itu cukup memberikan warna dan menyegarkan, terlebih saat dia bersikeras untuk mengganti “Hey Jude” menjadi “Hey Dude”. Meski hanya muncul pada beberapa adegan saja, kehadiran Ed Sheeran memiliki peran yang signifikan dan ternyata penanyi kelahiran West Yorkshire, Inggris itu juga bisa berakting konyol.

Danny Boyle selaku sutradara mengemas “Yesterday” bukan sekadar film untuk mengenang The Beatles saja, melainkan juga memasukkan unsur komedi walau tidak banyak, dan tentunya persahabatan serta kisah cinta.

Yang harus digaris bawahi, “Yesterday” bukanlah sebuah film biopik. Tapi, sutradara “Slumdog Millionaire” itu mampu mengajak penonton untuk merasakan bagaimana jika dunia benar-benar tidak mengenal The Beatles. Apakah musisi turunannya juga tidak akan ada? Saksikan film “Yesterday” mulai 28 Juni 2019.

Baca juga: Ed Sheeran bukan pilihan pertama untuk “Yesterday”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Setelah Song Joong-ki, giliran Song Hye-kyo beri pernyataan soal cerai

Jakarta (ANTARA) – Setelah Song Joong-ki mengungkap soal perceraiannya, kini giliran Song Hye-kyo yang memberikan keterangan melalui perwakilan agensinya.

UAA selaku perwakilan Song Hye-kyo memberikan sebuah surat pernyataan tentang perceraian pemain “Descendants of the Sun” itu, dilansir Koreatimes, Kamis.

Berikut isi pernyataan resmi UAA:

Hai, ini UAA yang mewakili Song Hye-kyo.
Pertama, kami minta maaf karena menyampaikan berita yang tidak menyenangkan.
Hye-kyo saat ini sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya, dan
telah dipertimbangkan dengan cermat.
Alasan perceraian adalah perbedaan kepribadian. Keputusan itu datang karena pasangan tersebut tidak bisa mengatasi perbedaannya.

Kami tidak dapat memberikan detail lebih lanjut karena masalah privasi. Kami meminta pengertian Anda tentang ini.
Selain itu, tolong jangan membuat laporan sensasional dan meninggalkan komentar spekulatif, demi para aktor.
Kami minta maaf karena memicu kekhawatiran. Kami akan berusaha untuk menjadi lebih baik di masa depan.

Terima kasih.

Sebelumnya, Joong-ki mengatakan bahwa dia telah memasukkan gugatan perceraian dengan Song Hye-kyo di pengadilan. Dia berharap prosesnya bisa berjalan dengan lancar dan berakhir dengan damai.

Joong-ki dan Hye- Kyo menikah pada Oktober 2017, tak lama setelah keduanya membintangi drama “Descendants of the Sun.”

Baca juga: Song Joong-ki gugat cerai Song Hye-kyo

Baca juga: Alasan Joong-ki, Dong-gun dipilih untuk “Arthdal Chronicles”

Baca juga: Song Joong-ki akan main di film fiksi ilmiah “Lightning Ship”

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Song Joong-ki dan Hye-kyo dikabarkan tak tinggal bersama di Itaewon

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Song Joong-ki dan Song Hye-kyo dikabarkan sudah berbulan-bulan tak tinggal di rumah mereka di kawasan Itaewon, sebelum kabar perceraian menyeruak.

Seperti dilansir Koreaboo, Kamis, para tetangga bahkan mengatakan pasangan itu tak pernah tinggal di sana.

“Rumah itu kosong sejak awal,” kata sumber yang tak disebutkan namanya itu.

Dia juga menyebutkan, walau media menyebut rumah itu “rumah bulan madu”, tetapi Joong-ki dan Hye-kyo tidak pernah menyebut begitu secara langsung.

Joong-ki baru-baru ini mengajukan gugatan cerai pada Hye-kyo. Dia mengatakan ingin menyelesaikan perceraian secara damai.

Pasangan ini menikah pada Oktober 2017. Setelah menikah, mereka tidak segera pergi berbulan madu dan pindah ke rumah baru mereka di Itaewon, yang dibeli oleh Song Joong-ki pada Januari 2017.

Baca juga: Setelah Song Joong-ki, giliran Song Hye-kyo beri pernyataan soal cerai

Baca juga: Song Joong-ki gugat cerai Song Hye-kyo

Baca juga: Song Hye-kyo tandatangani kontrak dengan studio film China

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertarungan Iko Uwais dan Dave Bautista dalam “Stuber”

Jakarta (ANTARA) – Iko Uwais kembali membuktikan kemampuan aktingnya di film Hollywood. Kali ini, dia menjalani pertarungan sengit bersama Dave Bautista dalam film “Stuber”, menariknya film tersebut tak hanya menghadirkan laga tapi juga komedi segar.

Film arahan sutradara Michael Dowse ini bercerita tentang seorang pengemudi Uber bernama Stu (Kumail Nanjiani) yang secara tidak sengaja terlibat dalam penyelidikan tindak kriminal bersama seorang polisi bernama Vic Manning (Dave Bautista).

Vic adalah seorang detektif yang sangat serius, mudah marah dan gagap teknologi. Suatu hari dia menjalani operasi lasik yang membuat matanya tidak jelas melihat untuk sementara. Lalu, Vic mendapat informasi tentang seorang bandar narkoba bernama Tedjo (Iko Uwais) yang sudah lama diburunya.

Dengan kondisi matanya yang sedang terganggu, Vic kemudian memesan Uber dan di sanalah bertemu dengan Stu. Perjalanan dan pertarungan pun dimulai, Stu yang awalnya penakut dan canggung, menjadi lebih berani menghadapi hidupnya.

“Stuber” tak hanya menyajikan film perkelahian biasa, di sini juga menggabungkan unsur persahabatan dan komedi serta aksi seru yang menegangkan.

Adegan aksi sudah dimulai sejak film dimulai, tetapi juga saling bergantian mengisi dengan bagian komedi yang menjadi tugas Kumail. Meski sepanjang film Dave berwajah garang, dia juga mampu membuat penonton tertawa dengan ekspresi dan tingkah gapteknya serta keadaan matanya yang tidak dapat melihat jelas.

Yang jadi pertanyaan, apakah di sini penampilan Iko hanya selintas? Jawabannya adalah tidak. Adegan Iko ditampilkan cukup banyak, bahkan perannya cukup signifikan yakni menjadi penjahat yang paling diburu sehingga banyak membuatnya cukup sering tampil di layar.

Baca juga: Iko Uwais tampilkan kembangan pencak silat dalam “Triple Threat”

Di sini Iko juga memiliki kekuatan bela diri yang cukup takuti. Meski dia harus berhadapan dengan Dave yang memiliki tubuh kekar dan besar, nyatanya Dave dibuat kewalahan oleh aksi tarung Iko.

“Stuber” juga merupakan film perdana Iko yang bergenre komedi. Beda dari film-film sebelumnya, di sini Iko hadir dengan gaya yang berbeda, rambut diwarnai blonde dan pakaian yang berwarna-warni.

Saat bertarung wajahnya juga tidak terlihat datar dan serius, kali ini dia lebih menunjukkan ekspresinya. Hebatnya lagi Iko juga dipercaya untuk menggarap seluruh koreografi laga film tersebut.

Film yang juga melibatkan Karen Gillan ini bisa dibilang sangat menghibur, sepanjang film Anda akan dibuat tertawa terpingkal-pingkal oleh aksi kocak Kumail. “Stuber” juga menghadirkan sebuah kejutan yang membuat Anda semakin mengagumi sosok Kumail.

“Stuber” mulai tayang pada 24 Juli 2019 di seluruh bioskop.

Baca juga: Iko Uwais ungkap perbedaan syuting di Hollywood dan Indonesia

Baca juga: Gara-gara bleaching rambut, Iko Uwais masuk rumah sakit
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Song Joong-ki gugat cerai Song Hye-kyo

Jakarta (ANTARA) – Aktor Song Joong-ki resmi mengajukan gugatan cerai pada istrinya, Song Hye-kyo, ungkap pengacara Park Jae-hyun.

“Firma hukum kami mengajukan gugatan cerai atas nama Song Joong-ki di pengadilan Seoul pada 26 Juni 2019,” kata dia seperti dilansir Soompi, Kamis.

Jae-hyun juga menyampaikan pernyataan resmi Joong-ki yang berisi permintaan maaf kepada para penggemarnya.

Berikut pernyataan lengkap sang aktor:

Halo. Ini Song Joong-ki,

Pertama, aku ingin meminta maaf karena menyampaikan berita sedih kepada para penggemar yang mencintai dan menyanyangiku.

Aku telah memulai pengarsipan untuk bercerai dari Song Hye-kyo.

Daripada saling mencela dan berdebat tentang siapa yang harus disalahkan, aku berharap perceraian dapat selesai dengan damai.

Aku meminta pengertian kalian sehubungan dengan kenyataan sulit untuk membahas detail kehidupan pribadiku.

Aku akan pulih dari luka saat ini dan melakukan yang terbaik sebagai aktor untuk Anda melalui karya besar di masa depan.

Terima kasih.

Joong-ki dan Hye- Kyo menikah pada Oktober 2017, tak lama setelah keduanya membintangi drama “Descendants of the Sun.”

Baca juga: Song Joong-ki buka mulut soal rumor pacaran dengan Song Hye-gyo

Baca juga: Lokasi syuting “Descendants of the Sun” dijadikan taman

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Festival Film Tokyo soroti genre horor Asia Tenggara

Jakarta (ANTARA) – Festival Film Tokyo (Tokyo International Film Festival/TIFF) ke-32 pada Rabu, mengumumkan akan menyoroti film bergenre thriller hingga horor romantis yang mencerminkan karakteristik masyarakat di wilayah Asia Tenggara, dalam program Crosscut Asia ke-6.

“Seri Crosscut Asia dari Japan Foundation Asia Center menampilkan beragam film Asia, dari karya yang jarang ditonton hingga hiburan yang populer, dengan fokus pada negara, sutradara atau tema tertentu,” demikian pernyataan resmi TIFF kepada Antara, Rabu.

Menyusul tiga edisi pertama yang menampilkan karya dari Thailand, Filipina, dan Indonesia. Maka edisi keempat dan kelima program ini mencakup wilayah yang lebih luas di Asia Tenggara, meliputi tema gaya hidup orang kaya serta genre musik yang mencerminkan kehidupan sosial politik di Asia Tenggara.

Crosscut Asia edisi keenam bakal menampilkan film bergenre menegangkan yang biasa dipentaskan di festival film, antara lain “The Halt” (2019) karya Lav Diaz asal Filipina, film horor fantasi “Sisters” (2019) karya Prachya Pinkaew asal Thailand.

Ada juga seri horor dari HBO Asia yang diproduksi Eric Khoo, “Folklore: Tatami” (2018) yang disutradarai aktor Jepang Takumi Saitoh. The Halt (Indie Sales)

Crosscut Asia berharap tema ini akan membawa penonton menemukan hal-hal menarik yang menjadi karakter dalam genre horor di setiap negara, terutama Asia Tenggara.

TIFF ke-32 akan berlangsung pada 28 Oktober – 5 November 2019 di Roppongi Hills, dan beberapa tempat lain di Tokyo, sedangkan Crosscut Asia episode ke-6 merupakan hasil kerja sama dengan Japan Foundation Asia Center.

Pada Crosscut Asia edisi 2018, menyoroti film-film Asia Tenggara yang menampilkan berbagai macam genre musik, di antaranya “Aach, Aku Jatuh Cinta” (Chaotic Love Poems) karya Garin Nugroho, “15Malaysia” karya Pete Teo, film dokumenter “BNK 48” hingga “Respeto” karya Treb Monteras II.

Baca juga: Ulang tahun Godzilla ke-65 tutup Festival Film Tokyo 2018

Baca juga: Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif

Baca juga: Menanti Meryl Streep di karpet merah Festival Film Tokyo

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Adipati Dolken merasa tertantang di film “Perburuan”

Jakarta (ANTARA) – Aktor Adipati Dolken mengaku dirinya merasa tertantang untuk memerankan karakter Hardo pada film adaptasi novel “Perburuan” karya Pramoedya Ananta Toer tersebut.

“Biasanya, saya memainkan peran tokoh yang benar-benar ada dan nyata. Nah, di “Perburuan” ini saya harus memainkan tokoh dari novel yang karakter dan kreatifitasnya bisa dikembangkan,” ujar Adipati pada peluncuran poster “Perburuan” di Jakarta Selatan, Rabu.

Ia lalu menjelaskan bahwa ia sempat memiliki beban untuk memerankan tokoh Hardo yang digambarkan tegas ini.

“Saya merasa punya beban kalau nanti ada yang salah saat memainkan peran Hardo. Peran ini sangat tidak mudah dimainkan,” kata dia.

Tantangan lain bagi kekasih Vanessa Prescilla ini adalah panjangnya dialog dalam naskah yang harus ditampilkan.

Bahkan, lanjut dia, terdapat tiga adegan dengan dialog panjang yang disusun hingga menghabiskan 13 lembar kertas per adegannya.

Meski begitu, Adipati berusaha mengerti dan memahami kata demi kata yang ingin disampaikan melalui karya sastra ini, dengan latihan dan “reading” hingga tiga minggu lamanya.

Selain perwatakan, pria berusia 27 tahun ini juga dituntut untuk mempelajari seni bela diri “Kendo” dari Jepang untuk menyempurnakan tokoh Hardo tersebut.

Adipati mengibaratkan proses pengembangan karakter hingga latihan bela diri yang ia jalani layaknya belajar bermain biola.

“Kan harus benar pegangnya. Sama seperti di “Kendo” yang juga harus benar megang “Bokken” (pedang)nya,” jelasnya.

Adipati Dolken yang biasa disapa Dodot ini lalu berharap bahwa peran Hardo di film “Perburuan” ini dapat diterima penonton dan pencinta film Indonesia.

“Semoga juga bisa menyenangkan para pembaca karya-karya Pramoedya,” tutupnya.

Sementara itu, film garapan Richard Oh ini akan hadir ke layar perak bersamaan dengan tanggal rilisnya film “Bumi Manusia” pada 15 Agustus mendatang.

Baca juga: Demi “Perburuan”, Adipati Dolken belajar “perang” lewat game PUBG

Baca juga: Poster film “Perburuan” resmi diluncurkan

Bupati Raja Ampat kutuk pembantai hiu

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamil anak kedua, Sandra Dewi tetap syuting

Jakarta (ANTARA) – Hamil anak kedua tak menghalangi selebritas Sandra Dewi beraktivitas di luar rumah. Dia bahkan berencana terus menjalani syuting hingga usia kehamilannya sembilan bulan.

“Saya syuting setiap hari. Masih syuting sampai usia sembilan bulan,” ujar dia yang kini memasuki usia kehamilan delapan bulan di Jakarta, Rabu.

Tetap bekerja dalam kondisi hamil tak berarti Sandra lepas dari rasa khawatir. Dia mengaku kerap berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan dirinya dan janin sehat-sehat saja.

Tak hanya cemas, saat ini dia juga merasa galau, salah satunya karena tidak bisa memberikan ASI pada buah hati pertamanya, Raphael Moeis yang masih berusia satu tahun.

“Merasa bersalah sama anak yang pertama, karena masih ASI 100 persen (tetapi saat ini hamil),” kata dia.

Dalam kesempatan itu, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Jakarta, dr Ardiansjah Dara SpOG mengatakan, menyusui saat hamil sebaiknya tak ibu hamil lakukan karena bisa memicu kontraksi.

“Hamil saat menyusui terkadang membuat kontraksi. Ada pasien yang mengalami kram di usia lima bulan (kehamilan) sehingga harus stop menyusui,” kata dia.

Baca juga: Sandra Dewi alami “mom shamming”, apa itu?

Baca juga: Sandra Dewi tak gunakan gawai di depan anak

Menko Maritim sebut kebersihan laut pengaruhi ibu hamil

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Demi “Perburuan”, Adipati Dolken belajar “perang” lewat game PUBG

Jakarta (ANTARA) – Aktor pemeran tokoh Hardo pada film “Perburuan”, Adipati Dolken mengaku mempelajari “perang” melalui game PUBG.

“PUBG adalah salah satu metode saya buat masuk ke karakter (setting) perang,” ujar Adipati pada peluncuran poster “Perburuan” di Jakarta Selatan, Rabu.

Game bertajuk “PlayerUnknown’s Battlegrounds” ini, lanjut dia, cukup berperan baginya untuk mendalami situasi hingga strategi dalam peperangan.

“Jadi PUBG juga salah satu metode juga buat membaca strategi dan mengimplementasikan “strategi” itu ke dalam skrip (naskah),” tambah dia.

Tak hanya itu, lawan main Adipati, Ayushita berpendapat bahwa game tersebut juga menjadi pendekat bagi dia dan Adipati selama proses shooting.

“Kadang nemenin Adipati main PUBG juga sama yang lain, bisa bikin kita sama-sama juga buat ngebangun “chemistry” di film,” kata wanita yang akrab disapa Ayu tersebut.

Sementara itu, poster film “Perburuan”, karya lain dari adaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer dirilis pada hari ini.

Film ini akan hadir ke layar perak bersamaan dengan tanggal rilis film “Bumi Manusia” pada 15 Agustus mendatang.

Baca juga: Poster film “Perburuan” resmi diluncurkan

Baca juga: Kesan aktor Jepang Dean Fujioka soal film “Laut”

Baca juga: Adipati Dolken otodidak jadi aktor

Bupati Raja Ampat kutuk pembantai hiu

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Poster film “Perburuan” resmi diluncurkan

Jakarta (ANTARA) – Poster dari film adaptasi novel karya Pramoedya Ananta Toer, “Perburuan” resmi diluncurkan oleh produser, sutradara, dan aktor terlibat di Jakarta Selatan, Rabu.

Berbeda dengan foto “teaser” yang sudah dirilis beberapa waktu lalu, poster baru ini menunjukkan Hardo (Adipati Dolken) dengan tampilan “buron”, setelah sebelumnya Hardo digambarkan dengan seragam tentara PETA-nya.

“Ini merupakan pengalaman baru, dan bisa dirias seperti itu, juga menjadi pengalaman seru bagi saya,” ujar Adipati pada peluncuran poster “Perburuan”.

“Perburuan”, yang novelnya pernah dilarang terbit pada zaman Orde Baru ini, menceritakan tentang Hardo (Adipati Dolken), seorang tentara PETA yang menjadi buruan tentara Jepang.

Selain Adipati, beberapa aktor nasional seperti Ayushita (Ningsih), Ernest Samudra (Dipo), Khiva Ishak (Karmin), dan Michael Kho (Shidokan) juga turut ambil peran untuk film garapan Richard Oh ini.

Sementara itu, perilisan poster ini berjarak lima hari sejak perilisan poster film adaptasi dari novel Pramoedya lainnya berjudul “Bumi Manusia” pada Jumat (21/6) lalu.

Tak hanya itu, untuk perilisan film “Perburuan” sendiri, rupanya akan bersamaan dengan diputarnya film “Bumi Manusia”, yakni pada 15 Agustus mendatang.

Baca juga: Demi jadi Minke, Iqbaal belajar makan sambil duduk di lantai

Baca juga: Adipati Dolken otodidak jadi aktor

Baca juga: Cerita Reza Rahadian main di “Bunga Penutup Abad” (video)

Bupati Raja Ampat kutuk pembantai hiu

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sandra Dewi tak gunakan gawai di depan anak

Jakarta (ANTARA) – Selebritas Sandra Dewi berusaha tak menggunakan gawai terutama ponsel di depan putra semata wayangnya, Raphael Moeis.

“Di depan anak enggak pegang handphone, takutnya dia ambil handphone,” ujar dia dalam diskusi soal kehamilan dan pengasuhan anak sekaligus peluncuran buku “Hamil Tanpa Galau dan Parenting Tanpa Galau” di Jakarta, Rabu.

Ia mengaku hanya memegang gawai saat menikmati waktu sendiri atau saat sang anak tidur.

Sandra yang kini tengah hamil delapan bulan itu memilih memberikan buku pada putranya ketimbang gawai, kendati buah hatinya itu belum berusia dua tahun dan tidak bisa membaca.

“Saya tahu Rafael baru satu tahun. Enggak apa-apa saya ajarin setiap hari. Dia lihat gambar binatang, tahu namanya (dalam bahasa Inggris),” kata Sandra.

Sebagai orang tua, dia berkomitmen memberikan semua yang terbaik untuk buah hatinya, agar bisa sukses di masa dewasanya kelak.

“Saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Saya ingin anak sukses atau bisa lebih sukses dari orang tuanya. Saya didik dari kecil,” tutur dia.

Baca juga: Sandra Dewi alami “mom shamming”, apa itu?
 

Jadikan Gawai untuk mengurangi ketimpangan pendapatan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Bring the Soul” BTS akan tayang 7 Agustus 2019

Jakarta (ANTARA) – Film “Bring The Soul: The Movie” yang menampilkan para personel grup Bangtan Sonyeondan (BTS) akan tayang di bioskop seluruh dunia, termasuk Indonesia pada 7 Agustus 2019.

Film ketiga BTS itu bercerita tentang akhir tur bertema “Love Yourself” dengan total 24 konser di 12 kota di Eropa. Dari Seoul menuju Paris, BTS berbagi cerita yang belum pernah terungkap sebelumnya.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi lagi dengan Big Hit Entertainment untuk menghadirkan ‘Bring The Soul: The Movie’ dan memberikan kesempatan kepada para penggemar di seluruh dunia untuk lebih dekat dan mengikuti perjalanan BTS saat tur ‘Love Yourself’,” kata CEO Trafalgar Releasing Marc Allenby selaku distributor film, dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Tiket film “Bring The Soul: The Movie” akan dijual di situs resmi www.BringTheSoulTheMovie.com mulai 3 Juli 2019.

Pada 2018, BTS meluncurkan film “Burn the Stage the Movie” dan meraih pendapatan box office sebesar $18,5 juta. Capaian ini menjadikannya film event di bioskop terlaris sepanjang masa.

Baca juga: Bangtan Sonyeondan hadir dalam gim ponsel BTS World

Baca juga: Fan BTS ingin Jimin perankan Prince Eric dari film “Little Mermaid”

Bakti gandeng 23 pemda bangun BTS USO

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“The Office” tinggalkan Netflix pada 2021

Jakarta (ANTARA) – Serial komedi “The Office” akan ditarik oleh NBCUniversal dari layanan streaming Netflix di AS pada 2021, lalu memindahkannya ke layanan streaming mereka sendiri.

Dilansir Reuters, “The Office” menempati nomor satu langganan layanan video-on-demand seperti Netflix ketika diukur dari durasi streaming, demikian keterangan dari NBCU. Serial itu ditonton lebih dari 52 juta menit pada 2018.

Netflix belum pernah secara terang-terangan merilis data penonton untuk “The Office”, yang terdiri dari sembilan musim dan tayang di NBC selama 2003 hingga 2013 serta terdiri dari 200 episode.

Serial itu adalah versi Amerika dari komedi Inggris, dibintangi Steve Carell, Jenna Fischer, juga John Krasinski.

Baca juga: Perusahaan Obama siapkan tayangan Netflix, biopik hingga serial anak

NBCU mengikuti jejak perusahaan lain seperti Disney yang memutuskan untuk memberi izin tayang di Netflix meskipun mereka membuat sendiri layanan digital yang jadi pesaing Netflix.

Layanan streaming baru dari NBCU akan diluncurkan pada 2020 yang berisi film dan serial televisi serta tayangan orisinil.

“Kami sedih karena NBC memutuskan untuk mengambil ‘The Office’ untuk platform streaming mereka,” demikian keterangan  Netflix. “Tapi, pelanggan Netflix bisa menonton serial itu sampai puas tanpa iklan di Netflix hingga Januari 2021 dan ada banyak lagi serial televisi baru yang bisa dinikmati.”

Baca juga: Di era Netflix, sutradara Inarritu mengelukan pengalaman di bioskop

Pertukaran Informasi Dan Data Intelejen Global

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Disney akan rilis adegan tambahan “Avengers: Endgame”

Jakarta (ANTARA) – Walt Disney Co akan merilis versi terbaru film “Avengers: Endgame” yang menghadirkan adegan tambahan sehingga mendorong film pahlawan-pahlawan super Marvel itu mencetak rekor box office sepanjang masa.

Saat ini, “Endgame” sudah meraup sekitar 2,75 miliar dolar AS dari box office global semenjak April dan hanya 38 juta dolar AS di bawah film “Avatar” (2009) sebagai film dengan pendapatan terbesar sepanjang masa, berdasarkan situs Box Office Mojo.

Dilansir Reuters, versi baru “Endgame” itu akan menampilkan adegan-adegan yang dihapus dan juga perkenalan baru dari sutradara Anthony Russo.

Penggemar yang menonton juga akan mendapatkan tambahan poster film, menurut Disney.

Baca juga: Penggemar Avengers buat petisi untuk ganti cerita “Endgame”

“Endgame” dibintangi oleh Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Scarlett Johansson, dan aktor lainnya sebagai kelompok pahlawan super yang melawan musuh bebuyutan, Thanos, diperankan Josh Brolin.

Film itu adalah puncak dari 22 film yang sudah diproduksi Studio Marvel selama lebih dari satu dekade.

Versi baru “Endgame” akan ditayangkan di bioskop tiga pekan sebelum Disney meluncurkan versi remake dari film klasik “The Lion King”.

Sebagian pakar box office memprediksi “Lion King” juga punya kesempatan menumbangkan “Avatar” dari sisi penjualan tiket di seluruh dunia.

Baca juga: “Avengers: Endgame” akan dirilis ulang, ada kejutan usai kredit film

Presiden analogikan ekonomi dunia bak film avengers

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ed Sheeran bukan pilihan pertama untuk “Yesterday”

Jakarta (ANTARA) – Sutradara film “Yesterday”, Danny Boyle, mengungkapkan bahwa Ed Sheeran sebenarnya bukan pilihan pertama untuk main di film tersebut, tulis Billboard dikutip Selasa.

Film “Yesterday” mengisahkan soal Jack Malik yang diperankan Himesh Patel yang hidup di dunia di mana semua orang lupa The Beatles.

Akhirnya, Himesh Patel pura-pura menciptakan lagu-lagu klasik milik band asal Inggris itu.

Di film itu, Ed Sheeran berperan jadi dirinya sendiri di mana Patel mendapat kesempatan untuk main jadi pembuka di konser Ed Sheeran.

Boyle mengungkapkan awalnya dia menginginkan Chris Martin dalam filmnya.

“Dia selalu mengejek kami karena tahu dia bukan pilihan pertama dan kita awalnya menawari Chris Martin untuk main,” katanya.

“Dia menuduh kami mengajak Harry Styles sebagai pilihan kedua, yang itu tidak benar. Dia punya selera humor yang baik, dan itu bagus karena kalau tidak situasinya akan jadi tidak menyenangkan,” kata Boyle.

“Yesterday” akan mulai tayang 28 Juni 2019.

Baca juga: Es Sheeran bocorkan kolaborasi dengan dua musisi “misterius”

Baca juga: Ed Sheeran bikin penonton berkaraoke massal di GBK

Baca juga: Ed Sheeran doyan tempe dan rendang

Mengintip penampilan “The Beatles” Asia Tenggara

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketika aktor laga Cecep Arif Rahman terkenang masa kuliah

Bogor (ANTARA) – Aktor laga Cecep Arif Rahman seketika terkenang masa-masa saat menimba ilmu sebagai mahasiswa ketika ia hadir dalam kegiatan “Resital Seni Pertunjukan” di Graha Pakuan Siliwangi (GSP), Universitas Pakuan (Unpak) Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (24/6).

“Saya senang sekali seperti terbayang masa lalu. Di Auditorium ini dulu pernah tidur di sini jadi kalau menurut saya ini bibit kita dalam berkreasi,” ujar alumni jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra, sekarang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, tahun 1997 itu.

Menurutnya, mengikuti drama tari menjadi salah satu alasannya getol datang ke kampus saat itu. Ia kerap kebagian peran tokoh antagonis, di antaranya sebagai Rahwana dan itu terbawa hingga ia menapakkan kaki di industri film Hollywood.

“Itu pengalaman awal kita berakting, maka ada keinginan untuk bisa ke tingkat lebih tinggi lagi. Terus ada keberanian juga untuk berkomunikasi dengan orang luar,” kata Cecep.

Ia memerankan The Assasin” dalam film “The Raid 2” dan yang terbaru, pembunuh bayaran di “John Wick: Chapter 3”. Tidak hanya film luar, Cecep juga membintangi sejumlah judul film dalam negeri, seperti “Wiro Sableng 212” dan “Alif Lm

Cecep mengaku sudah beberapa kali mengunjungi kampusnya di sela-sela kesibukannya syuting. Ia ingin menularkan kecintaannya terhadap dunia seni terutama pencak silat kepada generasi muda.

Sementara itu, Dekan FISIB Unpak, Agnes Setyowati mengatakan terkesan dengan kepribadian Cecep yang tetap membumi meski telah menjadi aktor terkenal.

“Yang tidak berubah dari Kang Cecep itu karakternya yang ramah, sopan, dan selalu berbahasa Sunda,” kata wanita yang menjadi menjadi dosen pembimbing Cecep di Fakultas Sastra.

Baca juga: Cecep Arif Rahman padukan berbagai beladiri di “Gatotkaca”
 

Suasana Puri Cikeas menanti kedatangan almarhumah Ani Yudhoyono

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iko Uwais ungkap perbedaan syuting di Hollywood dan Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Beberapa kali bermain film bersama rumah produksi luar negeri khususnya Hollywood, membuat Iko Uwais merasakan perbedaan syuting di luar negeri dengan di Indonesia.

“Kalau kerja di luar itu masalah waktunya, sangat disiplin. Kelebihan syuting satu menit pun harus izin, karena ada syuting kan melibatkan aktor dan kru yang banyak. Enggak bisa tuh 24 jam syuting, kru juga punya hak,” ujar Iko dalam jumpa pers film “Stuber” di Jakarta, Senin.

“Di sana sangat dihargai tenaga, pikiran dan waktunya. Semua divisi sama, harus fokus pada job desk masing-masing,” lanjutnya.

Selain itu, dalam produksi Hollywood seorang aktor benar-benar diberi fasilitas terbaik. Menurut Iko hal ini akan mempengaruhi kinerja di depan layar.

“Seorang aktor harus bisa 1.000 persen di depan kamera. Fasilitas dikasih dari produksi, kita bisa istiharat, meluangkan waktu sebelum syuting, kita bisa istirahat. Enggak dibedakan karakter kecil dan besar. Mereka kerja ya kerja, istirahat ya istirahat,” kata suami Audy itu.

Baca juga: Gara-gara bleaching rambut, Iko Uwais masuk rumah sakit

Meski demikian, sisi kekeluargaan lebih dirasakan di Indonesia.

Menurut pemain “Miles 22” itu, para pemain dan kru di luar negeri hanya fokus pada pekerjaan masing-masing.

“Saya sebagai pemain, kalau di sini kekeluargaan. Kalau di sana tidak. Bukan pekerjaan mereka, tidak akan menyentuh job desk lain,” jelas pemain “The Raid” itu.

Sementara itu, Iko juga mengatakan bahwa kesempatan aktor Indonesia bermain di luar negeri kini sudah sangat terbuka, bahkan para pemainnya tidak lagi dipandang sebelah mata.

“Aktor di Indonesia enggak dipandang sebelah mata lagi. Teman-teman sudah banyak prestasinya di luar ekspektasi, Joe (Joe Taslim), Yayan (Yayan Ruhian), Cecep (Cecep Arif Rahman) bekerja di luar negaranya, pengalaman yang enggak bisa dibayar dengan uang,” ujar pemain “The Night Comes for Us”.

Beberapa film produksi luar negeri yang pernah dimainkan oleh Iko adalah “Miles 22”, “Beyond Skyline”, “Star Wars: Episode VII – The Force Awakens”, “Man of Tai Chi” dan “Triple Threat”.

Baca juga: Iko Uwais jalin kolaborasi populerkan MMA Indonesia

Baca juga: Iko Uwais tampilkan kembangan pencak silat dalam “Triple Threat”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stuber, komedi laga Iko Uwais di Hollywood

Jakarta (ANTARA) – Aktor laga asal Indonesia Iko Uwais merambah film bergenre komedi laga untuk pertama kali dalam film “Stuber” yang diproduksi di pusat industri film Amerika Serikat, Hollywood.

“Itu (pengalaman) baru (saya) perankan film komedi. (Saya) bekerjasama dengan aktor besar di sana. Pengalaman luar biasa bisa satu frame, satu scene. Itu warna terbaru film komedi aksi,” kata Iko dalam jumpa pers film “Stuber” di Jakarta, Senin.

Aktor bernama lengkap Uwais Qorny itu memerankan tokoh Tejo, seorang penjahat yang paling dicari oleh polisi. Film yang diproduksi Twentieth Century Fox itu melibatkan sejumlah aktor Hollywood seperti Dave Bautista, Karen Gillan, dan Kumai Nanjiani.

Iko menuturkan proses keterlibatannya dalam film tersebut tidak berlangsung lama dan hanya memakan dua pekan. Setelah itu, dia langsung menghabiskan waktu syuting selama dua bulan.

Pemain film “Miles 22” itu mengaku bermain dalam film komedi menjadi pengalaman baru. Dalam film itu, Iko juga mengubah penampilannya dengan rambut berwarna pirang.

Baca juga: Joe Taslim reuni dengan Iko Uwais di film “The Night Comes For Us”

“Itu tantangannya. Karakter jadi orang jahat dan harus membunuh. Di situ ada sedikit rintangan, ekspresi juga enggak harus monoton, tetapi juga harus ada konyolnya. Rambut saya juga berubah, kostum juga beda,” ujarnya.

Selain bermain sebagai aktor, pemain berusia 36 tahun itu juga dipercaya sebagai koreografer bela diri. Suami Audy Item itu tidak menyangka seluruh pemain dan kru sangat antusias melihat hasil kerja Iko.

“Dia mau banget style dari saya, pencak silat. Saya merinding, begitu antusiasnya mereka dari hasil yang dikerjakan enggak satu-dua tim. Mereka percayakan produksi kepada saya untuk menjabat sebagai koreografer,” ujar pemain “The Raid” itu.

“Stuber” disutradarai oleh Michael Dowse dan akan tayang pada 24 Juli.

Baca juga: “Triple Threat” film laga terbaru dari Iko Uwais

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gara-gara bleaching rambut, Iko Uwais masuk rumah sakit

Jakarta (ANTARA) – Aktor laga nasional Iko Uwais terpaksa harus dirawat di rumah sakit akibat proses pewarnaan rambutnya (bleaching) demi film terbaru berjudul “Stuber” yang diproduksi di pusat industri film Amerika Serikat, Hollywood.

“Saya masuk rumah sakit gara-gara rambut. Jadi sebelum syuting, dia (Michael Dowse) melihat sosok Tejo. Dia pengin ubah Iko dari segi penampilan bukan Iko, sebagai Iko. Kalau bisa, warnanya beda,” kata Iko dalam jumpa pers film “Stuber” di Jakarta, Senin.

Bintang “Triple Threat” itu kemudian mewarnai rambutnya menjadi pirang (blonde). Dalam prosesnya, dia harus melakukan bleaching. Tapi, kulit kepala Iko tidak kuat terkena zat kimia.

Bleaching dua kali, empat sampai lima jam. Proses bleaching lumayan keras, sehari-dua hari migrain. Disentuh dikit, anak rambut sakit sekali,” ujar pemain “The Raid” itu.

Pemeran Rama dalam “The Raid” itu menambahkan, “Selama syuting (saya) pakai painkiller (karena) saya kira sakit kepala biasa. Tapi, dua minggu berturut-turut enggak hilang. Hari itu disuntik dua kali, ternyata ada saraf yang iritasi.”

Namun sebagai aktor, Iko harus tetap profesional. Dia pun tidak mengeluh dan trauma sebab kejadian itu merupakan tuntutan profesi.

“(Saya) harus profesional. Apapun rasanya, sakit (atau) sehat, saya harus fokus ke karakter saya. Kerja pagi (hingga) malam, saya harus tahan. (Saya) dituntut se-profesional mungkin,” ujar ayah dua anak itu.

Baca juga: Stuber, komedi laga Iko Uwais di Hollywood

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tom Hardy kembali bermain dalam “Venom 2”

Jakarta (ANTARA) – Tom Hardy akan kembali bermain dalam sekuel “Venom, hal tersebut dikonfirmasi oleh sang produser, Amy Pascal.

Selain Tom, pemain lain yang juga kembali hadir dalam film tersebut adalah Michelle Williams dan Riz Ahmed.

“Saya dapat mengatakan bahwa Tom Hardy akan kembali memainkan karakter itu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain,” ujar Pascal dilansir Aceshowbiz, Senin.

“Saat Anda memikirkan Venom, Anda tidak akan pernah mampu memikirkan siapapun kecuali Tom Hardy yang duduk di aquarium lobster. Dan begitu Anda melihat Tom Hardy melakukan karakter ini, itu saja yang perlu Anda ketahui,” lanjutnya.

Pascal juga memberikan bocoran jika kemungkinan Tom Holland akan muncul di “Venom 2” sebagai Spider-Man.

“Semua orang akan senang melihatnya. Anda tidak pernah tahu suatu hari nanti, itu mungkin terjadi. Saya dapat mengatakan bahwa kami telah memiliki kemitraan yang fantastis dan Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” jelas Pascal.

Dia menambahkan, “Kami memiliki banyak cerita tentang Spider-Man dalam setiap segi. Kami punya rencana besar untuk Tom Holland menjadi bagian dari segalanya.”

“Venom” dirilis pada 2018 yang bercerita tentang seorang jurnalis bernama Eddie Brock. Dia berubah menjadi makhluk mengerikan setelah tubuhnya menyatu dengan bentuk kehidupan simbiotik alien. Karakter Venom juga diambil dari Marvel Comics dengan nama yang sama.

“Venom” pertama mendapat ulasan negatif dari para kritikus, namun di sisi lain juga menjadi salah satu film terlaris pada 2018 dan menghasilkan lebih dari 850 juga dolar di box office seluruh dunia.

Pada bagian akhir kredit film “Venom 1”, diberi sedikit cuplikan untuk sekuelnya di mana Eddie Brock mewawancara pembunuh berantak Cletus Kasady yang diperankan oleh Woody Harrelson di penjara.
  Baca juga: “Venom” dan “A Star is Born” masih kuasai puncak box office

Baca juga: Fanart asal Indonesia ini menangi kompetisi yang diseleksi Tom Hardy

Baca juga: Tips bikin fanart keren dari pemenang kompetisi “Venom” internasional

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sineas Makassar garap “Rumah”, film seri tentang keluarga

Makassar (ANTARA) – Satu lagi karya anak muda Makassar dari sineas-sineas lokal Kota Daeng yang akan menyapa warga Sulawesi Selatan, yakni film series berjudul “Rumah” yang menawarkan edukasi sosial dan keluarga.

Hal tersebut terungkap setelah tim dan kru film Rumah menyambangi Kantor LKBN Antara Biro Sulawesi Selatan dan Barat di Jalan AP Pettarani Makassar belum lama ini.

Sutradara Film Rumah, Jabal Nur menyampaikan pembuatan film ini terinspirasi dari sebuah film hollywood berjudul “Time”, di mana Rumah dianggap tempat kecil biasa namun mampu mempengaruhi sendi-sendi kehidupan.

“Filmnya mengangkat segala hal persoalan rumah. Banyak orang menganggap rumah hal biasa, padahal dari rumah persoalan biasa bisa menjadi luar biasa. Kita mau menyampaikan bahwa tidak cenderung anak-anak bahagia karena gemilang harta” ungkapnya.

Jabal mengibaratkan salah satu permasalahan dalam rumah ialah orangtua yang sangat sibuk sehingga tidak memiliki waktu luang bagi anggota keluarganya yang lain, dan korbannya sendiri ialah anak-anak. Merasa kesepian, tidak ada tempat untuk bercerita, mengeluh dan berkasih sayang.

Ia mengatakan pendekatan melalui audio visual melalui film dianggap sangat pas untuk menggambarkan kondisi “Rumah” di berbagai wilayah Indonesia, khususnya pada kawasan metropolitan yang umumnya banyak polemik terjadi.

“Hampir semua genre kami sajikan dalam film ini, misalnya unsur komedi, sedih, senang dan action juga ada. Karena ada tayangan yang melibatkan polisi dan mafia pada saat penculikan anak,” ungkapnya.

Sementara Producer Film Rumah, Anto Rocka menyebutkan telah melakukan proses syuting seri pertama dari enam seri yang rencana bakal digarap, melibatkan sekitar 20 orang termasuk beberapa sineas lokal dengan keahlian masing-masing.

“Dengan dana yang sangat terbatas, beberapa teman-teman sineas berhasil kami libatkan meski masih dengan harga bersahabat seperti sineas visualisasi editing dan pengambilan gambar,” ungkapnya.

Dinaungi oleh Rafa Studio Indonesia, film tersebut dijadwalkan akan segera tayang di salah satu televisi swasta pada pertengahan Juli 2019 mendatang dengan waktu siar setiap akhir pekan.

“Bukan hanya di televisi, film drama seri ini juga bisa disaksikan di Youtube,” ungkap pria dengan nama lengkap Rakhmat Aidul Fitrianto.

Selain film Rumah, Rafa Studio Indonesia juga tengah menyiapkan sebuah film layar lebar dengan judul “Gadget”. Judul film yang terinspirasi dari realitas zaman sekarang. Tidak sedikit anak yang meluangkan waktu dengan bermain handphone dan mulai mengabaikan sekitarnya.

Baca juga: Pemeran film “The Lawyers” sapa penonton di Makassar

Baca juga: Bintang “Milly & Mamet” temui fans di Makassar

Baca juga: Desa lokasi syuting District 12 “Hunger Games” jadi tempat bersejarah

Adapun nama-nama pemain dan kru film web series “Rumah” yakni:

Produser Eksekutif : Muhammad Askar, SKM
Produser Eksekutif : Dr. Irsyad Dhahri, SH, MH
Produser : Anto Rocka
Sutradara : Jabal Nur

Pemain :
1. H. Nawir Parenrengi
2. Munchex
3. Amir Desar
4. Maiva Linda
5. Sharon Leidelmeyer
6. Mustika Irwan
7. Sudirman
8. Nurwansyah Dewa Irwan
9. Imtiyaz Rinaldy
10. Habib Rinaldy
11. Adiiba Shoffiyah Rahma
12. Dwi Ananda Pratiwi
13. Dwi Zahra Febriani
14. Riona Meymey
15. Roy Jordy
16. Bang Isnet
17. Meisya Priskia
18. Silfitriani Ihsan

Puluhan rumah rusak berat akibat gempa 6,3 SR di Sarmi, Papua

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story 4” nomor satu di box office dengan 118 juta dolar

Jakarta (ANTARA) – “Toy Story 4” menduduki peringkat teratas box office Amerika Utara pada akhir pekan dengan pendapatan sebesar 118 juta dolar, salah satu bukaan terbesar sepanjang masa untuk sebuah film animasi meski berada di luar ekspektasi.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, Senin, secara global “Toy Story 4” mendapat 238 juta dolar sehingga menciptakan rekor baru untuk genre ini. Meski demikian, film tersebut harus berjuang di Cina karena hanya mampu raih 13,4 juta dolar.

Sebelumnya, “Toys Story 4” diprediksi bisa mendapat antara 140 juta dolar hingga 165 juta dolar di Amerika Utara pada pembukaannya. Meski demikian, film ini merupakan yang terbaik karena mampu melampaui angka 100 juta dolar beberapa film Disney mengalami sandungan.

Film animasi sendiri jarang memiliki penghasilan yang super besar pada pembukaan perdananya, namun mereka selalu mampu bertahan lama di box office.

“Film ini memiliki kata yang baik dari mulut ke mulut dan akan berlangsung lama sepanjang musim panas. Saya tidak menyangkal bahwa pelacakan membuat kami berada di angka yang lebih tinggi, tetapi ini adalah debut yang sangat besar dan menunjukkan betapa banyak orang menyukai karakter ini,” kata kepala distribusi Disney, Cathleen Taff.

“Toy Story 3” dirilis pada Juni 2010 dengan pendapatan sebesar 126 juta dolar, sedangkan “Toy Story 2” meraih 101,8 juta dolar di 1999 dan “Toy Story’s” hanya mendapat 60,4 juta dolar pada 1995.

“Toy Story 4” disutradarai oleh Josh Cooley yang mendapat peringkat 98 persen di Rotten Tomatoes dan meraih nilai A di CinemaScore dari penonton.

Sederet aktor ternama juga mengisi suara dalam film ini seperti Tom Hanks yang kembali menjadi Woody, Tim Allen sebagai Buzz Lightyear dan Annie Potts sebagai Bo Peep (karakter yang sempat absen dari “Toy Story 3”.

Sementara itu, mainan baru yang hadir dalam film ini adalah Forky (Tony Hale), boneka Gabby Gabby (Christina Hendricks), duo komedi Bunny dan Ducky (Jordan Peele dan Keegan-Michael Key) serta pengendara motor aksi Duke Caboom (Keanu Reeves).

Baca juga: Kesan para selebritas tentang “Toy Story 4”

Baca juga: “Toy Story 4” diprediksi kantongi 135 juta dolar

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Desa lokasi syuting District 12 “Hunger Games” jadi tempat bersejarah

Jakarta (ANTARA) – Desa The Henry River Mill di North Carolina yang menjadi lokasi syuting District 12 film “The Huger Games”, sejak bulan lalu masuk ke dalam daftar tempat bersejarah di Amerika Serikat.

Status itu diupayakan oleh Calvin Reyes, sang pemilik baru dari properti seluas 29 hektare itu yang membeli area tersebut pada 2017.

Pengambilan gambar di North Carolina sebagai District 12, rumah bagi tokoh Katniss, Peeta dan Gale, dilakukan 2011.

Sebenarnya, desa tersebut memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 1905 saat Henry River Manufacturing Co. mendirikan pabrik di Hildebran, sebelah barat North Carolina, sekitar 112 km timur Asheville.

Pabrik, yang ditutup tahun 1970 dan mengalami kebakaran pada 1977, sekarang menjadi toko dua lantai dan sekitar 20 rumah kayu para pekerja tekstil.

Disebutkan bahwa desa itu adalah “situs yang ditinggalkan yang tampak seperti kota hantu” dalam dua dekade setelah pabrik terbakar, dengan 14 rumah runtuh dan rumah pondokan yang hancur.

Terlepas dari kerusakan yang ada, desa itu “adalah kumpulan perumahan pabrik yang tidak berubah di pedesaan terencana yang terkait dengan industri tekstil penting Carolina Utara di awal abad kedua puluh,” kata formulir yang menominasikan desa itu sebagai tempat bersejarah.

Reyes dan keluarganya sedang mencari properti agar dapat membangun rumah untuk keluarga besarnya ketika mereka menemukan The Mill.

Pintu depan bangunan batu bata yang dulunya adalah toko perusahaan dan berfungsi sebagai Mellark Bakery dalam film itu ditutup dengan sepotong kayu lapis, kata Reyes.

Namun, mereka bertiga terpesona. Mereka berkeliling properti suatu sore dan memilikinya di bawah kontrak pada hari berikutnya, dengan membayar 360.000 dolar. Harga itu termasuk murah mengingat pemilik sebelumnya pernah meminta 1,4 juta dolar. Pemilik itu, Wade Shepherd, meninggal pada 2015, dua tahun sebelum desa itu dijual.

“Kami tahu sejak awal bahwa kami ingin menyelamatkan rumah-rumah ini,” kata Reyes.

“Kami bukan pelestari atau pengembang. Tetapi desa itu berbicara kepada kami, dan itu adalah sesuatu yang ingin kami lakukan,” katanya seperti dilaporkan Time, yang dikutip pada Sabtu.

Baca juga: Jennifer Lawrence bertunangan dengan Cooke Maroney
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story 4” diprediksi kantongi 135 juta dolar

Jakarta (ANTARA) – “Toy Story 4” diperkirakan mengantongi pendapatan hingga 135 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaan film tersebut di Amerika Utara, menurut estimasi yang dipublikasikan, Jumat.

Jika perkiraan itu tepat, “Toy Story 4” memulai debutnya sebagai film dengan raihan tebesar ketiga setelah “Avengers: Endgame” dengan perolehan 357 juta dolar AS dan “Kapten Marvel” 353 juta dolar AS, seperti dilansir Variety.

“Toy Story 4” dibuka secara mengesankan dengan pendapatan 12 juta dolar saat penayangannya pada Kamis malam di Amerika Utara, mencatatkan prestasi kedua terbaik untuk film animasi setelah “Incredibles 2” yang dirilis setahun lalu dengan perolehan 18,5 juta dolar.

Hanya saja, prediksi hasil awal untuk “Toy Story 4” itu di bawah perkiraan sebelum rilis yakni 140 juta dolar dari hasil pemutaran di 4.575 bioskop di dalam negeri akhir pekan ini.

Namun, pembukaan untuk film petualangan Sheriff Woody dan Buzz Lightyear tersebut akan menjadi terbesar yang kedua setelah “Incredibles 2” dengan raupan 182 juta dolar. Saat ini, posisi kedua masih diduduki “Finding Dory” dengan 135 juta dolar, yang merupakan pembukaan domestik terbesar ke-29 sepanjang masa.

Baca juga: “Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Data Comcast’s PostTrak dari survei yang dilakukan pada anggotanya menunjukkan 83 persen penonton mengatakan mereka akan “merekomendasikan” film itu kepada teman-teman mereka.

Sebanyak 60 persen mengungkapkan alasan utama menonton film itu karena mereka adalah penggemar “Toy Story”. Survei juga menunjukkan 26 persen mengatakan mereka akan menonton film itu lagi di bioskop dan 22 persen mengatakan mereka berencana untuk membeli film Blu-Ray-nya.

“Toy Story 4”, yang debut 24 tahun setelah “Toy Story”, disutradarai oleh Josh Cooley. Film keempat ini, menceritakan petualangan Woody yang berurusan dengan si tukang bingung Forky.

Film dari Disney-Pixar itu juga diluncurkan akhir pekan ini di sekitar dua pertiga pasar internasional dengan debut di Australia, China, Meksiko, Korea Selatan, dan Inggris.

“Toy Story 3” 2010 dibuka dengan 110,3 juta dolar di Amerika Utara dan akhirnya mencatat total 415 juta dolar untuk pasar domestik, bersama dengan 1,07 miliar dolar di seluruh dunia.

Baca juga: “Toy Story” menginspirasi kolektor dan fotografer mainan

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sepotong perjalanan karir Sabyan di “Sabyan Menjemput Mimpi”

Jakarta (ANTARA) – Nissa, pelajar di sebuah SMK di Bogor setiap hari harus membagi waktunya untuk sekolah dan latihan menyanyi bersama grup musik gambus Sabyan.

Kesibukan membagi waktu bukan perkara mudah bagi perempuan berhijab itu. Latihan menyanyi sering selesai pada tengah malam membuatnya terlambat berangkat ke sekolah keesokan harinya.

Kendati begitu, orang tua Nissa (diperankan Cici Tegal dan Dicky Chandra) tidak bisa melarang putrinya menghentikan kegiatannya bersama Sabyan, yang waktu itu belum resmi meminang Nissa sebagai vokalis utamanya.

Tampil dalam satu acara pernikahan ke pernikahan lain menjadi ladang rezeki untuk Nissa dan Ayus, Kamal, Tebe, Owan dan Anis itu.

Hingga pada satu waktu, penampilan mereka mencuri perhatian sesosok perempuan berjilbab. Sosok perempuan berjilbab inilah yang menjadi gerbang pembuka Sabyan sehingga dikenal masyarakat. Siapa dia?

Baca juga: Perdana berakting di layar perak, Sabyan grogi bahkan sempat menangis

Selama sekitar dua jam, sutradara Amin Ishaq menghadirkan sepotong perjalanan karir Sabyan saat Nissa bergabung di dalamnya, melalui penuturan langsung para personelnya.

Hanya saja, fokus cerita memang pada sosok Nissa ketimbang para personel lain Sabyan. Cerita awal terbentuknya grup juga semata dari tuturan langsung Ayus.

Canda tawa hingga ekspresi rasa kesal mereka hadirkan sepanjang penuturan. Kehadiran seorang pria bernama Dimas dalam hidup Nissa menjadi bumbu tambahan dalam film itu.

Bukan hanya cerita Nissa dan grup Sabyan, Amin juga menghadirkan kisah tetangga Nissa. Adalah seorang pria yang ditinggal istri (diperankan Ade Firman Hakim). Pria itu tinggal bersama putri semata wayang dan ayahnya yang tuna netra.

Film “Sabyan Menjemput Mimpi” produksi Millennia Pictures itu akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Juni 2019.

Baca juga: Tampil perdana di film, Sabyan ketagihan berakting?

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Luc Besson mengulang “Nikita” lewat “Anna”?

Jakarta (ANTARA) – Tahun 1990, keberuntungan berpihak pada Anna Poliatova, dalam sekejap dia menjadi supermodel dan merasakan Paris yang gemerlap.

Anna sedang menjual matryoshka saat dia bertemu pencari bakat asal kota mode, yang dalam sekejap dapat menemukan potensi modelling Anna hanya dengan melihatnya membaca buku.

Anna pun pindah ke Paris dan dia belajar menjadi model. Tidak ada yang tahu Anna menjalani dua kehidupan sekaligus.

Femme fatale

Luc Besson, sutradara kenamaan asal Prancis, menggunakan formula lawas yang pernah dia gunakan pada tahun 1990-an, tokoh utama perempuan dan judul film diambil dari nama sang tokoh.

Besson sukses dengan “Nikita” atau “La Femme Nikita”, meski pun berbeda karakter, tokoh rekaan karya Besson ini digambarkan sebagai “femme fatale”, cantik, namun berbahaya.
  Film “Nikita” atau “La Femme Nikita” karya Luc Besson. (Imdb.com)

Mendengar Besson membuat “Anna”, mau tidak mau terbayang sosok Nikita yang elegan, namun tangguh. Besson memilih model asal Rusia Sasha Luss sebagai Anna Poliatova, entah kebetulan semata atau sengaja, Anna pun seorang model.

Anna, yang seorang Rusia, bertolak ke Paris, kepincut pria dan akhirnya menjadi agen intelijen Rusia KGB di bawah asuhan Olga (Helen Mirren) di tahun 1990. Kebetulan atau bukan, “Nikita” juga dirilis pada 1990.
  Film “Anna” karya Luc Besson. (Imdb.com)

Luc Besson menggunakan lima menit pertama di film “Anna” untuk menjanjikan cerita yang menegangkan, 15 menit berikutnya untuk perkenalan hidup Anna yang terasa cepat dan sedikit membingungkan.

Tiba-tiba, penonton diajak mundur ke tahun 1987 saat Anna bermasalah dengan kekasihnya dan bagaimana Alexei (Luke Evans) menawarkan masa depan dengan menjadi agen mata-mata.

Besson terus menggunakan alur maju-mundur sepanjang film, ditandai dengan sebuah peristiwa kemudian adegan berikutnya menjelaskan mengapa peristiwa tersebut terjadi. Alur seperti ini juga digunakan dalam film “Vantage Point” karya Pete Travis pada 2008 lalu.

Tips menonton “Anna” karya Luc Besson: perhatikan detail.

Meski pun Besson sangat memperhatikan detail pada cerita, sayangnya, dia kurang memperhatikan detail pada properti yang digunakan dalam film. Beberapa teknologi terkesan terlalu canggih untuk akhir tahun 80an dan awal 90an, misalnya laptop yang terlalu modern.

Anna sudah terbiasa menggunakan laptop, tentu sebagai agen mata-mata dia harus mahir segala hal, bahkan dia sudah mahir menggunakan laptop jauh sebelum menjadi agen rahasia. Menariknya, dia juga sudah menggunakan USB flash drive pada tahun 90an, padahal teknologi tersebut terkenal pada 2000an awal.

Lionsgate Summit Entertainment semula menjadwalkan film ini rilis pada Oktober 2017, namun, seperti dikutip dari laman LA Times, Besson tersandung kasus pelecehan seksual setahun belakangan ini.

Kabar tentang film “Anna” kembali mencuat sekira bulan April 2019, mereka meluncurkan trailer hingga akhirnya resmi rilis pada 21 Juni.

Baca juga: “Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Baca juga: Resensi: “Hit & Run”, film aksi berbalut komedi renyah

Baca juga: Resensi: Menyaksikan film horor sambil tertawa di “Ghost Writer”

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story” menginspirasi kolektor dan fotografer mainan

Jakarta (ANTARA) – Kehadiran film-film dari sekuel “Toy Story” yang sudah eksis selama 20 tahun rupanya menginspirasi kolektor dan fotografer mainan (toygrapher) untuk menggeluti hobi tersebut.

“Toy Story mewakilkan kita-kita ini, bahkan mereka yang membuat kita memiliki hobi ini dan bisa sayang sama mainan-mainan kita dari kecil,” kata Agam, pendiri komunitas ToygraphyID di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ia dan beberapa teman pegiat “toy photography” ini mengaku senang dan cukup emosional ketika menyaksikan petualangan baru Woody cs di layar lebar setelah penantian sembilan tahun lamanya dari “Toy Story 3” (2010).

“Cukup kaget juga karena film yang ketiga sudah klimaks banget. Tapi yang keempat ini menyenangkan dan bikin nangis juga. Ya mungkin karena kita tumbuh sama mereka, ya,” ujar dia.
  Poster dari film “Toy Story 4”. (IMDB)

Agam dan teman-temannya lalu mengatakan mereka sudah tidak sabar mengambil mainan mereka untuk dipotret seusai menonton film “Toy Story 4”.

Sementara itu, petualangan Woody (Tom Hanks), Buzz Lightyear (Tim Allen), dan teman-teman mainannya sudah dapat disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air mulai hari ini.

Film berdurasi 1 jam 40 menit ini adalah pilihan film yang pas untuk melepas penat dan menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Baca juga: Kesan para selebritas tentang “Toy Story 4”

Baca juga: “Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Baca juga: “Toy Story 4” tayang serentak mulai hari ini

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Jakarta (ANTARA) – Woody, Buzz, dan kawan-kawan dari squad mainan lainnya kembali berpetualang ke sebuah tempat baru, setelah dipindahtangankan Andy kepada gadis kecil bernama Bonnie yang baru menginjak bangku taman kanak-kanak.

Pada kisah terbaru sekuel ke-empat dari Toy Story kali ini, Woody (Tom Hanks) bertemu dengan mainan baru yang dibuat oleh Bonnie di sekolahnya, bernama Forky (Tony Hale) yang menganggap dirinya ‘sampah’, mengingat ia dibuat dari spork (spoon + fork) dan barang-barang bekas lainnya.

Woody yakin keberadaannya di dunia adalah untuk memastikan kebahagiaan pemiliknya, yang saat ini adalah Bonnie. Sang koboi lalu berusaha menyadarkan Forky bahwa ia bukanlah seonggok sampah, melainkan mainan, sama seperti Woody, Buzz, Jessie, dan lainnya, karena Forky sangat dicintai oleh Bonnie.

Baca juga: Keanu Reeves akan muncul di “Toy Story 4”

Karakter Forky pada cuplikan dari film “Toy Story 4”. (dok. Disney)
Perjalanan Woody guna menyadarkan Forky kemudian membawa kelompok mereka ke sebuah tempat yang tak pernah dikunjungi. Yakni ketika Bonnie membawa mainan-mainannya berlibur bersama seusai orientasi sekolahnya.

Banyak rintangan yang harus mereka hadapi, namun petualangan itu justru berujung pada pertemuan Woody dengan sahabat lamanya, Bo Peep, dan mengenalkannya dengan teman-teman baru.

Film yang disutradarai Josh Cooley ini seakan merupakan jawaban dari sembilan tahun penantian para penggemar sekuel film animasi unggulan Disney Pixar ini. Terlebih, banyak penggemar yang berpikir bahwa “Toy Story 3″(2010) merupakan akhir dari petualangan Woody dan kawan-kawan, mengingat Andy telah beranjak dewasa dan menjadi seorang mahasiswa.

Ditambah dengan alur cerita yang dituangkan Andrew Stanton ke dalam naskahnya, menyuguhkan dinamika emosional tersendiri bagi para penonton yang sebagian besar tumbuh bersama Toy Story.
 

Woody, Buzz, Bunny dan Ducky pada cuplikan dari film “Toy Story 4”. (dok. Disney)
Misalnya bagaimana soundtrack legendaris Toy Story, “A Friend in Me” diputar bersama dengan cuplikan-cuplikan adegan dari tiga film sebelumnya. Pertemuan dengan kawan lama setelah sekian lama pun menggugah ingatan masa lalu penonton akan persahabatan para mainan Andy dulu.

Tak hanya itu, dialog-dialog yang disisipi guyonan ringan khas Disney pun menambah bumbu tersendiri yang menyempurnakan jalannya cerita.

Perwatakan karakter didukung dengan voice acting ciamik dari Tom Hanks (Woody), Tim Allen (Buzz Lightyear), Annie Potts (Bo Peep). Tak hanya itu, kehadiran deretan pengisi suara baru seperti Tony Hale (Forky), aktor-aktor kondang seperti Keanu Reeves (Duke Caboom) dan Keagan-Michael Key (Ducky) hingga sutradara film nominasi Oscar, Jordan Peele (Bunny) menambah kesegaran dan keceriaan cerita.
 

Hangat, menyentuh, dan menyenangkan. Hal-hal ini membuat Toy Story 4 menjadi salah satu pilihan film yang dapat ditonton bersama keluarga maupun sahabat. Film berdurasi 100 menit ini dapat ditonton di seluruh bioskop tanah air mulai Jumat, 21 Juni 2019.

Baca juga: “Toy Story 4” tayang serentak mulai hari ini

Baca juga: Disney keluarkan teaser baru “Toy Story” 4″, ini bocorannya

Baca juga: Disney dan Pixar rilis trailer “Toy Story 4”

Pertunjukan Disney On Ice

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kesan para selebritas tentang “Toy Story 4”

Jakarta (ANTARA) – Beberapa artis ibu kota berbagi kesan mereka terkait film keempat dari sekuel “Toy Story” saat ditemui usai menghadiri gala premiere film tersebut di Jakarta Selatan.

Aktor Mike Lewis mengatakan ia sangat terenyuh dengan jalan cerita petualangan baru Woody dan kawan-kawan. Ia bahkan mengaku menitikkan air mata ketika menontonnya.

“Iya, mereka bikin nangis lagi. Ceritanya bagus banget, sangat berkesan,” ujar dia.

Senada dengan Mike, mantan VJ kondang Daniel Mananta juga sangat terkesan dengan kehadiran “Toy Story 4”. Ia bahkan membawa serta keluarga kecilnya untuk menonton film bersama.
  Daniel Mananta saat ditemui usai Gala Premiere dan Press Screening “Toy Story 4” di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)
“Suka banget, apalagi gue nonton semua filmnya dari awal. Seru dan bikin agak emosional juga,” kata Daniel.

Dalam kesempatan yang sama, aktor Kevin Julio juga terlihat hadir menonton film garapan studio animasi Disney Pixar tersebut. Kevin Julio saat ditemui usai Gala Premiere dan Press Screening “Toy Story 4” di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

“Gue, karena nonton dari awal, seneng banget bisa lihat mereka lagi. Banyak pesan yang bisa diambil juga,” kata dia.

Sementara itu, petualangan Woody (Tom Hanks), Buzz Lightyear (Tim Allen), dan teman-teman mainannya sudah dapat disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air mulai hari ini.

Film berdurasi 1 jam 40 menit ini adalah pilihan film yang pas untuk melepas penat dan menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Baca juga: “Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa akhir

Baca juga: “Toy Story 4” tayang serentak mulai hari ini

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fan BTS ingin Jimin perankan Prince Eric dari film “Little Mermaid”

Jakarta (ANTARA) – Pengemar BTS ingin personel grup tersebut, Jimin, memerankan Prince Eric dari film “The Little Mermaid” yang akan datang.

Meski demikian belum ada pengumuman resmi terkait para pemeran film yang akan disutradarai Rob Marshall yang pernah menggarap “Chicago” dan “Mary Poppins Returns”.

Selain Jimin, pilihan populer lain adalah Harry Styles dan Noah Centino.

Sementara itu, saat ini BTS membagikan sebuah teaser dari single berbahasa Jepang “Lights”.

Lagu single yang akan dinyanyikan secara rap dalam Bahasa Jepang itu akan dirilis bulan depan, lengkap dengan versi terbaru hit-nya “Boy With Love”.

Baca juga: Tiket tur konser BTS di AS-Eropa terjual 600.000 lembar

Baca juga: Tiga lagu BTS temani misi NASA ke bulan pada 2024
 

Bakti gandeng 23 pemda bangun BTS USO

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tampil perdana di film, Sabyan ketagihan berakting?

Jakarta (ANTARA) – Para personel grup musik religi Sabyan berkesempatan menjajal seni peran layar lebar, dengan memainkan karakter diri mereka sendiri di film “Sabyan Menjemput Mimpi”. 

Lantas bagaimana tanggapan personel Sabyan setelah bermain film, apakah mereka menyukai dunia akting dan berniat mencobanya lagi atau bahkan sudah ketagihan? 

“Belum ketagihan akting karena masih kepikiran syuting kemarin,” ujar Owan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/6) malam.

Hal senada juga Nissa rasakan. Menurut dia, berakting bukan perkara mudah walau memerankan diri sendiri.

“Nissa ngerasain akting enggak gampang,” kata dia.

Belum lama ini, Sabyan terlibat dalam produksi film yang mengisahkan perjalanan grup mereka, “Sabyan Menjemput Mimpi”.

Dalam film besutan sutradara Amin Ishaq itu, semua personel grup yakni Nissa, Ayus, Kamal, Tebe, Owan dan Anis memerankan diri mereka sendiri.

“Perasaan Nissa seneng, deg-degan, enggak nyangka. Enggak berharap banyak di film ini. Siap enggak siap dengan reaksi penonton,” kata Nissa.

Di sisi lain, personel Sabyan lainnya, Yus mengaku sempat tak percaya ada pihak yang mau memfilmkan perjalanan grupnya. Dia juga sempat merasa jantungnya berdegup kencang ketika harus melihat dirinya tampil dalam film.

“Deg-degan. Pertama kali menonton diri kami sendiri. Luar biasa saya hari ini bangga, banyak orang yang bisa melihat perjuangan kami dari awal sampai saat ini,” tutur Yus.

Amin mengatakan produksi film Sabyan hanya memakan waktu delapan hari saja. Bahkan, tidak ada pembacaan naskah seperti dalam produksi film pada umumnya.

Selain para personel Sabyan, sederet selebritas juga terlibat dalam film ini antara lain Dicky Chandra, Ade Firman Hakim, Cici Tegal, Tarzan, Shenina Cinammon, Shendi William, Fuad Idris, Kanaya Gleadys, Aquino Umar dan Salsabila Kholiq.

Film “Sabyan Menjemput Mimpi” rencananya tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Juni 2019.

Baca juga: Perdana berakting di layar perak, Sabyan grogi bahkan sempat menangis
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story 4” tayang serentak mulai hari ini

Jakarta (ANTARA) – Petualangan Woody (Tom Hanks), Buzz Lightyear (Tim Allen), dan teman-teman mainannya berlanjut dan mempertemukan mereka dengan tempat dan kawan-kawan baru. Film keluarga itu akan tayang secara serentak pada Jumat (21/6).

Film yang disutradarai Josh Cooley ini seakan merupakan jawaban dari sembilan tahun penantian para penggemar sekuel film animasi unggulan Disney Pixar ini.

Ditambah dengan alur cerita yang dituangkan Andrew Stanton ke dalam naskahnya, menyuguhkan dinamika emosional tersendiri bagi para penonton yang sebagian besar tumbuh bersama Toy Story.

Pada kisah terbaru sekuel ke-empat dari Toy Story kali ini, Woody (Tom Hanks) bertemu dengan mainan baru yang dibuat oleh Bonnie di sekolahnya, bernama Forky (Tony Hale) yang menganggap dirinya ‘sampah’, mengingat ia dibuat dari spork (spoon + fork) dan barang-barang bekas lainnya.
  Poster dari film “Toy Story 4”. (dok. Disney)

Seperti film-film sebelumnya pada sekuel “Toy Story” yang telah eksis selama 20 tahun lalu, film ini selain menampilkan petualangan seru, juga memiliki guyonan-guyonan jenaka sehingga menyenangkan untuk ditonton.

Penasaran seperti apa petualangan baru Woody dan teman-temannya dalam misi tak terduga mereka? Film berdurasi 1 jam 40 menit ini adalah pilihan film yang pas untuk melepas penat dan menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Baca juga: Disney keluarkan teaser baru “Toy Story” 4″, ini bocorannya

Baca juga: Disney dan Pixar rilis trailer “Toy Story 4”

Baca juga: Toy Story hadir dalam bentuk kosmetik

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perdana berakting di layar perak, Sabyan grogi bahkan sempat menangis

Jakarta (ANTARA) – Para personel grup musik religi Sabyan tak menutupi rasa bahagia sekaligus grogi saat berakting kali pertama dalam film yang mengisahkan perjalanan grup mereka, “Sabyan Menjemput Mimpi”.

Dalam film besutan sutradara Amin Ishaq itu, semua personel grup yakni Nissa, Ayus, Kamal, Tebe, Owan dan Anis memerankan diri mereka sendiri.

“Perasaan Nissa senang, deg-degan, enggak nyangka. Enggak berharap banyak di film ini. Siap enggak siap dengan reaksi penonton,” kata Nissa dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis malam.

Setelah menonton film, dia mengaku senang karena ternyata dirinya bisa berakting, walau menjadi diri sendiri. Nissa mengaku sempat menangis melihat dirinya tampil di layar perak.

Baca juga: Nissa Sabyan terharu perjalanan karirnya difilmkan

Di sisi lain, personel Sabyan lainnya, Yus mengaku sempat tak percaya ada pihak yang mau memfilmkan perjalanan grupnya. Dia juga sempat merasa jantungnya berdegub kencang ketika harus melihat dirinya tampil dalam film.

“Deg-degan. Pertama kali menonton diri kami sendiri. Luar biasa saya hari inu bangga, banyak orang yang bisa melihat perjuangan kami dari awal sampai saat ini,” kata Yus.

Amin mengatakan produksi film Sabyan hanya memakan waktu delapan hari karena keterbatasan waktu yang Sabyan miliki. Bahkan, tidak ada pembacaan naskah bak dalam produksi film pada umumnya.

“Skenario kami buat sendiri. Saya mencari cara supaya mereka nyaman berakting. Spontanitas teman-teman yang saya tangkap dan manfaatkan untuk menghidupkan adegan,” tutur dia.

Baca juga: “Ikhlas”, kolaborasi Nissa Sabyan, Siti Nurhaliza dan Taufik Batisah

Dia dan para personel Sabyan berharap karya produksi Millennia Pictures ini tak sekedar menghibur tetapi juga memberikan inspirasi bagi penontonnya.

“Saya berharap film “Sabyan Menjemput Mimpi” bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk penontonnya, bukan hanya bisa menghibur tetapi juga memberikan inspirasi untuk penonton film Indonesia,” kata Nissa mewakili grupnya.

“Sabyan Menjemput Mimpi” bercerita tentang perjalanan karir grup musik religi Sabyan Gambus sejak awal terbentuk hingga meraih popularitas. Karakter dalam film diperankan sendiri oleh para personel Sabyan, yakni Nissa, Ayus, Kamal, Tebe, Owan dan Anis.

Selain para personel Sabyan, sederet selebritas juga terlibat dalam film ini antara lain Dicky Chandra, Ade Firman Hakim, Cici Tegal, Tarzan, Shenina Cinammon, Shendi William, Fuad Idris, Kanaya Gleadys, Aquino Umar dan Salsabila Kholiq.

Film “Sabyan Menjemput Mimpi” rencananya tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Juni 2019.

Baca juga: Rhoma dan Nissa Sabyan semarakkan kampanye Prabowo-Sandi di Tangerang

Baca juga: Sabyan ucapkan duka cita untuk korban tsunami

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Merasakan makna persahabatan dalam “Koki-koki Cilik 2”

Jakarta (ANTARA) – Film kedua dari sekuel berjudul sama, “Koki-koki Cilik” mengajak penonton menjajal petualangan Bima (Farras Fatik), Melly (Alifa Lubis), dan kawan-kawan di sekolah memasak mereka bernama “Cooking Camp”.

Para chef cilik itu lalu berkumpul dan merencanakan untuk mengunjungi Chef Grant (Ringgo Agus Rahman), yang ternyata tidak mengurus tempat tersebut. Bima dan gengnya lalu membuat misi untuk menyelamatkan sekolah memasaknya itu.

Keseruan dari misi mereka pun bertambah dengan hadirnya Adit (Adhiyat) yang ditemani tantenya, Adel (Kimberly Rider). Kekuatan cerita pun disempurnakan dengan kehadiran Evan (Christian Sugiono).

Sebuah gambaran tentang kerjasama disajikan Viva Westi sebagai sutradara dengan gaya khas anak-anak yang polos, jenaka, dan apa adanya.

Ini adalah tantangan bagi Viva Westi yang baru pertama kali menyutradari film dengan pemain yang sebagian besar adalah artis cilik, dengan skenario yang ditulis Vera Varidia.

Sebuah makna pertemanan, kerja sama, dan saling menolong menjadikan film “Koki-Koki Cilik 2” memiliki banyak nilai positif. Misi penyelamatan cooking camp dilakukan dengan terencana, menggunakan kemampuan para alumninya memasak.
  Pemain-pemain beserta kru produksi film “Koki-koki Cilik 2” usai Press Screening dan Press Conference pada Gala Premiere, XXI Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira) ​​​​

Sementara itu, Gala Premier dan Press Screening Koki-Koki Cilik 2 dilangsungkan di XXI Mal Kota Kasablanka, Kamis (20/6) bersama para pemain beserta sutradara, penulis naskah, dan kru.

Screening juga dilakukan serentak di 10 kota, seperti Bogor, Cirebon, Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Palembang, dan Makassar.

Film Koki-Koki Cilik 2 akan tayang serentak di bioskop-bioskop tanah air mulai Kamis, 27 Juni 2019 mendatang.

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringgo Agus Rahman senang bisa reuni bareng Christian Sugiono

Jakarta (ANTARA) – Pemain film Ringgo Agus Rahman mengaku senang bisa bertemu dan bermain film kembali dengan sahabatnya, Christian Sugiono, yang akan menjadi lawan mainnya pada film “Koki-koki Cilik 2”, .

“Akhirnya setelah sekian lama, gue bisa ketemu dan main film bareng Christian lagi. Ketemu Tian lagi di film ini yang paling bikin gue happy,” kata Ringgo usai konferensi pers film “Koki-koki Cilik 2” di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu.

Ia kemudian berbagi kisah mengenai persahabatannya dengan aktor Christian Sugiono. Bagi Ringgo, Christian adalah orang yang baik dan telah banyak mendukungnya sejak pertemuan pertama mereka.

“Christian orangnya baik sekali. Baru pertama kali kenalan udah ngajak gue jalan,” kenang Ringgo.

Perjalanan hidupnya, lanjut Ringgo, banyak dibantu oleh Christian. Mulai dari awal ia tinggal di Jakarta untuk film pertamanya, bertempat tinggal bersama Christian, dan lain sebagainya.

Ringgo menganggap Christian merupakan salah satu sahabat dan pendukung terbesarnya dalam karirnya sebagai seorang aktor.

“Tian juga banyak banget ngasih masukan. Karena waktu gue pertama kali main film, gue ga tau apa-apa,” kata suami Sabai Morscheck ini.

Sementara itu, duo Ringgo Agus Rahman dan Christian Sugiono dapat kembali disaksikan di film “Koki-koki Cilik 2” yang akan tayang serentak pada 27 Juni 2019 mendatang di bioskop Indonesia.

Baca juga: Ringgo Agus Rahman main lagi di “Koki Koki Cilik 2”

Baca juga: “Keluarga Cemara” dapat 11 Nominasi Piala Maya

Baca juga: Ringgo Agus komentari kasus prostitusi daring Vanessa Angel

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Avengers: Endgame” akan dirilis ulang, ada kejutan usai kredit film

Jakarta (ANTARA) – Presiden Marvel Studios Kevin Feige mengatakan di sejumlah kesempatan bahwa “Avengers: Endgame” akan dirilis ulang di bioskop dengan adegan-adegan tambahan yang tak ada di film yang sudah tayang sebelumnya, yang durasinya sudah sangat panjang yakni tiga jam satu menit.

Sayangnya Disney tak mau menanggapi hal itu saat dikonfirmasi Variety dilansir Rabu (20/6).

Meski demikian juru bicara perusahaan mengatakan bahwa film kedua “Avengers: Endgame” ini tak akan tersedia dalam format Imax.

“Bukan potongan tambahan, tetapi akan ada versi dengan beberapa hal baru di akhir film,” kata Feige kepada ScreenRant.

“Jadi jika Anda menunggu sampai kredit film selesai, akan ada adegan yang dihapus, sedikit penghargaan, dan beberapa kejutan. Film akan hadir akhir pekan depan. “

Baca juga: OPPO F11 Pro hadir versi Avengers

Baca juga: “Avengers: Endgame” jadi film terpanjang MCU

Baca juga: “Avengers: Endgame” misi terakhir Avengers selamatkan semesta

Pertunjukan Disney On Ice

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toy Story 4”, nostalgia dan petualangan tanpa batas

Jakarta (ANTARA) – Woody, Buzz, dan kawan-kawan squad mainan lainnya kembali berpetualang ke sebuah tempat baru, setelah dipindahtangankan Andy kepada gadis kecil bernama Bonnie yang baru menginjak bangku taman kanak-kanak.

Pada kisah terbaru sekuel ke-empat dari Toy Story kali ini, Woody (Tom Hanks) bertemu dengan mainan baru yang dibuat oleh Bonnie di sekolahnya, bernama Forky (Tony Hale) yang menganggap dirinya ‘sampah’, mengingat ia dibuat dari spork (spoon + fork) dan barang-barang bekas lainnya.

Woody yakin keberadaannya di dunia adalah untuk memastikan kebahagiaan pemiliknya, yang saat ini adalah Bonnie. Sang koboi lalu berusaha menyadarkan Forky bahwa ia bukanlah seonggok sampah, melainkan mainan, sama seperti Woody, Buzz, Jessie, dan lainnya, karena Forky sangat dicintai oleh Bonnie.

Forky, cuplikan dari film Toy Story 4. (imdb) Perjalanan Woody guna menyadarkan Forky kemudian membawa geng ini ke sebuah tempat yang mereka tak pernah kunjungi. Yakni ketika Bonnie membawa mainan-mainannya berlibur bersama seusai orientasi sekolahnya.

Banyak rintangan yang harus mereka hadapi, namun petualangan itu justru berujung pada pertemuan Woody dengan sahabat lamanya, Bo Peep, dan mengenalkannya dengan teman-teman baru.

Film yang disutradarai Josh Cooley ini seakan merupakan jawaban dari sembilan tahun penantian para penggemar sekuel film animasi unggulan Disney Pixar ini. Terlebih, banyak penggemar yang berpikir bahwa “Toy Story 3″(2010) merupakan akhir dari petualangan Woody dan kawan-kawan, mengingat Andy telah beranjak dewasa dan menjadi seorang mahasiswa.

Ditambah dengan alur cerita yang dituangkan Andrew Stanton ke dalam naskahnya, menyuguhkan dinamika emosional tersendiri bagi para penonton yang sebagian besar tumbuh bersama Toy Story.

Kawan-kawan mainan Bonnie, cuplikan dari film Toy Story 4. (imdb) Misalnya bagaimana soundtrack legendaris Toy Story, “A Friend in Me” diputar bersama dengan cuplikan-cuplikan adegan dari tiga film sebelumnya. Pertemuan dengan Bo Peep setelah sekian lama pun menggugah ingatan masa lalu penonton akan persahabatan para mainan Andy dulu.

Tak hanya itu, dialog-dialog yang disisipi guyonan ringan khas Disney pun menambah bumbu tersendiri yang menyempurnakan jalannya cerita.

Perwatakan karakter didukung dengan voice acting ciamik dari Tom Hanks (Woody), Tim Allen (Buzz Lightyear), Annie Potts (Bo Peep). Tak hanya itu, kehadiran deretan pengisi suara baru seperti Tony Hale (Forky), aktor-aktor kondang seperti Keanu Reeves (Duke Caboom) dan Keagan-Michael Key (Ducky) hingga sutradara film nominasi Oscar, Jordan Peele (Bunny) menambah kesegaran dan keceriaan cerita.

Hangat, menyentuh, dan menyenangkan. Hal-hal ini membuat Toy Story 4 menjadi salah satu pilihan film yang dapat ditonton bersama keluarga maupun sahabat. Film berdurasi 100 menit ini dapat ditonton di seluruh bioskop tanah air mulai Jumat, 21 Juni 2019.

Baca juga: Toy Story hadir dalam bentuk kosmetik

Baca juga: Keanu Reeves akan muncul di “Toy Story 4”

Baca juga: Tom Hanks stop makan daging tiap Senin

Perjalanan 100 Hari KRI Bima Suci singgahi Kota Batam

Oleh Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019