Sandra Bullock dan Brie Larson terima penghargaan MTV

Pemeran Capten Marvel Brie Larson menyapa penonton saat menghadiri MTV Movie and TV Awards 2019 di Santa Monica, California, Minggu (16/6/2019). Brie Larson memenangi kategori “Best Fight” berkat aksinya di Captain Marvel. ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Blake/pras.

Daftar lengkap pemenang MTV Movie & TV Awards

Jakarta (ANTARA) – Penghargaan MTV Movie & TV disiarkan pada Senin (17/6) di Barker Hangar in Santa Monica, Amerika Serikat, waktu setempat dibawakan oleh Zachary Levi dan sederet selebritis kenamaan.

Tahun ini, “Avengers: Endgame” dan “Game of Thrones” mendominasi dengan meraih empat nominasi, seperti halnya dokumenter peraih Oscar “RBG”.

Selain itu, MTV Movie & TV Awards tahun ini juga menghadirkan tiga kategori baru yakni: reality royalty, most meme-able moment dan best real-life hero.

Berikut daftar lengkap pemenang MTV Movie & TV Awards dilansir Variety, Selasa:

Best Movie
Pemenang: Avengers: Endgame
BlacKkKlansman
Spider-Man: Into the Spider-Verse
To All the Boys I’ve Loved Before
Us

Best Show
Big Mouth
Pemenang: Game of Thrones
Riverdale
Schitt’s Creek
The Haunting of Hill House

Best Performance in a Movie
Amandla Stenberg (Starr Carter) – “The Hate U Give”
Pemenang: Lady Gaga (Ally) – “A Star is Born”
Lupita Nyong’o (Red) – “Us”
Rami Malek (Freddie Mercury) –”“Bohemian Rhapsody”
Sandra Bullock (Malorie) – “Bird Box”

Best Performance in a Show
Pemenang: Elisabeth Moss (June Osborne/Offred) – “The Handmaid’s Tale”
Emilia Clarke (Daenerys Targaryen) – “Game of Thrones”
Gina Rodriguez (Jane Villanueva) – “Jane the Virgin”
Jason Mitchell (Brandon) – “The Chi”
Kiernan Shipka (Sabrina Spellman) – “Chilling Adventures of Sabrina”

Best Hero
Brie Larson (Carol Danvers/Captain Marvel) – “Captain Marvel”
John David Washington (Ron Stallworth) – “BlacKkKlansman”
Maisie Williams (Arya Stark) – “Game of Thrones”
Pemenang: Robert Downey Jr. (Tony Stark/Iron Man) – “Avengers: Endgame”
Zachary Levi (Billy Batson/Shazam) – “Shazam!”

Best Villain
Jodie Comer (Villanelle) – “Killing Eve”
Joseph Fiennes (Commander Fred Waterford) – “The Handmaid’s Tale”
Pemenang: Josh Brolin (Thanos) – “Avengers: Endgame”
Lupita Nyong’o (Red) – “Us”
Penn Badgley (Joe Goldberg) – “You”

Best Kiss
Camila Mendes & Charles Melton (Veronica Lodge & Reggie Mantle) – “Riverdale”
Jason Momoa & Amber Heard (Aquaman & Mera) – “Aquaman”
Ncuti Gatwa & Connor Swindells (Eric Effiong & Adam Groff) – “Sex Education”
Pemenang: Noah Centineo & Lana Condor (Peter Kavinsky & Lara Jean) – “To All the Boys I’ve Loved Before”
Tom Hardy & Michelle Williams (Eddie Brock/Venom & Anne Weying) – “Venom”

Reality Royalty
Jersey Shore: Family Vacation
Pemenang: Love & Hip Hop: Atlanta
The Bachelor
The Challenge
Vanderpump Rules

Best Comedic Performance
Awkwafina (Peik Lin Goh) – “Crazy Rich Asians”
Pemenang: Dan Levy (David Rose) – “Schitt’s Creek”
John Mulaney (Andrew Glouberman) – “Big Mouth”
Marsai Martin (Little Jordan Sanders) – “Little”
Zachary Levi (Billy Batson/Shazam) –”Shazam!”

Breakthrough Performance
Awkwafina (Peik Lin Goh) – “Crazy Rich Asians”
Haley Lu Richardson (Stella) – “Five Feet Apart”
Mj Rodriguez (Blanca Rodriguez) – “Pose”
Ncuti Gatwa (Eric Effiong) – “Sex Education”
Pemenang: Noah Centineo (Peter Kavinsky) – “To All the Boys I’ve Loved Before”

Best Fight
“Avengers: Endgame” – Captain America vs. Thanos
Pemenang: “Captain Marvel” – Captain Marvel vs. Minn-Erva
“Game of Thrones” – Arya Stark vs. the White Walkers
“RBG” – Ruth Bader Ginsburg vs. Inequality
“WWE Wrestlemani”” – Becky Lynch vs. Ronda Rousey vs. Charlotte Flair

Best Real-Life Hero
Alex Honnold – “Free Solo”
Hannah Gadsby – “Nanette”
Roman Reigns – “WWE SmackDown”
Pemenang: Ruth Bader Ginsburg – “RBG”
Serena Williams – “Being Serena”

Most Frightened Performance
Alex Wolff (Peter) – “Hereditary”
Linda Cardellini (Anna Tate-Garcia) – “The Curse of La Llorona”
Rhian Rees (Dana Haines) – “Halloween”
Pemenang: Sandra Bullock (Malorie) – “Bird Box”
Victoria Pedretti (Nell Crain) – “The Haunting of Hill House”

Best Documentary
At the Heart of Gold: Inside the USA Gymnastics Scandal
McQuee
Minding the Gap
RBG
Pemenang: Surviving R. Kelly

Best Host
Gayle King – “CBS This Morning”
Pemenang: Nick Cannon –”“Wild ‘n Out”
Nick Cannon – “The Masked Singer”
RuPaul – “RuPaul’s Drag Race”
Trevor Noah – “The Daily Show with Trevor Noah”

Most Meme-able Moment
“Lindsay Lohan’s Beach Club” – The Lilo Dance
“Love & Hip Hop: Hollywood” – Ray J’s Hat
“RBG” – The Notorious RBG
“RuPaul’s Drag Race” – Asia O’Hara’s butterfly finale fail
Pemenang: “The Bachelor” – Colton Underwood jumps the fence

Sementara itu, penghargaan Best Musical Moment diraih lagu Shallow dari film “A Star Is Born”.

Penghargaan MTV Generation Award diberikan kepada Dwayne Johnson dan penghargaan MTV Trailblazer Award
diberikan kepada Jada Pinkett Smith.

Baca juga: Penggemar Avengers buat petisi untuk ganti cerita “Endgame”

Baca juga: Lady Gaga kenakan empat kostum, curi perhatian di Met Gala 2019
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Ajari Aku Islam” bawa pesan cinta dan persatuan

Medan (ANTARA) – Film religi berbalut romansa “Ajari Aku Islam” (AAI) yang diangkat dari cerita hidup sang produser Jaymes Riyanto, membawa pesan tentang cinta, Islam, dan persatuan bagi para penontonnya.

Lewat kisah cinta dua anak manusia berbeda agama, “Ajari Aku Islam” yang dibintangi oleh Roger Danuarta dan Cut Meyriska itu, diharapkan mampu membuka mata masyarakat untuk tidak lagi mempertentangkan perbedaan.

“Polemik perbedaan agama dan etnis yang terjadi di Indonesia belakangan membuat saya merasa gelisah sehingga berharap film itu bisa membantu menyadarkan pentingnya menjaga persatuan Indonesia,” ujar Jaymes di Medan, Selasa.

Jaymes adalah pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, yang juga produser “Ajari Aku Islam”. Film tersebut  rencananya tayang di bioskop Tanah Air pada September 2019.

Tokoh utama dalam AAI adalah Kenny, yang diperankan oleh Roger Danuarta. Dikisahkan, Kenny, pemuda berdarah China-Indonesia dan beragama Konghucu jatuh hati kepada Fidya (Cut Meyriska), seorang perempuan Muslim Melayu.

Proses penggarapan film sudah dimulai sejak Oktober 2018 dengan pengambilan gambar sebagian besar dilakukan di Kota Medan, seperti di Masjid Raya Al Mashun, Istana Mai­mun, Bunda­ran Majestik, dan kota tua Kesa­wan.

“Selebihnya lokasi di Jakarta dan Tanggerang,” tutur Jaymes.

Melalui film yang mengangkat tema religi itu, Jaymes juga ingin mengenalkan Kota Medan, tempat kelahirannya. Ia pun berharap AAI mampu menghibur generasi milenial yang menjadi target utamanya.

Baca juga: Roger Danuarta masuk Islam, pengacara enggan komentar
 

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Rumah Merah Putih” ajarkan persahabatan dari anak-anak, kata Kak Seto

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menilai film “Rumah Merah Putih” banyak memberikan pelajaran mengenai persahabatan dan merajut persatuan bangsa Indonesia.

“Dalam film ‘Rumah Merah Putih’ kita belajar mengenai persahabatan dari anak-anak sekaligus merajut persatuan bangsa Indonesia,” kata Seto Mulyadi yang juga akrab disapa kak Seto usai press screening film di Jakarta, Senin.

Menurut dia, film itu memberikan pendidikan bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak yang mencakup etika, estetika, ilmu pengetahuan dan nasionalisme.

“Anak-anak dalam film itu mengobarkan semangat nasionalisme, lagi-lagi kita belajar dari anak-anak,” katanya.

Ia mengaku terbawa suasana sehingga sempat mengucurkan air mata saat menyaksikan film “Rumah Merah Putih”.

“Saya merasa sangat terhibur, perpaduan gembira dan terharu ditambah dengan dialog yang menggelitik sangat baik dalam film Rumah Merah Putih. Saya sampai menangis tadi,” ujarnya.

Ia menganjurkan agar masyarakat menonton film itu karena banyak nuansa pendidikan sekaligus melihat lebih dekat kehidupan di daerah perbatasan Indonesia.

Di tempat sama, Sutradara dan Produser Film Rumah Merah Putih, Ari Sihasale mengatakan Ide penggarapan kisah Rumah Merah Putih telah muncul sejak lima tahun lalu, yakni cinta dan nasionalisme masyarakat perbatasan yang tidak pernah berubah.

“Cinta Indonesia menjadi pesan utama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terutama sekarang ini, setelah Pilpres dan lain-lain,” katanya.

Ia berharap melalui film ini masyarakat dapat lebih mencintai Indonesia meski berbeda-beda asal daerahnya, namun tetap Indonesia.

“Ingin sampaikan rasa cinta tanah air jangan sampai hilang. Dalam keadaan apapun jangan putus persaudaraan dan hidup dalam bingkai Merah Putih,” ucapnya.

Ari Sihasale mengatakan film Rumah Merah Putih akan menjadi awal “trilogi perbatasan” yang nantinya juga akan membahas kehidupan perbatasan di Papua dan Kalimantan.

Film Rumah Merah Putih siap tayang pada 20 Juni 2019, menampilkan anak-anak asli Nusa Tenggara Timur, dua di antaranya adalah Petrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao. Bintang lainnya adalah Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, dan pendatang baru Dicky Tatipikalawan.

Film itu juga diperkaya oleh soundtrack yang dinyanyikan oleh Amora Lemos, anak dari Knsdayanti dan Raul Lemos. Melalui film “Rumah Merah Putih”, Amora tercatat melakukan debut menyanyi usia 7 tahun, 2 tahun lebih muda dari saat Krisdayantn memulai karier menyanyi. 

Baca juga: “Rumah Merah Putih”, film nasionalis jelang hari kemerdekaan

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Rumah Merah Putih”, film nasionalis jelang hari kemerdekaan

Jakarta (ANTARA) – Setelah vakum sekitar lima tahun, Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen melalui Alenia Pictures kembali membuat film, masih dengan ciri khasnya yang bertema nasionalis nan inspiratif dengan latar cerita menjelang hari kemerdekaan 17 Agustus.

“Film berjudul ‘Rumah Merah Putih’ ini menceritakan kehidupan anak-anak di Nusa Tenggara Timur yang memiliki kecintaan sangat besar pada Indonesia,” ujar Sutradara dan Produser Film Rumah Merah Putih, Ari Sihasale dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan ide penggarapan kisah Rumah Merah Putih telah muncul sejak lima tahun lalu, yakni cinta dan nasionalisme masyarakat perbatasan yang tidak pernah berubah.

“Cinta Indonesia menjadi pesan utama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terutama sekarang ini, setelah Pilpres dan lain-lain,” katanya.

Ia berharap melalui film ini masyarakat dapat lebih mencintai Indonesia meski berbeda-beda asal daerahnya, namun tetap Indonesia.

“Ingin sampaikan rasa cinta tanah air jangan sampai hilang. Dalam keadaan apapun jangan putus persaudaraan dan hidup dalam bingkai Merah Putih,” ucapnya.

Ari Sihasale mengatakan film Rumah Merah Putih akan menjadi awal “trilogi perbatasan” yang nantinya juga akan membahas kehidupan perbatasan di Papua dan Kalimantan.

Eksekutif Produser film Rumah Merah Putih, Nia Sihasale Zulkarnaen mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menayangkan film Rumah Merah Putih.

“Film Alenia dibuat untuk semua umur. Paling cocok kalau ditayangkan selama liburan. Dari bulan Agustus 2018 sudah mempersiapkan produksi dengan cerita yang sebetulnya sudah kami punya sejak empat tahun lalu,” ujarnya.

Film Rumah Merah Putih siap tayang pada 20 Juni 2019, menampilkan anak-anak asli Nusa Tenggara Timur, dua di antaranya adalah Petrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao. Bintang lainnya adalah Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, dan pendatang baru Dicky Tatipikalawan.

Sinopsis

Film Rumah Merah Putih berkisah tentang Farel Amaral yang diperankan oleh Petrick Rumlaklak dan Oscar Lopez (Amori De Purivicacao) tinggal di perbatasan NTT Timor Leste. Meskipun hidup dengan kesederhanaan, rasa cinta mereka terhadap tanah air sangatlah dalam.

Kisah berawal dari satu minggu menjelang Perayaan 17 Agustus ketika empat sekawan Farel dan Oscar akan mengikuti lomba panjat pinang yang meriah.

Namun bukannya bersatu mereka berdebat hadiah mana yang harus diambil duluan. Mereka gagal dan kemudian menyalahkan satu sama lain.

Masalah makin rumit ketika dua kaleng cat merah putih milik Farel hilang entah kemana.

Takut dimarahi ayahnya, Farel, Oscar dan teman-temannya berupaya mengumpulkan uang untuk membeli cat pengganti yang hilang.

Namun tidak cukup itu saja masalah mereka, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa persediaan cat merah putih sudah habis karena perayaan 17 Agustus sudah semakin dekat. Perjalanan Farel, Oscar dan teman-temannya untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus menjadi cerita utama film. 

Baca juga: Ari Sihasale ungkap alasan syuting film “Rumah Merah Putih” di NTT

Baca juga: Film “Rumah Merah Putih” tayang perdana di Kota Kupang

Baca juga: Sebelum berpetualang, Pevita Pearce juga sesuaikan budget

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam Film Indonesia semarakkan Festival Film Shanghai

Beijing (ANTARA) – Sebanyak enam judul film Indonesia turut menyemarakkan Festival Film Internasional di Shanghai (SIFF) ke-22.

Keenam film tersebut, yakni Aruna dan Lidahnya, Generasi Micin, Humba Dreams, Montain Songs, Kafir, dan 27 Steps of May yang diputar di beberapa gedung bioskop di kota terbesar di China itu mulai Sabtu (15/6) hingga Senin.

Pemutaran film Aruna dan Lidahnya yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, dan Oka Antara di Palace Cinema L Mall menarik minat puluhan warga setempat.

Makanan tradisional yang muncul dalam film tersebut seperti “lorjuk”, makanan khas Pamekasan (Madura), dan “pengkang”, makanan khas Singkawang (Kalbar), mengudang selera penonton yang memadati gedung bioskop kelas atas itu.

Generasi Micin yang juga sarat dengan bintang kondang, seperti Mathias Muchus, Cut Mini, Morgan Oey, Joshua Suherman, dan dua “Youtubers” Kevin Anggara dan Clairine Clay menggelitik para penonton di gedung bioskop Shangying Bailian Cinema.

Film “Kafir: Bersekutu Dengan Setan” yang diputar di Sincere Plaza Cinema membuat penonton terkesima oleh peran kuat Sujiwo Tejo sebagai dukun.

Pada Senin sore, giliran Humba Dreams karya Riri Reza yang pernah meraih penghargaan pada Festival Film Internasional di Busan, Korsel, dengan mengetengahkan kisah keseharian warga Nusa Tenggara Timur diputar di SIFF.

Dilanjutkan dengan pemutaran film Mountain Songs dan 27 Steps of May. Sutradara Montain Songs Yusuf Radjamuda masuk dalam nominasi penulis naskah dan sutradara terbaik kategori Asian New Talent Award pada SIFF ke-22 tahun ini.

Selain warga Shanghai, pemutaran enam film Indonesia tersebut juga menyita perhatian warga negara Indonesia di kota termahal di daratan Tiongkok itu.

“Kami berharap kerja sama dengan otoritas perfilman Kota Shanghai dapat mendorong peningkatan promosi budaya Nusantara di kota ini,” kata Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Wandi Adriano. 

Baca juga: Film Aruna dan Lidahnya buka festival film CinemAsia di Belanda

Baca juga: Resep nasi goreng “Aruna dan Lidahnya”

Baca juga: Alasan Laksmi Pamuntjak mendedikasikan “Aruna dan Lidahnya” untuk suami

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutradara X-Men salahkan diri sendiri atas kegagalan “Dark Phoenix”

Jakarta (ANTARA) – Sutradara “X-Men: Dark Phoenix”, Simon Kinberg menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan film tersebut di box office.

“Film ini jelas tidak terhubung dengan audiens yang tidak melihatnya dan ternyata itu juga tidak terhubung dengan audiens yang menyaksikannya. Jadi semua salah saya,” kata Kinberg dilansir The Hollywood Reporter, Senin.

Meski demikian, Kinberg tidak merasa sakit hati dan berusaha untuk merenungkannya. Sebab dia benar-benar menyukai film.

“Saya suka membuat film, dan saya menyukai orang-orang yang membuat film bersama saya,” ujarnya.

Pada hari-hari setelah debut “Dark Phoenix” yang mengecewakan, Kinberg mengaku menerima banyak email dukungan dari rekan-rekannya di dunia film termasuk sutradara “Deadpool” pertama yakni Tim Miller.

“Dia menulis padaku email yang berempati untuk film yang tidak berhasil. (Dia menulis) orang akan datang untuk melihat film secara berbeda dan keluar dari konteks momen khusus ini. Melihat apa yang sudah dikerjakan mereka pasti akan menghargainya, sama seperti dia menghargai sebagai seorang penggemar,” jelas Kinberg.

Akhir pekan lalu, “Dark Phoenix” hanya memperoleh 33 juta dolar di Amerika Serikat. Angka tersebut dianggap sebagai yang paling rendah dalam seri “X-Men”.

Ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab kegagalan dari “Dark Phoenix” seperti tim kreatif film yang salah mengambil pesan yang disampaikan pada “Apocalypse” (2016), lalu ada kejenuhan terhadap film “X-Men” di pasaran dan mundurnya jadwal tayang yang seharusnya pada November 2018 menjadi Februari 2019, kemudian ditunda lagi hingga Juni. Baca juga: “X-Men: Dark Phoenix”, puncak dari saga X-Men

Baca juga: “X-Men: Dark Phoenix” diperkirakan rugi 100 juta dolar
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ari Sihasale ungkap alasan syuting film “Rumah Merah Putih” di NTT

Kupang (ANTARA) – Sutradara film Ari Sihasale mengatakan dirinya syuting film “Rumah Merah Putih” di Provinsi Nusa Tenggara Timur karena daerah itu punya banyak hal postif yang harus ditularkan ke daerah-daerah lain di Tanah Air.

“Di sini (NTT) bagus, saudara-saudara di sini bisa menularkan banyak hal yang positif untuk saudara-saudara kita di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia,” katanya di Kupang, Minggu.

Ari Sihasale bersama produser Nia Zulkarnaen dan sederet nama besar yang membintangi film “Rumah Merah Putih” seperti Pevita Pearce, Yama Carlos, dan Shafira Umm, berada di Kota Kupang dalam rangka penayangan perdana film tersebut di Lippo Plaza Kupang pada Sabtu (15/6) malam.

Ia mengatakan dirinya sering kali melakukan syuting film di wilayah Indonesia bagian timur seperti di Nusa Tenggara Timur maupun Papua.

“Kenapa saya harus syuting di NTT, di Papua, jawaban saya kenapa tidak saya harus syuting di NTT, kenapa harus syuting di Jakarta,” kata Ale, sapaan akrab Ari Sihasale.

Ia menambahkan, “Jadi kita harus banyak belajar di sini (NTT), banyak belajar dari saudara-saudara, adik-adik (anak-anak asli dari NTT yang membintangi film “Rumah Merah Putih”, red) kita di sini”.

Menurutnya, alasan ini mendasari dirinya membuat film “Rumah Merah Putih” di NTT agar warga Indonesia di daerah lain yang sering kali berselisih karena berbagai kepentingan dapat belajar tentang pesan persaudaraan dari daerah setempat.

Film “Rumah Merah Putih” yang diproduksi Alenia Pictures tayang perdana di Kota Kupang dalam kegiatan peluncuran yang dipusatkan di Lippo Plaza Kupang yang dihadiri Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama Wakilnya Josef Nae Soi berserta para pejabat Forkopimda dan Pemerintah Kota Kupang.

Film tersebut akan ditonton bersama Presiden RI Joko Widodo di Jakarta pada 17 Juni sebelum ditayang serentak di bioskop Tanah Air pada 20 Juni.

Syuting film bernuansa kebangsaan ini dilakukan di Desa Silawan dan Kota Atambua, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan dengan Timor Leste dengan melibatkan anak-anak asli dari NTT sebagai pemeran utama.

Baca juga: Film “Rumah Merah Putih” tayang perdana di Kota Kupang

Baca juga: Sebelum berpetualang, Pevita Pearce juga sesuaikan budget

Baca juga: “Rumah Merah Putih” kisah tentang anak perbatasan NTT-Timor Leste

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kisah Doyok, Otoy dan Ali Oncom yang “Mendadak Kaya”

Jakarta (ANTARA) – Doyok, Otoy dan Ali Oncom kembali hadir dengan permasalahan baru, jika dulu mereka dipusingkan dengan urusan jodoh kini ketiganya dilanda kesusahan karena masalah uang.

Pada 2018, tiga tokoh yang diambil dari komik strip koran Poskota, hadir dalam sebuah film berjudul “Mencari Jodoh”. Kini mereka kembali menghibur masyarakat dengan cerita baru bertajuk “Mendadak Kaya”.

Di ceritakan bahwa Ali Oncom (Dwi Sasono) dikejar oleh dept collector dan di saat yang sama dia juga mendapat tekanan dari kekasihnya, Yuli (Jihane Almira) untuk segera dinikahi. Sedangkan Otoy (Pandji Pragiwaksono) diancam akan diceraikan Eli (Nirina Zubir) karena tidak pernah memberi nafkah.

Sementara itu, Doyok (Fedi Nuril) harus mengganti rugi uang puluhan juta kepada Mang Ujang (Ence Bagus) karena secara tidak sengaja membakar warung kopinya.

Ketiganya lalu terpaksa melakukan aksi tipu-tipu dengan menyamar jadi pengemis buta dan pengamen tangan buntung hingga akhirnya terlibat transaksi misterius dengan gengster. Namun peristiwa itu justru membawa keuntungan bagi Doyok, Otoy dan Ali sebab mereka berhasil membawa kabur uang miliaran rupiah.

Mimpi mereka jadi orang kaya akhirnya tercapai, namun satu hal yang tidak mereka pahami bahwa kekayaan tersebut menghadirkan malapetaka di kemudian hari.

Sama seperti film pertamanya, “Mendadak Kaya” juga menyajikan guyonan satir dan menyindir kebijakan pemerintah yang diutarakan oleh Doyok dalam setiap dialognya. Bedanya, kali ini Doyok mengutarakannya dengan lebih santai.

Dari sisi komedi, film ini juga lebih fresh. Berbeda dengan “Mencari Jodoh” yang lawakannya terkesan memaksakan, “Mendadak Kaya” humornya terdengar lebih alami dan pas dengan adegannya.

Celetukan-celetukan yang dilontarkan oleh Ali Oncom cukup membuat penonton terpingkal, belum lagi gayanya yang tengil saat penggoda perempuan yang seperti playboy atau kemampuan berpikirnya yang kurang, membuat siapa saya yang melihat ingin tertawa.

Warna yang ditawarkan dalam film ini juga sesuai dengan ciri khas Anggy Umbara selaku sutradara, mulai dari perpindahan adegan, komedi masyarakat perkotaan serta sedikit bumbu actionnya seperti yang dapat ditemukan dalam film “Comic 8”.

Meski demikian, film ini cukup memberikan hiburan bagi masyarakat perkotaan yang merindukan sosok Doyok, Otoy dan Ali Oncom.

“Mendadak Kaya” mulai tayang pada 20 Juni 2019 dan didukung juga oleh beberapa komedian seperti Opie Kumis, Lolox, Arief Didu, Muzzaki, Rasyid Albuqhari, dan Sonni Mahmuda.

Baca juga: Fedi Nuril merasa punya kemiripan dengan karakter Doyok

Baca juga: Fedi Nuril sempat takut kena UU ITE karena peran Doyok

Baca juga: Ayah punya anak di usia senja, ini yang harus dilakukan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film “Rumah Merah Putih” tayang perdana di Kota Kupang

Kupang (ANTARA) – Film “Rumah Merah Putih” produksi Alenia Pictures tayang perdana di bioskop Lippo Plaza, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu malam.

Acara premier film itu dihadiri sutradara dan produser Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, serta para pemeran utama “Rumah Merah Putih” di antaranya Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, dan anak-anak NTT.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi, Wakapolda NTT serta pejabat Forkopimda dan Pemerintah Kota Kupang juga hadir.

Saat memberikan sambutannya dalam acara peluncuran film, sesaat sebelum penayangan perdana, Gubernur NTT menyampaikan syukur karena “Rumah Merah Putih” tayang untuk pertama kali di daerah setempat.

“Kita juga sangat bangga dengan kehadiran film tersebut karena melibatkan banyak anak-anak NTT sebagai pemeran utama,” ujarnya.

Menurut dia, setelah diputar di Kota Kupang, film yang mengangkat tema nasionalisme itu akan ditonton bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 17 Juni.

“Kita berdoa agar film ini menjadi film yang bagus dan akan memberikan pelajaran berharga untuk bagaimana mencintai bangsa dan negara ini,” katanya.

Setelah kegiatan peluncuran rampung, Gubernur bersama para pejabat, serta produser dan para pemeran film, juga warga Kota Kupang bersama-sama menyaksikan “Rumah Merah Putih”.

“Rumah Merah Putih” bercerita tentang perjalanan anak-anak NTT di wilayah perbatasan untuk menyambut peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dengan segala permasalahan yang mereka hadapi.

Syuting film dilakukan di Desa Silawan dan Kota Atambua, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan dengan Timor Leste.

“Rumah Merah Putih” akan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 20 Juni 2019.

​​Baca juga: “Rumah Merah Putih” kisah tentang anak perbatasan NTT-Timor Leste

Baca juga: Sebelum berpetualang, Pevita Pearce juga sesuaikan budget
 

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jessica Iskandar dan Richard Kyle akan menikah tahun depan

Jakarta (ANTARA) – Pasangan selebritas Jessica Iskandar dan Richard Kyle mengatakan akan melangsungkan pernikahan mereka pada tahun depan.

“Untuk nikah, kemungkinan tahun depan, tapi untuk bulannya kapan belum tahu,” kata Jessica di Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, Sabtu.

Jessica maupun Richard telah memiliki konsep pernikahan di luar ruangan (outdoor) dan kemungkinan dilangsungkan di Pulau Dewata, Bali.

Ketika disinggung tentang jeda waktu yang cukup panjang antara pertunangan dengan acara pernikahan mereka, baik Jessica maupun Richard mengaku tidak khawatir. Richard lalu menjelaskan alasan keduanya memilih menikah pada 2020.

“Kami tidak khawatir, selain itu untuk tahun ini dari keluargaku juga tidak bisa dan berada di luar negeri. Makanya kami memilih tahun depan, menyesuaikan dengan keluarga juga,” jelas Richard.

Jessica Iskandar dan Richard Kyle mengadakan acara pertunangan yang berlangsung tertutup bersama 70 tamu undangan di Ritz-Carlton, malam ini.

Baca juga: Jessica Iskandar dan Richard Kyle resmi bertunangan
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Doremi & You”, sederhana tapi mengena

Jakarta (ANTARA) – Di tengah gersangnya film-film anak di Indonesia, “Doremi & You” membawa angin segar bersama para aktor belia yang aktingnya patut diacungi jempol.

Jalan ceritanya sederhana, tapi eksekusi dari skenario yang dibuat oleh Jujur Prananto (Petualangan Sherina) dan BW Purbanegara (Ziarah) mengagumkan.

Cerita yang mengangkat persahabatan anak-anak dari berbagai latar belakang untuk memecahkan masalah bersama pernah diangkat oleh BW Purbanegara sebelumnya melalui film pendek “Cheng Cheng Po” (2007) yang membawa pulang piala Film Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2008 serta film pendek “Say Hello to Yellow” (2011).

“Saya tertarik dengan tantangan baru, film musikal. Meski ini bukan sepenuhnya musikal, tapi unsur musikal di dalamnya cukup banyak,” ujar BW Purbanegara usai pemutaran perdana di Jakarta, Jumat (14/6).

Baca juga: Toran Waibro jauhi keramaian demi film “Doremi and You”

Baca juga: Ditawari main film, Toran Waibro sempat takut diculik

Film ini diproduseri Lexy Mere (“22 Menit”) yang tertarik menggarap film ini karena kisahnya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Persahabatan tanpa memandang suku dan agama serta adanya budaya tolong menolong,” kata dia. Anisa (Nashwa Zahira), Puteri (Naura), dan Markus (Toran Waibro) dalam kontes Doremi & You (HO/ist)

“Doremi & You” bercerita tentang persahabatan empat remaja dari berbagai latar belakang suku berbeda yaitu Naura sebagai Putri dari keluarga Sunda, Fatih Unru sebagai Imung yang berdarah Bugis, Nashwa Zahira – Indonesia Idol Junior 2018 — sebagai Anisa dari Medan dan Toran Waibro sebagai Markus dari Papua.

Film yang tata musiknya dipercayakan pada Andi Rianto ini dibuka dengan lagu ceria “Hari Ini Indah” lengkap dengan koreografi seru, memperlihatkan rutinitas empat sekawan bersepeda bersama dari rumah ke sekolah melewati sawah-sawah yang membentang hijau.

Dalam perjalanan pulang, saat sedang asyik berfoto-foto, ada insiden di mana amplop berisi uang milik teman-teman paduan suara yang dipegang oleh Markus si bendahara hanyut terbawa aliran sungai. Markus (Toran Waibro), Imung (Fatih Unru), Anisa (Nashwa Zahira), dan Puteri (Naura) di film “Doremi & You” (HO/ist)

Panik, keempatnya sempat saling menyalahkan namun akhirnya memutar otak untuk mencari solusi yang tepat. Mereka bertekad keluar sebagai pemenang di kompetisi menyanyi Doremi & You yang berhadiah uang tunai.

Kekompakan empat sahabat ini juga diuji karena setiap orang punya masalah tersendiri.

Anisa harus berlatih tanpa sepengetahuan pamannya yang tegas, diperankan Teuku Rifnu Wikana yang mencuri perhatian meski adegannya tidak banyak.

Markus, yang merasa paling bersalah karena dia adalah bendahara, juga tidak bisa meminta uang dari ayahnya karena kondisi keuangan mereka pas-pasan.

Reno (Devano Danendra), siswa SMA yang biasanya jadi asisten pelatih paduan suara, menjadi andalan untuk melatih mereka agar tampil sempurna saat lomba. Namun diam-diam sang pelatih justru jadi saingan terberat di kompetisi. Imung (Fatih Unru), Markus (Toran Waibro), Anisa (Nashwa Zahira), dan Puteri (Naura) sedang menemui Reno (Devano) untuk minta tolong melatih mereka di film “Doremi & You” (HO/ist)

Dalam sebuah dialog, seorang tokoh mengemukakan interpretasinya tentang “pertikaian” antara kaum yang memilih menyantap bubur diaduk atau tidak diaduk dengan jenis musik. Bubur diaduk bisa diibaratkan sebagai musik klasik yang terdengar harmonis, sementara bubur tidak diaduk bagai musik mash up yang setiap bunyi instrumennya bagai bertabrakan, tapi tetap asyik dinikmati.

Sama seperti bubur yang tidak diaduk, setiap pemain seperti mewakili komponen yang berbeda-beda namun serasi saat dipadukan. Adegan tarian dan nyanyian “Harmoni” Puteri (Naura) dan Reno (Devano) di film “Doremi & You” (HO/ist)

Padanan antara drama dari karakter Putri, Anisa dan Markus semakin lengkap dengan kehadiran karakter Imung, si jago beatbox yang lucu. Semuanya tampil alami tidak dibuat-buat, termasuk Nashwa dan Toran yang baru pertama kali bermain film.

Sebagian besar lagu di film ini dibuat oleh Simhala Avadhana alias Mhala “Numata” Tantra “Numata”, termasuk di antaranya adalah “Hari Ini Indah” dan “Harmoni”.

Setelah menulis lagu untuk dinyanyikan karakter ayah Putri, Mhala belakangan diminta untuk sekalian memerankan tokoh tersebut karena suaranya dianggap paling cocok.

“Tiga hari bikin empat lagu,” ujar Mhala yang sebelumnya sudah membuat banyak lagu untuk Naura.

Andi Rianto, penata musik “Doremi & You”, langsung memberi lampu hijau ketika tahu ia akan bekerjasama dengan Mhala dan Tantra.

“Saya yakin mereka akan membuat lagu-lagu anak sesuai umurnya,” kata Andi yang mengagumi karya-karya dua musisi itu.

Devano Danendra, putra penyanyi Iis Dahlia, di film ini membawakan lagu berjudul “Cintaku Hilang ” yang merupakan ciptaannya sendiri.

Film yang tayang pada 20 Juni ini juga dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana, Ence Bagus, Sekar Sari, Michael Jakarimilena, Simhala Avadhana (Mhala “Numata”) serta GPH Paundrakarna yang berperan sebagai ayah Reno.

Baca juga: Fatih Unru ditantang menari di “Doremi & You”

Baca juga: Film “Doremi & You” ceritakan perjalanan empat sekawan

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lama jadi penggemar, Devano Danendra beradu akting dengan Naura

Jakarta (ANTARA) – Aktor muda Devano Danendra dan penyanyi Adyla Rafa Naura Ayu beradu akting sebagai senior dan junior di film remaja “Doremi & You”.

Dalam film arahan sutradara BW Purbanegara itu, Devano berperan sebagai pelatih vokal Naura dan kawan-kawan. Putra dari penyanyi Iis Dahlia itu berakting menjadi remaja yang irit bicara dan terkesan dingin pada juniornya.

Devano banyak berbagi adegan bersama Naura, putri dari Nola B3, di film dengan unsur musikal tersebut. Kesempatan beradu akting bersama penyanyi idolanya merupakan pengalaman menyenangkan bagi Devano.,

“Aku enggak nyangka (bisa main film bareng).. Aku memang ngefans sama Naura,” ujar Devano usai pemutaran perdana “Doremi & You” di Jakarta, Jumat.

Remaja yang hafal lagu-lagu Naura itu sudah kenal lama dengan idolanya, salah satu alasan mengapa chemistry mereka terlihat di layar lebar. Devano pernah ikut berpartisipasi dalam konser Naura beberapa waktu belakangan.

Naura memang sudah beberapa kali menggelar konser musikal, yang pertama adalah konser dari album pertama “Dongeng” yang diadakan pada 2015.

Interaksi mereka di film membuat kedua aktor muda ini menjadi lebih akrab. Devano mengungkapkan dulu obrolan dengan Naura hanya sekadar basa-basi, kini keduanya berinteraksi lebih intens sebagai lawan main.

“Doremi & You” bercerita tentang empat sahabat; Putri (Adyla Rafa Naura Ayu), Anisa (Nashwa Zahira), Imung (Fatih Unru) dan Markus (Toran Waibro) yang berjuang untuk mengganti uang ekstrakurikuler paduan suara yang tak sengaja mereka hilangkan dengan mengikuti lomba menyanyi.

Upaya mereka menghadapi kendala ketika Reno (Devano), asisten pelatih paduan suara yang diharapkan jadi pelatih malah jadi saingan terberat di kompetisi.

“Doremi & You” akan tayang mulai 20 Juni mendatang.

Baca juga: Sibuk akting, Nashwa “Idol Junior” prioritaskan pendidikan

Baca juga: Ditawari main film, Toran Waibro sempat takut diculik

Baca juga: Fatih Unru ditantang menari di “Doremi & You”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fatih Unru ditantang menari di “Doremi & You”

Jakarta (ANTARA) – Fatih Unru ditantang untuk menguasai kemampuan tari dan nyanyi demi perannya sebagai Imung, salah satu dari empat sekawan di film “Doremi & You”.

Putra aktor Yayu Unru yang sudah membintangi beberapa film, termasuk di antaranya “Warkop DKI Reborn” dan “Orang Kaya Baru” itu berperan sebagai remaja yang membantu tiga temannya berlatih lomba menyanyi.

Dalam beberapa adegan, dia juga harus mengikuti gerakan sesuai koreografi.

“Paling susah nari karena aku enggak banyak gerak,” kata Fatih usai pemutaran perdana “Doremi & You” di Jakarta, Jumat.

Karakter Imung yang diperankan Fatih adalah salah satu pemantik tawa di film remaja tersebut.

Pengalaman dan kemampuan Fatih menjadi salah satu alasan mengapa aktor muda itu dipilih oleh sutradara BW Purbanegara untuk ikut serta dalam film bernuansa musikal pertamanya.

“Fatih sudah beberapa kali main film… Tidak susah untuk mengarahkannya karena dia memang berbakat,” puji BW Purbanegara.

Di antara teman-temannya yang lain, Fatih memang termasuk yang paling banyak pengalamannya di dunia akting. Naura, yang berlatar belakang penyanyi, juga sudah membintangi beberapa film, sementara Nashwa Zahira dan Toran Waibro baru pertama kali berakting di layar lebar.

Baca juga: Film “Doremi & You” ceritakan perjalanan empat sekawan

“Doremi & You” bercerita tentang empat sahabat yakni Putri (Adyla Rafa Naura Ayu), Anisa (Nashwa Zahira), Imung (Fatih Unru) dan Markus (Toran Waibro) yang berjuang untuk mengganti uang ekstrakurikuler paduan suara yang tak sengaja mereka hilangkan dengan mengikuti lomba menyanyi.

Upaya mereka menghadapi kendala ketika Reno (Devano), asisten pelatih paduan suara yang diharapkan jadi pelatih malah jadi saingan terberat di kompetisi.

Film yang disutradarai BW Purbanegara dan skenarionya digarap olehnya bersama Jujur Prananto itu mengambil lokasi syuting di Yogyakarta.

Film yang tayang pada 20 Juni itu juga dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana, Ence Bagus, Sekar Sari, Michael Jakarimilena, Simhala Avadhana (Mhala “Numata”) serta GPH Paundrakarna yang berperan sebagai ayah Reno.

Baca juga: Nashwa bernyanyi seperti bercerita dalam “Doremi & You”

Baca juga: Toran Waibro jauhi keramaian demi film “Doremi and You”
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“X-Men: Dark Phoenix”, puncak dari saga X-Men

Jakarta (ANTARA) – “X-Men: Dark Phoenix” dibuka dengan latar belakang tahun 1992 di mana para pahlawan mutan X-Men dipanggil pemerintah untuk menyelamatkan astronaut yang mengalami kesulitan di luar angkasa. 

Mereka pun menaiki X-Jet menembus angkasa dan menyelamatkan para astronaut. Namun, di tengah proses evakuasi, ada energi kosmik misterius yang merasuk ke tubuh Jean Grey (Sophie Turner).

Tanpa diduga, energi itu justru membuat kekuatannya jadi meningkat drastis dan sekembalinya ke bumi, ia merasa kekuatan barunya terlalu liar, sulit untuk dikendalikan.

Jean menjauh dari keluarganya karena ia tak ingin membuat masalah akibat kekuatan misterius itu. Perlahan, rahasia yang selama ini disimpan Charles Xavier (James McAvoy) dari Jean sejak kecil terungkap, membuat sang mutan makin tak terkendali.

Perubahan pada diri Jean membuat X-Men terbelah, ada yang bersikeras menyelamatkan Jean, dan ada yang berpendapat harus menyelamatkan orang-orang darinya. Mereka terpecah.
  X Men: Dark Phoenix (HO/ist)

“X-Men: Dark Phoenix” memberi porsi yang besar pada tokoh-tokoh mutan perempuan, di mana fokus cerita berada pada tokoh Jean Grey, juga sosok antagonis Vuk (Jessica Chastain).

Namun kehadiran Vuk yang harusnya menambah bumbu keseruan dalam film terasa kurang dimaksimalkan. Latar belakangnya tak cukup digarap sehingga ada adegan-adegan yang terasa hambar.

Eksekusi adegan juga dirasa kurang greget saat seorang mutan yang dicintai banyak orang menghadapi nasib yang mengejutkan.

Lebih baik tonton dulu film-film X-Men sebelumnya bila tak ingin kebingungan memahami cerita “Dark Phoenix” beserta karakter-karakter ikoniknya, seperti Hank (Nicholas Hoult) yang bisa berubah jadi monster biru, Cyclops (Tye Sheridan), Nightcrawler (Kodi Smit-McPhee) yang dapat berteleportasi, Storm (Alexandra Shipp) yang punya kekuatan mengontrol cuaca, hingga Quicksilver (Evan Peters) yang bisa bergerak secepat kilat.

Di luar kekurangannya, film berdurasi 114 menit ini tetap layak untuk ditonton oleh pencinta X-Men. Apalagi kisah yang disuguhkan dalam film ini sangat manusiawi, tentang bagaimana menghadapi diri sendiri dan sebuah arti keluarga yang sebenarnya.

Menurut Sophie Turner, pemeran Jean, karakter yang dimainkannya di episode ini cukup menarik karena berada di area abu-abu. Jean bukan penjahat, tapi juga bukan orang suci.

“Dia adalah salah satu karakter yang sangat terluka dan tersiksa. Ada realisme dalam dirinya, menyakitkan dan pengalamannya mengingatkanmu pada gangguan mental… Tidak ada hitam dan putih, dia ada di area abu-abu. Itu adalah kesulitan yang sangat dekat dengan banyak orang dan alasan mengapa banyak orang menyukainya.”

Baca juga: “X-Men: Dark Phoenix” diperkirakan rugi 100 juta dolar

Baca juga: “Dark Phoenix” dianggap sebagai film “X-Men” terburuk
 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fedi Nuril sempat takut kena UU ITE karena peran Doyok

Jakarta (ANTARA) – Berperan sebagai sosok pelaak Doyok yang banyak mengeluarkan lelucon kritis dalam film “Mendadak Kaya” membuat Fedi Nuril mengaku takut terkena Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Saya lebih takut karena karakernya Doyok mengkritik pemerintah. Saya takut kalau nanti jokes-nya salah tempat karena sekarang ada undang-undang ITE,” kata Fedi saat berbincang usai pemutaran perdana film “Mendadak Kaya” di Jakarta, Kamis.

Dalam film tersebut, Doyok memang digambarkan sebagai seorang pemuda yang kritis. Dia selalu mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah layaknya aktivis namun dengan gaya yang “sok tahu”.

Bagi Fedi hal tersebut tidaklah mudah, sebab dia takut menyinggung pihak tertentu.

“Kata Pandji (Pandji Pragiwaksono) sekarang itu enggak bisa ditebak siapa yang bisa tersinggung. Misalnya kita ngomong A tahunya yang tersinggung malah si B. Jadi hati-hati banget dan deg-degan,” jelas pemain film “Ayat Ayat Cinta” itu.

Fedi juga melakukan beberapa diskusi dengan sang sutradara, Anggy Umbara untuk menentukan jenis lelucon yang bisa digunakan, bahkan ada beberapa yang akhirnya tidak dimasukkan ke dalam film.

“Kita diskusi dulu sih, ini aman apa enggak,” ujar Fedi.

“Mendadak Kaya” bercerita tentang Doyok, Ali Oncom dan Otoy yang ingin menjadi orang kaya. Suatu hari, mereka menemukan sebuah koper yang berisi uang. Ketiganya lantas menjadi kaya raya, namun hal-hal tak terduga juga telah menanti dihadapan mereka.

“Mendadak Kaya” mulai tayang di bioskop pada 20 Juni 2019. Film tersebut juga dibintangi oleh Nirina Zubir, Opi Kumis, Jihane Almira dan Ence Bagus.

Baca juga: Aktor Fedi Nuril idolakan Freddie Mercury

Baca juga: Ayat-Ayat Cinta 2 sebarkan pesan kedamaian

Baca juga: Fedi Nuril tidak bisa asal menangis di Ayat-Ayat Cinta 2

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fedi Nuril merasa punya kemiripan dengan karakter Doyok

Jakarta (ANTARA) – Fedi Nuril mengaku memiliki kemiripan karakter dengan sosok Doyok yang dimainkannya dalam film “Mendadak Kaya”, terutama soal kesukaan pada sepak bola dan sikap kritis terkait situasi terkini.

“Bisa dibilang gue mengikuti situasi terkini tentang negara, pemerintahan, dan Doyok juga kan suka bola. Tapi gue mengkritik hal-hal yang gue ngerti, yang gue ngerti dengan kapasitas gue. Itu yang gue kritisi,” kata Fedi ditemui usai pemutaran perdan film “Mendadak Kaya” di Jakarta, Kamis.

Menurut pemain film “Ayat Ayat Cinta” itu, Doyok sebenarnya adalah sosok orang yang bijak meski tidak bisa menerapkan pada dirinya sendiri.

“Menurut gue si Doyok itu paling lucu karena dia sok bijak tapi pada akhirnya enggak bisa dia lakukan didirinya sendiri,” ujar Fedi.

Fedi mengatakan ada beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran dari tokoh Doyok, Ali Oncom dan Otoy, salah satunya adalah kritis terhadap sesuatu dan ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat sekarang.

“Kita harus perhatian pada sekeliling kita dari yang kecil lalu ke yang besar. Kita harus kritis terhadap sesuatu yang janggal, kita harus tanya dulu jangan ditelan mentah-mentah apalagi dengan hoax seperti sekarang yang selalu berseliweran, sangat related dengan keadaan sekarang,” jelas pemain film “D.O.A” itu.

Baca juga: Fedi Nuril sempat takut kena UU ITE karena peran Doyok

Baca juga: Aktor Fedi Nuril idolakan Freddie Mercury

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Matt Reeves cari sosok penjahat untuk “The Batman”

Jakarta (ANTARA) – Setelah menemukan Robert Pattinson yang memerankan Batman, Matt Reeves kini dilaporkan sedang mencari aktor untuk mengisi karakter empat penjahat dalam “The Batman”.

“The Batman” akan menampilkan empat penjahat utama yang semuanya berasal dari buku komik, bahkan tiga sebelumnya pernah ditampilkan dalam film superhero DC, demikian dilansir Aceshowbiz, Kamis.

Reeves akan menggunakan The Riddler untuk penjahat utamanya, dia digambarkan sebagai dalang kriminal di kota Gotham yang senang memasukkan teka-teki ke dalam setiap rencananya dan meninggalkannya sebagai petunjuk untuk diselesaikan oleh pihak berwenang.

Reeves mencari seorang aktor pria dari berbagai etnis yang berusia antara 30 hingga 40 tahun untuk memerankan karakter tersebut.

Penjahat kedua adalah The Penguin, seorang mafia kota Gotham yang digambarkan sebagai pria gemuk pendek dengan hidung panjang dan dia menggunakan payung berteknologi tinggi sebagai senjata.

Reeves membutuhkan seorang aktor laki-laki dari segala etnis antara usia 20 – 40 tahun untuk mengambil peran itu.

Selanjutnya adalah Catwoman. Seorang pencuri di kota Gotham yang mengenakan pakaian one piece ketat dan menggunakan bullwhip sebagai senjata. Yang dibutuhkan adalah aktris berusia 20-30 tahun untuk mengikuti audisi peran tersebut.

Terakhir adalah Firefly, dia adalah orang membakar semua tempat jika tidak mendapat hak istimewa sebagai anak yatim. Untuk peran ini, Reeves mencari aktor laki-laki dari berbagai etnis yang berusia antara 20-30 tahun.

Tidak seperti tiga penjahat pertama yang pernah ditampilkan dalam film-film Batman sebelumnya, Firefly kurang dikenal. Namun, dia telah muncul sebagai tokoh antagonis sekunder dalam video game “Batman: Arkham Origins” pada tahun 2013.

Firefly juga tampil dalam film DC Animated Movie Universe, “Batman: Bad Blood” pada 2016 dengan Steve Blum sebagai pengisi suaranya.

Meski demikian, baik Reeves ataupun Warner Bros belum mengkonfirmasi perihal masalah ini. Pembuatan film “The Batman” diharapkan akan mulai pada musim gugur ini di London dan tayang pada musim panas 2021.

Baca juga: Robert Pattinson resmi perankan Batman

Baca juga: Robert Pattinson akan tes kostum Batman

Baca juga: Jawaban Robert Pattinson soal peran Batman

Superman & Batman Rayakan Hari Pers Nasional

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemenang Cannes “Parasite” disaksikan 5 juta penonton dalam 8 hari

Jakarta (ANTARA) – Film “Parasite” telah ditonton sebanyak 5 juta penonton dalam waktu delapan hari sejak pertama kali rilis di bioskop Korea Selatan.

Film yang disutradarai oleh Bong Joon Ho perdana tayang di Korea Selatan pada 30 Mei dan langsung berada di puncak box office pada hari pertama.

Dalam waktu tiga hari, jumlah penontonnya telah mencapai lebih dari 2,3 juta penonton. Lalu di hari keempat mendapat 3 juta penonton dan 4 juta penonton pada hari keenam.

Berdasarkan laporan Soompi, Kamis, hari ini setelah delapan hari tayang, “Parasite” mendapat 5 juta penonton. Untuk merayakan pencapaian tersebut, para pemeran ramai-rama menulis ucapan terima kasih.

Mereka juga mengunggah foto diri mereka sendiri dengan pesan ucapan yang ditulis tangan. Gaya para pemain ini juga menyerupai poster filmnya.

“Parasite” adalah film Korea pertama yang memenangkan piala Palme d’Or dalam ajang bergengsi Cannes Film Festival 2019.

Film ini bercerita tentang keluarga miskin Ki-taek yang tinggal di ruang bawah tanah yang kotor.

Mereka terlibat dalam serangkaian insiden setelah putra mereka yang licik mendapat pekerjaan sebagai tutor untuk keluarga kaya yang tinggal di rumah mewah.

Baca juga: Pemenang Cannes “Parasite” puncaki box office Korsel

Baca juga: Film Korea Selatan “Parasite” raih Palme d’Or Cannes 2019

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bradley Cooper dan Irina Shayk putus hubungan asmara

Jakarta (ANTARA) – Bradley Cooper dan Irina Shayk berpisah setelah empat tahun menjalin hubungan asmara, seperti dikutip People.

Aktor berumur 44 tahun dan model 33 tahun itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan dan dikabarkan sedang memutuskan bagaimana membagi hak asuh atas putri mereka, Lea De Seine, yang lahir pada Maret 2017, kata seorang sumber.

Perwakilan dari dua pesohor itu belum berkomentar.

Aktor nominasi Oscar dan supermodel itu mulai berkencan sejak 2015. Dilansir Page Siz, keduanya pertama kali kenal dari seorang teman. Sebelum berkencan dengan Shayk, Cooper berpacaran dengan Suki Waterhouse, sedangkan model Rusia itu dihubung-hubungkan dengan pesepakbola Cristiano Ronaldo.

Mereka tidak mengumbar hubungan pada publik, Shayk pernah bicara pada Glamour UK pada Februari 2019 bahwa dia lebih suka menyimpan kehidupan pribadi jauh dari sorotan publik.

“Aku punya banyak teman yang berbagi tentang kehidupan pribadi mereka di Instagram atau media sosial, sangat terbuka. Saya mengaguminya dan kupikir itu hebat, tapi semuanya pilihan masing-masing,” kata dia.

“Karena pekerjaan mengharuskanku berada di hadapan publik, saya memutuskan untuk tidak mengumbar kehidupan pribadi. Itulah alasan mengapa namanya personal, karena itu hanya untukmu dan keluargamu, dan saya merasa lebih senang begitu.”

Pada bulan yang sama, Cooper bicara tentang rasanya menjadi ayah. Kepada Oprah ia berkata bahwa memiliki keluarga “mengubah segalanya”.

“Putri kami, dia luar biasa. Dan dia sering terlihat mirip dengan ayahku,” ujar Cooper. “Saya tidak percaya akan mengakui hal ini, tapi ada beberapa masa ketika…saya sedang bersamanya, saya berkat, ‘Ayah?'”

Charles, ayah Bradley Cooper, meninggal dunia akibat kanker paru-paru pada 2011.

Baca juga: Ditemukan bercak lipstik di bibir Bradley Cooper

Baca juga: Bradley Cooper malu jika tak masuk sutradara terbaik Oscar

Baca juga: Bradley Cooper-Lady Gaga bawakan “Shallow” di Oscar

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Chris Hemsworth dan Tessa Thompson jadi wajah baru “Men in Black”

Jakarta (ANTARA) – “Men in Black” kembali lagi dengan setelan jas dan kacamata hitam yang sama, namun wajah yang berbeda.

Aktor Chris Hemsworth dan Tessa Thompson terbang ke Moskow untuk peluncuran film keempat “Men in Black” yang awalnya menampilkan Will Smith dan Tommy Lee Jones, berkisah tentang agen rahasia melawan alien yang menyamar jadi manusia.

Dalam “Men in Black: International”, aktor “Avenger” dan aktris “Creed” itu berperan sebagai Agen H dan Agen M yang harus mencari pengkhianat di organisasi. Sama seperti film-film sebelumnya, mobil-mobil dan berbagai gawai jadi sorotan di film ini.

“Kami mengendarai Lexus keren yang punya berbagai gawai dan kemampuan untuk… terbang menembus air dan melompati dinding dan segala macam fitur lain,” ujar Hemsworth pada reporter, Kamis, seperti dilansir Reuters.

“Dan ada Jag (Jaguar) klasik yang terlihat seperti mobil klasik yang indah, tapi punya berbagai senjata… yang keluar dari pipa knalpot dan kaca spion dan sebagainya, jadi itu lumayan keren.”

Sementara itu, Thompson yang sebelumnya beradu akting dengan Hemsworth dalam film Marvel “Thor” menyatakan kekagumannya pada Will Smith.

“Film pertama (Men in Black) menandai kemunculannya sebagai bintang global dan kupikir sekarang kita tinggal merasakan hasilnya karena ada banyak orang dari berbagai warna kulit di Hollywood, tapi dia adalah…salah satu yang pertama.”

Para agen berusaha menjaga agar populasi alien di bumi tidak diketahui manusia, dan menggunakan gawai neuralyzer untuk menghapus ingatan manusia yang tahu terlalu banyak.

Hemsworth mengatakan jika diberi neuralyzer di kehidupan nyata, “Aku mungkin akan melupakan semua film keren yang sudah kutonton selama ini, film yang kutonton sejak kecil, agar bisa merasakan kebahagiaan saat menontonnya lagi.”

“Beberapa film… kutonton 10, 15 kali, dan aku masih menyukainya tapi kuharap bisa merasakan lagi pengalaman dan kesan pertama saat menontonnya pertama kali.”

Film yang akan tayang di bioskop itu juga dibintangi Liam Neeson dan Emma Thompson yang tampil di “Men in Black 3”.

Baca juga: Chris Hemsworth dan Tom Holland tiba di Bali

Baca juga: Chris Evans jadi “super hero” di Oscar

Baca juga: Anthony Mackie ungkap momen spesial “Avengers: Endgame”

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini daftar film yang tayang saat libur Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Bioskop menjadi salah satu tempat penuh sesak dengan orang-orang selepas Idul Fitri, pelepas penat setelah seharian berkunjung ke rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi.

Berikut daftar film-film Indonesia dan mancanegara yang tayang di bioskop pada libur Lebaran tahun ini.

Single Part 2

Pencinta karya penulis dan komika Raditya Dika tidak boleh melewatkan film komedi “Single Part 2” yang masih mengangkat tema lajang.

Raditya Dika menjadi sutradara sekaligus pemeran utama bernama Ebi yang masih lajang meski akan menginjak usia kepala tiga. Ia bertekad melepas status lajang sebelum berulang tahun ke-30.

Film berdurasi 128 menit ini dibintangi juga oleh Annisa Rawles dan Yoga Arizona.
 

Si Doel The Movie 2

Kisah cinta segitiga antara Doel (Rano Karno), Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesnaedy) masih berlanjut di sekuel film “Si Doel”.

Doel yang tak menyangka bertemu Sarah dan anaknya yang beranjak remaja di Belanda memilih untuk tutup mulut pada Zaenab yang setia menemaninya di Jakarta.

Rahasia itu tak bisa disimpan terlalu lama, Doel akhirnya berkata jujur, membuat Zaenab merasa terpukul.

Hatinya semakin terusik ketika Sarah dan anaknya kembali ke Jakarta.

Hit & Run

Film laga komedi “Hit & Run” dibintangi Joe Taslim, Chandra Liow, Jefri Nichol, Tatjana Saphira dan Yayan Ruhian bercerita tentang polisi selebritas narsis yang memiliki acara reality shownya sendiri.

Selain jajaran artis ternama, film ini juga menghadirkan jagoan beladiri Indonesia, seperti David Hendrawan (peraih emas wushu PON 2016), Peter Taslim (peraih emas judo Sea Games 1997, 2011) dan Simone Julia (atlet jujitsu Asian Games 2018).
 

Kuntilanak 2

Film horor arahan Rizal Mantovani itu bercerita tentang Dinda (Sandrinna) yang sebelumnya berhasil lepas dari teror kuntilanak, tanpa persetujuan Tante Donna (Nena Rosier) berniat menemui seseorang yang mengaku sebagai ibu kandungnya, Karmila (Karina Suwandi).

Namun, dia bersama adik-adiknya yang ditemani Julia (Susan Sameh) dan Edwin (Maxime Bouttier) malah terjebak dalam sebuah rumah di tengah hutan. Banyak kejanggalan terjadi mulai dari teka-teki latar belakang Dinda hingga akhirnya menyadari bahwa mereka tidak sendiri di sana.

Dinda pun akhirnya harus kembali berhadapan dengan kuntilanak, tetapi berbeda dengan yang pernah dikalahkannya waktu menggunakan paku atau mantra.
 

Ghost Writer

“Ghost Writer” adalah sebuah film bergenre komedi horor dan ditambah dengan bumbu drama. Film ini bercerita tentang Naya (Tatjana Saphira) yang baru saja pindah ke sebuah rumah tua milik Slamet Rahardjo.

Naya yang kehabisan ide untuk menulis novel, menemukan sebuah buku harian tua milik Galih (Ge Pamungkas) yang sudah meninggal karena gantung diri. Kisah hidup Galih ternyata menginspirasi Naya untuk membuat sebuah novel. Galih pun menampakkan diri pada Naya dan akhirnya malah bekerja sama untuk menghasilkan novel berjudul “Maaf Terakhir”.
 

“Black Adam”, spin-off dari “Shazam!” telah menemukan sutradra

Jakarta (ANTARA) – Spin-off dari “Shazam!” yakni “Black Adam” yang dimainkan oleh Dwayne Johnson telah menemukan sutradara untuk mengarahkan film tersebut.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, Sabtu, nama Jaume Collet-Serra disebut sebagai sutradara “Black Adam” dan akan masuk dalam daftar terbaru untuk orang-orang terlibat pada film yang diambil dari DC Comics itu.

Collet-Sera sendiri baru menyelesaikan syuting bersama Johnson untuk film Disney “Jungle Cruise”.

Beau Flynn dari FlynnPictureCo akan menjadi produser untuk “Black Adam” bersama Johnson, Dany Garcia dan Hiram Garcia dari Seven Bucks Productions.

Black Adam dianggap sebagai archnemesis dari Shazam, yang berasal dari tahun 1940-an ketika pahlawan itu disebut sebagai Captain Marvel.

Dia adalah seorang pangeran Mesir semi abadi yang rusak karena kekuatan magis yang diembannya dari seorang penyihir. Dalam cerita komik saat ini, dia dianggap anti-pahlawan.

Karakter Black Adam pada satu titik berada dalam film “Shazam!” tetapi rumah produksi dan produser akhirnya menjamin bahwa dia akan memiliki filmnya sendiri.

Jaume Collet-Serra sebelumnya pernah menyutradari remake dari “House of Wax” dan “Orphan”. Lalu melanjutkan karirnya sebagai sutradara “The Commuter”, “Run All Night”, “Non-Stop” dan “Unknown”. Terakhir dia menyutradari film dengan anggaran rendah seperti “The Shallows” yang dibintangi oleh Blake Lively.

Baca juga: Sekuel “Shazam!” akan segera dibuat
   

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

John Cena akan bergabung dalam film “Fast & Furious 9”

kabarnya, dia akan menjadi lawan dari Vin Diesel dan Michelle Rodriquez yang kembali mengulangi peran sebagai Dom Toretto dan Letty Ortiz

Jakarta (ANTARA) – John Cena akan bergabung dalam film “Fast & Furious 9” dan ini umumkan melalui laman resmi Twitternya.

“Selama hampir 20 tahun, franchise ‘Fast’ telah menghibur penggemar dan menciptakan beberapa momen sinematik terbesar dalam sejarah. Merupakan kehormatan yang luar biasa untuk bergabung dengan franchise ini dan keluarga ini,” tulis Cena dilansir People, Sabtu.

Sayangnya, peran apa yang akan dimainkan oleh Cena, masih dirahasiakan. Namun kabarnya, dia akan menjadi lawan dari Vin Diesel dan Michelle Rodriquez yang kembali mengulangi peran sebagai Dom Toretto dan Letty Ortiz.

Sementara itu, Jordana Brewster juga akan kembali memainkan Mia Toretto adik dari Dom serta Tyrese Gibson sebagai Roman Pearce.

Sebelumnya, keberadaan Michelle Rodriguez dalam film “Fast & Furious” masih dipertanyakan. Sebab dia sempat mengancam akan pergi dari film tersebut pada Juni 2017 jika pihak studio tidak mengajak seorang penulis perempuan.

“Atau saya mungkin harus mengucapkan selamat tinggal,” tulis Rodriguez saat itu melalui laman Instagram.

Namun dalam acara Bloomberg Equality Summit pada bulan lalu di London, Rodriguez mengatakan bahwa Universal Pictures setuju dengan permintaannya untuk mempekerjakan seorang penulis perempuan.

“Ya, aku akan melakukan yang 9 (film “Fast & Furious 9″),” kata Rodriguez.

“Fast & Furious 9” rencananya rilis pada Mei 2020.

Baca juga: Sutradara “Boyz N the Hood” John Singleton tutup usia

Baca juga: Joe Taslim ungkap absennya aktor “Fast and Furious” di premier “SKUT”

Baca juga: Trailer Fast and Furious 8 tampilkan mobil otonom

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Bridezilla”, dari drama suara tayang ke layar lebar

Jakarta (ANTARA) – Visinema Pictures akan merilis film terbarunya yang berjudul “Bridezilla” sebagai film bergenre drama komedi dan mengangkat tema pernikahan.

Film ke empat dari Visinema itu, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, menceritakan ambisi dan obsesi Dara (Jessica Mila) yang menginginkan pernikahannya menjadi yang terbaik pada tahun itu karena sudah memimpikan pernikahan itu sejak kecil.

Selain Jessica Mila, “Bridezilla” juga dibintangi Sheila Dara Aisha, Rio Dewanto, Rafael Tan, Widyawati, Adriano Qalbi, Aimee Saras, Rukman Rosadi dan pendatang baru Lucinta Luna.

Film besutan produser Cristian Imanuell dan sutradara Andi Bachtiar Yusuf itu mulai tayang pada Agustus 2019.

Baca juga: Sambut Ramadan, JOOX hadirkan podcast cerita gratis

“Bridezilla” merupakan kisah drama suara yang telah diangkat lewat JOOX the Series. Hanya saja, kisah yang diperdengarkan lewat JOOX itu merupakan prekuel film “Bridezilla”.

Drama radio yang diperankan oleh Jessica Mila (Dara), Sheila Dara Aisha (Key), Rio Dewanto (Alvin) dan Rafael Tan (Aang) tersebut mengisahkan tentang perjalanan Dara (19 tahun) yang ingin menjadi ahli dalam membuat acara pernikahan dengan cara magang di The Marcello, salah satu Wedding Organizer terkenal.

Namun, Dara harus menanggung kehidupan cinta yang hancur akibat kesibukannya mengurusi klien-klien yang Bridezilla. Selama masa penayangannya, drama radio “Bridezilla” itu telah didengar oleh lebih dari 625 pendengar.

Baca juga: Jessica Mila kesulitan perankan tokoh serial podcast

Ratna gencar diperiksa Polda Metro Jaya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lady Gaga tahu hubungan Bradley Cooper dan Irina dalam kehancuran

Jakarta (ANTARA) – Lady Gaga ternyata telah mengetahui bahwa hubungan antara Bradley Cooper dan Irina Shayk memang tidak berjalan dengan baik, bahkan pelantun “Shallow” itu kerap menjadi tempat curhat lawan mainnya di film “A Star Is Born”.

Bradley dan Gaga menghabiskan hampir dua tahun bersama untuk syuting dan mempromosikan “A Star is Born”. Saat Gaga putus dengan tunangannya, Christan Carino dan sekarang Bradley yang hubungannya berakhir dengan Irina setelah empat tahun, keduanya saling memberikan dukungan.

“Bradley telah berusaha untuk memperjuangankan hubungannya dengan sepenuh hati dan Gaga selalu ada di sana untuk mendengarkan dan memberikan saran apapun yang bisa dia berikan,” kata seorang sumber dilansir Hollywoodlife, Minggu.

“Bradley mengenalnya sebagai Stefani (Germanotta) dan mereka membangun persahabatan itu melalui pembuatan film dan mereka telah melakukan banyak pembicaraan karena jujur ​​mereka berdua memiliki hubungan yang sama-sama telah memburuk. Mereka telah mengalami pergulatan yang serupa,” lanjutnya.

Sumber lain juga mengungkapkan bahwa Bradley benar-benar percaya dengan Gaga dan pelantun “Bad Romance” itu bukanlah penyebab putusnya Bradley dengan Irina.

“Dia telah membantunya dengan banyak obrolan karena mereka berdua sedang mengalami jenjang karir yang sama dan juga dengan masalah hubungan yang sama juga,” ungkap sumber.

Dia menambahkan, “Banyak yang berpikir bahwa ini akan menyebabkan mereka akan menjadi sesuatu (kekasih) tetapi saat ini bukan itu masalahnya. Bradley membutuhkan teman dan Gaga benar-benar mendukungnya. Dia sama sekali bukan alasan dari perpisahan itu.”

Tidak bisa dipungkiri chemistry antara Bradley dan Gaga dalam film “A Star Is Born” memang sangat kuat sehingga banyak penggemar mengira bahwa kisah romansa mereka benar-benar terjadi di kehidupan nyata, apalagi setelah penampilan mereka pada acara Oscar lalu saat duet lagu “Shallow”.

Namun dalam program Jimmy Kimmel Live, Gaga menegaskan bahwa Jackson dan Ally hanyalah karakter fiksi dan tidak ada hubungan romantis antara keduanya di kehidupan nyata.

“Kami seniman, saya kira kami melakukan pekerjaan dengan baik, dan menipu Anda!” ujar Gaga saat itu.

Baca juga: Bradley Cooper dan Irina Shayk putus hubungan asmara
 

Tunggangan Lady Gaga Menuju Ama 2013

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Dark Phoenix” dianggap sebagai film “X-Men” terburuk

Jakarta (ANTARA) – “Dark Phoenix” dianggap sebagai film “X-Men” terburuk karena hanya mampu mengumpulkan 34 juta dolar dalam penutupan akhir pekan box office.

Ada dua film besar yang dirilis yakni “The Secret Life of Pets 2” dan “X-Men: Dark Phoenix”, namun keduanya tidak memenuhi harapan dan “Dark Phoenix” adalah yang terburuk.

Menurut laporan Variety, Minggu, “Dark Phoenix” hanya mendapat 34 juta dolar setelah sebelumnya mengumpulkan 14 juta dolar pada Jumat. Capaian itu menjadikannya sebagai debut film “X-Men” terburuk yang pernah ada sepanjang 20 tahun.

Pada Kamis (6/6) malam atau saat pembukaannya di box office, “Dark Phoenix” hanya mendapat 5 juta dolar dari penjualan tiket. Sedangkan film “X-Men” lain seperti “Apocalypse” meraih 8,2 juta dolar pada 2016 dan “Days of Future Past” mendapat 8,1 juta dolar di hari pertamanya pada 2014.

Sementara pada 2013, “The Wolverine” membuka debutnya dengan 53 juta dolar.

Namun film yang disutradarai oleh Simon Kinberg ini belum tunduk sepenuhnya secara internasional sebab ini baru pekan pertama. Akan tetapi dengan biaya produksi yang mencapai 200 juta dolar dan mendapat ulasan yang buruk di Rotten Tomatoes -hanya 20 persen–, sepertinya “Dark Phoenix” memerlukan usaha yang cukup besar.

“Dark Phoenix” merupakan film ketujuh dan terakhir dalam seri “X-Men”. Film ini dibintangi oleh Sophie Turner, Jessica Chastain, Michael Fassbender dan James McAvoy, dan saat ini tayang di 3.721 bioskop.

Sementara itu, “The Secret Life of Pet 2” dengan mudah duduk di puncak box office dengan mendapat 46,1 juta dolar dalam tiga hari, meski angka ini lebih rendah 15 persen dari yang diprediksikan.

Baca juga: Trailer pertama “X-Men: Dark Phoenix” dirilis

Baca juga: Joe Jonas dan Sophie Turner sepayung berdua di New York
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Chris Pratt dan Katherine Schwarzenegger menikah

Jakarta (ANTARA) – Chris Pratt dan Katherine Schwarzenegger resmi menikah pada Sabtu (8/6) waktu setempat dalam sebuah upacara yang sangat tertutup di Montecito, California.

“Anda tahu hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Katherine. Dia tidak berhenti tersenyum. Dan Chris nampak sangat bersemangat,” ujar seorang sumber dilansir People, Minggu.

“Tempatnya indah. Banyak bunga dan tanaman hijau di mana-mana. Ini tempat yang sangat romantis untuk pernikahan,” lanjutnya.

Menurut sumber tersebut, seluruh keluarga ikut foto bersama dengan Chris dan Katherine, termasuk orang tuanya Maria Shriver dan Arnold Schwarzenegger.

Hadir juga sebagai tamu undangan Jack, putra Chris serta saudara-saudaranya Patrick, Christopher dan Christina.

“Semua orang terlihat sangat bahagia,” ujar sumber.

Chris dan Katherine mengumumkan pertunangan mereka di media sosial pada Januari 2019 setelah tujuh bulan berkencan.

Sebelumnya, bintang film “Guardian of The Galaxy” ini pernah menikah dengan Anna Faris selama sembilan tahun dan bercerai pada 2017.

Baca juga: Chris Pratt dan Katherine akan menikah layaknya keluarga Kennedy

Baca juga: Chris Pratt minta izin Arnold sebelum lamar Katherine Schwarzenegger
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringgo Agus Rahman main lagi di “Koki Koki Cilik 2”

Jakarta (ANTARA) – Ringgo Agus Rahman kembali dipercayai membintangi sekuel film anak “Koki Koki Cilik 2”, Ringgo yang berperan sebagai Chef Grant merasa senang bisa kembali berakting bersama anak-anak dalam film tersebut.

Ringgo mengatakan, bahwa dalam film ini banyak memberikan nilai positif dan juga kerja sama yang dibangun sejak dini sehingga menghasilkan hasil yang baik.

“Banyak nilai positif dari film Koki Koki Cilik 2. Hal yang paling terlihat adalah bagaimana sebuah kerjasama bisa memberikan satu hasil yang baik,” ujar Ringgo Agus Rahman dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Menurut ayah satu anak ini, film “Koki Koki Cilik 2” ini juga memberikan dialog yang mudah dimengerti dan dicerna oleh penontonnya yang sasarannya adalah keluarga.

Tidak hanya dialog yang mudah diserap, akting dari para pemain cilik yang tergabung dalam produksi “Koki Koki Cilik 2” sangat membuatnya terkesan.

“Beberapa pemain terlihat mengalami pendewasaan dalam fisik dan akting. Semangat mereka itu nggak pernah luntur sama sekali dan itu yang bikin suasana di lokasi jadi penuh semangat. Mereka anak-anak yang cerdas dan bisa mempertahankan karakter masing-masing di film sebelumnya,” ujar Ringgo.

Dikisahkan dalam film ini Ringgo berperan sebagai Chef Grant, sosok chef yang menyebalkan namun disayangi murid-murid cooking camp.

Dalam film ini Chef Grant merasa putus asa, setelah mengetahui cooking camp akan ditutup oleh pemilik lahan. Sejumlah alumni cooking camp yang mengetahui hal tersebut kemudian bekerjasama membantu Chef Grant untuk menyelamatkan tempat belajar masak bagi anak-anak saat liburan tersebut.

Film liburan sekolah yang diproduksi MNC Pictures, “Koki Koki Cilik 2” bisa disaksikan mulai 27 Juni 2019 di seluruh bioskop Tanah Air. Selain Ringgo, sejumlah pemain dewasa, seperti Kimberly Rider dan Christian Sugiono, ikut bergabung dalam jajaran artis di film yang disutradarai Viva Westi itu.
 

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari ini ada diskusi film hingga pemutaran sinema Prancis

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah agenda hiburan tersaji di Jakarta pada pekan awal usai libur Lebaran, mulai dari Robocar Poli Live Show, diskusi film, pemutaran film Prancis hingga Jakarta Fair.

1. Robocar Poli Live Show, Meet & Greet with Poli & Amber hingga 16 Juni 2019 di Pantai Lagoon Ancol. Ada promo paket berempat untuk bisa ke sana.

2. Back to School Ceria ke Sekolah #BersamaGramedia hingga 16 Juni 2019. Ada lebih dari 10 ribu judul buku lokal dan impor juga berbagai acara, salah satunya jumpa para pemeran Gundala.

3. Jakarta Fair 2019
Acara tahunan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ), untuk memperingati ulang tahun ibu kota, masih berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran hingga 30 Juni.

4. Seminar “Think Like a CEO”
Seminar ini berlangsung pukul 14.00 WIB di Noble House lantai 23. Kuningan, Jakarta.

5. Diskusi “A Woman’s Place is in the Work Place: Half the Picture”
Diskusi fim bersama co-founder Babibutafilm Meise Taurisia ini berlangsung pukul 18.00 WIB di @america, Pacific Place, Jakarta.

6. Cine-Macet : Une année Polaire
Pemutaran film komedi “Année Polaire / A polar year” yang berkisah tentang seorang guru SD yang bekerja di desa Tiniteqilaaq, Greenland dengan jumlah populasi 80 orang. Film diputar di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta pukul 19.00 WIB.

Warga padati Pantai Ancol

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tuntas wajib militer 20 bulan, Kim Soo-hyun kembali ke dunia hiburan

Jakarta (ANTARA) – Aktor Korea Selatan Kim Soo-hyun akan menyelesaikan wajib militernya pada bulan depan dan kembali ke dunia hiburan, kata manajemennya, Senin (10/6), seperti dilansir Yonhap.

Aktor 31 tahun yang masuk militer pada Oktober 2017 itu akan menyelesaikan 20 bulan kewajibannya pada 1 Juli mendatang, ujar agensi KeyEast.

Perusahaan itu mengatakan Kim Soo-hyun sudah menandatangani kontrak untuk menjadi model dari produk kecantikan.

Dia sedang melihat-lihat tawaran drama dan film sebelum kembali ke dunia hiburan.

Aktor yang debut pada 2007 ini populer di Korea dan negara Asia berkat aktingnya di drama “Moon Embracing the Sun” (2012) dan “My Love from the Star” (2013) juga film “The Thieves” (2012).

Baca juga: Kim Soo-hyun jalani wajib militer tanpa gelar temu penggemar

Baca juga: Adegan film Kim Soo-hyun bocor, polisi diminta selidiki

Baca juga: Jun Ji-hyun nantikan kelahiran anak kedua

Soal Dwifungsi ABRI, Hendropriyono usulkan wajib militer

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trailer “Frozen II” angkat soal masa lalu Elsa

Jakarta (ANTARA) – Apakah kekuatan Elsa cukup untuk menyelamatkan kerajaan ? Itulah pertanyaan yang harus dijawab di “Frozen II” di mana sang Snow Queen, Elsa, (Idina Menzel) menjelajah ke luar Arendelle sampai ke perjalanan yang berbahaya dengan saudaranya Anna (Kristen Bell), sahabat manusia salju Olaf (Josh Gad) dan orang es bernama Kristoff (Jonathan Groff).

Disney akhirnya merilis trailer baru “Frozen II” Selasa, mengeksplorasi alasan di balik bagaimana Elsa terlahir dengan kekuatan mistis yang kini mengancam kerajaan.

Namun, masa lalu tak selamanya seperti yang terlihat.

“Kau harus menemukan kebenaran,” kata troll pada Elsa. “Pergi ke Utara menyebrangi tanah sihir dan ke daerah tak dikenal.”

Troll mengingatkan, “namun hati-hati. Kita selalu takut kekuatan Elsa terlalu besar untuk dunia kita. Kini kita harus berharap kalau kekuatan dia cukup besar.”

Meski banyak makhluk mitos dan api di mana-mana mengancam perjalanan mereka, Anna berjanji “Aku tak akan membiarkan apapun terjadi padanya.”

Sutradara Jennifer Lee dan Chris Buck bersama dengan penulis lagu Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez kembali menggarap “Frozen II”.

Film pertama “Frozen” sukses besar dengan meraup 1,3 miliar dolar AS di seluruh dunia lengkap dengan dua penghargaan Oscars.

Sementara versi Broadway-nya menyabet tiga nominasi Tony pada 2018.

“Frozen II” akan tayang pada 22 November tahun ini, Variety dikutip Rabu.

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“X-Men: Dark Phoenix” diperkirakan rugi 100 juta dolar

biaya lebih dari 350 juta dolar untuk produksinya termasuk biaya syuting ulang. Namun… total pendapatan “Dark Phoenix” di seluruh dunia hanya sekitar 285 juta dolar

Jakarta (ANTARA) – “X-Men: Dark Phoenix” diperkirakan akan mengalami kerugian lebih dari 100 juta dolar setelah gagal mengesankan penggemar dan kritikus.

Dirilis pada pekan lalu, film yang dibintangi oleh James McAvoy itu mendapat ulasan yang kurang menyenangkan yakni hanya 23 persen di Rotten Tomatoes.

Kemudian pada pembukaan box office, film tersebut juga terbilang tidak bagus dan dianggap terendah dalam sejarah “X-Men”, bahkan dilaporkan jika para sponsornya diperkirakan mengalami kerugian sebesar 100 juta – 120 juta dolar, demikian dilansir NME, Rabu.

Deadline mengklaim bahwa film tersebut menghabiskan biaya lebih dari 350 juta dolar untuk produksinya termasuk biaya syuting ulang. Namun menurut laporan publikasi total pendapatan “Dark Phoenix” di seluruh dunia hanya sekitar 285 juta dolar.

Sementara itu, Evans Peters baru-baru ini membahas tentang kesedihannya pada hubungan karakter Quicksilver dengan Magneto yang belum terselesaikan. Dia pun berharap jika alur cerita antara ayahnya bisa dieksplorasi dan diselesaikan untuk film mendatang.

Namun penulis dan juga sutradara Simon Kinberg mengatakan bahwa apa yang terjadi dengan Quicksilver dan Magneto bukanlah bagian dari ide untuk film “X-Men”.

“Apa yang saya rasakan dalam film “X-Men” mungkin ini bukan film terkuat kami karena kami menggigit terlalu keras dari apa yang bisa kami kunyah khususnya dalam hal karakter,” kata Simon.

“Kami memberikan begitu banyak karakter dalam cerita sehingga kami kehilangan beberapa hal yaitu garis emosional film ini,” lanjutnya.

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reza Rahadian masih simpan barang dari mantan

Jakarta (ANTARA) – Reza Rahadian ternyata masih menyimpan barang-barang pemberian dari mantan kekasihnya meskipun dia mengaku tidak sengaja.

“Saya enggak pernah dengan sengaja menyimpan, tahu-tahu aja kalau lagi beres-beres kamar, atau bersih-bersih kamar atau gudang. Ini ada nih yang saya ingat atau bahkan mungkin saya bisa lupa ini dari siapa,” ujar Reza usai syukuran film “Toko Barang Mantan” di Jakarta, Rabu.

Aktor berusia 32 tahun itu mengaku menyimpan barang pemberian mantan pacar bukanlah hal yang aneh. Reza juga tidak pernah berusaha untuk menyingkirkan benda-benda yang didapat dari mantan pacarnya.

Enggak perlu lah, itu kalau masih SMA itu mungkin lucu ya, buang-buang barang mantan. Kalau sudah gede, ya malu lah,” katanya.

Reza mengatakan barang-barang tersebut disimpan bukan karena memiliki kenangan yang tidak bisa dilupakan.

Baca juga: Roy Marten usir penyakit dengan aktif syuting

“Aduh, enggak ada yang memorable (mengesankan). Kalau memoreble, misalnya memoreble enggak akan jadi mantan, hehehe. Karena tidak memoreble, ya jadi mantan,” ujar Reza.

Dalam film “Toko Barang Mantan”, Reza menjual barang-barang bekas yang memiliki kenangan akan mantan pacar.

Terkait dengan jual-beli barang mantan, Reza mengaku tidak pernah sekalipun menjualnya seperti tokoh dalam film yang dia perankan.

Ngejual sih enggak pernah ya, kalau nyimpen pernah lah,” tutur Reza.

Baca juga: Reza Rahadian rayakan keberagaman sinema di Hari Film Nasional

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Toko Barang Mantan”, film komedi romantis tentang bisnis kenangan

Jakarta (ANTARA) – Bingung barang-barang pemberian mantan pacar akan disimpan atau dimanfaatkan? Tristan memiliki solusinya, sebab dia membuka sebuah toko bernama Barang Mantan.

Tentu saja itu hanyalah sebuah kisah film “Toko Barang Mantan” yang dibintangi oleh Reza Rahadian sebagai Tristan, Marsha Timothy sebagai Laras, Ledil Putra sebagai Rio, serta Dea Panendra sebagai Amel.

Film bergenre komedi romantis itu memang mengusung tema yang berbeda dari kebanyakan film-film bertema cinta. Beragam cerita sedih dan lucu akan tergambar dari kisah-kisah dari barang pemberian mantan yang dijual.

“Dari ide awal sampai akhirnya, kami yakin ini merupakan sesuatu yang menarik untuk dibuat cerita. Di mana, ada tokoh yang menjual barang-barang mantan. Menariknya, setiap barang dia kasih cerita. Menjual kenangan, yang akhirnya menjadi bisnis menarik,” jelas Creative Producer MNC Pictures Lukman Sardi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

“Toko Barang Mantan” bercerita tentang Tristan yang bosan mendengar kisah cinta yang kandas. Tapi, dia tetap harus menjalani usaha Toko Barang Mantan untuk bertahan hidup.

Baca juga: Reza Rahadian masih simpan barang dari mantan

Suatu ketika, dia berkenalan dengan Laras dan timbul benih cinta. Biasanya mendengarkan kisah orang lain, Tristan justru menjadi sering curhat pada dua temannya, Amel dan Rio.

“Ada beberapa cerita yang datang pada saya, tapi waktu baca cerita ini saya langsung suka. Tristan adalah sosok pemuda yang punya trauma pada kehidupan sebelumnya, cukup introvert dan misterius,” kata Reza.

Saking senangnya dengan tokoh Tristan, Reza sampai mencari penampilan yang cocok untuk karakter itu.

Gue udah cukup banyak main film romantic comedy dan pengin cari look yang berbeda. Akhirnya, waktu untuk memikirkan look itu yang agak lama mencari inspirasinya. Ini look-nya akan beda banget dan belum pernah gue present ke orang,” ujar pemain film “Habibie & Ainun” itu.

“Toko Barang Mantan” disutradarai oleh Viva Westi dengan penulis skenario Titin Wattimena. Film itu juga dibintangi oleh Roy Marten, Widi Mulia, Fandi Chow, Stella Cornelia, dan lainnya.

Baca juga: Roy Marten usir penyakit dengan aktif syuting

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marsha Timothy: mantan tidak melulu menyakitkan

Jakarta (ANTARA) – Terlibat dalam film “Toko Barang Mantan” yang bercerita tentang kenangan masa lalu membuat Marsha Timothy berpendapat bahwa mantan pacar tidak selalu terkait dengan hal-hal yang menyakitkan.

“Bicara tentang mantan, tidak melulu menyakitkan. (Mantan) bisa menjadi memori kita yang lucu, yang menjadi pelajaran untuk kita selanjutnya menjadi orang yang lebih dewasa itu sih,” kata Marsha dalam jumpa pers film “Toko Barang Mantan” di Jakarta, Rabu.

Marsha sendiri mengaku tidak pernah menyimpan barang-barang pemberian mantan pacarnya.

“Saya enggak pernah menyimpan,” ujar istri Vino G Bastian itu.

Baca juga: “Toko Barang Mantan”, film komedi romantis tentang bisnis kenangan

Dia menambahkan, “Kalau ulang tahun memberi kado pasti ada. Saya juga enggak tahu ada di mana ya, ada juga orang yang menyimpan. Tapi, ada juga pasti orang-orang yang kalau ada toko barang mantan banyak juga yang akan menjual.”

“Toko Barang Mantan” bercerita tentang Tristan (Reza Rahadian) yang membuka usaha menjual barang-barang dari mantan pacar dengan berbagai cerita menarik di dalamnya. Suatu hari, Tristan bertemu dengan Laras yang diperankan oleh Marsha dan jatuh cinta padanya.

Berperan dalam film disutradarai Viva Westi itu menjadi pengalaman pertama Marsha sebagai lawan main Reza. Sebelumnya, mereka bertemu dalam panggung teater.

“Kalau di teater memang udah tiga kali ya. Untuk syuting masih 10 hari lagi, tapi saya rasa akan berjalan baik. Kami sudah pernah bekerja sama sebelumnya jadi sudah bisa nyaman,” jelas pemain film “Wiro Sableng” itu.

Baca juga: Reza Rahadian masih simpan barang dari mantan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sakit jantung, aktor senior Robby Sugara meninggal dunia

Jakarta (ANTARA) – Aktor senior Robert Isaac Kaihena Sugara atau yang dikenal dengan Robby Sugara tutup usia karena sakit jantung di Jakarta, Kamis dini hari.

Menurut Ferdinan, menantu Robby Sugara, jenazah aktor yang lahir pada 20 Juli 1950 itu, saat ini disemayamkan di rumah duka RS UKI, Jakarta Timur.

“Karena sakit jantung, tadi malam wafat jam 12 malam,” kata Ferdinan saat dihubungi ANTARA, Kamis.

Ferdinan yang merupakan suami dari anak pertama Robby, Ella Inggrid, menuturkan sang mertua sedang berada di tempatnya saat terkena serangan jantung.

Sang aktor segera dibawa ke RS Adhyaksa, Jakarta Timur, namun keadaannya sudah kritis. Aktor keturunan Jawa, Ambon dan Belanda itu menghembuskan napas terakhir di sana, lalu dibawa ke rumah duka RS UKI.

Rencananya, mendiang Robby Sugara akan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Jumat.

Menurut Ferdinan, mertuanya tidak memiliki riwayat penyakit jantung, namun pernah mengalami stroke ringan dan mengidap penyakit gula.

Robby aktif berkarir di dunia perfilman Indonesia sejak periode 1970-an. Film-film yang dibintanginya di antaranya “Wajah Tiga Perempuan”, “Ratapan Anak Tiri II”, “Ke Ujung Dunia” pada era 70-an dan 80-an hingga “Garuda Superhero” (2015), “Terjebak Nostalgia” (2016), “3 Dara 2” dan film terbaru “Jangan Sendirian”.

Baca juga: Ayah Dewi Perssik meninggal dunia Minggu siang
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sambut Lebaran, Ge Pamungkas dan istri bingung cari baju

Jakarta (ANTARA) – Lebaran tahun ini begitu spesial bagi Ge Pamungkas karena kini ia merayakan Idul Fitri bersama sang istri Anastasia Herzigova, meski ada beberapa hal yang belakangan membuatnya kebingungan.

Perkara yang bikin Ge dan istrinya bingung adalah baju Lebaran dan bingkisan Hari Raya.

“Awalnya kami santai-santai saja. Kami adalah pasangan yang santai. Tapi tiba-tiba ada telepon dari keluarga, ‘Nak, nanti Lebaran kamu pakai baju apa?’ Terus tiba-tiba gue nanya ke istri, ‘Memangnya kita harus beli baju ya?’, dan dia bilang ‘Enggak tahu’,” ujar Ge di Jakarta, Selasa (28/5).

“Akhirnya kita jadi sibuk, kita harus beli baju nih, kita harus beli baju. Habis sibuk, santai lagi, terus di telepon lagi soal parsel, akhirnya panik lagi gitu,” lanjutnya.

Bagi Ge dan Kyku, panggilan akrab Anastasia, menyiapkan baju untuk Lebaran dan parsel merupakan pengalaman yang sangat baru. Sebab selama ini, semua persiapan Lebaran diurus oleh keluarganya.

“Ya karena kan sebelumnya itu kalau hidup sama keluarga diurusin sama orang tua, kayak baju, parsel, itu nyokap yang ngurusin. Pas keluar rumah, itukan harus sendiri tuh,” jelas pemain film “Susah Sinyal” itu.

Standup komedian itu juga mengaku bahwa selama bulan Ramadhan dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri. Sebab Ge ingin semakin dekat dengan Kyku.

“Buka puasa sama keluarga, sahur pun sama keluarga. Aku kalau biasanya sama keluarga lama, sama mama papa, sekarang sama istri. Satu bulan ini adalah waktu yang penuh untuk aku sama istri doang. Kalau misal teman-teman bilang bukber, reuni, aku enggak karena aku mau sama istri aja,” kata Ge.

Baca juga: Ge Pamungkas cerita rasanya jadi “hantu”
 

Toko emas di Palangka Raya dan Sampit diburu

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christian Sugiono tertantang saat pertama kali main film anak

Jakarta (ANTARA) – Christian Sugiono yang ikut bermain dalam film “Koki Koki Cilik 2” mengaku baru petama kali beradu akting dengan anak-anak, hal ini membaut Christian Sugiono merasa tertantang dan sekaligus terkejut saat berada dilokasi syuting yang tak seperti biasanya. Kali ini penuh dengan canda tawa dan sekaligus tingkah lucu dari para pemain Koki Cilik 2 yang membaut cair suasana dan menjadikan obat bagi rasa lelah.

“Kerja sama anak-anak menyenangkan ya. Nggak terasa lelahnya, meski capek. Yang penting kita kebawa lebih muda,” ujar Christian Sugiono dalam keterangan resmi yang diterima Antara, Rabu.

Menjadi seorang chef merupakan peran yang cukup baru dan sekaligus menantang bagi Tian sapaan akrabnya. ikut serta dalam film ini juga menjadi pembelajaran bagi dirinya untuk bagaimana menangani anak-anak dan juga sekaligus menjadi chef yang mahir memasak.

“Ini pastinya jadi peran menantang dan baru buat saya, karena ini jadi sesuatu yang baru sama anak-anak. Dimana dari peran itu saya banyak belajar caranya nanganin anak-anak terutama anak cowok dan sekaligus menjadi kesempatan buat saya untuk bagaimana masak. Karena kalau ditinggal-tinggal istri kerja sudah siap memasak sendiri lah,” tambahnya.

Selain itu, ayah dua anak itu menilai akting yang dilakukan oleh Claire Cutie, Romaria dan pemain lainnya di Film “Koki Koki Cilik 2” itu sangat bagus dan bisa terus dikembangkan bakat berkatingnya agar nantinya bisa menjadi aktor dan aktris yang membanggakan di masa mendatang.

“Mereka natural, bagus aktingnya. aku harap, mereka bisa terus berkembang kemampuan aktingnya,” ungkapnya.

Film garapan dari MNC Pictures itu menceritakan tentang misi Bima (Farras Fatik) bersama teman-temannya para alumni cooking camp menyelamatkan tempat mereka belajar memasak tersebut dari penutupan oleh pemilik lahan sehingga Bima dan teman-temannya pun harus berjuang untuk menggagalkan penutupan cooking camp. Tentunya hal itu tidak mudah karena keterbatasan dana yang mereka miliki.

Film liburan keluarga “Koki Koki Cilik 2”, dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 27 Juni 2019. Selain Christian Sugiono, sejumlah pemain ikut bergabung, seperti Ringgo Agus Rahman dan Kimberly Rider, sedangkan untuk pemain cilik masih tetap sama yakni, Bima (Farraz Fatik), Melly (Alifia Lubis), Kevin (Marcello), Alva (Ali Fikri), Niki (Clarice Cutie), Key (Romaria) dan terdapat pemain baru yaitu Adit yang diperankan oleh Ahdiyat pemain film “Pengabdi Setan”.

Baca juga: “Koki Koki Cilik 2” hadirkan pemain-pemain baru

Baca juga: Cerita Kimberly Ryder berakting dengan para aktor cilik

13 titik lokasi macet di Sumbar saat Idul Fitri

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berperan sebagai anak culun, Jefri Nichol keluar dari zona nyaman

Jakarta (ANTARA) – Jefri Nichol akhirnya keluar dari zona nyaman, sebab dalam film “Hit & Run” dia berperan sebagai anak cowok yang culun.

“Pas pertama kali baca skripnya, ini perannya kayak agak nyeleneh. Tapi saya malah suka banget, pas saya baca skripnya lucu banget,” ujar Jefri dalam jumpa pers pemutaran perdana film “Hit & Run” di Jakarta, Rabu.

Di sini, Jefri berperan sebagai seorang anak skater yang jatuh cinta dengan anak seorang sindikat narkoba. Jefri digambarkan sebagai anak kecil yang penakut.

“Gue juga enjoy banget jadi anak kecil. Gue juga sampai nurunin 6 kg buat film ini biar kelihatan kayak anak kecil dan kelihatan kan usahanya di sini,” ujar pemain “Dear Nathan” ini.

Jefri biasa main film remaja bisa dibilang lepas dari zona nyamannya di film, sebab biasanya dia memainkan karakter sebagai anak nakal dan jagoan.

“Ini jawaban dari pertanyaan semua orang. Ini film yang mematahkan ekspektasi orang kalau aku selalu berperan sebagai bad boy dan jagoan. Di sini aku adalah orang yang cemen dan masih bocah,” jelasnya.

Baca juga: Film “Hit & Run” didukung sineas terbaik Tanah Air
 

Tiga ribu pelari ramaikan Pemilu Run 2019

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reuni ala Yayan Ruhian dan Joe Taslim di “Hit & Run”

Jakarta (ANTARA) – Setelah delapan tahun berpisah, Yayan Ruhian dan Joe Taslim kembali dipertemukan dalam film laga “Hit & Run”. Yayan mengaku sangat senang bisa bertarung lagi dengan Joe.

“Ini sebuah kebanggaan karena ini adalah jawaban dari sekian banyak pertanyaan kapan Mad Dog (Yayan) berjumpa dengan Sersan Jaka (Joe),” kata Yayan ditemui dalam pemutaran perdana film “Hit & Run” di Jakarta, Rabu.

Yayan dan Joe pertama kali bertemu dalam film “The Raid”. Di situ, Yayan berperan sebagai Mad Dog, salah satu petarung tangguh dan Joe sebagai Sersan Jaka, seorang polisi yang ditugaskan untuk menangkap sindikat kejahatan.

“The Raid” dirilis pada tahun 2011, pertarungan keduanya di situ pun cukup sengit sehingga menimbulkan kesan yang mendalam bagi para penggemarnya.

“Delapan tahun berpisah, ini reuni pertama dengan Joe Taslim dan saya senang sekali dan mudah-mudahan ini jadi jawaban buat pencinta film action,” ujarnya.

Pemain film “John Wick: Parabellum” ini juga mengatakan sangat senang bisa kembali beradu akting dengan Joe dan tidak merasa canggung sedikitpun saat bertarung.

“Canggung sih enggak malah saya kangen banget. Saya nanya bisa enggak setelah delapan tahun ini? Karena masa saya sudah lewat. Tapi alhamdullilah semua berjalan dengan lancar,” jelas Yayan.

Baca juga: Berperan sebagai anak culun, Jefri Nichol keluar dari zona nyaman

Baca juga: Film “Hit & Run” didukung sineas terbaik Tanah Air

Tiga ribu pelari ramaikan Pemilu Run 2019

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joe Taslim pertama kali main film komedi lewat “Hit&Run”

Saya percaya 100 persen dengan arahan sutradara dan penulis skenario dan saya akan bermain sebaik mungkin

Jakarta (ANTARA) – Untuk pertama kalinya Joe Taslim bermain dalam film komedi. Menurutnya, hal tersebut sangatlah menyenangkan.

Film terbaru Joe “Hit & Run” bergenre komedi laga. Di sini, Joe digambarkan sebagai sosok polisi narsis namun jago bela diri.

Peran seperti ini belum pernah dimainkan oleh Joe sebelumnya sehingga membuatnya terlihat berbeda.

“Tantangan di komedi sebenarnya luar biasa, saya sendiri tidak pernah mengotak-ngotakan main di mana action, horor atau apa. Saya percaya 100 persen dengan arahan sutradara dan penulis skenario dan saya akan bermain sebaik mungkin,” ujar Joe saat pemutaran perdana film “Hit & Run” di Jakarta, Rabu.

Menurut pemain “The Raid” ini, film apapun jika dimainkan dengan sepenuh hati pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan menurutnya hal tersebut sudah menjadi kewajiban bagi para aktor.

“Mau komedi, horor atau action, kalau dimainkan sebaik mungkin ya pasti hasilnya juga akan sangat baik. Saya juga dibantu dengan teman-teman yang luar biasa baik dan mereka asyik,” katanya.

Di Indonesia sendiri, film dengan genre komedi laga masih terbilang jarang. Namun menurutnya, lima tahun ke depan akan banyak film dengan tema tersebut.

“Warna komedi itu kuat sekali sampai lima tahun ke depan. Action juga harus renyah, harus asyik, harus entertaining bukan action yang harus merasa horor. Ini film action pertama (di Indonesia) yang renyah, entertaining dan ditonton tetap seru,” jelas Joe.

Baca juga: Reuni ala Yayan Ruhian dan Joe Taslim di “Hit & Run”

Baca juga: Berperan sebagai anak culun, Jefri Nichol keluar dari zona nyaman

Baca juga: Film “Hit & Run” didukung sineas terbaik Tanah Air

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kit Harington jalani perawatan usai “Game of Thrones”

Jakarta (ANTARA) – Aktor “Game of Thrones” Kit Harington sedang menjalani perawatan usai rampungnya serial televisi HBO di mana ia berperan sebagai Jon Snow, kata perwakilannya, Selasa (28/5).

“Kit telah memutuskan untuk memanfaatkan jeda ini dalam jadwalnya sebagai kesempatan untuk menghabiskan waktu untuk merawat kesehatannya,” kata seorang wakil aktor Inggris itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters.

Harington, 32, menjadi bintang dunia berkat “Game of Thrones,” di mana dia memainkan peran sebagai Snow yang berani, yang tindakannya dalam episode terakhir menjadi salah satu kejutan terbesar dalam pertunjukan itu.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian masalah-masalah kesehatannya, tetapi sebuah kolom di The New York Post mengatakan Harington sangat lelah setelah serial itu berakhir dan dirawat karena stres, kelelahan dan konsumsi alkohol.

Kolom Page Six menambahkan bahwa ia mendaftar ke klinik di Amerika Serikat selama beberapa minggu sebelum seri fantasi abad pertengahan berakhir pada 19 Mei. Episode pamungkas “Game of Thrones” berhasil menarik rekor 19,3 juta pemirsa di Amerika Serikat.

Harington, yang menikah dengan lawan mainnya di “Game of Thrones” Rose Leslie pada 2018, mengatakan kepada Variety awal tahun ini bahwa dia sebelumnya merasa kesulitan berhadapan dengan ketenaran dan perhatian yang muncul berkat serial tersebut, menyebut hal itu “menakutkan.”

“Saya harus merasa bahwa saya adalah orang yang paling beruntung di dunia, padahal sebenarnya, saya merasa sangat rentan. Saya sering merasa gundah — seperti yang saya pikir banyak orang rasakan pada usia 20-an, ”katanya kepada Variety dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Maret lalu.

Baca juga: Serial “Game of Thrones” belum tamat?

Baca juga: Botol minuman kembali ditemukan dalam episode “Game of Thrones”

Baca juga: Penayangan Game of Thrones di China ditunda, penggemar geger

Psikolog menilai Indonesia darurat digital literasi

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ashton Kutcher bersaksi di persidangan, “panik” teman kencannya tewas

Jakarta (ANTARA) – Aktor Ashton Kutcher mengatakan dalam persidangan Los Angeles, Rabu (29/5), bahwa dia “panik” saat mengetahui perempuan muda ditemukan tewas di Hollywood sehari setelah dia menelepon untuk berkencan.

Bintang “Two and a Half Men” itu menjadi saksi mata dalam persidangan untuk pria yang disebut “Hollywood Ripper”, yang juga dituduh sebagai pembunuh teman kencannya, juga dua perempuan lain.

Ashton Kutcher mengatakan dia tiba di tempat mahasiswi desain fashion Ashley Ellerin pada 22 Februari 2001 malam hari, setelah meneleponnya pada petang hari itu untuk mengatur jadwal kencan, lapor Los Angeles City News Service.

Namun ketika dia tiba di sana dua jam kemudian, Ashton melihat lampu menyala dan pintu dibuka. Saat mengintip dari jendela dia melihat “apa yang kupikir tumpahan anggur merah di karpet.”

“Saya tidak terlalu memikirkannya,” ujar Kuthcer, menambahkan dia “pikir telah gagal berkencan” karena datang terlambat, dan dia berasumsi Ellerin pergi bersama temannya.

Ashley Ellerin (22) ditemukan tewas di rumahnya pada keesokan harinya oleh teman sekamarnya. Dia ditusuk 47 kali, kata jaksa.

Ashton Kutcher yang kini berusia 41 tahun mengatakan saat dia tahu apa yang terjadi pada Ellerin, dia berbicara pada polisi dan “panik” karena dia tahu sidik jarinya akan ada di pintu rumah sang gadis.

Michael Gargiulo disidang di Los Angeles Superior Court atas pembunuhan Ellerin dan dua perempuan lain serta percobaan pembunuhan seseorang.

Pria 43 tahun itu ditangkap pada 2008 dan mengaku tidak bersalah.

Pada 2001, Ashton dikenal sebagai salah satu bintang serial komedi “That’70s Show”. Sepuluh tahun kemudian dia membintangi komedi “Two and a Half Men.”

Pada 2005, Ashton Kutcher menikah dengan aktris Demi Moore. Setelah bercerai pada 2013, dia menikahi lawan mainnya di “That ’70s Show” Mila Kunis di mana pernikahan mereka dianugerahi dua anak.

Baca juga: Mila Kunis dan Ashton Kutcher sambut anak kedua

Baca juga: Situs A+ milik Ashton Kutcher dituduh menjiplak

Baca juga: Ashton Kutcher gugat cerai Demi Moore

Livi Zheng, Diaspora Indonesia di Hollywood

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Unggah cuplikan film bisa dipidana

Kalau yang dicuplik adalah bagian yang substansial, di mana itulah bagian inti film tersebut, dia bisa dianggap telah melanggar hak cipta

Jakarta (ANTARA) – Kegiatan mengunggah cuplikan film bioskop di status media sosial seperti “Instagram Story” atau “Snapchat” bisa dikategorikan sebagai tindakan melanggar hak cipta.

Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Ari Juliano Gema, menjelaskan bahwa unggahan seluruh isi film jelas melanggar hak cipta, sementara unggahan cuplikan tergantung jenisnya.

“Kalau yang dicuplik adalah bagian yang substansial, di mana itulah bagian inti film tersebut, dia bisa dianggap telah melanggar hak cipta karena melanggar kepentingan yang wajar dari pemegang hak cipta,” kata Ari di Jakarta ketika dihubungi Antara, Kamis.

Sementara itu unggahan cuplikan bagian film yang tidak substansial seperti judul atau credit title, tambah Ari, tidak termasuk pelanggaran.

Sanksi bisa dijatuhkan kepada pembuat unggahan jika konten yang dia unggah tersebut terbukti bisa mengakibatkan penurunan jumlah penonton film di bioskop.

Pemegang hak cipta film, yaitu produser, bisa saja mengajukan gugatan perdata untuk meminta ganti rugi atau kompensasi terhadap penurunan penonton.

“Yang kedua, dia bisa dilaporkan ke polisi sebagai tindakan pembajakan karena menyiarkan secara luas (tanpa seizin pemegang hak cipta),” tambah Ari.

Dengan begitu, dalam kasus unggahan yang dianggap sebagai pembajakan, pelakunya bisa dikenai hukuman pidana.

Mengingat fenomena unggahan cuplikan film ini adalah hal yang dekat dengan keseharian masyarakat, Ari mengaku pihaknya sudah berupaya melakukan pencegahan melalui edukasi publik.

Bentuk edukasi publik, menurut Ari, dilakukan baik kepada pihak bioskop agar mengawasi dan mengambil tindakan jika menemukan kasus serupa, maupun kepada masyarakat langsung.

“Kami kampanye bekerja sama dengan beberapa artis dengan membuat film pendek untuk mengedukasi publik dan diputar di beberapa bioskop sebelum film (utama) diputar,” jelas dia.

Baca juga: Produser akan laporkan temuan DVD bajakan “Dilan 1990” ke polisi
Baca juga: Fitur live streaming medsos berpotensi suburkan pembajakan film

Bawaslu tindak lanjut 7 laporan dugaan pelanggaran Pemilu

Pewarta: Suwanti, Suryanto
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film Indonesia kini, wadah aspirasi dan ekspresi yang berani

Namun karena film ini sempat menimbulkan kontroversi, masyarakat jadi penasaran dan penayangannya malah diperpanjang hingga sebulan lebih

Jakarta (ANTARA) – Bioskop di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa sore (28/5) itu, masih dipadati calon-calon penonton yang hendak menikmati film favorit mereka.

Beberapa ada yang masih bingung membeli popcorn rasa manis atau asin, beberapa ada yang bercerita mengenai film terakhir yang mereka tonton bulan lalu.

“Bulan lalu, banyak film Indonesia yang bagus. Ada ‘Ave Maryam’, ada ‘Kucumbu Tubuh Indahku’, ada ’27 Steps of May’ juga, saingan sama ‘Avengers: Endgame’ lagi. Tapi, hype-nya tak kalah lho,” ujar Tia, salah seorang pengunjung bioskop tersebut.

Tia, yang juga pecinta film tersebut, mengatakan kualitas film-film nasional akhir-akhir ini semakin membaik. Peningkatan kualitas itu terbukti dengan besarnya minat masyarakat untuk menonton film yang mengangkat isu sosial.

“27 Steps of May”, lanjut Tia, adalah salah satu film yang berkesan baginya. Film itu, menurut Tia, mengangkat isu kejahatan seksual dan trauma psikologis secara gamblang dengan balutan visual, audio, dan akting para pemeran dengan rapi dan indah.

“Ini kan topik yang kontroversial, ya, buat dijadikan tontonan. Tapi, filmnya dikemas dengan cantik. Bisa menjadi media belajar juga untuk penonton,” ujarnya yang lantas meneguk es soda.

Senada dengan Tia, Dosen Seni dan Budaya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Tommy Awuy berpendapat serupa. Isu kontroversial yang dikaryakan sebagai film layar lebar dan dipertontonkan untuk umum, menurut Tommy, menjadi nilai plus tersendiri, terutama untuk menggugah ketertarikan masyarakat mengenai isu tersebut.

Baca juga: Festival film of the Archipelago tayangkan empat film Indonesia

Tommy lalu mencontohkan film “Kucumbu Tubuh Indahku” karya Garin Nugroho yang sempat dilarang tayang di beberapa kota. Tapi, film itu juga menjadi salah satu film Indonesia terlaris selama pertengahan April hingga Mei.

“Awalnya, film Garin ini kan dibatasi hanya sampai dua minggu. Namun karena film ini sempat menimbulkan kontroversi, masyarakat jadi penasaran dan penayangannya malah diperpanjang hingga sebulan lebih,” tutur Tommy saat ditemui ANTARA di IKJ.

Tommy menilai pegiat film seperti Garin yang berani mengangkat kisah-kisah yang dekat namun masih dianggap memiliki stigma negatif mampu menambah nilai, pengetahuan, dan sudut pandang baru bagi para penontonnya, serta menjadi suara bagi mereka yang memiliki kedekatan emosional dengan isu dari film tersebut.
  Dosen Seni dan Budaya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Tommy Awuy saat ditemui ANTARA di IKJ pada Selasa (28/5/2019) (ANTARA/Dea N. Zhafira)

Film nonkomersil seperti film independen (indie) maupun film festival, lanjut Tommy, juga mampu merangsang penontonnya untuk melakukan self censorship, atau mengajak penonton melakukan proses berpikir dan memberikan batasan serta menyaring nilai atau pesan yang ingin disampaikan oleh sang pembuat film.

Idealis atau realistis

Ruangan kelas kosong IKJ yang dingin sesekali membuat kacamata yang Tommy kenakan sedikit berembun ketika ia bercerita sore itu. Berulang kali dia membetulkan bingkai kacamatanya sembari bercanda, kemudian meneruskan pendapatnya.

Ketika disinggung mengenai harapannya atas perfilman nasional, Tommy mengatakan kemajuan kualitas film Indonesia pada masa depan tidak lepas dari idealisme para sineasnya. Idealisme tersebut, lanjut Tommy, merupakan kekuatan pembuat film untuk menyampaikan nilai-nilai kepada audiensnya.

“Saya kira film-film dengan isu sosial seperti (Garin) itu dibuat oleh mereka yang idealis, sebagai sebuah bentuk pembelajaran, memberikan nilai-nilai ideal, bukan komersial. Menjadi sebuah cermin budaya maupun estetika, serta membuat kacamata perspektif lain,” jelas Tommy.

Namun, salah satu tantangan bagi sineas-sineas muda yang idealis itu adalah realita yang berada di depannya. Merupakan rahasia umum bahwa produksi film memerlukan biaya yang tidak sedikit. Menurut Tommy, menjadi realistis merupakan ‘kawan tapi lawan’ bagi pegiat film dengan idealisme tinggi.

Baca juga: Sineas: Film Indonesia keren!

Sepakat dengan Tommy, Panji Nandiasa Mukadis, pendiri usaha rintisan (startup) yang bergerak pada bidang pemutaran alternatif dan perfilman Indonesia bernama Infoscreening.co itu berpendapat idealisme sineas dengan bisnis tentu pada akhirnya akan berkaitan.

“Dunia perfilman merupakan sesuatu yang potensial. Entah dari sisi pegiat produksi dan nonproduksi, hingga variasi film mulai dari yang eksperimental sampai komersil,” katanya kepada ANTARA melalui sambungan telepon, Selasa.

Panji menambahkan, pecinta film di Indonesia membutuhkan sebuah ruang akan variasi genre yang berdampak terhadap kehidupan sosial.

Maka, Panji berpendapat dukungan terhadap pembuat film oleh pegiat-pegiat di luar produksi seperti produser eksekutif, distributor, hingga programer bioskop, akan terus menumbuhkan semangat berkarya yang tinggi, berisikan nilai ideal, dan tidak berorientasi terhadap pemikiran box office.

“Kuncinya adalah pada manusianya, dan saya optimistis sineas Indonesia mampu,” ujar Panji.

Tia, Tommy, dan Panji memiliki harapan dan optimisme terhadap kemajuan dan kualitas perfilman Indonesia pada masa mendatang.

Kehadiran film-film yang membawa suara-suara dari yang tak terdengar itu diharapkan mampu menggapai perhatian publik, dan membuat khalayak umum lebih peka terhadap keadaan dan isu sosial di sekitar mereka.

Film, pada akhirnya, akan menjadi sebuah wadah aspirasi dan ruang ekspresi bagi banyak orang untuk belajar menghargai perbedaan, dan belajar menjadi manusia.

Baca juga: Ari Sihasale dan Nia konsisten angkat film Indonesia Timur

Peninggalan Ani Yudhoyono untuk bangsa Indonesia

Oleh Dea N. Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dari serial, “Kiko” kini jadi film layar lebar

Kiko akan ada petualangan baru dengan teman-teman yang baru juga. Akan ada hal baru di film ini yang kita siapkan dan itu tidak ada di serial,

Jakarta (ANTARA) – Serial Kiko yang biasa ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia akan hadir dalam versi layar lebar berjudul “Kiko In The Deep Sea”.

“Kita tahu bahwa Kiko adalah serial animasi MNC yang pertama. Kiko itu asalnya dari majalah Just For Kids di 2010. Kita angkat ke televisi supaya bisa digemari dan jadi kebanggaan anak-anak Indonesia. Terus kita berpikir kenapa kita tidak bisa menghadirkan Kiko ke movie untuk dibawa ke pasar dunia,” ujar Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, CEO MNC Animation melalui keterangan resmi yang diterima ANTARA, di Jakarta, Jumat.

Karena serial ini akan menjadi sebuah film, maka cerita yang disajikan akan berbeda dengan yang biasa dilihat di televisi.

Tak hanya cerita, beberapa karakter baru juga ditambahkan pada “Kiko In The Deep Sea”, hal ini bertujuan untuk menambah keseruan petualangan Kiko.

“Kiko akan ada petualangan baru dengan teman-teman yang baru juga. Akan ada hal baru di film ini yang kita siapkan dan itu tidak ada di serial,” jelas Esaf Andreas Sinaulan selaku Produser “Kiko In The Deep Sea”.

Kehadiran film animasi ini diharapkan bisa menambah sajian berkualitas bagi anak-anak Indonesia dan mampu menembus pasar internasional.

“Kita berharap bisa menembus pasar internasional. Kita perlu bangga bahwa menurut kami ini satu-satunya movie animasi yang kualitasnya menuju internasional,” ujar Liliana.

“Kiko in The Deep Sea” akan tayang mulai 4 Juli 2019. Film ini melibatkan Felicya Angelista, Arbani Yasiz, Robby Purba dan Anastasia Amalia sebagai pengisi suaranya.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

CEO Disney bilang “sulit” syuting di Georgia terkait UU aborsi baru

Jakarta (ANTARA) – Chief Executive Disney Bob Iger mengatakan pada Reuters, Rabu, bahwa akan “sangat sulit” untuk mereka terus melakukan pengambilan gambar di Georgia bila Undang Undang baru tentang aborsi diterapkan sebab banyak orang yang takkan mau bekerja di negara bagian AS tersebut.

Beberapa film Disney seperti “Black Panther” dan “Avengers: Endgame” melakukan syuting di Georgia, dan negara bagian itu akan terkena dampaknya bila perusahaan hiburan berhenti syuting di sana.

Gubernur Georgia menandatangani undang-undang pada 7 Mei tentang larangan aborsi setelah dokter dapat mendeteksi detak jantung janin yakni sekitar enam minggu setelah hamil, sebelum banyak perempuan tahu mereka hamil.

Undang-undang ini akan mulai berlaku pada 1 Januari, jika berhasil melewati pengadilan.

Saat ditanya Reuters apakah Disney akan terus syuting di Georgia, Iger mengatakan “akan sulit melakukannya” jika UU itu diterapkan.

“Saya ragu kami akan tetap meneruskannya,” ujar Iger dalam wawancara jelang peluncuran bagian “Star Wars” di Disneyland. “Saya kira banyak pekerja kami yang tidak mau bekerja di sana, dan kami harus memperhatikan permintaan mereka. Saat ini kami masih memantau.”

Sebagian aktor dan produser telah mengatakan tak mau bekerja di Georgia karena UU aborsi, tapi banyak perusahaan produksi besar yang masih diam mengenai hal tersebut.

Pada Selasa, Netflix mengatakan mereka akan berpikir ulang tentang investasi produksi film dan televisi di Georgia bila hukum tersebut diterapkan.

Baca juga: Alasan pusar Jasmine tertutup dalam “Aladdin” live action

Baca juga: Heidi Klum, Vera Wang rancang bando telinga Mickey Mouse

Baca juga: Film “Star Wars” 2022 dibuat oleh pencipta “Game of Thrones”

Menikmati jernihnya kolam alami black canyon

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemenang Cannes “Parasite” puncaki box office Korsel

Jakarta (ANTARA) – Film pemenang Cannes “Parasite” yang disutradarai oleh Bong Joon-ho berjaya di Korea Selatan dan menduduki puncak box office lokal pada hari pertama peluncurannya.

Film satire tentang keluarga ini menarik sekitar 568.000 penonton pada Kamis, jauh melebihi film live action Disney “Aladdin” dengan jumlah penonton 74.000, menurut data Dewan Film Korsel.

“Parasite” ditampilkan di 1.783 layar bioskop lokal, dengan 8.263 penonton pada hari itu, demikian seperti dilansir Yonhap, Jumat.

Film yang dibintangi Song Kang-ho tersebut, diharapkan mencapai total kumulatif 1 juta pada Jumat karena jumlah tiket yang telah dipesan pada 08.30 waktu setempat telah mencapai lebih dari 520.000. Jumlah ini menyumbang 69,5 persen dari semua tiket yang dipesan.

Dengan prestasi bergengsi sebagai film Korea Selatan pertama yang mendapat penghargaan tertinggi Cannes, Palme d’Or, “Parasite” berhasil menarik perhatian penonton lokal, dengan jalan cerita yang plotnya tak terduga bercampur dengan ketegangan, horor, dan humor.

“Parasite”, film ketujuh Bong, berkisah tentang keluarga miskin Ki-taek yang tinggal di ruang bawah tanah yang kotor.

Mereka menjadi terlibat dalam serangkaian insiden setelah putra mereka yang licik mendapat pekerjaan sebagai tutor untuk keluarga kaya yang tinggal di rumah mewah.

Baca juga: Film Korea Selatan “Parasite” raih Palme d’Or Cannes 2019

Baca juga: Tiket film pemenang Cannes “Parasite” laris dipesan di Korsel

Jelang penetapan hasil Pemilu, Korem 143 HO siagakan dua ribu personel

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Resensi: “Hit & Run”, film aksi berbalut komedi renyah

Jakarta (ANTARA) – Film aksi tak melulu harus soal baku hantam, jika ditambah dengan bumbu komedi, drama dan romantis pasti lebih seru seperti yang disuguhkan oleh “Hit & Run”.

“Hit & Run” adalah film pertama Joe Taslim yang bergenre komedi, jika biasanya Anda melihat aktingnya yang sangat serius dengan pertarungan tanpa ampun, di sini Anda akan melihatnya sebagai sosok yang santai, suka bercanda namun jago bela diri.

Joe Taslim berperan sebagai Tegar Saputra, seorang polisi selebriti yang membasmi kejahatan di kotanya. Dia memburu Coki (Yayan Ruhian) seorang gembong narkoba yang juga jago bela diri.

Di tengah melaksanakan tugasnya, Tegar bertemu dengan Liow (Chandra Liow) seorang penipu kelas teri, Jefri (Jefri Nichol) bocah yang diperbudak cinta dan cengeng, serta Meisa (Tatjana Saphira) menyanyi dangdut yang jatuh cinta padanya. Ketiga orang ini kemudian menjadi informan bagi Tegar untuk menangkap Coki.

Perjalanan Tegar bertemu dengan Liow, Jefri dan Meisa serta mencari Coki ini sangat lah seru. Sebagai penulis skenario, Upi dan Fajar Putra tidak hanya menyajikan duel sengit saja tapi juga memasukkan bumbu-bumbu komedi yang fresh.

Komedi yang renyah

Joe Taslim yang biasanya berakting serius saja bisa membuat Anda tertawa terpingkal di film ini. Sebagai polisi yang cukup narsis, Anda tidak akan menyangka bahwa Joe bisa juga melakukan hal-hal konyol.

Bukan cuma Joe, Jefri Nichol juga sangat jauh dari kesan cowok ganteng, cool, bad boy dan idola para remaja putri. Jefri membuktikan kemampuannya bahwa dia tidak hanya unggul di film cinta remaja saja tapi juga bisa berperan sebagai sosok yang jauh dari kata sempurna sebab di sini dia digambar sebagai orang yang cengeng, culun dan diperbudak cinta yang mampu membuat Anda tertawa.

Hampir semua tokoh dalam film ini dibangun dengan ciamik dan menonjolkan karakter masing-masing. Komedi yang ditawarkan pun sangat sederhana, tidak ada kata-kata yang berlebihan namun tetap membuat tertawa bahkan untuk hal kecil sekalipun dan tidak membosankan.

Adegan laga

Film ini juga menandai reuni antara Joe dan Yayan yang sebelumnya bertemu di “The Raid” sebagai musuh bebuyutan. Sama seperti delapan tahun lalu, pertarungan keduanya begitu sayang untuk dilewatkan mulai dari menggunakan tangan kosong hingga bantuan senjata.

Adegan aksi lain yang tak kalah seru adalah saat Joe berkelahi di atas truk yang berjalan. Pada bagian ini akan terlihat bahwa “Hit & Run” adalah film aksi sungguhan.

Meski berbalut komedi, tetap saja terdapat adegan perkelahian yang terbilang sadis. Namun sadis di sini masih bisa disaksikan hingga usia 17 tahun, tidak seperti film aksi lain yang kebanyakan mengambil rating 21 tahun ke atas.

Film berjenis aksi komedi seperti “Hit & Run” ini sebenarnya mengingatkan kita pada film-film milik Jackie Chan, di mana laga dan komedi bisa bersatu. Tapi untuk bikinan Indonesia khususnya karya sutradara Ody C Harahap, film memang pantas untuk diberi apresiasi.

“Hit & Run” mulai tayang di bioskop pada 4 Juni. Film ini akan hadir berbarengan dengan film Indonesia lain yang juga memiliki daya tarik khusus seperti “Si Doel The Movie 2” dan “Ghost Writer”.

Namun dengan akting tak biasa dari Joe Taslim, Jefri Nichol dan Tatjana Saphira yang memukau, film ini akan mampu bersaing dengan film yang tayang pada tanggal yang sama.

Baca juga: Reuni ala Yayan Ruhian dan Joe Taslim di “Hit & Run”

Baca juga: Joe Taslim pertama kali main film komedi lewat “Hit&Run”

Baca juga: Berperan sebagai anak culun, Jefri Nichol keluar dari zona nyaman
 

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Oleh Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marc Webb akan sutradarai live action Snow White

Jakarta (ANTARA) – Sutradara “The Amazing Spider-Man” Marc Webb dikabarkan sedang bernegosiasi untuk menggarap film live action “Snow White”.

Hollywood Reporter telah mengonfirmasi kabar itu, Kamis, bahwa Webb akan terlibat untuk mengarahkan pembuatan film Disney klasik tersebut.

Proyek ini mulai terbentuk pada 2016, ketika penulis skenario “The Girl on the Train” Erin Cressida ditunjuk untuk menulis naskahnya.

Sementara penulis lagu “La La Land” Benj Pasek dan Justin Paul menggarap lagu-lagu baru untuk remake “Snow White” itu, dan Marc Platt sebagai produsernya.

Webb terkenal lewat film garapannya “500 days of Summer” yang dibintangi oleh Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel. Ia juga menyutradari “The Amazing Spider-Man” dan “The Amazing Spider-Man 2” bersama Andrew Garfield.

Disney merilis “Snow White and Seven Dwarfs” klasiknya pada 1937 sebagai film animasi pertamanya. Film berdasarkan dongeng Brothers Grimm, itu meraih kesuksesan besar dan mendapat Oscar di Academy Awards ke-11.

Tahun ini, Disney merilis sejumlah film yang yang diangkat dari kisah klasik mereka, yakni live action “Aladdin” yang meraup 113 juta dolar AS pada akhir pekan Memorial Day.

Selain itu ada juga remake live action “Lion King”, disutradarai Jon Favreau, yang akan tayang Juli.

Baca juga: CEO Disney bilang “sulit” syuting di Georgia terkait UU aborsi baru

Baca juga: Heidi Klum, Vera Wang rancang bando telinga Mickey Mouse

Baca juga: Disney keluarkan teaser baru “Toy Story” 4″, ini bocorannya
 

Pembalap Jawa Barat Raih Red & White Jersey

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Robert Pattinson akan tes kostum Batman

Jakarta (ANTARA) – Robert Pattinson dan Nicholas Houltstill dilaporkan tengah menjalani serangkaian tes untuk mendapatkan peran Bruce Wayne, salah satunya adalah tes mengenakan kostum Batman.

Persaingan untuk memerankan tokoh Bruce Wayne dalam film “The Batman” begitu ketat. Kedua aktor itu dikabarkan sudah menjalani serangkaian proses audisi yang panjang seperti tes kostum, tes di depan kamera, pembacaan naskah (reading) hingga meeting sebelum akhirnya bos Warner Bros memutuskan siapa yang akan menjadi pemeran Batman berikutnya.

Menurut reporter TheWrap, Umberto Gonzalez sebagaimana diungkapkan melalui laman Twitter-nya menulis aktor “Maps to The Stars” dan “Dark Phoenix” itu akan melakukan tes di depan kamera dengan menggunakan kostum Batman pada akhir pekan untuk menentukan siapa yang paling cocok mendapatkan peran tersebut.

“Info terbaru Batman: Robert Pattinson & Nicholas Hoult akan tes kamera untuk peran tersebut. Saya menduga percobaan untuk kostum Batman tersebut akan membutuhkan satu lemari penuh pada divisi wardrobe,” ujar Gonzalez dilansir Aceshowbiz, Jumat.

Baca juga: Robert Pattinson disebut sebagai calon kuat pemeran Batman

“Selain itu, film ini akan mulai produksi pada Q1 2020,” tulis Gonzalez.

Pattinson sebelumnya disebut sebagai kandidat utama sebagai pemeran Batman. Namun ketika dikonfirmasi mengenai peran tersebut dalam acara Cannes Film Festival, Pattinson hanya bungkam.

“Saya hanya menjawab pertanyaan tentang The Lighthouse,” kata Pattinson pada pekan keempat Mei.

Dalam wawancara dengan Majalah GALA, mantan kekasih Kristen Stewart itu juga enggan memberikan jawaban.

“Saya minta maaf, tapi saya benar-benar tidak bisa membicarakannya,” ujarnya.

Baca juga: Jawaban Robert Pattinson soal peran Batman

Sejumlah tokoh menyalatkan Ibu Ani Yudhoyono

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Song Hye-kyo dan Ju Ji-hoon akan beradu akting

Jakarta (ANTARA) – Aktor papan atas Korea Selatan Song Hye-kyo dan Ju Ji-hoon kemungkinan akan beradu akting dalam serial drama baru berjudul “Hyena”.

“Song sudah menerima skenario drama tapi belum membuat keputusan,” kata juru bicara agensi UAA, Kamis (29/5). “Saat ini dia sedang meninjau beberapa pekerjaan.”

KEYEAST, yang menaungi Ju, mengungkapkan “Hyena” adalah salah satu tawaran yang sedang dipertimbangkan.

Drama televisi itu berkisah tentang pengacara-pengacara yang mewakili kalangan kelas atas. Fokusnya bukan pada kasus-kasus, melainkan tokoh-tokohnya.

Jika keduanya menerima tawaran itu, Song akan memainkan karakter yang hanya memikirkan uang, sementara Ju berperan sebagai pengacara elit.

Serial itu dikabarkan Korea Times akan tayang pada November mendatang.

Song Hye-kyo dikenal di Indonesia setelah membintangi sederet drama populer seperti “Endless Love”, “Full House” dan “Descendants of the Sun” (2016).

Ju, 37, juga pernah hadir di televisi Indonesia lewat “Princess Hours (2006),” dan film terkenal “Along with the Gods: The Two Worlds” serta sekuelnya.

Baca juga: Song Hye-kyo tandatangani kontrak dengan studio film China

Baca juga: Drama “Encounter” Song Hye-kyo dan Park Bo-gum tayang di lebih dari 100 negara

Baca juga: Drama Song Hye-kyo & Park Bo-gum tayang November

Warna warni dan meriahnya Wakatobi Wave

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Robert Pattinson resmi perankan Batman

Jakarta (ANTARA) – Robert Pattinson resmi mendapatkan peran sebagai Batman dalam film “The Batman”, demikian seperti dilansir Variety dikutip Sabtu.

Film garapan Matt Reeves itu akan tayang di bioskop 25 Juni 2021. Proses pra-produksi film diperkirakan mulai musim panas tahun ini.

Tak ada tanggal resmi kapan syuting “The Batman” dimulai.

Baca juga: Robert Pattinson akan tes kostum Batman

Reeves, sineas di balik dua sekuel “Planet of the Apes” mengambil alih “Batman” dari Ben Affleck pada Januari 2017.

Dia akan menggarapnya dengan rekan kerjanya di “Planet of the Apes” Dylan Clark.

Affleck berperan sebagai Batman dalam dua judul yang disutradarai oleh Zack Snyder: “Batman v Superman: Dawn of Justice” 2016 dan “Justice League”.

Kedua film tersebut menerima ulasan yang beragam dan mengecewakan bagi Warner Bros, untuk bisa bersaing dengan Marvel Studios di ranah superhero.

Pattinson menjadi bintang menyusul kesuksesan besar dari lima film “Twilight”, di mana ia memerankan vampir Edward Cullen berlawanan dengan Bella Swan yang diperankan Kristen Stewart.

Pattinson membintangi film bersama John David Washington dalam film terbaru Christopher Nolan, “Tenet,” yang akan diputar 7 Juli 2020.

Dia tampil di “The Lighthouse,” yang ditayangkan perdana di Festival Film Cannes, dan muncul di “High Life”, karya Claire Denis, “The King” untuk Netflix dan “Waiting for the Barbarians”.

Baca juga: Jawaban Robert Pattinson soal peran Batman

Dubes AS Apresiasi Pemerintahan Indonesia

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harrison Ford ingin rekan aktor di “Star Wars” dipecat

Jakarta (ANTARA) – Harrison Ford dikabarkan menginginkan salah satu pemain boneka alias dalang bernama Tim Rose yang memerankan Admiral Ackbar dipecat dari “Return of the Jedi” karena bercanda soal akting Ford.

Momen ketika Tim menangkap kemarahan Harrison muncul saat adegan ikonis ketika Hans Solo dibekukan dengan karbonit.

Saat tokoh Carrie Fisher, Puteri Leia, mencium Hans setelah penyelamatan, semua karakter dan dalang berkostum berteriak, “Kami melihatmu berciuman!”

Momen itu dimaksudkan untuk menjadi menyenangkan, tetapi Harrison tidak melihat humor di dalamnya, kata Tim kepada Jamie Stangroom.

“Harrison mendatangi sutradara dan berkata, ‘apakah tokoh-tokoh boneka ini akan menertawakan dialog saya? Karena saya tidak mau harus kembali dan melakukan ADR (Pengganti Dialog Otomatis)’,” ujar Tim mengenang pembicaraan Ford.

Sutradara Richard Marquand kemudian mengatakan kepada para karakter untuk melakukan hal yang sama tetapi menggunakan bahasa isyarat (mime) untuk pengambilan kedua.

Sebelum pengambilan ketiga, sutradara duduk di sebelah Tim, yang masih pakai pakaian karakter, dan bertanya apa yang dipikirkan. Namun, Tim tidak menyadari bahwa mikrofonnya masih menyala dan dapat didengar di panggung suara.

Tim, saat menggunakan suara Salacious Crumb, berkata, “Eh, pria Harrison ini … apakah dia akan membicarakan tawa kita? Karena itu benar-benar membuatku kesal.”

Baca juga: Pemeran Chewbacca dalam film “Star Wars”, Peter Mayhew meninggal

Semua kru menganggap lelucon itu lucu, tetapi tidak bagi Harrison, yang langsung mendatangi lokasi syuting dan mengatakan dia tidak akan kembali sampai dalang yang tidak dikenal itu dipecat.

Tim mengatakan bahwa dia menawarkan permintaan maaf kepada Harrison, tetapi itu tidak akan berhasil.

Namun karena Tim hanya karakter di belakang layar dan Harrison tidak tahu siapa yang benar-benar membuat lelucon atau seperti apa kelucuan itu, Tim mengaku masih tetap diizinkan untuk terus bekerja sebagai “orang baru.”

Sementara itu, Harrison senang karena dia menganggap pria itu benar-benar sudah dipecat.

Bertahun-tahun kemudian, Tim tidak memiliki niat buruk terhadap aktor legendaris. Dia berkata, “Saya bersusah payah mengatakan Harrison Ford adalah pria yang hebat. Saya kebetulan salah membaca selera humor dan melakukan hal yang salah pada waktu yang salah.” Demikian Wonderwall dikutip Minggu.

Baca juga: Film “Star Wars” 2022 dibuat oleh pencipta “Game of Thrones”

Baca juga: Setelah rilis Episode 9, film “Star Wars” akan vakum sementara

Tokoh Star Wars Temui Pengguna Jalan di Temanggung

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Godzilla” rajai box office

Jakarta (ANTARA) – “Godzilla: King of the Monsters” memang merajai box office, tapi kuasanya sedang-sedang saja. Sekuel kisah fiksi tentang monster itu membawa pulang 49 juta dolar AS dari debut penayangan di 4.108 lokasi, awal yang mengecewakan mengingat biaya pembuatannya yang mencapai angka 200 juta dolar AS.

Dilansir Variety, “Godzilla:King off the Monsters” adalah film ketiga dari dunia monster Legendary, ditayangkan setelah “Godzilla” yang tayang pada 2014 (93 juta dolar AS) dan “Kong: Skull Island” 2017 (61 juta dolar AS).

Seperti film-film itu, Godzilla teranyar ini diperkirakan lebih laku di luar negeri, di mana karakter fiksi itu sangat populer. “King of the Monsters” itu membawa pulang 130 juta dolar AS dari box office internasional lewat penayangan global akhir pekan yang totalnya 179 juta dolar AS.

Penontonnya sebagian besar merupakan pria dewasa, 59 persen di atas 25 tahun dan 67 persen laki-laki. DIsutradarai Michael Dougherty, “Godzilla: King of the Monsters” bercerita tentang si monster yang menghadapi musuh bebuyutannya, King Ghidorah, dan makhluk lainnya yang menghebohkan bumi.

Film itu dibintangi oleh Kyle Chadler, Millie Bobby Brown dan Bradley Whitford.

Pendatang baru lainnya pada akhir pekan ini adalah “Rocketman” yang membawa pulang 25 juta dolar AS di posisi ketiga, yang kebetulan nilainya serupa dengan harga kacamata hitam yang dipakai Taron Egerton saat memerankan Elton John di film biopik fantasi arahan Dexter Fletcher.

Di posisi keempat ada “Ma”, film thriller psikologi dibintangi Octavia Spencer dengan 18,2 juta dolar AS dari penayangan di 2.808 layar. Ini jadi awal baik karena dana produksi film tersebut hanya 5 juta dolar AS. “Ma” berkisah tentang perempuan paruh baya kesepian yang bersahabat dengan remaja setelah mereka memintanya membelikan alkohol.

“Aladdin” lengser ke posisi kedua, menambah 42,3 juta dolar AS dari penayangan pekan kedua di bioskop. Disutradarai Guy Ritchie, “Aladdin” sudah membawa pulang 185 juta dolar AS di Amerika Utara dan 260,9 juta dolar AS di luar negeri.

Penutup di posisi kelima adalah “John Wick: Chapter 3 – Parabellum” yang membawa pulang 11,1 juta dolar AS di pasar domestik dari total 125 juta dolar AS.

Box Office: ‘Godzilla: King of the Monsters’ debuts with mediocre $49 million

FILE PHOTO: Cast member Vera Farmiga poses at a premiere for “Godzilla: King of the Monsters” in Los Angeles, California, U.S., May 18, 2019. REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
LOS ANGELES (Variety.com) – Warner Bros. and Legendary’s “Godzilla: King of the Monsters” may be king of the box office, but it only managed a meek roar. The monster sequel brought in $49 million when it debuted in 4,108 locations, a disappointing start given its $200 million price tag.

“Godzilla: King of the Monsters” is the third installment in Legendary’s MonsterVerse, launched well behind its predecessors, 2014’s “Godzilla” ($93 million) and 2017’s “Kong: Skull Island” ($61 million). Like those films, the latest tentpole is expecting to make majority of its ticket sales overseas, where the eponymous other-worldly creature is a huge hit. “King of the Monsters” bowed with $130 million at the international box office for a global opening weekend of $179 million.

Older males accounted for majority of moviegoers, with 59% over the age of 25 and 67% male. Directed by Michael Dougherty, “Godzilla: King of the Monsters” follows the eponymous monster who faces off against his nemesis, King Ghidorah, and other ancient mythic creatures who are wreaking havoc on Earth. The film stars Kyle Chandler, Millie Bobby Brown and Bradley Whitford.

Another newcomer this weekend, Paramount’s “Rocketman,” took off in third place with $25 million in ticket sales, which, coincidentally, is roughly the same number of sunglasses Taron Egerton wore to play Elton John in the fantasy biopic directed by Dexter Fletcher.

Though the jukebox musical will inescapably be compared to last year’s “Bohemian Rhapsody,” Fox’s Oscar-winning Queen biopic that generated over $900 million globally, “Rocketman” doesn’t need to reach those box office heights to become a success. Paramount shelled out $40 million to produce the R-rated “Rocketman,” which doesn’t shy away from sex, drugs, and rock-n-roll.

In fourth place, Universal and Blumhouse’s “Ma,” a psychological thriller starring Octavia Spencer, picked up $18.2 million when it opened on 2,808 screens. That represents a promising start given the film’s $5 million production budget. “Ma,” Spencer’s first solo leading role, follows a lonely middle aged woman who befriends some teenagers after they ask her to buy alcohol for them. After Ma lets the high schoolers party in her basement, the festivities start to take an creepy turn. Tate Taylor, best known for “The Help” and “Girl on the Train,” directed “Ma.”

Disney’s “Aladdin” dropped to the No. 2 spot, adding another $42.3 million during its second weekend in theaters. Directed by Guy Ritchie, “Aladdin” has now earned $185 million in North America and $260.9 million overseas.

Rounding out the top five is Lionsgate’s “John Wick: Chapter 3 – Parabellum,” which collected $11.1 million for a domestic haul of $125 million.

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Irwansyah tidak mudik pada Idul Fitri tahun ini

Jakarta (ANTARA) –

Di saat sebagian orang sibuk berkemas, memesan tiket kereta atau pesawat, berdesakan di terminal bus atau terjebak macet di dalam mobil yang penuh barang bawaan saat mudik untuk menyambut Lebaran tahun ini, aktor Irwansyah tidak merasakannya.
“Saya asli Jakarta,” ujar Irwansyah saat berkunjung ke kantor ANTARA di Jakarta beberapa waktu lalu.
Aktor kelahiran Jakarta, 6 Maret 1985 itu memang tidak perlu jauh-jauh menempuh waktu berjam-jam untuk tiba di kampung halaman karena lokasinya sudah di ibu kota.
“Kampung saya di Tanah Abang. Bapak saya Palmerah,” tutur suami aktris Zaskia Sungkar itu.
Pria Betawi ini tidak familier dengan tradisi mudik, selain itu sebagian keluarga istrinya yang berdarah Sumatera Barat juga sudah menetap di Jakarta.
Irwansyah baru membintangi film horor religi “Roh Fasik” dari rumah produksi RA Pictures di mana ia berperan sebagai ustaz.