Daniel Mananta Jadi Fans Berat Ahok Setelah Main di A Man Called Ahok

Presenter sekaligus VJ Daniel Mananta berbagi pengalamannya memerankan tokoh mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Daniel mengungkapkan dirinya berusaha untuk mengidolakan sosok Ahok untuk bisa mendalami karakternya.

Hal tersebut dilakukan Daniel tak lama usai didapuk menjadi pemeran utama dalam film A Man Called Ahok. Film yang mengisahkan perjalanan hidup Ahok sebelum jadi gubernur di Ibu Kota Jakarta.

“Jadi sebelum berperan di sini, setahun lebih gue berusaha nge-fans berat sama Ahok. Gue ikutin gaya rambut, gaya ngomong, gestur, gue ikutin banget,” ungkap Daniel Mananta saat usai press screening film A Man Called Ahok di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

A MAN CALLED AHOK I OFFICIAL TRAILER (YouTube/The United Team of Art)

Bahkan, tterlalu sering menirukan sosok Ahok, tanpa sadar Daniel merasakan mulai berubah menjadi sosok yang didalaminya itu. Hingga beberapa hari pasca syuting, dia masih kesulitan melepaskan karakter Ahok dari sehari-harinya.

“Di rumah malah sampai sering dibilang, ‘lo Ahok banget barusan’,” cerita Daniel pada awak media.

Tak hanya itu, setelah mengenal Ahok lebih jauh, Daniel justru benar-benar menjadi penggemar Ahok. Apalagi, setelah mempelajari riwayat Ahok dari orang-orang terdekatnya. Daniel menjadi tahu apa yang menjadi tujuan Ahok selama ini demi Indonesia.

“Kecintaan gue pada Ahok memang lebih dari sekedar gestur, tapi misi dia terhadap SBOBET Indonesia dan kecintaan dia dengan Indonesia. Hal itu mungkin sama seperti kecintaan gue pada Indonesia,” jelas Daniel

Film A Man Called Ahok ini menceritakan bagaimana cara ayah Ahok, Kim Nam, mendidik putra dan putrinya hingga berhasil seperti sekarang. Didikan keras ayah Ahok itu pun menurun dan diteruskan oleh anak-anaknya.

“Film ini bukan soal gue jadi Ahok. Film ini sebenernya lebih ke pak Kim Nam. Cinta dia tehadap Indonesia yang kemudian di kembangkan oleh anaknya,” tukas Daniel.

Diketahui, film ini diangkat dari kisah nyata perjalanan Ahok sebelum dirinya berhasil memimpin Belitung Timur dan menjadi Gubernur untuk DKI Jakarta. Film A Man Called Ahok ini akan tayang serentak di bioskop pada 8 November 2018 mendatang.

Joko Anwar Umumkan Pemeran Utama Film Gundala

JawaPos.com– Setelah memancing rasa penasaran masyarakat dengan pengumuman pembuatan film Gundala, hari ini, Minggu (28/10) Joko Anwar selaku sutradara film membocorkan pemain utamanya. Selain mengumumkan pemeran utama, untuk pertama kalinya, first look film dipertontonkan ke khalayak lewat video berdurasi 15 detik.

Ditampilkan di panggung utama acara Indonesia Comic Con 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, para pengunjung antusias bertepuk tangan saat video diputar. First look video tersebut diawali dengan memperlihatkan percakapan Sancaka kecil dengan ayahnya.

“Karena kalau kita diam saja melihat ketidakadilan di depan mata kita, itu tandanya kita bukan manusia lagi,” ujar sang ayah (Rio Dewanto) pada Sancaka kecil (Muzakki).

Joko Anwar Umumkan Pemeran Utama Film GundalaJoko Anwar dan para pemain film Gundala di acara Indonesia Comic Con 2018 di JCC, Minggu (28/10) (Yuliami/JawaPos.com)

Selanjutnya, adegan perkelahian yang melibatkan banyak massa ditampilkan dan akhirnya menampilkan Sancaka dewasa (Abimana Aryasatya). Penghujung video ditutup dengan kemunculan Gundala yang mengenakan topeng bertelinga sayap yang menjadi ciri khasnya.

Pemilihan SBOBET Indonesia Abimana sebagai pemeran utama tak lepas dari sepak terjangnya di dunia perfilman Indonesia. Joko Anwar yang terkenal dengan julukan sutradara perfeksionis pun tak mungkin sembarang memilih pemain-pemain di film Gundala.

“Wow, Abimana seorang aktor yang tidak hanyaa luar biasa tapi juga etos kerja tinggi dan memiliki kerapuhan yang mencerminkan karakter Gundala. Karakter ini bukan sekadar jagoan yang tidak punya masalah dan bisa melakukan apa saja, tapi Gundala ini mewakili orang Indonesia yang mau hidup nyaman tapi banyak masalah di sekeliling kita dan kita dihadapkan dengan satu pilihan,” ujar Joko Anwar di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/10).

Tak hanya Abimana Aryasatya dan Muzakki Ramdhan, sejumlah pemain lainnya turut diperkenalkan di Indonesia Comic Con 2018. Diantaranya, Tara Basro sebagai Wulan/Marpati dan Bront Palarae sebagai Pengkor.

“Pemilihan cast kami mencari talenta-talenta terbaik di Indonesia. Karena film kami memang sudah didukung kru dan produksi yang luar biasa. Kami juga ingin pemain paling bertalenta di Indonesia. Hari ini kami hanya memperkenalkan 5 orang dari mereka, nanti akan diperkenalkan sedikit demi sedikit,” tutup Joko Anwar.

(yln/JPC)

22 Pemenang Akan Terima Piala Citra di Gelaran FFI 2018 Malam Ini

JawaPos.com – Malam ini, Minggu (9/12), bertempat di Taman Ismail Marzuki, Festival Film Indonesia (FFI) akan dihelat. Sebanyak 22 Piala Citra akan dianugerahkan kepada 22 pemenang untuk 22 kategori dari berbagai bidang di industri perfilman. Mereka yang terpilih adalah yang dianggap kuat secara estetika dan budaya.

Penyelenggaraan ke-38 Festival Film Indonesia (FFI) itu akan dipandu oleh Rory Asyari dan Maudy Koesnaedi. Sementara untuk pembacaan nominasi akan dipandu oleh Ernest Prakasa, Meira Anastasia, Wulan Guritno, Marsha Timothy, Caitlin Halderman, Ari Irham, Dennis Adhiswara, Marini, Aimee Saras, Abimana Aryastya, Robby Ertanto, M.Adhiyat, Lukman Sardj, Nirina Zubir, Vino G. Bastian, Kelly Tandiono, Jajang C. Noer, Roy Lolang, Reza Rahadian, Marcella Zalianty, Mira Lesmana, Riri Riza, Dira Sugandi, dan Chand Parwez Servia.

Malam anugerah Piala Citra juga akan diramaikan dengan penampilan Dira Sugandi, Ayu Laksmi, dan Dea Panendra. Mereka akan menyanyikan lagu tema ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’. Sementara Ario Bayu akan memerankan peran Sultan Agung.

Tak ketinggalan, Barry Likumahuwa bersama Swing Crewa Presents Lokananta Sounds dan Monita Tahalea yang menyanyikan soundtrack film ‘Aruna dan Lidahnya’.

Bertema besar ‘Film Bagus, Citra Indonesia’, film-film yang masuk nominasi merupakan film yang menampilkan lanskap nusantara luas. Kekayaan narasi dan topik semakin luas mulai dari kuliner, spiritualitas, hingga perjuangan minoritas.

Diketahui, tahapan penjurian sendiri berlangsung pada 2-25 Oktober oleh rekomendasi asosiasi profesi dan komunitas, serta 10 juri mandiri di bawah komite penjurian. Setelah dibagi dalam setiap kategori nominasi oleh komite juri, selanjutnya pemenang akan ditentukan melalui sistem voting di bawah pengawasan konsultan publik independen, Deloitte Consulting.

“Malam ini semua pemenang, yang dinilai adalah karya hasil dipilih orang kredibel juga dan yang boleh memilih adalah mereka yang pernah masuk nominasi atau menang Piala Citra. Total 500 (yang berhak memilih) sejak 1955, namun voter tahun ini sekitar 150 orang,” ungkap Ria Irawan selaku Komite Penjurian saat jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Minggu (9/12).

Tahun ini, sebanyak 110 film garapan sineas tanah air yang tayang di bioskop maupun tayangan berbayar dari 1 Oktober 2017-31 September 2018, masuk dalam penilaian Komite Juri FFI yang diketuai sutradara Nia Dinata.

(yln/JPC)

Band Metal Judas Priest Siap Menyapa Metalhead Di Indonesia

JawaPos.com – Band metal Judas Priest akhirnya datang ke Indonesia dan ini pertama kalinya mereka akan menggelar konser di Indonesia. Konser itu akan diselenggarakan besok, Jumat (7/12), di Allianz Ecopark Ancol.

“Ini adalah kali pertama bagi Judas Priest menyapa para penggemarnya di Indonesia secara langsung. Dan hal ini bisa dikatakan sebagai momen yang sangat langka. Sebab, Metal God bagi musik heavy metal ini bisa mempresentasikan secara langsung karya-karya terbaiknya kepada metalhead di Indonesia yang terangkum dalam album Firepower,” Ujar Anas Syahrul Alimi, selaku CEO Rajawali Indonesia Communication.

Saat prescon di Hard Rock Cafe Jakarta Pusat, Kamis (6/12), Rob Halford (vokalis) menyapa hangat para media dengan bahasa Indonesia “Apa kabar?”. Uniknya, saat itu Rob juga menggunakan pakaian batik asal Indonesia.

Judas Priest – Electric Eye (YouTube/Judas Priest)

“Ini adalah sebuah kesempatan langka bagi kami mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah kami. Kami sudah mendengar beberapa budaya dan tempat yang harus kami kunjungi. Dan kami tahu ini (batik) adalah salah satu busana tradisional di sini, jadi saya mengenakan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada semua orang di Indonesia,” pungkas Rob dengan bahasa Inggris.

Judas Priest sendiri merupakan super band yang dibentuk pada tahun 1969 silam, dan berhasil mengeluarkan belasan album yang telah didengar oleh metalhead yang disebar di seluruh dunia. 

Band yang kini dimotori oleh Rob Halford (Vokal), Andy Sneap (Gitar), Richie Faulkner (Gitar), Ian Hill (Bass) dan Scott Travis (Drum) itu sempat mendapat Grammy Awards sebagai Best Metal Performance di tahun 2010. Begitu pun di tahun 1991, 1999 dan 2009, mereka selalu keluar sebagai nominator dari ajang penghargaan paling bergengsi dunia tersebut. 

Saat ini penjualan tiket presale untuk konser Judas Priest sudah habis terjual. Namun, besok masih disediakan penjualan tiket on the spot dengan harga Rp 650 ribu. 

(agi/JPC)

Aoyama Thelma Buat Lagu Jepang Animasi Disney, ‘Sugar Rush: Online’

JawaPos.com – Penyanyi Jepang Aoyama Thelma akan merilis single baru berjudul In This Place~Futari no Kizuna pada 16 Januari 2019 mendatang. Lagu tersebut merupakan lagu tema untuk film animasi Disney, Sugar Rush: Online.

Melansir Tokyohive, Aoyama bertanggungjawab untuk lagu tema Jepang dari animasi tersebut. Adapun film animasi tersebut akan mulai ditayangkan di bioskop pada 21 Desember mendatang.

Aoyama sendiri terlibat dalam penulisan lirik atas lagu tersebut. Kendati demikian, lagu ini memiliki aransemen yang sedikit berbeda dari versi filmnya.

“Tidak peduli berapapun usiamu, tidak perlu takut untuk bermimpi. Itu akan membuatku senang melalui lagu ini. Kalian akan merasakan betapa menyenangkannya hidup secara positif,” ujar penyanyi kelahiran 27 Oktober 1987 tersebut.

Dalam perilisannya, lagu tersebut akan dimuat dalam bentuk CD baik berupa lagu untuh maupun instrumental. Selain lagu In This Place, adapula lagu Konna ni mo dan instrumentalnya. Sementara itu dalam edisi terbatas DVD, akan berisi musik video dari lagu berjudul Ishhou Nakama dan Sekai no Chushin~We are the world.

(dmp/JPC)

Love For Sale Bersaing Ketat dengan Kucumbu Tubuh Indahku

JawaPos.com – Untuk kedua kalinya Festival Film Tempo digelar. Seperti tahun lalu, ada 8 penghargaan yang diperebutkan dengan kategori Pemain Anak, Aktris Pendukung, Aktor Pendukung, Aktris, Aktor, Skenario, Sutradara, dan Film pilihan Tempo 2018.

Dari nominasi untuk setiap kategori yang diumumkan, pada Jumat (30/11) ini, film Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho mendominasi dengan masuk 7 kategori. Disusul dengan Love For Sale yang masuk 5 kategori. Sedangkan, film Aruna dan Lidahnya hanya berhasil masuk 3 nominasi.

Trailer “Kucumbu Tubuh Indahku” (Memories of My Body) (YouTube/Fourcolours Films)

Menariknya, pemilihan nominator ternyata tidak harus film yang sudah diputar di bioskop komersial. Sebaliknya, hanya mensyaratkan film tersebut sudah diputar di depan publik, seperti di festival atau kominitas. Terbukti, film karya Garin Nugroho, Kucumbu Tubuh Indahku berhasil masuk di 7 kategori dari 8 kategori yang ada.

Selain itu, Festival Film Tempo juga tak mengharuskan film melalui badan sensor. Ditambah lagi, film yang masuk nominasi ternyata adalah film-film yang dipilih oleh Tempo dan sejumlah juri. Jadi, tidak perlu repot mendaftar.

Selanjutnya, film yang masuk nominasi akan diseleksi oleh redaksi Tempo dan sejumlah pengamat dari luar. Hingga akhirnya terpilih pemenang dari setiap kategori. Acara penganugerahan akan dihelat di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 6 Desember 2018.

Berikut nominasi lengkap Festival Film Tempo 2018.

Pemain Anak Pilihan Tempo 2018

Maisha Kanna (Kulari ke Pantai)

Fatih Unru (Petualangan Menangkap Petir)

Muhammad Fahreyza Anugrah (Si Doel The Movie)

Raditya Evandra (Kucumbu Tubuh Indahku)

Aktris Pendukung Pilihan Tempo 2018

Ruth Marini (Wiro Sableng)

Tutie Kirana (Ave Maryam)

Endah Laras (Kucumbu Tubuh Indahku)

Olga Lidya (Ave Maryam)

Aktor Pendukung Pilihan Tempo 2018

Verdi Solaeman (27 Steps of May)

Yayu Unru (Menunggu Pagi)

Nicholas Saputra (Aruna dan Lidahnya)

Rianto (Kucumbu Tubuh Indahku)

Aktris Utama Pilihan Tempo 2018

Dian Sastrowardoyo (Aruna dan Lidahnya)

Siti Hafar Raihaanun (27 Steps of May)

Maudy Koesnaedi (Ave Maryam)

Della Dartian (Love for Sale)

Aktor Utama Pilihan Tempo 2018

Lukman Sardi (27 Steps of May)

Gading Marten (Love For Sale)

Mohammad Khan (Kucumbu Tubuh Indahku)

Skenario Pilihan Tempo 2018

Love for Sale (Andibachtiar Yusuf dan Irfan Ramli)

27 Steps of May (Rayya Makarim)

Petualangan Menangkap Petir (Eddie Cahyono dan Jujur Prananto)

Kucumbu Tubuh Indahku (Garin Nugroho)

Sutradara Pilihan Tempo 2018

Ravi L. Bharwani (27 Steps of May)

Garin Nugroho (Kucumbu Tubuh Indahku)

Edwin (Aruna dan Lidahnya)

Andibachtiar Yusuf (Love for Sale)

Teddy Soeriaatmadja (Menunggu Pagi)

Film Pilihan Tempo 2018

27 Steps of May

Kucumbu Tubuh Indahku

Love for Sale

(str/JPC)

Jadi Peran Utama, Siwon ‘Super Junior’ Main Drama Lagi Tahun 2019

JawaPos.com – Choi Siwon kembali akan bermain drama. Kali ini ia akan menjadi pemeran utama dalam sebuah drama garapan KBS berjudul Dear Citizen.

Kabar ini dikonfirmasi pada Selasa (27/11), member Super Junior tersebut telah dikasting untuk bermain dalam drama terbaru KBS itu.

“Choi Siwon akan muncul dalam drama KBS yang tayang setiap Senin-Selasa berjudul Dear Citizen yang dijadwalkan tayang tahun depan,” ujar sumber dari agensinya, SM Entertainment seperti dilansir dari Soompi.

Dalam drama ber-genre kriminal komedi itu, Siwon akan mengambil peran utama bernama Yang Jung Kook. Ia adalah seorang penipu dari keluarga yang juga berkomitmen melakukan penipuan sebagai bisnis keluarga mereka.

Tokoh yang dimainkan Siwon ini mencoba untuk mendapatkan uang untuk menikahi kekasihnya. Tak heran ia pun mendekati rentenir untuk menipu orang lain tetapi malah berakhir dengan penipuan yang juga menimpanya.

Kekasihnya itu merupakan seorang perwira polisi yang terlibat dalam serangkaian insiden tak direncanakan dan akhirnya beralih untuk menjadi anggota Majelis Nasional.

Drama ini ditulis oleh Han Jung Hoon yang juga menulis drama populer seperti Bad Guys dan Squad 38. Sutradara dari drama tersebut adalah PD Kim Jung Hyun yang sukses menyutradarai drama Jugglers.

Rencananya, drama ini akan tayang pada maret 2019 setelah musim kedua dari Neighborhood Lawyer Jo Deul Ho berakhir. Dear Citizen juga menjadi drama Siwon berikutnya untuk peran utama setelah terakhir membintangi Revolutionary Love pada tahun 2017 yang dibintanginya bersama Kang Sora dan Gong Myung.

(dmp/JPC)

Raih Penghargaan FFB Kedua Kali, Marshanda Dedikasikan untuk Anak

JawaPos.com – Artis cantik Marshanda meraih penghargaan Pemeran Wanita Terpuji Serial Televisi melalui serial Orang Ketiga di Festival Film Bandung (FFB) ke-31. Penghargaan tersebut dia dedikasikan untuk anakanya Sienna Ameera Kasyafani.

Marshanda tak menyangka bisa meraih penghargaan di ajang FFB. Sebab, dia mengaku tidak memiliki target khusus dalam industri hiburan tanah air. Walaupun, perempuan yang akrab disapa Caca ini selalu berusaha total dalam melakukan pekerjaan yang dicintainya.

“Perasaan saya senang banget, bersyukur banget. Aku nggak menyangka akan menang jujur saja. Bahkan, aku nggak berharap akan menang karena takut kecewa. Tidak mengharapkan apa-apa, jadi ini sesuatu hal yang sangat luar biasa,” kata Marshanda saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (24/11).

Raih Penghargaan FFB, Marshanda Dedikasikan untuk AnakMarshanda dedikasikan penghargaan FFB untuk putrinya, Sienna. (Siti Fatonah/JawaPos.com)

Sebaliknya, mantan istri Ben Kasyafani ini sempat mengatakan agar dirinya tidak masuk atau mendapat penghargaan FFB. Sebab, dia memberikan kesempatan pada artis muda lainnya untuk memenangkan penghargaan tersebut.

“Mikirnya mending aku jangan menang deh, dan tadi aku nervous banget. Saya dedikasikan untuk anak saya karena dia alasan yang membuat saya merasa orang yang paling kuat, hebat, dan luar biasa yang sebelumnya saya nggak tangkap bisa seperti ini,” ujar Marshanda.

Bagi Marshanda, mendapat penghargaan atau tidak pekerjaan sebagai pekerja seni adalah suatu hobi yang dicintainya. Sehingga, dalam bekerja selalu totalitas juga harus menginspirasi para penggemar maupun khalayak umum.

“Setiap hari aku seneng dan mencintai pekerja ini. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan menjalankan pekerjaan yang mereka cintai dan aku dapat kesempatan itu. Jadi dapat atau enggak dapat award itu bukan alasan aku berakting dengan total, pastinya memperbaiki diri untuk menginspirasi banyak orang,” tuturnya.

Penghargaan tersebut merupakan yang kedua kalinya yang diraih Marshanda dari ajang FFB.

(ona/JPC)

Joy Tobing Ungkap Rahasia Agar Suaranya Tetap Merdu

JawaPos.com – Lama tak terdengar di dunia hiburan, Joy Tobing tetap eksis berkarir di dunia musik. Ia masih bernyanyi walau sekarang lebih banyak di belakang layar.

Ketika ditemui dalam sebuah konferensi pers Cerita Cinta Anak Indonesia, di Ciputra Artpreneur Theater, Senin (19/11), Joy Tobing mengaku baru saja merilis single terbarunya berjudul ‘Damainya Cinta’. Single ini telah meluncur ke publik sejak dua bulan lalu. Lagu baru ini merupakan hasil karya ciptaannya yang bercerita tentang semua orang pasti membutuhkan perdamaian untuk saling menolong.

“Lagu ini sekaligus mengobati fans-fans aku yg udah rindu, waktu pertama kan judulnya Karena Cinta, tidak tahu kenapa kalau saya selalu identik dengan cinta,” kata Joy Tobing ketika ditemui di acara tersebut.

Dalam lagu ini suara khas Joy Tobing tak berubah dan masih semerdu dahulu. Ia mengaku memang tak pernah absen untuk berlatih agar suaranya tetap terjaga. Ibu dari satu orang anak ini punya kebiasaan berlatih setiap hari minimal setengah jam sehari.

Dalam menjaga dan berlatih pernafasan, ia juga masih tetap berolahraga terutama treadmill dan berenang.

“Kuncinya latihan, jangan pada saat mau nyanyi baru latihan, karena pita suara kalau dipaksa jadinya malah serak,” tambahnya.

Berlatih setiap hari adalah kunci suksesnya menjaga suara. Berlatih rutin juga membuat pita suara semakin lentur. Untuk menjaga performa tak lupa Ia juga menghindari tidur terlalu malam dan menjaga makanan seperti mengurangi air es dan makanan berminyak.Joy Tobing baru saja merilis single terbaru ‘Damainya Cinta’

(Inr/JPC)

Tiga Permintaan Maaf Shani Jadi Runner Up Pemilu ala JKT48

JawaPos.com – Pemilu yang digelar untuk mencari siapa member yang berhak menyanyikan single ke-20 JKT48 mungkin bisa jadi sangat melelahkan bagi Shani Indira Natio. Bagaimana tidak, perolehan suaranya sempat selisih 1 voting dengan Cindy Yuvia yang memuncaki pemilihan. Namun, Shani akhirnya kalah dengan selisih 20.377 suara.

Sebagai pemenang pemilu edisi 2017, Shani sebenarnya masih menjadi unggulan. Itu dibuktikan dari lonjakan peringkat saat pengumuman sementara tahap pertama ke kedua. Shani yang awalnya peringkat 11 bisa menjadi peringkat 2. Fans masih yakin jika dalam pemilu 48 group yang dalam Bahasa Jepangnya disebut Senbatsu Sousenkyo itu, Shani bisa menjadi pemenang lagi.

Namun, pengumuman di Sleman City Hall, Jogjakarta, Sabtu (17/11) malam berkata lain. Shani harus puas bisa berada di posisi ke-2. Di kota sendiri, Shani gagal mempersembahkan gelar juara. ’’Sedih sih iya, cuma dari awal sudah nyiapin diri untuk menerima. Udah nggak apa-apa kalau tahun ini, nggak center,’’ ujarnya saat press conference, Sabtu malam.

Tiga Permintaan Maaf Shani Jadi Runner Up Pemilu ala JKT48Shani Indira Natio berhasil mengumpulkan 47.717 suara di pemilu untuk single ke-20 JKT48 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Shani mencoba untuk mengambil sisi positifnya. Bahwa dia harus lebih siap lagi ketika Pemilu ala JKT48 itu digelar lagi. Apalagi, saat di atas panggung, usai mendapat plakat peringkat ke-2, Shani mengatakan siap untuk merebut posisi pertama lagi di event serupa pada 2019.

Sebelum menyatakan siap untuk merebut tahta nomor 1 Pemilu ala JKT48, Shani sempat tiga kali mengucapkan maaf kepada penggemarnya. Yang pertama, disampaikan karena dia gagal menang di kota sendiri. ’’Maaf ya, ini di Jogja tapi aku nggak bisa jadi nomor 1,’’ ujarnya.

Ucapan maaf kedua dari Member Tim KIII itu keluar dari mulutnya ketika dia menyinggung soal permintaan agar para fans terus mendukungnya. Katanya, permintaan itu disampaikan karena Senbatsu Sousenkyo begitu berarti untuknya. Bahkan, tanpa event tahunan itu, Shani mengaku bukan siapa-siapa.

’’Maaf kalau misalnya tahun ini aku minta kalian untuk mendukung aku. Aku punya alasanya. Aku ngerasa kalau nggak di Senbatsu Sousenkyo, mungkin aku bukan siapa-siapa. Aku merasa beruntung banget tahun lalu bisa di peringkat satu. Sebab, itu yang bisa mengangkat aku,’’ tutur Shani.

Lebih lanjut Shani menuturkan, bahwa dia bukan member generasi tiga yang terkenal sejak awal. Dia juga bukan member yang langsung punya banyak fans begitu menjadi member JKT48. Jika dia tidak pernah menjadi jawara di Pemilu ala JKT48, Shani khawatir jadi member yang tidak terlihat.

’’Apalagi sekarang bukan center tim, kapten, atau posisi lainnya. Aku berpikir aku (jadi) member biasa. Perlahan-lahan kalian akan lupa sama aku,’’ ucap gadis kelahiran 5 Oktober 1998 itu.

Permintaan maaf ketiga disampaikan Shani karena tidak bisa menyembunyikan kesedihan. Meski, dia juga bersyukur bisa meraih suara tinggi dan berhasil finish di peringkat ke-2. ’’Aku nggak pernah kecewa dengan kalian semua. Tapi, kalau dibilang sedih, ya sedih. Maaf ya. Sedih karena setiap member pasti ingin mempertahankan,’’ tuturnya.

Meski hasil yang diraih Shani belum bisa membuatnya menjadi center, perjuangannya bersama para penggemar patut diacungi jempol. Total 47.654 suara tidak sedikit. Itu hampir menyamai jumlah voting yang didapatnya saat menjadi pemenang pada 2017 yakni 47.717 suara. Tetap semangat, Shani!

(dim/JPC)

Riders Tak Sesuai, Svmmerdoze Batal Buka Konser Charlie Puth

JawaPos.com – Penggemar Svmmerdoze patut kecewa karena unggahan Instagram Story bassist Svmmerdoze, Iqbaal Ramadhan, mengumumkan batalnya penampilan mereka sebagai band pembuka konser Charlie Puth Voicenotes Live In Indonesia. Sebelumnya, Svmmerdoze dan Jaz direncanakan tampil sebagai opening act penyanyi asal Amerika tersebut.

“Dengan ini kami Svmmerdose, dengan berat hati mengumumkan bahwa kami membatalkan performance kami sebagai openic act Charlie Puth Concert karena satu dan lain hal. Terimakasih atas pengertiannya dan sampai bertemu di panggung berikutnya,” tulis Iqbaal di Instagram-nya, Kamis (15/11).

Dikonfirmasi ke manajernya, Omen, batalnya Svmmerdoze sebagai band pembuka terkait riders yang dijanjikan. Riders yang tidak terpenuhi menjadi salah satu alasannya.

got it all – svmmerdose (YouTube/Svmmerdose)

“Iya betul (batal) karena ada riders yang tidak sesuai (seperti) di awal,” kata Omen selaku road manajer Iqbaal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (15/11).

Hal senada juga dibenarkan oleh Manajer bisnis band Svmmerdoze, Dinda. Dia mengatakan bahwa Svmmerdoze batal tampil karena ada masalah teknis.

“Batal karena satu dan lain hal. Salah satunya permasalahan teknis,” kata Dinda selaku manajer bisnis band Svmmerdoze.

Diketahui, musisi Charlie Puth akan menggelar konser di Indonesia pada 16 November mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Hingga saat ini, pihak promotor belum bisa dikonfirmasi apakah Jaz menjadi satu-satunya band pembuka.

(yln/JPC)

D’Masiv: Cover Lagu Juga Butuh Etika

JawaPos.com – Belum lama ini, penyanyi dangdut Via Vallen, dan drumer Superman is Dead (SID) Jerinx, terlibat perseteruan terkait lagu Sunset di Tanah Anarki. Via Vallen pun tak tinggal diam dituduh melanggar hak cipta meski akhirnya meminta maaf pada pihak Jerinx melalui akun Instagram-nya @viavallen.

Sebagai rekan sesama musisi, personel band D’Masiv angkat bicara. Mereka memaklumi sikap Jerinx. Karena sebagai musisi, sudah sewajarnya mereka aware pada proses kreatif sendiri.

“Kalau saya melihatnya mungkin lebih ke etika ya, mungkin yang dipermasalahkan adalah udah artis gede tapi nge-cover lagu orang dan mungkin nggak kulonuwun (permisi) sama yang punya. Kalau dia belum (penyanyi) gede mungkin nggak dipermasalahin. Justru karena terkenal itu makanya diangkat karena akan jadi pelajaran juga buat (musisi) yang lain,” kata Rian D’Masiv saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Jakarta, Senin (12/11).

D'Masiv: Cover Lagu Juga Butuh EtikaKlarifikasi Via Vallen perihal tuduhan melanggar hak cipta karena menyanyikan lagu SID. (Instagram/viavallen)

Bukan berarti tak mengizinkan cover lagu, Rian mengatakan, lebih nyaman jika terjalin komunikasi sekadar permisi. Apalagi, sesama musisi harusnya lebih saling memahami cara proses kreatif terjadi.

“Banyak yang cover lagu kita, dibikin koplo juga ada,” lanjut Rian.

“Kita mempermasalahkan ketika menjadi komersial ya. Maksudnya, ketika dia bawakan lagu itu label kita pasti turun (urus masalah royalti). Kalau lagi dalam acara bawa lagu orang, itu penyelenggaranya harusnya yang urus,” timpal Rama sang gitaris.

Rian pun mengatakan bahwa musisi sudah sewajarnya posesif pada karyanya. Alangkah lebih baik jika setiap karya didaftarkan ke lembaga yang berwenang mengurusnya. Demikian juga, sudah seharusnya ada etika khusus saat manggung membawakan lagu milik orang lain.

“Maksudnya kita harus lebih aware lagi sih sama karya kita. Kalau bisa kita daftarkan karya kita ke lembaga yang urus hal cipta, kalau bisa ada publisher juga yang mengelola lagu-lagu kita. Jadi, kalau misalkan kita bikin lagu, lagunya booming, terus kita nggak dapet apa-apa itu salah kita sendiri juga nggak daftarin karya kita,” tutup Rian.

(ce1/yln/JPC)

Aji Mumpung, Titi Kamal Ajak Keluarga Liburan ke Amerika Saat Syuting

JawaPos.com – Syuting di Amerika Serikat dimanfaatkan Titi Kamal untuk berlibur bersama keluarga. Dia memboyong dua anaknya, Juna dan Kai Attar untuk berjalan-jalan di negeri Paman Sam tersebut. Tak lupa, dia mengajak sang ibu.

Sejumlah ikon wisata di Amerika dikunjungi oleh Titi Kamal. Mulai dari air terjun Niaga hingga beberapa museum besar 

“Serunya karena bisa sambil bawa anak sama keluarga juga. Jadi, bisa sambil main pas break syuting. Jalan-jalan ke Niagara Falls, museum dinosaurus, ke aquarium,” kata Titi Kamal saat bertandang ke kantor Jawa Pos, Jakarta, belum lama ini.

Membawa serta dua putranya yang masih kecil, diakui Titi Kamal sedikit merepotkan. Apalagi, Kai belum genap 1 tahun. Oleh karena itu, sejumlah persiapan dilakukan dengan rapih oleh Titi Kamal. Terutama, keperluan dua anaknya.

Namun, Titi ternyata tidak membawa serta baby sitter untuk menjaga dua putranya. Dia menyerahkan pada ibu dan kakaknya untuk membantu dalam menjaga Juna dan Kai.

“Ikut juga (Kai). Lumayan ribet, lumayan heboh karena harus kejar-kejaran ASI juga. Jadi, aku syuting dan ASI juga, jadi gitu aja. Tapi seneng. Nggak bawa baby sitter tapi ada kakak sama mama,” ungkap Titi.

Lebih lanjut, Titi mengaku sebenarnya sedikit cemas membawa Kai terbang jauh. Sebab, waktu itu masih berusia 5 bulan. Beruntungnya, Kai tidak sakit karena perubahan cuaca karena sudah 5 kali divaksin.

Diketahui, Titi Kamal berada di Amerika Serikat selama 10 hari untuk syuting film Hanum & Rangga 

(str/JPC)

Di MGA 2018, Day6 Terima Penghargaan Pertamanya Sejak Debut

JawaPos.com – Day6 berhasil membawa pulang penghargaan pertama mereka sejak debut tahun 2015 lalu di ajang MBC Music Plus x Genie Awards (MGA) 2018, Selasa (6/11) malam.

Day6 berhasil keluar sebagai pemenang di MGA 2018 untuk kategori Best Band Performance lewat lagu Shoot Me. Sungjin, Jae, YoungK, Wonpil, dan Dowoon berhasil mengalahkan nominasi band lainnya dalam ajang penghargaan yang baru pertama kali digelar ini.

“Ini adalah penghargaan pertama kami. Kami sangat gugup,” ujar Sungjin ketika memberi sambutan usai menerima penghargaan tersebut.

Di MGA 2018, Day6 Terima Penghargaan Pertamanya Sejak DebutDay6 menerima penghargaan di MGA 2018 dalam kategori Best Band Performance, Selasa (6/11). (V Live)

Tidak hanya itu, Day6 yang saat itu tampil berbeda dari biasanya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar, keluarga, dan sahabat yang selalu mendukung mereka hingga saat ini.

“Terima kasih kepada keluarga dan sahabat  yang selalu ada untuk kami,” ungkapnya.

Dalam ajang penghargaan tersebut, Day6 bersaing dengan grup band Korea lainnya seperti FTISLAND dengan lagu Summer Night’s Dream, Hyukoh dengan lagu Love Ya, Jaurim dengan lagu For Ever and Ever, serta NELL, GroovyRoom dengan lagu Today.

Day6 sendiri memulai debutnya pada tahun 2015 lewat album bertajuk The Day. Semula grup asuhan JYP Entertainment ini beranggotakan enam orang, namun salah satu anggotanya Junhyeok memilih keluar setelah mengalami sebuah skandal di tahun yang sama

Pada tahun 2016, mereka mengeluarkan album kedua bertajuk Daydream dan sepanjang tahun 2017 mereka mengeluarkan projek Every Day6, yakni projek merilis dua lagu baru setiap bulan. Dari projek itu pula, mereka merilis dua album bertajuk Sunrise dan Moonrise yang berisikan lagu-lagu dalam projek tersebut di enam bulan pertama dan kedua.

Tahun 2018 ini, mereka mengeluarkan album bertajuk Shoot Me: Youth Part 1 dengan judul lagu utama berjudul sama. Melalui album tersebut mereka juga melengkapi promosinya dengan menggelar tur dunia bertajuk Youth. Indonesia juga menjadi salah satu negara beruntung karena Day6 akan menggelar konsernya tersebut pada 8 Desember mendatang di Kota Kasablanka, Jakarta.

(dmp/JPC)

Jadi Mama Jagoan, Widyawati Berubah Tomboy

JawaPos.com – Film berjudul Mama Mama Jagoan menjadi gebrakan bagi penampilan aktris senior Widyawati. Sebab, dia tidak akan memerankan karakter dengan kepribadian lembut seperti biasanya. Berperan sebagai Dayu, Widyawati akan berakting sebagai seorang mama yang tomboy.

Dalam film trailer, terlihat Widyawati memotong rambutnya menjadi pendek dan ikal. Cara berpakaiannya juga lebih banyak casual, dengan paduan celaja jins, kaos ataupun kemeja. Semuanya sangat berbeda dengan peran yang biasanya menuntut untuk berpakaian rapih dan lebih perempuan.

“Itu yang bikin orang ngerasa, wah ini berbeda sekali ya. Karena saya tomboy di karakter ini,” ujar Widyawati yang ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (3/11).

Official Trailer Film Mama Mama Jagoan (YouTube/Buddy Buddy Pictures Production)

Selain karakter tomboy Widyawati, film Mama Mama Jagoan juga akan semakin memberi warna dalam perfilman di tanah air. Pasalnya, film ini menceritakan perjalanan dan kehebohan tiga orang perempuan yang sudah dibilang tidak muda.

“Padahal kalau dilihat ceritanya ya, persahabatan-persahabatan ini kan sejak ada WA kan kita jadi akrab lagi. Sebetulnya, ini cocok dengan masa kini. Lagi pula ini bisa kasih lihat sama anak muda, nanti kalau sudah tua itu kita ngapain sih, gitu. Ternyata bisa heboh ya,” kata pemeran Hasnah, Ratna Riantiarno.

Dibintangi 3 aktris senior, Niniek L Karim, Widyawati, dan Ratna Riantiarno, Mama Mama Jagoan bercerita  tentang seorang perempuan bernama Myrna (Niniek L Karim) yang usia senja baru saja ditinggalkan suaminya karena meninggal.

Kemudian, dia mengalami depresi. Semangatnya mulai muncul karena menerima kartu pos dari anak laki-laki nya bernama Monang (Lolox), yang sudah lama bersitegang dengan ayahnya.

Berbekal kartu pos tersebut, Myrna memutuskan untuk mencari anaknya di Bali, ditemani oleh kedua sahabatnya bernama Hasnah dan Dayu.

Sesampai mereka di Bali, ternyata pencarian ketiganya tidak semulus yang dibayangkan. Tetapi, semuanya dijamin akan penuh kelucuan. Penasaran kelanjutannya, Mama Mama Jagoan baru akan tayang 22 November 2018.

(agi/JPC)

Comeback, Aliando Syarief Lakukan Adegan Bahaya tanpa Stuntman

JawaPos.com – Falcon Pictures kembali menghadirkan sebuah film drama romantika remaja berjudul Asal Kau Bahagia. Menariknya, apabila biasanya film terinspirasi dari novel, film ini terinspirasi dari lagu milik Armada Band yang berjudul sama, Asal Kau Bahagia.

Tak hanya itu, film ini menjadi penanda kembalinya Aliando Syarief ke depan layar. Pasalnya, sudah lama aktor tampan ini menghilang. Aliando akan beradu akting dengan Aurora Ribero dan Teuku Rasya.

Baru kembali berakting, Aliando langsung ditantang dengan melakoni adegan kecelakaan mobil. Tetapi, dia memilih melakukan adegan berbahaya tersebut sendiri tanpa stuntman.

Official Trailer “Asal Kau Bahagia” | Aliando & Aurora | 27 Desember 2018 di Bioskop (YouTube/Falcon)

“Alasannya karena kan kita butuh rasa ya. Jadi, harus terlibat di adegan tersebut,” jawab Aliando ketika ditanya perihal alasannya tidak menggunakan stuntman, saat peluncuran poster film Asal Kau Bahagia, Jumat (2/11).

Sedangkan Sutradara film Asal Kau Bahagia, Rako Prijanto mengaku senang karena bisa membuat satu karya untuk penonton film Indonesia. Namun, Rako mengungkapkan sempat khawatir saat syuting karena Aliando menjalani syuting tanpa stuntman untuk adegan berbahaya.

“Hari itu, syuting sampai larut malam, dan aku langsung pulang karena sudah capai sekali. Sedangkan, Aliando harus pindah lokasi syuting. Aku salut meski lelah, Aliando masih bisa menjalani syuting adegan berbahaya tanpa stuntman,” ujar Rako.

Di film ini, Aliando harus beradegan sebagai seseorang yang koma. Namun, arwahnyanya hanya dapat di lihat oleh sahabatnya. 

Out of body eksperience. Iya itu kaya gua cari tau. Seru kulik dari situ. Gimana caranya nguliknya, gimana rasa takutnya. Ada salah satu blogger, dia cari tahu berhasil dan takut untuk balik lagi ke diri dia. Nah rasa takut itu gua rasakan di film ini,” ujar Ali.

Film yang berproduksi dalam sebulan ini akan tayang serentak pada 27 November 2018. Selain Aliando, Asal Kau Bahagia juga akan menampilkan aktor-aktor muda seperti Dewa, Dayana, dan ada juga aktor dan aktris senior lainnya seperti Surya Saputra, Vonny Cornelia, Meisya Siregar, Sari Koeswoyo, dan Verdi Soelaiman.

(agi/JPC)

Yuk Ikutan! Jadi Saksi Pemilu JKT48 dan Bisa Wawancara Member Pemenang

JawaPos.com – Pemilu ala JKT48 untuk mencari siapa member yang layak membawakan single terbaru grup idola itu tinggal dua minggu lagi. Proses pemungutan suara akan ditutup pada 14 November dan hasilnya diumumkan 17 November di Sleman, Jogjakarta. JawaPos.com bersama JKT48 Official Team (JOT) mengajak pembaca untuk mengikuti serunya event tahunan itu secara langsung.

Bagi pembaca yang memiliki minat di bidang jurnalistik, bisa mengikuti event pendukung pemilu ala JKT48 yang juga dikenal dengan Senbatsu Sousenkyo itu. Sebab, pada 17 November nanti, lima pembaca akan diajak langsung untuk menjadi saksi siapa pemenang di pemilu kali ini.

Tidak hanya dari bangku penonton, tetapi melakukan peliputan layaknya wartawan. Berada di bangku khusus media, merekam langsung kegiatan, hingga interview dengan member yang menjadi pemenang pemilu.

Tidak hanya itu, sebagai bonusnya, lima pemenang bisa berfoto bareng member yang memenangi event pemilihan mencari member untuk single ke-20 JKT48 itu. Setelah melakukan peliputan, para pembaca yang terpilih diwajibkan untuk menghasilkan konten. Bisa dalam berbentuk artikel, video, maupun vlog.

Lantas, diunggah di masing-masing media sosial maupun blog dalam kurun waktu selambat-lambatnya satu minggu atau 24 November. Pada 25 November, konten dari pembaca akan diunggah ke JawaPos.com. Jika tertarik, pembaca bisa mengikuti proses seleksi yang dibuka mulai hari ini, Jumat (2/10) hingga 12 November.

Pembaca JawaPos.com bisa menuliskan esai terkait Serunya Pemilu ala JKT48 dengan ketentuan minimal 250 kata dan maksimal 700 kata. Karya dikirimkan ke info@jawapos.com dengan subject email: Jadi Saksi Pemilu JKT48(Spasi)Nama(spasi)Nomor Handphone yang aktif.

Artikel yang ditulis berbentuk opini pribadi yang juga menyertakan sumber artikel dari www.jawapos.com/jkt48. Kumpulan artikel di link tersebut bisa membantu untuk mendapatkan ide apa yang akan ditulis. Boleh terinspirasi dari satu artikel, atau lebih. Jangan lupa, artikel yang menjadi inspirasi perlu ditulis juga di email yang dikirimkan.

Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 14 November di media sosial dan artikel JawaPos.com. Namun, perlu diingat bahwa JawaPos.com dan manajemen JKT48 tidak menyediakan akomodasi menuju venue pengumuman hasil pemilu di Sleman, Jogjakarta pada 17 November 2018.

(dim/JPC)

4 Pemenang Kuis Konser The Gentleman’s, Kalian Salah Satunya?

JawaPos.com – Setelah sukses tampil memukau di Bandung, pada 20 Oktober lalu, sejumlah musisi tampan akan tampil di Jakarta, pada 4 November 2018. Bertajuk The Gentleman’s Indonesia Tour 2018, Afgan, Glenn Fredly, Marcell, Rizky Febian, Rendy Pandugo dan Naif akan menghibur penggemarnya di Livespace SCBD lot 8, Jakarta.

Menariknya, tak hanya membawakan hit andalan, mereka juga mengisahkan perjalanan karier masing-masing selama di blantika musik Indonesia, di atas panggung.

Melalui program kuis, JawaPos.com pun membagikan 2 tiket gratis untuk 4 orang yang beruntung. Kemudian, setelah melalui serangkaian proses penilaian, berikut 4 akun pemenang kuis yang berhak mendapatkan masing-masing 2 tiket The Gentleman’s. Mereka adalah pemilik akun Instagram @willyalicaliman dan @mebrorayola. Serta pemilik akun Twitter @novitageraldine dan @dita_agita.

Afgan – Jalan Terus | Official Video Clip (YouTube/ Trinity Optima Production)

Selamat kepada pemilik 4 akun di atas. Keterangan lebih lanjut akan dihubungi secara resmi oleh pihak Jawapos.com.

(yln/JPC)

Baru Debut, Lagu IZ*ONE Dilarang Tampil di KBS

JawaPos.com – Setelah mendapat petisi agar grup IZ*ONE, bentukan program survival Produce48 tidak tampil di KBS, salah satu lagu mereka berjudul You’re in Love, Aren’t You? dari album terbaru, COLOR*IZ telah dievaluasi dan di diskualifikasi dari siaran televisi tersebut.

Didiskualifikasinya lagu itu karena liriknya bertentangan dengan peraturan penyiaran di KBS. Seluruh lirik lagu tersebut berbahasa Jepang, karena ditulis oleh Akmoto Yasushi yang merupakan produser dari AKB48.

Dilansir dari Koreaboo, ketika IZ*ONE menggelar showcase debutnya pada 29 Oktober lalu, lagu tersebut sudah ditampilkan di hadapan penggemar.

Masih berkaitan dengan hal itu, sebelumnya sebuah petisi dikirimkan ke Istana Kepresidenan Korea (Blue House) dan di situs resmi Music Bank, KBS. Petisi tersebut meminta IZ*ONE tidak tampil di acara itu karena beberapa member mereka terkait dengan kelompok Sayap Kanan Jepang.

Member yang dimaksud adalah tiga member Jepang yang berasal dari grup AKB48, yakni Miyawaki Sakura, Honda Hitomi, dan Yabuki Nako. AKB48 sendiri dikenal mendukung kelompok yang sangat sensitif bagi warga Korea, karena berkaitan dengan sejarah Korea dan Jepang di masa perang.

Saat ini, petisi tersebut sudah mencapai 26.240 tanda tangan. Apabila petisi tersebut sampai 200.000 dalam 30 hari, maka pemerintah harus menangani isu tersebut. Namun karena debut mereka di Music Bank pada Jumat (2/10) besok akan dilaksanakan, kemungkinan petisi itu tidak akan berpengaruh besar.

Debutnya IZ*ONE juga mendapat rekor melalui album mereka COLOR*IZ dan lagu utama La Vie en Rose, yang telah mendapat pencapaian tertinggi di hari pertama penjualan di Hanteo sebanyak 34.295 album.

(dmp/JPC)

Warganet Korea Tanggapi Sinis Program Survival Baru YG Entertainment

JawaPos.com – CEO YG Entertianment, Yang Hyun Suk telah mengumumkan bahwa pihaknya menggelar program survival untuk 29 orang trainee laki-laki di agensinya melalui program YG Box of Jewels. Alih-alih disambut baik, rupanya warganet menanggapinya dengan sinis.

Melansir Koreaboo, para warganet menilai Yang Hyun Suk gagal memenuhi janjinya di masa lalu untuk fokus mengedepankan para artisnya yang sedang aktif saat ini. Mereka mengkritik Yang Hyun Suk karena ketidakfokusan sang CEO mengurusi artis-artis YG aktif saat ini seperti iKON, Winner, Blackpink, Lee Hi dan lain-lain.

“Dia bahkan tidak mendebutkan pemenang MIXNINE dan tidak membuat album untuk Winner dan Lee Hi. Sekarang dia berpikir untuk mendebutkan grup baru? Tanpa Bigbang dia jatuh,” tulis seorang warganet.

“Bawalah artis yang sudah debut. Kenapa kau tetap membawa yang masih trainee?” tulis warganet lain.

“YG, tolong fokus pada artis yang kau miliki sekarang saja,” komentar yang lain.

Sebelumnya Yang Hyun Suk mengumumkan bahwa pihaknya akan membuat program survival baru untuk mendebutkan grup baru yang berasal dari trainee YG Entertainment. Setidaknya akan ada 29 orang trainee pria yang mengikuti program ini.

Saat ini program tersebut sudah memulai syutingnya. Para peserta akan dipilih berdasarkan keterampilan mereka masing-masing dan dinilai dari potensi bakat menjadi bintang, daya tarik visual. Para juri dan pemilihan dari pemirsa akan menentukan pemenang di program tersebut.

Sebelum menggelar program ini, YG Entertainment juga menggelar program serupa bertajuk MIXNINE yang pesertanya adalah para trainee dari berbagai agensi. Namun pemenang dari program tersebut tidak didebutkan karena ada beberapa masalah yang terjadi.

(dmp/JPC)

Luna Maya Siap Dibandingkan Dengan Suzzanna

JawaPos.com – Soraya Intercine Films menghidupkan kembali sosok Suzzanna melalui film Suzzanna Bernapas Dalam Kubur. Aktris Luna Maya pun didapuk menjadi sosok legendaris Suzzanna.

Menjadi Suzzanna diakui Luna bukan hal yang mudah. Apalagi, almarhumah diketahui memiliki karakter yang kuat. Oleh karena itu, Luna mengaku terus memutar film-film Suzzanna selama dua bulan sebelum syuting. Dengan harapan, mampu meniru gerak-gerik Suzzana sampai detil.

“Banyak menonton filmnya, di ulang-ulang terus. Kayak dia (Suzzanna) sukanya ngapain.  Intinya, direkam dan didengerin lagi,” ujar Luna saat menceritakan caranya mendalami peran sebagai Suzzanna pada JawaPos.com, Jumat (26/10).

Official Trailer SUZZANNA (2018) – Luna Maya, Herjunot Ali (YouTube/Soraya Intercine Films)

Kemudian, Luna mengatakan bahwa Suzzanna bukan lah film horor yang biasa. Sebab, film ini memang dikemas dengan sedemikian rupa demi menghidupkan kembali sosok Suzzanna. Termasuk, bekerjasama dengan tim make-up karakter dari Rusia.

“Susah sih, harus jadi orang lain kan susah. Kalau ini kan sudah pernah ada, orang pernah tahu Suzzanna itu kayak begini. Jadi, challenge supaya orang berpikir Suzzanna hidup lagi,” ungkap Luna.

Namun, Luna mengaku sudah siap dibandingkan dengan karakter asli Suzzanna. Baginya, sudah cukup dengan memberikan yang terbaik dalam setiap aktingnya. Sebab, dia menyadari memang bukan Suzzanna.

“Ya udah pasti dibandingin lah. Kan saya bukan Suzzanna yang sebenarnya. Kayak Reza Rahadian kan bukan Habibie. Kita ingin kembali memberikan suatu tayangan yang pernah. Ikonik aja kalau dibilang nggak sama. Reza Rahadian sama Habibie kan nggak 100 persen sama. Kayak misalnya Daniel Mananta nggak seratus persen sama kayak Ahok,” pungkas Luna Maya.

Dalam film besutan sutradara Anggy Umbara ini Suzzanna (Luna Maya) dikisahkan sudah menikah dengan Satria (Herjunot Ali) selama 7 tahun dan terus mengidamkan memiliki anak.

Tetapi nahas, ketika akhirnya Suzzanna hamil, dia harus ditinggal oleh sang suami. Kemudian, dengan kondisi lemah Suzzanna dibunuh oleh perampok yang memiliki dendam terhadap suaminya.

Lalu, si pembunuh mengubur Suzzanna dibelakang rumah. Namun, terjadi keanehan, yakni Suzzanna tetap beraktifitas biasa keesokan harinya. Penasaran kelanjutannya? Masih dengan benang merah cinta dan balas dendam, Suzzanna mulai tayang di bioskop tanah air pada 15 November 2018.

(agi/JPC)

Konser di Jogja, Megadeth Janjikan Penampilan Terbaik

JawaPos.com – Megadeth dijadwalkan mulai menyapa penggemarnya di Stadion Kridosono, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pukul 21.40 WIB. Band asal Los Angeles tersebut menjanjikan setlist yang populer dan akan memuaskan penonton.

“Tidak mudah memilih setlist yang akan kami bawakan besok, selama 90 menit. Mengingat begitu banyaknya repertoar lagu kami. Tapi saya pastikan kami akan sajikan setlist terbaik,” kata Dave Mustaine, salah seorang personel band ini, saat konferensi pers di Hotel Hyatt, Kabupaten Sleman, DIJ, Jumat (26/10).

Konser di Jogjakarta dalam event JogjaROCKarta juga menandai band ini berkiprah di belantika musik cadas selama 35 tahun terakhir. Bassist dari band ini, Dave Ellefson mengatakan, kiatnya mampu bertahan dalam bermusik. “Kami tetap eksis karena mempunyai visi yang jelas dan mempertahankannya,” katanya.

Jogjarockarta Festival 2018MUSIK: Band-band musik cadas yang juga akan hadir dalam JogjaROCKarta 2018. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Megadeth akan tampil dengan formasi lengkap, Dave Mustaine (vokal/gitar), David Ellefson (bass), Kiko Loureiro (gitar), Dirk Verbeuren (drum). Sebelum mereka tampil, akan dihadirkan pula band-band cadas dari Indonesia, yakni Blackout, Koil, Sangkakala, Elpamas, Edane, Seringai, ILP serta God Bless.

Ahmad Albar, vokalis dari God Bless ini juga mengungkapkan ia dan rekan-rekannya akan berusaha tampil maksimal. Terlebih pada 3-4 November nanti juga akan menggelar konser di Ulang Tahun di Jakarta. “Ya kita berusaha, latihan. Berusaha tampil maksimal,” kata pria yang akrab dipanggil Iyek ini.

Indra Lesmana, musisi Jazz yang hadir dengan bandnya Indra Lesmana Project (ILP) mengatakan, ia bersyukur bisa hadir dalam konser ini. Konser di JogjaROCKarta itu juga akan menjadi yang terakhir sebelum masuk ke studio untuk menyelesaikan albumnya.

“Kami baru saja merilis mini album, Juni lalu. Ini yang terkahir main, karena habis ini masuk studio menyelesaikan album. (Rasanya) senang sekali, semoga musik kami diterima,” ucapnya.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi selaku promotor dari event ini menambahkan, tiket sudah terjual sekitar 10 ribu. Tinggal 5 ribu yang akan dijual saat on the spot nanti.

(dho/JPC)

Song Mino Jadi Member Pertama Winner yang Rilis Solo Album

JawaPos.com – Song Mino akan menjadi member Winner pertama yang mengeluarkan album solo. Album yang dikeluarkan juga sekaligus album solo pertama baginya.

YG Entertainment mengunggah sebuah poster teaser untuk album solo pertama Mino tersebut. Album itu diberi tajuk Mino First Solo Album: XX.

Yonhap menginformasikan, menurut agensi yang juga menaungi Bigbang, iKON dan Blackpink itu, tanggal perilisan album akan diumumkan kemudian. Namun dari poster yang dikeluarkan, sudah jelas bahwa album solo Mino akan dirilis pada bulan November nanti.

Song Mino Jadi Member Pertama Winner yang Rilis Solo AlbumPoster album solo Mino Winner (YG Entertainment)

Tahun lalu, rapper grup Winner ini mengeluarkan lagu yang dikomposerinya sendiri berjudul Turn off the Light. Lagu tersebut dimasukkan ke dalam full album kedua Winner yang dirilis pada April lalu.

Sebelumnya pada 2016, ia juga melakukan aktivitas solo dengan menyanyikan lagu solo digitalnya berjudul Body. Di album debut Winner, Mino juga sudah merilis lagu solo seperti I’m Him.

Ia juga merilis lagu berjudul Fear untuk musim keempat acara Mnet, Show Me the Money pada tahun 2015. Dalam acara tersebut, Mino keluar sebagai juara kedua.

Adapu Winner sendiri sedang menggelar tur dunia mereka bertajuk Winner Everywhere Tour 2018. Pada 17 November, tur tersebut juga akan menyambangi Indonesia.

(dmp/JPC)

Alasan Zack Lee Terima ‘Jaga Pocong’

JawaPos.com – Artis peran, Zack Lee membeberkan pengalaman pertamanya bermain film horor berjudul Jaga Pocong. Pengalaman pertamanya itu membuat mantan suami Nafa Urbach ini sangat menikmati film horor.

“Ini film horor pertama. Saya nikmatin film ini,” ucap Zack Lee saat ditemui di Mall Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/10) malam.

Zack Lee mengaku tidak menyukai film horor sehingga tidak pernah menerima tawaran main film genre tersebut. Tetapi, dia kemudian membeberkan alasannya menerima tawaran film Jaga Pocong.

OFFICIAL TRAILER JAGA POCONG | 25 OKTOBER 2018 (YouTube/Unlimited Production)

“Ceritanya sih (film Jaga Pocong) yang pertama kali aku pilih. Dari dulu nggak mau main horor, meski beberapa kali ditawarin. Aku liat plotnya (film) aku suka, sebagai aktor, ya udah coba,” ungkap Zack Lee.

Dalam film Jaga Pocong, Zack Lee berperan sebagai Radith. Dia akan beradu akting dengan Acha Septriasyah, dan Jajang C Noer.

Film Jaga Pocong bercerita tentang seorang suster bernama Mila (Acha Septriasa), yang bekerja di sebuah rumah sakit. Selama menjadi suster, dia mendapatkan sebuah pertanda yang misterius, salah satunya burung Kedasih berkeliaran seperti memberikan sebuah isyarat kepadanya. Sampai akhirnya Mila mendapatkan sebuah pekerjaan untuk merawat seorang wanita tua bernama Sulastri (Jajang C Noer) di rumahnya. Namun, belum sempat Mila bekerja, Sulastri meninggal dunia.

Mila diminta oleh anak Sulastri, Radith (Zack Lee) membungkus jenazah Sulastri dengan kain kafan dan menjaganya selama Radit keluar rumah. Saat menjaga jenazah Sulastri, Mila ditemani oleh anak Radith, Novi (Aqila Herby). Selama menunggu jenazah dan Radith pulang, Mila mendapatkan teror pocong yang membuat bulu kuduknya merinding.

Film garapan tiga rumah produksi, yakni Spectrum Film, Maxima Pictures, Unlimited itu rencananya akan tayang diseluruh bioskop Indonesia mulai 25 Oktober 2018.

(yln/JPC)

Film Critical Eleven Bawa Pulang 3 Penghargaan dari Singapura

JawaPos.com – Film layar lebar Critical Eleven dianugerahi tiga penghargaan di ajang Asian Academy Creative Awards (Drama Category) 2018, yang berlangsung di Singapura belum lama ini.

Film produksi Starvision bersama Legacy pictures ini mendapatkan penghargaan Best Actress National Winners oleh pemeran utama Adinia Wirasti, Best Actor National Winners oleh Reza Rahadian dan Best Direction Fiction National Winners oleh Monty Tiwa dan Robert Ronny.

“Film Critical Eleven adalah film yang personal bagi saya karena kembali menjadi sutradara setelah beberapa tahun duduk di kursi produser atau penulis skenario,” ungkap Robert Ronny dikutip dari keterangan pers yang diterima JawaPos.com, Selasa (23/10).

Sementara pemeran utama, Reza Rahadian bersyukur atas penghargaan dalam film yang menurutnya sangat personal dan penuh makna. Sementara bagi Ika Natassa, penulis novel Critical Eleven, film ini akan selalu mempunyai tempat tersendiri karena merupakan karya yang menghubungkannya dengan pembaca maupun penonton.

CRITICAL ELEVEN Official Trailer (Tayang 10 Mei 2017) (YouTube/StarvisionPlus)

“Dan sekarang, dengan mewakili Indonesia di Asian Academy Creative Awards, aku tidak bisa berkata apa-apa kecuali terima kasih telah mengizinkan karya yang dibuat dari hati bisa diapresiasi setinggi ini,” ucap Ika.

Asian Academy Creative Awards adalah sebuah lembaga yang berkedudukan di Singapura yang memberikan penghargaan untuk membantu industri kreatif melihatnya sebagai puncak dari peraihan mereka dalam kreasi konten dan produksi media.

Penghargaan ini berlaku bagi 20 negara di Asia Pasifik, yaitu Singapura, Thailand, Filipina, Taiwan, Malaysia, Korea, Vietnam, Indonesia, India, Cina, Hongkong, Australia, New Zealand, Jepang, Kamboja, Laos, Brunei, Sri Lanka, Bangladesh, dan Myanmar.

(yln/JPC)

Album Solo Mixtape RM ‘BTS’ Kalahkan Rekor Grupnya di iTunes

JawaPos.com – Album mixtape solo RM BTS, Mono berhasil memuncaki chart iTunes di 86 negara. Pencapaian ini memecahkan rekor album BTS Love Yourself: Tear.

Melansir Allkpop, album mixtape kedua leader BTS ini berhasil berjaya di negara-negara seperti Amerika, Ukraina, Norwegia, Malaysia, Irlandia, El Salvador, Mesir, Chili, Bulgaria, Indonesia, dan masih banyak lagi.

Lagu-lagu yang ada dalam album tersebut seperti Tokyo, Seoul, Moonchild, Badbye, Dislocated, Pass By, dan Forever Rain berhasil membawa album pria bernama asli Kim Nam Joon itu ke puncak chart iTunes.

Album Solo Mixtape RM 'BTS' Kalahkan Rekor Grupnya di iTunesDaftar negara yang memuncaki iTunes album solo mixtape RM BTS (Allkpop)

Pencapaian RM ini juga memecahkan rekor pencapaian album repackaged BTS, Love Yourself: Answer yang memuncaki chart yang sama di 85 negara.

Hal ini juga sangat mengesankan karena terdapat tautan gratis untuk publik agar bisa mengunduh lagu tersebut.

Sesaat setelah dirilis pada Selasa (23/10) waktu Korea, para penggemar pun langsung meramaikannya di lini masa Twitter melalui tagar
#MONOISCOMING, #monoishere. Musik video Forever Rain menjadi yang pertama dikeluarkan ke publik di waktu yang sama.

(dmp/JPC)

Kerugian Gempa Sulteng Lebih dari Rp13,82 Triliun

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, per 20 Oktober 2018. Jumlahnya mencapai lebih dari Rp13,82 triliun.

“Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 kilometer serta terjadinya likuifaksi menjadi penyebab masifnya kerusakan,” terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers, Minggu, 21 Oktober 2018.

Untuk membangun kembali daerah terdampak bencana yang akan dilakukan pada periode rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan anggaran lebih dari Rp10 triliun.

“Tentu ini bukan tugas yang mudah dan ringan, namun pemerintah pusat dan pemerintah daerah siap membangun kembali dengan yang lebih baik dan aman,” terangnya.

Baca: Pemerintah Kebut Pemulihan Sulteng

Sebelumnya, BNPB sudah menganggap kerugian akibat gempa dan tsunami di Sulteng lebih  besar dari gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kerugian dan kerusakan di Lombok kemarin Rp18,8 T, (gempa) ini pasti di atas Rp10 triliun,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis, 4 Oktober 2018.

Pemerintah, kata dia, menargetkan semua sektor di wilayah yang terdampak pulih dalam dua tahun. Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan instruksi presiden (inpres) terkait penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

“Nanti Presiden akan mengeluarkan intruksi-intruksi khusus untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana Sulteng. Prinsipnya membangun dengan lebih baik dan lebih aman,” jelas dia. (Put/H-2)

(YDH)

Pemanasan Sebelum Tayang, Film Terbaru D.O EXO Rilis Poster

JawaPos.com – Para penggemar D.O EXO pasti sudah tak sabar ingin menyaksikan akting sang idola di film terbarunya, Swing Kids. Sebagai pemanasan, Annapurna Picture mengeluarkan poster film tersebut untuk membuat penonton semakin tak sabar.

Melansir Soompi, Minggu (21/10), D.O EXO akan memerankan tokoh bernama Roh Ki Soo. Ia akan beradu akting dengan Park Hye Soo yang memerankan tokoh Yang Pan Rae, translator bahasa bagi para kru penari. Keduanya merupakan kru penari yang bekerja untuk mendapatkan uang.

Adapun poster yang dikeluarkan tampak bergaya retro dengan foto kaki dari para kru penari tap shoes. Swing Kids memang bercerita tentang kru penari di Provinsi Geoje di kamp penjara pada tahun 1951.

Pemanasan Sebelum Tayang, Film Terbaru D.O EXO Rilis PosterPoster film Swing Kids (Annapurna Picture)

Selain D.O EXO dan Park Hye Soo, film ini juga dimainkan oleh Jared Grimes yang memerankan tokoh Jackson, seorang mantan bintang Broadway yang kembali ke kru penari yang dipimpinnya. Kemudian Oh Sung Jae yang memerankan tokoh Byung Sam, ia bergabung bersama kru penari untuk menemukan istrinya, serta Kim Min Ho yang berperan sebagai Xiao Pang, penari dengan kemampuan tarian yang luar biasa.

Film yang rencananya tayang bulan Desember ini akan menjadi film yang menyenangkan karena bercerita tentang musik. Disutradarai oleh Kang Hyung Chul yang sukses menyutradari film hits Scandal Makers dan Sunny, film ini diharapkan mendapat kepopuleran yang lebih.

Terlebih, Kang Hyung Chul memahami bagaimana memasukkan unsur musik untuk menambah cerita garapannya itu. Dengan demikian, para penonton pun akan melihat bagaimana ia memberitahukan cerita tentang kamp penjara di Provinsi Geoje sekaligus tap dance.

(dmp/JPC)